A/N: yorobun, miann! Banyak hal terjadi di real life TAT bermasalah sama dosen, jatuh dari tangga, sampe kegandrungan SMsuperstar, dll diriku jd menelantarkan FF ini huhu. Maaaf~ tapi ini udah lanjut. Adakah yang masih mau baca & review? Yo wess baca dulu ya, enjoy.

"You Who Came From The Roof"

.

Pairing :Chanbaek and other cast seiring berjalannya cerita

.

Disclaimer : Their belongs to themselves and god.

.

Genre : fantasy, romance, friendship, sad and humor (maybe._.)

.

© hinagiku2705

.

Warning : Yaoi, Boys Love

SORRY FOR TYPHO_

.

Happy reading yorobun! ^^

Chapter 5. Promise Me

Selamat pagi baekhyun oppa.

Hai hyung!

Sapaan serta pandangan kagum menyapa baekhyun yang berjalan di sepanjang koridor sekolah. Baekhyun mencengkram tali tas punggunya, ia menyapa balik orang-orang yang menegurnya dengan senyuman ramah. Langkah kaki yang tak terlalu lebar membawa namja yang dikenal menarik di Jangwoon high school tersebut ke deretan loker. Sesampai di loker miliknya, baekhyun melipat jaket yang tadi ia kenakan dan menyimpannya tak lupa ia mengganti sepatu yang akan ia gunakan selama di sekolah dengan yang telah ia simpan dalam loker. Baekhyun menumpukan satu tangannya di loker, ia membenahi sepatu yang baru saja ia kenakan. Sayup-sayup terdengar suara dua orang yang tengah berbincang di balik loker.

"Kau telah membaca pesan dariku kemarin kan jinah-aa. J—jadi bagaimana ja—jawabanmu?"

"seho oppa, a—aku,,,"

Baekhyun terkekeh ia lantas segera meninggalkan area loker. Ia tak perlu berpikir dua kali untuk menebak apa yang terjadi saat ia mencuri dengar barusan. Penyataan cinta. Baekhyun kembali teringat akan hubungan percintaanya terakhir kali. Sudah hampir 3 bulan berlalu semenjak berakhirnya hubungan baekhyun dan taeyeon. Awal september waktu itu menjadi waktu yang cukup berat bagi baekhyun. Ia sempat kecewa dengan sikap taeyeon yang dengan mudahnya mengiyakan untuk menakhiri hubungan mereka. Namun baekhyun adalah namja sejati, ia bukan seperti yeoja yang biasanya cenderung lemah dan mudah terbawa emosi. Berberapa hari setelahnya baekhyun sudah bisa kembali ceria, ia berpikir jika taeyeon bisa baik-baik saja mengapa ia tidak? Lagipula, pada malam mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan baekhyun dengan cara halus telah berhasil memeras taeyeon untuk mentraktirnya makan malam. Taeyeon sebagai yang lebih tua seakan tak mau kehilangan harga dirinya dan menuruti permohonan baekhyun. Walaupun pada akhirnya yeoja yang sudah memiliki pekerjaan (walaupun tak tetap) itu nampak meringis sedih saat melihat dompetnya. Baekhyun sang diva pun kembali bersemangat.

"baekie!"

"gyaa" baekhyun berteriak terkejut. Bagaimana tidak? Temannya yang dikenal sebagai king of troll tiba-tiba merangkulnya dari belakang.

"yaa kim jongdae pabo! Apa yang sedang kau lakukan?"

"justru aku yang harusnya bertanya baek. Dari tadi akun lihat kau malah senyum-senyum sendiri. Menakutkan."

"haisss terserah aku mau melakukan apa dae" baekhyun menggerutu seraya mencebikan bibirnya. Jongdae hanya terkekeh.

"arraso arraso,, ngomong-ngomong baek jangan lupa nanti sepulang sekolah kita berkumpul di ruang musik ya. Baekhyun mempertemukan kedua alisnya. Jongdae yang sudah paham dengan gelagat teman dekatnya itu menghebuskan nafas kasar.

"Baik. Hentikan tatapan apa-maksudmu-aku-tak-mengerti itu baek. Kau kan sudah setuju untuk bergabung juga di acara perpisahan musim semi nanti. Jadi nanti sore kita mulai berlatih. Bukankah akusudah memberikan jadwal latihan padamu?"

Baekhyun membulatkan mulutnya membentuk huruf "O"

"jondeaaa~'

"heum,," jongdae membalas dengan nada malas.

"mianheyoo nee.."

"mulai lagi." Gumam jongdae dalam hati. Baekhyun tengah memandang jongdae dengan tatapan memelas andalannya, tak lupa tarikan-tarikan kecil pada seragam jongdae menambah kesan baekhyun yang tengah merajuk kepada temannya itu menjadi lebih jauh lebih imut. Jongdae mau tak mau mengakui kekalahannya untuk merasa kesal kepada baekhyun. Siapa yang bisa tahan dengan rayuan baekhyun?

^o^

"Tidak. Mau berusaha merajuk sekuat apapu usahamu tak akan merubah pendirianku manusia."

Baekhyun memandang kesal malaikat (yang tengah berada dalam wujud manusia) disampingnya. Ingin rasanya baekhyun menarik hingga rusak helaian sweater abu-abu yang sedang dikenakan chanly, namun diurungkannya keinginnanya tersebut mengingat nantinya ia disangka orang tidak waras yang bermaksud menelanjangi orang lain di tengah kota seoul.

"Kenapa kau sering sekali muncul di saat yang tidak tepat eoh?" nada kesal ketara sekali dalam setiap kata yang diucapkan baekhyun. Seolah tidah menyadarinya chaly membalas dengan tenang.

"aku tidak mengerti penilaian tepat tidaknya kemunculanku. Rasanya setiap aku memvisualisasikan diri kau selalu saja bersikap menyebalkan begini."

"permisi, tapi yang menyebalkan itu kau raksasa. Sebaiknya kau berjalan sedikit jauh, berada didekatmu membuatku terlihat kecil.

"apakah itu sebuah pengakuan bahwa dirimu itu pendek byun?" chanly sedikit terkekeh geli.

"mwo? Enak saja, bukan begitu maksudku. Haiss sudahlah berbicara denganmu membuang waktu dan tenagaku saja." Jawaban baekhyun terdengar putus asa. Jujur ia sindiri sebenarnya sudah pasrah saja jika chanly bermaksud mengikutinya, tapi bagaimanapun juga baekhyun masih belum mau menundukan harga dirinya.

Angin bulan desember berhembus membawa hawa dingin yang cukup menusuk kulit. Baekhyun dan chanly saat ini berada di tengah kota seoul tepatnya distrik Dongjak Baekhyun bermaksud berkunjung ke rumah tao. Sebulan terakhir ini baekhyun merasa ada yang berbeda dari Tao. Setiap kali baekhyun menanyakan apakah terjadi sesuatu Tao akan berkata semuanya baik-baik saja atau mengalihkan pembicaraan. Harus baekhyun akui, walaupun tao terlihat layak seperti anak yakuza atau mafia dari luar namun baekhyun merasa ada semacam aura yang mendorong baekhyun untuk melindungi atau menjaga tao. Walaupun baru setahun terakhir baekhyun berteman dekat dengan Tao tapi baekhyun paham betul bahwa pemuda bermata panda tersebut berhati lembut dan sedikit cengeng.

Rencananya untuk memberi kunjungan mendadak di rumah Tao sedikit terganggu karena tiba-tiba malaikat yang berwujud manusia tampan dengan tinggi yang tak normal muncul di tengah jalan dan mengikutinya. Baekhyun kesal. Kesal karena dengan chanly nampak seperti stalker yang selalu mengikutinya, kesal karena (lagi-lagi) ia dihina pendek, dan kesal karena harus mengakui chanly nampak keren dengan winter style. Casual, charming, dan nampak hangat. Seandainya chanly adalah boneka beuang raksasa pasti baekhyun akan memeluknya erat dan berguling-guling bersama di bawah selimutnya.

Arggh, hentikan! Apa yang kau pikirkan byun baekhyun! Pipi baekhyun memerah, ia menggelengkan kepalanya cukup keras. Chanly memandang heran baekhyun yang tiba-tiba bergerak tidak jelas.

"apa cuaca dingin bisa membuat manusia bertingkah aneh."

Baekhyun yang sadar jika sedang disindir menatap chanly kesal. "ya! Jangan mengejekku raksasa." Lelaki yang lebih pendek menghembuskan nafas dengan kasar tanda kesal. Kau itu seharusnya sadar dengan penampilan seperti ini kita tidak seharusnya bertingkah kekanakan dengan berkelahi terus."

"wae? Aku hanya berkata apa adanya." Chanly kembali terkekeh. "justru kau nampaknya senang beradu mulut denganku byun baekhyun."

Baekhyun ingin membalas perkataan jangkung itu, namun ia tiba-tiba malas untuk berdebat dan memutuskan diam. Melihat reaksi lawan bicaranya yang terdiam chanly mengalihkan pembicaraan.

"sebenarnya kau ingin kemana? Tumben sekali kau pergi keluar, sepengetahuanku kau paling tidak kuat dingin."

Harus baekhyun akui dirinya sedikit salah tingkah mendengar pernyataan chanly yang menunjukan chanly memperhatikannya dan mengingat kebiasaanya. Belum sempat baekhyun membalas ucapan chanly perhatian baekyun teralih pada sosok tak asing dengan kantong mata hitam yang berada sekitar 2 gedung dari tempat ia berdiri. Baekhyun terkejut. Bukan penampilan Tao yang membuatnya kaget namun, gedung dimana Tao membelokan diri dan masuk kedalamnya.

"ta—tao?" baekhyun tergagap

"huh?"

Chanly tidak sempat menanyakan mengapa namja itu nampak kaget, karena tanpa disangka baekhyun berlari.

"hei tunggu byun baekhyun" aksi kejar mengejar pun terjadi. Tanpa disangka baekhyun menghentikan langkahnya. Chanly yang masih penasaran juga ikut berhenti dan memandang gedung yang nampaknya menarik perhatian baekhyun.

Chanly menyatukan kedua alisnya "kantor polisi?"

Baekhyun tak menjawab.

Sebagai malaikat chanly paham betul bahwa manusia memiliki rasa ingin tau yang begitu tinggi. Yang chanly tidak mengerti adalah tingkah laku manusia yang cenderung spontan dan nampak ceroboh. Bisa dilihat sebagai contoh, saat ini namja yang bernama byun baekhyun dengan tak terduganya berjalan kearah samping gedung kantor polisi tersebut. Sebelum menarik perhatian berberapa petugas yang nampak berada di teras gedung, chanly memutuskan untuk mengikuti baekhyun. Dan betapa terkejutnya dia saat ia melihat seorang namja bernama byun baekhyun menaiki bak sampah yang berada di sebelah kantor polisi tersebut.

Namja bernama byun itu nampak sibuk sendiri. Ia menjinjitkan kedua kakinya untuk menggapai bingkai jendela kantor polisi. Tak diragukan lagi tujuan baekhyun adalah menguping atau mengawasi apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam kantor polisi. Ini ide yang bagus. Kurang lebih seperti itulah yang ada dalam benak baekhyun. Ia benar-benar penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Tao. Namun baekhyun tinggal di dunia yang namanya realita, bukan film action. Alhasil berberapa saat kemudian (bahkan ia belum berhasil melihat tao dalam gedung._.)seorang petugas tiba-tiba menghardiknya dan karena curiga petugas tersebut memerintahkan baekhyun untuk masuk ke kantor polisi. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula, seru batin baekhyun. Baekhyun benar-benar kesal. Hal yang membuatnya lebih kesal adalah: chanly tiba-tiba saja menghilang.

^o^

"Jadi kau tetap bersikeras tetap tidak mau mengatakan apa tujuanmu baekhyun-sshi?"

Seorang pria berusia sekitar pertengahan 30an terlihat berusaha mengintrogasi baekhyun. Baekhyun yang biasanya susah sekali untuk diam nampak tak mengeluarkan sepatah kata apapun. Wajahnya nampak cemas dengan bola mata yang berusaha memfokuskan pada apapun kecuali polisi dengan name tag bertuliskan Lee Sung Min yang berada di ujung meja tepat di seberangnya. Polisi tersebut mencondongkan tubuhnya.

"Byun baekhyun, 17 tahun, kurasa kau sudah cukup dewasa untuk paham ucapanku. Tolong jelaskan alasa mengapa kau berusaha mengintip ke kantor pemerintahan yang jelas-jelas erat kaitannya dengan hukum, kecuali kau memang berniat untuk mendapat hukuman"

Polisi tersebut jelas mengancam baekhyun walaupun nadanya tetap terdengar tenang dan lembut. Lidah baekhyun kelu untuk berucap, dan sebelum baekhyun bertambah frustasi sebuah suara bass yang dikenalnya tiba-tiba terdengar.

"Maaf ahjushi, dia kekasih ku."

Seketika juga baekhyun menjatuhkan rahangnya. Rasa lega dan kesal dalam diri baekhyun tiba-tiba berubah menjadi rasa terkejut yang luar biasa saat mendengar pernyataan chanly.

"maaf merepotkan" chanly yang telah berada di sisi baekhyun kembali angkat suara. "seperti yang sudah anda lihat, kami pasangan sesama jenis. Bisa dikatakan yang terjadi diantara kami layaknya drama. Orang tua dari baekhyun tidak menyetujui hubungan kami, bahkan mereka mengancam akan mengadukanku ke polisi karena baekhyun lebih sering pergi mengunjungi tempatku. Berberapa hari ini aku mempunyai urusan lain, baekhyun yang mencemaskanku kabur dari rumahnya dan mencariku ke kantor polisi. Untunglah saat aku baru menyelesaikan uranku dan berkunjung ke rumah baekhyun aku langsung sadar dia akan mencariku kemari. Jadi aku lantas menuju kesini."

Chanly berucap panjang lebar. Malaikat itu beradu pandang dengan polisi dihadapannya yang seolah berusaha mencari kejujuran dalam kedua manik chanly.

"kau terlihat tenang sekali dalam mencari kekasihmu eoh" ucap Sung Min nampak menantang.

"aku mempercayai instingku" chanly membalas ucapan Sung Min dengan tetap menatap kedua mata polisi muda tersebut.

Sung Min pun bangkit dari kursinya.

"dasar, anak muda jaman sekarang ada-ada saja kelakuannya. Jangan biarkan masalah asmara menghasilkan kasus seperti ini kembali." Polisi tersebut kembali menambahkan sambil memandang baekhyun "jangan diulangi lagi. Kau tidak perlu mengurus surat keterangan dan sebagainya saat ini. Perhilah. Aku harap hubungan kalian lancer. Polisi tersebut tersenyum dengan lembut, mau tak mau baekhyun dan chanly ikut tersenyum. Setelah pamit dan meminta maaf, mereka pun berjalan keluar gedung.

"Jadi… mau menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya chanly saat mereka berdua telah keluar gedung.

"aku punya alasan sendiri untuk itu. Kau sendiri mengapa tadi kau berbuat seperti itu?"

"berbuat apa?

"mengatakan kalau aku ini ke—urgh, kekasihmu?!"

"itu menurutku cerita yang masuk akal, buktinya kau berhasil keluar kan" chanly terdiam sejenak sambil memandang ekspresi baekhyun "aigoo, jangan bilang kau menggagap itu serius?'

Baekhyun menghentikan langkahnya dan menghadap kearah chanly. "mwo! Y-yang benar saja aku ini memang memutuskan menjadi bisexual saat masuk sekolah menengah atas, tapi siapa juga yang mau dengan manusia sepertimu" sialnya suara baekhyun yang bergetar dan pipi yang bersemu merah mengkhianati pernyataanya tersebut.

"sekedar mengingatkanmu kembali tuan byun, aku bukan manusia."

Baekhyun tidak mengerti dengan apa yang tiba-tiba dirasakannya. Seketika saja nafasnya terasa tercekat dan sesuatu yang kasat mata menghantam dadanya. Baekhyun mengalihkan fokus dan menghentikan perdebatannya dengan chanly. Jujur saja baekhyun paham betul perasaan yang sedang menghantamnya saat itu disebut dengan kecewa. Yang baekhyun tidak mengerti adalah mengapa ia merasa kecewa dengan ucapan chanly?

"Baekhyun?"

Sebuah suara yang cukup dikenal baekhyun memecah kecanggungan yang sempat terjadi di antara baekhyun dan chanly.

"T-tao?"

"apa yang sedang kau lakukan disini?" Rasa terkejut jelas terpancar dari ekspresi tao. Berberapa detik kemudian tao menyadari baekhyun tidak seorang diri. Taopun mencoba menilai situasi.

"ah aku tahu, kau sedang kencan ya?" ekspresi tao nampak lebih relax. "maaf aku sampai tidak tahu bagaimana kabarmu baek. Aku ini teman yang buruk sampai tidak tahu kau sekarang telah dekat dengan orang lain. Lain kali ceritakan padaku ya haha." Tao mencoba tertawa mencairkan suasana.

"Tao,," baekhyun berucap lirih.

"heum, ada apa baek?"

"mengapa kau berada di kantor polisi?"

Hening. Tidak ada yang angkat suara diantara tiga orang tersebut. Mereka nampak mematung untuk berberapa saat ditengah dinginnya kota seoul.

"Baekhyun, kau adalah orang yang dekat denganku. Aku sangat bersyukur menjadi temanmu, aku pasti berusaha untuk menjadi teman yang terbaik untukmu." Ekspresi tao kembali menegang. Belum sempat baekhyun membalas ucapannya, tao kembali berkata. "Tapi, bolehkah aku meminta satu hal padamu?"

Melihat ekspresi dan nada suara tao, baekhyun merasa tak punya hak untuk membrontak.

"apa yang kau inginkan Tao?"

"Kumohon,,, jangan pernah kau tanyakan hal yang berkaitan dengan latar belakangku."

^o^

Pukk.

Baekhyun merasa sebuah kantong kertas menghatam pelan tepat di kepalanya. Dirinya yang semula tenggelam dalam lamunan kembali tersadar. Diraihnya kantong tersebut. Dalam kantong tersebut terdapat sebuah sandwich.

"Makanlah, sekarang sudah malam dank au belum makan semenjak siang tadi." Teguran chanly menjawab keheranan baekhyun.

"gomawo" ucap baekhyun pelan. Namja yang berada di kasurnya itu membuka pembungkus dan mulai memakan sandwich tersebut.

Chanly memandang baekhyun lekat. "temanmu itu tadi,,, maaf, aku tak bermaksud membuatmu khawatir. Potong chanly tiba-tiba saat menyadari badan baekhyun seketika menegang saat menyinggung percakapannya dengan Tao tadi pagi.

"Dengar, aku memang tak bisa membaca pikiran. Tapi sekali lihat kita juga tau temanmu yang bernama Tao itu mempunyai masalah, turutama hal yang berkaitan dengan masa lalunya."

"Semua orang pasti memiliki masalah, tapi kenapa d-"

"memaksanya pun juga percuma jika ia sendiri tak mau mengatakannya. Jika kau memaksa yang ada kau malah akan melukainya, hati manusia rapuh byun baekhyun, temanmu itu malah akan merasa dikhianati."

Baekhyun nampak semakin muram mendengar perkataan chanly.

"Jangan terlalu bersedih seperti itu. Pelan-pelan kita dekati dia."

Baekhyun mengangkat kepalanya memandang chanly "kita?"

"Ya" namja jangkung yang sedang duduk di kursi belajar baekhyun merenggangkan badannya ."aku melakukan ini bukan sekedar karena malas melihatmu merajuk seperti itu."

Baekhyun tidak memperdulikan ejekan chanly, ia menatap chanly lekat. Tak lupa mulutnya masih mengunyah menghabiskan sandwich yang sedari tadi ia nikmati.

"Manusia yang bernama Tao itu.." chanly menghentikan ucpannya sejenak dan tampak berpikir. "entah mengapa ku merasa ada sesuatu yang aneh terjadi padanya, jadi aku memutuskan untuk membantumu menyelidiki apa yang terjadi padanya." Ucap chanly final.

Saat chanly menatap baekhyun ia bersyukur ia merupakan malaikat dengan tingkat pengendalian diri yang tinggi. Bagaimana tidak di hadapannya saat ini baekhyun duduk di kasur dengan piyamanya dan mulut yang masih nampak mengunyah. Pipi baekhyun yang pada dasarnya gembil semakin nampak mengembung. Manik mata anak itu yang nampak polos sekaligus kekanakan menatap langsung pada chanly dengan penuh antusias. Jika diibaratkan baekhyun nampak seperti anak anjing atau hamster yang sedang makan. Singkat kata baekhyun terlihat imut. Seandainya chanly adalah manusia ia mungkin akan tercekat atau yang lebih buruknya menerjang baekhyun untuk mencubiti pipi anak itu saking gemasnya.

Chanly mengalihkan pandangannya dari baekhyun dan menepik sekaligus memarahi pikirannya itu sendiri. Baekhyun nampak tak menyadari dengan apa yang dipikirkan chaly. Setelah menyelesaikan dan membersihkan sandwichnya baekhyun berjalan kearah chanly. Ditepuk tepuknya pundak chanly yang sedang duduk.

"gomawo chan" baekhyun tersenyum tulus. "mulai sekarang ayo kita semakin mencoba mengakrabkan diri"

Mendengar kata-kata baekhyun chanly kembali memfokuskan diri pada lawan bicaranya. Pemuda jankung itu terdiam sembari memandang baekhyun dengan ekpresi yang tak bisa ditebak. Baekhyun pun ikut terdiam menunggu tanggapan dari chanly.

"Ne." jawaban chanly memecahkan kesunyian sesaat di antara keduanya. Baekhyun menaikan sudut bibirnya pertanda puas. Namun chanly kembali melanjutkan perkataanya. "byun baekhyun, bisakah kau menjanjikan satu hal padaku."

Baekhyun tertegun sejanak "apa?"

"Berjanjilah baekhyun. Berjanjilah untuk tidak jatuh cinta padaku."

TBC

Another AN: aigooo gimana? I'm being dumb here. Masih ada yg berkenan review kah? Maaf klo review blm bisa dibales satu-satu. Hina butuh tanggapan buat memperbaiki tulisan, hehe. Gomawoyo^^

Special thanks for yang review, follow, and favorite XD

Oya klo ada yang mau berkenalan/mau "meneror" Hina silahkan bisa lewat Twitter threebeagle atau line "hinagiku2705". Salam hangat buat exo-L^^ btw ada yg penasaran sama SM Park? Hina ngebayangin kita bisa naikin wahana yg ada idola" kita gitu deh, penasaran euy klo bisa naikin para oppa atau eonni hoho~

Januari 2015