Sebelumnya
Mother : Shin Min Ah
Child : Jung Yunho
Allaged Father : Jung Il Woo
Combined parentage index : 1296873920. 3577
Probability of parentage : 99.999943325%
Il woo sangat terkejut melihat surat ini, ini bukti akurat Yunho adalah anaknya, anak kandungnya, surat ini seakan menamparnya, mengapa Yunho tak pernah memberinya surat ini, air mata Il woo terus mengalir, meremas surat tersebut sampai tak berbentuk lagi, ia terus memanggil nama sang putra, Yunho.
Love Me
Il woo memasuki kamar yang ia tak pernah masuki sebelumnya, kamar yang tertata sangat rapi, beberapa potret Yunho dari ia kecil hingga dewasa kini, memang benar Il woo tak mengizinkan potret Yunho ada di luar, Il woo selalu menganggap Yunho bukan bagian dari keluarga tersebut, tapi ternyata Min ah mengumpulkan koleksi potret putranya tersebut dalam kamar ini. Il woo mengambil potret saat Yunho sekolah dasar dan memenangkan olimpiade Matematika
"hari ini aku memenangkan olimpiade appa, appa pasti bangga bukan? aku boleh letakan piala ini di ruang kerja appa?" tanya Yunho dengan wajah penuh harap
"jangan meletakan benda-benda tak pentingmu di sini! Pergi sana, mau mati-matian kau memenangkan semua perlombaan aku tak akan pernah bangga pada anak haram sepertimu." Yunho hanya menggenggam kuat piala tersebut menahan rasa sakitnya akan perkataan Il woo
Il woo kembali sesak saat mengenang semua masa lalunya, ia kembali melihat potret besar di kamar Yunho, itu potret keluarga yang di buat Il woo saat Yunho duduk di sekolah menengah, yang ia ketahui, Il woo melarangnya berfoto bersama, tapi disana ada Yunho, dan dapat Il woo tebak, Yunho mengeditnya.
Ruangan tersebut sangat menoreh luka untuk Il woo, ia segera menyuruh anak buahnya untuk mencari Yunho kini.
…..
Malam ini sangat indah bagi Yunho dan Jaejoong, mereka pun sedang bersantai sambil menatap langit yang begitu indah, apalagi posisi tempat tinggal mereka yang sangat pas untuk menikmati pemandangan tersebut, Yunho dan Jaejoong tinggal di sebuah ruangan sekamar di atap, mereka menikmati tempat tersebut yang terbilang sangat kecil. Yunho kini sedang tidur di paha Jaejoong, sementara Jaejoong sendiri sedang sibuk melihat pakaian baby yang baru saja mereka beli, Jaejoong tampak begitu senang melihatnya.
"Yun, pakaian ini sungguh mungil sekali." Ujar Jaejoong riang, Yunho hanya tersenyum
"ya memang seharusnya Jae."
"aku tak sabar memakaikan anak kita pakaian ini Yun."
"aku juga tidak sabar menantinya." Yunho mengecup perut besar Jaejoong tersebut yang tepat ada di sampingnya kini, Jaejoong pun tersenyum.
"tak terasa kita sudah tinggal bersama selama 7 bulan Yun, dan aku sangat tidak menyangka bisa menjadi istrimu." Yunho tersenyum kecut mendengarnya
"maafkan aku Jae, seharusnya jika aku tak memperkosamu waktu itu, hidupmu tak akan sesulit ini."
"Yun, bisakah tidak menyalahkan diri? Aku sangat senang hidup bersamamu, jadi jangan menyalahkan dirimu selalu." Jaejoong menunduk dan menatap Yunho yang kini tengah di pangkuannya, Yunho tersenyum dan mengusap pipi mulus Jaejoong.
"aku mencintaimu Jae, selalu. Sampai hembusan nafas terakhirku." Ucap Yunho
"aku lebih mencintaimu Yun, jangan bahas kematian, aku tak suka."
"cepat atau lam-.."
"Yun!" Jaejoong pun membentak Yunho, Yunho hanya menatap Jaejoong yang kini, doe eyes itu sudah berlinang, Yunho segera bagun dari pangkuan tersebut, ia mengusap air mata tersebut dengan lembut.
"sssttttsss jangan menangis Jae, maaf."
"kau menyebalkan Yun." Jaejoong memukul lengan Yunho, Yunho pun mengaduh sakit dan terkekeh, Jaejoong hanya merengut sebal dengan Yunho, Yunho mengecup sekilas bibir Cherry tersebut
"menyebalkan, tapi kau cinta bukan?" goda Yunho sukses membuat wajah Jaejoong memerah sempurna. Mata mereka saling bertatapan kini, perlahan tapi pasti Yunho mendekatkan wajah mereka, mata Jaejoong terpejam saat bibir Yunho kembali menyentuh bibirnya, kecupan-kecupan lembut yang Yunho berikan pada Jaejoong berubah menjadi lumatan penuh nafsu, tangan Yunho memegangi wajah Jaejoong, sementara jemari-jemari Jaejoong pun mengusap lembut dada bidang Yunho.
"mmmmppphhh." Jaejoong saat Yunho mengusap dan sedikit meremas dadanya yang montok, sementara tangan Yunho yang lain mengusap perut Jaejoong agar sang bayi tenang di dalam, Jaejoong terus mendesah di balik ciuman penuh nafsu tersebut, Yunho melepas ciuman tersebut, nafas mereka pun terengah-engah, Yunho menatap Jaejoong dan membasuh keringat Jaejoong, serta saliva mereka yang menyatu di tepi bibir Jaejoong, aktivitas intim ini perdana Yunho lakukan bersama Jaejoong, ya perdana, karena saat memperkosa Jaejoong, Yunho sama sekali tidak merasakannya karena di bawah kesadarannya.
"Jae, b-bolehkah aku mengunjungi baby kita?" tanya Yunho ragu, Jaejoong pun tersenyum dan mengangguk
"aku milikmu Yun, istrimu, buat apa kau bertanya." Yunho tersenyum mendengarnya, ia segera membopong Jaejoong ke dalam kamar tersebut dengan sangat riang.
-Maaf, NC skip, kurang handal bikin NC /ngakak sama Changmin/-
Yunho membelai rambut penuh keringat Jaejoong akan aktivitas panas mereka beberapa jam lalu, kontak mereka pun masih menyatu, sesekali Yunho mencium kepala Jaejoong, Jaejoong mengelus lembut perutnya yang besar, ini pertama kalinya Yunho mengunjungi sang bayi, sang bayi pun cukup bisa di andalkan, ia tak memberontak atau apapun yang menyakiti Jaejoong.
Yunho begitu lelah, tapi di sisi lain ia pun begitu senang, mereka benar-benar layaknya suami-istri kini, Yunho merangkul tubuh Jaejoong dengan begitu erat.
"Jae." Sapanya
"hn?"
"terima kasih untuk semuanya, terus denganku sampai saat ini."
"aku tetap terus di sisi mu Yun sampai kapan pun." Jaejoong kini mengusap lengan Yunho yang memeluknya tersebut, ia melirik Yunho yang kini berada di belakangnya sementara Yunho hanya tersenyum lemah.
"tidurlah Yun, besok kau harus bekerja." Yunho hanya mengangguk menanggapi ucapan Jaejoong
"ya, Jalja Jae." Yunho mengecup kening Jaejoong dengan begitu lembut
"ya Yun, jangan bergerak ya." Ujar Jaejoong, tak berapa lama mereka berdua pun terkekeh bersama jika melihat kondisi mereka saat ini.
Malam itu, malam yang sangat tak terlupakan untuk Yunho, dimana dirinya menikmati setiap inci tubuh mulus Jaejoong dan bahkan ia dengar desahan Jaejoong menyebut namanya, mendengarkan ucapan kotor Jaejoong untuk membangkitkan gairahnya, dan kini penyatuan tubuh mereka pun belum terlepas, milik Yunho yang kini masih bersarang hangat di lubang Jaejoong. Ini malam pertamanya yang ia lakukan secara sadar dan tanpa 'paksaan'.
…..
Pagi pun tiba, Jaejoong terbangun dari tidurnya, ia pun melepaskan kontak mereka, Jaejoong turun dari tempat tidur tersebut menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, bahkan kini jalan Jaejoong pun sedikit pincang menahan perih pada bagian bawahnya, Yunho masih terlelap, Jaejoong membiarkan Yunho yang masih tertidur tersebut, ia berniat membangunkan Yunho setelah ia mandi dan menyiapkan sarapan untuk Yunho.
Jaejoong telah membuatkan sarapan untuk Yunho kini, ia segera menuju kasurnya untuk membangunkan suami tercintanya tersebut
"Yun, bangunlah, sudah pagi." Ujarnya lembut, tapi tak ada sahutan dari Yunho, Jaejoong hanya berdecak, ia pun menyentih bahu untuk membangunkan Yunho, tetapi suhu tubuh Yunho sangat panas
"astaga Yun!" Jaejoong memekik terkejut, ia menyentuh kening Yunho yang sangat panas kini, ia mencoba membuat Yunho terbangun akan tetapi nihil
"Yun bangunlah, hiks jangan buat ku takut!" Jaejoong segera memakaikan Yunho celana pendeknya dan ia segera berlari mencari pertolongan, ia bingung pada siapa ia harus berteriak meminta tolong, ia sangat takut kehilangan Yunho dengan cepat, Jaejoong turun dengan cepat, ia berniat ke bengkel untuk memberitahu Joo won dan Kang In, dan meminta bantuannya, tetapi saat tiba di bawah Jaejoong melihat sosok appa-nya kini, ia segera berlari ke ayahnya tersebut dan memeluk Jaejoong dengan sangat erat.
"hiks appa." Hyun joong pun memeluk Jaejoong dengan sangat erat
"kau kenapa sayang? Mengapa menangis? Apa si brengsek Jung itu melukaimu?" Jaejoong menggeleng dengan sangat cepat
"Yunho tak mau bangun appa, hiks Joongie takut, tolong Joongie." Hyun Joong hanya menyeritkan dahinya
"apa maksudmu hn? Appa tidak faham sama sekali."
Jaejoong menjelaskan semuanya kepada Hyun Joong, Yunho yang terkena kanker darah dan sementara ia tak dapat berbuat apapun karena terbentur biaya, dan saat ini kondisi Yunho pun memburuk sampai Yunho tak sadarkan diri, Hyun Joong tersenyum di balik wajah cemas yang ia tunjukan pada sang anak, Hyun Joong pun mendapatkan ide untuk memisahkan Yunho dan Jaejoong, Hyun Joong pun menyuruh kedua anak buahnya untuk membawa Yunho turun, mereka pun segera menuju rumah sakit, Jaejoong terus terisak memeluk Yunho kini, Hyun Joong hanya melirik mereka dengan rasa malas, Hyun Joong sama sekali tidak ingin berhubungan dengan keluarga Il woo, jadi sebisa mungkin ia harus memisahkan Yunho dan Jaejoong. Sesampainya di rumah sakit Yunho pun segera di bawa ke ruang ICU, Hyun Joong terus mengusap bahu Jaejoong dengan sangat lembut.
"Joongie takut kehilangan Yunho appa, hiks"
"ssttss tenanglah, jangan menangis."
Hyun Joong terus memikirkan semua cara untuk memisahkan Yunho dan Jaejoong, Hyun Joong sangat tau anaknya keras kepala, dengan cara mengancamnya Jaejoong tak akan takut, yang ada dirinyalah yang di ancam oleh Jaejoong sendiri, diam-diam Hyun Joong pun menyuruh anak buahnya memberitahu kondisi Yunho pada Il woo, Il woo yang mendengar kondisi Yunho pun segera menghampirinya ke rumah sakit, fikirannya sangat kacau saat ia mendapat kabar kondisi kritis Yunho.
Il woo sudah sampai dirumah sakit kini, ia pun bertemu Hyun Joong dan Jaejoong disana, Il woo cukup heran dengan kedekatan Hyun Joong dan Jaejoong yang ia ketahu,istri dari anaknya tersebut
"dimana Yunho?" tanya Il woo, Hyun Joong hanya tersenyum sinis melihat Il woo saat ini
"Yunho masih dalam ruang ICU, dokter berkata kondisinya sangat drop, bahkan Kanker darah yang ia derita sudah menginjak stadium akhir." Jaejoong menjelaskannya dengan air mata yang berlinang, sakit rasanya yang Il woo dengar tentang kondisi Yunho, jika saja ia tau dari awal semua ini, penyakit yang Yunho derita sudah ia sembuhkan sebelum semakin parah.
"Il woo, bisa bicara berdua?" ujar Hyun Joong, Il woo hanya mereritkan dahinya, dan kemudian mengangguk, Jaejoong di tinggal sendiri di sana, kini Il woo dan Hyun Joong saling berhadapan selama 22 tahun, saat mereka masih memperebutkan Min ah.
"apa?" tanya ketus Il woo
"aku tak menyukai anakku dan anakmu bersama." Ujar hyun Joong, dan kini Il woo pun mengerti bahwa Jaejoong dan Hyun Joong bersama di rumah sakit kini.
"lalu?"
"aku mau anakmu menjauhi anakku, lagi pula anakmu sungguhtak berguna Il woo, sudah menghamili anakku, memberikan kehidupan sulit untuk anakku, dan kini, lihat saja, dia lemah dan tak pantas menjadi pemimpin keluarga." Il woo hanya mengepalkan telapak tangannya menahan emosi saat Hyun Joong terus menghina anaknya, ia sangat tak terima penghinaan ini, bahkan kini Il woo sangat tak sudi jika Yunho harus menjadi bagian dari kelurga 'Kim'
"lakukan apa maumu, asal kau jangan menyakiti Yunho." Il woo pun berlalu meninggalkan Hyun Joong saat itu juga.
.
.
Tuhan akan selalu melindungi orang baik,
Semua membutuhkan kesabaran untuk menghadapi cobaan.
Seperti halnya penyakit, bukankah kitaharus menelan pil pahit untuk sembuh?
Kehidupan dalam cobaan pun begitu, kita harus berjuang dengan pahit untuk menuju kebahagiaan.
.
Love Me
.
.
Kondisi Yunho sudah membaik, Yunho pun sudah sadarkan diri, sudah 2 hari ia berada dirumah sakit, dan Jaejoong selalu setia menemaninya, Yunho sangat senang dengan kebahagian yang mulai memihaknya, Jaejoong tengah menyuapi Yunho saat ini.
"Terima kasih Jae." Ujar Yunho
"itu tugasku sebagai istrimu Yun, jangan buatku cemas lagi." Yunho hanya tersenyum menatap Jaejoong saat ini
"ya." Ujar singkat Yunho
"aku juga masih membutuhkan appa kalau appa buat kami cemas lagi, kami akan memukul appa" ujar Jaejoong dengan bersuara layaknya anak kecil sambil mengusap perutnya, Yunho pun tersenyum riang melihatnya.
"mendekatlah." Ujar yunho, Jaejoong pun mendekat, Yunho segera memeluk Jaejoong dengan sangat erat
"aku mencintaimu, mencintai kalian."
"aku juga Yun, sembuhlah untuk kami." Yunho mengangguk, ia pun melepaskan pelukan tersebut.
"ah iya, aku keluar sebentar, ada sesuatu yang harus aku beli." Yunho pun mengangguk
"hati-hati." Ujar Yunho, Jaejoong tersenyum dan mengangguk.
Jaejoong pun keluar dari ruang rawat tersebut, tak berapa lama seseorang pun masuk dalam ruangan tersebut.
"maaf, anda siapa?" tanya Yunho, wanita itu terus berjalan menuju tempat tidur Yunho kini
"kau melupakanku sayang?" ujar wanita tersebut, ia mulai mendekat dan menyentuh bahu Yunho, Yunho pun menepis kasar wanita tersebut
"bertingkahlah sopan nona!" ujar Yunho.
"jangan kasar-kasar sayang, aku kemari hanya untuk menemanimu." Wanita itu membuka kancing kemejanya dan memperlihatkan sedikit payudaranya, Yunho semakin muak di buatnya.
Sementara itu, Jaejoong pun lupa membawa dompetnya, ia pun harus kembali ke kamar rawat Yunho. Ia pun telah sampai di kamar rawat tersebut kini, ia membuka pintu tersebut, sungguh mengejutkan Jaejoong saat ini, seorang wanita sedang bersama suaminya dan sedang bercumbu, mata Jaejoong pun memanas
"Yunho!" ujar Jaejoong, Yunho terkejut mendengar suara tersebut, sementara sang wanita tersenyum sinis, ia pun segera memasang wajahnya yang terkesan membutuhkan pertolongan, ia mendorong Yunho.
"hikss, brengsek kau Yunho, setelah menghamiliku dan kini kautak mau bertanggung jawab, dan kini kau niat memperkosaku lagi." Ujar wanita tersebut, Yunho bahkan Jaejoong terkejut dengan ucapan wanita tersebut, Yunho menatap Jaejoong dan menggeleng
"ja-jangan percaya Jae." Ujar Yunho, Jaejoong hanya menatapnya penuh kecewa
"hiks, kau jahat Yunho-ah." Ujar wanita tersebut lagi untuk memanasi kaadaan
"diam kau! Aku tak pernah mengenalmu!" bentak Yunho, Yunho pun melepas paksa infus di tangannya, ia turun dari ranjang tersebut untuk menghampiri Jaejoong yang terus terdiam menatapnya penuh dengan kemarahan.
"jae a-.."
Plakk
Belum sempat Yunho berbicara, Jaejoong pun telah menampar telak Yunho
"b-brengsek kau Jung!" ujar Jaejoong kesal, air matanya sudah mengalir deras
"kau salah faham sayang, a-aku tak mengenalnya."
"bohong!"
"Jae." Yunho pun berusaha meyakinkan Jaejoong, tapi sepertinya sulit, Jaejoong pun pergi, Yunho sempat menahannya, tapi jaejoong menepisnya, Jaejoong terus berlari dengan menangis, sementara itu Yunho terus mengejar mengikuti Jaejoong, sampai tiba Hyun Joong datang memeluk Jaejoong yang menangis
"Joongie,kau kenapa sayang?" tanya Hyun Joong dengan memeluk Jaejoong erat, Yunho hanya menatapnya takut
"bawa Joongie pulang, Joongie tidak ingin melihat pria brengsek itu appa." Ujar Jaejoong, Hyun joong kini menatap Yunho penuh kemarahan
"Jae,kau salah fa-.."
"Diiaaaaammm! Aku tak mempercayaimu Jung!" Jaejoong berteriak kesal di dalam pelukan Jaejoong, Yunho hanya mendesah frustasi, emosi Yunho pun memancing untuk rasa sakit itu menghantam Yunho, akan tetapi Yunho menahannya demi Jaejoong.
"jae." Ujar Yunho kembali
"berisik kau Jung! Pergi! Pergi! Aku muak melihatmu, aku tak ma-.. aakkhhhh!" Jaejoong pun merintih sakit pada perutnya, bukan sakit, tetapi mulas yang sangat berlebih tepatnya, Yunho yang melihat Jaejoong merintih pun berniat menghampiri Jaejoong, tetapi Hyun Joong melarang Yunho.
"pergi, janganmendekati anakku lagi!" ujar Hyun Joong, Yunho terus menatap Jaejoong yang sangat kesakitan memegangi perut besarnya. Hyun Joong pun memerintahkan perawat untuk membawa Jaejoong ke ruang bersalin, tangan Yunho pun gemetar, ia hanya bisa menatap Jaejoong yang sedang dilarikan ke ruang bersalin kini.
Tes
Tes
Darah kembali mengalir dari hidung Yunho, bahkan air mata Yunho kini telah mengalir menatap jaejoong yangtelah menghilang, hatinya sakit, sangat sakit.
"hhhhhh, percayalah padaku Jae, percayalah."
Braakkk
Yunho pun terjatuh pingsan, perawat yang melihat Yunho pun segera membawa Yunho kembali ke ruang rawatnya, dokter pun segera berlari untuk menangani Yunho yang semakin kritis kini, alat bantu pernapasan pun Yunho butuhkan kini, Yunho jauh kehilangan kesadarannya kini.
Sementara itu di lain tempat, Jaejoong tengah berjuang untuk melahirkan buah cintanya dengan Yunho, tak masuk akal sehat kita memang, tetapi Jaejoong berusaha melahirkan bayi tersebut dengan cara normal. Jaejoong mencengkram kuat pegangan ranjang disana, sementara giginya terus menggigit bantal di sana menahan rasa sakitnya.
"mmmmmnnggggghhhhh-.." Jaejoong terus berusaha untuk kehadiran buah hatinya kini, keringat pun telah membasahi wajahnya
"terus tuan, tarik nafasmu, dan dorong kembali baby anda keluar."
"ahh, ahh" Jaejoong tampak sangat kelelahan, ia menarik nafasnya dan kembali mendorong sang bayi keluar dengan kuat
Oooeeeekkkkk
Suara itu muncul, Jaejoong sangat lega mendengarnya, suara yang begitu sangat ia nanti, suara yang membuatnya tenang saat ini, lubang Jaejoong pun bendapat beberapa jahitan di sana, ia tak memperdulikannya, ia ingin melihat anaknya saat ini juga.
Hal terindah yang dinanti orang tua adalah saat anaknya lahir dengan sehat, rasa ingin terus melindungi sang buah hati pun akan hadir. Jaejoong pun segera di pindahkan ke ruang rawat setelah itu, sementara sang baby pun di bawa ke ruang bayi, Jaejoong belum sempat menemui bayi tersebut, kondisinya masih sangat lemah kini.
Yunho kembali membuka matanya, iamembuka masker oksigennya kini, satu-satunya yang ia ingin temuinya kini adalah Jaejoong, dengan kondisi lemah Yunho pun keluar dari ruang rawat tersebut, ia berjalan menelusuri koridor rumah sakit, berharap menemui Jaejoong.
"cepat bawa bayi atas nama Jaejoong, bawa pergi bayi tersebut, sejauh mungkin." Samar-samar Yunho pun mendengar ucapan seseorang, matanya membelalak sempurna saat orang yang ia lihat Ayahnya sendiri menyuruh seseorang membuang anaknya, anaknya dengan Jaejoong, sesegera mungkin pun Yunho menuju ruangan bayi sebelum orang suruhan ayahnya mengambil bayinya tersebut.
Sementara itu di lain tempat, Jaejoong pun terbangun, ia ingin sekali melihat anaknya, rasa perih sehabis melahirkan pun tak ia fikirkan, ia membuka pintu tersebut, dan pemandangan mengejutkan pun ia dapati, sang ayah sedang memberi uang pada wanita yang tadi bersama Yunho
"kerja yang bagus, anakku kini membenci pria itu,ini bayarannya."
Sakit yang Jaejoong dengar, ternyata ini permainan ayahnya sendiri untuk memisahkannya dengan Yunho, Jaejoong segera menghampiri ayahnya dan wanita itu.
"dasar wanita murah!" ujar Jaejoong, Hyun Joong dan wanita itu terkejut dengan kehadiran Jaejoong saat itu.
"karena dirimuaku menjahatisuami ku lagi! Puas kau! Semoga tuhan membalas semua ulahmu!" ujar Jaejoong
"joongie," ujar Hyun joong
"aku benci appa." air mata Jaejoong sudah berlinang kini, menatap kecewa sang ayah, sementara itu di tempat lain, Yunho sedang menatap putranya yang sangat tak berdosa.
"kau akan selalu dengan appa sayang."
Yunho mengambil bayi tersebut dari ranjangnya, ia pun mulai melangkah pergi.
TBC
Aaaaaaaahhhh maafkan jika aku tak bisa menulis NC, rate M di ff ini mungkin dari segi bahasa, maacihhh kawan atas reviewnya
-nangis kejer-
Part ini tanpa edit dan pengecekan ulang, maaf jika typo lebih banyak, makasih responnya
mmmuuuaahhhh
