About Us
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku
Rated : T
"belum, tapi aku akan sarapan dengannya" ujarnya asal sambil menarikku yang hampir keluar dari lif. Apa-apan dia?
"e-eh... apa yang kau, mmmph" pertanyaanku terpotong karena tiba-tiba dia menciumku. Mataku terbelalak menatapnya tak percaya. Apa yang dia lakukan? Ini ciuman pertamaku.
"dia pacarku" ujarnya seenak jidatnya sambil menarikku yang masih terdiam karena terkejut. Meninggalkan Karin yang menatap kami sendu.
"na-nani..."
Sakura End POV
Sasuke POV
Pagi ini kulalui seperti biasa, membosankan. Bangun tidur, mandi, sarapan, ke kantor atau kampus merupakan serentetan jadwal kegiatan rutinku. Benar-benar membosankan. Belum lagi jika harus bertemu makhluk-makhluk berisik itu. Pikirnya mengingat setiap saat, dimana pun dia berada, selalu ada teriakan histeris para gadis.
Kulangkahkan kakiku menuju lif apartemen sebagaimana biasanya ketika aku akan pergi keluar apartemen. Begitu lif terbuka aku segera masuk, dan hendak menutupnya jika sebuah tangan tidak menginterupsi.
"ah, gomenasai..." ujarnya agak serak dan berdiri disampingku ketika tangannya tanpa sengaja menyentuh tanganku. Aku hanya diam dan menutup pintu lif segera. Hening, begitulah suasana yang terjadi diantara kami sebelum ia mengangkat sebuah telepon.
"moshi-mosh-" kata-katanya terputus ketika dia menjauhkan telepon itu dari telinganya. Sepertinya orang yang meneleponnya berteriak-teriak, marah mungkin?
". . ."
"ara-ara... Hanabi-chan. Kau lupa jika aku pulang ke apartemen kemarin malam?" ujarnya dengan suara selembut beledu.
Hei. Suaranya lembut sekali, beda dengan ketika dia masuk dan berbicara dengan suara yang dibuat besar menyerupai anak laki-laki, sangat menenangkan. Bahkan tadi kukira dia laki-laki. Pandangan mataku tidak lepas darinya, meski hanya sebuah lirikan.
". . ." aku melihatnya tersenyum simpul, manis sekali. Mungkin yang meneleponnya mengatakan sesuatu yang membuatnya terseyum begitu?
"ha'i ha'i Hanabi-chan... aku akan segera kesana begitu urusanku selesai. Salam untuk jii-san, baa-san dan Neji ya, jaa" ujarnya menutup telepon. Kualih kan pandanganku menatap pintu lif sebelum dia memergokiku meliriknya.
Tunggu, tadi dia berbicara dengan Hanabi? Membawa-bawa Neji, jangan-jangan dia gadis pink kemarin? Pikiranku melayang-layang hingga pintu lif terbuka di lantai dasar.
"Karin?" ujarnya bebarengan dengan ku ketika melihat Karin tepat di depan pintu lif, meski dengan nada yang berbeda. Kami saling tatap. Onyx bertemu emerald. Untuk sesaat aku terpesona pada mata emeraldnya yang cemerlang. Hanya satu kata yang dapat mendefinisikannya, Cantik. Sepertinya aku mengenalnya. Siapa?
"kau" ujarku dengan ekspresi datar, menyembunyikan keterkejutanku. Dia hanya tersenyum dan mengangkat satu tangannya seolah berkata-hai. Jangan-jangan...
"Sasuke-kun... "
"untuk apa kau kesini?" tanyaku dingin memotong ucapannya. Untuk apa makhluk berisik ini disini? Aku benar-benar malas bertemu gadis merah ini.
"a-aku... mau ngajak Sasuke-kun sarapan di restoran..." ujar Karin dengan senyum terbaiknya.
"hn, aku tidak bisa" ujarku ketus tanpa melihatnya. Pikiranku dipenuhi oleh gadis disampingku yang sepertinya berniat untuk pergi.
"kenapa? Sasuke-kun sudah sarapan?" tanyanya lagi.
"belum, tapi aku akan sarapan dengannya" ujarku sambil menarik gadis pink yang akan keluar dari lif.
"di-dia siapa? Teman Sasuke-kun?" tanyanya ingin tahu.
"bukan, dia..." kutarik gadis pink itu hingga mengeliminasi jarak diantara kami.
"e-eh... apa yang kau, mmmph" sebelum gadis itu bicara lebih jauh, aku menciumnya. Matanya terbelalak tak percaya melihatku menciumnya. Jangan-jangan ini ciuman pertamanya? Haha...
"dia pacarku" ujarku tanpa pikir panjang segera menyeret gadis pink itu pergi. Satu-satunya cara bebas dari si Merah yang berisik.
Sasuke End POV
"apa yang kau lakukan, baka? Itu ciuman pertamaku, dan kau baru saja mencurinya. Dan apa maksudmu dengan pacar, huh? Kita bahkan tidak saling mengenal" tanya Sakura bertubi-tubi karena marah dengan apa yang baru saja Sasuke lakukan padanya, saat mereka ada di luar apartemen. Lebih tepatnya di dalam mobil Sasuke, karena Sasuke menyeret paksa Sakura bersamanya.
"Hn" balas Sasuke berusaha tetap tenang, meski pikirannya juga kalut. Perasaan senang, takut, bingung menjadi satu.
"apa maksudmu dengan 'hn'?" tanya Sakura meninggi, dia dipenuhi amarah sekarang. Bisa-bisanya pemuda dingin dengan pantat ayamnya-sebutan untuk rambut Sasuke-mengacuhkannya setelah melakukan hal yang memalukan padanya.
"Hn. Aku menciummu, puas?" tanya Sasuke menjaga intonasinya tetap datar, meski perasaan bersalah hinggap dihatinya karena mencium paksa gadis disampingnya. Serta takut jika gadis itu membencinya.
"Oh, benar. Kau menciumku. Betapa bodohnya aku bertanya. Anak kecil juga tahu, BAKA!" ujar Sakura semakin tidak tahan dengan sikap Sasuke yang terlihat tidak ada perasaan bersalahnya.
"kau- mmmph" lagi-lagi Sasuke mencium Sakura karena tidak tahan mendengar kemarahan gadis itu. Sakura berusaha berontak, tapi Sasuke mencengkeram kedua tangannya. Dengan kesal Sakura membenturkan keningnya pada kening Sasuke hingga ciuman Sasuke terlepas.
"apa yang kau lakukan?" tanya Sasuke kesal sambil mengusap-usap keningnya yang sedikit sakit.
"seharusnya aku yang bertanya begitu. Apa yang kau-"
"jadilah pacarku" Sakura membelalakkan matanya mendengar ucapan pemuda dihadapannya.
Sasuke mengucapkannya dengan wajah serius. Ya, gadis dengan surai merah jambu di hadapannya memang menarik perhatiannya, berbeda dengan gadis-gadis disekelilingnya yang akan berteriak histeris dan dengan sukarela ia cium, jika ia mau. Dan lagi... gadis ini...
"a-apa?" Sakura mengerjapkan matanya bingung. Merasa pendengarannya salah. Tidak mungkin kan, pemuda menyebalkan ini memintaku jadi pacarnya? Batinnya bingung. Pasti ada yang salah dengan telingaku.
"kau dengar apa yang ku bicarakan, Nona. Dan aku tidak sudi mengulanginya" ujar Sasuke datar. Menahan perasaan malu dan gugupnya setengah mati.
"are u kidding, me? Haha not funny, Sir!" ujar Sakura menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Pandangannya menatap depan mobil. It's all crazy.
"aku tidak bercanda, Nona" ujar Sasuke serius sambil memandang Sakura yang menatap bagian depan mobilnya. Berusaha menarik perhatian gadis itu dan menyakinkannya.
"Huh. U'r Crazy, Sir!" ujar Sakura tidak tahan dan berusaha keluar dari mobil itu, namun dicegah Sasuke dengan menarik tangannya dan memeluknya.
"apa yang kau-"
"dengarkan" potong Sasuke lirih ditelinga Sakura. Membuatnya terdiam. Nafas Sasuke terasa menggelitiki telinganya, membuatnya merona dan deg-degan.
Kami-sama... ada apa dengan jantungku... batin Sakura
"aku benar-benar ingin kau menjadi kekasihku." Ujar Sasuke mempererat pelukannya.
"apa maksud-"
"Aku Mencintaimu" mata Sakura terbelak tak percaya. He's Crazy?
"U'r Crazy. Kita bahkan baru bertemu kemarin, dan kita tidak saling mengenal" ujar Sakura masih berusaha meronta dari pelukan Sasuke.
"Hn. I'm Crazy because U. Aku mengenalmu sebelum ini, Cherry. Kita satu kampus di Amerika" ujar Sasuke sesekali menyesap aroma cherry pada rambut Sakura.
"benarkah?" tanya Sakura memastikan, menahan perasaan malu yang menyerangnya akibat perlakuan Sasuke. Benarkah mereka pernah satu kampus? Tapi, dia tidak pernah merasa bertemu dengan pemuda ini. Tapi, bagaimana dia bisa tahu jika aku kuliah disana jika dia tidak disana? Ah, aku bingung. Pikiran Sakura bingung.
"Hn. Kau saja yang terlalu cuek dengan lingkungan sekitar sampai tak memperhatikan orang-orang disekelilingmu. Aku selalu memperhatikanmu, Cherry. Berharap kau sekali saja melihat padaku dan tahu perasaanku. Tapi sepertinya harapanku sia-sia" ujar Sasuke panjang lebar. WOW. W-o-w. Ini benar-benar kemajuan dari pangaran ice kita yang irit bicara ini. Haha.
"tapi-"
"aku tidak memaksamu menjawab sekarang" ujar Sasuke melepas pelukannya dan menatap emerald Sakura lembut.
"tapi tolong pikirkan permintaanku..." ujar Sasuke sambil menggenggam tangan Sakura.
"e... kurasa... aku-"
TBC
Kyaa~ senangnya banyak yang suka ceritaku...
Update kilat. Tapi maaf ya, kalo sedikit maksa ceritanya. Soalnya Masih bingung gimana jalan ceritanya nanti. Idenya timbul tenggelam, hehe...
Terima kasih buat yang udah baca, ngereview, n suka sama cerita Na.
Oh ya, buat chap depan, mungkin agak lama updatenya, hehe... mulai sibuk tugas habis UTS, tapi Na usahakan lebih panjang...
Arigatou minna-san...
