Antara manusia berumur kura-kura dengan manusia berambut singa. Bukan, bukan siluman. Mereka hanyalah dokter hewan. Probably Shounen-Ai?
Complete and Complement
Disclaimer :
WILD LIFE by Fujisaki Masato
I own nothing but this fanfic
Warnings :
Kemungkinan fanfic ini akan berakhir dengan manisnya shounen-ai, tapi tidak menghalangi karakter lain punya cerita cinta. Love is for everyone! Maybe OOC(?)
Tessho bengong. Alisnya mengernyit. Sedang apa Seno dan dokter Kikiki, berdua?
Ini Sabtu, Tessho bisa mengerti jika mereka menggunakan waktu libur mereka untuk jalan-jalan. Tapi, tumben sekali mereka jalan berdua, Seno mengenakan dress pula! Jangan-jangan mereka kencan?
Ryoto yang sedari tadi ngoceh tentang flirting juga berhenti dan ikut memperhatikan arah mata Tessho. Seno dan dokter Kikiki sedang duduk di kafe seberang. Seno tampak manis mengenakan baju terusan merah muda setinggi dengkul dan wedges putih bertali. Sedangkan dokter Kikiki memakai baju polo hitam dan celana jeans putih, kakinya terlihat panjang.
Kalau orang tidak mengenal mereka, pasti orang-orang akan menyangka mereka pasangan model. Mereka cantik dan tampan, apa boleh buat.
"Sedang apa mereka? Jarang sekali aku melihat mereka berduaan", ucap Tessho masih kebingungan.
"Entahlah, mungkin mereka juga sedang kencan? Sebaiknya kita tidak mengganggu kencan mereka, yah cinta itu bisa tumbuh dimana-mana ya~", Ryoto menyeruput es kopi pesanannya.
"Haaaah? Kencan? Mungkin sih, soalnya baju yang mereka kenakan pun bagus, lagipula aku hampir tidak mengenali dokter Kikiki, dia jadi seperti model, kakinya panjang sekali", mata Tessho berbinar-binar, melihat dokter Kikiki dengan baju selain jas lab putih dan baju operasi hijau itu sesuatu yang langka.
Wajah Ryoto berubah menjadi datar,"Tessho, apa-apaan kau ini, masa memuji pasangan kencan orang lain di saat kau sendiri juga kencan, harusnya yang kau puji itu aku tahu", Ryoto mendengus, mendengar Tessho yang terus-terusan memuji penampilan dokter Kikiki.
Tessho menoleh, setengah tertawa,"he? Memangnya apa yang bisa kupuji darimu? Kemesumanmu? Kalau itu sih memang kau yang terbaik di bidangnya", ucapnya santai sambil mengaduk-ngaduk Strawberry Shake nya.
Mendengar jawaban meremehkan dari Tessho, tiba-tiba Ryoto mendekatkan wajahnya, tangannya menggenggam pergelangan tangan kanan Tessho yang sedang mengaduk,"benarkah? Hanya itu?", kalimat Ryoto terdengar seperti bisikan, nadanya berat dan terdengar sedikit...err...haruskah diucapkan? Baiklah...seksi?
Tessho yang kaget karena kedekatan wajah Ryoto langsung menjauhkan kepalanya. Wajahnya memerah, jantungnya berdetak cepat. Benar-benar dokter yang satu ini, sepertinya dia gampang sekali membuat Tessho malu gelagapan seperti gadis SMP yang baru saja disentuh tangannya oleh pacar pertamanya.
Sebenarnya Tessho juga heran, kenapa reaksinya bisa seperti ini? Hm, mungkin dia sakit.
"Jangan tiba-tiba mendekat seperti itu dong! Bagaimana kalau shake nya tumpah?", Tessho yang masih dag-dig-dug meletakkan gelas shakenya pelan-pelan ke atas meja.
'Ya, tenangkan dirimu Tessho, tarik nafaaaasss...hembuskan...tarik nafaaaaasss...hembuskan...'
"Kau sedang apa sih Tessho, latihan pernafasan?", Ryoto menyeringai, lagi-lagi seringai khasnya, tampan tapi menyebalkan.
"Kaget tahu, untung aku tidak punya masalah jantung", Tessho mengelus-ngelus dadanya, bohong, mungkin dia hanya punya masalah jantung kalau berhadapan dengan Ryoto.
"Maaf deh, aku kan menunggu pujian darimu", Ryoto masih nyengir, badannya menghadap Tessho, tangan kirinya kembali menopang dagunya.
Sudah dalam keadaan tenang, Tessho menjawab,"fuh...kalau masalah pujian, kan pujian-pujian dan teriakan histeris gadis-gadis muda yang kita temui di taman tadi sudah cukup". Walaupun masih setengah heran dengan apa yang mereka teriak-teriakan.
"Aku kan maunya pujian darimu".
"..he..".
"Ayo dong Tessho, sekaliiiii saja~".
"Ugh...".
"Aku traktir Sundae deh".
"Baiklah...Ryoto, kamu hebat sekali, tingkat kemesumanmu mengalahkan tingkatan rata-rata kemesuman manusia pada umumnya".
"Itu bukan pujian!".
"Ck, maumu apa sih".
"Aku mau pujian yang tulus dan manis".
"Tulus dan manis dari Hongkong".
"Bilang saja kalu aku ini tampan, pintar dan menawan, susah sekali".
"Ck, kau tampan, pintar dan err..menawan".
"Yang tulus dong! Pakai perasaan!".
"Kau tampan, pintar dan menawan wahai dokter Ryoto".
"Kenapa jadi terdengar seperti kau menyembahku? Aku mau pujian yang diucapkan dengan tulus dan manis. Ayo sekali lagi Tessho~".
Urat-urat di kepala Tessho mulai muncul, dia menggebrak meja dan berdiri, "KAU TAMPAN, PINTAR DAN MENAWAN, PUAS?!".
Suara Tessho yang sangat keras membuat semua pengunjung kafe memandang ke arah mereka.
Krik.
Menyadari kebodohannya, Tessho membungkukkan badannya meminta maaf kepada para pengunjung. Dia kembali duduk, tangannya menutupi wajahnya,"Aaaah aku malu sekali".
"Aku tidak tahu kalau kau begitu mencintaiku Tessho, perasaanmu tersampaikan dengan jelas lewat suaramu", Ryoto mengelap air mata bohongannya.
"Diaaaaam, ini semua gara-gara kau tahu", rasanya Tessho ingin mengubur dirinya di lubang yang dalam.
"Fufu, baiklah-baiklah...ayo kita bayar dan pergi dari sini, pandangan orang-orang mulai bertambah", coret, pandangan wanita-wanita yang sedari awal mereka masuk kafe mulai bertambah, jadi tampan itu terkadang memang susah.
Sebagai permintaan maaf sudah membuat keributan, Ryoto membayar makan siang mereka. Mereka keluar dari kafe tersebut dan mulai menyusuri jalanan di pertokoan.
Seno dan dokter Kikiki sepertinya sudah pulang, kursi dan meja yang tadi mereka gunakan sudah ditempati pasangan lain.
'Sebenarnya ada apa ya? Jadi penasaran, mereka beneran kencan?'.
"Oi Tessho, bagaimana kalau habis ini kita nonton bioskop? Ada film baru yang katanya bagus", Ryoto tersenyum, kali ini bukan seringai, senyum biasa sih, tapi tetap saja menyebalkan.
"Iya, boleh, asal jangan film horror".
"Fufu, tenang saja", seringainya yang khas keluar, sayang Tessho tidak melihatnya.
Ya, tentu saja Ryoto akan membeli tiket film horror.
Author's Note :
Maaf ya updatenya lama sekali, author senang sekali liat review-reviewnyaa ;w; (dan maaf baru sempat dibalaaas huhu).
Semoga ada ide, saran dan review! Terima kasih telah membaca!
