In Time [Chapter 3]

Author : Vitamin

Main Cast : - Park Chanyeol

- Byun Baekhyun

- Do Kyungsoo-ah

- Kim Jongin

Genre : Kalian tebak sendiri yah

Leght : 15 keatas(?)

Summary : Suatu saat kita akan kembali bersama, walaupun kau ataupun aku tidak mengenal satu sama lain, namun aku yakin kau pasti akan mengenalku dan aku pun akan mengenalmu. Cinta kitalah yang mempertemukan kita kembali./ ChanBaek! It's Yaoi!

Preview

"Sepertinya mereka bukan sembarangan pemberontak, melihat dari keahlian mereka, mereka sudah dilatih keras untuk bisa bertarung hebat seperti itu untuk seukuran pemberontak biasa"

"Maksudmu, bisa dikatakan mereka adalah pasukan yang memang sengaja dibuat?" tebak Jongin, dan Chanyeol tersenyum mendengar jawaban Dong-saeng nya.

"Kau pintar, Kim Jongin"

"Sepertinya kita mempunyai musuh besar saat ini" lanjut Chanyeol dengan wajah serius dan dingin.

Chapter 3

Baekhyun dan Chanyeol semakin hari semakin dekat. Baekhyun terkadang datang ke Biro Militer untuk bertemu Chanyeol yang entah saat itu sedang di kantor nya atau seperti saat ini, Chanyeol sedang berlatih dengan Jongin dan beberapa prajurit.

Baekhyun duduk disamping lapangan, mata nya tak berhenti mengikuti pergerakan Chanyeol yang begitu lihai menguasai pedang. Baekhyun benar-benar kagum dan jatuh dalam pesona Chanyeol.

Berpostur tubuh tinggi, tampan, dan cerdas. Siapapun yang mendapatkan Chanyeol pasti sangat beruntung, Chanyeol adalah lelaki yang baik, hangat, tegas, dan benar-benar tipe Baekhyun.

HAH?!

Baekhyun menegakkan tubuhnya saat pikiran itu melayang, mata nya berkedip lucu dan bibir maju kedepan. Ia menggaruk kepala walaupun sama sekali tidak gatal.

Bagaimana pemikiran itu terlintas di otakku? Pikir Baekhyun.

Baekhyun kembali fokus melihat Chanyeol yang masih latihan. Lelaki tinggi itu sekarang dikepung oleh 6 orang prajurit, sesaat prajurit menyerang nya secara bersamaan Chanyeol hanya menyeringai.

Lalu ia menundukkan tubuh nya menganyunkan pedang kayu nya yang khusus dipakai untuk latihan. Ia menganyunkan pedang itu kedepan membuat 3 prajurit mundur karena sudah terkena pedang kayu Chanyeol dan ia memutar tubuh nya lalu kembali menganyunkan pedang itu mengenai 3 prajurit.

6 orang prajurit langsung kalah dengan cepat oleh Chanyeol, Jongin yang diujung sana hanya tersenyum tipis melihat nya. Ia memang tahu betul keahlian Hyung nya, bahkan dirinya belum pernah mengalahkan Chanyeol.

Jongin memang sudah sangat dekat dengan Chanyeol sedari kecil, Jongin dan Chanyeol adalah anak tunggal. Chanyeol sebenarnya merasa kesepian menjadi anak tunggal namun semua itu sirna dengan kedatangan Jongin.

Bahkan ia mendeklarasikan bahwa Jongin adalah adik nya didepan para orangtua Chanyeol dan Jongin. Mereka semua tertawa melihat betapa lucu nya Chanyeol dan Jongin sedang bermain, Chanyeol benar-benar melindungi Jongin.

Jongin pun senang diperlakukan seperti itu oleh Chanyeol, dirinya benar-benar merasa mempunyai seorang kakak walaupun itu hanya kakak angkat. Chanyeol pun senang memiliki adik seperti Jongin.

Bahkan saat Ayah Jongin meninggal Chanyeol selalu berada disamping Jongin, memberi kesabaran kepada Jongin bahwa masih ada dirinya yang akan menjaga dan melindungi nya. Ibu Jongin pun mempercayakan Jongin kepada Keluarga Park.

Setelah kematian Suami nya, Ibu Jongin memutuskan menjadi seorang biksu di Kuil. Keluarga Park pun dengan senang hati menerima Jongin, mereka sudah menganggap Jongin seperti anak mereka sendiri.

_In Time_

"Semakin hari kau semakin hebat saja, Jenderal Park"

Chanyeol hanya melirik Baekhyun lalu melanjutkan acara meminum nya. Saat ini Chanyeol telah selesai berlatih, dirinya berjalan keujung lapangan dan mengambil air minum yang sudah disiapkan Baekhyun.

"Aku rasa biasa saja, masih sama seperti kemarin-kemarin" balas Chanyeol, ia mendudukan tubuh nya disebelah Baekhyun yang terduduk diatas rumput hijau. Baekhyun hanya mendengus kesal melihat nada sombong Chanyeol.

"Cih, sombong sekali" cicit Baekhyun, Chanyeol hanya tersenyum lebar. Lalu mata nya terpenjam menikmati angin musim semi yang sejuk. Baekhyun menolehkan kepala nya kepada Chanyeol.

Baekhyun langsung tertegun melihat wajah Chanyeol yang begitu damai, memejamkan mata nya dengan senyuman tipis terpantri diwajah nya. Rahang tegas, hidung yang mancung dan bibir tebal itu. Lukisan yang paling indah menurut Baekhyun.

Tak lama mata itu terbuka memperlihat kan iris hitam kelam namun tegas. Mata mereka bertemu, awalnya Chanyeol dan Baekhyun sama-sama terkejut tetapi mereka akhirnya saling diam.

Dua anak manusia itu saling menatap ditemani hembusan angin yang lembut, tak ada satupun dari mereka yang ingin memutuskan tatapan itu. Mereka saling menikmati tatapan yang bahkan mereka tidak mengerti.

Mara Chanyeol menelusuri wajah indah Baekhyun yang luar biasa bagi nya sangat cantik. Dan lirikan itu berhenti pada bibir ranum Baekhyun, jantung Chanyeol berdentun keras dan hasrat itu kembali.

Lama terdiam dan entah setan apa yang merasuki Chanyeol hingga kepala nya mendekat kearah wajah Baekhyun. Jantung kedua nya berdentum keras saat merasakan sensasi aneh itu, napas mereka berhenti sesaat serta pundak yang menegang.

Semua prajurit bahkan tidak menyadari adegan yang dilakukan oleh pimpinan mereka. Mereka semua terlalu sibuk dengan latihan mereka masing-masing. Bahkan Jongin pun terlarut dalam latihan nya.

Jarak itu hanya tinggal sejengkal saja, Baekhyun bahkan sudah menutup mata nya dengan erat, dada nya serasa sesak saat wajah itu semakin dekat dengan nya.

"Jenderal Park!"

Baekhyun membuka mata nya dan Chanyeol terdiam, lalu mata nya menatap Baekhyun yang menunduk. Chanyeol langsung memundurkan tubuh nya saat menyadari yang dilakukan nya.

Seorang prajurit berlari kecil menghampiri Chanyeol dan Baekhyun. Sesaat prajurit itu sudah didepan Chanyeol lalu menundukan kepala nya.

"Yang Mulia Raja ingin bertemu dengan anda" kata prajurit itu, Chanyeol sontak langsung berdiri. Ekspresi terkejut tergambar diwajah nya.

"Apa? Yang Mulia?" ucap Chanyeol memastikan lalu prajurit itu lalu mengangguk.

"Yang Mulia sudah menunggu anda di kantor" Chanyeol terkejut, tidak biasa nya Raja datang dengan tiba-tiba seperti ini bahkan dia sudah menunggu nya di kantor.

"Baiklah, aku akan segera kesana" balas Chanyeol, lalu prajurit itu pergi meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol membalikkan tubuhnya menatap Baekhyun yang sekarang pun menatap nya. Chanyeol berjongkok dihadapan Baekhyun.

"Yang Mulia Raja ada disini?" tanya Baekhyun sambil mengerjapkan mata nya membuat Chanyeol gemas.

Chanyeol mengangguk "Ya, Yang Mulia Raja ada disini. Aku harus bersiap-siap, Yang Mulia ingin bertemu denganku dan sepertinya ini sangat penting".

Baekhyun terdiam beberapa saat "Apakah….. Yang Mulia Raja mengetahui insiden para pembunuh itu?" tanya Baekhyun dengan suara yang pelan namun masih bisa terdengar oleh Chanyeol.

Chanyeol menghela napas, Raja memang mengetahui tentang pemberontak yang mulai meresahkan rakyat. Bahkan tugas ini langsung diberikan kepada Biro Militer, karna biasa nya Biro Kepolisian lah yang akan mengatur semua ini.

Namun Raja yang mendengar jika pemberontak ini bukanlah pemberontak biasa, ia menyerahkan tugas ini kepada Biro Militer, yaitu Chanyeol.

Lengan Chanyeol terangkat dan jemari besar nya mengusap lembut pucuk kepala Baekhyun yang terbungkus Bokgeon lalu tersenyum lembut kepada Baekhyun "Sepertinya, dan mungkin ini juga alasan Yang Mulia datang kemari" balas Chanyeol.

Baekhyun terdiam dengan raut wajah resah "Sebenarnya mereka itu siapa, Chanyeol?" tanya Baekhyun penasaran. Bayang-bayang pelaku itu saat menganyunkan pedang terus terngiang dalam otak nya.

Chanyeol terdiam mendengar pertanyaan Baekhyun, kemudian sebuah senyuman menenangkan terpantri diwajah nya, jemari nya turun mengusap pipi lembut Baekhyun "Kau tak usah memikirkan hal itu. Aku pergi dulu, Yang Mulia sudah menunggu ku"

Lalu Chanyeol beranjak dari tempat nya meninggalkan Baekhyun yang duduk terdiam merenung dan jangan lupakan pipi yang merona akibat usapan halus jemari Chanyeol.

Sebenarnya dia masih sangat takut akan kejadian tersebut, dirinya baru pertama kali melihat pembunuhan secara langsung yang dilihat oleh mata kepala nya sendiri.

_In Time_

Chanyeol telah rapi dengan seragam Gugunbok nya dan tak lupa ditangan kirinya ada sebuah pedang panjang dan tajam diselimuti oleh pelindung pedang. Jeonrip yang khas pun melekat dikepala nya.

Langkah gagah dan berwibawa benar-benar membuat orang takjub dan kagum kepada sosok Chanyeol. Banyak prajurit nya yang benar-benar membanggakan seorang Park Chanyeol.

Sosok pemimpin yang tegas, bijaksana, bertanggung jawab dan begitu ramah kepada semua prajurit di Biro Militer. Bahkan dari Biro Kepolisian pun mengacungi jempol kepada hasil kerja Chanyeol selama ini.

Perang kecil atau pun besar selalu dimenangkan oleh pasukan nya, bisa dibilang pasukan Chanyeol adalah Pasukan Elite di Kerajaan Joseon. Mereka semua dikantongi ilmu bela diri dan kecerdasan diatas rata-rata.

Tidak mudah menjadi Pasukan Elite yang dipimpin Chanyeol karna penerimaan yang ketat dan benar-benar sulit. Seluruh prajurit yang di komandani oleh Chanyeol begitu bangga mempunyai pemimpin yang cerdas dalam taktik perang dan begitu bijaksana.

Chanyeol pun tak mengira bahwa dirinya akan menjadi seperti ini. Raja ingin Chanyeol menjadi prajurit untuk Raja. Dan tugas Chanyeol akan diberikan jika tugas itu berat dan sangat rahasia. Dulu ia menolak mentah-mentah untuk menjadi seorang prajurit, namun semua itu berubah dengan perkataan Changmin, Ayah nya.

"Aku akan setuju bila kau menjadi prajurit untuk Raja" ujar Changmin. Chanyeol hanya menyernyit bingung dengan perkataan Ayah nya.

"Mengapa Ayah setuju jika aku menjadi prajurit Raja? Bukan kah Ayah benci dengan segala sesuatu tentang Kerajaan" sahut Chanyeol pensaran.

"Ketahuilah, Nak. Dengan kau menjadi seorang prajurit untuk Raja kau bisa membantu rakyat" balas Changmin.

Chanyeol termenung "Membantu rakyat?" guman Chanyeol, Changmin hanya tersenyum melihat anak semata wayang nya yang sangat ia sayangi.

"Ya, kau akan leluasa dengan jabatan mu itu untuk menumpas semua ketidakadilan yang terjadi di masyarakat"

Chanyeol termenung dengan ucapan Ayah nya.

"Melindungi rakyat dengan jabatan ku?" guman Chanyeol.

Changmin mengangguk "Kau akan mengetahui nya jika kau sudah berhasil di Biro Militer"

_In Time_

Chanyeol memasuki kantor Biro Militer dan masuk ke ruangan dimana Raja sudah menunggu nya. Saat masuk Raja sudah duduk manis dikursi dan disebelah kanan nya ada Won, pengawal setia Raja Lee Hwon.

Chanyeol membungkuk dalam saat berhadapan dengan Raja Lee Hwon. Raja lalu tersenyum melihat kedatangan Chanyeol.

"Yang Mulia, ada hal apa sehingga Yang Mulia datang kemari?"

"Kudengar, beberapa hari yang lalu ada pembunuhan dekat Ibu Kota, benarkah?" tanya Raja Lee Hwon tanpa basa-basi.

"Ya, Yang Mulia. Terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh pemberontak"

Raja Lee Hwon mengangguk pelan "Dan, kau yang menjadi saksi pembunuhan tersebut?" tanya Raja Lee Hwon membuat Chanyeol terkejut.

"Bagaimana Yang Mulia bisa tahu?" tanya nya terkejut. Raja Lee Hwon melirik Won yang disebelah nya.

"Pengawal ku cukup pintar mendapat informasi itu" ujar Sang Raja. Chanyeol melirik Won yang menatap lurus kepada nya.

"Ya, saya menjadi saksi nya" aku Chanyeol, dalam hati nya ia sedikit ketakutan dan entah kenapa ia merasa takut.

"Lalu?"

"Korban sempat melawan mereka. Dan dari yang saya lihat, mereka bukanlah sembarangan pemberontak. Mereka seperti sudah dilatih keras dan cukup lama untuk menjadi seperti seorang prajurit. Bahkan dalam permainan pedang nya pun bukan untuk seorang pemberontak biasa"

Raja Lee Hwon terdiam, mata nya menatap lurus kebawah. Won pun terdiam termenung dengan ucapan Chanyeol.

"Menurut dugaan saya, sepertinya memang sengaja dilatih untuk tujuan tertentu. Bahkan di masyarakat beredar kabar bahwa banyak warga terutama lelaki yang menghilang begitu saja. Dan saya masih menyelidiki hal itu dan saya juga telah mentitah Biro Kepolisian untuk menempatkan beberapa prajurit" lanjut Chanyeol. Raja Lee Hwon menghela napas.

"Bagus perketat penjagaan, aku pun mendengar kabar tersebut. Cepat selidiki masalah itu, rakyat semakin resah dan ketakutan dengan para pemberontak"

"Baik, Yang Mulia hamba akan melakukan nya"

_In Time_

"Jadi, dugaan sementara ada kesengajaan dari pelaku membuat sebuah pasukan?" tanya Baekhyun sambil memasang wajah berpikir.

Mereka berdua saat ini berada dibukit kesukaan Chanyeol yang kini menjadi bukit kesukaan Baekhyun juga. Dari atas bukit ini terlihat aktivitas para rakyat Joseon. Pemandangan nya pun sangat indah dari atas bukit ini.

Mereka duduk berhadapan diatas rumput hijau yang dinaungi oleh pohon besar menghalau sinar matahari.

Chanyeol lalu mengangguk "Ya, dan entah apa maksud mereka melakukan hal tersebut. Aku pun masih menyelidiki nya, bahkan ini sedikit sulit untuk memecahkan hal itu" ucap Chanyeol frustasi.

Dirinya akhir-akhir ini kelelahan mengatasi kasus tersebut. Terlalu sedikit petunjuk-petunjuk yang ia dapatkan. Pemberontak itu sungguh pintar menghapus jejak-jejak nya membuat Chanyeol kesulitan.

Baekhyun pun khawatir melihat keadaan Chanyeol dengan kantung mata yang terlihat dibawah mata nya. Sepertinya lelaki tinggi ini sering bedagang akhir-akhir ini dengan mengurusi kasus tersebut. Ditambah siang hari nya ia harus kembali menyelidiki kasus itu.

Dengan pelan Baekhyun memijat pelipis Chanyeol dengan jemari lentik nya. Chanyeol yang mendapatkan pijatan lembut itu memejamkan mata nya.

"Jika kau lelah, istirahatlah. Jangan kau paksa tubuh mu, jika kau terus memaksa tubuhmu untuk bekerja kau akan jatuh sakit. Istirahatlah walaupun itu hanya sebentar" nasihat Baekhyun yang masih memijat pelipis Chanyeol.

Chanyeol hanya tersenyum mendengar ocehan Baekhyun. Ia entah kenapa merasa senang dan menghangat hati nya di khawatirkan oleh lelaki mungil yang sedang memijit nya ini.

Mata bulat Chanyeol terbuka, ia langsung disuguhi wajah manis Baekhyun yang asik memijat pelipis nya. Jantung nya berdegup kencang setiap kali menatap wajah mulus Baekhyun apalagi dengan bibir ranum itu.

Chanyeol menelan kasar ludah nya saat menatap bibir itu yang sedikit terbuka. Bibir itu benar-benar menggoda nya. Sudah beberapa hari ini dirinya terus terbayang dengan bibir tipis Baekhyun.

Lalu jantung nya pun selalu berdetak kencang jika berdekatan dengan Baekhyun dan berdetak dua kali lipat jika menatap wajah indah itu. Chanyeol cukup bingung dengan perasaan aneh nya ini.

Dan ini juga yang membuat nya gelisah selain kasus pemberontakan itu. Berkali-kali ia selalu memikirkan hal tersebut, ia ingin sekali bertanya kepada Jongin namun ia terlalu malu menanyakan nya.

"Bagaimana? Sudah lebih baik?" pertanyaan Baekhyun membuyarkan lamunan Chanyeol. Lalu kepala itu mengangguk, Baekhyun tersenyum manis melihat nya.

"Kau adalah seorang pemimpin, jadi kau harus tetap kuat dan sehat untuk mengawasi prajurit serta melindungi rakyat. Bagaimana jika kau jatuh sakit? Lalu tugas mu menjadi terbengkalai apalagi kau mendapatkan tugas besar yang langsung diberikan oleh Yang Mulia Raja"

Ocehan Baekhyun terus berlanjut memberikan ceramah gratis untuk Chanyeol, dan Chanyeol tentu hanya mengangguk dan tersenyum melihat Baekhyun yang sedang dalam mode cerewet nya.

"Sudah selesai menasihatiku?" tanya Chanyeol saat ia melihat Baekhyun sudah tak mengoceh lagi. Sudah menjadi kebiasaan setelah mereka dekat, Chanyeol kadang mengeluhkan sesuatu entah itu hal kecil atau besar Baekhyun akan langsung menasehati nya panjang lebar.

Baekhyun hanya mendelik tajam kepada Chanyeol "Ya, aku sudah selesai" ketus Baekhyun sambil melipat tangan didada nya dan bibir yang mengerucut lucu.

"Eiy, kau marah eoh?" goda Chanyeol sambil tersenyum idiot. Baekhyun sebenarnya ingin tertawa namun saat ini ia sedang marah kepada Chanyeol. Lalu Baekhyun memalingkan wajah nya.

"Oh, ternyata Cendekiawan Byun sedang merajuk? Aigoo, menggemaskan sekali" Chanyeol melanjutkan godaan nya kepada Baekhyun. Dirinya senang sekali jika sudah mengerjai dan menggoda Baekhyun.

Tatapan tajam atau bibir mengerucut Baekhyun adalah hal yang paling menyenangkan untuk Chanyeol.

Baekhyun masih mempertahankan memalingkan wajah nya dan mendiamkan Chanyeol "Ternyata benar-benar marah eoh?" ujar Chanyeol, Baekhyun hanya melirik nya dengan tajam.

"Aigoo, seram sekali lirikan mu itu" Baekhyun hanya mendengus kesal mendengar ucapan Chanyeol membuat nya semakin kesal.

Namun sesaat kemudian semua nya terasa berhenti. Sebuah tangan besar melingkar dipinggang nya, mata Baekhyun membulat. Ia menggerakkan kepala nya kesamping dengan pelan.

Wajah mereka begitu dekat bahkan hidung mereka bersentuhan dan jarak antara bibir mereka hanya sepanjang jari telunjuk. Hembusan hangat dari pernapasan Chanyeol membelai wajah nya. Pipi Baekhyun merona menatap mata tajam Chanyeol.

Mata Chanyeol kembali menelusuri wajah yang selalu terbayang dalam benak nya jika ia merindukan lelaki mungil dihadapan nya ini. Dan tatapan itu berhenti saat melihat bibir tipis yang selalu menggoda nya.

Demi Tuhan, Chanyeol benar-benar menginginkan bibir itu. Dirinya sudah cukup menahan hasrat nya selama ini jika berdekatan dengan Baekhyun dan hasrat itu kembali.

Kemudian, semua terasa begitu cepat dan mengejutkan saat benda basah dan kenyal hinggap dibibir tipis Baekhyun.

CHANYEOL MENGECUP BAEKHYUN

Mata Baekhyun membulat sempurna sedangkan Chanyeol memejamkan mata nya mencoba meresapi bibir tipis yang selalu ia inginkan. Jantung Baekhyun bertalu-talu mendapatkan serangan mendadak dari Chanyeol.

Bibir Chanyeol mulai menyesap lembut bibir Baekhyun, membuat sang empu terlena akan ciuman Chanyeol. Lambat laun Baekhyun mulai memejamkan mata nya.

Mereka mulai menikmati sensasi aneh dalam hati mereka, meresapi sebuah kecupan lembut seperti mengantarkan perasaan aneh yang terasa menggelitik perut mereka.

TBC

CHANBAEK KISSING SCENE PEMIRSA!

Jangan senyum-senyum dan teriak gaje yah hahaha

Aih aku seneng banget sama respon kalian untuk FF ini. Aku seneng lihat nya, dan untuk para silent readers muncul lah kalian ke permukaan! Tampak kan lah wujud kalian! *jampi2 bareng ChanBaek*

Banyak yang bilang ini FF terjemahan In Time yang Thailand itu, sebenernya gak. Ini murni pemikiran aku, dan aku hanya terinspirasi dari OPV In Time itu dengan tema Kerajaan Joseon nya tapi untuk semua cerita nya itu ide aku. Kalo emang sama maaf karna aku gak tahu gimana cerita FF Thailand itu, aku cari terjemahan nya juga gak

Big Thank's!

aquariusbaby06 : Hahaha selamat berimajinasi ria! Aku juga waktu bikin ini FF juga berimajinasi ria tentang Chan or Baek yang pake Hanbok.

Guest : Haha iya aku juga kalo baca FF ini berasa nonton Sunkyungkwan. Semua orang yang baca ini juga nyangka nya Baekhyun kok, aku juga bingung kok malah gitu. Gak sengaja aku bikin kalian penasaran dengan sosok Putera Mahkota. Pasti dong, apalagi waktu liat dia pake Bokgeun di Inkigayo ihh manis banget dia.

: Hai, chingu! Hahaha iya semua kira ini FF terjemahan In Time Thailand padahal bukan. Iya, aku juga selama proses pembuatan ini jadi tahu banyak tentang pakaian Korea, semoga menjadi ilmu tambahan tentang Korea yah.

neli amelia : Iya, aku juga mesem-mesem di part itu. Hahah doain aja semoga aku banyak ide sama review nya hahaha

nurul cynkeomma : Ne, chingu! Jangan lupa review lagi ya!

nanawidya8894 : Bukan, chingu ini murni ide aku. Banyak yang kira gitu kok. Jangan lupa review lagi yah di chapter selanjutnya!

Hanbyeol267 : Makasih *kedip-kedip bareng Baek(?)*. Hahah wajar aku aja author nya pusing bikin nya hahaha tapi semoga lama-lama ngerti yah, kalo gak ngerti aja datang ke fb aku Ainun Nur Maulidha disitu ada contoh pakaian-pakaian untuk FF ini. Nanti review lagi yah dichapter depan!

ChanLoveBaek : Memang, maka nya saat aku pengen bikin FF lagi pengen cari suasana yang beda dan TARA~~ aku ambil jaman Joseon karna aku juga masih sebagai readers susah cari FF era Joseon. Jangan lupa review lagi yah!