Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Pairing : SasuSaku
Waning : OOC,GAJE,TYPO,yang berminat boleh baca.
Genre : Romance,Drama
~0o0o0o0o0o0o0o0o0o~
.
.
Don't like,don't read!
.
.
Gadis itu melamun di alam pikirannya sendiri. Tak ada yang tahu apa yang dipikirkannya, bahkan Ino sahabatnyapun tak tahu menahu mengapa Sakura memasang wajah merona sedari tadi. Sakura tak pernah cerita padanya, bahkan gadis yang menjadi teman setia curhat Sakura ini pun tak diberitahu mengapa ia menjadi sekarang ini.
"Forehead, maaf saja aku tak akan bertanggung jawab jika kau tiba-tiba menjadi gila sekarang. Wajahmu memerah, bukankah sekarang masih musim semi?"
Perkataan Ino membuat lamunan Sakura membuyar. "Sepertinya ada yang salah denganku," ujarnya sambil menatap lurus ke Ino. "Melihat tingkahmu sekian hari membuatku yakin kau sedang bermasalah."
Sebenarnyapun Sakura bukannya tak peka dengan perasaannya pada Sasuke, hanya saja ia masih ragu karena ini adalah perasaan aneh yang baru ia rasakan. Pertama kalinya ia jatuh cinta.
Sikap aneh Sasuke semenjak kejadian di sungai itu membuat Sakura tak berhenti berdebar. Seperti jika ditatap dengan mata onyx bocah itu langsung membuat blushing, Sasuke mendekat beberapa meter saja sudah membuat Sakura salah tingkah. Sakura yakin, jika seperti ini terus maka ia akan kena serangan jantung di usia muda.
Bukannya ingin menghindar dari Sasuke, malah Sakura ingin lebih dekat lagi dengan Sasuke. Sekian lama tinggal dirumah Sasuke, kini ia tahu bahwa bocah itu sudah menanggung banyak beban di pundaknya yang kecil itu seakan bisa rapuh kapan saja.
~0o0o0o00ooo0o0o0o0o~
Seorang pria berlutut di hadapannya. Wajahnya pucat pasi. Lidahnya tercekat ketika melihat seorang berdiri di depannya dengan tatapan sinis. Tak henti-hentinya pria itu memohon ampun sambil berlutut bahkan bersujud.
"Sungguh hina kau. Berani sekali kau menentangku bahkan berani melawan dibelakangku," wajah pria itu semakin memucat. Ia sungguh tak bisa apa-apa ketika membayangkan dirinya berada di balik jeruji besi dengan jangka waktu belasan tahun.
"Uchiha-san maafkan aku. Aku tak tahu bahwa gadis itu sekarang menjadi milik anda. Rencananya aku hanya ingin menjatuhkan perusahaan Haruno, sungguh aku tidak tahu," pengampunan pria itu tampak dibalas dengan tatapan sinis Uchiha Sasuke.
"Aku sangat ingin melihat ekspresi karyawanmu jika mengetahui bahwa sang presidirnya menyeludupkan uang ke perusahaan lain, dan malah bermain dengan para gadis di sebuah bar. Dengan alasan itu paling tidak kau akan mendekam di penjara beberapa tahun. Anggap saja karena kau hampir melukai Sakura-ku. " Sasuke menyeringai puas
Pria yang berlutut dihadapan Sasuke pucat pasi mendengar semua rahasianya dibongkar. Dengan amarah membuncah, pria itu bangkit dari posisinya semula dan ingin memukul Sasuke, namun untunglah Kakashi yang berada tepat di samping Uchiha muda itu langsung bertindak.
"Oh satu lagi, aku bisa saja melaporkanmu tentang kekerasan terhadapku. Nikmati saja sisa hidupmu." Sasuke berjalan meninggalkan pria itu di ruangannya. Sungguh tanpa ampun Uchiha Sasuke jika seseorang berani menyentuh gadis miliknya, walaupun itu hanya melirik bahkan menguntit.
Mobil poXche melaju dengan kecepatan normal melewati jalanan yang sudah mulai ramai dengan beberapa orang pulang dari tempat kerja. Mobil mewah itu masuk menuju kawasan elit dan masuk terparkir di bagasi dengan rapi.
Sasuke keluar dari mobil itu dengan ekspresi lelah namun masih datar seperti biasanya. Dan saat itu pula, masuklah seorang gadis berambut pink menenteng tasnya masuk dari gerbang.
"Eh, Sasuke? Kau baru pulang?" tanya Sakura sambil berjalan menuju arah Sasuke. "Kenapa kau tak bilang padaku? Kau pernah merasa ada yang mencelakaimu bukan?"
"Itu mungkin hanya hal kecil," langkah kecil itu perlahan mendekat ke arah Sakura dengan tatapan marah. "Kau bilang hal kecil? Setengah mati aku mengkhawatirkanmu, bodoh!"
Untuk pertama kalinya, Sakura melihat Sasuke sangat marah hanya karena masalah seperti ini. walaupun Sasuke sedang marah, entah kenapa Sakura masih merasakan degupan di dadanya, dan juga rasa senang karena Sasuke mengkhawatirkannya.
.
.
Di lain tempat, seorang yang kini tengah merunduk kesal atas apa yang terjadi. Di permalukan oleh seorang bocah yang memiliki pangkat lebih tinggi darinya. Siapapun pasti akan kesal dan merasakan kebencian hebat dalam dirinya.
Pintu ruangan terbuka, menampakan seorang pemuda tengah berkacak pinggang di samping pintu dengan wajah meremehkan.
"Apa kau perlu bantuanku, tou-san?"
Satu kata yang dikeluarkan pemuda itu telah membuat kepala pria yang semula merunduk itu terperajat ke atas dan melihat anaknya memandangnya dengan tatapan sinis.
"Dasar kau anak brengsek, berani sekali kau datang kemari,"
"ku lihat perusahaan ini akan segera bangkrut. Mengetahui sang direktur yang memiliki status sosial yang menjijikan. Jadi, mana yang lebih brengsek?"
~0o0o0oo0o0o0o~
Seperti siswi pada umumnya, Sakura berangkat kesekolah pagi seperti biasa. Pria yang biasa menguntitnya akhir-akhir inipun sudah menghilang bagaikan diterbangkan angin.
Kaki jenjangnya masuk menuju gerbang sekolah dengan anggunnya, dan jatuh ketika beberapa gadis menabraknya. Seperti biasanya, Gaara sang andalan klub sepakbola tak pernah absen membuat para gadis berkumpul ketika ia datang.
"Kau baik-baik saja, nona?" spontan Sakura menoleh ketika mendengar sebutan 'nona' kecuali di rumahnya ataupun rumah Sasuke. Tangan pria itu menjulur kearahnya seakan memberi sedikit bantuan untuk berdiri.
Bagaikan di novel percintaan, Sakura memandang penuh pesona melihat seorang pemuda baby face di hadapannya dengan senyuman bak pangeran. Baru saja mendapat tontonan asik, beberapa murid langsung menyerobot ke arahnya dengan rombongan yang tak terhitung oleh jari tangan.
Dengan kalang kabut, Sakura terombang-ambing seperti sebuah papan yang berada di tengah lautan. Dan tak sengaja mendengar perbincangan seorang siswi yang membuatnya terkejut sekaligus takjub.
"Ketua osis kita yang baru memang hebat!"
'KE-KETUA OSIS?' pikir Sakura besar-besaran.
Tbc...
A/N :
Anyeong minna-san, hehe lama nggak jumpa #SKSD #gampar sama sakura
Maaf lama, setelah menguras otak biar ini fanfic nyambung kedepannya, tak mudah ditebak, ataupun tugas yang banyak sehingga otak tambah penuh (?) #pidato apa curhat -_-
melihat kalian yang terus meriview, ataupun mendukung gw sudah sangat berterima kasih sekali sekaligus bahagia. Mohon dukungannya ke depan ya minna, gw tunggu riview sekaligus komentarnya ya.
