Sebelumnya
Tok
Tok
Ke 4 pasang mata itu pun melirik pintu tersebut, sosok yang selalu di nantikan Changmin, bocah gembul tersebut pun muncul.
"Appppppppppppppppppaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa." Teriaknya dan berlari memeluk sosok yang sangat ia sayangi, sementara sang Ayah pun menggendong tubuh berat Changmin, tawa dan senyum pun terpancar di wajah lelahnya sehabis bekerja.
Love Me
Yunho tersenyum saat putra kesayangannya menyambutnya, rasa lelah pun terobati, ia pun sangat bersyukur pada Tuhan karena mengizinkannya untuk hidup sampai saat ini. Yunho menghampiri 3 orang yang sudah sangat membantunya selama ini, bahkan mereka sudah Yunho anggap keluarganya sendiri.
"Apa Minnie berulah lagi?" tanya Yunho karena melihat wajah letih ketiga orang disana
"Kapan pernah Changmin tak berulah hyung?" Yunho kini menatap Changmin yang berada dalam pangkuannya
"Benar kata Joo Woon ajushi hn?" tanya Yunho pada Changmin
"Ciapa cih yang bellulah, meleka yang bohong, Min kan anak baik-baikk Appa." Ketiga orang disana hanya dapat memutar bola matanya, mereka yakin, setelah ini Yunho akan membela bocah evil itu mati-matian. Tunggu sebentar, Joo Woon? Pasti kalian bingung mengapa ada Joo Woon, dunia ini sempit sayang, Junsu yang Yoochun maksud tak lain adalah anak Kang In yang berati pula sepupu Joo Woon.
5 Tahun lalu, Yoochun sangat cepat mengendarakan mobilnya, tangannya bahkan sudah sangat gemetar saat ia dapati Yunho yang sangat lemah sedari tadi, tapi pegangan kuat pada bayi mungil tersebut tak Yunho lepas, akhirnya Yoochun pun sampai di rumah Appa Junsu, Junsu yang sudah mendapat kabar dari Yoochun pun telah menunggu di depan rumahnya, Junsu segera menghampiri mobil Yoochun yang sudah berhenti dirumahnya.
"Mana temanmu Chun-ie?" ujar Junsu, Yoochun pun segera membuka pintu dengan cepat, Junsu pun melihat Yunho yang sudah sangat lemah, Junsu segera mengambil bayi yang ada dalam dekapan Yunho, sementara Yoochun segera memapah Yunho ke dalam.
"Su-ie, bayi siapa itu?" tanya Appa Junsu, tak berapa lama Yoochun datang dengan memapah Yunho
"Astaga Yunho?" Ujar Kang In yang tak lain adalah Appa kandung Junsu, Junsu dan Yoochun terkejut mengetahui Appanya tau Yunho.
"Appa kenal orang ini?" tanya Junsu
"Sangat, dia orang yang appa ceritakan, ke-kenapa dia begini? Astaga jangan bilang ini anak Jaejoong?" tanya Kang In, Yoochun pun mengangguk.
"Chun-ie bawa Yunho ke kamar tamu, aku akan memeriksanya." Ujar Junsu, Yoochun pun mengangguk menuruti, Junsu pun membawa Changmin bayi itu ke kamarnya, setelah itu Junsu segera mengambil alat-alat kedokterannya dan menuju Yunho di kamar tamu.
"Bagaimana dia sampai nekat pergi Chun-ie? Kau fikir penyakit yang ia derita itu enteng?" marah Junsu, ia pun mulai memeriksa Yunho, Kang In pun hanya memperhatikannya saja.
"Keluarga Yunho dan Jaejoong berniat memisahkan mereka, dan buruknya lagi bayi mereka hendak di buang oleh Kedua Appa mereka."
"Gila!" ujar Junsu kesal
"Kondisi Yunho terus menurun, mau tidak mau kita harus membawanya ke Rumah Sakit." Lanjut Junsu
"Su-ie, jika kembali ke Rumah Sakit, perjuangan Yunho kabur akan sia-sia." Bantah Yoochun
"Lalu bagaimana Chun? Kau mau dia cepat mati?!" Yoochun pun terdiam
"Aku sudah menyuntikan obat untuknya, paling tidak cukup mempertahankan kondisinya, tapi jika terus seperti ini hal buruk pun bisa terjadi."
"Bagaimana jika bawa Yunho ke tempatmu bekerja chagie." Ujar Kang In, Junsu pun kini melirik appanya
"Tapi sangat jauh appa, kasihan."
"Daripada seperti ini terus?"
"hhhhhh, satu-satunya cara agar Yunho sembuh adalah pencangkokan sum-sum tulang, masalahnya juga itu susah di cari, kita harus temukan orang yang cocok untuk di jadikan pendonor." Ujar Junsu
"Aku saja Su-ie." Ujar Yoochun semangat
"Kau tidak termasuk yang cocok Chun-ie."
"Bagaimana aku hyung?" tanya Joo Woon yang tiba-tiba saja hadir, Junsu, Yoochun, dan Kang In pun melihat Joo Woon kini.
"Joo Woon?" ujar Junsu
"Ya hyung, Yunho hyung sudah seperti Kakak ku sendiri, aku tak mau kehilangannya, ku mohon hyung." Junsu pun terdiam
"kau yakin Joo Woon?" tanya Junsu, Joo Woon pun mengangguk yakin, Junsu akhirnya menyetujui Joo Woon sebagai pendonor, dan biaya operasi, Yoochun bersedia menanggungnya. Malam itu juga Yoochun, Joo woon, Junsu dan Yunho menuju Gwangju, daerah yang cukup terbilang Jauh dari Seoul, bayi Changmin pun ikut serta dalam perjalanan itu, Yunho sudah tak sadarkan diri saat ini, Changmin kecil pun berada di Joo Woon kini, karena Junsu berjaga-jaga jika saja Kondisi Yunho semakin memburuk nantinya.
…..
Mereka pun telah sampai di Rumah Sakit tempat Junsu berkerja kini, Junsu segera membawa Yunho dengan bantuan para perawat disana menuju ruang ICU untuk pengecekan dan perawatan karena kondisi Yunho yang terus menurun. Joo Woon pun kini melakukan pemeriksaan untuk kelakannya menjadi pendonor, dan kini Yoochun dengan menggendong bayi mungil tersebut menunggu dan terus berdoa untuk keselamatan Yunho.
"Semoga Tuhan selalu melindungi Appamu." Yoochun terisak dan menciumi bayi mungil tersebut.
Syukurlah, Joo Woon masuk dalam Kriteria pendonor, dan kini Yunho bahkan Joo Woon melakukan perawatan sebelum melakukan operasi.
…
Hujan dan petir yang mengguyur Gwangju pun seperti mewakili perasaan Yoochun kali ini, operasi yang sedang berlangsung membuat Yoochun tak tenang, Changmin bayi pun terus saja menangis, sepertinya ia tahu kondisi saat ini, Appanya sedang melawan mautnya.
"sssttttsss tenanglah sayang, kita tidak akan kehilangan Appamu." Tapi percuma saja, bayi itu tiada hentinya menangis, sampai tiba Junsu keluar dari ruang Operasi tersebut.
"Bagaimana?" tanya Yoochun penasaran.
"Operasi cukup berhasil Chun, tapi aku tak jamin Yunho 100% sembuh dari Kankernya." Ujar Junsu, Yoochun pun tertunduk lemah.
"Tapi, paling tidak penyakitnya tak terlalu parah, kita bisa melakukan kemoterapi untuk penyembuhannya nanti, aku yakin sedikit demi sedikit penyakit itu hilang." Yoochun pun mengangguk pasrah.
Penyakit Yunho memang tidak 100% sembuh, tetapi karena ketelatenan Junsu memberikannya obat dan melakukan kemoterapi rutin, dikit demi sedikit sel kanker pada Yunho pun menghilang, dan Yunho bisa melakukan aktivitas normal. Yunho sangat berterima kasih pada Joo Woon, Junsu, dan Yoochun, Yoochun pun memberikan Yunho rumah dan modal untuk usaha, awalnya Yunho menolak, Yunho mau menerima dengan kata ia meminjam, Yoochun pun hanya bisa pasrah dengan Yunho. Yunho membuka sebuah Café kecil yang ia beri nama ChwangJae's Café.
…..
Changmin turun dari pangkuan Yunho, wajah manisnya tampak begitu kesal melihat Joo Woon, Junsu dan Yoochun kini, Yunho hanya menyeritkan dahinya bingung.
"Ajuchi! Jangan plopokatolin Appa buat malahin Min, dacal menyucahkan caja!" ujar Changmin yang sangat begitu kesal, ke tiga orang itu hanya membelalakan matanya, sementara Yunho hanya terkekeh melihatnya, sifat Changmin sangat mirip dengan Jaejoong, angkuhnya dan keras kepalanya, Yunho hanya bisa tersenyum melihat anaknya kini.
"hei bocah! Bicara R saja kau belum bisa, seenaknya saja memarahi kami." Ujar Junsu kesal
"ciapa bilang, Min bica bilang L, ceengganya Min ga cepelti Cu-ie Ajuchi yang cudah becal, tapi beltingkah cepelti anak kecil, wleeee." Junsu benar-benar di buat malu oleh bocah berusia 5 tahun itu.
"Yunho hyung." Rengek Junsu, Yunho hanya tertawa melihatnya, ia kembali memangku Changmin, dan mengusap lembut rambut Changmin.
"Jangan bicara begitu lagi ya Minnie, ga baik, ayo minta maaf." Ujar Yunho
"Chilo." Ujar Changmin, dengan melipat kedua tangannya di dadanya
"Minta maaf sayang, nanti kau tak di belikan Ice Cream lagi oleh Su-ie Ajushi." Wajah Changmin pun berubah takut, takut bila jatah Ice Creamnya hilang.
"huf, ya cudah Min minta maaf." Junsu hanya memutar bola matanya, anak ini hanya takut oleh ancaman makanan saja.
"Yun, besok Changmin akan mengisi acara di perayaan gedung sekolahnya, kau bisa datang?" tanya Yoochun
"Pasti Chun, tapi sepertinya aku akan telat, ada beberapa yang harus aku urus."
"awac caja kalau campai Appa ingkalin, Min bakal malah!" Yunho pun tersenyum, dan merangkul erat anak kesayangannya tersebut.
"Appa pasti datang sebelum Minnie naik pentas."
Yunho mengalami kehidupan yang cukup terbilang bahagia bersama Changmin, malaikat kecilnya, bukan berati Yunho melupakan Jaejoong, Jaejoong selalu ada di hatinya, tak ada yang bisa menggantikan posisi Jaejoong, hanya saja Yunho takut jika ia menemui Jaejoong, kejadian 5 tahun lalu saat terakhir mereka bertemu, Jaejoong sangat marah padanya, ia takut Jaejoong masih membencinya atas kesalah fahaman tersebut. Yunho sangat yakin Gwangju tak mungkin di curigai keluarganya untuk mencarinya, karena ini sangat jauh dari Seoul.
….
Malam telah berganti pagi kini, di lain tempat, Jaejoong pun telah bersiap pergi bersama keluarga Jung, Jaejoong mengenakan kemeja putih, yang sangat sederhana, jauh dari kata tampan untuk Jaejoong, Jaejoong sangat terlihat cantik dengan rambutnya yang sedikit panjang, tak ada ekspresi senang atau pun sedih yang Jaejoong tunjukan, tatapannya selalu saja kosong. Jaejoong duduk di kursi belakang bersama Min ah, sementara Il Woo bersama Shindong supir pribadinya.
"Jae kau pasti senang disana, banyak anak-anak yang akan mengisi acara nanti." Ujar Min ah, mendengar kata anak-anak Jaejoong pun melirik Min ah kini.
"Mereka akan bernyanyi dan menari, kau pasti terhibur Jae." Lanjut Min ah, Jaejoong tak merespon, ia pun kembali melirik arah luar, ia hanya menatap jalan kini, Min ah hanya dapat mendesah frustasi melihat Jaejoong yang benar-benar menutup dirinya. Perjalanan yang cukup lama pun sudah di lalui Jaejoong dan keluarga Jung, mereka telah sampai pada tempat acara, Jaejoong pun keluar dari mobil mewah tersebut, Appa-nya, Hyun Joong telah sampai terlebih dahulu di sana, Hyun Joong menghampiri Il Woo, Min Ah dan Jaejoong kini, Hyun Joong memeluk Jaejoong dengan sangat eratnya, tetapi Jaejoong tak membalas pelukan tersebut sama sekali, Jaejoong bagaikan boneka yang bebas orang perlakukan apapun saat ini.
"apa kabar mu sayang?" tanya Hyun Joong
"Baik." Jawabnya singkat, Hyun Joong hanya tersenyum kecut melihat anaknya, penyesalannya tak pernah hilang, Jaejoong memang sudah sembuh, tetapi secara batin, Jaejoong masih mengalami sakit, tetapi Hyun Joong berusaha sabar menanti keajaiban untuk Jaejoong.
"Cu-ie Juchi, Min cudah cangat telat, kan Min bilang, ga ucah dandan lama-lama, menyucahkan cekali cih." Jaejoong pun melirik suara yang membuatnya tenang, wajah datar Jaejoong kini terukir senyum saat anak kecil yang tak ia kenal itu lewat di depannya, Jaejoong pun terkekeh melihat anak kecil itu memarahi Ajushi-nya, Il Woo, Min Ah dan Hyun Joong pun terkejut melihat ekspresi Jaejoong.
"Jae? Mengapa kau tertawa nak?" tanya Min Ah heran.
"Anak kecil tadi sangat lucu Umma, dia mirip saat ku kecil, yang hanya bisa memarahi orang saja." Jaejoong terus terkekeh mengingat bocah yang lewat baru saja, Hyun Joong pun mulai tersenyum melihat wajah cerah anaknya kini.
"ah begitu, ahaha, ya sudah acara akan di mulai, ayo kita masuk." Ujar Min Ah, Jaejoong pun mengangguk, tak berapa lama saat Jaejoong dan keluarganya masuk, Yunho, Joo Woon dan Yoochun pun datang dengan tergesa-gesa, mereka pun memarkirkan mobil dengan cepat.
"Kau mengapa tak beritahu aku Chun acara jam 4 sore ini!" marah Yunho, ia berjalan dengan cepat menuju tempat acara kini.
"Hah? Aku sudah mengingatkan kau Yun, kau saja yang terlalu sibuk." Bantah Yoochun
"Hyuuuung bisakah kalian diam, berisik, lagi pula kata Su-ie hyung mereka pun baru sampai." Ujar joo Woon, Yunho dan Yoochun tetap berjalan cepat, mereka pun duduk di posisi tengah, jarak antara Yunho sangat dekat, Yunho yang berada di tengah dan Jaejoong posisi depan, Jaejoong hanya diam sedari tadi, jujur saja ia cukup bosan dengan acara ini, memang banyak anak-anak lucu, akan tetapi, setiap anak-anak tersebut membuat Jaejoong kembali mengingat anaknya yang hilang bersama Yunho.
Jaejoong pun meminta izin ke toilet saat itu, ia berjalan menuju toilet tersebut dengan santai, tiba-tiba
Bruuk
Seorang anak kecil pun menabraknya, anak itu pun terjatuh
"iihhh kalau jalan liat-liat dong, cakit tau!" marahnya, mata Jaejoong pun membulat, ia bertemu lagi dengan anak yang membuatnya tersenyum tadi.
"Maaf, aku tak sengaja." Ujar Jaejoong, ia pun berjongkok melihat bocah tersebut.
"woooaahhh Ajhuma cantik cekali." Ujar bocah itu merayu membuat Jaejoong tersenyum geli, Jaejoong pun mengacak rambut bocah tersebut.
"kau ini pandai sekali merayu hn? Siapa namamu?"
"Changmin,J-.."
"Chwangminnnieeeeeeeeeee." Ucapan Changmin pun terhenti saat bocah manis menghampirinya, Changmin pun tersenyum menampakan giginya yang putih.
"Min di cini Kyunie."
"Jangan kabul-kabulan, cebental lagi kita akan tampil." Ujar bocah tersebut menggandeng tangan Changmin, Jaejoong tersenyum melihatnya.
"Ciapa yang kabul, Min Cuma mau cali Appa, Min takut beluang jelek itu telat." Jaejoong pun terkekeh mendengar percakapan mereka, Kyuhyun, bocah yang akrab Changmin panggil Kyunie pun kini menatap Jaejoong.
"Ciapa dia Min?" tanya Kyuhyun
"Dia Ajhuma cantik." Ujar Changmin, Kyuhyun hanya merengut saat Changmin memuji Jaejoong, Kyuhyun pun segera menarik Changmin pergi, sementara Jaejoong kembali terhibur dengan tingkah Changmin. Jaejoong menghela nafasnya dengan lega, bocah kecil itu terus menghiburnya, rasa senang melihat Changmin, apa itu yang dinamakan ikatan batin?.
Jaejoong kembali ke kursinya setelah dari toilet, ia duduk dengan senyum di wajahnya, Hyun Joong yang melihatnya pun tersenyum riang.
"Selanjutnya kita akan saksikan Grup Vokal dari Taman Kanak-kanak." Ujar pembawa acara tersebut, Jaejoong tersenyum riang saat melihat Changmin memimpin para anak-anak memasuki panggung.
"Semangat Changminniee." Ujar Jaejoong mendapat lirikan dari Il Woo, Min Ah dan Hyun Joong
"Kau mengenalnya?" tanya Il Woo
"Ya, dia bocah yang sangat lucu Appa." Ujar Jaejoong riang, Il Woo hanya menatap wajah bocah tersebut sangat mirip dengan Yunho kecil. Sementara itu Yunho sangat senang melihat anaknya yang kini tampil di atas panggung tersebut.
"ehhmm ehhmm." Ujar Changmin sebelum memulai paduan suara tersebut, tingkah Changmin mendapat kekehan dari orang-orang yang menontonnya kini.
"Di cini, kami akan nyanyiin lagu Khucuc buat pala Appa, Min juga cembahin lagu ini buat Appa Min yang cangat Min cayang, walau telkadang cuka bikin Min kecal kalena tidulnya yang belicik!" Ujar Changmin, Yunho hanya dapat menunduk malu karena Junsu, Joo Woon, dan Yoochun mentertawakannnya, serta orang-orang yang mendengarnya.
"ga boleh teltawa, ga boleh ada yang teltawain Appa celain Min." ujarnya, Jaejoong terkekeh melihat bocah menggemaskan tersebut, tak berapa lama Changmin dan yang lain pun membawakan lagu berjudul "Aboji". Mereka sangat menikmati suara-suara manis tersebut, Yunho bahkan sudah menitikan air matanya kini. Semua orang yang hadir bertepuk tangan saat Changmin dan kelompoknya selesai bernyanyi, Yunho pun berdiri, dan berteriak.
"Appa menyanyangimu Minnieeeee." Teriak Yunho, Yunho menjadi objek perhatian kini, Jaejoong sangat berdegup cepat saat mendengar suara tersebut, matanya pun memanas, ia segera menengok sumber suara tersebut, alangkah terkejutnya Jaejoong saat suara yang ia rindukan itu benar-benar suara Yunho, bukan hanya Jaejoong, kedua orang tua Yunho pun sangat terkejut melihatnya, Yunho masih hidup, dan tampak begitu sehat kini. Changmin yang melihat Ayahnya pun segera turun dan berlari dari panggung tersebut menuju Yunho, air mata Jaejoong pun terjatuh saat melihat anak yang sangat menggemaskan itu berlari menuju Yunho dan memeluk Yunho begitu erat, sementara itu Yunho menciumi anak itu dengan penuh kasih sayang, semua orang yang melihat haru Yunho dan Changmin, tanpa sadar Jaejoong pun berdiri dan langkah kakinya berjalan menuju Yunho, Yunho tak menyadari keberadaan Jaejoong yang mengarah padanya kini. Joo Woon yang melihat Jaejoong pun terkejut
"J-Jae hyung?" ujar Joo Woon, mendengar nama Jaejoong, Yunho pun segera melihat ke arah depan kini, Yunho dapat melihat Jaejoong berjalan ke arahnya dengan mata yang penuh berlinang air mata.
"Y-Yun." Lirih Jaejoong yang kini ada di hadapannya, Yunho hanya menatap Jaejoong dengan tatapan penuh rindu, Jaejoong segera memeluk Yunho dengan begitu erat, ia menangis terisak bersembunyi di dada bidang Yunho, Yunho pun mengusap punggung Jaejoong dengan sangat lembut, tangannya pun gemetar karena takut ini hanya sebuah hayalan.
"hiks, J-jangan tinggalkan aku Yun, hiks ku mohon, aku ta-takut, sangat takut." Yunho membelai lembut punggung Jaejoong, sesekali ia mengecup pucuk kepala Jaejoong, harum Jaejoong yang sangat Yunho rindukan. Changmin hanya menatap bingung, tangannya masih memegang erat celana Yunho kini. Seluruh mata pun tertuju pada Yunho dan Jaejoong kini, beberapa orang tersenyum haru dan mulai mengerti kaadaan yang Yunho dan Jaejoong alami. Il Woo, Min Ah dan Hyun Joong pun kini menghampiri Yunho dan Jaejoong kini, Yunho terkejut dan cukup takut melihat kedua orang tua mereka, ia takut 'lagi' akan di pisahkan, Yunho pun menarik Jaejoong serta Changmin agak menjauh, Il Woo hanya menunduk, air matanya pun terjatuh.
"Ma-maafkan Appa Yun." Il Woo menunduk menahan isakannya, Min Ah pun mengusap bahu suaminya, Yunho hanya menyeritkan dahinya, kedua orang tuanya terlihat sangat saling menyayangi satu sama lain kini. Yunho pun menatap Jaejoong dengan tatapan 'apa ini benar?', Jaejoong tersenyum dan mengangguk, Yunho tersenyum, perlahan ia pun berjalan menuju Il Woo, Changmin kini berada dalam gendongan Jaejoong, Jaejoong terus menciumi Changmin dengan penuh sayang.
"M-maafkan Appa Yun." Il woo menunduk, dan kini Yunho sudah berada di hadapannya. Il Woo menatap penuh penyesalan pada Yunho kini.
"Appa tak pernah menjadi orang tua yang baik untukmu Yun, Appa selalu mempersulit dirimu, mengapa kau pergi, kau sama sekali tak mau bertahan dan mendengarkan Appa." Air mata Il Woo pun mengalir di wajahnya, mata Yunho sudah memanas kini, ia terus terdiam berdiri dihadapan Ayahnya tersebut, mendengarkan semua apa yang Ayahnya ingin katakan.
"Appa menyayangimu Yun, kau anak satu-satunya yang ku punya, kau anak Appa." Pertahanan Yunho pun runtuh, air matanya sudah membanjiri pipinya kini, ia memeluk Ayahnya dengan sangat erat, isakan pun sangat terdengar di telinga Il Woo kini.
"Y-Yunho sangat sayang A-Appa, maafkan Yunho." Min Ah tersenyum melihatnya
"Terima kasih Tuhan." Ujar Min Ah, ia pun mengusap punggung Yunho yang bergetar.
Prookkk
Proookkk
Semua orang yang melihat pun haru, mereka menepukan tangan mereka untuk memberikan selamat atas pertemuan Yunho dan keluarganya.
.
.
Love Me
.
.
Yunho mengajak Jaejoong dan Keluarganya ke rumah sederhananya, Jaejoong tak pernah lepaskan Changmin sedikit pun, ia sangat senang bertemu dengan anaknya.
"Yoochun, Joo Woon, dan Junsu banyak membantuku selama ini, bahkan aku dapat sehat dan lepas dari penyakit menyiksa itu berkat mereka, menjalani kehidupan membesarkan Changmin pun dengan bantuan mereka." Ujar Yunho dengan membelai rambut Changmin yang berada di pangkuan Jaejoong kini.
"Kami lakukan itu semua karena kau sudah seperti keluarga kami sendiri Yun." Ujar Yoochun, Yunho pun tersenyum menanggapinya, Il Woo sangat bersyukur Tuhan selalu melindungi Yunho.
"Meleka cuma baik cama Appa, cama Min ga." Ujar Changmin menimpali dengan mulut penuh Ice cream disana, mata Jaejoong pun membulat.
"Benarkah sayang? Siapa yang menjahatimu, biar Umma cincang dia." Ketiga orang yang tau maksud Changmin pun hanya melempar pandangan membunuh pada Changmin. Il Woo, Hyun Joong, dan Min Ah hanya bisa tertawa melihat tingkah menggemaskan cucu mereka.
"Jae hyung, tau tidak, Minnie benar-benar mewarisi sifat galakmu." Ujar Joo Woon, Jaejoong hanya menatap penuh amarah pada Joo Woon kini
"kurang ajar kau." Joo Woon hanya tertawa Jaejoong yang sangat marah, tawa pun mulai memasuki kehidupan mereka, Yunho tersenyum senang melihat ini semua.
"Yun, pulanglah." Ujar Il Woo, Yunho hanya tersenyum.
"Maaf Appa, bukannya aku menolak, aku sudah memulai usaha disini, dan itu berkembang cukup baik, jadi biarlah aku disini."
"Begitu? Kau pun harus mengurus perusahaan Appa Yun."
"Appa masih menjalani usaha itu, nanti bila ada saatnya, Yunho akan menggantikan Appa." Il Woo pun hanya menyetujui kemauan Yunho, Il Woo berfikir tak ada salahnya membiarkan Yunho mengembangkan usahanya di Gwangju. Kini Yunho menatap Jaejoong yang berada di sampinganya.
"Maukah tinggal denganku dengan sederhana Jae?" ujar Yunho
"Dasar bodoh, buat apa bertanya, aku sangat mau Yun." Ujar Jaejoong senang
"Memang Appa bodoh, Umma balu tau ya." Ujar Changmin kembali menimpali, Yunho kini menatap Jaejoong, mengadukan anaknya yang sangat nakal, Jaejoong hanya terkekeh.
Karena kekuatan cinta mampu mengalahkan segalanya, bahkan kebencian sekalipun. Anak adalah hal yang sangat berharga bagi seorang Ayah, cara menyayangi mereka memang berbeda-beda, tapi ingat pada dasarnya sang Ayah sangat menyayangi Anaknya. Seperti halnya Il Woo dan Hyun Joong, mereka ingin terbaik untuk anak mereka, tapi mereka tak menyadari cara mereka salah, dan kebahagiaan anak mereka ada pada hal lain yang bertentangan dengan mereka, tapi untunglah mereka menyadarinya sebelum terlambat. Sementara kasih seorang Ayah yang Yunho lakukan pada Changmin adalah contoh Ayah sangat melindungi anaknya, ia terus berjuang agar anaknya dapat hidup sehat,dan terlahir dengan sehat, walau pun kondisinya yang memprihatinkan saat itu, bahkan Jaejoong yang terus menolak kehadiran anaknya, Yunho berusaha sabar dan yakin bahwa Tuhan mengizinkan anaknya hadir pada dunia ini, dan demi terus bersama sang anak, Yunho harus bertarung dengan maut saat kabur dari Rumah Sakit. Ayah, Appa, Daddy atau apapun itu, mereka tak terlihat menunjukan rasa Cintanya, tapi taukah kalian, siapa yang paling tersiksa saat kalian sakit? Ayah, sosok yang tak pernah menunjukan lemahnya pada kita. Yunho bahkan Jaejoong sudah menemui kebahagian mereka saat ini bersama putra mereka yang sangat menggemaskan, tak ada lagi kehidupan pahit yang menanti mereka kini, hanya kebahagian yang menunggunya.
"Terima kasih Tuhan, kau telah berikan aku kesempatan hidup, melihat Istri yang sangat ku cinta, dan anak yang sangat ku sayangi, Aku mencintaimu Jae, selalu." Yunho mengecup kening Jaejoong dengan begitu lembut, Jaejoong tersenyum mendapati ciuman hangat di keningnya tersebut. Langit cerah pun menutup kisah kelabu Yunho kini.
Selamat berbahagia Yunho, Jaejoongie.
END
Akhirnya kelar :')
Maaf kalau alurnya kecepetan lagi –a, ga tau kenapa deh Jje selalu kecepatan buat alur, aku akan berusaha terus belajar :v, kritik dan saran kalian selalu membantu, ahh makasih buat yang setia bacanya, makasih yang udah suka dan Review.
:')
Sampai Jumpa semua.
