Antara manusia berumur kura-kura dengan manusia berambut singa. Bukan, bukan siluman. Mereka hanyalah dokter hewan. Probably Shounen-Ai?
Complete and Complement
Disclaimer :
WILD LIFE by Fujisaki Masato
I own nothing but this fanfic
Warnings :
Kemungkinan fanfic ini akan berakhir dengan manisnya shounen-ai, tapi tidak menghalangi karakter lain punya cerita cinta. Love is for everyone! Maybe OOC(?)
Semenjak kepindahan Tessho dan Ryoto dari RED ke universitas Meio membuat hari-hari di RED terasa hambar untuk beberapa pegawainya. Tak terkecuali Seno, perawat hewan cantik yang dulu selalu menemani Tessho bertugas.
Meletakkan papan jalan di atas meja, Seno menghela nafas sambil bertanya-tanya, sedang apa mereka sekarang? Apa mereka sehat? Apa dokter Ryoto masih sering mengganggu dokter Tessho? Semoga tugas-tugas mereka berjalan lancar.
Seno khawatir? tentu saja, atau lebih tepatnya bisa dibilang kangen. Padahal sudah beberapa bulan. Bukannya belum terbiasa sih...
*Kriet* Seno terhentak dengan bunyi pintu terbuka, mengarahkan kepalanya ke asal suara.
" Lho, Seno? Pemeriksaan sudah selesai? Kok masih disini?", tanya Hisataka sambil melepaskan jas putihnya, sepertinya dia mau pulang.
"Oh dokter, iya sudah selesai, sepertinya aku mau membereskan pekerjaanku dulu", jawab Seno sambil menunjuk berkas-berkas di atas meja.
Seno termasuk orang yang terorganisir, tapi karena beberapa dokter dipindah-tugaskan, mau tak mau pekerjaannya sedikit bertambah, jadi agak berantakan memang.
"Mau aku tunggu? Sudah hampir malam, lebih baik aku antar", ujar Hisataka sambil melipat jasnya.
Bukan pertama kalinya Hisataka mengajak Seno pulang bersama, kadang shift Hisataka bersamaan dengan Seno, alhasil jadwal pulangnya bersamaan, tidak ada salahnya kan pulang bersama? Sekalian mengantar Seno, toh Seno tinggal di Nagatanien, jaraknya lumayan dekat dari RED.
"Terima kasih dokter! Tolong tunggu sebentar!", Seno menjawab sambil tersenyum, merapikan dokumen-dokumen, mengambil tas dan menuju ruang ganti.
Hisataka dan Seno melangkah keluar gedung sambil membuat percakapan yang diselingi tawa Seno atau ekspresi-ekspresi aneh Hisataka.
Melepas lelah sembari menceritakan keseharian di RED, tiba-tiba obrolan mereka menjurus kepada Tessho dan Ryoto.
Hisataka pun sampai mengakui bahwa kalau tidak ada mereka, kadang-kadang RED menjadi sepi.
Kadang lho...
Tiba-tiba terlintas di otaknya,"Bagaimana kalau kita sekali-sekali berkunjung ke sana? Yah, bukan sekarang sih, tapi kalau pekerjaan kita selesai cepat saja, mungkin masih keburu kalau sore", sebenarnya itu bukan ide yang buruk, tapi mencari waktu luang di RED itu susah-susah gampang, kadang pasien ada yang datang mendadak, kadang pula ada satu hari penuh dengan pasien.
Tapi membayangkan wajah Tessho dan Ryoto (bisa dipastikan hanya Tessho) kalau-kalau melihat mereka datang mendadak tanpa pemberitahuan, pasti seru, pikir Seno sambil menggigit-gigit bibir menahan tawa.
"Boleh dok, tapi jangan memberitahukan mereka kalau kita mau datang ya?", Hisataka tertawa,"tentu saja, sekali-kali kita yang bikin mereka kaget".
Mereka belum tahu pemandangan apa yang akan mereka lihat nantinya. Ranjau tersebar. Mereka hanya belum menginjaknya.
Author's note : terima kasih atas review dan sebagainya! 8'D *nangis di tengah hujan* sebenernya mau update ini dari entah kapan, baru bisa sekarang OTL pengen buka vote dimana tempat kencan yang cocok buat Tessho sama Ryoto. Theme park? Bioskop? Pantai? Jalan-jalan di pertokoan? Atau bahkan di kebun binatang?! Vote, saran dan ide sangat dianjurkan, terima kasih telah membaca 8D
