In Time [Chapter 4]

Author : Vitamin

Main Cast : - Park Chanyeol

- Byun Baekhyun

- Do Kyungsoo-ah

- Kim Jongin

Genre : Kalian tebak sendiri yah

Leght : 15 keatas(?)

Summary : Suatu saat kita akan kembali bersama, walaupun kau ataupun aku tidak mengenal satu sama lain, namun aku yakin kau pasti akan mengenalku dan aku pun akan mengenalmu. Cinta kitalah yang mempertemukan kita kembali.

Previous

Mata Baekhyun membulat sempurna sedangkan Chanyeol memejamkan mata nya mencoba meresapi bibir tipis yang selalu ia inginkan. Jantung Baekhyun bertalu-talu mendapatkan serangan mendadak dari Chanyeol.

Bibir Chanyeol mulai menyesap lembut bibir Baekhyun, membuat sang empu terlena akan ciuman Chanyeol. Lambat laun Baekhyun mulai memejamkan mata nya.

Mereka mulai menikmati sensasi aneh dalam hati mereka, meresapi sebuah kecupan lembut seperti mengantarkan perasaan yang terasa menggelitik perut mereka.

Chapter 4

Baekhyun hanya termenung didalam kelas nya, hari ini hanya memperlajari filsafat dan sekarang ia sudah selesai. Baekhyun sama sekali tidak fokus dalam belajar, bayangan kemarin saat dibukit benar-benar mengganggu pikiran nya.

Bahkan Kyungsoo memberikan tatapan tajam kepada Baekhyun karna si mungil ini tidak menyimak apa yang dikatakan Sonsaengnim. Baekhyun membenturkan kening nya ke meja dan menutup wajah nya diantara lengan nya.

"Kenapa kau menciumku?" guman Baekhyun frustasi. Ia merasa aneh dan senang sekaligus saat Chanyeol mencium nya. Aneh karna mereka berdua sama-sama lelaki, senang karna Baekhyun pun tidak tahu.

_In Time_

Sudah 3 hari ini Baekhyun menghindari Chanyeol, alasan nya malu dan bingung. Ia terlalu malu jika bertemu Chanyeol, karna pasti ia akan teringat dengan ciuman mereka dibukit. Tetapi, Baekhyun merindukan Chanyeol.

"Huuaaa~!" teriak Baekhyun frustasi, Kyungsoo pun yang disebelahnya sedang membaca sebuah buku hanya menatap Baekhyun bingung.

"Ya! Byun, ada apa dengan mu? Sudah 3 hari ini kau bertingkah aneh" sembur Kyungsoo yang kesal melihat sahabat nya. Kyungsoo risih melihat Baekhyun yang 3 hari ini sering menghela napas frustasi, kadang-kadang merona, dan marah-marah sendiri.

"Diam kau, Kyungsoo!" bentak Baekhyun, sudah cukup dirinya frustasi dengan tindakan Chanyeol yang mencium nya sekarang Kyungsoo membentak nya dan membuat nya semakin frustasi.

"Jangan membentak ku!" Kyungsoo balik membentak, Baekhyun mendelik kesal kepada sahabat nya. Ini lah kebiasaan mereka, akan saling membentak, menatap tajam namun tak lama pun mereka akan berbaikan lagi dan tertawa bersama lagi.

Baekhyun menghiraukan bentakan Kyungsoo, ia sedang malas membalas ocehan Kyungsoo yang cerewet, hey kau tidak sadar Byun bahwa kau juga cerewet?

Kyungsoo merasa aneh saat Baekhyun tak membalas bentakan nya biasa nya sahabat nya ini akan membalas membentak karna tidak mau kalah dari Kyungsoo jika mereka berdebat. Kyungsoo menghela napas dan meletakkan buku yang dibaca nya.

"Baiklah, Byun sudah cukup acara mu yang sering bertingkah aneh akhir-akhir ini. Ceritakan padaku, ada apa dengan dirimu?" tanya Kyungsoo berusaha sabar. Baekhyun hanya melirik nya sebentar "Aku tidak apa-apa" balas Baekhyun malas.

Cukup sudah! Kyungsoo tak bisa bersabar lagi.

"Ya! Byun, 'aku tidak apa-apa' dalam artian sebenarnya 'aku ada apa-apa'." Sentak Kyungsoo membuat Baekhyun naik darah.

"Ya, aku berbohong jika aku berkata 'aku tidak apa-apa' tapi sebenarnya aku ada apa-apa! Si Jenderal Park bodoh itu menci—"

Ucapan Baekhyun terhenti saat ia hampir atau malah sudah keceplosan dengan ucapan nya. Kyungsoo membulatkan mata nya yang memang sudah bulat. Lalu menatap menyelidik pada Baekhyun.

"Apa maksud dari ucapan mu, Cendekiawan Byun?" tanya Kyungsoo tajam. Baekhyun hanya menelan kasar ludah nya. Bodoh! rutuk nya dalam hati.

"Jenderal Park bodoh? Apakah yang kau maksud Park Chanyeol itu?"

Skakmat! Byun Baekhyun kau mati sekarang, gerutu Baekhyun. Kyungsoo memang mengetahui kedekatan Baekhyun dan Chanyeol tapi hanya sekedar tahu mereka berteman saja.

"Teruskan kembali ucapanmu, Cendekiawan Byun!" kata Kyungsoo tajam membuat Baekhyun menciut.

"A-apa maksudmu, Kyungsoo-ah?" tanya Baekhyun gagap, Kyungsoo malah semakin menatap tajam Baekhyun.

"Jangan berkilah, Cendekiawan Byun! Ada hal apa kau dan Jenderal Park itu?" tanya Kyungsoo menyelidik membuat Baekhyun semakin terpojok. Mata nya bergerak gelisah mengitari seluruh ruangan.

"Mata mu bergerak gelisah, Cendekiawan Byun. Jangan mencari alasan lain!" tandas Kyungsoo semakin membuat Baekhyun tak bisa apa-apa.

Baekhyun menghela napas, memang susah dirinya untuk berbohong kepada Kyungsoo. Dari dulu memang Kyungsoo paling tahu dirinya, jika sedang sedih, gelisah dan bohong sekalipun Kyungsoo pasti mengetahui nya.

Mereka sudah berteman sedari kecil, tak ada satupun rahasia diantara mereka. Baekhyun maupun Kyungsoo selalu meminta nasihat ataupun saran jika salah satu dari mereka mempunyai masalah.

Dan itulah membuat kedua nya sangat dekat dan memahami satu sama lain.

"Baiklah, aku kalah. Tapi kumohon, jangan beritau siapapun dan jangan membenciku" mohon Baekhyun sambil mengepalkan kedua jemari nya di depan dada. Kyungsoo hanya menatap Baekhyun lalu mengangguk.

"Aku— Chanyeol aish! Aku bingung darimana awalnya, Kyungsoo-ah" gerutu Baekhyun frustasi, wajah nya benar-benar kacau sekarang. Kyungsoo pun prihatin melihat sahabat nya ini.

Kyungsoo mengelus punggung tangan Baekhyun "Pelan-pelan saja, Baekhyun-ah" balas Kyungsoo dengan intonasi yang lembut. Baekhyun menghela napas dan memejamkan mata nya.

"Aku bingung dengan perasaan ku, Kyungsoo-ah"

Kyungsoo mengernyit bingung "Bingung dengan perasaan mu, maksudnya?"

Baekhyun menatap intens Kyungsoo, tatapan Baekhyun benar-benar menyedihkan "Kau tahu kan, aku dan Chanyeol berteman?" Kyungsoo mengangguk "Dia memang sangat menyenangkan untuk menjadi seorang teman, tetapi aku selalu merasa bingung dengan nya dan diriku"

"Apa yang harus kau bingungkan? Kau bilang sangat menyenangkan berteman dengan Chanyeol bahkan kau sering menceritakan tentang Chanyeol setiap hari hingga membuatku juga sangat penasaran dengan sosok Jenderal Muda itu"

"Itulah masalah nya, Kyungsoo. Aku selalu gugup dan sekaligus nyaman didekat nya, aku selalu menceritakan tentang nya yang entah menjadi obat penghilang sensai aneh dihatiku" ujar Baekhyun frustasi.

Kyungsoo terdiam dengan ucapan Baekhyun, dalam otak nya masih merangkai sebuah hipotesis yang akan ia lemparkan kepada Baekhyun. Alisnya kadang terangkat dan kadang merengut.

"Dan bahkan, saat kami saling menatap satu sama lain pun terasa aneh dan menggelitik hatiku. Jantungku selalu berdentum cepat jika menatap nya, dan entah seperti ada ribuan kupu-kupu berterbangan diatas perut ku jika dirinya menatap dalam mataku. Lalu senyuman nya, membuat ku argh!" lanjut Baekhyun sambil memeluk kedua kaki nya.

"Perasaan apa itu, Kyungsoo?" tanya Baekhyun lirih.

Kyungsoo diam, dirinya masih terkejut dengan semua perkataan Baekhyun.

"Kyungsoo, bantu aku. Perasaan apakah ini?" tanya Baekhyun hampir menangis, mata nya sudah memerah dan suara nya bergetar.

"Aku takut—jika aku ternyata… menyukainya"

Kyungsoo maupun Baekhyun terdiam. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Inilah yang membuat nya uring-uringan selama 3 hari setelah kejadian ciuman tersebut. Baekhyun ketakutan dengan perasaan nya sendiri.

"Baekhyun.." panggil Kyungsoo pelan, Baekhyun hanya menatap Kyungsoo dengan airmata yang mengalir dipipi nya.

"Mungkin kau salah mengartikan perasaan mu"

Baekhyun terdiam lalu menggeleng pelan "Entah, Kyungsoo. Aku juga berpikir seperti itu awalnya tetapi semakin aku menangkis perasaan itu malah semakin besar"

"Dan, aku merasa semua sia-sia dan malah membuatku semakin tersiksa" lanjut Baekhyun.

Kyungsoo menggelengkan kepala "Tidak, Baekhyun. Kau hanya salah mengartikan perasaanmu, mengerti? Jangan dipikirkan lagi" tegas Kyungsoo sambil memegang bahu Baekhyun.

Namun, sebenarnya dirinya juga ragu dengan ucapan nya. Tapi ia harus berpikir positif, Kyungsoo mengangguk kan kepala nya dengan cepat.

"Sekarang, jangan kau temui Jenderal itu lagi, mengerti?" Baekhyun terdiam, benarkah ia harus terus menghindari Chanyeol? Itu akan semakin membuat nya merindukan sosok tinggi itu.

Baekhyun mengangguk ragu, namun ia harus melakukan nya. Demi dirinya dan Chanyeol juga. Kyungsoo tersenyum senang mendengar jawaban Baekhyun.

_In Time_

Seminggu berlalu, Baekhyun berhasil menghindari Chanyeol atau lebih tepatnya tidak menemui Chanyeol lagi. Walau dalam hati nya menahan rasa rindu nya, dan dirinya semakin stress dengan perasaan semua yang berkecamuk dalam hati nya.

Baekhyun lebih sering melamun dan diam membuat Kyungsoo semakin khawatir kepada sahabat nya ini. Ia merindukan Baekhyun yang dulu ceria, cerewet, dan sering meneriaki dirinya.

Bukan Baekhyun yang pendiam dan sering melamun, Kyungsoo selalu bertanya apakah Baekhyun baik-baik saja? Namun jawaban yang diyakini Kyungsoo adalah bohong.

"Aku baik-baik saja, Kyungsoo-ah. Jangan khawatir"

Kyungsoo tahu hati dan mulut Baekhyun berbeda. Kyungsoo bukan lah anak kecil yang tidak mengerti tatapan sendu Baekhyun. Dan ini justru membuat nya semakin khawatir.

_In Time_

Kyungsoo sedang berjalan disekitar kawasan Sekolah Sungkyunkwan. Sekolah yang paling elit di Joseon, yang memperlajari berbagai ilmu filsafat dan lainnya. Semua lulusan dari sini akan ikut ambil peran menjadi Pejabat Kerajaan dan membantu pemerintahan di Joseon.

Ditangan nya Kyungsoo memegang sebuah buku, sesekali ia menghela napas panjang. Otaknya masih memikirkan sahabatnya, Baekhyun. Ini sudah 2 minggu setelah pembicaraan mereka tentang jangan menemui Chanyeol lagi.

Baekhyun semakin buruk, tatapan sedih dan sendu selalu terpancar dimata nya. Kyungsoo sebenarnya merasa bersalah namun harus bagaimana lagi? Inilah satu-satunya jalan agar perasaan menyimpang Baekhyun tidak terus bertumbuh.

Ya, Kyungsoo memang mengakui perasaan menyimpang Baekhyun. Awalnya tak percaya jika perasaan seperti itu ada, namun setelah ia meneliti ternyata memang ada. Ia bahkan mendengar dari beberapa teman nya juga yang berkata seperti itu.

Kyungsoo menghentikan langkah nya, hati nya semakin mendung saja memikirkan itu semua. Mata nya lurus menarawang lalu memejamkan sebentar berharap segala pemikiran nya hilang.

Saat Kyungsoo membuka mata dirinya menangkap seorang lelaki tinggi yang asing bagi nya. Kyungsoo seperti pernah melihat lalki itu, tetapi dimana?

Kyungsoo berpikir keras mengingat kembali wajah itu, tak lama mata nya membulat.

Itu Park Chanyeol – seru Kyungsoo dalam hati.

Mata mereka bertemu, Kyungsoo tentu saja kaget. Ia langsung membalikkan tubuhnya dengan cepat dan berjalan cepat, Chanyeol yang melihat nya pun curiga dengan cepat ia menghampiri Kyungsoo.

Kyungsoo semakin mempercepat langkah nya saat mendengar suara langkah lain dibelakang nya. Bahu nya menengang dan napas nya berhenti ditenggorokan saat merasakan seseorang menepuk pundak nya.

Kyungsoo membalikkan tubuhnya perlahan, bola mata nya bergerak gelisah dalam hati ia terus berdoa jika seseorang dibelakang nya bukan lah Park Chanyeol.

"Kyungsoo"

Kyungsoo membeku mendengar suara itu.

"Baekhyun!" seru Kyungsoo, Baekhyun yang mendengarnya terkejut.

"Ya, kenapa kau berteriak kepadaku?"

Kyungsoo membulatkan mata nya, dalam hati ia bersorak gembira dan berterima kasih kepada Tuhan ternyata orang yang menepuk pundak nya adalah Baekhyun bukanlah Chanyeol. Namun semua itu sirna saat melihat sosok tinggi itu menatap kearah mereka berdua.

"Kau kenapa, Kyung—"

"Baekhyun!"

Suara berat itu terdengar, seketika tubuh Baekhyun membeku ditempat.

Suara yang dirindukan nya selama 2 minggu ini terdengar, apakah ini mimpi? Baekhyun berdiri dengan wajah yang terkejut. Kyungsoo yang melihat nya pun merutuk, seharusnya ia langsung membawa pergi Baekhyun dari sini.

Baekhyun perlahan membalikkan tubuh nya, mata nya membulat melihat sosok Chanyeol. Chanyeol menggenakan Sokgui berwarna hijau serta Dapho berwarna biru tua dan tak lupa Gat dan Gatkeun yang menghiasi kepala nya.

Baekhyun serasa seluruh persendian nya kaku, Chanyeol menatap nya dengan begitu intens membuat jantung Baekhyun berdentum cepat. Ingin rasa nya Baekhyun berlari dan memeluk erat Chanyeol, namun ia tak mungkin melakukan hal itu.

Baekhyun mengalihkan wajah nya dan menatap Kyungsoo, lalu jemari nya menggenggam jemari Kyungsoo dengan erat.

"Ayo kita pergi, Kyung" Baekhyun langsung menarik lengan Kyungsoo. Chanyeol terkejut dengan respon Baekhyun yang dingin, Kyungsoo pun terkejut dengan tindakan Baekhyun.

_In Time_

"Apa yang dilakukan nya disini?" guman Baekhyun, sedari tadi setelah mereka menghindari Chanyeol, Baekhyun tak berhenti-henti nya berjalan bulak-balik dan terus berguman seperti itu.

Kyungsoo pun yang melihat nya pusing sendiri "Baek, berhenti lah kau berjalan seperti itu. Kau membuat ku pusing" ujar Kyungsoo, Baekhyun menghentikan langkah nya dan menatap Kyungsoo khawatir "Kyung, apa yang dilakukan nya disini?" tanya nya.

Kyungsoo memutar mata nya "Kau sudah puluhan kali bertanya seperti itu, dan aku pun tak tahu kenapa ia ada disini. Aku pun terkejut melihat kedatangan nya" balas Kyungsoo kesal.

Baekhyun menggigit bibir nya lalu mengusap wajah nya frustasi. Bagaimana Chanyeol bisa berada disini? Apakah Chanyeol mencari nya?

"Baek, apakah kau masih merasakan perasaan itu?" pertanyaan Kyungsoo membuat Baekhyun berhenti berjalan dan tenggorokan nya tercekat.

Benar, apakah perasaan itu masih ada? Dan jawaban nya, iya. Perasaan itu masih ada dan semakin bertumbuh dalam hati Baekhyun.

Baekhyun menundukan kepala nya "Aku tidak tahu, Kyung" cicit Baekhyun pelan. Kyungsoo menghela napas nya "Sejak kapan, Baek? Sejak kapan kau bisa memiliki perasaan itu?"

"Entah, Kyungsoo. Semua mengalir begitu saja, aku ingin perasaan ini berhenti , Kyung. Bantu aku" mohon Baekhyun sambil menggenggam erat jemari Kyungsoo. Suara nya bergetar seirama dengan ucapan nya.

Baekhyun terlihat sangat kacau, wajah yang memerah dan menahan airmata yang tak sudah menggenang dipelupuk mata nya, mungkin jika ada Chanyeol lelaki tinggi itu sudah memeluk erat tubuh Baekhyun.

"Aku ingin semua sensasi aneh ini berhenti, Kyung. Ini sangat salah!" tangis Baekhyun pecah. Dirinya merasa malu memiliki perasaan yang menyimpang kepada Chanyeol yang jelas-jelas lelaki. Baekhyun terus merutuki dirinya sendiri.

"Aku menyimpang, Kyung! Ini salah, sangat salah aku menyukai dirinya!" rancau Baekhyun, tangan nya terus memukul kepalanya. Kyungsoo yang menyadari itu langsung menggenggam tangan Baekhyun.

"Bagaimana aku bisa memiliki perasaan seperti itu kepada Chanyeol? Ini akan memalukan dirinya dan aku. Bantu aku, Kyungsoo. Bantu aku menghilangkan perasaan ini" isak Baekhyun, dada nya sesak dengan semua perasaan yang mencekik nya. Kyungsoo menatap Baekhyun prihatin.

"Baekhyun, dengarkan aku! Hal ini cukup diriku dan kau yang tahu, jangan sampai siapapun tahu tentang ini termasuk juga Chanyeol, mengerti?" Baekhyun menatap dalam Kyungsoo lalu mengangguk pelan, Kyungsoo langsung memeluk erat tubuh Baekhyun.

Chanyeol menatap sosok yang menangis itu dengan sendu. Hati nya sakit mendengar tangisan dan ucapan si mungil. Bagaimana wajah sedih dan frustasi itu benar-benar mengganggu nya.

Ia ingin sekali menghampiri Baekhyun dan menggantikan Kyungsoo yang memeluk Baekhyun. Ia ingin mengucapkan betapa rindu nya kepada sosok mungil itu.

TBC

Ya ampun! Makasih banget yaah atas semua review nya. Aku seneng banget ada yang comment panjang haha terus teriak2 gak jelas buat aku senyum2 sendiri.

Aku juga butuh saran kalian untuk memperbanyak ChanBaek moment nya, mungkin ada ide kalian yang bisa aku ambil.

Big Thank's:

aquariusbaby06, Guest, neli amelia, nurul cynkeonmma, nanawidya8894, Hanbyeol267, ChanLoveBaek, , meliarisky7, 6104

Salam sejahtera #BaekYeonhanyamitos (Aku copy dari salah satu author hahaha)