In Time [Chapter 7]

Author : Vitamin

Main Cast : - Park Chanyeol

- Byun Baekhyun

- Do Kyungsoo-ah

- Kim Jongin

Genre : Kalian tebak sendiri yah

Leght : 15 keatas(?)

Summary : Suatu saat kita akan kembali bersama, walaupun kau ataupun aku tidak mengenal satu sama lain, namun aku yakin kau pasti akan mengenalku dan aku pun akan mengenalmu. Cinta kitalah yang mempertemukan kita kembali.

Previous :

Tidak, ia tidak boleh berharap lagi kepada Chanyeol. Semua nya sudah selesai, ia telah memantapkan hati nya untuk melupakan Chanyeol "Lepaskan aku, Chanyeol-ssi" sahut Baekhyun datar, dada Chanyeol berdenyut mendengar nada datar Baekhyun.

"Aku mencintaimu"

Chapter 7

Seorang pemuda bertubuh mungil berjalan pelan diatas rerumputan yang hijau, disekitar nya terhampar luas rumput hijau dan diselingi pohon-pohon yang cukup besar. Raut wajah pemuda itu terlihat sendu dan mata nya memancarkan kesedihan yang mendalam.

Siapapun yang melihat pemuda ini pasti yang bertanya-tanya 'ada apa dengan lelaki ini?', wajah yang cukup manis namun raut wajah nya begitu membuat hati siapapun tersentuh dan terenyuh dengan raut wajah nya.

Baekhyun menatap kosong hamparan rumput itu, pemandangan yang bagi orang lain terlihat indah, namun bagi Baekhyun itu adalah pemandangan yang membuat hati nya sakit dan sesak seketika.

Pemuda bermata sipit itu menghentikan langkah nya disalah satu pohon yang paling besar diantara pohon yang lain nya dibukit itu. Sekelibat kenangan yang manis kembali terputar dalam otak nya.

Semua canda, tawa, kesal dan marah hanya tinggal kenangan saja. Mata Baekhyun kembali memanas, ingatan mereka yang berciuman terputar jelas dalam kepala nya. Baekhyun kesal, dia tak ingin mengingat hal itu lagi namun otak nya yang susah diajak bekerja sama malah memutar kembali kenangan manis sekaligus menyesakkan.

Baekhyun mendudukkan tubuh nya, ia sandarkan tubuh nya dibatang pohon yang kuat itu, lalu memejamkan mata nya. Walau menyakitkan, tetapi kenangan nya bersama Chanyeol sangatlah berkenang bagi nya.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Suara baritone itu menganggetkan Baekhyun. Ia seperti mendengar suara Chanyeol, jantung nya berdetak kencang dan rasa rindu nya tak bisa ia tahan setelah mendengar suara baritone itu.

Dengan perlahan Baekhyun membalikkan tubuh nya. tubuh nya membeku seketika saat ia melihat sosok bertubuh jangkung, lelaki yang membuat nya menangis meraung-raung ini kini berdiri dengan gagah dihadapan nya.

"Chanyeol.." ucap Baekhyun pelan. Ini seperti mimpi? Memang ia tak bisa mengkhianati hati nya, Baekhyun sengaja datang ke Bukit ini bermaksud menghilangkan rindu nya pada sosok tinggi itu dan mungkin ia bisa bertemu dengan Chanyeol.

Dan ternyata, semua keinginan nya yang ia pikir tidak mungkin terjadi malah terjadi. Lalu, sukses membuat nya bungkam seketika.

Baekhyun menatap intens lelaki berpangkat Jenderal, lelaki ini tidak berubah. Tentu ia tak berubah, mereka tidak bertemu selama 2 minggu tapi kenapa Baekhyun merasa sudah berminggu-minggu.

Mata Baekhyun tak lepas menatap Chanyeol yang sudah duduk disebelah nya, Chanyeol yang ditatap seperti itupun terkekeh "Hey, kenapa melihatku seperti itu? Aku bukan hantu" gurau Chanyeol.

"Kau disini?" tanya Baekhyun pelan.

Sang Jenderal tersenyum tipis "Ya, aku ada disini, Cendekiawan Byun" balas Chanyeol lembut.

Kumohon, jangan tersenyum seperti itu kepadaku – jerit Baekhyun.

Baekhyun menyesali doa nya yang meminta Chanyeol juga datang kesini, Baekhyun rasa hati nya kembali remuk melihat Chanyeol. Ingatan 2 minggu lalu kembali terulang dalam ingatan nya.

Chanyeol memalingkan wajah nya menatap lurus kedepan "Kutanya, sedang apa kau disini?" tanya Chanyeol sekali lagi.

Pertanyaan Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun. Si mungil terdiam tak menjawab pertanyaan Chanyeol. Baekhyun bingung harus menjawab apa! Apa ia harus menjawab seperti ini

'Aku kesini karna merindukan mu dan berharap kau kesini, dan TARA~ kau memang kesini. Beruntung nya!'

Tidak! Itu sangat memalukan, menatap Chanyeol saja sudah tidak sanggup apalagi berbicara seperti itu.

Akhirnya, Baekhyun memilih diam tak berniar menjawab pertanyaan Chanyeol. Dua anak manusia itu saling diam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Baekhyun menundukkan kepala nya.

Sedari tadi jantung nya tak berhenti berdetak cepat, dan ia berharap Chanyeol tak mendengar suara detak jantung nya.

"Kenapa diam? Kau belum menjawab pertanyaan ku" celetuk Chanyeol berusaha mencairkan suasana.

"Bukan urusan mu" balas Baekhyun dingin cukup membuat Prajurit andalan Raja ini tersentak.

Baekhyun terkejut dengan jawaban nya sendiri, sebenarnya ia tak berniat menjawab seperti itu, hanya saja pria bertubuh mungil ini bingung harus menjawab apa. Satu sisi ia ingin mengatakan bahwa ia sangat merindukan Chanyeol, namun satu sisi lain Baekhyun teringat dengan janji nya kepada Ayah Chanyeol.

Baekhyun memikirkan cara agar ia bisa pergi dari tenpat itu. Dengan segenap keberanian akhirnya ia beranjak dari duduk nya. Namun, tangan nya dicekal oleh Chanyeol.

"Jangan pergi. Kumohon.." pinta Chanyeol seiring dengan hembusan angin yang lembut menyapa mereka berdua. Baekhyun tak sanggup mendengar nada lirih dalam ucapan Chanyeol.

"Kumohon, jangan pergi.." Tidak! Ia benar-benar tak sanggup lagi harus berduan dengan Jenderal ini.

"Lepaskan aku, Chanyeol-ssi" sahut Baekhyun berusaha datar dan menahan tangis nya.

"Aku mencintaimu, Byun Baekhyun"

DEG

Baekhyun termangu, apa ia salah dengar? Apa yang barusan Chanyeol katakan? Apakah ini mimpi? Tubuhnya langsung lemas seketika.

Seseorang tolong cubit Baekhyun segera!

Ia merasa pikiran nya mulai kacau dan mendengar kata-kata aneh yang Chanyeol ucapkan.

Baekhyun tertawa pelan, terdengar mentertawakan apa yang baru ia dengar "Jangan bercanda, Chanyeol-ssi. Lepaskan tangan ku sebelum orangtua mu mengetahui jika kau disini" sindir Baekhyun.

Baekhyun sebenarnya tidak bermaksud untuk mengucapkan hal itu, tetapi dengan cara ini ia berharap Prajurit kesayangan Raja ini mau melepaskan nya. Lelaki mungil itu ingin segera pergi dari tempat itu.

Chanyeol menatap mata bening Baekhyun "Jangan pergi. Kumohon…"

Sudah cukup! Ia benar-benar ingin segera pergi dari sini, tak cukupkah kemarin ia merasakan sakit dihatinya?

Baekhyun sedari tadi berusaha keras menahan tangis nya. Ia tak ingin terlihat lemah dimata Chanyeol, jika ia menangis Chanyeol pasti tidak akan melepaskan nya karna lelaki itu akan tahu jika ia mencintai lelaki tinggi itu.

Baekhyun memalingkan wajah nya "Lepaskan tanganku!"

Tuhan, ini benar-benar sakit – jerit pilu Baekhyun.

"Jangan kau pikirkan orangtua ku lagi, mereka adalah urusanku. Aku akan berusaha keras untuk melindungi mu" Baekhyun membalikkan tubuhnya dan menatap sengit Chanyeol.

Baekhyun melotot kearah Chanyeol "Kau sudah gila!"

"Aku akan melakukan apapun demi dirimu"

Baekhyun tertegun, apakah Chanyeol serius dengan kata-kata nya?

"Kau benar-benar sudah gila! Apakah semua ucapan orangtua mu kemarin tidak cukup untuk menyadarkan mu! Benar apa yang dikatakan oleh Ayah mu, untuk apa selama ini Ayah mu mendidikmu menjadi orang yang berotak!" bentak Baekhyun kesal.

"Kau keras kepala! Tidak cukup kah kemarin orangtua mu menyadarkan semua nya pada kenyataan bahwa tidak ada hubungan yang seperti ini. Ku pikir kau juga mengerti dengan hal itu, Tuan Jenderal Park yang terhormat" lanjut Baekhyun membuat Chanyeol geram.

Chanyeol beranjak dari duduk nya dan menatap tajam Baekhyun "Lalu kau ingin apa, huh? Meninggalkan aku? Pergi penghapus perasaan mu? Apa itu yang kau inginkan?" tandas Chanyeol membuat Baekhyun terdiam.

Chanyeol mendesah frustasi, ia sudah menduga akan seperti ini. Tetapi, bisakah Baekhyun bisa sejalan dengan nya?

"Kau bilang jika kau menyukai ku" Baekhyun tersenyum remeh, berusaha menekan hati nya "Menyukai itu banyak arti, menyukai bukan berarti aku mencintai mu" Chanyeol tersentak dengan ucapan Baekhyun.

Chanyeol remuk seketika.

Bisakah Baekhyun mengerti keadaan nya sekarang? Chanyeol sudah cukup stress memikirkan semua masalah ini, lalu Baekhyun berkata seperti itu cukup meluluh-lantah kan hati nya.

"Kau bohong, bahkan kemarin kau berkata bahwa kau mencintai ku" mata Chanyeol tertunduk dan bergerak gelisah berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Baekhyun kembali memalingkan wajah nya, tak tega melihat Chanyeol seperti ini. Sudah kedua kali nya ia melihat Chanyeol begitu terpuruk, dan kata-kata nya yang ini benar-benar membuat lelaki berperawakan tinggi ini lemas seketika.

"Tidak, aku berkata jujur" bantah Baekhyun dingin. Dan ia terus berusaha menolak keinginan hati nya untuk mengatakan bahwa ia MENCINTAI Jenderal ini.

Chanyeol tersenyum remeh

"Tatap aku dan katakan bahwa kau memang tak mencintaiku!"

Baekhyun terdiam, yang benar saja ia harus melakukan itu? Yang ada ia malah akan menangis meraung dihadapan Chanyeol.

"Tatap aku, Byun Baekhyun!" seru Chanyeol geram.

Baekhyun masih terdiam dan mempertahan kan wajah nya yang menoleh ke samping. Tidak mungkin ia melakukan hal itu, hancur sudah jika ia menatap mata tajam Chanyeol.

Tetapi, bisakah ia melawan takdir itu? Bisakah ia melawan hal terlarang itu?

Bisakah ia egois untuk cinta nya? Bisakah ia mencintai Chanyeol dan memiliki nya? Pro dan kontra didalam hati nya terus berargumen.

"Byun Baekhyun!"

Baekhyun memejamkan mata nya.

Haruskah?

"Tatap aku, Byun Baekhyun!"

Jujur?

"Lihat aku dan katakan bahwa kau mencintaiku!"

Persetanan dengan otak nya nya yang berteriak jangan!

Baekhyun memalingkan wajah nya menatap Chanyeol dengan mata yang berkaca-kaca "Ya! Aku mencintai mu, puas kau?!" jerit Baekhyun diselingi isakan.

Baekhyun kalah melawan hati nya, dan sekarang ia harus menanggung semua resiko apa yang telah ia ucapkan. Memang benar, kita tak bisa membohongi diri kita sendiri apalagi hati kita.

Chanyeol tersenyum haru menatap Baekhyun yang menangis, segera mungkin Chanyeol memeluk tubuh mungil Baekhyun. Sedangkan si mungil hanya termangu karna terkejut dengan tindakan Chanyeol.

"Terima kasih. Terima kasih"

Baekhyun masih terdiam dalam pelukan Chanyeol, namun tak lama tangis nya pecah. Entah kenapa tangis nya langsung pecah, perasaan antara lega, senang dan sedih melingkupi hati nya. Tekad nya yang lalu seolah hancur seketika setelah mendengar semua ucapan Chanyeol.

Chanyeol mengeratkan pelukan nya kepada pemuda bermata sipit ini. Perasaan senang seketika membuncah mendengar pernyataan si mungil, terima kasih kepada Jongin dan Kyungsoo yang telah memaksa nya kemari.

Jika saja ia tak kemari mungkin semua nya tidak akan seperti ini kelanjutan cinta nya. Dan ia tak akan mendengar pria mungil ini mengakui perasaan nya.

Chanyeol melonggarkan pelukan nya dan memberi jarak dirinya dan Baekhyun "Jangan menangis, aku tak bisa melihat mu menangis lagi. Kemarin sudah cukup aku melihat mu menangis" Chanyeol menatap mata merah Baekhyun akibat menangis.

Jemari Chanyeol terangkat dan menghapus airmata yang mengalir dipipi putih Baekhyun dengan lembut. Baekhyun memejamkan mata nya dan menggenggam jemari besar Chanyeol, lalu ia membuka kelopak mata nya menatap sendu lelaki Pemimpin Pasukan Elit ini.

"Apakah kau bersungguh-sungguh?" Chanyeol menatap Baekhyun dengan senyuman cerah nya.

"Ya, aku bersungguh-sungguh" ucap Chanyeol mantap.

Baekhyun menatap ragu "Tap—tapi" Chanyeol tersenyum lembut "Baekhyun, kau pegang janji ku, jika aku mengingkari nya, kau boleh meninggalkan aku. Aku berjanji akan melindungi mu, karna aku mencintaimu" sahut Chanyeol.

Baekhyun kembali menatap Chanyeol, Baekhyun ragu entah kepada hatinya dan Chanyeol. Kenapa ia ragu? Tentu ia ragu, pertama hati nya. Orang bilang jika kita sudah mencintai seseorang kita harus siap merasakan sakit dan senang. Dan kemarin ia sudah merasakan nya, rasa nya sangat sakit dan menyesakkan, ia takut dengan rasa sakit itu.

Kedua, Ia ragu jika kejadian kemarin terulang kembali. Baekhyun yang kembali menjatuhkan harga dirinya didepan kedua orangtua Chanyeol. Dan mereka berdua kembali dipaksa untuk saling menjauhi satu sama lain.

"Maaf dengan sikap ku yang kemarin" ucapan Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun, pmuda bertubuh mungil ini menatap bingung Chanyeol "Maaf aku tidak bisa membela mu didepan orangtua ku. Maaf , aku bersikap pengecut kemarin" sesal Chanyeol.

"Aku tahu kau ragu kepadaku, tetapi bisakah kau memberikan ku kesempatan? Aku tidak akan membiarkan kau berkata seperti itu lagi didepan orangtua ku, aku akan membela mu didepan orangtua ku"

Baekhyun menatap haru Chanyeol.

"Jadi, bisakah kau memberikan kesempatan itu?" tanya Chanyeol.

"Aku tidak menyalahkan mu, aku mengerti apa yang kau rasakan" jawab Baekhyun.

"Jadi?" Chanyeol menatap penuh harap pada Baekhyun.

"Ya, kuharap kau bisa menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin"

Lelaki berpostur tinggi itu benar-benar tak bisa menyembunyikan senyuman nya, dengan perasaan senang ia kembali menarik si mungil dalam pelukan nya. Mengantarkan perasaan membuncah dalam hati nya yang tidak bisa ia katakan dengan kata-kata.

"Terima kasih. Terima kasih, aku sangat mencintaimu".

Baekhyun tersenyum bahagia "Aku lebih mencintaimu".

.

.

.

_In Time_

.

.

.

Baekhyun memejamkan mata nya, wajah damai nya benar-benar membuat siapapun terpesona sekaligus gemas. Pipi gembil nya dan bibir cherry itu yang tersenyum tipis, membuatnya berjuta-juta kali terlihat lebih cantik. Dan raut wajah sedih dan sendu hilang seketika digantikan dengan senyuman itu.

Tubuhnya menggeliat mencari kenyamanan dalam pelukan seseorang. Mereka berdua duduk diatas rumput yang hijau. Ditemani cuaca yang cerah serta udara yang tidak terlalu panas malah terasa sejuk benar-benar suasana yang sangat indah.

"Kau masih sakit?" suara baritone seseorang memecah keheningan, Baekhyun membuka kelopak mata nya perlahan "Ya, selama aku sakit banyak yang merawat ku dengan baik jadi aku sudah lebih baik dari yang kemarin" sahut Baekhyun pelan.

Chanyeol meletakkan dagu nya dipundak si mungil dan menempelkan pipi nya dengan lelaki yang berada dipelukan nya, posisi mereka terlihat intim.

"Berhenti berkata maaf, kau sudah ratusan kali meminta maaf" celetuk Baekhyun saat merasakan Chanyeol akan membuka mulut nya. Baekhyun sudah bosan mendengar Chanyeol yang sedari tadi meminta maaf terus-menerus.

Hey, bahkan si mungil sudah memaafkan lelaki tinggi ini sebelum lelaki itu meminta maaf.

Chanyeol tertawa pelan "Baiklah, aku mengerti, Cendekiawan Byun"

"Oh, lelaki bermata bulat seperti burung hantu itu teman mu kan?" tanya Chanyeol, Baekhyun mengerutkan kening nya "Ah! Ya dia Kyungsoo, tepatnya ia adalah sahabat ku dan jangan menyebut mata nya seperti itu, jika ia mendengar nya kau pasti habis. Dia cukup menyeramkan" gurau Baekhyun sambil terkekeh.

"Memang nya kenapa?"

"Tadi, dia datang ke Biro Militer dan membuat ribut di kantor ku karna ia memarahi ku dan kau benar, ia menyeramkan saat marah dengan mata bulat nya" jawab Chanyeol dengan candaan.

Baekhyun menegakkan tubuh nya dan langsung membalikkan tubuh nya menghadap Chanyeol "Benarkah? Dia benar-benar datang?" seru Baekhyun, Chanyeol cukup terkejut dengan lengkingan Baekhyun.

"Ya, dia datang dan bukti nya aku sampai disini"

Baekhyun mendesah kesal "Aish, dia itu benar-benar keras kepala, sudah kubilang jangan datang tapi dia malah datang. Dasar si mata bulat" umpat Baekhyun. Chanyeol malah terkikik sendiri.

Beberapa detik yang lalu Baekhyun bilang jangan mengejek mata Kyungsoo yang notabe sahabat nya dan akan sangat menyeramkan jika bermata burung hantu itu mendengar, tapi apa? Malah Baekhyun ikut mengejek.

"Hey, kenapa menyalahkan dia?" Baekhyun mengkerutkan kening nya "Kau membela nya?" tanya Baekhyun terdengar sedikit marah membuat Chanyeol terkekeh "Kita harus berterima kasih kepada nya dan Jongin" ungkap Chanyeol.

Baekhyun kembali mengernyitkan kening nya "Kenapa harus berterima kasih?" Chanyeol tersenyum tipis "Karna mereka berdua mendorong diriku dari tempat persembunyian ku untuk bertemu diri mu" Baekhyun menatap Chanyeol.

"Bahkan Jongin pun mendukung ku, ia berkata ia sangat menyayangi ku jadi ia membiarkan aku meraih kebahagiaan ku sendiri, karna aku adalah Hyung nya" Chanyeol tersenyum penuh arti mengingat perkataan Jongin yang sudah ia anggap adik sendiri.

"Dia sangat baik dan adik yang benar-benar mengerti dan menyayangi kakak nya. Kau beruntung"

Chanyeol menatap manik coklat Baekhyun "Kau juga beruntung mempunyai sahabat seperti Kyungsoo. Dia sahabat yang peduli kepadamu"

"Ya, dia kadang bersikap sebagai kakak, musuh, serta sahabat"

Chanyeol mengeratkan pelukan nya "Kita harus berterima kasih kepada mereka berdua" Baekhyun tersenyum dan mengangguk cepat.

Chanyeol yang melihat nya gemas sendiri, lalu tatapan mereka bertemu. Sensasi aneh itu kembali muncul kepermukaan, namun seperti nya itu bukan lah sensasi aneh lagi karna mereka tahu perasaan itu.

Cinta

Lima huruf itu benar-benar membuat mereka merasakan pahit-manis nya mencintai seseorang. Dengan perlahan Chanyeol mendekatkan wajah nya, jemari nya bergerak ke belakang leher Baekhyun meminta kepada sang empu ikut mendekat.

Baekhyun yang menyadari tindakan Chanyeol menutup mata nya perlahan, jantung mereka berdetak seirama dan mereka merasa nyaman dengan detak jantung itu.

Bibir tebal itu sukses mendarat di bibir tipis Baekhyun, mereka hanya saling menempel menyesapi perasaan mereka masing-masing. Tak lama, bibir Chanyeol bergerak menyesap betapa nikmat nya bibir tipis dan ranum itu.

Bibir Baekhyun bagaikan arak beras yang membuat nya kecanduan dan ingin merasakan lagi dan lagi hingga membuat nya gila.

Cukup lama bibir mereka bertautan, lalu Chanyeol melepaskan tautan mereka saat merasakan Baekhyun mencengkram Jeonbok milik nya meminta agar melepaskan tautan mereka.

Baekhyun menarik napas dalam, ciuman mereka tadi benar-benar menguras napas nya dan luar biasa nikmat. Chanyeol menatap Baekhyun yang sibuk menarik napas serta menyentuh sesekali pipi nya yang hangat.

Jenderal itu terkekeh geli sekaligus gemas melihat pipi Baekhyun yang merona, jemari nya terangkat mengusap pipi halus Baekhyun. Lalu, mata nya jatuh pada bibir basah Baekhyun yang menggoda.

Baekhyun tersentak dengan perlakuan Chanyeol, lalu mata nya melirik kearah Chanyeol yang menatap intens bibir nya "Berhenti menatap bibir ku seperti itu. Kau seperti ingin memakan nya" sahut Baekhyun malu.

"Benar, aku ingin sekali memakan bibir mu yang menggoda itu" goda Chanyeol.

Baekhyun mendelik "Apakah barusan kau sedang merayu ku?" Chanyeol menggindikkan bahu nya "Mungkin, apakah terdengar seperti itu?".

Baekhyun memutar malas mata nya "Jelas sekali yang sedang merayu ku" Chanyeol hanya terkekeh "Aku mencintaimu.." ungkap Chanyeol serius, Baekhyun terdiam.

"Apakah itu juga sebuah rayuan?" tanya Baekhyun.

Chanyeol menggeleng pelan "Tidak, aku serius. Aku mencintaimu.."

Senyum Baekhyun merekah hingga membuat mata nya berbentuk bulan sabit yang sempurna dan lucu.

"Aku tahu"

Chanyeol merengut "Hanya itu? Tidak ada yang lain?"

Baekhyun tertawa melihat ekspresi wajah merajuk Chanyeol "Baiklah, maafkan aku. Aku juga mencintaimu, Jenderal Park" Chanyeol menarik kedua sudut bibir nya keatas dan Baekhyun pun membalas senyuman Chanyeol.

TBC

YEAY~ SELESAI! HUFT~ MAAF BANGET, AKU TAHU INI TELAT!

Aku stuck banget kemarin, banyak halangan saat aku menulis chapter ini. Udah sibuk lomba FLS2N dan harus menerima kekalahan yang pahit karna gak adil banget itu juri nya membuat aku down seketika *jadi curcol*.

Terus ditambah ada kasus Chanyeol itu yang membuat fans nya dan fans Kai serta Suho rebut di Twitter. Aku sedih melihat sebagian EXO-L wants Chanyeol died, ARE YOU KIDDING ME? YOU WANT CHANYEOL DADDY DIED? JIKA CHANYEOL DIED, BAEKHYUN MOMMY GIMANA? MASA DIA MENJANDA(?)

BE MATURE, PLEASE EXO-L~ THAT'S JUST KIDDING, aku tahu kalian juga tahu jika Chanyeol orang nya memang seperti itu. So, take it easy~

Sudah cukup bersedih ria nya!

Semoga kalian suka dengan chapter ini karna banyak banget moment ChanBaek nya dan CIIIEEEE~~~ MEREKA BARU AJA JADIAN! MINTA PJ SONO!

CIIEE~ YANG BARU JADIAN~~~

Dan bagi readers mengira bakal ada KaiSoo, maaf yah. Untuk disini mereka gak akan di satuin, karna aku mau fokus sama ChanBaek.

Dan untuk READERS KU YANG TERCINTEH YANG SELALU MEMBACA, MENGOMENTARI FF KU, MENGKRITIK FF KU, TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAK NYA YANG ENTAH BERAPA BANYAK NYA(?)

Aku gak bisa sebutin satu-satu, pokok nya aku seneng banget, tak bisa dikatakan dengan kata-kata.

Terus pantau FF aku yah~

DON'T FORGET TO RnR MY FF! TINGGALKAN JEJAK, WAJIB! *ANGKAT SAMURAI BARENG CHANBAEK*

BERCANDA HAHAHAHA~~~ XD