In Time [Chapter 1]

Author : Vitamin

Main Cast : - Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Do Kyungsoo-ah

Kim Jongin

Genre : Kalian tebak sendiri yah

Leght : 15 keatas(?)

Note : Hai~ Author Vitamin here! membawa kan FF ChanBaek, bagi yang nge-ship ChanBaek angkat kaki(?).

Untuk FF ini mungkin kalian akan bingung tapi kalo bingung baca kembali aja, soalnya bakal banyak penjelasan tentang Hanbok kalo kalian gak ngerti cari aja di Internet atau datang ke FB aku (Ainun Nur Maulidha) situ udah dijelasin dengan gambar, saya juga sebenernya cukup bingung dengan penjelasan-penjelasan itu tapi yah lama-lama juga ngerti.

Saran : Kalian denger lagu OST K-Drama yang tema nya waktu zaman Joseon gitu biar suasana nya dapet.

Happy Reading ~~~

Musim dingin telah berganti menjadi musim semi, walau angin kencang masih berhembus membelai dahan-dahan pohon. Daun-daun yang menguning lalu berguguran sekarang kembali tumbuh dan menghiasi awal musim semi.

Masyarakat mulai sibuk kembali dengan pekerjaan mereka. Tak terkecuali dengan lelaki tinggi dengan Hanbok, Baji putih serta Dapho berwarna putih dan Sokgui berwarna biru cerah mengikuti hari awal musim semi yang indah. Senyum nya tak lepas dari wajah nya membuat beberapa wanita yang lewat tak bisa mengalihkan perhatian nya kepada lelaki itu.

Dengan santai nya ia terus berjalan, menikmati hari yang sangat indah. Tangan nya terlipat kebelakang membuat kesan yang menawan untuknya. Melewati rerumputan yang mulai tumbuh hijau.

Langkah lelaki itu terhenti saat mencapai puncak bukit, lalu ia duduk. Dilepaskan nya Gat nya menyiksakan Manggeon yang terikat dikepala nyalalu ia berbaring diatas rumput yang dinaungi oleh pohon yang cukup besar.

"Hah! Awal musim semi memang yang paling terbaik" ucap lelaki itu senang. Mata nya terpenjam menikmati hembusan angin yang menerpa wajah rupawan nya.

Angin seakan menggoda wajah nya membeli wajah rupawan itu, lelaki itu begitu menikmati angin yang menerpa wajah nya.

PUK

Mata lelaki itu terbuka saat merasakan seseorang menepuk pundak nya. Saat terbuka, mata nya langsung disuguhi oleh cengiran seseorang. Lelaki tinggi itu berdecak kesal acara nya 'mari-menikmati-hembusan-angin' diganggu oleh seseorang.

"Kau datang di waktu yang tidak tepat" gerutu lelaki tinggi itu, sedangkah lelaki satunya hanya memberikan cengiran lebar membuatnya terlihat sangat tampan.

"Maafkan aku, Chanyeol Hyung" sesal lelaki itu, lalu ikut mengambil duduk disebelah Chanyeol yang masih berbaring diatas rumput.

"Ada hal apa hingga kau mencariku kemari?" tanya Chanyeol yang kembali memejamkan mata nya. ia kembali menikmati angin yang berhembus yang sedikit bisa menghilangkan penat nya.

"Tanpa basa-basi, huh?" lelaki itu mendengus "Lusa nanti, kita diundang bermain sepak bola dengan Yang Mulia Putera Mahkota" ucap Jongin langsung membuat Chanyeol terduduk, lalu berdecak kesal.

"Untuk apa Yang Mulia Putera Mahkota kembali mengundang kita bermain sepak bola? Apakah Yang Mulia ingin melihat lagi kekalahan nya seperti saat itu?" gerutu Chanyeol kesal.

Yah, memang dulu Putera Mahkota pernah mengajak Chanyeol yang saat itu masih Sekolah di Sungkyunkwan. Kubu Chanyeol berhasil mengalahkan Kubu Putera Mahkota yang banyak dibilang susah untuk dikalahkan namun Kubu Chanyeol berhasil mengalahkan nya.

Dimulai dari situlah Chanyeol dan Putera Mahkota menjadi teman, walau memang Putera Mahkota melihat ketidak sukaan Chanyeol terhadap nya, dan ia tahu mengapa Chanyeol seperti itu. Dirinya cukup mengerti pribadi Chanyeol.

"Kau ini, Hyung, jaga ucapan mu. Lagipula sudah lama kita tidak bermain sepak bola, kita terlalu sibuk di Biro" Mata Jongin menerawang "Dan sepertinya Yang Mulia menyukai mu bahkan ia tak segan-segan memuji mu didepan Yang Mulia Raja" jelas Jongin yang fokus kedepan memperlihatkan aktivitas di Negeri Joseon.

Chanyeol terdiam "Aku hanya tak suka hal yang berbau Kerajaan" guman Chanyeol.

Jongin terdiam mendengar ucapan Chanyeol, tak lama wajah nya berubah sedih.

"Aku sudah cukup sakit hati dengan kejadian saat itu yang akhirnya membuat ku harus bekerja di Biro Militer" lanjut Chanyeol.

Chanyeol dan Jongin terdiam, mereka saling sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Masih sangat segar dalam ingatan Chanyeol saat ia baru saja menyelesaikan Sekolah nya di Sungkyunkwan. Saat itu penderitaan bagi masyarakat, pemungutan pajak yang sangat tinggi begitu mencekik rakyat.

Semua itu dilakukan oleh para pejabat tinggi di Kerajaan. Karena Chanyeol memang anak yang aktif, ia selalu berkeliling pasar ataupun daerah rumah nya. Ia yang saat itu sedang dalam perjalan kebukit dikagetkan dengan suara ribut dirumah seseorang.

Lalu ia mengintip ditembok setinggi kepala nya dan mata nya membulat melihat Para Prajurit yang dengan kejam nya memarahi dan mengobrak-abrik seisi rumah. Wanita itu dan yang diyakini Chanyeol itu suami nya hanya bisa terduduk menunduk tak berani melawan para Prajurit.

Setelah Para Prajurit itu pergi Chanyeol segera menghampiri sepasang suami-istri itu.

Chanyeol terdiam saat dipintu masuk, keadaan yang begitu berantakan menggetarkan hatinya.

"Maaf atas kelancangan ku, tapi apa yang terjadi?" ucap Chanyeol hati-hati. Sepasang suami-istri itu hanya menatap Chanyeol dengan tatapan sendu dan menyedihkan.

"Mereka adalah pemungut pajak. Kenapa Raja sangat kejam kepada kita? Pajak sangat tinggi dan jika tidak dibayar, kita semua akan disiksa" ucap lelaki itu, Chanyeol hanya terdiam lalu rahang nya mengeras.

"Untuk makan pun kami susah dan kini kami dibebani pajak yang tinggi, bagaimana kami bisa membayar nya? Lebih baik aku mati saja!" kini sang wanita bersuara sambil menangis terisak.

Chanyeol menatap sedih mereka, ia memikirkan bagaimana jika kedua orangtua nya seperti itu? Lalu jemari Chanyeol mengambil beberapa koin uang yang berada di lengan Sokgui nya, setelah dirasa cukup ia memberikan uang itu kepada sepasang suami-istri itu.

"Ini, ambilah" ucap Chanyeol, sepasang suami-istri itu memandang Chanyeol bingung.

"Apa maksudmu, Tuan?" tanya bingung sang lelaki, Chanyeol tersenyum lalu mengambil lengan lelaki itu dan meletakan uang koin itu ditelapak tangan nya.

"Belilah untuk kebutuhan kalian, semoga uang ini cukup untuk makan kalian" kata Chanyeol lembut sambil tersenyum kepada kedua orang itu.

"A-apa?" sang wanita yang terdiam terkejut.

"Ya, ambilah uang ini"

"Terima kasih, terima kasih, Tuan" mereka berdua bersujud dikaki Chanyeol, namun Chanyeol segera mencegah nya. Ia tak suka diperlakukan seperti itu.

"Tidak, jangan melakukan itu. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan"

Sepasang suami-istri itu menangis menatap Chanyeol. Setelah itu Chanyeol pamit pergi, di dalam hati nya ia geram dengan perlakuan pejabat Kerajaan. Ia memang tahu tabiat Para Pejabat Kerajaan, Ayah nya selalu menceritakan kelakuan Pejabat-Pejabat rendahan itu. Dan ia yakin ini pasti ulah mereka.

Keluarga nya memang cerdas dalam bidang politik namun mereka tak pernah mau berpartisipasi dalam kegiatan politik Kerajaan. Menurut mereka poilitik Kerajaan kejam, mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan tertinggi bahkan untuk membunuh orang yang tak bersalah pun mereka akan melakukan nya.

Chanyeol segera memberitau kan hal ini kepada Ayah nya, dan reaksi nya pun sama. Ayah Chanyeol memang sudah geram dengan kelakuan Para Pejabat Kerajaan yang semena-mena. Akhirnya Changmin -Ayah Chanyeol- memerintahkan Chanyeol untuk menyelidiki siapa pelaku dibalik semua ini?

Chanyeol pun mengiyakan perintah Ayah nya, dengan bantuan Jongin mereka mengumpulkan bukti-bukti. Dari mulai mengintrogasi salah satu pemungut pajak hingga akhirnya mereka meminta bantuan kepada hoobae nya di Sungkyunkwan tentang pejabat di Kerajaan.

Ternyata pelaku nya adalah Menteri dari kubu Barat, yaitu Menteri Yoon. Setelah cukup bukti mereka memberikan bukti-bukti itu kepada Kepoilisian Kerajaan. Raja pun yang mendengar itu marah besar kepada bawahan nya.

Dengan tindakan Chanyeol dan Jongin mereka diundang ke Kerajaan. Dengan pakaian Dalleyong dan Samo, pakaian dan atribut ini khusus jika ingin bertemu Raja. Tidak sembarangan orang dan pakaian jika bertemu dengan Raja Joseon.

Mereka berbincang-bincang dan Raja Lee Hwon cukup kagum dengan dua anak lelaki dihadapan nya ini, dirinya cukup lihai melihat sifat dan keahlian seseorang hingga akhirnya Raja Lee Hwon menawari Chanyeol dan Jongin untuk masuk Biro Kepolisian, namun Chanyeol dan Jongin menolak.

*Anggap Raja Lee Hwon nya Kim Soo Hyun, dan sifat nya kaya di K-Drama The Moon Embraces The Sun*

"Kenapa kalian menolak?" tanya Sang Raja. Chanyeol dan Jongin menunduk dalam.

"Maafkan kami, Yang Mulia Raja. Tetapi kami tidak pernah tertarik dalam pekerjaan ini" jawab Chanyeol sopan namun tegas.

Raja Lee Hwon terdiam "Bisa kau berikan alasan kenapa kalian tidak tertarik? Melihat dari yang kalian lakukan itu cukup bagus, mencebloskan seorang Menteri kedalam penjara adalah perlakuan yang sangat berani"

Chanyeol dan Jongin kini yang terdiam.

"Maaf atas kelancangan hamba, Yang Mulia Raja. Ayah hamba selalu memberitau bahwa janganlah sekalipun hamba ikut dalam Politik Kerajaan, karena mereka akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan nya dan mencebloskan ke seorang Menteri kedalam penjara itu pantas untuk mereka yang melakukan kesalahan apalagi itu bersangkutan dengan rakyat. Itu lah yang Ayah hamba ajarkan" jelas Chanyeol panjang lebar sukses membuat Raja Lee Hwon terkejut.

Raja Lee Hwon menatap intens Chanyeol "Ayah mu memberitau mu seperti itu?" tanya nya dengan alis terangkat satu "Bisa berikan apa maksud Ayah mu itu?

"Ayah hamba cukup tahu dengan semua permainan Politik Kerajaan. Mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan tertinggi bahkan untuk membunuh orang yang tak bersalah pun mereka akan melakukan nya" tutur Chanyeol.

Raja Lee Hwon kembali terkejut dengan ucapan Chanyeol. Jongin yang mengetahui Chanyeol yang sudah ia anggap sebagai kakak nya sendiri pun sudah bicara terlalu jauh meminta maaf.

"Maafkan dengan ucapan kami, Yang Mulia Raja. Kami pantas mendapatkan hukuman" ucap Jongin menunduk dalam, sedangkan Chanyeol hanya terdiam kaget dengan ucapan nya sendiri. Ia baru menyadari dengan ucapan nya dan lawan bicara itu siapa.

Hey, itu adalah Raja Lee Hwon. Seorang pemimpin di Joseon, mengapa kau begitu berani nya mengucapkan hal seperti itu kepada sang Raja. Mengomentari anak bawahan nya.

Raja Lee Hwon yang terdiam lalu tersenyum. Ya, aku bisa mengerti. Ucapan mu benar, pikir Sang Raja.

Raja Lee Hwon meminum teh nya dengan pelan "Apa yang kau katakan memang benar, bahkan aku pun mengakui nya" balas Raja. Chanyeol dan Jongin kini yang terkejut. Heol~ hari ini kau selamat Park Chanyeol.

"Maaf atas ucapan ku, Yang Mulia. Tolong hukum saya" Chanyeol bersujud, ia menggerutu atas ucapan nya. Bagaimana ia tidak bisa mengontrol perkataan nya, ia memang selalu tak bisa menahan emosi jika bersangkutan dengan hal yang sangat ia tak suka.

Raja Lee Hwon hanya tersenyum maklum "Tidak apa-apa. Lalu, bisakah kau beritau aku kenapa Ayah mu membeitau kan hal itu kepadamu?" lanjut sang Raja yang penasaran kepada Ayah lelaki tinggi dihadapan nya ini.

Chanyeol terdiam dengan wajah sedih lalu menatap dalam Jongin, dan Jongin seakan mengerti akan tatapan Chanyeol mengangguk pelan.

"Pejabat Kim, adalah rekan dekat Ayah hamba. Mereka sudah dekat saat mereka masih menuntut ilmu" ucapan Chanyeol membuat Raja terkejut.

"Apa? Pejabat Kim?" Chanyeol mengangguk.

"Ya, dia adalah ayah dari Kim Jongin. Anak yang disebelah saya"

Raja lalu menatap kepada Jongin, dan terkejut melihat Jongin yang memang mirip dengan Pejabat Kim "Benarkah itu?" tanya Raja Lee Hwon, Jongin mengangguk pelan. Raja terdiam sambil memejamkan mata sebentar.

"Paman Kim sudah saya anggap sebagai Paman hamba sendiri. Keluarga kami sangat dekat, dan kami pun bahagia saat mendengar Paman Kim menduduki jabatan di Kerajaan, karna itulah mimpi nya. Paman Kim menjalankan peran nya dengan sangat baik untuk rakyat" napas Chanyeol tercekat, ia benar-benar tak kuat untuk menceritakan nya.

"Ya, Kau benar, Pejabat Kim memang menjalankan tugas nya dengan sangat baik dan aku pun terkejut saat mendengar dia meninggal dunia. Lelaki itu adalah lelaki yang bertanggung jawab" Raja melirik kearah Jongin yang menunduk "Kau harus bangga kepada Ayah mu" Raja tersenyum.

Jongin yang mendengar ucapan Raja pun mendongkak lalu mengangguk pelan.

"Ya, dia adalah lelaki yang sangat bertanggung jawab. Kami semua pun sangat terkejut mendengar bahwa Paman Kim telah meninggal, Ayah pun sangat terpukul sahabat baik nya telah pergi meninggalkan nya" lanjut Chanyeol.

"Namun, Ayah mencium kejanggalan dalam kematian Paman Kim. Dikatakan bahwa Paman Kim meninggal karna bunuh diri, namun Ayah tahu, tidak mungkin sahabat nya melakukan hal itu. Dengan cepat Ayah melakukan menyelidikan dan ia berhasil mengetahui siapa pelaku pembunuhan itu" jawab Chanyeol lirih, kepala nya menunduk sedih.

Raja Lee Hwon tertegun mendengar cerita Chanyeol. Ia sendiri tidak tahu penyebab kematian Pejabat Kim padahal dirinya cukup senang dengan pekerjaan Pejabat Kim, karna itu lah Raja kadang mengundang Pejabat Kim berminum teh.

"Ayah mu mengetahui pelaku itu, lalu siapakah pelaku nya?" tanya Raja penasaran.

Mata Chanyeol menggelap mengingat pelaku pembunuh Paman Kim, Jongin yang mengetahui Chanyeol yang mulai menegang pun menepuk punggung tangan Chanyeol membuat sang empu nya langsung tersadar.

Chanyeol terdiam, menimbang jawaban yang harus ia katakana namun ingatan nya kembali kepada Ayah Jongin. Dirinya dan Ayah Jongin memang sangat dekat, mereka kadang suka berbincang dan saling bertukar pikiran atau bermain catur Janggi.

Setelah ditimbang akhirnya Chanyeol bersuara "Pejabat Hong" desis Chanyeol marah menyebutkan nama itu.

Raja benar-benar terus mendapatkan kejutan dari dua orang dihadapan nya. Dirinya benar-benar terkejut, bagaimana Chanyeol bisa mengetahui hal ini?

"Paman Kim saat itu memergoki Pejabat Hong yang melihat hasil pemungutan pajak rakyat. Lalu, Menteri Hong membawa pergi uang itu, Paman Kim yang kesal dengan perbuatan Menteri Hong segera pergi ke Biro Kepolisian untuk melaporkan nya"

"Namun, keberadaan Paman Kim diketahui oleh anak buah Pejabat Hong lalu membunuh nya dan mengarang cerita bahwa Paman Kim bunuh diri"

Chanyeol terdiam mengingat semua itu. Jongin pun sudah ingin menangis mengingat mendiang Ayah nya yang sangat ia sayangi. Ayah nya yang begitu tegas dan penyayang, dirinya pun ingin seperti Ayahnya yang luar biasa.

Chanyeol merasa senang dan bangga setelah mendengar bahwa Pejabat Hong ditangkap dengan kasus korupsi dan dihukum mati, dan semua itu perbuatan Changmin –Ayah Chanyeol- yang memang mencari bukti-bukti lalu menjebak Menteri Jang dan akhirnya tertangkap.

_ChanBaek_

Chanyeol sedang berjalan santai mengitari pasar, inilah kebiasaan nya jika tak ada hal yang ia lakukan ia akan mengitari pasar melihat keadaan pasar dan rakyat. Jika terjadi masalah ia dan Prajurit nya akan cepat membereskan nya.

Raja Lee Hwon pun senang dengan hasil kerja Chanyeol yang bagus, maka dari itu dia diberikan pangkat yang tinggi di Biro Militer, memang pekerjaan Chanyeol fokus dalam bidang medan perang dan keamanan negara namun sebenarnya itu hanya kedok semata, ia menjadi mata-mata Raja Lee Hwon.

Chanyeol yang sedang asik menikmati suasana ramai pasar terkejut saat dirinya bertabrakan dengan seseorang. Orang yang menabrak nya terjatuh duduk ditanah dengan beberapa Hanji berterbaran di samping tubuhnya, Chanyeol memperhatikan orang itu.

Tubuhnya mungil dan ia memakai Hakjangui. Dia mahasiswa di Sungkyunkwan?

"Maafkan aku, maafkan aku" orang itu membungkuk beberapa kali setelah membereskan Hanji yang ia baru beli di toko kertas, Chanyeol pun tersadar dalam lamunan nya.

"Ah iya, tidak apa-apa. Aku juga minta maaf karna aku pun tidak sengaja menabrak mu" balas Chanyeol. Lalu orang itu mendongkak kan kepala nya, Chanyeol langsung terdiam seketika melihat wajah itu.

Orang itu tersenyum malu "Aku sedang terburu-buru jadi aku tidak memperhatikan jalan. Sekali lagi, maafkan aku" dia membungkuk sekali lagi, namun Chanyeol tetap mematung.

Orang itu hanya menatap Chanyeol bingung sekaligus risih juga dilihat seperti itu oleh lelaki tinggi dihadapan nya. Bagaimana tidak risih, mata membulat terkejut serta mulut yang terbuka sedikit seakan dia sehabis melihat hantu.

"Apakah anda tidak apa-apa? Apakah ada yang terluka saat aku menabrakmu?" tanya si mungil khawatir melihat Chanyeol yang sama sekali tidak bergerak.

Si mungil tetap menunggu jawaban Chanyeol namun tak ada suara sedikit pun keluar dari bibir itu. Dengan kesal si mungil berteriak "HEY!" seru nya kesal.

Chanyeol tersadar lalu mengerjapkan mata nya beberapa kali "Oh, ya? Kau berbicara apa?" ucap Chanyeol bingung, membuat si mungil menggeram kesal. Berarti ucapan nya dari tadi tidak di simak oleh lelaki tinggi ini.

"Kau tidak apa-apa? Daritadi aku bertanya kau tidak menjawabku" kata si mungil kesal, Chanyeol pun yang mengerti atas kebodohan nya pun hanya tersenyum malu.

"Maafkan aku, tadi aku sedang berpikir tentang seseorang" balas Chanyeol , dalam hati ia merutuki ucapan bodohnya, jelas-jelas dia sedang berpikir bagaimana bisa ada seorang lelaki manis seperti lelaki dihadapan nya ini?

Jarang sekali melihat lelaki manis, apalagi dia adalah siswa Sungkyunkwan yang rata-rata siswa nya tampan serta gagah namun lihatlah lelaki didepan nya mata yang sipit dan tentu nya jika ia tersenyum akan membentuk bulan sabit lalu kulit yang putih mulus tanpa cacat, dan hidung yang bangir, dan jangan lupakan bibir ranum nya yang tipis.

"Kau siswa Sungkyunkwan?" tanya Chanyeol dengan alis terangkat satu. Si mungil tersenyum mendengar pertanyaan Chanyeol.

"Ya, aku siswa Sungkyunkwang tingkat akhir" balas si mungil dengan nada ceria membuat Chanyeol tersenyum tipis.

"Oh, begitu. Baiklah, aku pamit pergi dan lain kali hati-hati lah jika sedang berjalan, terburu-buru boleh tapi lihat lah disekitar mu, mengerti?" nasihat Chanyeol dan dibalas anggukan cepat oleh si mungil.

Chanyeol kembali tersenyum lalu mulai melangkahkan kaki nya tetapi sebuah seruan membuat nya berhenti sejenak "Namaku Byun Baekhyun, kau?" seru si mungil bernama Baekhyun, Chanyeol tersenyum tampan lalu membalik kan tubuh nya "Aku Park Chanyeol" suara berat itu terdengar setelah itu ia melanjutkan jalan nya.

Baekhyun terus menatap punggung lebar Chanyeol, masih terbayang senyuman Chanyeol tadi yang begitu menawan dan suara beratnya yang menggelitik hati Baekhyun.

Baekhyun tersenyum kecil mengingat insiden kecil tadi, lalu ia pun bergegas pergi karna ia tidak mau dimarahi oleh sahabat nya yang sudah menunggu di rumah nya.

_ChanBaek_

"Kyungsoo-ah!" seru Baekhyun saat memasuki area rumah nya, seruan Baekhyun membuat para pekerja dirumah nya hanya menggeleng maklum dengan kelakuan Tuan nya yang memang seperti itu.

"Oh Baekhyun, biasakah kau tidak berteriak? Bagaimana orang lain merasa terganggu ? Suara mu itu cukup menganggu telinga" sembur Kyungsoo namun hanya dibalas cengiran lucu Baekhyun.

Kyungsoo dengan Sokgui berwarna putih tulang dan dipadukan dengan Jeogori berwarna ungu terang, dan dikening nya ia memakai Manggeon sedangkan rambutnya ia memakai Donggot.

"Maafkan aku, kau tahu bukan ini memang kebiasaan ku hehe" balas Baekhyun santai, Kyungsoo hanya memutar bola mata nya.

"Kenapa kau lama sekali? Tadi kau kemana saja?" tanya Kyungsoo, Baekhyun memasuki Sarangbang lalu duduk berhadapan dengan Kyungsoo.

"Maaf, tadi saat perjalanan pulang ada insiden kecil yang terjadi" cicit Baekhyun tersenyum tipis dan mulai membereskan Hanji yang ia bawa diatas meja. Kyungsoo pun membantu Baekhyun membereskan Hanji.

"Insiden kecil?" Baekhyun mengangguk. Tangan nya mengambil tempat tinta dan kuas.

"Cha, sekarang bantu aku mengerjakan tugas filsafat ini. Aku cukup pusing mempelajari nya dan kau kan sudah mengerti, aku ingin ini segera selesai lalu besok aku bisa menonton pertandingan sepak bola di sekolah"

"Oh, aku juga mendengar itu. Yang Mulia Putera Mahkota mengajak siswa Sungkyunkwan bertanding melawan senior mereka yang telah lulus" Baekhyun mengangguk sebagai jawaban, jemari nya mulai menuliskan beberapa huruf Hanja dengan kuas diatas kertas Hanji.

"Kyungsoo-ah, bisakah kau jelaskan ini? Ini cukup rumit" celetuk Baekhyun dengan wajah frustasi, Kyungsoo hanya tersenyum kecil melihat sahabat nya ini.

"Baiklah, Guru Do akan mengajarkan mu" ujar Kyungsoo bangga dan Baekhyun hanya mencibir.

_ChanBaek_

Hari pertandingan itupun dimulai, beberapa siswa Sungkyunkwang mulai memenuhi lapangan. Begitupun dengan Baekhyun dan Kyungsoo yang sudah siap ditempat nya.

Pertandingan ini sudah sering dilakukan oleh Putera Mahkota, ini hanya perayaan kecil untuk melepas penat para siswa dan tentu Putera Mahkota sendiri.

Para pemain sudah siap diposisi masing-masing, para siswa Sungkyunkwan mulai berteriak memberi dukungan untuk siswa Sungkyunkwan yang ikut bertanding di Kubu Putera Mahkota.

Hari ini pertandingan antara Putera Mahkota beserta Kubu nya dari Sungkyunkwan melawan Biro Militer yang di pimpin Chanyeol.

Kubu Putera Mahkota memakai Yangbok berwarna biru laut dan putih namun untuk Putera Mahkota memakai Yangbok berwarna biru dengan ornamen emblem naga emas dibagain tangan kiri-kanan serta dada dan punggung.

Sedangkan Kubu Chanyeol memakai Yangbok berwarna merah dan hitam, mereka semua melepaskan atribut yang biasa mereka pakai sehari-hari. Dipertandingan ini memperlihatkan sosok lain dari para pemain.

Dan! Pertandingan pun dimulai!

Suasana cukup riuh karena pertandingan begitu menegangkan dan sengit, kubu Putera Mahkota cukup diacungi jempol menurut Chanyeol karna ia sedikit kewalahan. Namun, kubu Chanyeol juga jangan diremehkan walau mereka sering bersahabat dengan pedang , medan perang dan penjahat, dalam hal olahraga mereka juga ahli.

Saat ini Chanyeol sedang menggiring bola, dirinya benar-benar fokus dan selalu berhasil mencegah musuh untuk menghalangi Chanyeol. Kubu Chanyeol pun memberi bantu dengan terus menjaga agar tak banyak yang mengganggu Chanyeol menggiring bola.

_ChanBaek_

"Woah! Kyungsoo-ah ini benar-benar pertandingan yang sengit, dua kubu ini benar-benar kuat" seru Baekhyun antusias, dirinya terus berteriak memberi dukungan kepada teman-teman nya.

Kyungsoo mengangguk cepat "Kudengar, kubu yang dilawan Putera Mahkota adalah Kubu yang kuat. Pimpinan nya pun dulu pernah mengalahkan Kubu Putera Mahkota yang dibilang susah untuk dikalahkan" jelas Kyungsoo dengan berteriak karena suasana sekitar benar-benar ramai.

"Woah, benarkah? Daebak! Eh tapi itu bukan kah Chanyeol?" ujar Baekhyun yang tak sengaja didengar Kyungsoo.

"Hah? Apa, Baekhyun?" tanya Kyungsoo.

"Ya, itu Chanyeol" jawab Baekhyun tak nyambung, Kyungsoo semakin bingung dengan perkataan Baekhyun.

Baekhyun berseru saat melihat Chanyeol sedang menggiring bola kedaerah lawan. Dan entah kenapa dirinya pun refleks berteriak.

"CHANYEOL, SEMANGAT!" teriak Baekhyun semangat.

_ChanBaek_

"CHANYEOL, SEMANGAT!"

Chanyeol membulatkan mata nya, ia seperti pernah mendengar suara yang ia kenal, namun siapa?

"AYO, CHANYEOL!"

Suara itu lagi? Siapa dia?

Mata bulat Chanyeol mengelilingi lapangan, retina mata nya menangkap sosok lelaki mungil yang berteriak semangat dengan senyuman itu yang terlukis jelas diwajahnya.

Dia

"Chanyeol hyung, awas!"

BRUG

TBC

Hahaha gimana readers untuk chapter 1? Semoga kalian gak pusing dengan FF ini, kalo baca FF ini dengan baik-baik ya~

Jadi dalam FF ini aku ambil tema di Jaman Joseon, kan jarang tuh karna biasa nya suka School life atau pun yang udah biasa jadi aku berpikir kenapa cari suasana yang lain. Aku juga sebelum membuat FF ini mencari penelitian dulu.

Dan aku sebenernya hanya sedikit terinspirasi dari OPV In Time, untuk masalah problem di FF ini aku buat sendiri. Jadi, mungkin hanya suasana atau tema dari OPV In Time yang emang ambil jaman Joseon.

Dan ini adalah penjelasan-penjelasan nya yang tulisan nya miring dan tebal :

Sebenarnya Hanbok untuk laki-laki ada tiga, yaitu :

*Durumagi : Sejenis coat panjang yang dipakai sebagai luaran dikala angin sedang berhembus dingin-dinginnya. Pakaian terluar yang dipakai pada waktu tertentu, setelah dipakai Sokgui.

*Jeogori : Mantel ini sama aja kaya Durumagi tapi kalo Jeogori lengan nya pendek , sedangkan Durumagi itu panjang.

*Dapho : Sama dengan Jeogori namun ini tidak ada lengan nya. Hanya seperti rompi panjang kebawah.

*Sokgui : Itu yang suka dipake baju dalaman, bisa dipadukan dengan Jeogori, Durumagi, atau Dapho.

*Baji : Sebenernya itu nama untuk celana.

*Manggeon : Hiasan transparan yang digunakan di jidat yang selalu dipakai oleh seluruh laki-laki di jaman Joseon.

*Donggot : Hiasan kepala, seperti tusuk konde agar gulungan rambut tidak jatuh.

*Sarangbang : Ruang belajar di rumah Hanok ( Rumah tradisional Korea ).

*Janggi : Janggi atau catur Korea merupakan permainan dari korea yang dimainkan oleh dua orang dan termasuk dalam permainan papan berstrategi sekelompok dengan catur, shogi dari Jepang, dan xiangqi dari Tiongkok.

*Gat : Jenis topi tradisional Korea yang dikenakan oleh pria pada saat pergi keluar rumah atau menghadiri acara-acara penting. Gat memiliki pinggiran yang luas dan lebar yang dinamakan Yangtae, dan bagian tengahnya berbentuk tabung tinggi.

Pengencang gat adalah tali yang diikatkan di bagian bawah dagu. Kadang para lelaki menghiasi nya dengan Gatkeun atau manik-manik seperti kalung dan digantung gitu dikedua belah sisi kepala, yah kalian pasti ngerti yang sering nonton drama kolosal kalo gak ke FB aku aja Ainun Nur Maulidha.

*Hakjangui : Ha- berarti belajar atau ilmu. Hakja berarti ilmuwan atau cendekia. Hanbok jenis ini dipakai oleh kalangan cendekia pada masa Koryo hingga masa Jeoseon. Dilihat dari garis potongan bajunya, memiliki makna rendah hati dan juga berbudi pekerti yang luhur. Ituloh yang di K-Drama Sungkyunkwan Scandal.

*Hanji : Berarti kertas Korea. Kertas ini dibuat dari serat pohon Mulberry yang disebut Chomok. Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa orang Korea menggunakan Hanji sejak mereka lahir sampai mati sehingga dikatakan pula sebagai kertas kehidupan. Dikatakan demikian karena kertas ini bisa bertahan sampai 1000 tahun.

*Yangbok : Sejenis seragam militer namun hanya memakai Sokgui dan Cheollik.