Hai! Maaf update lama. Langsung saja~~
Warn! Yaoi, gaje, garing tingkat kriuk, aneh, typo, dll
Previous Chap: ""Jika hukuman darimu tidak jauh-jauh dari sex aku rela dihukum berpuluh-puluh kali olehmu Hyung, aku ketagihan mencicipi tubuhmu~" Sehun benar, tentu saja Sehun pasti akan ketagihan, bukannya jera. Bagaimana dengan Luhan? Errr bukankah Luhan akan menderita dan tidak bisa berjalan dengan benar? Lalu sekarang siapa yang bodoh?"
.
.
.
Sudah beberapa malam belakangan ini Sehun bermimpi buruk. Mungkin kegiatan sexphone tadi adalah salah satu mimpi buruk Oh Sehun.
Sehun bangun dari posisi duduknya dan melihat pakaiannya sudah tidak teratur. Kaos yang dipakainya masih utuh walau hanya kusut di beberapa bagian sedangkan celana beserta underwear yang bertengger manis di lututnya kini turun saat ia berdiri.
Sehun menatap tangannya sendiri yang berlumuran cairan putih hasil ejakulasi.
Ia bahkan lupa dengan niat kedatangannya masuk ke kamar mandi, yang tentu saja mandi untuk menyegarkan diri sebelum terlelap.
Kakinya membawanya di depan cermin pada wastafel yang memantulkan wajah stoic-nya berkeringat seksi. Sedetik kemudian menyeringai mengingat Luhan menyiapkan 'hukuman' untuk dirinya.
Ugh, Mengingatnya saja sudah membuat si 'kecil' bangun—walau tidak mengeras sih.
Ia melepas kaosnya, mengatur suhu air hangat kemudian menyalakan shower.
Sehun melirik bagian bawahnya. Entah setan apa yang merasukinya, Sehun memegang miliknya sendiri. Sekelebat bayangan Luhan sedang bercinta dengannya, lewat tanpa permisi di depan mata.
Mungkin karena efek dari air hangat yang jatuh mengenainya—entahlah…
"Biasanya Luhan selalu mengoral penisku." Sehun memejamkan matanya. Mengocok pelan juniornya yang belum bangun, merasakan kenikmatan di setiap kocokan pada juniornya.
Sehun melenguh memikirkan juniornya yang besar dan keras ia hempaskan di lubang sempit Luhan. Ugh! Pasti rasanya begitu nikmat.
"Ahhhh! Luhaaanniiee!" Kepalanya tertarik kebelakang membuat rambut putih platina Sehun tergantung ke bawah.
"Uhhh Luhaaaann sssshhh." Juniornya mulai mengeluarkan cairan precum. Mungkin bermain solo sekali lagi tidak apa-apa. Setidaknya sebelum ia memiliki mimpi buruk nanti.
Membayangkan Luhan berada di bawahnya menyerukan nama Sehun dengan kencang setengah melenguh.
Oh! Jangan lupakan dengan junior Sehun yang keluar masuk lubang surga milik Luhan dan membuat Luhan mengigit bibir bawahnya dengan sensual penuh kenikmatan.
Walau dingin malam menusuk hingga ke tulang tapi kini Sehun berpeluhkan keringat. Kulitnya yang putih tampak berkilauan terkena cahaya penerangan kamar mandi.
Sungguh! Jika saja ia melamar menjadi bintang 'film biru', dijamin Sehun pasti lulus audisi atau mungkin tanpa audisi.
"Rasakan penisku aaahhh kau dapat merasakannya, bukan? Uuuuhhh nikmat Luuu!" Semakin lama tempo kocokannya semakin naik. Sehun semakin tidak sabar terbang menapaki nirwana.
Berandai Luhan menungganginya, menghentakan tubuhnya ke atas kebawah hingga juniornya yang tidak lebih besar dari Sehun itu menampar perut Sehun dan membuat kenikmatan tersendiri.
"Cum for me, babe ugh! Shit!" Sehun mulai merancau, pikirannya kalut juga tubuhnya lelah ingin cepat-cepat mengeluarkan hasratnya.
Merasa semakin panas, libidonya naik apalagi dengan shower yang menyemburkan air hangat. Menambah nikmat saat tetes demi tetes mengenai permukaan kulitnya.
"Lubangmu nikmat Lu, ketat sekali ugh! Nggghhh." Nafasnya memburu.
Mungkin karena terlalu sering mengoral juniornya sendiri, Sehun belum juga mendapati dirinya akan klimaks. Tentu saja ini menyiksanya.
Pikirannya jauh melayang, bagaimana ekspresi Luhan jika dimasuki oleh Sehun? Ia hafal benar desahan yang membuat syaraf tubuhnya terpusat pada selangkangannya.
Apalagi jika Luhan sudah agresif, contohnya saat ia di bawah pengaruh obat perangsang, ugh! Sehun sangat puas dengan permainan yang memakan banyak ronde.
Juga saat Luhan mengajaknya dengan cara yang sangat-sangat sensual, jarang sekali Luhan bersikap berani seperti itu.
"Ahhhh Lulu! I'm closeee! Ugh cum with me, Lu!" Sedikit lagi…
"AAAAHHH LUHAN!" Cairan itu keluar mengotori—tidak, menghiasi tangan Sehun. Entah ini sudah yang ke berapa kalinya ia keluar untuk hari ini.
Lelah. Kakinya sudah tidak mampu menopang tubuh penuh dengan peluh itu.
Sehun menatap sayu tangan kanannya yang terhiaskan cairan putih hasil ejakulasinya barusan.
Lebih baik kau mandi dengan air dingin saja, pikir Sehun setelah selesai mengatur nafasnya, terguyur air hangat ternyata malah menambah pikiran kotornya. Ckck…
.
.
.
Sehun mengeringkan rambutnya dengan handuk dan berniat berjalan keluar setelah sebelumnya memakai kaos yang ia bawa. Ia juga tidak melupakan ponselnya.
Sehun memegang kenop pintu tanpa membukanya, ia sedang fokus terhadap smartphone di tangan kanannya.
Jemarinya dengan lihai menyentuh layar smartphone, membuka inbox dan menemukan tidak ada pesan baru dari Luhan.
Aih, rupanya Sehun kesal si rusa melupakan kekasih tampannya itu. Jadi, untuk malam ini tidak ada ucapan selamat tidur dari kekasihmu, Oh Sehun? Well, malangnya nasibmu.
Sehun memutuskan untuk kembali ke kamar dan merebahkan diri di kasur, mengingat bahwa besok ia masih harus perform dua kali sebelum pelatihan untuk single terbarunya bersama EXO-M.
EXO-M ya? Luhan kan? Tentu saja ada dia! Sehun kembali tersenyum, lebih tepatnya menyeringai. Hiii, mesum sekali dia.
"Hai! Uri maknae! Sudah puas dengan ejakulasimu?" Baru saja Sehun melangkah keluar dari kamar mandi, ia terperanjat mendengar ucapan Kai yang tengah memainkan PSP.
"Hah?" Sehun mengerjap matanya—berharap bahwa ucapan Kai barusan itu hanyalah ilusi belaka.
"Sudah puas dengan ejakulasimu?" ulang Kai.
Oh God!
"Ka-kau… mengintip?" Keringat dingin meluncur dari pelipis Sehun. Ia meremas handuk di tangannya.
"Tidak. Aku hanya menguping, maknae mesum." Kai masih fokus dengan PSP yang dipegangnya.
"Cih! Ini semua gara-gara kau Kkamjjong!" Sehun melipat tangannya di depan dada. Hidungnya berkedut saking kesalnya pada Kai.
GAME OVER!
Layar PSP Kai menghitam. Kai mematikan PSPnya lalu menatap Sehun penuh tanya.
"Apa salahku?" tanya Kai tanpa dosa. Sehun sangat ingin melempar pintu kamar mandi ke arah Kai. Bagus bukan? Wajahnya akan hancur dan ia pasti akan meminta maaf atas apa yang ia lakukan pada Sehun.
Tapi Sehun mencoba sabar. Ia tidak ingin dilempar ke tempat pembuatan 'film biru' jika ia melakukan sesuatu yang gila.
"Salahmu menjejalkanku dengan film porno itu, bodoh!" Kini kedutan di hidungnya naik ke dahinya.
"Aku hanya memberi tahu kalau aku memiliki koleksi terbaru. Kau saja yang ingin menontonnya." Memang ingin sih tapi ia juga dipaksa ikut menemani Kai menonton film itu. So, ini bukan sepenuhnya salah Sehun.
"Terserah kau saja, idiot!" Sehun mendengus kesal.
"Jika kau horny kenapa tidak bercinta denganku saja? Pasti menyenangkan hahaha." Kai mendekati Sehun perlahan kemudian merangkulnya.
Bercinta dengan Kai? Itu adalah hal yang paling mengerikan dalam hidup Sehun apalagi menjadi uke si Kkamjjong.
Ugh! Memikirkan Kai mencumbui setiap titik sensitif pada tubuhnya saja membuatnya bergidik ngeri.
"JANGAN SESEKALI KAU MENCOBA UNTUK MENYENTUHKU BARANG SEDIKITPUN! KAU GAY!" Kali ini Sehun sepertinya naik pitam digoda Kai. Dengan segera Sehun melepaskan tangan Kai dari pundaknya dengan kasar.
"Hahahahaha! Kau bodoh atau idiot, Oh Sehun? Kekasihmu namja, itu artinya kau yang gay. Bwahahahahahahahaha!" Tawa Kai meledak mendengar ucapan Sehun barusan. Apalagi ditambah dengan ekspresi cengo Sehun yang berusaha mencerna kata-katanya sendiri.
Saat tersadar, muka Sehun memerah menahan malu. Bisa mati ia diejek Kai.
"Ta-tapi… Luhan imut dan manis. Ttidak seperti kau, kucel, jelek ih menjijikan!" Sehun membalas Kai.
"Cih! Lagian siapa juga yang ingin bercinta denganmu, aku masih menyukai lubang Kyungsoo yang sempit itu." Kai bahkan tidak malu membuka aib seseorang kepada Sehun.
"Ya ya yaaa." Sehun hendak beranjak dari sana tapi kemudian juniornya ditepuk oleh Kai sekilas sebelum ia masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya.
"Ugh! Kai!" Sehun meringis kesakitan.
"Besok Luhan-hyung berangkat dari China. Persiapkan dirimu Oh Sehun, gaya apa yang akan kau pakai saat bercinta dengannya nanti. Hahaha!" Kepala Kai muncul di balik pintu dengan seringainya.
"Kau… Aish!" Sehun benar-benar ingin meninju wajah Kai tetapi Kai dengan cepat menutup pintu kamar mandi dan terbebas dari pukulan Sehun.
"Brengsek! Awas kau Kai!"
To Be Continued
Bwahahahahahahahahahha bagaimana? Ancur? Maklum blm ahli T.T pas chap 2 blm di post eh temenku udah review duluan haha -_- idiot kan? Yaudah biarin aja hahaha *paansih?* maaf reader author lg galauin remedial -_- sedih ya kalo remedial ;( *curhat* *abaikan* reviewnya manaaaaa? :3
Thanks to:
Mr.S, ZSU4597, kim, Lalala Kkamjong, edogawa ruffy, Kyutaminieya, lisnana1, ia, Sehunaked, sera, baekyeolidiots, Kim Eun Seob, asroyasrii, Amortentia Chan, BaekYeoleuuu, dobichan, HyunRa, Anenchi, siscaMinstalove, exindira, pandarkn, Sweet-Morning, cydestiny46, ohristi95, kim heeki, dll
REVIEEEEEWWW~
