Title: Fake Status

Main pairing: Jongin, Sehun (girl)

Rated: T

Warning: typo, ooc, GS

Mind to Review, No bash

Please be a good reader


Sehun memegangi kepalanya yang terasa ditindih sebuah ton baja. Ia memejamkan matanya erat, dan tak ingin membukanya lagi kalau ia bisa. Karena saat ia membuka mata, ia akan melihat si manusia dekil yang meminta ia menjadi "istirinya" itu.

"Sehun, kau tak apa-apa?" Jongin tampak khawatir melihat Sehun yang tiba-tiba melakukan "meditasi diri", diam di tempat sambil memejamkan mata.

Sehun yang mendengar nada kekhawatiran Jongin, tak langsung menjawabnya. Ia semakin memejamkan matanya lebih erat. Suara Jongin tadi membuat kepalanya semakin berdenyut, beton di kepalanya masih enggan untuk pindah tempat. Sehun tetap sibuk dengan "meditasi dirinya".

Tak juga mendapatkan jawaban yang memuaskan, Jongin kemudian memegang pundak Sehun dan mengguncang tubuhnya. Bermaksud mengembalikan nyawa Sehun yang sedang cuti dari raga si pemilik, pikir Jongin.

"Sehun, sadarlah! Belum saatnya kau pergi, aku masih butuh bantuanmu, sayang!"

Entah Jongin memang berniat mengembalikan kesadaran Sehun dari shock terapy yang ia dapatkan tadi atau malah membuat Sehun makin kehilangan kendali emosinya, si pemuda tan itu malah menambahkan embel-embel kata "sayang" di akhir kalimat. Dan itu sukses membuat Sehun sadar sepenuhnya.

BUGGHH..!

Sehun untuk yang kedua kalinya melayangkan kepalan tangannya ke kepala Jongin.

"Berani kau mengatakan sayang lagi, akan ku jatuhkan kau dari lantai lima ini!" mata Sehun seakan mau keluar saat mengatakannya.

"Aww.. sakitt Sehun! Jangan kau praktekkan teknik wushu yang kau pelajari dari kakakmu padaku. Aku hanya ingin berbaik hati menyadarkanmu, malah kau pukul. Dan kata-kata sayang tadi itu sebagai bahan latihan kita sebelum menjadi pasangan suami-istri virtual nantinya." Jongin hanya bisa mengusap-usap daerah tempat sasaran Sehun melayangkan pukulannya.

"Apa kau bilang?! Memangnya kita akan mengikuti acara We Got Married, huh? Kau yakin sekali aku akan menyetujui kesepakatan sepihak yang kau buat itu." Sehun mendengus kesal.

"Jadi kau masih ragu untuk membantuku? Apa perlu ku singgung lagi?" Jongin berkata dengan penuh percaya diri.

"Memangnya apa?" balas Sehun, tak mau digertak.

"Sepertinya Kanada benar-benar merindukan kepulanganmu, Sehun-ah…" tak ada keraguan dalam kalimat yang Jongin lontarkan.

Sehun membeku untuk sepersekian detik. Bila ia sudah mendengar negara itu, Sehun benar-benar harus memeras otaknya untuk berpikir ulang. Jongin ancaman terbesar dalam kehidupan damai yang sudah Sehun dapatkan di Korea selama beberapa tahun terakhir ini.

"Argghhhh… Kim Jongin! Kau benar-benar sudah gila, dan kau juga sekarang ingin menyeretku dalam kegilaanmu. Kau pikir permintaanmu itu mudah apa? Itu bisa berdampak pada kelanjutan karirku, kau tahu kan?" ucap Sehun geram.

"Sehun, ini akan menjadi ra-ha-sia." Si hitam pesek berkata dengan santainya

"Kau tahu kan, aku ini seorang model. Meskipun aku belum menjadi top model dunia, tapi wajahku sudah banyak muncul di berbagai majalah dan cf, banyak orang yang sudah mengenalku. Bahkan followerku di berbagai media sosial sudah mencapai puluhan ribu. Hal seperti ini bisa menghambat karirku"

"Kau mau pamer ya? Kan followermu belum sampai jutaan, jadi tenang saja"

BUGHH!

Sehun kembali melayangkan tangan indahnya tepat mendarat di kepala Jongin.

"Yahh… kau sudah gila ya, kalau kau memukulku terus aku bisa masuk rumah sakit. Yang ada kau akan masuk berita karena telah melakukan KDRT pada 'suamimu' sendiri"

Jongin melakukan pembelaan irrasionalnya.

"Kau yang gila, Kkamjongg…!"

Habis sudah kesabaran Sehun, kedua tangannya kemudian menjambak rambut dark brown milik Jongin.

Sudah dapat dipastikan, pembicaraan "4 mata" mereka gagal seketika, hasil akhirnya adalah keributan di studio pemotretan.

=.=

=.=

Aksi "jambak rambut Jongin" berakhir setelah Suho dan Luna melerai mereka berdua. Tapi kalau dilihat keadaan sebenarnya, ini sih aksi pem-bullyan terhadap Jongin. Dia satu-satunya korban, dengan beberapa cedera di sekujur tubuh. Jangan remehkan Sehun, bila ia sedang emosi, kekuatannya bisa menyamai Bruce Lee.

Sekarang mereka berempat sudah berada di dalam mobil van milik Sehun.

Jongin duduk disamping "pak supir" yang merangkap sebagai manager Sehun yaitu Suho, sedangkan Sehun duduk dibelakang Suho bersama Luna. Posisi duduk yang sudah direncanakan itu supaya menimalisir Sehun melakukan tindak kekerasan lagi, itu bahaya untuk posisinya sebagai seorang model yang sedang menapaki karir.

"Kalian ini ada masalah apa? Kalian kan sudah dewasa, kenapa harus pakai kekerasan untuk menyelesaikan masalah?" ini suara Suho sebagai orang yang paling tua.

"Hyung… Sehun harus direhabilitasi, ia tidak pandai mengontrol emosinya, lihat luka-luka di tubuh atletisku ini" ucapan Jongin mendapatkan deathglare mematikan dari Sehun.

"Kalau Sehun menjambakmu pasti ada alasannya. Apa kau mendapat pelecehan dari Jongin, Sehun-ah?" Suho berbalik menatap Sehun dengan agak kesulitan karena posisi Sehun yang duduk dibelakangnya.

"Yahh, hyung.. Aku tidak melakukan hal seperti itu" Jongin menyuarakan protes keras.

"Kalau Jongin melakukannya, pasti ia sudah tak bernyawa sekarang, yang ada Sehun masuk penjara, karena tuduhan pembunuhan berencana" ini suara Luna, yang ditanggapi anggukan Suho.

"Apa ini masalah klasik Sehun-ah? Dia mau pinjam apalagi? Tidak biasanya kau harus menjambak rambut Jongin." Sepertinya Suho sedikit menemukan titik temu permasalahan.

"Dia memintaku untuk menjadi istrinya" jawaban Sehun memang singkat, tapi efeknya besar sekali untuk Suho dan Luna, mereka berdua membuka lebar-lebar mata dan mulut, tak percaya dengan yang baru saja didengar.

"Jongin, kau ini seperti pungguk merindukan bulan" perkataan Suho dihadiahi tawa oleh Luna, dan pout dari Jongin.

"Memangnya aku tidak berpotensi untuk menjadi suami Sehun?"

Luna sudah siap-siap memegangi Sehun yang akan melayangkan tinjunya ke wajah Jongin.

"Kau ini lebih berpotensi untuk masuk penjara karena tak mampu membayar hutang" terdengar tawa kemenangan Sehun setelah ia mendapat pembelaan dari managernya sendiri.

"Yah hyung.. hutang-hutangku pada Sehun sudah kubayar lunas" Jongin harus melakukan pembelaan diri, tidak mau nama baiknya tercemar, padahal sih memang sudah tidak bersih.

"Kau masih berani menjadikan Sehun istrimu, padahal kau saja tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupmu sendiri"

"Yah, hyung.. Aishhh, bagaimana ini menjelaskannya?" Jongin frustasi sendiri.

"Ini tidak seperti yang kalian bayangkan. Dia tak sungguh-sungguh memintaku menjadi istrinya, hanya saja dia memintaku berpura-pura menjadi istrinya"

"Eh, apa maksudnya ini? aku sama sekali tidak mengerti apa yang kalian katakan." Luna tampak bingung.

"Sudahlah, aku juga tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Lebih baik kalian selesaikan masalah ini di lain waktu. Aku akan mengantarkan kau pulang Jongin. Sekarang kau numpang hidup dimana? Cepat beri tahu alamatnya."

"Yahh.. hyung! Jangan memojokkan aku terusss…"

=.=

=.=

Sesampainya di rumah, Sehun langsung menuju kamar tidurnya, ia kemudian melemparkan badannya sendiri ke atas spring bed super empuk miliknya. Ia pejamkan matanya erat, mencoba melupakan masalah yang menderanya hari ini.

Terlintas dalam otaknya 'sekelebat' makhluk bernama Jongin, ia kemudian segera membuka matanya lebar-lebar dan menggertak sebal. Daripada ia harus capek-capek memikirkan makhluk tak tahu malu itu, lebih baik ia berendam. Kegiatan relaksasi yang membuat ia sedikit melupakan masalahnya.

Sebelum berendam, ia masih sempat membawa telfon nirkabelnya ke dalam kamar mandi. Selagi asik berendam, ia mengambil telfon yang tadi ia bawa, dan memencet nomer telepon yang sudah ia hafal betul di luar kepala.

"Chanyeol oppa.. neomu bogoshippoyeoo" suara Sehun manja mengalun dengan merdu.

Mereka kemudian ber- lovey dovey ria walau hanya via telefon. Tangan kiri Sehun memainkan busa yang menyelimuti tubuhnya, tangan kanannya memegang telefon dan senyum sumringahnya terpampang jelas. Sehun sedang bahagia.

"Oppa, kau ada waktu malam ini? Bagaimana kalau makan malam di rumahku?" rupanya ini adalah sebuah ajakan kencan.

"…"

"Baiklah, pukul tujuh kau sudah harus tiba. Tak ada kata terlambat atau kau akan mendapat hukuman."

Sehun berucap seimut mungkin dan… sedikit sensual. Entahlah apa motif model cantik ini, kemudian tawa kecil menggema, dan tak lama setelah itu sambungan telfon diputus Sehun.

Ia segera menyelesaikan acara berendamnya, membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk 'gala dinner' nanti malam.

=.=

=.=

Sehun sudah siap, sequin clubbing dress hanya menutupi sebagaian tubuhnya yang bak gitar spanyol. Ketat, mini dan seksi. Jangan lupakan belahan dadanya yang cukup kentara. Rambut panjang berwarna coklat kemerahan miliknya dibiarkan menjuntai indah.

Hanya satu yang kurang, pasangannya yang belum datang.

Ting tong… (suara bel berbunyi)

Tak butuh waktu lama untuk Sehun menuju pintu masuk, siap menyambut kedatangan sang pujaan hati. Karena ia yang begitu senang dan terburu-buru ingin melihat wajah sang kekasih, ia tak sempat mengecek layar monitor kedatangan tamu sebelum ia membukakan pintu.

Cklek.. (suara pintu terbuka)

Oke, ini bukan tamu yang dinanti Sehun. Tamu tak diundang ini mungkin lebih pantas disebut hidangan makan malam Sehun. Gadis ini benar-benar ingin menyantap orang yang kini berdiri tepat dihadapannya.

"MAU APA LAGI KAU KIM JONGIN"

Itu suara geraman Sehun yang lebih terdengar seperti auman singa lapar. Dan Jongin hanya menjawab dengan cengiran khasnya. Bersiaplah, pertunjukkan sirkus akan segera dimulai bila keadaannya seperti ini.

Apakah Jongin akan mengacaukan acara makan malam Sehun bersama Chanyeol? Sehun harus lebih banyak bersabar sepertinya.

TO

BE

CONTINUED


Yuhuu.. akhirnya update. Kecepetan gak nih updatenya? wkwkwk
As always,
SPECIAL THANKS buat yang udah review.

Kalian tau kan, para author merasa sangat dihargai bila hasil karyanya tak hanya dibaca namun juga di review. Review kalian adalah penyemangat para author untuk melanjutkan cerita (curhat dikit).

Saya seneng banget baca beberapa review yang panjang-panjang. Penyemangat banget tuh.

Saya kepinginnya sih chap 2 ini reviewnya nyampe 50, itu cuma keinginan saya lho.

Trima kritik dan saran juga. Oke oke… maafkan saya yang banyak pinginnya ini.

Pingin nyapa yg udah review di chap sebelumnya dulu :

( Michelle Jung )

Ni dah dilanjut. Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( VelanditaSelly )

Ni dah dilanjut. Makasih reviewnya, keep review ya… xD

(izz sweetcity )

iya, disini chanhun ada hubungan. Oke.. makasiih bgt lho bwt reviewnya. Keep review ya xD

( daddykaimommysehun )

ayoo bantu si sehun nabok jongin, hahah.. kita lihat saja nasib jongin di chap selanjutnya XD seneng bgt baca review dari kamu Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( Istrinya Sehun Bininya Kai )

Alasannya masih blom muncul di chap ini, chap selanjutnya kayaknya baru ada, :D Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( dia luhane)

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( Nagisa Kitagawa )

Iyaa ini KaiHun, GS bwt Sehun Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( suho wu )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( blerry Kim )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

(Kim KaiHun )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( ohhhrika )

seneng baca review kamuu, :D Ini ff nya blom di hapus kok. Sehun serba cantik di ff ini heheh.. Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( sehunskai )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( BaixianGurls )

Jongin emang malu2in nih disini, xD Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( park minggi )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( Kaichahun )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( mrblackJ )

Sehun harus banyak bersabar xD Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( utsukushii02 )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( milkteamilk )

ayo siapa yg mau pinjem sehun xD Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( urikaihun )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( Hunnihun )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( luhanhan8 )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( levy c fiverz )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

( asmayae )

Makasih reviewnya, keep review ya… xD

See you in next chap

Thankyou