I stare at those stars,
Begging and crying
Did I do a thing wrong?
Why should I be punished?
A KaiHun Fanfiction
.
Standart Disclaimer Applied
.
Lee TaeRin Presents
.
GRAFITI
Dear SH
Annyeong, aku tak tahu apa yang benar-benar kau suka. Takutnya nanti kau tak suka apa yang aku berikan. Jadi, aku hanya bisa member ini padamu. Atau mungkin ada perubahan rencana, aku akan memberimu yang lain.
Mungkin ini tidak pantas disebut sebagai hadiah ulang tahun. Mungkin ini lebih pantas disebut sebagai email curhat. Heol~~ rasanya sudah lama sekali… dan rasanya begitu lama kau ada di seberang sana.
Dan sebenarnya lagi, banyak sekali yang ingin kubicarakan padamu. Mungkin salah satunya tentang my damn ex-boyfriend, let's just call him 'donkey'.
You know, penyesalan selalu datang terakhir, and, that's what happened to me. Waktu itu rasanya aku sempat marah padamu, kenapa seorang Oh SeHun tak bisa mengerti aku? Tapi, ternyata yang tak pengertian itu aku, bukan kau. Bahkan aku nyaris rela tak datang ke ulang tahunmu demi pergi bersama si donkey (padahal aku janji dengannya belakangan) and that was sucks, you know. Aku menyesal sekarang.
Kau tahu, kadang aku merasa iri padamu. Aku berpikiran, kenapa dia harus lahir begini dan kenapa aku harus lahir bgini? Padahal kita sahabat, we are sisters…. Tapi, kenapa dia pintar, berbakat, sedangkan aku bodoh, tak berbakat, dan pembuat masalah? Tapi rasa iri itu membuatku bangkit. Misalnya, aku menjadi ketua tim cheerleader, aku jadi semangat mempelajari hal-hal di luar sekolah. Aku jadi lebih suka membaca ensiklopdia yang sebelumnya aku tak pernah. Dan, ang paling penting adalah aku bisa mengendalikan amarah.
Honestly, aku ingin kau tahu, selama kita pisah jalan, aku belum menemukan orang yang mendekati kepribadianmu. Aku sadar kalau tak ada orang yang sempurna. Jadi jalanisaja apa adanya. Aku tahu bahwa aku sendiri masih banyak kekurangan, dan begitu juga dengan dirimu. Dan aku lebih cocok berteman denganmu. Molla.
Memang sih, aku belum berubah sepenuhnya. Tapi, aku tau ada bagian dari diriku yang dulu terbakar di diriku yang sekarang. I hope I'll be like this forever (of course, maksudnya, without those negative sides me. I mean, setidaknya, kurangi…)
Anyway, ini dokumen sudah kusiapkan dari jauh-jauh hari. Jadi, maklum saja kalu ada kata-kata yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, harap dimaklumi.
Annyeong~~~
Sesuatu di sudut mayaku menetes. Aku membaca e-mail itu sekali lagi. Sekali dan sekali lagi. Itu adalah hadiah ulang tahun pertama dan terindah untukku. E-mail dari BekHyun. Aku mengiat-ingat lagi. Aku jadi teringat hal-hal yang membuatku tidak enak, kini. Dulu kami pernah bertengkar. Aku tidak peduli dengan subjek yang ia sebutkan. Sebagian aku juga tidak tahu. Tetapi, aku tahu maksud 'donkey'. Donkey adalah namja yang menduakannya. Yang tidak bisa ia maafkan. Karena, ia sudah setengah mati sayang padanya.
Surat ini membuatku menangis. Karena hal ini begitu… benar. Ia memang segalanya untukku. Ulang tahun ini begitu istimewa. Aku bersama orang-orang yang kusayangi. Minus Kai, tentu saja. Tetapi, aka BaekHyun. Sahabatku. Saudaraku. Orang yang kuanggap penting bagiku. Temanku selama delapan tahun yang sering kali menjadi teman bertengkar. Orang menganggap aku juga penting. Seberapa banyak sahabat yang mau berbagi semuanya denganmu? Seberapa banyak? Banyak yang hanya mengambil keuntungan, menjaga gengsi kala berteman. Tetapi aku dan BaekHyun tidak. Kami sahabat. Sejati.
"Sehun! Kau sudah selesai belum?" suara LuHan terdengar. LuHan memberiku sebuah gelang bertulisan 'Sister'. Mungkin itu upaya minta maafnya. Kuhargai. Tetapi, aku takkan memakainya.
Aku keluar. Sebelumnya kucek sekali lagi apa yang kupakai. Tampak puas dengan gaun silk warna hitam keluaran Laundry. Hadiah ini khusus dikirimkan oleh Appa. Aku tampak agak dewasa memang. Tetapi, ini kan enam belas tahun? Appa juga mengirim sandal Stuart Weitzman. Uhm… agak terlalu dewasa memang. Tetapi, modelnya simpel. Aku suka. Aku memakai kalung dari Eomma. Bertuliskan namaku. SeHun. Aku juga suka. Huruf 'H'-nya dibuat dari berlian asli. Karenanya begitu berat. Anting-anting yang kupakai adalah hadiah dari bibiku. Bahkan, hari ini aku khusus manicure dan pedicure, serta kukuku dicat dengan warna putih ber-glitter. Agar sesuai dengan sepatu, anting-anting, dan kalungku. Aku butuh gelang. Tetapi, aku takkan memakai gelang 'Sister' yang diberikan LuHan. Tidak sepadan. Gelang itu gelang murahan. Kulirik lagi hadiah-hadiah yang sudah kuterima. Kupakai saja gelang dari seseorang yang tidak kukenal. Hanya ada tulisannya, 'To one of the fairest ladies in the whole wide world,' di kartunya. Pas di pergelangan tanganku. Aku cantik.
.
.
Pestanya besar. Besar-besaran. Eomma menyewa Event Organizer terkenal untuk ini. Tamunya pun banyak. Setengah dari tamunya tak kukenal. Aku mencari BaekHyun. Kulihat dia tampak cantik. Aku tahu, akhirnya ia pergi ke salon juga. Rambutnya bersinar indah. Meskipun dengan highlight cokelat yang ak pernah kusuka. Ia memakai tube dress dan high heels. Aku tertawa melihatnya. Tertawa karena senang akan apa yang ia lakukan untukku.
"Otte? Sudah dibaca e-mailnya?" tanyanya. Aku mengangguk dan mengecup pipinya. Ia tersenyum.
"Gomawo. Itu kado paling bagus," kataku serius. Ia mengangguk.
"Okay, aku lihat dari aspek hematnya saja, sih," tawanya. Aku juga tertawa. Mataku mencari-cari.
"Dimana Ahjussi?" tanya BaekHyun. Dia yang kucari. Appa. Biasanya Appa selalu hadir. Semepet apa pun waktunya. Tetapi, mengapa hari ini belum ada?
"Molla. Mungkin belum datang," kataku.
Aku berputar- putar sebeum MC-nya akhirnya berkata kalau aku harus naik panggung. Aku naik sajalah… seperti orang mau nikah. Orang- orang lalu bergiliran menyalamiku. Sebagian besar relasi Eomma. Tetapi, aku tidak peduli. Aku cukup senang. Sampai aku melihat… ChanYeol. ChanYeol? Alumni Seoul International School yang waktu itu kalaih dengan Kai? Aku kaget. Apa aku mengundang dia?
"Saengil chukhae," katanya tersenyum. Aku tersenyum balik.
"Hmm… kau tahu aku berulah tahun hari ini?" tanyaku.
"Eum, Eomma yang dapat undangannya. Kau suka gelangnya?" Aku kaget. Aku kaget karena dia menanyakan gelang.
"Ini dari kamu?" tanyaku. ChanYeol tersenyum sebagai jawabannya. Kuhargai hadiahnya.
.
.
Ternyata hanya salaman saja bisa membuat tangan lelah. Tetapi, untungnya semua sudah selesai. Aku menyayangkan ulang tahunku tidak ada CN Blue atau EXO yang mengisi. Tetapi, tadi bagus juga. Boygroup yang belum begitu terkenal. Baru meluncurkan album pertama. Lagunya enak. Dalam mobil, gaunku kusut. Tetapi, aku sedang tidak memikirkan nasib gaunku.
"Oemma, kenapa Appa tidak datang?" tanyaku. Eomma terdiam. Aku sudah tahu jawabannya. Appa tidak pulang. Setahun belakangan, Appa hanya telepon dua kali. Haruskah aku menangis untuk sesuatu yang percuma?
Tuhan, aku tidak ingin keluargaku kacau balau. Kau tahu aku tak ingin hal itu terjadi. Tuhan, Kau tahu betapa aku sayang pada Appa dan Eomma. Kau tahu betapa mereka berarti untukku. Tuhan, mengapa pada ulang tahunku?
"Kenapa Appa tidak pulang, Eomma?" tanyaku. Aku tahu jawabannya. Tetapi, aku tidak ingin aku yang menjawabnya. Aku ingin Eomma menjawabnya. Meskipun itu mengiris hati Eomma untuk menjawabnya. Aku hanya ingin tahu, apa Eomma sejujur itu.
"Appa sibuk, SeHun. Kau tahu Appamu," kata Eomma. Aku menangis. Karena itu bohong. Aku tahu, Eomma. Aku tahu. Aku tahu Appa tidak pulang karena ia punya pelukan lain disana. Mungkin anak lain disana. Aku tahu Eomma sakit karenanya. Tetapi, Eomma menutupi. Eomma tidak ingin aku dan LuHan tahu. Tetapi, aku tahu. Aku tahu. Eomma tidak perlu berbohong. Aku tahu.
Aku terisak. Mungkin percuma. Eomma memelukku. Kami sama- sama tahu. Eomma tahu aku tahu. Tetapi, kami sama- sama melindungi LuHan. Adikku yang manjanya minta ampun. Aku tahu dari tahun- tahun kemarin bahwa Appa sudah pergi jauh dari kami. Aku tahu dari tahun- tahun kemarin, Appa mengirim uang seakan beramal. Aku tahu bahwa Appa sudah tidak menganggap kami keluarga lagi.
Tuhan, aku minta keluarga yang utuh. Kenapa bukannya melindungi, Kau malah mencabiknya? Kenapa Kau menghukum aku? Kenapa hari ini? Apa aku sebegitu tidak berartinya di mata-Mu yang terlampau agung itu? aku mohon bimbingan-Mu, bukan derita. Kenapa kau begitu jahat? Kenapa Kau begitu tidak adil? Kenapa banyak keluarga yang Kau biarkan utuh, bukannya keluargaku?
Aku tidak tahu harus bagaimana. Haruskah aku yang menangis atau aku harus menenangkan Eomma? Ia jug menangis. Kami menangis. LuHan tertidur. Biarlah anak ini tertidur dari kenyataan. Mungkin tidak selamanya. Tetapi, ia adikku. Aku tidak ingin ia merasa pedihnya seperti aku.
.
.
To : Wu_YF
Cc :
Bcc :
Subject : Happy Belated Birthday to me!
Hey, when I were my splendid party, I wondered, where you are. Haha.. you're there.. nowhwre to be seen.
What is it Dad? Why you're not there, in my party? Busy whit your new bub? Is it? IS IT?
I hope you know HOW much you disappointed me. THANKS A LOT for those gracious gifts. I need them for a day only.
PS: Maybe I'v been cursed to have such a father like YOU.
With angry heart,
Your daughter.
.
From : Kim JongDae
To : Bubble Oh
Sent : Saturday, April 12, 2014 6: 15PM
Subject : URGENT! U.R.G.E.N.T!
SeHun, aku menyerah dengan subject itu. I quit deh. Happy Birthday.
.
.
.
.
.
.
TBC
Thanks To:
Kim XiuXiu Hunnie, , Nagisa Kitagawa, Lulu Auren, daddykaimommysehun, , awexome, KkamjongWhite, Jongshixun, HilmaExotics
A/N: haduh. Entahlah ada yang nunggu update-an FF ini atau enggak. Pokoknya update ajah lah. Tahu deh, kalau chapter ini ga ada KaiHun moment-nya. Kan bukan berarti FF KaiHun haru selalu KaiHun moment melulu. Hehe.. Jangan lupa reviewnya yak..
Btw, lagu barunya EXO ampun dah. Si SeHun juga makin HOT. Aduh mak, kemana perginya SeHunku yang imyuuuttt… T.T
