"You Who Came From The Roof"

.

Pairing :Chanbaek and other cast seiring berjalannya cerita (and sorry, I don't mean harsh for baekyeon)

.

Disclaimer : Their belongs to themselves and god.

.

Genre : fantasy, romance, friendship, sad and humor (maybe._.)

.

© hinagiku2705

.

Warning : Yaoi, Boys Love

SORRY FOR TYPHO_

.

Happy reading yorobun! ^^

Chapter3. forbidden feeling

"Mahluk ini menyebalkan, keras kepala, anehh!"

Entah sudah berapa kalinya baekhyun menggerutu dalam hati. Saat ini ia sedang duduk di cafetaria Jawoon High school bersama ketiga sahabatnya. Seperti biasa berberapa siswa dan siswi ada yang mencuri-curi pandang atau bahkan berberapa langsung menyapa mereka berempat dengan nada ramah sekaligus kagum. Namun siang ini sesuatu yang berbeda terjadi. Meskipun keempat namja yang mempesona itu tetap menjadi pusat perhatian, ada seseorang yang juga tak kalah menarik perhatian siswa dan siswi lebih mengherankan lagi orang itu bisa ikut bergabung bersama baekhyun, xiumin, jongdae, serta yixing yang pada kenyataanya keempat namja itu termasuk grup populer dan disegani di sekolah. Tak ayal decak kekaguman dan kebingungan muncul dalam benak siswa-siswi yang melihat mereka.

Omo, tampannya orang itu.

Siapa namja jangkung yang disana? Gayanya keren sekali.

Kyaa,, aku ingin ia menjadi namjachinguku.

Bisikan-bisikan yang terdengar sama sekali tak membuat suasana hati baekhyun menjadi lebih baik. Malah sebaliknya, laki-laki yang pintar berbicara dan menghibur orang-orang disekitarnya itu semakin kesal.

"Jadi, kau sepupu jauh baekhyun yang bersal dari cina?" yixing yang biasanya jarang berbicara nampak bersemangat membuka obrolan dengan sesorang yang memperkenalkan diri sebagai sepupu baekhyun.

"Nǐ hǎo namaku chanlie, hěn gāoxìng rènshí nǐ." Chanlie membalas yixing dengan senyuman. Ia menatap teman-teman baekhyun yang lain ramah. Baekhyun mendengus tertahan.

"huwaaa aku senang sekali bisa bertemu orang cina disini. Kampung halamanku di changsa, jujur aku rindu sekali suasana disana." Yixing nampak menerawang sebentar, ia kemudian kembali memfokuskan diri dan bertanya kepada baekhyun. "kenapa kau tak pernah menceritakan tentang sepupumu ini baekhyun?"

Belum sempat baekhyun menjawab chanly mengambil alih dengan menjawab pertanyaan yixing. "kami sendiri jarang berkomunikasi. Dari lahir aku sudah tinggal di Beijing, namun dalam keluargaku memang masih ada darah korea sehingga saat di rumah aku telah terbiasa juga berbicara korea." Seolah dapat membaca pikiran teman-teman baekhyun, chanly menjelaskan mengenai 'asal-usulnya'. "Berberapa waktu ini, ayahku dimutasi ke korea lagi sehingga kami sekeluarga kembali kesini. Karena belum terbiasa dengan orang-orang korea aku tinggal bersama dengan baekhyun untuk beradaptasi."

Mau tak mau baekhyun harus mengakui mahluk yang duduk disampingnya ini pandai dalam berakting. Chanlie yang tak lain adalah chanly, si malaikat cinta yang aneh (menurut baekhyun), mengubah wujudnya menjadi manusia normal. Tanpa dengan terpaksa (lagi) baekhyun harus mengakui chanly berubah menjadi sesosok namja biasa dengan rupa yang sangat menawan. Dengan hoddie bermotif army dan celana jeans berwarna hitam ia berhasil menarik perhatian murid Jawoon high school.

Sungguh baekhyun tak menyangka saat waktu istirahat tiba di pintu kelasnya berdiri chaly dengan penampilan manusia normal. Sontak banyak yang ia ingin tanyakan pada malaikat itu. Namun karena suasana yang ramai dan desakan teman-temannya baekhyun hanya bisa pasrah mengikuti alur cerita chanly. Berakhirlah mereka berlima duduk bersama di cafeteria.

"wow gayamu keren ,tubuhmu juga tinggi. Sepertinya pembagian gen-gen yang bagus tidak terjadi secara merata dalam keluargamu baekhyun."Jongdae berucap dengan mengeluarkan senyuman mengejek andalannya. "upss tatapan mematikannmu lagi-lagi gagal baekhyun hahaha." Tambah jongdae setelah melihat ekspresi yang ditampilkan baekhyun.

Baekhyun yang masih mendelik kepada jongdae kemudian membuang nafas kasar dan mengalihkan memutuskan untuk menyibukan diri memandang asal pegawai cafeteria yang sedang sibuk melayani siwa-siswi.

"Jangan meledeknya terus dae. Bersikaplah sopan di depan sepupu baekhyun." Yang tertua diantara mereka nampak berusaha menengahi." kau tidak makan chanlie?" xiumin pun turut menawari chaly makan untuk mengganti topik.

"aku sudah makan sebelum ke sekolah ini tadi. Terimakasih atas tawarannya." Chanly menolak tawaran xiumin dengan senyuman tulus. Senyuman yang seharusnya mencekat nafas, namun malah membuat baekhyun sedikit mual.

"heihei ,baekhyun kelihatannya kau tak bersemangat makan ya, sini biar kuhabiskan Gogi Gui milikmu mu" jongdae kembali berulah, tanpa persetujuan sang empu jongdae mengambil piring yang berada dihadapan baekhyun.

"ya kim jongdae jangan kau habiskan makananku!" pertengkaran kecil yang tak dapat dihindari pun terjadi.

"hahhhh,,, mulai lagi." Gumam xiumin. Tanpa banyak yang menyadari raut muka xiumin menampilkan ekspresi yang berbeda dari ekspresi biasanya.

"tapi yang dilakukan jongdae benar xiu." Yixing kembali mengeluarkan tersenyum kearah xiumin. Xiumin yang telah menormalkan kembali ekspresinya menatap balik yixing. Kalau kau tak menghabiskan makanan, makanan sisa itu akan bersedih dan menghantui dalam mimpi suatu saat nanti. Begitu kata ibuku." Yixing berucap -temannya yang semula sibuk dengan aktivitas masing-masing hanya bisa kembali bermuka chanlie, pemuda tersebut hanya terkekeh mendengar perkataan yixing.

Lagi-lagi baekhyun menghela nafasnya. Rasanya ia ingin lekas kembali ke kelas untuk merubah moodnya. Untuk pertama kalinya dalam 17 tahun hidupnya baekhyun merasa waktu istirahat berjalan dengan amat lama.

^o^

"aku baru tahu malaikat boleh berbohong." Saat ini baekhyun berjalan menuju lokasi bimbingan sampingnya berjalan juga sosok tinggi yang membuat moodnya berantakan dalam berberapa hari belakangan.

"saat dalam wujud mahluk fana, aku adalah chanlie bukan chanly. Dan chanlie ini memiliki ceritanya sendiri." Chanly yang berjalan di sebelah baekhyun menarik perhatian berberapa pejalan kaki (tentunya hal tersebut membuat baekhyun kesal, biasanya ialah yang menjadi pusat perhatian). "sosok chanlie adalah seperti yang kau dengarkan tadi, sepupumu yang berasal dari heran jika kami bisa menjadi memang memiliki kekuatan untuk menjadi mahluk fana, namun kekuatan ini hanya bisa dipakai berberapa kali dalam waktu tertentu."

"berisik, mahluk sepertimu itu cerewet sekali." Baekhyun berucap tak acuh. "saat menjelaskan kau juga berkelit. Jangan gunakan kata-kata aneh seperti mahluk fana dan mu itu terlalu kaku ta—"

Belum sempat baekhyun menyelesaikan kalimatnya chanly menariknya dan mengeliminasi jarak diantara mereka. Tidak hanya itu, chanly juga menggegam tangan baekhyun syok saat itu tak bisa berkata apa-apa. Sebelumnya baekhyun memang pernah jalan dengan bergandengan tangan, namun tangan yang mengisi ruas jarinya saat ini memberikan perasaan yang berbeda dan walaupun asing, baekhyun merasa nyaman chanly yang lebih besar dari tangan baekhyun terasa kuat dan hangat, seolah merasa terlindungi baekhyun hampir saja terlena dengan perasaanya sendiri.

"ya! A-apa yang,,"

"arah jam dua. Lihatlah dua namja itu." Baekhyun yang penasaran menengok kea rah yang ditunjukan chanly secara perlahan. Nampak dua orang namja yang berpenampilan berandalan memandangi mereka berdua.

"mereka mengincarmu."

"mwo?" dengan raut bingung baekhyun kembali menghadap chanly untuk menuntut jawaban.

Dengan ekspresinya yang tenang seperti biasanya chanly menjawab, "aku bisa mengetahui dari mata mereka. Mata mereka berwarna crimson."

"tunggu apa maksudmu?"

"mata manusia merupakan jendela perasaan. Kami bisa mengetahui perasaan manusia melalui warna mata yang hanya dapat dilihat oleh kami para malaikat. Sebagai contoh jika sedang dimabuk cinta yang tulus maka manusia akan berwarna hot pink. Dua namja tadi crimson, itu tandanya mereka sedang diliputi nafsu belaka." Chanly yang semula memandang kedepan, memindahkan pandangannya ke baekhyun yang tetap ia gandeng. "salahkan penampilanmu byun. Kau mengenakan kemeja dengan kancing yang terbuka sehingga lehermu terekspose serta ukuran bajumu itu terlalu pas badan. Wajar kau bisa membangkitkan serigala yang tertidur. Maaf juga jika aku terkesan lancang, tapi aku sengaja mendekatkan diri denganmu agar kedua orang itu tau kau sedang bersama orang lain yang bisa melindungimu."

Setelah mendengar penjelasan chanly, baekhyun merona parah. "i—ini musim panas. Aku emm,,, ke-kegerahan pabo." Baekhyun nampak menyesal, ia tidak menyadari kecuekannya menimbulkan efek seperti itu. Walaupun malu untuk mengakuinya, ia ingin berterimakasih kepada chanly yang telah menyadarkan dan melindunginya. Walau sering berbuat seenaknya kepada baekhyun chanly tetap malaikat yang bertugas menjaga manusia, sehingga ia melindungi pemuda pecinta eyeliner tersebut.

"kalau tidak salah tempat bimbingan belajarmu yang itu bukan?" chanly tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menunjuk suatu gedung dengan satu tangannya yang bebas.

"N—nde. Aku pergi dulu." Baekhyun yang tersadar dari lamunan melepas tautannya dengan chanly, ia melakukannya dengan terburu-buru dengan harapan chanly tak melihat raut mukanya. Saatakan menaiki undakan tangga untuk memasuki gedung baekhyun berhenti sejenak dan berbalik kembali menghadap chanly.

"chan" serunya cukup kencang.

Chanly yang memang belum beranjak itu merespon panggilan baekhyun, "heum, ada apa?"

"go-gomawo" setelah mengucapkan satu kata tersebut baekhyun lekas memasuki gedung di yang melihat kejadian tersebut tersenyum lembut dan beranjak itu di dalam gedung baekhyun memandang tangan yang tadi digenggam oleh chanly. Rasa hangat masih membekas di telapak tanggannya itu. Detak jantungnya pun terasa sedikit memburu. "sial. Ada apa denganku?" gumam baekhyun dalam hati.

^o^

Mrs jung tengah menulis berderet-deret kalimat penggalan dari kisah pride and prejudice yang harus di periksa kesalahan grammar maupun vocabularynya di papan tulis. Para siswa menunggu gurunya tersebut menyelesaikan tulisannya.

"baekhyun, kau baik-baik saja?" tao bertanya dengan suara yang cukup pelan.

Baekhyun yang berada di depan Tao menengok ke belakang. "nde, gwencana. Memang ada yang terlihat aneh dariku?"

"kau,,, sedikit berbeda hari ini." Tao berucap ragu. "kau juga biasanya sibuk menghubungi yeoja chinggumu, tapi kau sekarang tenang sekali."

Baekhyun tertawa kecil. "aku hanya sedang tidak mood tao, gwencana."

Dalam hati baekhyun membatin. "semua salah malaikat aneh itu. Dia benar-benar mengusik hidupku tidak dirumah, disekolah dijalan."

Setelah meyakinkan temannya itu baekhyun bermaksud akan menyalin soal yang dituliskan Mrs, Jung, namun perhatiannya terbuyarkan saat melihat wajah tao. "tao,,, apa yang terjadi padamu? Kenapa pelipismu sedikit memar begitu?" tanyanya panic.

Tao reflek menutupi pelipisnya dengan tangan dan memandang ke bawah. "ssttt pelakan suaramu baekhyun. Aku tidak apa-apa ini karena terjatuh."

Baekhyun nampak salah tingkah dan merutuki kecerobohannya. Sebenarnya baekhyun masih ragu, namun ia juga tak mau membuat keributan dalam kelas. Namja yang cukup ahli dalam hapkido itu pun membalikan badannya dan bertekad memperjelas urusannya dengan Tao nanti. Saat ini ia masih memiliki kewajiban yang disuguhi Mrs Jung untuk memeriksa salah satu kisah yang digandrungi para pecinta sastra klasik. Itu, susah. Tapi murid-murid tetap harus menyantap suguhan tersebut. Titik.

SKIP TIME

"sekarang jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanpa basa-basi baekhyun bertanya kepada tao yang sedang sibuk membereskan peralatan belajarnya.

Tao melihat temannya yang sedang berkacak pinggang berdiri dengan ekspresi galak (yang dapat dibilang gagal total karena ekspresi baekhyun merupakan ekspresi anak kecil yang tengah merajuk). "aku tidak apa-apa baekhyun."

Sebelum baekhyun kembali bertanya tao menjelaskan kembali, "kemarin malam aku tertidur saat masih duduk dia atas aku terjatuh karena oleng dan kepalaku menabrak dinding."Tao nampak meringis saat menceritakan kejadian yang yang awalnya penasaran sekali, akhirya bisa ditenangkan oleh tao. Merekapun berjalan beriringan keluar gedung.

Baekhyun kembali angkat suara saat keduanya telah mencapai pintu keluar. "aaah sayang sekali rumah kita berlawanan arah Tao, kita harus berpisah disini."

"nde. sampai bertemu esok hari baekhyun."

"bye tao, jangan kau takuti orang-orang dengan tampang sangarmu itu ya." Baekhyun beranjak menjauh sembari melambaikan membalas lambaian tangan baekhyun telah menghilang dari pandangan Tao menurukan tangan dan menundukan wajahnya. "seandainya waktu bersamamu lebih lama, byun baekhyun." Lirih tao.

Baekhyun melangkah dengan ringan, ia berjalan menuju halte bis. Saat baekhyun telah sampai di halte bis yang tak terlalu ramai ia mendudukan pantatnya dengan nyaman di bangku untuk menunggu. Tangannya merogoh kantung celana untuk mengambil ada panggilan tak terjawab namun terdapat berberapa pesan dari teman-teman baekhyun. Normalnya malam hari seperti ini baekhyun akan menghubungi taeyeon, namun entah mengapa ia sama sekali tak berminat untuk melakukan hal tersebut.

"tak dihubungi sehari juga tida apa-apa kan." Ujar baekhyun dalam hati.

Selang berberapa menit kemudian sebuah bis nampak berhenti dari arah yang berlawanan di sebrang jalan. Baekhyun yang memandang lurus kedepan mau tak mau melihat berberapa penumpang yang turun dari bus -tiba baekhyun melihat sesorang yang amat dikenalnya. Nafas baekhyun tercekat dan tubuhnya sedikit menegang. Sesosok gadis dengan rambut ikal diikat ponny tail baru saja turun dari bus. Gadis tersebut nampak bersendau gurau dengan seorang namja dengan postur tubuh yag tinggi ateletis dan berpotongan rambut rapi ala pemuda kantoran. Raut keceriaan nampak dari wajah kedua orang tersebut.

"Taeyeon?" pertanyaan itu meluncur dari bibir baekhyun tanpa ada banlasan untuk menjawabnya.

TBC

AN: Hina sadar kok dari kemarin CB moment masih langka T^T sabar ya guys, life is about progress. Termasuk FF ini, dan karena aku suka angka 4, maka mulai dari ini pengembangan hubungan chanbaek dimulai deh. Pokoke benih-benih cinta mulai bersemai *halah. semoga kalian suka:D

Oyaaa buat cwok yg bareng taeyeon,, bayangkan aja itu,,, nikhun. Maaf. thats my imagination._.v

Special thanks for yang review, follow, and favorite XD

Review lagi ne, Hina butuh kritik dan saran untuk memperbaiki tulisan hehe. gomawo~

November 2014