hai._.
maaf update lama hoho, kayanya author yang paling males update cerita cuma gue deh.
well, berhubung sibuk kuliah~~ trs juga gak ada koneksi internet, males pula buka laptop.
niatnya sih ini bakalan diupdate sesudah GW?YILY! update, tapi gejala WB jadi susah.
drpada kebanyakan nunggu harapan kosong dr gue jadi yaaa update disturbia dulu aja kali ya..
tapi kayanya gue bakal beneran hiatus setelah update-an ini. gatau hiatus gatau discontinued.
maaf ya bikin kalian kecewa~~
langsung aja kali ya gausah banyak bacot :3
Warn! Yaoi, BoyxBoy, Mature scene, OOC, full of garingness.
.
.
.
.
"Bagaimana—"
"—Sehun sayang?"
Gulp
Luhan mencodongkan tubuhnya kearah Sehun yang kini berpeluhkan keringat dingin.
Sedikit demi sedikit wajah mereka semakin dekat—oh! Sehun menjauhkan tubuhnya tanpa melepas kontak mata mereka.
Dengan tangan yang masih menempelkan tangan Sehun pada kepalanya, kini Luhan membawa tangan Sehun turun ke tengkuknya dan membiarkannya bertahan disana.
Sedangkan tangan yang menuntun tangan Sehun itu kini merambati celana jeans Sehun.
"Ngghh—" Erangan frustasi lolos dari bibir Sehun saat Luhan membelai lembut gundukan di celananya.
Matanya terpejam syarat akan nikmat.
Belaian itu perlahan berubah menjadi tekanan lembut disusul dengan pijatan yang berhasil membuat Sehun kembali mengerang lebih keras—dan sexy.
"Uhh apakah nikmat, Sayang?" Sehun hanya menganggup tak sanggup berkata satu patah kata pun.
Tanpa Sehun sadari Luhan berhasil membuka zipper jeans Sehun dan mengeluarkan sesuatu yang keras dari dalam underwearnya.
"Kalau begini?" tangan Luhan mengurut pelan batang penis Sehun yang mengacung tegak saat dikeluarkan dari tempat persembunyiannya.
"Uhh ssshh Lu-Luhan."
Kedua tangan Sehun kini menjambak kecil rambut Luhan.
"Hisap lu hisap." Dengan suara bergetar Sehun menuntun kepala Luhan menuju penisnya yang tegang berurat.
Tentu dengan senang hati Luhan menjulurkan lidahnya menggapai ujung penis Sehun yang sudah basah.
Jilat.
"Uhhh."
Jilat.
"Ahhh Lu mmhh."
Hisap.
"Oh fuck! Luhan!"
Hisap. Jilat. Gigit.
"Lu ahhhmm uhh."
Dan…
"Ahhhh~"
Sekali teguk cairan cinta Sehun menuruni kerongkongan Luhan.
Nafas satu-dua, keringat mengalir pada pelipisnya, sungguh kenikmatan yang tiada duanya.
Sial! Kenapa begitu cepat dengan begitu mudahnya Luhan memancing air khas cinta milik Sehun keluar begitu saja.
Luhan terkikik pelan lalu ia mendekatkan wajahnya pada telinga Sehun dan membisikkan sesuatu.
"Letakan tanganmu yang nakal itu di bokongku, Sayang." Suara yang sangat indah, menggoda juga erotis.
Entah bagaimana Luhan sudah melepas piyama abu-abu sekaligus underwearnya.
Sehun melirik sedikit kearah bokong sintal Luhan tanpa terbalut apapun melalui bahunya saat Luhan dengan sengaja menumpukan badannya dengan lutut sehingga posisinya kini menungging—Luhan menungging.
Gulp
Sedikit bergetar tangan Sehun meraba punggung Luhan mengikuti lekuk indah pahatan Tuhan lalu turun ke bokongnya.
"Ssshh, Sayangghhh." Luhan menjambak rambut Sehun menandakan ia begitu tinggi sekarang.
Luhan menarik kepala Sehun dan menghujami bibir tipis menggoda kesukaannya dengan bibir cherry miliknya.
"Mhhh nghh." Luhan mengerang di saat yang bersamaan saat Sehun menggigit bibir bawahnya dan memijat lembut bokong padat Luhan.
Ciuman itu makin menggila tatkala Sehun mulai kewalahan mengimbangi Luhan yang tengah beradu lidah dengannya.
Saliva mereka menetes dari sela bibir masing-masing. Bunyi kecipak yang dihasilkan peraduan mulutpun terdengar jelas.
Sehun benar-benar dimabuk kepayang dan ini semua terlalu mendadak.
Entahlah. Bukankah ini yang ia inginkan?
"NNGHHH!" Luhan menarik rambut Sehun bersamaan dengan masuknya tiga jari Sehun sekaligus dalam lubang anusnya.
Sehun mengeluarmasukkan jarinya dengan cepat—toh Luhan suka yang seperti ini. Cepat dan terburu-buru lebih nikmat katanya.
Luhan sungguh tidak tahan. Ia menengadahkan kepalanya dengan mata terpejam dan—uh ekspresi nikmat benar-benar terpancar dari wajahnya yang bercucuran peluh, otomatis Sehun dengan senang hati menyambut leher jenjang kekasihnya. Kecup dan meninggalkan tanda tanpa ragu. Tangannya bergerak gila di bokong dan nipple luhan.
Astaga! Sungguh menggairahkan. Cepat-cepat Sehun menghentikan jarinya dan memposisikan diri bersandar pada dashboard ranjang.
"Ride me babe,"
Luhan mengerling nakal saat mendengar itu. Ia segera bangkit dan berjongkok di atas penis sehun.
Menggeseknya cepat sebelum naik dan mengendarai penisnya bak menunggangi kuda.
"Sshh ahh cepat lah baby."
Plak
Sehun menampar bokong sintal luhan dengan gemas.
"Sabar, Sayang—uhh aku juga sudah tidak tahan."
Perasaan nikmat itu terasa dari bawah perut, punggung lalu menjalar ke seluruh bagian tubuh seperti gempa berskala tinggi dan penis Luhan yang tengah Sehun cengkram adalah episentrumnya.
Luhan menurunkan tubuhnya saat penis Sehun dan lubangnya berpapasan.
"Uhh hmm hhh" Sehun menggeram menikmati setiap genggaman lubang Luhan yang sudah sekian lama tak dikunjungi penis besarnya.
Luhan menuntun kedua tangan Sehun menuju pinggangnya saat persatuaan itu telah terjadi.
Dengan dibutakan oleh nafsu tangan Sehun mengimbangg tubuh Luhan yang berusaha mengeluarmasukkan batang kokoh dibawah sana.
Ekspresi kenikmatan luhan yang terlihat begitu luar biasa sexy, Sehun kembali menggeram rendah.
Gerakan Luhan makin menggila, batang itu, penis Sehun menumbuk telak sesuatu didalam sana.
"Ahhhh Sehunn... fuck!"
Tidak hanya merasakan nikmat pada batang penisnya, Sehun semakin terpancing akibat desahan serta teriakan Luhan yang—uhh begitu menggairahkan.
Teriakannya seperti tersiksa karena nikmat, tidak sanggup menerima semua rangsangan dari penis Sehun.
Plop! Plop! Plop! Persatuan itu terdengar jelas.
"Babe ahhh!" Sehun benar benar frustasi dibuatnya.
Kerutan di dahinya menandakan betapa dimanjanya penisnya di bawah sana.
Beberapa tetes keringat Luhan jatuh dan menyatu dengan keringat pada perut sexy Sehun.
Luhan kembali berteriak panjang saat Sehun menggerakan tubuhnya berlawanan arah, saat Sehun mengocok cepat penisnya, saat Sehun menggundang air mani Luhan dengan geraman rendahnya.
Lalu semuanya mendadak putih, seputih cairan yang keluar dari penis Luhan menghiasi wajah tampan Sehun.
Lidah Sehun sekenanya menjilat apa yang bisa ia jangkau.
Ia tetap membawa Tubuh Luhan ke atas dan ke bawah.
Sedikit lagi dan— "uhhh Luhann..." kini giliran Sehun yang menapaki surga.
Luhan terlonjak merasa lubangnya terasa panas. Menikmati saat-saat nikmatnya sperma Sehun ditembak di dalam lubangnya. Ia membiarkan Sehun menikmati pasca klimaks dan setelahnya ia jatuh menimpa Sehun.
Melihat itu Sehun tersenyum lalu menyeka keringat di wajah kekasihnya.
"Lelah?" tanyanya yang hanya dibalas dengan anggukan manja dan pelukan hangat Luhan.
Sehun balik memeluknya. Melingkarkan lengan kokohnya pada pinggang manis Luhan secara posesif.
"Ini hanya bonus, Oh Sehun sayang." Luhan menggapai bibir Sehun, ciuman dengan sedikit gigitan.
Sehun menautkan alisnya saat ciuman itu terlepas. Tatapan mereka bertemu saat Luhan mendongak mencari wajah kekasihnya.
Luhan tertawa kecil melihat wajah Sehun.
"Ya, hanya bonus karena aku tidak suka kau berduaan dengan Kai dan menghiraukanku—" Luhan mempoutkan bibirnya, ia membuat pola abstrak dengan jarinya pada dada bidang sehun, "—lagi pula aku ingin membuktikan ucapanmu, dan ya penismu memang bertambah besar, Sayang. Tapi hukumanmu masih tetap menanti." Luhan mengigit dagu Sehun gemas.
Sehun mendengus dan tersenyum.
"Apapun katamu, Princess—" kata-kata itu terlontarkan oleh suara sexy Oh Sehun tepat di telinganya.
"Tapi..."
"Hm?" Sehun merapihkan poni Luhan yang sedikit basah terkena keringat.
"Uhhhh..." Tiba-tiba ia memejamkan matanya dan melenguh.
Luhan mengetatkan lubangnya dengan sekuat tenaga, "ronde selanjutnya?"
.
.
.
.
.
TBC atau Discontinued?
.
.
P/S: sowwrrryyyy cuma segini~~ mr.S sih bilang ini macem pwp gitu ._. well yang penting hawwt ya ngga? wkwkw eh tapi gak begitu hawwt sih gue bahkan disuruh nambahin part desahan/? -.- ini udah ditambahin loh ya delu4selu pfftt~
P/SS: curhat dikit gapapa ya? sesama kpopers gausah fanwar lah ya? gue agak tersinggung sih wkw maklum gue tipekal org yang baperan (bawa perasaan) tapi emg salah gue juga yg mulai~~
first! gatau ini cuma perasaan gue aja apa gimana, yg jelas gue gak pernah numpuk credit kpopmeme hawhawhaw~~ itu asli beneran bikinan gue sendiri, emg sih salah gue nyindir org, kpopers, yg menurut gue sedikit... lebay? buat yg penasaran bisa cek insta gue~~ gak juga gpp cuma curcol~~
second! gue pengen tau knp sone, dan pendukung krislu diluar indo malah pengen chanyeol mati? sumpah gue kaget ada hashtag #EXOLWantChanyeolDead sama #SaveChanyeol-.- maklum semenjak mulai kuliah udah jarang fangirling lagi, kudet banget. gue cuma penasaran ada apa sm hashtag itu bukan malah pengen chanyeol mati.
third! agak kecewa aja sm seseorang, kenalan lewat pm, minta folback insta eh dia malah unfol. gue baper sampe seharian, badmood, sempet kepikiran buat vakum dari dunia ff garagara itu, bahkan gue sempet mikir "apa gue apus aja semua ff gue kaya delu4selu". maaf ya semuanya sudah mengecewakan~~ thanks buat dedek delu4selu yang selalu nyemangatin akyuuu~~ kakak reselusi yg suka ngasih ide bejat tambahan, mr.S selaku ibu editor yg lagi sibuk sibuknya kuliah skrg~~ juga buat semua reader yg nyempetin buat review ataupun cuma baca. thanks yaaaa~~
anyways...
REVIEW!
