Chapter 4 : Book
"Mas. Bangun, mas! Udah sampai,nih"
"Hmm? Hoaammm, ada apa pak?" tanyaku sambil menguap.
"Sudah sampai, mas. Kita sudah dimarkas Cora." Kata petugas tersebut.
"Oh, sudah sampai, ya? Oke, makasih, pak."
Petugas tadipun langsung pergi. Aku yang sudah terbangun mulai merapihkan diri dan bergegas untuk turun dari pesawat. Sempat aku melihat ruang pilot dan kebetulan pilot pesawat itu melihatku.
Sambil tersenyum dia berkata "Ketiduran ya, mas?".
"Iya, pak. Tahu-tahu sudah sampai di markas saja, ya." Balasku sambil tersenyum juga.
"Iya, dong. Masa sampai di Lumen. Memangnya ekspedisi Challenger? Hahahaha."
Aku juga ikut tertawa mendengar ucapannya. Tapi tawaku terhenti begitu merasa ada yang aneh. Kok wajah tuh pilot mirip sekali denganku. Rambut coklat plus juga bermata hitam. Merasa ada yang aneh, pilot itu berkata "Ada apa, mas?".
"O.. oh tidak kok, pak. Tidak ada apa-apa. Heheheh".
Secepat mungkin aku turun dari pesawat. Tidak lupa aku memberi salam kepada petugas tiket disana. Tapi lagi-lagi petugas tiket itu juga memiliki wajah yang sama denganku hingga membuat kami berdua terheran-heran.
"Lho, kok wajah kita sama, ya?" kata petugas tiket itu.
"Tahu, ah. Kebetulan aja, kali" kataku sambil berjalan cepat. Bisa salah tingkah nanti aku dibuatnya.
Seorang wanita yang baru saja datang berkata " Ada apa, Peterson?"
"Jangan-jangan orang tuaku ada yang selingkuh, nih. Orang tadi mirip sekali denganku." Katanya sambil menunjuk pria berambut coklat.
"Ah, masa iya, sih?" kata wanita itu.
Pria yang dipanggil Peterson hanya menggelengkan kepala saja.
Markas Cora
Wah, sampai juga dimarkas. Walaupun Cuma 3 hari pergi, rasanya kangen sekali. Tapi begitu aku sampai didalam aku merasakan ada yang tidak beres. Kulihat suasana markas sepertinya sedang berkabung. Bisa kulihat dari wajah-wajah prajurit yang terlihat murung, gelisah dan cemas. Aku yang merasa butuh informasi lalu bertanya kepada salah seorang prajurit.
"Hei, ada apa ini? Kok kau dan mereka tampak cemas?"
"Oh, kau tidak tahu,ya? Begini, kemarin di Crag Mine ditemukan 2 orang jenazah Cora yang tewas dalam keadaan mengenaskan. Menurut informasi mereka bernama Gil dan Versage yang sedang bertugas menjaga Crag Mine bersama Wakil Archon Wesley Krakow. Jenazah keduanya saat ini sedang berada di kamar mayat untuk diautopsi. Wakil Archon sendiri sampai sekarang masih belum ditemukan. Kemungkinan dia diculik" jelasnya panjang lebar.
"Hmm, begitu ,ya? Ya sudah. Terima kasih atas infonya, ya." kataku sambil pergi.
"sama-sama."
Sebelum laporan misi, aku memutuskan untuk pergi ke kantin dulu. Pagi-pagi begini enak sekali rasanya makan mie rebus. Maka setelah sampai aku memesan makanan favoritku itu.
"Pak, pesan mie rebus, dong. 2 bungkus dijadiin 1 mangkuk. Pedas dan jangan lupa sayurannya plus telur rebusnya."
"Beres, tuan."
Setelah memesan, aku mencari tempat duduk yang nyaman untukku. Dan meja nomor 11 kulihat sedang kosong melompong. Cocok sekali untuk sedikit santai-santai sambil tiduran. Tak lama kemudian pesananku tiba di meja.
"Ini ,tuan. Pesanan anda mie rebus special lengkap dengan sayuran dan telurnya." Kata seorang waitress wanita sambil tersenyum.
"Wah, makasih sekali, kak. Oh iya, minumnya es teh tawar, kak"
"Baik, tuan" katanya sambil berlalu pergi.
"Wih, pelayannya ramah sekali. Cantik lagi. Apa dia orang baru, ya?" kataku sambil senyum-senyum sendiri.
Karena sudah lapar, akupun langsung memakan mie rebusku.
SRUPUT! SRUPUT! SRUPUT! SLURPP!
Mantap. Pedesnya pas sekali. Sayurannya enak, telurnya apalagi. Tidak sampai lima menit, mangkuk itu kosong melompong tanpa sisa. Pelayan wanita tadi datang kembali kali ini membawa minuman yang tadi kupesan.
"Silahkan minumannya, tuan. Wah, makannya cepat sekali. Apa tuan sangat lapar" tanyanya penuh keheranan.
"Ya, memang aku sangat lapar. Terima kasih atas pelayanannya"
Setelah kenyang, aku menuju ke kasir untuk membayar makananku.
"Jadi berapa ,mbak?"
"Totalnya dua puluh ribu disena, pak. Mau bayar cash atau pakai kartu,pak?"
"Cash saja, mbak. Hahaha"
Setelah membayar, aku segera menuju ke ruang pemimpin bangsa. Kulihat ada beberapa prajurit sedang menunggu.
"Sedang apa kalian duduk disini? Kenapa tidak masuk saja" tanyaku pada mereka.
"Sstt, pemimpin bangsa beserta Archon dan wakilnya sedang mengadakan rapat penting." jawab salah seorang wanita.
"Sudah lama?"
"Hampir satu jam" kali ini seorang pria yang menjawab.
Tapi tidak lama kemudian pintu terbuka. Tampak Archon beserta wakil-wakilnya keluar dari ruangan pemimpin bangsa. Penampilan mereka keren-keren. Sepertinya mereka kaya raya. Kamipun memberi hormat kepada mereka. Setelah mereka pergi, aku beserta prajurit lainnya segera masuk. Satu per satu mulai memberikan hasil quest beserta laporannya. Tak terasa giliranku sudah tiba, akupun menghadap pemimpin bangsa.
"Yang Mulia, ini hamba bawakan 50 buah Calliana Nekclace sesuai dengan quest yang hamba jalankan."
Pemimpin bangsa Quine Khan mengambil kalung itu dari tanganku.
"Terima kasih, Slask Wizarski. Kini kau berhasil menyelesaikan misimu. Aku nyatakan kamu sudah lulus ujian dan sudah resmi menjadi prajurit Cora yang mengabdi kepada Holly Alliance. Sekarang kau ingin memilih class apa? Templar atau Guardian?"
"Dengan penuh rasa hormat, hamba memilih Templar Knight, Yang Mulia." Jawabku penuh keyakinan.
"Kalau begitu, ulurkan tanganmu padaku dan pejamkan matamu."
Sesuai permintaan, aku memberikan tanganku dan memejamkan mataku. Begitu tangannya menyentuh tanganku, terasa ada aliran force yang mengalir dari tanganku ke sekujur tubuhku. Begitu hangat, begitu damai. Tangannya terasa halus sekali seperti sutera.
"Sekarang kau boleh membuka matamu, Slask"
Akupun membuka mataku. Rasanya pikiranku menjadi lebih jernih dan badanku terasa ringan sekali. Lalu, Quaine Khan kembali berkata " Selamat, ya. Sekarang kamu sudah menjadi Templar dan ini kuberikan buku panduannya kepadamu. Jangan lupa besok pagi datanglah ke aula markas untuk pelantikkan."
"Terima kasih, Yang Mulia. Hamba mohon undur diri" kataku sambil berjalan keluar.
" Ya, jadilah prajurit yang kuat. Semoga DECEM memberkatimu" kata Quaine Khan sambil tersenyum tulus.
Begitu pintu ruangannya tertutup, Quaine Khan mengambil sebuah dokumen salah seorang murid akademi. Rupanya yang diambil adalah dokumen tentang Slask Wizarski. Sambil membaca dokumen itu, ia lalu berkata "Baru kali ini aku melantik seorang prajurit dari kalangan orang biasa. Sepertinya dia akan membuat sebuah cerita yang baru. Angkatan tahun ini ternyata penuh dengan kejutan, ya? Semoga kedepannya dia bisa membuat sebuah gebrakan."
Quaine Khan nampak tersenyum sambil memandang foto profil Slask Wizarski. Seperti senyum seorang ibu yang melihat anaknya tumbuh besar.
Setelah keluar dari ruangan pemimpin bangsa, aku segera pergi ke toilet untuk sekedar mencuci muka. Akupun membasuh mukaku dengan air dingin.
BYURR! SPLASHH! BYURR! SPLASHH!
Tapi mata kananku terasa ada yang mengganjal. Oh, aku baru ingat kalu aku menggunakan contact lens. Akupun melepas lensa kontak di mata kananku. Tampak mata dengan iris berwarna blue emerald. Ya, aku seorang pengidap heterochromia. Sebuah kelainan mata yang membuat warna irisku berbeda sebelah. Mata kiriku berwarna hitam, sedang yang kanan berwarna biru. Sejauh ini hanya aku saja mengetahui tentang ini.
Aku agak malu memberitahukan rahasia ini pada orang lain. Karena setahuku mereka yang memiliki warna mata yang beda sebelah merupakan orang yang mewarisi kekuatan yang hebat dan sudah pasti itu hanya dari kalangan bangsawan elit tertentu saja. Sedangkan aku hanya prajurit biasa yang memilik keluarga jauh dari kesan prajurit dikarenakan orang tuaku dan sanak family lainnya hanyalah warga sipil biasa di Planet Cora. Ayahku memiliki mata beriris hitam sedang ibuku beriris blue emerald. Dan hasilnya, lahirlah diriku yang mewarisi warna iris ayah dan ibuku.
Sejenak aku merasa bingung karena setelah misi tadi selesai aku tidak tahu mau ngapain lagi. Lalu aku teringat soal prajurit aneh yang kulihat di Ether. So, akupun memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Ketika aku sedang berjalan ke perpustakaan, mendadak ada yang berlari dan berteriak dibelakangku.
"uuuuuuuwwwwWWWWWOOOOOOOOO"
GUBRAKKK!
''HERGH! AUWWW!"
Tak pelak, akupun ditabrak sesuatu hingga membuat diriku jatuh terguling.
"HALO, SLASK. LAMA KITA TIDAK BERTEMU. HAHAHAAHAH" kata Cosmin setengah berteriak
"UWOO, KAU SEHAT-SEHAT SAJA 'KAN, SLASK?" Sonsane juga ikutan setengah berteriak.
"Woi, biasa saja dong. Tidak perlu berteriak dan menabrakku juga 'kan" kataku sedikit kesal.
"Hahaha. Maaf, maaf. Kami tadi mendadak melihatmu jadi kami memutuskan untuk mengejutkanmu. Hahaha." Kata Cosmin cengengesan.
"Kau mau kemana, Slask" tanya Sonsane.
"Mau ke perpustakaan. Aku mau cari sesuatu." Jawabku singkat.
"Hmm, begitu,ya? Kalau begitu tunggu kami disana, ya? Kami juga mau baca-baca."
Aku yang merasa keheranan berkata "Tumben kalian mau baca buku? Biasanya kalian paling males baca-baca apalagi baca buku yang tebal."
"Kami juga mau cari informasi." Kata Cosmin dengan wajah serius.
"Oh, oke. Kalau begitu kalian laporan dulu sana. Sekalian pergantian job"
"Sip. Tunggu kami ya, Slask."
Aku mengangguk tanda setuju. Kemudian mereka berdua segera pergi menuju ke ruang pemimpin bangsa. Pun dengan diriku yang segera menuju ke perpustakaan Cora.
Tok! Tok! Tok!
"Permisi"
Akupun masuk ke perpustakaan. Seorang penjaga wanita nampak tersenyum kepadaku. Akupun segera menyusuri lorong-lorong untuk mencari buku yang pas denganku. Lalu kembali terdengar suara pintu yang dibuka.
Ceklek!
"Permisi. Kami numpang masuk."
Rupanya Cosmin dan Sonsane yang masuk. Cepat sekali mereka.
"Yo, Slask. Kau juga lulus 'kan?" sapa Cosmin.
"Iya, dong. Sekarang aku sudah jadi Templar. Kau juga sudah jadi Black Knight 'kan?" tanyaku.
Diluar dugaan ini menggelengkan kepalanya dan lalu berkata "Tidak, Slask. Aku tidak jadi ambil Black Knight. Aku pilih Guardian sekarang. Hahahaha."
"Kok bisa? Memang kenapa?"
"Waktu misi di Volcanic Couldron, aku melihat seorang Accretia yang sangat hebat. Serangan dan pertahanannya sungguh luar biasa. Waktu kutanya Sonsane, dia berkata kalau Accretia itu adalah Assaulter yang merupakan Class pertengahan Accretia. Karena sama-sama class pertengahan maka aku memilih Guardian." Jelasnya penuh semangat.
"Jadi itu alasanmu pilih Guardian?"
"Yes. Guardian, the end of Assaulter Accretia. Akan kubuat legendaku. Akan kubuat sebuah sejarah yang baru." Ucapnya sangat mantap.
"Keren."
"Sudah, ah. Yuk kita baca buku" kata Sonsane.
Bersama-sama kami mencari buku yang kira-kira memuat informasi yang aku dan mereka berdua cari. Meski tidak tahu harus baca buku apa, aku tidak peduli. Tiba-tiba Sonsane menemukan sebuah buku yang agak lusuh.
"Wih, kayanya buku ini bagus, nih."
Aku yang penasaran membaca sebuah kalimat disampulnya.
"Fakta dari peradaban?"
"Ayo-ayo langsung kita baca saja" ajak cosmin.
Kamipun membaca buku itu. Rupanya ada fakta-fakta yang tertulis didalamnya.
Holly War of Sette
Sekitar 215 tahun yang lalu, terjadi sebuah perang yang mahadahsyat antara Alliansi gabungan Novus melawan sekelompok orang yang berniat ingin menguasai galaksi. Akibat dari dari perang ini matahari Lumen yang dahulu ada 2 kini hanya tersisa satu akibat dari sebuah proyek senjata rahasia. Dampak lainnya adalah Gurun sette yang dahulu adalah tanah yang subur kini menjadi padang tandus. Tapi ada satu fakta yang terlupakan, yakni adanya Alliansi Capella dan Procyon yang turut membantu Alliansi Tiga Bangsa Novus. Meski begitu mereka tetap mendapatkan kekalahan telak karena organisasi tersebut juga dibantu oleh Alliansi Sage Pollux.
Planet bumi tidak hancur
Berabad-abad yang lalu, sebuah virus Arcane menghancurkan peradaban disebuah planet bernama Bumi. Planet itupun luluh lantah akibat virus tersebut. Tapi itu tidak membuat planet itu hancur lebur. Penghuni bumi yang terserang virus memang kebanyakan mati. Tapi ada juga yang berubah menjadi monster mengerikan. Mereka yang masih selamat lalu membuat sebuah proyek membuat manusia super yang disebut Arkana Soldier. Semua Arkana Soldier adalah wanita.
Klan Grymnystre
Merupakan salah satu klan dari Bellato. Mereka dikenal sebagai klan spesialis bertempur. Dikenal sadis dan tidak berperasaan. Sekarang eksistensi mereka sudah menghilang dan dikabarkan klan Grymnystre hanya tinggal seorang saja. Sebuah fakta mengatakan, klan grymnystre pernah berjasa menyelamatkan desa Bisk di planet Cora dari ancaman pembersihan etnis. Desa Bisk dihuni oleh Cora yang memiliki keyakinan yang berbeda dan pada umumnya adalah masyarakat kelas bawah. Ketika itu, Cora yang dipimpin Raja Quintanario memutuskan untuk membumihanguskan Desa Bisk. Mereka yang menolak akan dianggap penghianat dan akan dibunuh. Dibawah rezimnya, penghuni Desa Bisk dibuat menderita dengan pembunuhan yang membabi buta. Hingga kemudian beberapa Grymnystre datang dan menyelamakan Desa Bisk dari pemusnahan massal dan Raja Quintanario berhasil dibunuh hingga membawa sebuah revolusi baru bagi Planet Cora.
"Wah, ternyata ada fakta seperi itu,ya" kata Cosmin
"Sepertinya ini adalah sebuah rahasia. Buktinya saja selama di akademi kita tidak diajarkan materi ini" kata Sonsane
"Apapun itu sepertinya akan ada sesuatu yang mengancam Novus. Cepat atau lambat" kataku
"Buku ini sementara aku pinjam dulu untuk kutelaah lebih jauh." Ucap Sonsane.
Kami bertiga lalu keluar dari perpustakaan setelah Sonsane meminta izin untuk meminjam buku itu. Lalu kami berpisah untuk pulang kerumah masing-masing.
Aku harap Sonsane bisa memberi informasi lebih soal buku itu. Dan soal siapa dua wanita di Ether Plat itu.
To Be Continued
Akhirnya Chapter ini selesai juga. Tadinya sudah dapat ide segar. Tapi sepertinya aku lupa dan mungkin Chapter ini menjadi sedikit berantakan. Terima kasih atas reviewnya. Semoga ini bisa membuat anda terhibur.
Terima Kasih
Quotes
(Guardian, the end of Accretian Assaulter. By: Cosmin Roty)
