Mate

Chapter 2

.

Xounicornxing proudly present

.

.

Sulay ; AU ; omegavers ; T+

.

Seorang alpha dengan senyum bak malaikat yang memikat mendapat mate seorang omega manis namun tak amat penurut.

.

Note : untuk kalimat dengan garis miring dan petik atas itu isi pikiran tokoh,

Untuk kalimat garis miring saja itu isi pikiran serigala tokoh.

Alpha : pemimpin pack

Beta : wakil alpha

Warrior : pasukan pack, biasanya ikut alpha berpatroli

Omega : kedudukan paling rendah dalam pack werewolf

Heat : masa subur omega

.

Happy reading!

Setelah kejadian di ruang kesehatan itu, Yixing dan Joonmyeon melanjutkan kegiatan sekolahnya seperti biasa. Selepas dari ruang kesehatan itu Yixing ada kelas Bahasa Inggris di lantai dua dan Joonmyeon ada kelas Matematika di lantai satu. Hal ini membuat sang alpha harus rela membiarkan Yixing berangkat ke lantai atas sendirian tanpanya –mengingat bel pelajaran selanjutnya sudah mulai berdering- . akhirnya dengan amat sangat terpaksa, Joonmyeon merelakan mate yang baru saja diklaimnya itu menaiki tangga lantai dua.

Yixing sendiri agak terburu-buru menaiki tangga lantai dua itu. Selain karena memang bel pelajaran selanjutnya telah berdering, degupan jantungnya yang amat cepat itu membuatnya gugup. Yixing benar-benar malu, bagaimana bisa dia bersikap amat sangat imut seperti itu?

Mengingat betapa malu-malunya ia tadi membuat Yixing merona sendiri rasanya.

'Sepertinya ada yang malu-malu'

Yixing membulatkan matanya. Kenapa ada suara Joonmyeon di kepalanya? Sejenak ia merasa suara tadi hanyalah bayangan semata, atau mungkin sebenarnya itu suara Lay, namun karena Yixing sedang memikirkan Joonmyeon jadi ia pikir itu suara Joonmyeon. Yixing menganggukkan kepala merasa argumennya benar.

'Kenapa tidak membalas mindlink ku sayang?'

Suara itu lagi! Yixing kini tak hanya membulatkan matanya, kini ia nyaris melotot walau sejenak ia merona malu. Ah, mindlink, bodohnya Yixing, tentu saja ia bisa mendapat mindlink dari Joonmyeon. Joonmyeon kan habis mengklaimnya. Itu artinya Joonmyeon dan Yixing sendiri dapat merasakan maupun membaca pikiran matenya. Mereka juga dapat berkomunikasi melalui pikiran.

'Uhm, halo Joonmyeonie~'

Auuu! Mate!

Lay kembali mengaum, serigala omega itu makin sering ikut andil dalam dirinya. Yixing tak keberatan dengan hal itu asalkan Lay tidak memaksakan kehendak atas dirinya.

Kau tahu Xing, aku ingin bertemu Joonmyeon dalam wujud serigalanya

Yixing tersenyum kecil, dalam hati ia juga ingin. Tentu Lay yang paling antusias tentang ini, serigala dalam dirinya ini dan serigala dalam diri Joonmyeon merupakan mate, begitupula dengannya dan Joonmyeon.

'Coba aku bilang kepada Joonmyeon tentang ini'

Lay mengangguk dalam pikirannya. Mereka tak melanjutkan percakapan mereka karena Yixing telah memasuki kelasnya.

.

.

.

Suara debuman kasar terdengar dari sebuah kamar yang didalamnya terdapat seorang alpha yang tengah menjatuhkan dirinya ke atas kasur. Alpha dengan wajah bak malaikat itu meringis pelan, tak menyangka tubuhnya akan menimbulkan suara sekeras itu.

Agaknya Joonmyeon tersenyum puas dengan tatanan asrama XOXO highschool ini. Joonmyeon pikir ia akan berbagi kamar bersama alpha lain sama ketika ia berada di akademi khusus alpha saat liburan musim panas tiga tahun yang lalu.

Joonmyeon tidak suka daerah kekuasaannya dihuni oleh serigala lain. Dan Joonmyeon merasa kamarnya adalah daerah kekuasaannya yang paling penting. Tidak hanya Joonmyeon yang seperti ini, semua alpha di XOXO highschool ini memiliki kamar masing-masing, tentu karena sifat posesif dan tak mau mengalah mereka.

Ah, tapi jika berbagi kamar bersama Yixing tentu dengan senang hati Joonmyeon lakukan. Dan tentu dia harus melakukan itu, ia tak suka Yixing sekamar bersama serigala lain. Ia akan lebih bahagia apabila Yixing sekamar dengannya, seranjang dengannya, dan setiap malam mereka bermain sebentar di atas ranjang itu.

Ah, itu ide bagus Joon, ayo kita susul Yixingie.. uh, aku tak sabar

'Hey bung, ingat dia belum siap'

Di dalam sana Suho sedang mengumpat sebal karena menunggu seminggu itu lama.

Joonmyeon melirik ke arah jam dinding yang tergantung rapi di pojok kamar itu. Ini sudah sore dan Joonmyeon mendapat laporan dari Yixing bahwa omega manis itu tengah mengikuti eskul dance. Joonmyeon sempat memarahi omega itu. Well, jiwa alphanya tak terima matenya menari di depan orang lain.

Namun ketika mendengar suara Yixing menjadi sebuah cicitan kecil tanda omega itu takut pada Joonmyeon. Joonmyeon sadar ia telah terlalu marah kepada omega itu. Akhirnya dengan berat hati ia mengalah –untuk hari ini saja, karena pertemuan selanjutnya Joonmyeon tak yakin mengijinkan Yixing.

Lama merenung dan bingung melakukan apa, Joonmyeon beranjak dari kasurnya dan menyambar handuk, mungkin mandi sehabis sekolah akan lebih membuatnya segar. Namun sungguh sangat disayangkan seseorang tiba-tiba mengetuk pintu kamarnya. Bisa dipastikan bukan Yixing. Omega itu aromanya tidak seperti ini. Lagipula ia tak yakin Yixing berani memasuki asrama yang berisi para alpha dengan intimidasinya.

Oh kau belum tau saja kalau Yixing mempunyai kakak seorang alpha, Joon.

Joonmyeon berdecak keras, sempat membuat daun-daun di sekitarnya bergetar. Ia melempar handuk itu dengan kasar dan membuka pintu.

Di depan pintu itu terdapat sosok lelaki dengan tinggi hampir mencapai atas daun pintu yang tingginya dua meter. Jujur Joonmyeon iri dengan tingginya. Sebagai seorang alpha ia memang memiliki tinggi yang kurang. Namun tentu sebagai alpha juga ia tak akan menunjukkan keiriannya tentang tinggi pada orang-orang. Sembari memasang wajah datar cenderung angkuhnya, Joonmyeon menatap lelaki di depannya itu seolah bertanya 'Mau apa?' . lelaki itu menyodorkan sebuah map berisi beberapa kertas.

"Isi biodata itu cepat, lalu berikan padaku. Selain biodata itu, simpan saja. ada peta dan eskul yang harus kau pilih." Lelaki itu berucap dengan datar lalu bersandar di pintu. Sedangkan Joonmyeon bergegas mengisi biodata seolah ingin alpha itu pergi cepat-cepat. Ck, dasar alpha, selalu tak ingin diganggu daerah kekuasaannya.

Setelah Jooonmyeon selesai dengan biodatanya, ia menyodorkan kertas itu kepada si alpha yang masih menyandarkan badannya di tembok. Alpha itu mengecek sebentar biodata milik Joonmyeon kemudian mengangguk.

"Terima kasih, Joonmyeon-shi, aku Wu Yifan ketua asrama alpha" ucap Yifan kemudian beranjak berjalan pergi dari kamar Joonmyeon.

Wu? . Suho di dalam sana bertanya-tanya. Sedangkan Joonmyeon hanya menaikkan bahunya tak peduli.

.

.

.

Malam itu Joonmyeon pusing dengan teriakan ibunya yang menggema di pikirannya. Setelah ayahnya mengirim mindlink ingin tahu siapa matenya dan apakah Joonmyeon telah menandainya, ibunya tiba-tiba menyerbunya dengan berbagai pertanyaan seperti,

'Aaa.. anakku sudah dewasa, anakku sudah memiliki mate, ah, aku ingin melihat calon menantuku, Joonmyeon apakah dia omega? Apakah dia cantik? Kapan masa heatnya? Bagaimana kondisi keluarganya?'

Baru saja Joonmyeon hendak menjawab, ibunya lagi-lagi mengirim mindlink.

'Ah, jangan lupa lebih baik kalian mating bersama ketika dia heat Joon, itu akan meminimalisir rasa sakit.'

Joonmyeon sudah tahu itu ibu

'Joonmyeon! Jawab pertanyaan umma!'

Joonmyeon menggeram kasar. Sebal karena ibunya bertanya terus-terusan.

'Iya umma dia omega, dia omega tercantik yang pernah kutemui, dia bilang heatnya.. uhm, minggu depan'

Joonmyeon meruntuki dirinya sendiri mengapa dia mengatakan itu kepada ibunya. Joonmyeon tahu persis ibunya ingin menimang cucu.

'Dan untuk keluarganya.. aku belum tau tentang itu umma..'

Demi si manis Yixing, bahkan mereka baru bertemu tadi siang. Joonmyeon hendak melanjutkan ceritanya namun ayahnya mengambil alih mindlink.

'Kau harus mengetahui silsilah keluarganya Joonmyeon, agar bisa menyesuaikan diri dengan keluarganya' Joonmyeon mengangguk paham.

Joonmyeon berjalan menuju balkon kamarnya yang menghadap langsung ke arah hutan bebas. Dia langit, rembulan yang hampir purnama telah menampilkan sinar indahnya. Joonmyeon menghirup udara yang terasa segar ini.

Sinar rembulan sudah amat bersinar, namun esok barulah purnama, Suho memang mulai gelisah, ia ingin menghabiskan purnama dengan Yixing tentu saja, tapi Joonmyeon harus menahan itu. Joonmyeon menghargai Yixing, dan tak ingin Yixing merasa tak siap. Lagipula ia tak mau Yixing menolaknya sebagai mate hanya karena ia memaksa Yixing untuk mating.

Tapi semua pertahanan itu runtuh ketika Joonmyeon melihat serigala putih tergesa-gesa melompati akar pohon. Dari balkon sini dapat Joonmyeon lihat serigala putih itu mengibas-kibaskan ekornya. Joonmyeon belum hendak beranjak dari balkonnya walau ia sudah terpesona dengan serigala putih itu. Namun ketika melihat dua ekor serigala –alpha- menerjangnya hingga serigala putih itu tergulung-gulung, Suho langsung mengambil alih tubuh Joonmyeon, membawa Joonmyeon berlari kencang menuju lantai bawah dan mengubah dirinya menjadi sosok serigala berwarna abu-abu. Beberapa geraman keluar dari bibir calon alpha itu. Suho tak terima matenya diterjang begitu saja.

Ketika sampai di tempat tiga serigala yang tampaknya hendak bertarung itu, Suho mulai menggigit leher si serigala berwarna hitam kemudian melemparnya ke sisi pohon. Ia juga melakukan pada serigala yang satunya, hingga kedua serigala itu pergi tak melawan.

Reaksi yang berbeda muncul pada sosok serigala berwarna putih itu. Serigala itu mendekati Suho lalu telentang di depannya. Menggoda sang alpha. Suho menggeram, ia tak menyangka sosok serigala dari Yixing tak sepolos pemiliknya.

Suho mensejajarkan tingginya dengan serigala putih itu, kemudian menjilat leher serigala putih itu membuat si empu mendengkur.

Siapa namamu sayang?

Ung~ namaku Lay alpha. Serigala putih itu menggeliat ke sana ke mari ketika Suho dengan gencarnya menggoda leher serigala itu. Suho tak ingin malam itu sampai pada acara itu saja, ia beranjak berjalan berada di atas Lay lalu kembali menggoda serigala itu.

Nama yang bagus, namaku Suho

Lay mengibas-kibaskan ekornya lagi kemudian ganti menggoda sang alpha. Biarlah ia dan Suho yang saling bermesraan di bawah sinar rembulan ini.

Halo alpha Suho, apa kau tidak ingin menandaiku?

Suho kembali menggeram. Di dalam diri serigala itu, Joonmyeon juga mengumpat tak jelas, omega yang menjadi matenya ini benar-benar penggoda ulung.

Sedangkan Yixing sendiri tak percaya bisa-bisanya Lay menjadi seperti itu di depan matenya.

.

.

.

Jika kalian berpikir setelah Suho dan Lay selesai bermesraan di hutan sekolah mereka kembali ke asrama masing-masing, jawabannya tidak, omega itu langsung memekik ketika Suho menggigit lehernya dan membawanya menuju ke kamar sang alpha.

Sang alpha melempar Lay ke kasurnya membuat secara langsung omega itu kembali menjadi wujud manusianya –karena terlalu terkejut-. Yixing menyadari hal itu langsung menyambar selimut yang ada di depannya. Pipinya merona habis-habisan sembari meruntuki dirinya yang tidak melilitkan baju ganti pada kakinya.

Apabila werewolf bertranformasi dari serigala menuju manusia, maka akan dalam keadaan tanpa busana. Biasanya mereka yang sudah paham, akan melilitkan baju ganti pada kakinya, sayangnya kali ini Yixing tak ingat akan hal itu.

Joonmyeon tertawa kecil, tingkah matenya itu sungguh menggemaskan. Ia menyusul Yixing mengubah dirinya ke dalam bentuk manusia walau di dalam pikirannya Suho tengah mengumpat merasa waktunya keluar masih sebentar, ia belum puas berduaan bersama matenya.

Buru-buru Joonmyeon menyambar celana selututnya karena Yixing sudah berteriak histeris sembari menutup matanya dengan selimut itu. Bisa-bisa Joonmyeon dikira memperkosa anak orang.

Tapi sejujurnya ia ingin sih memperkosa Yixing sekarang.

Joonmyeon memberikan satu kaos dan celana untuk Yixing membuat omega itu tidak bergelung pada selimut tebal itu lagi. Lagi pula Joonmyeon mana tahan berdua dengan Yixing yang hanya berbekal selimut tanpa mating dengan omega itu.

Yixing buru-buru memakai pakaian milik Joonmyeon, ia sempat menghentikan acara memakai pakaiannya ketika menyadari pakaian itu penuh dengan aroma Joonmyeon yang menenangkan. Panjang tubuhnya tak jauh beda dengan Joonmyeon karena Yixing termasuk omega dengan tinggi diatas rata-rata. Namun berbeda lagi kasusnya jika yang ditanya adalah besar badan. Bahkan kini bahu Yixing terekspose sebelah karena kaos Joonmyeon yang terlalu besar ukuran badannya. Atau mungkin omega ini saja yang terlalu kurus.

Joonmyeon tersenyum manis melihat matenya kini telah berpakaian dengan baik. Ia menarik omega kurus itu ke dalam pangkuannya dan Yixing dengan manisnya menyenderkan kepalanya pada bahu sang alpha.

"Ceritakan tentang keluargamu Xingie" Joonmyeon mengelus pelan surai milik Yixing . omega itu mengerjab pelan kemudian mulai bercerita.

Joonmyeon memperhatikan matenya berceloteh kemudian mengangguk paham. Omega itu mengakhiri ceritanya kemudian memeluk leher Joonmyeon mencari aroma menenangkan dari sang alpha.

Joonmyeon mengenal pack bernama Moonlight, dulu pack itu adalah pack yang besar namun mereka seolah hilang ketika sang alpha dan matenya terbunuh. Lama-kelamaan anggota pack Moonlight memisahkan diri, ada yang membentuk pack baru, ada juga yang bergabung dengan pack lain.

Kemudian hanyalah tersisa Wu bersaudara dan beberapa kerabat dekat almarhum alpha pack itu. Mereka mempertahankan Moonlight, namun sekelompok saudara itu terlalu kecil untuk menjadi pack, jadi mereka lebih suka mengenalkan diri sebagai Klan Wu.

Hati Joonmyeon tersentuh ketika mengetahui matenya tak memiliki orang tua lagi.

Seingat Joonmyeon dulu dia pernah mengenal calon alpha dari Moonlight, tapi ia lupa siapa namanya.

Yixing kembali berceloteh, ia bercerita mengapa sampai dirinya menjadi sosok serigalanya tadi. Dan kini Joonmyeon paham benar jika ternyata Yixing bukanlah omega yang kalem, karena tak ada omega yang kalem jika ia berani mencubit seorang alpha sekalipun itu matenya. Ckck.

Joonmyeon mendengarkan cerita Yixing dengan seksama sembari mengelus-elus surai milik matenya itu. Yixing kelihatannya sungguh bangga karena tak seperti omega lain yang terlalu kalem. Joonmyeon tertawa kecil, jujur ia menyukai omega yang manis dan kalem seperti ibunya –walau terkadang ibunya tidak kalem- namun juga bisa menjaga diri. Dan Joonmyeon menyukai Yixing yang berambisi menjaga dirinya sendiri.

Suara Yixing memelan hingga pada akhirnya hanya terdengar dengkuran dari bibir si omega. Joonmyeon mengangkat Yixing, merebahkan omega itu ke ranjang miliknya lalu merebahkan dirinya di sampingnya. Joonmyeon memperhatikan wajah Yixing dengan seksama, matenya ini sungguh menggemaskan saat tertidur. Joonmyeon sempat mencuri beberapa ciuman dari si omega lalu terlelap bersama Yixing di sampingnya.

Joonmyeon tidak mau tahu minggu depan ia harus mating dengan omega ini. Apapun caranya.

.

.

.

Sudah terhitung seminggu sejak perkenalan Lay dengan Suho malam itu. Setelah malam itu berakhir dan esok hari Yixing terbangun dengan pakaian Joonmyeon, omega itu hampir saja menjerit karena lupa apa yang terjadi malam harinya.

Mereka berdua melalui seminggu itu layaknya pasangan lainnya. Tentu dengan Joonmyeon yang berusaha mating dengan Yixing tanpa menunggu omega itu heat. Namun apa daya keberuntungan selalu berpihak pada omega manis itu.

Seperti yang terjadi dua hari yang lalu, di mana Yixing dan Joonmyeon tengah saling bercumbu di kamar milik Yixing. Kebetulan roomate Yixing, omega bernama Xi Luhan tengah pulang ke rumah neneknya yang sedang sakit, dan tinggalah dua orang sejoli itu.

Kala itu, tangan kanan Joonmyeon telah merayap ke punggung omega itu, kemudian tangan kirinya meremas pantat Yixing. Sedangkan Yixing sendiri memeluk leher Joonmyeon menikmati ciuman dominasi dari sang alpha.

Tangan Joonmyeon berangsur naik dan pergerakan Yixing membuat ereksi keduanya makin membuncah.

Namun mereka cukup mengabaikan bunyi pintu terbuka dari kamar itu. Mereka tak menyadari itu, hingga suara deheman yang amat dikenali Yixing membuyarkan semuanya.

"Wah wah, adikku sudah bisa belajar mating ya" suara khas alpha itu yang menyapa telinga Yixing, membuat omega itu sontak melepas pagutannya dengan Joonmyeon tanpa peduli matenya mengerang sebal.

Wajah Yixing benar-benar memerah saat itu, Wu Yifan, kakaknya yang selama ini melihat perkembangannya, kakaknya yang selalu diajak bertengkar olehnya, kini melihatnya hampir mating dengan matenya.

Yixing mencubit pipinya keras. Wajahnya kembali merona mengingat hal itu.

Pagi ini Yixing memulai harinya dengan suasana tak mengenakkan. Di awali dengan rasa tak enak badan yang menyerang seluruh tubuhnya, disusul dengan perutnya yang agak sakit padahal ia tak melewatkan sarapannya. Ditambah lagi dengan kebiasaan seorang Bang Yongguk yang mengawali paginya di kantin.

Pagi ini alpha itu menghancurkan sarapan Yixing, membuat Yixing mau tak mau mengambil sarapan lagi. Entah kenapa Yongguk amat tak menyukainya, padahal Yixing hanya membentaknya ketika awal pertemuan karena alpha itu terlalu arogan, dan agak menjahilinya sih, tapi kan Yixing hanya menjahili sedikit.

Yixing menenggak habis susu cokelat yang menemani sarapan paginya kali ini. Melihat ke kanan lalu ke kiri mencari seseorang yang menjadi dambaan hatinya kini. Namun sungguh sayang, ia tak menemukan alpha yang menduduki posisi sebagai matenya. Yixing memangku wajahnya kemudian memfokuskan diri pada pikirannya.

'ung~ hyung di mana?'

Satu dua detik Yixing tak mendapat tanda-tanda jawaban dari sang alpha membuat dirinya merengut. Ah, Yixing mulai memanggil hyung pada Joonmyeon setelah tahu alpha itu lebih tua darinya. Tentu panggilan itu juga lebih terkesan hormat.

Yixing memerosotkan kepalanya hingga menyentuh meja kantin. Omega itu hampir terisak karena tak mendapat jawaban dari matenya. Namun sepersekian detik berikutnya, Yixing merasakan perutnya mulai melilit dan kepalanya terasa pusing. Yang lebih mengejutkan ketika Yixing mulai merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya.

Ia merasa amat gerah dan.. uhm, ingin disentuh. Pada awalnya Yixing membiarkan keadaan fisiknya. Namun setelah merasakan cairan lubrikan mulai terasa pada bagian belakang tubuhnya, omega itu bergegas mencari ruang kesehatan terdekat, atau lebih baiknya kembali ke asramanya.

Yixing berjalan makin cepat. Ia ingin berlari namun keadaannya tak dapat membuatnya cukup cepat untuk berlari. Kepala omega itu terus-menerus menunduk, takut-takut pada setiap orang yang kedudukan serigalanya lebih tinggi darinya menatapnya penuh minat.

Sungguh Yixing berharap Joonmyeon datang dan menyelamatkannya dari tatapan para pemangsa itu. Karena Yixing yakin aroma heatnya mulai mengudara. Tapi mungkin Joonmyeon juga akan menatapnya penuh minat juga.

Dan yang lebih parahnya, cairan lubrikan –yang diproduksi ketika omega heat atau sedang terangsang- mulai menetes dari holenya. Yixing menggigit bibirnya, takut-takut melakukan hal yang tak diinginkan.

Hanya satu yang Yixing inginkan. Joonmyeon. Kemari. Dan..

Uh, ini memalukan untuk omega keras kepala sepertinya. Tapi ia ingin matenya menyentuhnya.

Mata Yixing berbinar ketika melihat lorong asrama cukup sepi. Satu belokan kemudian ia sampai pada kamarnya.

.

.

.

TBC

27/08/2015

Waahhhh aku gak nyangka kalau banyak yang suka fanfic ini , makasih banget buat yang menyempatkan review. Review kalian berarti sekali buat aku melanjutkan fanfic ini di tengah kesibukan sekolah yang mulai menjadi-jadi. #kokmalahcurcol wkwkk

Ah maaf juga kalau chapter ini tidak memuaskan, rencananya aku mau buat threeshoot heheheh :3