In Time
Author : Vitamin
Main Cast : - Park Chanyeol
- Byun Baekhyun
- Do Kyungsoo
- Kim Jongin
Genre : Kalian tebak sendiri yah
Leght : 15 keatas(?)
Previous
"AYO, CHANYEOL!"
Suara itu lagi? Siapa dia?
Mata bulat Chanyeol mengelilingi lapangan dan…
Dia
"Chanyeol hyung, awas!"
BRUG
Chapter 2
Semua seperti berhenti bernapas, suara riuh kini hening, semua mata membulat dengan mulut terbuka dan fokus pada satu objek, yaitu Chanyeol.
Chanyeol terjatuh dengan ah sudahlah itu sangat memalukan, kaki nya tak sengaja menginjak bola yang sedang ia giring lalu terjatuh dan wajah lah yang duluan mendarat di tanah dengan mulusnya.
Tak lama suara gelak tawa menggelegar di lapangan tak terkecuali sang Putera Mahkota yang ikutan tertawa. Jongin dengan cepat menghampiri Chanyeol yang masih dalam keadaan shock akibat kejadian yang barusan ia dapatkan.
Baekhyun pun ikut tertawa melihat betapa konyol nya Chanyeol terjatuh tadi benar-benar membuat nya tertawa keras. Kyungsoo pun ikut tertawa bahkan ia sudah menangis karna saking tak kuatnya tertawa.
Jongin mengulurkan tangan nya bermaksud membantu Chanyeol namun Chanyeol masih belum bergeming dalam shock nya, ah Jongin lupa bahwa Chanyeol terjatuh dengan posisi tengkurap.
Jongin menepuk kening nya "HYUNG!" seru Jongin yang akhirnya membuat Chanyeol tersadar.
Chanyeol memalingkan wajah nya menatap lengan Jongin yang terulur lalu menggapai lengan Jongin. Chanyeol benar-benar malu sekarang. Kenapa bisa ia melakukan hal yang sangat bodoh? Dirinya terus merutuk dalam hati.
Jongin hanya tersenyum melihat tingkah Hyung nya "Ada apa sebenarnya, Hyung?" tanya Jongin terkekeh membuat Chanyeol merengut tak suka. Sudah cukup dirinya ditertawakan oleh semua orang tidak juga dengan Jongin.
"Jangan tertawa, Kim Jongin!" cetus Chanyeol malah membuat Jongin tertawa. Dirinya cukup aneh melihat Chanyeol tadi, karna Chanyeol adalah seseorang dengan daya fokus nya sangat bagus bahkan ia bisa memanah diatas kuda yang sedang berlari cepat dan tembakan nya itu selalu tepat sasaran.
"Baiklah, maafkan aku, Hyung. Hanya saja kenapa kau bisa tidak fokus seperti itu?" sahut Jongin, sebenarnya tidak ingin tertawa tapi mengingat bagaimana Chanyeol terjatuh mengalahkan semua nya.
Chanyeol hanya mendengus kesal mendengar perkataan Jongin seperti menyindir nya.
"Sudah diam, jangan tertawa lagi" suara tegas Putera Mahkota membuat semua nya kembali hening. Sang Putera Mahkota menghampiri Chanyeol dan Jongin.
"Kau tidak apa-apa, Jenderal Park?" tanya Putera Mahkota Lee dengan senyuman menawan nya, Chanyeol hanya menghela napas lalu mengangguk "Ya, Yang Mulia. Saya tidak apa-apa" balas Chanyeol lemas.
"Ayo jangan murung seperti itu, pertandingan masih berjalan" sahut Putera Mahkota memberi semangat kepada Chanyeol, lalu Putera Mahkota kembali pada posisi nya.
Mata Chanyeol kembali menyisir lapangan dan mata mereka bertemu. Baekhyun sedang menatap nya dengan senyuman yang begitu menggetarkan hati Chanyeol. Baekhyun tertawa kecil melihat wajah Chanyeol.
Saat Baekhyun tertawa itu benar-benar indah. Seperti bunga sakura yang sedang bermekaran di musim semi dan semilir angin yang sejuk membelai wajah nya. Chanyeol tak bisa mengalihkan mata nya dari sosok mungil itu.
Baekhyun yang aneh dengan tatapan Chanyeol pun mengernyit bingung, mulutnya bergerak seperti bertanya 'Kenapa?', Chanyeol yang mengerti akan ucapan Baekhyun pun menggelengkan kepala nya dan memalingkan wajah nya.
Ia pun tersenyum tipis mengingat hal tadi, kemudian pertandingan pun kembali dimulai sebelum nya terhenti akibat jatuh nya Chanyeol.
Pertandingan dimenangkan oleh Kubu Chanyeol, memang Kubu Chanyeol sulit untuk ditembus karna taktik mereka yang sangat bagus. Putera Mahkota pun kagum kepada Chanyeol yang begitu hebat, pantas Ayah nya begitu membanggakan prajurit kesayangan nya ini.
"Selamat, Jenderal Park. Kau kembali mengalahkan ku"
"Maafkan hamba, Yang Mulia, seharusnya hamba tidak melakukan hal itu" ucap Chanyeol sambil membungkuk minta maaf, Putera Mahkota hanya tersenyum lalu menggeleng.
"Tidak, Jenderal Park. Aku senang melihat Kubu mu menang kembali, Kubu kalian memang hebat dan kau sangat pintar mengatur taktik permainan. Pantas saja Yang Mulia Raja begitu membanggakan mu" puji Sang Putera Mahkota.
"Tolong cabut lah nyawa hamba, karna hamba tak pantas menerima pujian tersebut karna hamba hanya lah seorang prajurit yang hanya mematuhi perintah dan menjalankan tugas nya, Yang Mulia" ujar Chanyeol sambil membungkuk dalam sedangkan Putera Mahkota hanya tersenyum.
Inilah yang di sukai Putera Mahkota kepada Chanyeol, lelaki ini begitu rendah hati dan bertanggung jawab. Diumur nya yang masih muda ia sudah menjadi Jenderal Pasukan Kerajaan, keahlian nya dalam bela diri dan kecerdasan nya dalam taktik perang membuat orang berdecak kagum kepada nya.
Walau seperti itu Chanyeol tak besar hati, ia dan keluarga nya bahkan sangat peduli kepada rakyat miskin. Nama keluarga nya pun cukup dikenal dikalangan atas, keluarga mereka yang dihormati dan disegani.
Setelah Putera Mahkota kembali ke Kerajaan Chanyeol berniat mengganti pakaian nya yang kotor akibat keringat dan dirinya jatuh saat pertandingan namun suara seseorang mengintrupsi nya.
"Kita bertemu kembali" suara itu yang saat ia bermain bola begitu mengganggu nya, Chanyeol membalikkan tubuh nya dan mata nya menangkap tubuh mungil dengan pakaian Hakjangui khas seorang cendekiawan.
Baekhyun tersenyum manis kearah Chanyeol. Jantung Chanyeol berdegup kencang melihat senyuman itu.
"Jadi, ternyata kau yang selama ini dibicarakan tentang kehebatan mu yang luar biasa itu. Kenapa kemarin aku tidak mengetahui nya yah" decak kagum Baekhyun, Chanyeol hanya tersenyum tipis menanggapi nya.
"Aku tak punya kehebatan apapun itu, aku hanya manusia biasa sama seperti mu yang makan, minum, dan tidur" balas Chanyeol sambil mengangkat bahu nya.
Baekhyun hanya mengerucutkan bibir nya mendengar jawaban Chanyeol, lalu wajah nya berubah "Hey, saat kau jatuh tadi benar-benar konyol" celetuk Baekhyun yang langsung tertawa mengingat insiden Chanyeol yang terjatuh. Sedangkan Chanyeol hanya diam dengan wajah yang merona malu.
"Jangan dibahas lagi, Cendekiawan Byun" sahut Chanyeol sebal. Baekhyun akhirnya mendehem berusaha memberhentikan tawa nya.
"Baiklah, maafkan aku, Jenderal Park"
Chanyeol telah berganti baju menjadi Sokgui berwarna hijau dan Dapho berwarna biru, tak lupa *Gat yang selalu menghiasi kepala nya. Ia kembali berkeliling pasar dengan santai, namun kali ini ia tak sendiri seorang lelaki mungil bernama Baekhyun menemani nya.
Lelaki mungil ini terlihat begitu manis dengan Jeogori berwarna putih dan Sokgui berwarna dan *Bokgeon yang bertengger manis kepala nya. Benar-benar membuat nya terlihat lebih manis lagi.
Awal nya Chanyeol menolak tawaran Baekhyun yang mengajak nya berjalan-jalan sembari merayakan kemenangan Chanyeol, namun dengan bujuk rayu Baekhyun serta puppy eyes andalan nya Baekhyun berhasil mengajak Chanyeol.
Awal perjalanan mereka terasa canggung padahal beberapa waktu yang lalu mereka beradu mulut seperti layak nya teman yang sedang bertengkar.
Akhirnya suara Baekhyun terdengar karena dirinya tak suka keadaan canggung dan memang dasar nya Baekhyun yang cerewet.
"Jadi, bisa kau jelaskan siapa dirimu itu?" tanya Baekhyun, Chanyeol menolehkan kepala nya menatap Baekhyun yang memiringkan kepala nya sambil menatap Chanyeol.
Chanyeol mengernyit "Bukan kah kau sudah tahu diriku?" tanya Chanyeol balik, Baekhyun merengut "Tidak baik, orang yang bertanya malah balik bertanya" tandas Baekhyun.
Chanyeol hanya tertawa ringan mendengar ucapan Baekhyun "Memang nya kau ingin tahu apa tentangku?" seketika Baekhyun berbinar tangan nya ia kepal kan didepan dada nya.
Chanyeol cukup gugup melihat tingkah Baekhyun yang seperti ini. Heol~ baru kali ini dia melihat lelaki berjenis seperti Baekhyun yang cerewet, bertingkah seperti anak kecil, dan moody nya yang berubah dengan cepat.
"Kudengar, kau adalah siswa lulusan terbaik saat angkatan mu. Kau menguasai banyak filsafat, dan otak cerdas mu benar-benar luar biasa. Bahkan ilmu bela dirimu tak usah dipertanyakan lagi" puji Baekhyun dengan mata yang berbinar senang.
Ya Tuhan, kenapa dia harus bertingkah seperti itu?!, - seru Chanyeol dalam hati.
Chanyeol hanya tertawa kaku melihat tingkah Baekhyun menutupi kegugupan nya, siapa yang tidak gugup dan malu dipuji oleh lelaki manis seperti si mungil ini.
"Kenapa kau tertawa?" si mungil merengut kesal melihat Chanyeol yang tertawa "Kau ingin tahu tentangku, tetapi kau sudah tahu banyak tentang diriku" balas Chanyeol mencibir Baekhyun.
Lelaki mungil itu hanya mendengus "Maksudku, bukan hal itu. Tapi, bagaimana cara mu bisa mendapatkan kelebihan semua itu bahkan tinggi tubuhmu pun kelebihan seperti itu" sungut Baekhyun kesal yang disambut tawa keras Chanyeol.
Heol~ Baekhyun cukup kesal melihat Chanyeol yang sedari tadi tertawa. Dirinya sedang bertanya serius tapi malah ditanggap lucu oleh lelaki kelebihan tinggi disebelah nya ini.
"Pertanyaan konyol macam apa itu? Bahkan kau menanyakan tentang tinggi tubuhku" ucap Chanyeol disela tawa nya, Baekhyun semakin kesal dengan Chanyeol.
Baekhyun hanya menatap tajam Chanyeol yang terus tertawa, tak lama senyuman menyeringai terpampang dibibir nya. Dan suara ringisan terdengar cukup keras.
Baekhyun bersorak dalam hati berhasil menendang tulang kering Chanyeol sehingga lelaki tinggi itu memekik kesakitan. Dua raut wajah berbeda diantara mereka, si tinggi yang meringis sakit sedangkan si mungil yang tersenyum menang.
"Akh! Apa yang kau lakukan?!" ringis Chanyeol, tangan nya memegang tulang kering nya yang nyeri tendang telak oleh si mungil. Sedangkan di pelaku hanya terus tersenyum puas dan menang berhasil menendang korban nya.
"Salahmu, aku bertanya serius tapi kau malah tertawa keras dengan suara berat mu" balas Baekhyun, Chanyeol menghela napas sebentar menahan gejolak kesal nya.
Well, butuh penguasaan mengendalikan emosi jika berhadapan dengan Baekhyun.
"Salahmu juga bertanya dengan pertanyaan seperti itu. Sudahlah, lupakan saja" ujar Chanyeol acuh. Ia berusaha menahan kesal nya kepada Baekhyun.
Baekhyun mengerucutkan bibir nya dan pipinya mengembung kesal, kebiasaan nya jika ia kesal. Chanyeol hanya tersenyum tipis melihat tingkah kekanakan Baekhyun.
Tersenyum tipis? Bukankah sesaat yang lalu Chanyeol begitu kesal kepada Baekhyun, tetapi hanya melihat tingkah menggemaskan Baekhyun bisa menghancurkan kekesalan Chanyeol begitu saja? Seharusnya kita memberikan penghargaan kepada Byun Baekhyun.
Well, dirinya juga cukup mengagumi sosok Baekhyun yang begitu cepat akrab, ceria, begitu terbuka tidak kaku, dan yah cukup menyebalkan juga. Padahal mereka baru berkenalan kemarin namun mereka terlihat seperti sahabat lama.
Mereka sedang asiknya berjalan santai, Chanyeol mengajak Baekhyun ke bukit kesukaan nya karna disana ia ingin mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya. Akhir-akhir ini dirinya dan Jongin serta Prajurit nya cukup sibuk di Biro Militer.
Ada kasus besar di Biro mereka. Terjadi pemberontakan di wilayah perbatasan, namun sampai sekarang mereka belum mendapatkan petunjuk yang signifikan. Chanyeol cukup pusing dengan kasus ini.
Pelaku nya benar-benar lihai dalam melakukan hal ini. Chanyeol yakini jika pelaku nya bukan sembarang orang.
Lamunan Chanyeol buyar saat tiba-tiba Baekhyun menarik lengan baju Chanyeol, mereka bersembunyi dibalik tembok rumah. Chanyeol yang kaget pun menatap tajam Baekhyun, saat ia ingin membuka mulut nya sebuah jari telunjuk sudah bertengger manis didepan bibir nya.
Telunjuk itu mengisyarat kan nya untuk diam, Chanyeol pun bingung namun tetapi menuruti perintah tak langsung dari Baekhyun.
Mata Baekhyun bergerak gelisah, Chanyeol semakin bingung dengan perlakuan Baekhyun. Namun semua itu kini jelas karna tiba-tiba ada suara seorang lelaki yang berteriak marah.
Chanyeol pun yang mendengar sontak berdiri namun niat nya diurungkan saat Baekhyun menarik lengan nya untuk kembali bersembunyi. Kepala Baekhyun menggeleng pelan memberitau Chanyeol jangan melakukan hal itu.
Chanyeol yang tadi nya ingin menolak ia urungkan karna melihat tatapan memohon dan memelas Baekhyun, Chanyeol menghela napas. Akhirnya Chanyeol kembali bersembunyi.
Baekhyun berdiri, ia mengintip dari tembok rumah yang tak terlalu tinggi, mata nya membulat kaget. Chanyeol yang melihat pun penasaran, akhirnya ia melakukan hal yang sama.
Reaksi nya hampir sama dengan Baekhyun, tetapi bukan hanya terkejut namun marah. Dihadapan nya kini ada sekitar 7 orang yang membawa pedang dan 2 orang lelaki yang berdiri dengan pedang ditangan mereka pula.
Pertarungan sengit pun terjadi, Chanyeol cukup tertegun melihat pertarungan kecil itu. Tiba-tiba salah satu dari 10 orang itu berlari menghampiri lelaki itu yang sudah lelah, tangan nya keatas lalu mengayun tanpa rasa bersalah apapun langsung membunuh lelaki itu.
Chanyeol yang melihat itu segera memeluk Baekhyun, menyembunyikan wajah Baekhyun di dada bidang nya.
Baekhyun cukup shock melihat kejadian tersebut, mata nya membulat sempurna serta iris mata nya bergetar ketakutan. Chanyeol terus memeluk Baekhyun tetapi mata nya menatap tajam orang-orang itu.
Tak lama mereka semua berjalan cepat sambil mengendap-endap. Dan salah satu dari mereka meleparkan sebuah kertas Hanji diatas tubuh mayat itu.
Chanyeol menggeram kesal melihat nya, rahang nya sudah mengeras serta mata nya menggelap marah.
Chanyeol melepaskan pelukan mereka, menatap khawatir si mungil. Baekhyun masih terdiam dengan wajah terkejut dengan tatapan mata yang kosong membuat Chanyeol semakin khawatir.
"Hey, kau tidak apa-apa?" tanya Chanyeol, tangan nya menangkup pipi tembem nan lembut itu. Sedangkan Baekhyun masih terdiam dengan mata yang bergerak gelisah.
"Hey, Baekhyun. Kau tidak apa-apa?" tanya Chanyeol sekali lagi, raut khawatir semakin kentara diwajah rupawan nya melihat tak ada respon dari lelaki dihadapan nya. Cukup sakit melihat keadaan Baekhyun yang seperti ini.
Lalu bibir tipis itu bergerak mengucapkan beberapa kata "M-mereka membunuh nya. Mereka membunuh" rancau Baekhyun menatap Chanyeol dengan raut ketakutan.
Chanyeol tahu jika Baekhyun terkejut, siapa yang tidak akan terkejut melihat seseorang dibunuh didepan mata kita sendiri. Chanyeol mengusap lembut pipi Baekhyun.
"Hey, kau tidak apa-apa?" tanya Chanyeol dengan intonasi yang lembut. Baekhyun pun membalas nya dengan anggukan pelan, lidahnya terasa kelu sekedar untuk menjawab pertanyaan Chanyeol.
Dengan pelan Chanyeol kembali membawa Baekhyun dalam pelakukan nya, mengusap punggung kecil itu berusaha mengurangi rasa ketakutan nya. Baekhyun pun menempelkan pipi nya di dada bidang Chanyeol dan meremas Dapho Chanyeol.
"Chanyeol, mereka membunuh nya. Mereka pembunuh" rancauan Baekhyun masih terdengar, Chanyeol mengeratkan pelukan mereka mengatakan bahwa mereka aman sekarang.
Chanyeol menggebrak meja nya dengan kesal setelah membaca surat yang dilempar oleh pelaku pembunuhan tersebut, Jongin dan 2 Prajurit yang datang bersama Jongin sedikit terkejut dengan sikap Chanyeol.
"Mereka mulai berani memasuki Ibu Kota, dan bahkan mereka memberi ancaman" geram Chanyeol, mata nya berkilat marah.
"Jenderal, seperti nya kita harus memperketat penjagaan di perbatasan dan Ibu Kota jika mereka saja sudah berani melakukan hal ini di daerah Ibu Kota" usul Jongin.
Jongin akan tetapi bersikap formal kepada Chanyeol jika mereka sedang berada di Biro, dan mereka akan terlihat seperti adik-kakak jika mereka diluar atau hanya mereka berdua saja.
Chanyeol menganggukkan kepala nya "Ya, kau benar. Tapi, akan mencurigakan jika kita menaruh Prajurit kita di Ibu Kota, rakyat akan semakin ketakutan. Panggilkan Kepala Kepolisian, cepat!" titah Chanyeol, dan 2 Prajurit yang berada di sisi kanan-kiri Jongin pun menunduk sopan dan pergi meninggalkan kantor Chanyeol.
Jongin hanya melirik dari sudut mata nya saat 2 Prajurit itu pergi, Chanyeol menghela napas gusar dan menduduk kan tubuh nya dikursi dengan kasar. Jongin yang melihat nya pun ikut menghela napas.
"Hyung, kau tidak apa-apa?" tanya Jongin khawatir, akhir-akhir ini emosi Chanyeol sulit terkontrol akibat aksi pembrontakan ini membuat Jongin khawatir dengan Hyung nya ini.
Chanyeol mengusap wajah nya yang lelah, mata nya menatap lurus kedepan. Wajah nya benar-benar berantakan.
Walau begitu ia tetap terlihat tampan dengan Gugunbok hitam dan merah dan jangan lupakan Jeonrip hitam yang dihiasi dengan bulu burung merak, jumbai, naga giok disc di bagian depan, dan string topi yang terbuat dari batu mulia memperlihatkan jabatan tinggi nya.
"Kemarin, aku melihat sendiri pembunuhan itu" guman Chanyeol membuat Jongin terkejut "Benarkah, Hyung? Kau melihatnya?" tanya Jongin memastikan dan anggukan Chanyeol menjadi jawaban pertanyaan nya.
"Lalu, kenapa kau tak menyelamatkan mereka, Hyung?!" sahut Jongin, Chanyeol hanya menghela napas dan terdiam.
"Aku memang berniat menolong mereka tapi terlambat" jawaban Chanyeol membuat Jongin terdiam mendengar ucapan Chanyeol.
"Aku diam bukan berarti diam seperti orang bodoh, kalau pun aku menolong nya sudah terlambat mereka sudah terbunuh terlebih dahulu saat aku mengetahui nya"
Dan, ada seseorang yang harus aku lindungi juga pada saat itu – ujar Chanyeol dalam hati.
"Sepertinya mereka bukan sembarangan pemberontak, melihat dari keahlian mereka, mereka sudah dilatih keras untuk bisa bertarung hebat seperti itu untuk seukuran pemberontak biasa"
"Maksudmu, bisa dikatakan mereka adalah pasukan yang memang sengaja dibuat?" tebak Jongin, dan Chanyeol tersenyum mendengar jawaban Dong-saeng nya.
"Kau pintar, Kim Jongin"
"Sepertinya kita mempunyai musuh besar saat ini" lanjut Chanyeol dengan wajah serius dan dingin.
TBC
Hayo~ siapa yang udah nunggu Chapter 2?
Gimana, seru gak?
Maaf yah kalo jelek, terus aku gak bisa menjelaskan situasi atau suasana di dalam cerita soalnya kau lebih suka langsung atau to the point terlalu banyak kata-kata aku juga gak terlalu suka, kadang suka males baca nya kan kalian juga? Aku juga gitu, karna aku juga masih seorang readers.
Tolong dong review dari kalian nya, aku sangat membutuhkan semua itu untuk pendukung semangat aku.
Penjelasan :
Jeonrip : Topi seperti Gat, hanya bentuk nya saja. tutup kepala dipasangkan dengan seragam militer. Juga dikenal sebagai Morip, itu adalah topi hitam lebar bertepi dengan top belahan. Untuk royalti, topi akan dihiasi dengan bulu burung merak, jumbai, naga giok disc di bagian depan, dan string topi yang terbuat dari batu mulia, Paeyeong. Para pejabat militer akan jeonrip mereka dihiasi menurut barisan mereka.
Bokgeon (Jenis topi yang digunakan pria pada masa dinasti Joseon. Dikenakan oleh anak-anak bangsawan).
Gatkeun : Manik-manik yang menggantung di Gat.
Gugunbok : Sebutan untuk satu set Baju Militer.
Dongdari : Pakaian bagian dalam, memiliki warna yang berbeda dari kain yang melekat sebagai lengan.
Jeonbok : Pakaian terluar setelah Dongdari, kaya Jeogori jenis nya.
Gonryongpo : Pakaian paling luar, yang diikat dengan Gwangdae (Sabuk).
