"You Who Came From The Roof"

.

Pairing : Chanbaek and other cast seiring berjalannya cerita (and sorry, I don't mean harsh for baekyeon)

.

Disclaimer : Their belongs to themselves and god.

.

Genre : fantasy, romance, friendship, sad and humor (maybe._.)

.

© hinagiku2705

.

Warning : Yaoi, Boys Love

SORRY FOR TYPHO_

.

Happy reading yorobun! ^^

Chapter 2. Uneasiness from a friend

Annyeong sunbaenim

Selamat siang baekhyun oppa

Lantunan sapa menghampiri baekhyun saat istirahat siang. Pemuda manis tersebut membalas sapaan-sapaan tersebut dengan ceria; terlepas moodnya yang sempat mendung tadi pagi. Baekhyun menghentikan langkahnya saat memasuki area cafeteria, ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan.

"baekhyun,,, kemari, kami disini." Teriak seorang namja bermata sipit dan muka imut yang sekarang sedang melambaikan tangan heboh.

Sungguh baekhyun ingin sekali mencubit pipi tembam teman baiknya itu. Namun baekhyun masih sayang nyawa, temannya itu walau sering berlaku kekanakan tetapi tenaga yang dimilikinya bak raksasa yang sedang mengamuk.

"dasar kau tidak perlu seheboh itu minnie." Baekhyun yang telah tiba di dekat teman-temannya menarik kursi dan duduk dengan tenang dan anggun. Tanpa ia sadari ia menunjukan pesonanya ke orang-orang disekitarnya.

"hehe mian, aku sengaja melakukannya agar kau cepat menyadari kami."

"mana mungkin aku tidak menyadari kalian kalau ada dinosaurus disini." Ucap baekhyun ringan seraya mengambil soda yang berada di atas meja tanpa meminta izin siapa pemiliknya.

"ya! Siapa yang kau sebut dinosaurus byun baekhyun? Dan kau senaknya saja meminum minumanku." seru teman baekhyun, yang bernama kim jongdae. Jongdae yang memiliki suara yang tak kalah tingginya dengan baekhyun merasa tersinggung.

"siapa lagi tuan kim?" baekhyun menaikan turunkan alisnya bermaksud menggoda.

"baek aku tadi secara tak mendengar gossip para yeoja, kudengar kau dihukum kyu songsaenim lagi ya?" xiumin mengalihkan pembicaraan.

Baekhyun yang telah selesai minum mengkrucutkan bibirnya, tak sadar berberapa orang di cafetaria yang diam-diam memperhatikannya merasa gemas. "guru itu memang hobi menyiksa orang. Dan sialnya aku sepertinya terpilih menjadi target operasional sekarang." Jelasnya sambil menghembuskan nafas kesal.

"sabar baek, nikmati saja ya."

"benar baek, sementara kau asik dengan guru berdarah campuran iblis itu kami akan bersenang-senang bersama haha."

"ya kim jongdae apa maksudmu? Kalian tak bisa bersenang-senang tanpaku!" baekhyun kembali kesal.

"Haha king of troll itu hanya bercanda baek. Kau pikir kami akan pergi bersenang-senang saat tugas dan jadwal bimbingan belajar telah menanti." Xiumin berucap bijak.

Baekhyun kembali tenang. Dalam hati ia membenarkan, sebagai murid kelas tiga yang akan mempersiapkan tes masuk perguruan tinggi mereka tentu akan diforsir untuk belajar lebih giat. Membayangkan hal tersebut baekhyun merasakan moodnya turun kembali.

"Baek." Temannya yang dari tidak bergabung ke dalam pembicaraan angkat bicara.

"ada apa xing?" Tanya baekhyun.

"memangnya ada dinosaurus di kantin ini ya?"

"…"

Tak ada yang menyahut pertanyaan zhang yixing. Tolong ingatkan mereka, walau sudah kelas tiga sekolah menengah tingkat atas mereka tetap memiliki sahabat yang mempunyai kadar kepolosan setara siswa sekolah dasar.

^o^

"Kenapa kau tak pernah cemburu melihatku bersenang-senang dengan namja lain?!" seorang namja manis bernama Jung daehyun nampak frustasi.

Seorang namja memiki tinggi yang tak jauh berbeda yang berada di depannya terlihat sangat terkejut dan kehilangan kata-kata. "da—daehyun. Aku tak bermak—"

"aku berharap kau cemburu. Aku benar-benar menyangimu, tapi kau tak pernah sekalipun mengatakan cinta padaku. Bahkan pada saat menyatakan perasaan nampak hanya aku yang bersemangat" Lirih daehyun.

Chanly mefokuskan perhatiannya. Diambilnya pistol yang tersemat di pinggangnya. "belum. Sedikit lagi." Chanly bergumam dengan posisi menodongkan pistolnya kepada dua namja yang berda sekitar 4 meter dihadapannya.

"yak" seru chanly final seraya melepaskan carus bullet dari pistol yang digunakannya. Peluru yang dilepaskan itu tepat menuju dua sejoli yang cukup tinggi tersebut. Tiba-tiba peluru tersebut meledak dengan menghasilkan cahaya keperakan dan membentuk kubah yang menyelubungi dua sejoli tersebut.

Salah satu namja yang lebih tinggi dari lawan bicaranya tiba-tiba memeluk namja yang berada dihadapannya. Namja yang dipanggil daehyun nampak berusaha mencoba melepaskan diri. Namun yang lebih tinggi nampak lebih kuat.

"Mianhae,, jeongmal mianhae daehyun." namja tinggi yang bernama Yoo youngjae mendekap daehyun erat. Tak lupa ia mengusap namja yang terus memberontak hingga tenang.

"Kau tahu, aku bukanlah orang yang akan sering mengirimkan pesan romantis kepadamu. Aku juga bukanlah orang yang bisa memberi hadiah-hadiah atau kejutan manis untukmu." youngjae berkata dengan menyentuh pipi daehyun untuk menatap langsung ke matanya. " tapi aku akan menjadi orang yang selalu menjagamu walau kau tak menyadarinya. Aku juga akan berusaha menjadi pengagummu dan menerimamu apa adanya. Maafkan aku. Aku memang tak sempurna, tapi aku selalu ingin berada di dekatmu yang mendekati sempurna, daehyun." youngjae mengakhiri ucapannya dengan mengecup dahi daehyun lembut.

Butir air mata nampak menggenang di mata daehyun. Ia pun terisak, dan memeluk youngjae kembali dengan lebih erat. "tidak,, aku lah yang seharusnya minta maaf." Daehyun tidak menyangka youngjae yang sering berpikiran logis dan tenang berani bersikap semanis ini

Pistol yang disebut argentum milik chanly berpendar menghasilkan warna silver yang indah. Ia nampak tersenyum puas. "baiklah, satu pasangan lagi telah selesai. Waktunya aku beristirahat." Chanly membalikan tubuhnya dari kedua pasangan yang nampak berpelukan erat dan saling membisikan kata sayang. Dengan sedikit hentakan, chanly membentangkan sayapnya dan terbang menjauh. Setelah terbang cukup lama ia memutuskan untuk berhenti di tempat favoritnya. Di atas atap yang mendapat naungan keteduhan dari pohon disekitarnya. Setelah memposisikan dirinya nyaman, chanly meraih sebuah benda berbentuk persegi panjang berwarna putih mengkilat. Benda tersebut nampak bercahaya sesekali dengan tulisan berbahasa asing yang sekali-kali ikut terlihat. Chanly menghela nafas dan meletakan kelima jarinya ke permukaan benda tersebut. Nampak hologram sesosok namja yang berwajah tampan dan ekspresi wajah yang terlihat kesal.

"hey, whats up kreasee."

"what up whats up,,, kau masih bisa berbicara sesantai itu chanly? Dan tolong jangan panggil aku kreasee, namaku kris"

Chanly menelan ludahnya kasar, ia sadar dirinya sedang dalam masalah. "well, maafkan aku. Aku tahu kau kesal, tapi akhir-akhir ini aku menemukan sesuatu yang menarik. Jangan khawatir kris, aku tetap menjalankan pekerjaanku dengan baik. Aku berjanji tidak akan melakukan sesuatu yang salah." Chanly berusaha meyakinkan senior yang bertanggung jawab dengan dirinya itu.

"chanly, aku tahu prestasimu baik. Tapi bukan berarti kau bisa berbuat seenaknya. Kau itu cenderung berbahaya. Aku tak seharusnya membiarkanmu bebas begitu saja. Memangnya apa yang kau temukan di dunia manusia huh? Hentikan chanly, janganlah kau banyak terlibat dengan mahluk fana itu." Intonasi kris yang pada awalnya terdengar kesal dan dingin perlahan melembut.

Chanly memandang hologram sosok senior yang dihormatinya dengan pandangan yang sulit diartikan. "maaf. Maafkan aku kris. Aku belum bisa memberitahukan padamu kris. Tapi aku benar-benar masih memiliki urasan di dunia manusia. Aku tak akan merepotkan kalian, aku bersumpah sang penguasa akan memberikan hukuman jika aku berkhianat. Sampai jumpa kris, sampaikan salamku kepada yang lain. Sekali lagi, aku minta maaf." Chanly memutuskan kontak mereka secara sepihak.

"tunggu chanly, kau tidak bisa berbuat seperti itu. Hei!" kris berteriak gusar.

"Sudahlah kris, kau tahu chanly keras kepala. Sekali telah membuat keputusan ia akan menindaklanjutinya sampai akhir." Sosok bersayap putih bersih dengan wajah lembut yang membuat siapapun membisikan kata "cantik sekali" berjalan mendekati kris.

"tapi dia telah bertindak seenaknya lulu. Ia bahkan tidak kembali ke serenity garden akhir-akhir ini." Kris membalas perkataan rekannya tersebut.

"Kau yang membimbingnya semenjak ia masih tidak tahu apa-apa seharusnya mengerti sikapnya itu. Chanly tidak akan melanggar aturan, ia memang tertarik dengan dunia fana tetapi kurasa ia sadar betul akan posisinya. Kau juga pasti sadarkan manusia yang cintanya disatukan oleh chanly kuotanya tidak kurang, bahkan lebih." Berusaha meyakinkan, lulu meremas pundak kris pelan.

"Tapi lu, ia tak seharusnya bersama manusia. Ia masih sering naïf dalam menilai manusia."

"daripada kau menjelek-jelekan chanly kenapa kau tidak katakan saja kau mengkhawatirkannya. Ia pasti akan lebih mendengarkan kata-katamu.

"Nope, worried is not my style. cool is my style"

"Oww. Ok." Lulu memutar bolanya malas. Terserah kau saja kris, tapi kutegaskan sekali lagi kita telah hidup hingga waktu yang tak bisa kita ingat sebelumnya. Pengetahuan kita telah banyak, dan aku yakin chanly cukup pintar untuk menjaga dirinya sendiri."

Perkataan lulu membuat kris terdiam. Ditatapnya alat komunikasi yang menghubungkannya dengan juniornya tadi. Kris sangat paham chaly. Ia tahu chanly memang ceroboh dan sering seenaknya sendiri, namun ia juga membenarkan kata-kata lulu yang juga merupakan rekannya yang mengenal chanly dengan cukup dekat. Kris berharap tidak akan terjadi hal buruk dalam waktu kedepannya saat chanly berada di manusia.

^o^

Baekhyun merutuk dalam hati sepanjang perjalanan menuju lokasi bimbingan belajar, sesekali ia nampak mengacak rambutnya kasar hingga berberapa helai rambut hitamnya mencuat keatas. Ia kembali mengingat tadi guru setengah iblis memerintahkannya membereskan mejanya yang banyak akan berkas-berkas yang entah bertuliskan apa saja, selain nilai murid tentu saja, dengan santai. Baekyun juga menemukan berberapa sampah bekas makanan ringan yang sudah lama tidak diberesekan sehingga baekhyun juga terpaksa membuangnya. Guru yang bersangkutan itupun malah bermain dengan gadget yang dimilikinya. Dari gerakan tangan dan efek suara yang walau pelan tetap terdengar, baekhyun yakin gurunya itu sedang asik bermain game. Hell, sebenarnya siapa yang remaja disini.

"Bakhyun." Suara yang tidak telalu keras namun terdengar jelas tertangkap indera pendengaran baekhyun. Baekhyun membalikan tubuhnya untuk melihat siapa yang memanggilnya.

"Tao! Kebetulan sekali kita bertemu disini, ayo pergi bersama." Dengan nada tak terbantahkan baekhyun menarik ujung lengan tao dan membawa pemuda yang nampak sebagai penderita insomnia masuk ke dalam tempat bimbingan belajar. Pemuda yang lebih tinggi nampak sedikit limbung akibat tarikannya, namun setelah bisa menyesuaikan diri ia hanya menurut mengikuti dan mendengarkan temannya mengeluh mengenai seorang guru tidak berprikesiswaan.

Jika dilihat dari kacamata orang biasa kedua siswa tersebut malah nampak akan pergi untuk membully siswa lain. Lihat saja penampilan baekhyun yang sedikit berantakan ditambah pemuda bermuka datar dan dingin yang seperti anak mafia. Kedua pemuda itu berjalan dengan langkah tegas. Orang normal cenderung akan menjauhi tao karena aura yang dikeluarkannya, namun entah mengapa baekhyun serasa tak menyadarinya dan malah tertarik menjadi teman tao. Sesungguhnya dibalik wajahnya yang dingin, tao adalah anak yang penurut. Hal tersebut yang membuat baekhyun senang bergaul dengan anak itu, karena baekhyun memang orang yang tidak senang dibantah.

SKIP TIME

For taengoo

Selamat malam taeng^^ apa kabarmu hari ini? Apa kau sudah makan malam? Bogoshipo~

Baekhyun tersenyum kecil sembari memperhatikan alat komunikasi yang berada dipangkuannya. Pandangannya kembali lurus kedepan, kearah guru bimbingan belajarnya yang sedang sibuk menunjukan pengerjaan soal yang terlihat rumit dengan banyaknya rumusnya. Berberapa saat kemudian ponselnya menyala pertanda pesan singkat yang masuk. Baekhyun membuka dan membaca pesan kekasihnya tersebut.

From taengoo

Hariku baik baekoong dan iya aku sudah makan malam bersama teman-temanku. Sekarang jadwalmu bimbingan belajarkan? kenapa kau malah mengirim pesan. aku tidak akan mau membalasmu lagi baekhyunee, fokuslah belajar ara ;)

Baekhyun kesal dengan kekasihnya itu. Sudah jelas jarang bertatap muka, namun dikirimi pesan sekalipun taeyeon nampak cuek padanya. Baekhyun sedikit menggerutu pelan. Tao yang berada disebelah baekhyun menengok ke samping dan melihat temannya bergumam. Merasa di perhatikan baekhyun juga melihat kea rah tao. Ia pun melirik ponsel yang berada di bawah meja dan mengucapkan dengan bahasa bibir "yeojachingu" kepada tao. Tao hanya mengganguk kecil sementara baekhyun kembali sibuk dengan ponselnya.

Sudah bukan rahasia lagi bagi tao mengenai hubungan baekhyun dengan yeoja chingunya. Baekhyun, yang tanpa diminta, sering menceritakan kekasihnya yang lebih tua darinya tiga tahun tersebut. Baekhyun sangat bangga bisa saat bisa menjadi taeyeon yang memang terkenal cantik, pintar, dan bersifat lucu. Tao sendiri hanya bisa mengeluarkan reaksi seadanya saat baekhyun mulai bercerita soal taeyeon, iapun tak bisa memberikan banyak saran saat baekhyun mulai mengeluh soal hubungannya dengan taeyeon. Tao merasa akhir-akhir ini baekhyun semakin banyak berkeluh soal perihal jarangnya ia bertemu dengan taeyeon. Tao hanya bisa berharap baekhyun bisa membagi waktunya dengan baik mengingat mereka akan menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian menuju universitas. Namja bermata panda itupun memfokuskan kembali ke guru yang masih berkutat dengan soal yang sama.

^o^

"Annyeonghaseyo. Aku pulang~" Seru baekhyun. Saat ini pukul 8 malam, ia telah kembali dari bimbingan belajar dan kembali ke rumah.

Setelah meletakan sepatunya di rak sepatu dan mengucapkan kata singkat "hai cucumber" kepada anjingnya yang menyalak menyambut kedatangannya, baekhyun melihat sosok yang cukup lama tidak lama ia lihat di sofa ruang keluarganya.

"Hai hyun, appa dan eomma sedang keluar rumah. Mereka membelikan makan malam untuk kita." Ucap sosok tersebut dengan tetap berbaring santai di sofa dan mata yang terpejam.

"baekboom, aaa aku rindu sekali padamu hyung." Baekhyun mengguncang tubuh kakak lelakinya itu. "tumben sekali kau kembali. Apakah kau cuti dari kantormu?"

Baekboom yang telah berada pada posisi duduk tegak di sofa akibat diganggu adiknya menganggukan kepalanya. "iya aku pulang dahulu. Bukan cuti, hanya saja aku bisa santai dulu untuk esok hari. Aku mendapat shift libur juga akhirnya."

"heum, ternyata merepotkan juga yang bekerja di kantor pemerintahan."

"Haha semua pekerjaan memang memiliki resiko sendiri hyun." Ucap baekhyun sambil mengacak-acak rambut adiknya.

"ya hyung! Ughh apa yang kau lakukan? Rambutku jadi jelek begini. Kau menyebalkan kau seharusnya tetap sibuk bekerja saja dan tak usah kembali ke rumah." Cibir baekhyun setengah bercanda.

"aku bosan, di apartemen sepi sekali makannya aku lebih baik pulang kerumah saja."

"makannya hyung, cepatlah mencari kekasih sebelum kau bisa ahjushi tua yang tidak laku."

"ya byun baekhyun, kurang ajar sekali kau ini." Baekboom meraih bantalan sofa dan bermaksud melemparkannya ke baekhyun. Namun baekhyun telah menghilang dari ruang keluarga dengan setengah berlari menuju ke kamarnya sendiri mencari perlindungan dengan seruan "hehe mian hyung."

"aishh dasar bocah" gerutu baekboom. Cucumber yang juga berada di ruang keluarga hanya memiringkan kepalanya ke kiri-kanan tanpa memahami apa yang dua bersaudara itu lakukan.

Sesampainya di kamarnya baekhyun menguncinya dan menghempaskan tasnya asal. Lelaki yang gemar memakai eyeliner itu merenggangkan tubuhnya dan berjalan menuju kasur. Tanpa menghabiskan waktu lama baekhyun memposisikan dirinya di atas pulau kapuk. Kesadaraanya hampir saja memasuki alam mimpi saat tiba-tiba suara seseorang terdengar di dekatnya.

"Mungkin hanya perasaanku, tapi kemarin ada manusia yang mengatakan padaku bahwa ia adalah siswa populer di sekolahnya. Aku yakin orang popular itu bukan manusia yang langsung pergi tidur setelah beraktivitas seharian. Jorok sekali kau ini." Sesosok malaikat minus sayap di punggungnya duduk santai di kursi belajar baekhyun.

"ya! Kenapa kau masih muncul kembali?" baekhyun terlonjak bangkit. Ia memandang chanly yang memasang wajah menyebalkan. Ia juga cukup kaget chaly ternyata masih mengingat ucapannya kemarin yang sekarang menjadi boomerang baginya. "selain sembarangan mengejeku lagi kau juga masuk sembarangan ke kamarku. Ckck selain pintar menghina ternyata kau pinta menyelinap juga ya." Baekhyun bangkit dari tempat tidurnya dengan sedikit limbung karena ia tiba-tiba berdiri. Tiba-tiba sebuah tangan membantunya untuk tetap seimbang.

"aku malaikat. Mahluk fana seperti kalian tidak bisa melarangku. Daripada mengeluh soal nasibmu lebih baik kau membersihkan tubuhmu Byun. Kalian manusia mudah terjangkit penyakit jika lengah menjaga diri."

Walaupun tersirat nada perhatian, baekhyun mengamati wajah chanly tetap datar dan menyebalkan. Baekhyun mendengus dan melepaskan diri dari sanggaan chanly. Ia sebenarnya tidak begitu senang dengan kehadiran sosok yang tiba-tiba menggangu privasinya, namun baekhyun sendiri juga masih penasaran mengapa ia bisa melihat dan bahkan menyentuh malaikat jangkung itu. Baekhyun telah memastikan bahwa malaikat tidak hanya ada satu saja, ia tidak dapat berinteraksi dengan mahluk gaib seperti malikat lainnya. oleh karena itu walaupun kesal dengan sikap chanly, baekhyun tetap membiarkannya karena juga mencari jawaban atas pertanyaan mengapa kedua mahluk yang berbeda dunia itu bisa berinteraksi.

" byun, besok aku meluangkan waktuku siang hari. Jadi bersikaplah sebagai pendamping yang baik." Chanly berkata dengan nada tenang.

Baekhyun yang dipundaknya telah tersampir handuk dan hendak memasuki kamar mandi menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan memandang malaikat berkemeja putih yang kembali bersantai di kursi belajarnya (ingatkan baekhyun untuk meminta kursi baru di kamarnya). Baekhyun cukup lelah hari itu ia bahkan tak menyempatkan diri untuk sekedar mengupdate medsos, menyapa temannya, atau menghubungi kabar taeyeon kembali. Jadi ia hanya mengucapkan kata sederhana kepada chanly seperti: "Hah?"

TBC

AN: Ok ada berberapa point yang ingin Hina jelaskan, berikut penjabarannya hehe:

Serenity garden: ibarat salah satu bagian surga. Kota tempat malaikat cinta (yang dari divisi te amo) tinggal.

Aku bikin Daejae sebagai cameo dengan daehyun sebagai uke, coz Hina like it so much hoho. Maap klo ada yang ga suka._.v plus maaf yak lo ada yang merasa ga nyaman buat baekyeon, let it go kawan, semuanya bisa saja berubahkan hehe.

Carus bullet: peluru sang terkasih. Klo di kita kayak panah asmara gitu deh.

Argentum: bahasa latin dari silver. Jadi malaikat disini aku bayangin barang bawaannya modern. Jadi panah diganti pistol, terus alat komunikasinya bayangin aja ipad tapi permukaan layarnya ga hitan melainkan bening seperti kayak kaca.

And of course special thanks for yang review, follow, and favorite XD

sunsehunee | meliarisky7 | Kkaebsong0605 | DahsyatNyaff | | Ohmypcy | YOONA | DevilCute | Song Jiseok | septhaca | metacho137 | chanbaekssi | ChanBaekLuv | parkyou

Kalau ada lagi yang mau ditanyakan silahkan bisa pmJ atau bisa Review lagi ne, gomawo~

Oya yang ngaku chanbaek shipper ikutan #CB30daychallenge yuk di twitter XD Kita berbagi kesenangan bersama hehehe.

November 2014