In Time [Chapter 6]

Author : Vitamin

Main Cast : - Park Chanyeol

- Byun Baekhyun

- Do Kyungsoo-ah

Kim Jongin

Genre : Kalian tebak sendiri yah

Leght : 15 keatas(?)

Summary : Suatu saat kita akan kembali bersama, walaupun kau ataupun aku tidak mengenal satu sama lain, namun aku yakin kau pasti akan mengenalku dan aku pun akan mengenalmu. Cinta kitalah yang mempertemukan kita kembali.

Previous

"Dia masih anakku!" tandas Yuri menatap tajam suami nya.

Yuri adalah orang yang melahirkan Chanyeol, pasti ia sangat sakit jika Chanyeol bukanlah anak nya lagi terlebih hati nya sakit melihat Chanyeol yang kacau seperti ini, karna ingat dialah yang melahirkan Chanyeol jadi ikatan batin ibu dan anak, ia merasakan nya.

Chanyeol pasti sangat terpukul, dan Yuri merasakan nya.

Chapter 6

Suara isakan kecil Baekhyun dan Yuri terus terdengar mendominasi ruangan Chanyeol. Jongin hanya berdiri terdiam sedangkan Chanyeol masih berlutut. Changmin pun masih berdiri gagah dihadapan anak nya.

Changmin sangat kecewa kepada Chanyeol, kenapa anak nya malah lebih memilih lelaki ketimbang wanita yang diluar sana yang mencintai dan menyayangi anak nya? Banyak diluar sana yang rela mengantri demi menjadi pendamping Chanyeol.

Namun, kenapa harus lelaki itu? Bahkan putera nya berani membentak dan membela lelaki itu kepada Ayah nya sendiri. Orangtua mana yang tidak sakit dan kecewa anak nya seperti itu.

Mengingat Chanyeol itu sangat penurut dan selalu mendengarkan perkataan nya.

Baekhyun terus membekap mulutnya agar tangisan nya tak pecah, dirinya benar-benar shock dan tak bisa berbuat apa-apa saat Orangtua Chanyeol memojokkan dirinya dan Chanyeol.

Ini terlalu mendadak saat semua nya terungkap. Ya, Baekhyun sekarang mengetahui kebenaran jika Chanyeol mencintai nya, perasaan Baekhyun antara bahagia, panik, dan takut. Semua nya bercampur aduk menjadi satu hingga membuat perut nya mual.

Chanyeol bahkan masih terdiam membeku, pikiran nya berkecamuk dan terus mengulang perkataan Ayah nya.

"Kau bukan anak ku lagi, dan jangan mengganggap aku sebagai Ayah mu"

"Kau bukan anak ku lagi, dan jangan mengganggap aku sebagai Ayah mu"

"A—Ayah, kau Ayahku. Tidak, aku masih anak mu, Ayah" cicit Chanyeol yang kini bersuara, dia semakin stress dengan semua masalah ini. Urusan nya dengan Baekhyun saja belum selesai dan sekarang dengan orangtua nya.

Seseorang tolong selamat kan Chanyeol sekarang!

"Chanyeol, jangan dengarkan Ayah mu, Nak. Kau masih anak kami, anak kesayangan Ibu" suara lembut Yuri namun terdengar lirih bahkan nada bergetar kentara sekali. Ia tahu, sangat tahu jika Chanyeol sangat menyayangi mereka.

Jika Changmin berkata seperti itu pasti Chanyeol sangat sedih, anak nya itu sangat menyayangi kedua nya dan saat sang Ayah yang selalu menjadi panutan untuknya berkata seperti itu, pasti membuat nya shock.

Changmin menghela napas kasar lalu memejamkan mata nya "Jika kau masih ingin menjadi anak ku, tinggalkan lelaki ini. Hapus semua perasaan menyimpangmu" tawar Changmin, emosi nya sudah mulai mereda namun rasa kecewa masih bergejolak dalam hati nya.

Chanyeol dan Baekhyun sama-sama membeku, ini adalah pilihan yang sulit. Dimana kau harus memilih dua orang yang sangat penting bagi mu.

"Ayah, aku tak bisa memilih kedua nya—"

"Kau harus memilih, dimana sikap mu yang bijaksana itu, huh?" seru Changmin mendarah daging. Chanyeol semakin terpojok kan, iris mata nya menatap Baekhyun yang masih terisak.

Merasa ditatap Baekhyun membalas tatapan mata Chanyeol lalu tersenyum tipis. Baekhyun menghela napas berusaha mengontrol tangis nya. Dia harus menyelesaikan ini, ia tak kuat melihat Chanyeol hancur seperti ini dan lelaki tinggi itu pasti sedih mendengar pernyataan Ayah nya tadi.

Lebih baik ia tersakiti dari pada orang yang dicintai nya menderita, Baekhyun pun berusaha tegar dalam hati nya.

Demi Chanyeol, maafkan aku. Aku mencintaimu – lirih Baekhyun dalam hati.

"Jangan salahkan Chanyeol, Ahjussi. Akulah penyebab dari semua ini, ya aku memang yang pertama kali mendekati anak, Anda" aku Baekhyun. Akhirnya ia bersuara, walau dalam hati ia berteriak ingin menyangkal semua yang ia katakana.

"Maafkan aku, semua nya seperti ini karena ku. Maaf, seharusnya aku tidak pernah mendekati anak, Anda. Seharusnya aku sadar diri. Maafkan aku" guman Baekhyun lirih, bahkan airmata nya kembali mengalir dan isakan nya tak bisa ia tahan lagi padahal sudah sekuat tenaga ia berusaha untuk tidak menangis.

Chanyeol shock dengan pernyataan Baekhyun, bagaimana lelaki itu bisa mengucapkan hal yang tidak benar?

"Apa yang kau katakan, Byun Baekhyun?!" seru Chanyeol kesal bahkan ia tak sadar beranjak dari aksi berlutut nya.

"Mengapa kau bisa mengatakan hal seperti itu?!"

Baekhyun yang melihat Chanyeol murka hanya membalas dengan senyuman tipis, Jongin pun hanya memandang mereka dengan tatapan tak bisa diartikan.

"Maafkan aku jika membuat anak Anda menjadi orang yang salah. Semua karena diriku, jangan salahkan Chanyeol, disini aku lah yang bersalah. Maafkan aku" Baekhyun membungkuk dalam sebagai permintaan maaf.

Lebih baik seperti ini daripada masalah ini terus bergulir dan pasti nya tak akan berhenti. Ia yang harus menyelesaikan nya.

Changmin hanya menatap Baekhyun dengan tatapan meremehkan dan terganggu juga dengan ekspresi Baekhyun yang sendu, namun ia menepis semua itu yang terpenting adalah menyadarkan kesadaran Chanyeol yang menyimpang.

Baekhyun menegakkan tubuh nya dengan uraian airmata. Chanyeol yang melihat nya pun langsung mengalihkan pandangan nya kearah lain. Tatapan menyedihkan dan menyakitkan itu, wajah yang memerah akibat menangis. Itu adalah pemandangan yang amat

menyakitkan bagi Chanyeol, ia benar-benar tak sanggup.

"Berhenti mengatakan hal seperti ini, Byun Baekhyun! Aku akan mempertahankan mu"

Chanyeol menatap dalam Baekhyun.

"Aku akan menjauh dari anak, Anda"

Hancur sudah hati Chanyeol mendengar perkataan Baekhyun.

Baekhyun membalikkan tubuh nya dan pergi meninggalkan Chanyeol dengan perasaan sakit. Bahu nya tak berhenti bergetar bahkan airmata nya terus mengalir tanpa bisa Ia tahan.

Kenapa rasa nya sesakit ini? – lirih Baekhyun dalam hati.

Chanyeol hanya menatap sendu kepergian Baekhyun, ia sangat yakin jika Baekhyun melakukan hal itu demi dirinya tetapi bisakah Baekhyun tidak mengatakan hal yang seperti itu?

Dirinya merasa tidak berguna.

_In Time_

Chanyeol berkutat dengan gulungan kertas tentang masalah-masalah yang terjadi di Ibu Kota maupun daerah lain nya. Mata nya bergerak membaca tulisan Hanji dikertas itu. Semenjak kejadian dua minggu yang lalu dirinya terus berkutat dengan gulungan kertas itu.

Bahkan ia tak pulang kerumah yang ia yakini juga pasti akan membuat semua nya lebih kacau jika ia pulang. Walau Ayah nya masih menganggap anak nya, namun Chanyeol ingin sendirian untuk saat ini. Lagipula Ayah nya pasti masih marah kepada dirinya, lalu ibunya? Entah, mungkin hanya mengkhawatirkan anak lelaki satu-satu nya.

Chanyeol hanya terus berada di kantor nya, bahkan untuk tidur pun ia mungkin akan tertidur di meja kantor nya. Jongin yang melihat nya pun khawatir dan kesal dengan sifat Chanyeol.

Ia pun sekarang menjadi mata-mata untuk Changmin, ia memberitau keadaan Chanyeol bagaimana dan Changmin hanya menghela napas berat melihat sifat keras kepala Chanyeol yang menurun dari nya.

Yuri pun semakin khawatir dengan keadaan Chanyeol, ia pernah mengunjungi Chanyeol setelah 3 hari kejadian yang amat menyakitkan bagi Chanyeol. Saat sampai didepan kantor Chanyeol, Yuri membuka pintu dengan perlahan.

Ia hanya membuka pintu sedikit, hati Yuri langsung sedih seketika saat melihat Chanyeol yang duduk terdiam dengan padangan kosong namun airmata mengalir dari mata nya dan tak lama kemudian Chanyeol berteriak pilu di ikuti isakan nya.

_In Time_

Jongin memasuki kantor Chanyeol, dan pemandangan yang ia lihat masih sama seperti yang kemarin Chanyeol terus berkutat dengan gulungan kertas yang menurut Jongin memuak kan selama dua minggu penuh bergelung dengan gulungan itu.

Chanyeol bahkan jarang latihan lagi dua minggu ini, dan yah Jongin tahu alasan nya. Hanya alasan yang klise, takut teringat Baekhyun kembali dan TADA! Pertahanannya runtuh sudah. Mengingat lelaki mungil itu selalu menemani Chanyeol latihan

Jongin menghela napas gusar "Hyung, mau sampai kapan kau seperti ini?".

Chanyeol yang sedari tadi fokus atau berusaha fokus membaca gulungan kertas itu berhenti, lalu hanya memandang Jongin dengan lirikan mata nya saja dan kembali melanjutkan membaca nya.

Jongin malah semakin kesal dengan Chanyeol yang seolah acuh dengan segala nya padahal ia tahu hati Chanyeol berteriak kesakitan dan tersiksa.

Jongin memang perlahan menerima keadaan Chanyeol, sebenarnya ia bukan marah hanya kecewa kepada Chanyeol, ia mengingat kembali perkataan Ibu nya yang saat itu Jongin mengunjungi Ibu nya di Kuil.

Ia butuh teman untuk menghilangkan segala pikiran yang berkecamuk dalam otak nya hingga membuat kepala nya ingin meledak. Jongin pun menceritakan semua nya kepada Ibu nya tanpa memotong apapun termasuk tentang Chanyeol dan Baekhyun.

Awal nya memang Hyeon Ju -Ibu Jongin- pun terkejut, ia tak menyangka lelaki seperti Chanyeol bisa memiliki perasaan seperti itu.

"Aku tak kuat, Ibu. Sungguh, rasa nya menyesakkan melihat Chanyeol hyung seperti itu. Ia bahkan akhir-akhir ini berkutat terus dengan gulungan kertas itu. Ia tak lagi mengajak ku berlatih" keluh Jongin kepada Ibu nya. Sedangkan Hyeon Ju hanya mengusap lembut pundak anak lelaki nya.

"Ia pun tak pulang-pulang semenjak Paman dan Bibi datang. Chanyeol hyung terkadang keras kepala dan aku benci dengan sikap nya yang ini yang malah membuat nya tersiksa sendiri. Ibu, menurut Ibu apakah salah perasaan Chanyeol hyung dan Baekhyun?" lanjut Jongin menatap Ibu nya yang juga menatap lembut Jongin.

Hyeon Ju tersenyum hangat, lalu menghela napas "Yah, memang perasaan Chanyeol dan lelaki bernama Baekhyun itu memang salah" jelas Hyeon Ju. Jongin menatap Ibu nya.

"Tetapi, Nak. Kita tak bisa menyalahkan Chanyeol ataupun Baekhyun, karna perasaan cinta dan saling menyayangi itu adalah anugerah dari Tuhan" lanjutnya. Jongin hanya termenung dengan ucapan Ibu nya.

"Kita tidak bisa menebak perasaan cinta itu datang nya dari mana. Sama hal nya dengan Chanyeol, ia tak bisa menebak jika cinta nya akan jatuh kepada Baekhyun bahkan Baekhyun pun sebalik nya"

"Mungkin, takdir sudah mengatur cinta mereka. Dan, kisah mereka selanjutnya, itu ada ditangan mereka. Mereka yang memutuskan nya"

"Lalu Ibu, aku harus bagaimana? Apakah aku harus menerima keadaan Chanyeol hyung?"

Hyeon Ju tersenyum kembali dan mengusap lembut kepala Jongin yang hanya memakai Sangtu "Itu semua adalah keputusanmu. Namun, buatlah Hyung kesayanganmu itu kembali seperti dulu"

"Dan untuk hubungan Chanyeol dan Baekhyun biarkan mereka yang menjalani dan menyelesaikan nya. Itu adalah masalah pribadi mereka, kita tak bisa menolak atau menentang nya karna bukan kita yang merasakan nya, tetapi mereka"

Yah memang perkataan Ibu nya benar. Jongin harus mencoba menerima keadaan Chanyeol, ia pun masih menyayangi Chanyeol sebagai kakak nya. Dan, Jongin tidak bisa menghina atau menolak perasaan Chanyeol, karna dia tidak akan mengerti perasaan yang Chanyeol rasakan.

Dirinya hanya harus berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan Chanyeol, dan memaklumi jika suatu saat Chanyeol dan Baekhyun menyatu, kenapa ia bisa yakin? Entahlah, insting nya mengatakan itu.

Lamunan Jongin buyar karena suara ribut diluar, lalu terdengar suara langkah yang tergesa-gesa.

"Chanyeol!"

Kening Jongin mengernyit bingung melihat sosok lelaki mungil dengan mata yang bulat. Chanyeol yang tadinya sedang serius membaca gulungan kertas pun terkejut mendengar seruan seseorang.

Chanyeol mendongkak, mata nya membulat melihat seseorang yang berdiri dengan wajah yang sangat marah. Seperti nya ia kenal dengan lelaki mungil itu?

Ah, itu Kyungsoo, sahabat Baekhyun – ujar Chanyeol dalam hati.

Tetapi, tiba-tiba datang 2 orang prajurit yang langsung mengampit kedua lengan Kyungsoo.

"Lepaskan aku, prajurit bodoh!" pekik Kyungsoo, Chanyeol yang melihat nya pun menatap kedua prajurit itu.

"Lepaskan dia" titah Chanyeol pelan, kedua prajurit itu bingung namun akhirnya mengikuti perintah Chanyeol.

Keheningan terjadi sesaat namun suara seseorang terdengar, "Kau, siapa?" ini bukan lah suara Chanyeol melainkan Jongin. Kyungsoo yang dari tadi menatap sengit Chanyeol kini beralih kepada Jongin.

"Diam kau! Aku tidak ada urusan denganmu. Aku ada urusan dengan si brengsek ini" tandas Kyungsoo pedas, Jongin yang mendengarnya tak suka Hyung nya dipanggil dengan sebutan itu.

"Hey, jaga ucapanmu! Kau ini masuk tanpa izin lalu berteriak tidak jelas dan menyebut Hyung-ku seperti itu, berani sekali kau!" sungut Jongin tak ingin kalah, mata nya menatap sengit kepada Kyungsoo.

Kyungsoo hanya mendengus kesal "Sudahlah, aku malas menanggapi mu, hitam!. Hey, Park Chanyeol!" seru Kyungsoo kesal.

"Kau— Cih, kau ini benar-benar brengsek huh! Mana ucapan mu yang kau bilang mencintai Baekhyun?" ucap Kyungsoo ketus, matanya tak lepas dari sosok Chanyeol yang duduk terdiam.

Lalu Kyungsoo menghampiri Chanyeol dengan langkah penuh kekesalan.

"Kau pengecut! Dimana keberanian mu, huh? Kau berani membunuh banyak musuk tapi mana bukti mu jika kau mencintai Baekhyun? Tidak ada!" seru Kyungsoo mendarah daging. Jongin yang tadinya ingin menyela langsung terdiam.

Ya, sekarang ia berada dipihak Kyungsoo. Alasan nya sederhana, sudah cukup Jongin melihat Chanyeol yang menyiksa dirinya sendiri seperti ini. Saling diam bukanlah penyelesaian masalah malah semakin bertambah masalah.

Kyungsoo terdiam, dada nya masih naik-turun akibat berteriak. Raut marah nya masih kentara diwajah nya. Lalu mata nya melirik Chanyeol yang duduk tegap diam. Ia sebenarnya miris dengan keadaan Chanyeol.

Mata yang berkentung, raut wajah lelah, tertekan dan frustasi serta tatapan menyedihkan dan tersiksa kentara sekali dalam mata nya. Tapi, keadaan itu tidak sebanding dengan keadaan Baekhyun.

Bahkan anak itu sakit demam 3 hari yang lalu, dan keadaan nya masih lemah. Kyungsoo sangat miris melihat keadaan Baekhyun yang benar-benar hancur, ia tidak menyangka semua nya akan seperti ini.

Kyungsoo memang mengetahui semua nya, Baekhyun lah yang bercerita walau dengan isakan tapi dirinya mengerti dan dapat menyimpulkan jika perasaan menyimpang mereka berdua diketahui oleh orangtua Chanyeol.

"Aku disini bukan mencari belas kasihan mu untuk Baekhyun, tapi aku hanya ingin kau membuktikan ucapan mu sendiri" lirih Kyungsoo dengan isakan kecil nya. Jongin hanya menunduk dan tak ikut bicara.

Ia yakin jika Kyungsoo adalah sahabat baik Baekhyun. Ia tak bisa ikut campur untuk saat ini, dan membiarkan Kyungsoo mengeluarkan semua amarah nya. Ia juga ingin melihat cerita dari sisi Baekhyun yang mencintai Chanyeol, Hyung nya.

"Melihat sahabatmu sendiri pulang dengan keadaan amat sangat kacau, itu seperti pukulan telak bagiku. Merendahkan dirinya sendiri didepan orang lain demi orang yang dicintai nya, itu adalah sebuah tindakan amat bodoh"

"Amat sangat bodoh, tapi itulah Byun Baekhyun. Dia akan selalu memikirkan orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri"

Kyungsoo mengusap kasar airmata nya lalu menatap sendu Chanyeol "Dia membutuhkan mu, bahkan kemarin ia demam tinggi dan selalu memanggil nama mu" jelas Kyungsoo. Chanyeol sontak langsung mendongkak kan kepala nya dengan tatapan terkejut.

"A—Apa? Baekhyun sakit?"

Kyungsoo mengangguk pelan "Temuilah dia, kumohon" pinta Kyungsoo.

Chanyeol kembali terdiam, apakah ia harus menemui Baekhyun? Namun, ia tak bisa. Ia masih takut dengan Ayah nya, bahkan pernyataan Ayah nya saat itu masih berbekas dalam hati Chanyeol. Dan apakah Baekhyun masih mencintai nya setelah apa yang ia lakukan?

Chanyeol kembali teringat kejadian 2 minggu yang lalu dimana Baekhyun mengorbankan harga dirinya didepan kedua orangutan Chanyeol dan yang membuat Chanyeol kesal adalah ia tak bisa membantu Baekhyun saat itu.

Chanyeol menggeleng pelan "Aku tidak bisa. Aku tidak bisa menemui nya" lirih Chanyeol pelan.

Jongin yang tadinya diam pun tertegun dengan ucapan Chanyeol. Lalu, Kyungsoo yang melihat nya pun hanya tersenyum remeh "Sudah kuduga, percuma sekali aku datang kesini" sindir Kyungsoo sambil tertawa pelan.

"Hyung, kau harus menemui nya. Kau tak bisa menyiksa dirimu sendiri" tukas Jongin angkat bicara.

Chanyeol merasa bingung dengan kedua orang ini, bukankah dulu mereka sangat menentang perasaan Chanyeol dan Baekhyun, lalu sekarang apa?

"Kenapa kau tiba-tiba menyuruhku menemui nya, Kim Jongin? Dan kau, Kyungsoo mengapa kau menyuruhku menemui nya? Bukankah kalian dulu sangat menentang perasaan kami?" sindir Chanyeol, Jongin hanya memejamkan mata nya, ia cukup mengerti jika Chanyeol memang marah pada nya. Sedangkan Kyungsoo terkejut atas ucapan Chanyeol.

Kyungsoo bisa menarik kesimpulan sekarang, jika Chanyeol mengetahui jika ia pernah menyuruh Baekhyun untuk menjauhi nya dan seperti nya lelaki disebelah nya yang di panggil 'Jongin' pun sama seperti dengan nya, menyuruh dua orang yang saling mencintai untuk saling menjauh.

Jongin menatap Chanyeol "Aku dipihak mu, Hyung. Karena kau sudah kuanggap Hyung ku sendiri, aku menyayangi mu Hyung. Jika memang itu membuatmu bahagia, aku akan membiarkan kau meraih kebahagiaan mu sendiri" jelas Jongin membuat Chanyeol terenyuh.

Namun Chanyeol kembali menggeleng pelan "Tidak, Jongin. Aku masih membayangkan jika Ayah ku kembali mengatakan aku bukan anak nya, aku tidak ingin hal itu terjadi. Dan pakah Baekhyun masih menerima ku setelah apa yang terjadi?"

"Lalu, kau akan terus seperti ini? Diam dan terus menyiksa diri kalian masing-masing, huh? Jika Baekhyun masih mencintai mu ia pasti menerima mu, asal kau tahu!" dengus Kyungsoo. Well, memang jika Kyungsoo sudah mode on marah akan menakutkan, apapun yang dikatakan nya sangat pedas.

"Kau benar-benar pengecut, dan Baekhyun benar-benar bodoh. Cocok sekali kalian berdua" sindir Kyungsoo, Chanyeol menundukan kepala nya sedangkan Jongin menghela napas.

"Hyung, pergilah. Aku akan merahasiakan ini dari Paman dan Bibi. Pergilah, kumohon" mohon Jongin, dia tidak boleh egois sekarang. Ini demi Chanyeol, Hyung nya.

Kyungsoo menatap Chanyeol dan Jongin bergantian, lalu memejamkan mata nya. Masalah in terlalu rumit baginya dan benar-benar membuat stress dirinya, apalagi Baekhyun yang merasakan nya mungkin jika Kyungsoo menjadi Baekhyun, ia akan berteriak dan mungkin ia sudah gila saat ini.

"Hyung, kumohon. Pergilah, jangan terus menyiksa dirimu dan Baekhyun hyung juga" ucap Jongin gemas dengan sikap Chanyeol.

Chanyeol melirik Jongin seolah ingin memastikan apa yang dikatakan Jongin. Apakah ia harus pergi menemui Baekhyun? Ada dua kemungkinan jika ia melakukan hal itu. Pertama, ia bisa bertemu kembali dengan Baekhyun dan meminta maaf serta mengatakan betapa ia mencintai si mungil.

Kedua, ia akan kembali berurusan dengan orangtua nya. Chanyeol terus menimang semua nya. Lelaki tinggi itu mengusap gusar wajah nya, stress dan frustasi dengan permasalahan hati nya.

"Baekhyun ada di bukit, tempat yang selalu kalian kunjungi. Baekhyun kata, ia sangat merindukan mu dan pergi kebukit setidak nya bisa mengurangi kerinduan nya" sahut Kyungsoo dan langsung meninggalkan kantor Chanyeol.

Jongin hanya menatap kepergian Kyungsoo, lalu beralih menatap Chanyeol hanya menunduk dengan jemari tangan yang memegang kening sambil menahan kepala nya.

Lelaki tan itu mendekati tubuh tinggi Chanyeol, mata nya tak lepas dari Chanyeol dengan perasaan sedih, tangan nya tersampir indah dipundak Chanyeol.

"Hyung, kau dengar tadi, Baekhyun ada dibukit yang selalu kau kunjungi. Pergilah, ia pasti benar-benar merindukan mu, ia nekat pergi walaupun ia masih sakit" tukas Jongin dengan nada ceria.

Chanyeol langsung mendongkak. Benar, Baekhyun masih sakit – serunya dalam hati.

Chanyeol berdiri dan memegang kedua pundak Jongin sedangkan sang empu sedikit terkejut namun langsung tersenyum tipis "Kau benar-benar akan merahasiakan nya?" tanya Chanyeol memastikan, Jongin hanya mengangguk cepat dan tak menghilangkan senyuman tipis nya.

"Benarkah?"

Jongin memutar malas kedua bola mata nya "Apa aku harus mengulangi nya lagi? Ya, Hyung aku sudah berjanji, dan kita tidak boleh mengingkari janji kita sendiri, kau yang mengajari itu kepadaku. Pergilah" balas Jongin malas namun diakhir kata ia memberi nada semangat kepada Chanyeol.

Chanyeol langsung memeluk Jongin erat hingga membuat lelaki tan itu terbatuk "Uhuk, Hyung kau ingin membunuhku? Dan aku masih normal" gurau Jongin, Chanyeol melepaskan pelukan nya dan menatap sengit kepada Jongin.

"Heh, aku tidak tertarik dengan kau yang berkulit hitam" ejek Chanyeol.

"Hyung! Ini bukan hitam, ini adalah daya tarik ku, kau tahu? Banyak wanita yang menganggumi kulit ku" bela Jongin, selalu saja Chanyeol mengejek warna kulitnya. Menyebalkan – rutuk Jongin.

Namun, Jongin bahagia bisa melihat kembali Chanyeol, Hyung nya yang dulu kembali.

.

.

_In Time_

.

.

Sosok lelaki tinggi dengan gagah nya menaiki kuda berwarna coklat tua, tak lupa dengan Gugunbok hanya saja ia tak memakai Jeonrip nya, bahkan para warga pun terkesima dan memberi jalan untuk Chanyeol sekaligus memberi tanda tanya kenapa Prajurit di Biro Militer ini begitu tergesa-gesa.

Apakah ada hal yang darurat dan membahayakan?

Heol~ mereka tidak tahu jika Pemimpin Pasukan Elite itu sedang mengejar cinta nya, bukan sedang mengejar para penjahat.

Pandangan Chanyeol fokus kedepan dan dalam otak nya ia terus memanggil nama orang yang dicintai nya. Ia tak sabar ingin segera bertemu dengan sosok mungil menggemaskan itu.

Baekhyun..

Baekhyun..

Setelah Jongin berjanji Chanyeol langsung bergegas merapikan penampilan dan menaiki kuda kesayangan nya.

Jongin yang melihat nya pun tersenyum lega melihat Chanyeol.

Kenapa tidak dari kemarin kau seperti ini, Hyung? Kau malah menyiksa dirimu sendiri – kekeh Jongin dalam hati sambil terus tersenyum tampan dan menggelengkan kepala nya melihat Chanyeol yang sudah keluar dari gerbang Biro Militer.

Para prajurit Chanyeol pun dibuat bingung dengan sikap pemimpin mereka. Heran melihat pemimpin mereka yang tersenyum dan tergesa-gesa, bukankah kemarin pemimpin mereka mengurung diri di kantornya sendiri semenjak kejadian yang membingungkan terjadi dikantor nya.

Prajurit Chanyeol memang tak mengetahui tentang masalah yang terjadi kepada pemimpin mereka. Dikarenakan saat itu adalah jadwal prajurit latihan di lapangan jadi jarang sekali prajurit simpang siur di kantor Biro Militer.

.

.

_In Time_

.

.

Chanyeol turun dari kuda nya dengan gagah, nafas nya terengah-engah namun ia menghiraukan. Mata nya lurus kedepan menelurusi bukit dengan rerumputan yang hijau dan beberapa pohon rindang tumbuh baik siap menerima siapapun yang ingin beristirahat atau menhalau dari terik matahari mengingat ini sudah musim panas.

Chanyeol melangkahkan kaki jenjang nya, mengitari hamparan rumput diselingi pohon-pohon besar yang rindang. Mata nya menangkap seseorang yang menyandarkan tubuhnya disalah satu pohon yang paling besar dibukit itu.

Tempat dimana Chanyeol dan Baekhyun sering menghabiskan waktu mereka berdua. Dengan canda dan tawa, tak jarang pula pekik kan kesal sering keluar dari mulut Baekhyun karna Chanyeol sangat suka sekali menggoda nya.

Chanyeol tersenyum miris mengingat kenangan mereka yang begitu manis dan bahagia sebelum kekacauan ini terjadi.

Lelaki tinggi itu menatap sedih dan haru tubuh mungil itu, dengan perlahan ia menghampiri seorang yang sangat ia cintai. Hebat, bukan? Sosok Baekhyun bagi Chanyeol hingga membuat lelaki kepercayaan Raja ini bertekuk lutut.

Sepertinya Baekhyun tak menyadari jika ada orang lain dibelakang nya terbukti Chanyeol yang sudah berdiri tegap dengan tatapan bahagia dan haru melihat sosok Baekhyun.

Si mungil sedang memejamkan mata nya, menikmati hembusan angin yang menggelitik wajah indah nya. Baekhyun hanya mengenakan Jokgui berwarnaputih tulang dan Jeogori berwarna magenta serta Bokgeun yang selalu terpasang indah dikepala nya.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Suara bass Chanyeol terdengar sontak membuat Baekhyun kaget kepalang. Ia memutar tubuh nya dan mata nya membulat serta ekspresi terkejut terpasang sempurna diwajah nya, Chanyeol terkekeh kecil melihat wajah lucu Baekhyun.

Chanyeol…

Baekhyun tak bergeming dalam duduk nya, ia tentu masih terkejut melihat kedatangan Chanyeol yang begitu tiba-tiba. Baekhyun masih menyangka ini adalah mimpi bagi nya melihat sosok Chanyeol dihadapan nya.

Lelaki itu seperti biasa terlihat tampan dengan Gugunbok nya yang khas dan pas ditubuh tinggi nya. Senyuman tipis itu benar-benar membuat jantung Baekhyun berdetak tak karuan.

"Chanyeol.." lirih Baekhyun pelan sarat akan nada terkejut dan kerinduan yang begitu besar. Chanyeol pun mendekat dan duduk disebelah tubuh Baekhyun.

Apa aku bermimpi? – Batin nya.

Mata Baekhyun tak lepas menatap Chanyeol yang sudah duduk disebelah nya, Chanyeol yang ditatap seperti itupun terkekeh "Hey, kenapa melihatku seperti itu? Aku bukan hantu" gurau Chanyeol.

"Kau disini?" tanya Baekhyun pelan.

Chanyeol tersenyum tipis "Ya, aku ada disini, Cendekiawan Byun" balas Chanyeol lembut.

Aku tak bermimpi, Chanyeol ada disebelahku – pekik Baekhyun dalam hati.

Chanyeol memalingkan wajah nya menatap lurus kedepan "Kutanya, sedang apa kau disini?" tanya Chanyeol sekali lagi.

Pertanyaan Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun. Si mungil terdiam tak menjawab pertanyaan Chanyeol. Suasana begitu hening hanya suara ranting pohon yang berderit tertiup angin.

Dua anak adam itu saling diam menyelami pikiran mereka masing-masing. Chanyeol seakan lupa dengan tujuan nya kemari dan Baekhyun hanya tertunduk sendu.

Ia ingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu, kejadian yang membuat nya seakan mati berdiri karena panik, takut dan bahagia. Ia juga kembali ingat dengan janji nya kemarin kepada Ayah Chanyeol bahwa ia akan menjauhi anak nya.

"Kenapa diam? Kau belum menjawab pertanyaan ku" celetuk Chanyeol berusaha mencairkan suasana, sebenarnya bukan hanya ingin mencairkan suasana ia juga berusaha mengontrol rasa gugup nya.

"Bukan urusan mu" balas Baekhyun dingin cukup membuat Chanyeol tersentak.

Kenapa lelaki mungil ini berkata seperti itu? Jawaban yang Chanyeol wanti-wanti. Baekhyun pasti marah dan seperti dugaan nya kemarin.

Baekhyun mulai beranjak dari tempat nya berniat meninggalkan Chanyeol. Diri nya cukup tahu diri dan tak mau Chanyeol kembali dimarahi oleh kedua orangtua nya.

Sudah cukup melihat Chanyeol kemarin berlutut didepan orangtua nya, ia memang mencintai Chanyeol namun ia tak ingin egois kepada dirinya sendiri. Ia juga harus memikir panjang untuk perasaan mereka.

Walau harus merasa sakit tapi akan lebih sakit melihat orang yang kita cintai tersiksa. Dan ia pun memikirkan kedua orangtua nya, apakah akan sama respon nya seperti orangtua Chanyeol? Atau lebih parah?

Saat Baekhyun hendak melangkahkan, Chanyeol mencekal tangan nya "Jangan pergi. Kumohon" pinta Chanyeol pelan diikuti oleh hembusan angin yang lembut yang membelai mereka "Kumohon, jangan pergi" ucapan Chanyeol membuat Baekhyun bergetar.

Tidak, ia tidak boleh berharap lagi kepada Chanyeol. Semua nya sudah selesai, ia telah memantapkan hati nya untuk melupakan Chanyeol "Lepaskan aku, Chanyeol-ssi" sahut Baekhyun datar, dada Chanyeol berdenyut mendengar nada datar Baekhyun.

"Aku mencintaimu, Byun Baekhyun"

TBC

HAAIII AUTHOR GAJE KEMBALI NIH!

CALL ME BABY, CALL ME BABY~~ CIIEE EXO COMEBACK! Chanyeol warna rambutnya cetar, Baekhyun juga makin keliatan kaya cabe yah(?) *digaplok fans Baekhyun*.

AKU MENCINTAI KALIAN PARA READERS KU TERCINTEH~~ DAN UNTUK REVIEW KALIAN KEMARIN MEMBUAT KU GULING-GULING AKIBAT KALIAN KESEL SAMA AKU MEMBUAT CAHNBAEK MENDERITA HAHAHA…

Tapi semoga aja chapter ini bisa mengobati kesel kalian untuk chapter sebelum nya hehehe..

Terus pantau FF aku yah, dan jika ada yang mau kritik or tanya cantumkan saja dalam comment kalian aku pasti membaca nya.

Dan maaf jika FF ini bored dan biasa banget, karna aku masih author amatir gak seperti author lain yang sudah terkenal seperti Brida dan Sayaka Dini, aduh itu Author kesayangan ku. Dan masih banyak lagi author favorite dan kesayangan.

#BAEKYEONHANYAMITOS #CHANBAEKMAKINMESRA(?)