In Time [Chapter 5]
Author : Vitamin
Main Cast : - Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Do Kyungsoo-ah
Kim Jongin
Genre : Kalian tebak sendiri yah
Leght : 15 keatas(?)
Summary : Suatu saat kita akan kembali bersama, walaupun kau ataupun aku tidak mengenal satu sama lain, namun aku yakin kau pasti akan mengenalku dan aku pun akan mengenalmu. Cinta kitalah yang mempertemukan kita kembali.
Previous
Chanyeol menatap sosok yang menangis itu dengan sendu. Hati nya sakit mendengar tangisan dan ucapan si mungil. Bagaimana wajah sedih dan frustasi itu benar-benar mengganggu nya.
Ia ingin sekali menghampiri Baekhyun dan menggantikan Kyungsoo yang memeluk Baekhyun. Ia ingin mengucapkan betapa rindu nya kepada sosok mungil itu.
Chapter 5
Chanyeol kembali ke Biro Militer dengan wajah kusut dan perasaan campur aduk, para prajuritnya pun heran melihat Komandan mereka seperti ini, biasa nya Chanyeol akan tersenyum ramah dan menyapa para prajurit yang bertemu dengan nya.
Lalu pakaian nya yang tak biasa hanya menggenakan Sokgui berwarna hijau serta Dapho berwarna biru tua dan tak lupa Gat dan Gatkeun yang menghiasi kepala nya, bukan lah Gugunbok serta Jeonrip kebanggan nya. Intinya, Chanyeol benar-benar berbeda hari itu.
Chanyeol terus menunduk sepanjang jalan hingga akhirnya ia sampai di kantor nya.
Chanyeol membuka pintu kantornya dengan pelan, Jongin yang memang sedari tadi menunggu Chanyeol di kantor karna ingin mengajak Chanyeol latihan sedikit heran dengan kedatangan Chanyeol. Lelaki tinggi itu menunduk dalam.
"Hyung, kau kenapa?" tanya Jongin heran dan beranjak dari duduk nya menghampiri Chanyeol yang berdiri mematung dipintu. Kepala Chanyeol terus menunduk dalam sehingga Jongin tidak bisa melihat wajah Chanyeol ditambah Gat yang terpasang dikepala Chanyeol.
Jongin khawatir saat melihat pundak Chanyeol yang bergetar, Jongin mencengkram pundak Chanyeol dan seketika Chanyeol mendongkak dengan wajah memerah menahan tangis nya walaupun airmata sudah meluncur mulus dipipinya.
Mata Jongin membulat sempurna melihat tatapan rapuh Chanyeol "H-Hyung – ada apa dengan mu?" tanya Jongin tergagap, rasa khawatir langsung hinggap dihatinya.
Baru kali ini ia melihat Chanyeol menangis setelah terakhir kali melihat Chanyeol menangis saat Jongin menangisi kematian Ayah nya dan Chanyeol ikut menangis bersama Jongin. Namun, tidak sekacau ini.
Chanyeol hanya terdiam dengan airmata yang terus turun hingga tak bisa ia control, lalu Chanyeol menyandarkan kening nya dipundak Jongin sambil terus menangis diam. Jongin yang melihat nya pun hanya terdiam antara penasaran, khawatir dan bingung.
Chanyeol butuh sandaran, dan Jongin lah menjadi tempat sandaran nya walau bagaimanapun sebenarnya ia lebih membutuhkan Baekhyun dibanding kan Jongin.
Lengan Jongin bergerak mengusap punggung lebar Chanyeol berusaha menenangkan Chanyeol yang masih menangis dalam diam. Dalam hati ia sedih melihat Chanyeol yang sangat kacau seperti ini, saat sebelum pergi Chanyeol masih tersenyum lebar bahkan masih sempat bercanda dengan nya.
Namun, saat Chanyeol pulang kenapa wajah seperti inilah yang ada? Chanyeol tatapan nya yang sendu, rapuh, dan tersiksa, serta memiliki beban yang sangat berat dipundak nya. Sebenarnya Jongin sudah merasakan ini sekitar beberapa hari yang lalu.
Chanyeol menjadi sering gelisah, selalu menatap pintu gerbang Biro Militer seakan menantikan seseorang. Bahkan saat latihan Chanyeol selalu menatap resah dan sedih pojok lapangan, lalu ia pun sering melamun.
Jongin ingin bertanya namun ia selalu gagal, entah karna ia sibuk ataupun melihat raut wajah Chanyeol yang frustasi membuatnya enggan untuk bertanya takut akan mengganggu Chanyeol.
Setelah dirasa dirinya mulai tenang, Chanyeol mengangkat kepala nya dan menghembuskan napas. Jongin pun mulai mengintrupsi nya "Hyung, sebenarnya ada apa denganmu? Kau pulang-pulang dengan keadaan seperti itu, membuatku khawatir saja" cecar Jongin khawatir.
Chanyeol hanya tersenyum miris kepada Jongin, dan lelaki tan itu tahu bahwa senyuman itu menandakan senyuman yang menyakitkan. Jongin semakin khawatir, ia harus mendesak Chanyeol sekarang tentang apa yang selama beberapa hari ini membuat Hyung nya menjadi pemurung.
Chanyeol berjalan gontai menuju tempat duduk nya, lalu tersenyum miris mengingat kembali ucapan Baekhyun.
"Aku menyimpang, Kyung! Ini salah, sangat salah aku menyukai dirinya!"
"Bagaimana aku bisa memiliki perasaan seperti itu kepada Chanyeol? Ini akan memalukan dirinya dan aku. Bantu aku, Kyungsoo. Bantu aku menghilangkan perasaan ini"
Tidak, bukan seperti ini yang aku inginkan – lirih Chanyeol dalam hati.
Jongin menatap prihatin Chanyeol yang berdiri mematung dengan tangan yang bertumpu di meja, menahan tubuh tinggi nya agar tidak ambruk. Airmata kembali lolos dari mata nya, meluncur dengan mudah nya padahal Chanyeol sedari tadi menahan namun usaha nya sia-sia.
"Hyung…" panggil Jongin pelan.
"Dia – bukan, bukan ini yang aku inginkan, Jongin" sahut Chanyeol dengan suara yang parau.
Chanyeol terlihat sangat memprihatinkan.
"Apa maksudmu, Hyung? Ada apa denganmu? Jika kau punya masalah kau bisa bercerita padaku, mungkin aku bisa membantu mu. Jangan kau pendam sendiri, Hyung"
Jongin menatap sedih Chanyeol yang sudah ia anggap Hyung nya sendiri.
"Aku tidak yakin apakah kau bisa membantuku atau tidak, Jongin-ah" tukas Chanyeol lirih. Ia ingin memberitaukan hal ini namun apakah Jongin bisa menerima nya?
"Bagaimana kau tahu aku bisa membantumu atau tidak bahkan kau belum menceritakan masalahmu, Hyung" balas Jongin gemas.
Chanyeol terdiam, mungkin memang seharusnya ia memberitaukan hal ini karna ia benar-benar membutuhkan seseorang untuk mendengar keluh kesah masalah nya ini.
"Baekhyun – Tuhan, maafkan aku jika ini salah tetapi aku mencintai nya" rancau Chanyeol. Jongin berjalan mendekat kepada Chanyeol lalu memegang pundak tegap Chanyeol "Mencintai nya? Siapa yang kau maksud, Hyung?" tanya Jongin heran.
"Jongin, kau sudah kuanggap adik ku sendiri. Dan, kau lah yang paling kupercaya. Kumohon jangan membenciku" Jongin hanya diam menatap sendu pundak tegap Chanyeol.
"Katakan jika aku tidak waras bahkan gila, jika ternyata akupun menyukai atau bahkan mencintai Baekhyun, Jongin" balas Chanyeol lirih.
Dan airmata kesedihan itu kembali meluncur.
Jongin yang tadinya menatap sendu Chanyeol kini beralih menatap Chanyeol heran, ia masih mencerna apa yang dikatakan Chanyeol. Apa? Mencintai Baekhyun?
"Baekhyun— yang kau maksud adalah siswa Sungkyunkwan itu?" tanya Jongin ragu, Chanyeol mengangguk pelan sebagai jawaban dan cukup membuat Jongin shock sendiri.
"Aku mencintainya, Jongin. Mencintai nya hingga rasa nya ingin mati saja, Jongin-ah"
Kepala Jongin menggeleng pelan dengan raut wajah tak percaya menatap Chanyeol dan berjalan mundur perlahan "T-Tidak, Hyung. Hyung, bercanda boleh tapi jangan seperti ini. Sama sekali tidak lucu, Hyung!" sergah Jongin dengan dengan perasaan campur aduk.
"Hyung tidak bercanda, Jongin-ah" lirih Chanyeol malah semakin membuat Jongin kacau.
"Kau pasti bercanda, Hyung! Bagaimana kau bisa memiliki perasaan seperti itu kepada—" napas nya seakan tercekat ditenggorokan nya, Jongin hanya terdiam dengan wajah terkejut. Dirinya seperti mendapatkan serangan jantung mendadak.
Oke, memang dirinya tahu kedekatan Hyung dengan siswa Sungkyunkwanitu, namun apakah seperti ini hubungan pertemanan mereka? Ternyata mereka berdua saling menyukai atau entah mungkin mencintai satu sama lain.
Jongin menganggap mereka hanya sebatas teman saja, ia pun sering melihat mereka selalu bersama dan Chanyeol juga nampak nyaman dengan Baekhyun hingga ia tak menyangka kenyamanan itu ternyata salah, kenyataan memang selalu pahit, bukan? Kenyataan pahit yang harus ia dengar dari Hyung kesayangan nya.
Mendengar bahwa Chanyeol mencintai Baekhyun yang ia langsung dengar dari mulut Chanyeol.
Ini bagai petir di siang bolong yang menyambar dirinya, bagaimana Chanyeol bisa memiliki perasaan seperti itu? Oke, memang dirinya belum pernah mendengar Chanyeol membicarakan wanita yang disuka atau di incar nya, namun mungkin Chanyeol memang belum mendapatkan sosok wanita yang cocok untuknya.
Tapi, ia kecewa ternyata sekali nya dia mendengar jika Chanyeol mencintai seorang lelaki, ingat LELAKI! Yang seharusnya lelaki itu dengan perempuan bukan dengan lelaki lagi.
"Kau mungkin salah mengartikan perasaan mu, Hyung. Kau hanya menyayangi nya sebagai teman saja tidak lebih" sahut Jongin mencoba menyakinkan dirinya dan Chanyeol.
Namun ia pun ragu.
Kenapa kau ragu, Jongin? Heol, dia begitu mengenal sosok Chanyeol. Ingat mereka sudah bersahabat sejak kecil, bahkan mereka sudah seperti adik kakak kandung. Gerak-gerik serta tatapan yang Chanyeol berikan memang berbeda kepada Baekhyun. Terkesan khusus.
"Aku salah mengartikan pertemanan kami?. Mungkin, pernyataanmu akan sama dengan sahabat Baekhyun itu, bahkan ia menyuruh Baekhyun untuk terus memendam perasaan nya. Tetapi salah, Jongin. Dari awal aku sudah tahu perasaan ini pasti akan tumbuh, aku bahkan merasakan nya saat pertama kali bertemu dengan nya" balas Chanyeol menatap sendu Jongin.
"Bahkan dia pun merasakan nya, Baekhyun merasakan nya, Jongin. Aku mendengar nya langsung ia mengatakan bahwa ia menyukai ku, namun ia sama frustasi nya denganku" lanjut Chanyeol
Jongin menatap Chanyeol tajam dan kecewa "Tapi, bagaimana bisa kau memiliki perasaan kepada seorang lelaki, Hyung?!" bentak Jongin kecewa. Chanyeol hanya menatap Jongin tidak percaya, selama ini Jongin tidak pernah membentak nya seperti ini.
"Apa maksudmu, Jongin?"
Suara tegas seseorang terdengar.
Jongin dan Chanyeol langsung membalikkan tubuh mereka dan betapa terkejutnya disana sudah ada Changmin dan Yuri berdiri didepan pintu dengan raut wajah antara terkejut dan bingung. Chanyeol menelan kasar ludahnya.
"Apa maksudmu, Kim Jongin?" tanya Changmin dengan nada tak bersahabat, Jongin hanya diam mematung.
"Nak, apa maksud perkataan, Jongin? Kenapa Jongin berteriak kepadamu?" kini Yuri yang bersuara dengan raut wajah yang bingung dan resah.
Chanyeol hanya terdiam, lidahnya terasa kelu untuk menjawab pertanyaan Ibu nya sendiri. Suasana menjadi tegang, Chanyeol dan Jongin masih sama-sama terdiam sedangkan Changmin sudah menatap Chanyeol penuh amarah.
"Katakan, apa maksud dari perkataan Jongin, Park Chanyeol?" desis Changmin semakin membuat Chanyeol ciut. Inilah yang ia takutkan selama ini.
Ya, dirinya memang mencintai sosok mungil itu namun ia terlalu takut untuk mengungkapkan nya karna inilah jika suatu saat nanti Ayah nya akan mengetahui perasaan menyimpangnya.
Ia masih menyayangi Ayah dan Ibu nya, jika kedua orangtua nya tahu, mungkin Chanyeol tidak akan menjadi anak mereka lagi.
"Ayah, mendengar perkataan Jongin?" tanya Chanyeol bodoh.
"Ayah mendengar nya. Dan bisa kau jelaskan, Park Chanyeol?"
Chanyeol kembali diam dengan perasaan panik dan bingung.
"Kau mempunyai perasaan terhadap laki-laki, Nak?"
SKAKMAT!
Sepertinya itu bukanlah pertanyaan melainkan penyataan yang diucapkan oleh Yuri, dan itu benar-benar membuat bahu Chanyeol langsung menegang seketika. Jongin pun yang mendengarnya terkejut, ia tak menyangka akan seperti ini jadinya.
Chanyeol sama sekali tak menjawab ia masih terus terdiam, bahkan Jongin pun sama membuat Changmin semakin geram melihat Chanyeol –anak nya- sekaligus Jongin yang sudah ia anggap sebagai anak nya sendiri.
"Kau! Jawab pertanyaan Ibu mu, Jenderal Park!" tandas Changmin sambil menekan kan kata 'Jenderal' bukan embel-embel 'Nak' dan jika Ayahnya berkata seperti itu Ayah nya benar-benar sedang marah besar.
"A-Ayah —"
"Aku minta kau menjawab pertanyaan Ibu mu, bukan memanggilku" geram Changmin membuat ruangan Chanyeol semakin panas dan tegang. Jongin bahkan tak bisa berkata-kata dan membantu Chanyeol.
Mata Chanyeol bergerak gelisah, apa yang harus ia perbuat? Ia tak menyangka semua nya akan seperti ini, kenyataan yang cepat terungkap. Chanyeol menatap sendu kedua orangtua nya.
Tidak, ia ingin mempertahankan perasaan nya kepada Baekhyun. Sudah beberapa bulan ini ia terus menahan perasaan nya dan sekarang ia harus melenyapkan perasaan itu? Tidak bertemu dengan Baekhyun selama beberapa hari saja sudah membuat nya frustasi apalagi harus pergi dari Baekhyun dan menghapus kenangan dan perasaan nya?
Tidak akan! – seru Chanyeol dalam hati.
"Kenapa kau diam, Park?"
Suara Changmin membuyarkan nya dan membuat Chanyeol semakin bingung, namun mungkin inilah saat nya ia memberitaukan semua nya toh kedua orangtua nya sudah tahu kan.
Maafkan aku, Ibu Ayah – sesal Chanyeol.
Chanyeol berjalan pelan menghampiri kedua orangtua nya, lalu tindakan Chanyeol membuat ketiga orang itu terkejut bukan main melihat Chanyeol yang berlutut didepan kedua orangtua nya.
Tak ada acara apapun yang harus Chanyeol lakukan, pikiran nya sudah pendek dan ia sangat panik hingga ia akhirnya melakukan ini.
"Jenderal Park, apa yang kau lakukan? Dimana harga dirimu? Aku tidak pernah mengajarkan mu seperti ini" geram Changmin melihat anak nya bertingkah bodoh.
Chanyeol hanya menunduk dalam dan terisak, ia benar-benar tak bisa berkata-kata bahkan untuk mengeluarkan suara nya saja terlalu menyakitkan. Yuri sudah menangis melihat anak semata wayang nya yang bertekuk lutut didepan nya.
"Ayah, maafkan aku. Maafkan anakmu yang berdosa ini, bahkan mungkin aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri. Tapi, demi Tuhan Ayah jika saja aku bisa menghilangkan atau melenyapkan perasaan ini aku akan melakukan nya" lirih Chanyeol, ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis walau berkata saja ia sudah susah.
"Namun, aku tak bisa, Ayah. Aku sudah berusaha melakukan nya, tetapi itu malah menyiksaku. Semakin aku menahan nya semakin besar perasaan itu" lanjut Chanyeol bergetar kentara sekali ia menahan tangis nya.
Changmin hanya menatap marah dan kecewa Chanyeol sedangkan Yuri sudah menangis hebat melihat anak lelaki nya, Ibu mana yang tak tega melihat anak nya sekacau ini. Dirinya memang kecewa namun melihat dari sorotan mata Chanyeol ia tahu bahwa Chanyeol tersiksa dengan perasaan itu.
"Kau memalukan, Park. Mau taruh dimana wajahmu nanti jika kau menyukai seorang lelaki! Tidak ada didunia ini lelaki berpasangan dengan lelaki!" sahut Changmin murka, bahkan napas nya terengah-engah.
"Aku tahu, Ayah. Aku sangat tahu, tapi sungguh aku mencintainya" balas Chanyeol menatap kedua orangtua nya. Ia tahu ia sudah mempermalukan dan mengecewakan kedua orangtua nya namun bisakah ia egois demi kebahagiaan dan cinta nya?
"Apa kau bilang?! Berani nya kau!" tangan Changmin melayang keudara bersiap melemparkan tamparan telak kepada Chanyeol.
"Paman, jangan!"
"Suamiku, jangan!"
Seru Yuri dan Jongin berbarengan. Yuri yang tak kuasa, bahkan ia menutup mata nya tak tega melihat Chanyeol yang akan ditampar oleh Ayah nya sendiri. Jongin pun terkejut melihat tangan besar Changmin melayang keudara bersiap menampar Chanyeol.
Namun niat Changmin tertahan karna seseorang sudah menahan tangan nya.
Changmin terkejut dan kesal niat nya memberi pelajaran kepada Chanyeol gagal karena seseorang yang menahan tangan nya. Mata Changmin jatuh kepada sosok lelaki mungil yang sudah berurai airmata.
Chanyeol dan Jongin terkejut dengan kedatangan Baekhyun yang tiba-tiba dan langsung menahan tangan Changmin.
Baekhyun – ujar Chanyeol dalam hati.
Baekhyun menggenggam lengan Changmin sambil menggelengkan kepala nya meminta agar tidak melakukan hal itu. Changmin yang melihatnya pun bingung.
"Kumohon, Anda jangan melakukan hal itu. Bagaimana pun, dia tetap anak, Anda" lirih Baekhyun menatap Changmin.
"Baekhyun…" panggil Chanyeol pelan namun bisa didengar oleh Baekhyun dan Changmin.
"Siapa dia, Park?" desis Changmin.
Chanyeol hanya menatap dalam Baekhyun menghiraukan pertanyaan Ayah nya. Chanyeol merasa dunia nya berhenti saat ia bisa melihat lagi wajah indah itu, sosok mungil yang ia sangat rindukan.
Changmin yang merasa tatapan itu akhirnya mengerti, ia bukanlah orang yang bodoh akan tatapan itu. Lalu Changmin melepaskan lengan nya dengan kasar sehingga Baekhyun yang masih menggenggam lengan Changmin terhempas hingga mundur beberapa langkah.
Tindakan Changmin membuyarkan lamunan Chanyeol dan kembali kedunia nyata. Chanyeol terkejut dengan tindakan Ayah nya "Ayah!" panggil Chanyeol.
"Jadi, inilah lelaki yang kau sukai, huh?"
Chanyeol diam.
"Apa yang kau sukai dari sosok dia, huh?"
Chanyeol tetapi diam.
"Dimana otak mu, Park? Untuk apa selama ini aku mendidik mu untuk menjadi orang yang berotak. Tahu mana yang benar dan mana yang salah, bukan menjadi orang yang menyimpang seperti ini, dan memilih yang salah!"
Semua nya masih terdiam, dan tak ada satupun yang berniat menyela atau menghentikan Changmin. Yuri cukup tahu dengan sikap suami nya, jika sudah marah biarkanlah Changmin meluapkan amarah nya.
Dan Jongin pun sama, ia cukup mengetahui sikap Paman nya ini karna Chanyeol pun sama. Jika ia sudah marah lebih baik membiarkan Chanyeol meluapkan nya dibanding memendam nya karna membuat Chanyeol lebih sensitive dan marah tidak jelas.
"Dia hanya seorang lelaki yang cengeng dan menangis demi dirimu, menyedihkan"
Chanyeol membulatkan mata nya mendengar perkataan Ayahnya, sudah cukup ia diam Ayah nya sudah mulai keterlaluan.
"Ayah, apa maksud perkataan mu?!" tanya Chanyeol dengan nada entah marah atau apa, namun ia tak bisa marah kepada Ayah nya. Sedangkan Changmin hanya menanggapi itu dengan menyeringai kejam melihat anak nya.
"Kau bahkan berani berbicara dengan nada seperti itu kepada Ayah mu sendiri, aku tak pernah mengajarkan hal itu kepadamu. Kau bahkan sekarang tak berani membantah perkataanku" sindir Changmin membuat Chanyeol kembali terdiam seribu bahasa.
Ya, Chanyeol sangat menurut kepada Ayah nya. Menurut nya, apapun perkataan Ayah nya adalah mandat untuk nya dan ia pun menyadari bahwa semua perkataan Ayah nya adalah untuk kebaikan dirinya.
Namun, entah mengapa sekarang bahkan dirinya menjadi melawan kepada Ayah nya?
Changmin menatap Baekhyun yang menunduk dalam dengan bahu yang bergetar "Apa yang kau lakukan kepada anak ku? Apa yang telah kau perbuat hingga anak ku menjadi salah seperti ini?"
"Apa kau menggoda nya?" tanya Changmin remeh. Baekhyun mendongkak dan menatap tak percaya dengan ucapan orangtua lelaki yang ia cintai.
Jongin dan Chanyeol pun sama terkejut nya, tak menyangka kepada Changmin akan berkata seperti itu. Dan Chanyeol merasa Ayah nya sudah benar-benar keterlaluan.
"Ayah, kau bicara apa! Jangan menilai orang tanpa kau tahu apapun tentang nya. Itu keterlaluan, kau bahkan mengajari nya kepadaku" sahut Chanyeol mulai terpancing emosi nya. Tak ada yang boleh mengatakan hal seperti itu kepada Baekhyun, termasuk Ayah nya, pikir Chanyeol.
"Keterlaluan? Kau bahkan lebih keterlaluan, Park Chanyeol. Kau sudah mempermalukan keluargamu bahkan dirimu sendiri" bentak Changmin penuh amarah, mata nya memerah menahan airmata nya.
"Kau bukan anak ku lagi, dan jangan mengganggap aku sebagai Ayah mu" ucap final Changmin.
Semua yang berada diruangan itu menahan napas dan membulatkan mata mereka mendengar ucapan Changmin. Chanyeol merasa sebuah belati langsung menohok nya saat mendengar perkataan Ayah nya sendiri.
"Suamiku, apa yang kau katakan!" seru Yuri tak suka. Changmin hanya terdiam dengan rahang mengeras.
"Dia masih anakku!" tandas Yuri menatap tajam suami nya.
Yuri adalah orang yang melahirkan Chanyeol, pasti ia sangat sakit jika Chanyeol bukanlah anak nya lagi terlebih hati nya sakit melihat Chanyeol yang kacau seperti ini, karna ingat dialah yang melahirkan Chanyeol jadi ikatan batin ibu dan anak, ia merasakan nya.
Chanyeol pasti sangat terpukul, dan Yuri merasakan nya.
TBC
MAAFKAN SAYA MEMBUAT CHANBAEK MENDERITA DISINI KARNA SAYA SUKA MELIHAT MEREKA MENDERITA, DAN SAYA YAKIN SAMA PEPATAH INI
'BERAKIT-RAKIT DAHULU
BERENANG-RENANG KEMUDIAN
BERSAKIT-SAKIT DAHULU
BERSENANG-SENANG KEMUDIAN'
Lagian mereka menderita untuk mendukung FF ini *kenapa aku seneng banget yah liat mereka menderita* hahahaha…
Big THANK'S TO ALL READERS YANG MEMBACA FF AKU. AKU EXCITED BANGET BACA REVIEW KALIAN~
Terus dukun dan kasih banyak review buat FF aku yah..
Dan maaf banget kalo misalkan kalian bored sama cerita nya karna aku belum bisa membuat FF yang semenarik mungkin, dan aku masih author amatiran.
Jika kalian ingin bertanya, memberi saran dan ide silahkan tanyakan dan berikan dalam comment kalian, aku selalu memantau kok comment kalian!
Salam ChanBaek shipper #BAEKYEONHANYAMITOS *ketjupbasah*
