Mate
Chapter 3
.
Xounicornxing proudly present
.
.
Sulay ; AU ; omegavers ; M
.
Seorang alpha dengan senyum bak malaikat yang memikat mendapat mate seorang omega manis namun tak amat penurut.
.
Note : untuk kalimat dengan garis miring dan petik atas itu isi pikiran tokoh,
Untuk kalimat garis miring saja itu isi pikiran serigala tokoh.
Alpha : pemimpin pack
Beta : wakil alpha
Warrior : pasukan pack, biasanya ikut alpha berpatroli
Omega : kedudukan paling rendah dalam pack werewolf
Heat : masa subur omega
.
Happy reading!
Rasanya ingin menangis saja karena sedari tadi Joonmyeon dihubungi namun tak menjawab. Memang hal itu sudah terjadi, Yixing sudah terisak sembari menggulung dirinya dalam selimut tebal. Cairan lubrikan masih terus-terusan mengalir dari tubuh belakangnya dan itu membuatnya makin tersiksa. Ia ingin seseorang memuaskannya, menusuk lubangnya, membuatnya mendesah di bawah kukungan hangat seorang dominan.
Tidak! Yixing hanya butuh Joonmyeon.
Tubuh omega itu kini tak lagi berseragam, ia telah melempar seluruh seragamnya membiarkan dirinya telanjang bulat siap disantap. Sesekali ia menggesekkan penisnya ke selimut miliknya, namun itu tak berarti apapun selain makin basah lubang belakangnya. Sesekali Yixing tetap mengirim mindlink ke pada Joonmyeon berharap sang alpha menjawab mindlink darinya. Tubuhnya benar-benar horny, Yixing tak tahu apa yang terjadi pada dirinya namun ini heat paling menyakitkan di antara heatnya sebelumnya.
Biasanya omega itu memang merintih dengan cairan lubrikan tak sebanjir ini. Namun kali ini Yixing menginginkan Joonmyeon. Alpha yang justru menghilang hari ini di saat janjinya menyerahkan tubuhnya ingin ditepatinya.
Yixing bangkit sebentar, omega itu membenarkan selimut yang menjadi sarangnya agar cairan lubrikan pada holenya tak menyentuh kasurnya. Yixing tak langsung meringsut ke dalam kasur kembali namun memastikan pintu kamarnya terkunci kemudian mengirim mindlink ke pada kakaknya agar mengizinkannya ke guru piket. Yixing tidak akan mau jika pergi dengan keadaan ingin disentuh seperti ini.
'Gege.. izinkan aku, aku sedang heat'
'Geez, baumu sampai di sini, anak bodoh. Lain kali ingat-ingat tanggal heatmu! Tidak usah berkeliaran!'
Baik Yixing maupun serigalanya, Lay, langsung meringkuk takut mendengar ucapan kakaknya.
Setelah memastikan Yifan mengizinkannya untuk tidak hadir pada kelas hari ini, omega itu kembali mengirim mindlink ke pada Joonmyeon.
'Hyung dimana? Cepat kemarii ~'
Benar-benar merajuk, tapi apa daya, bahkan tanda mating yang berada di bahu Yixing berdenyut panas. Ingin Yixing menangis lagi karena Joonmyeon tak segera kembali, namun Lay berkata bahwa Joonmyeon akan kemari.
Dia sedang ada rapat, bersabarlah Xing. Aku tahu kau kuat.
Omega itu kembali menggulung dirinya dalam selimut tebalnya. Mencoba menahan cairan lubrikan yang terus-terusan mengalir. Mungkin jika Yixing tidak heat, omega itu mana mau tak memakai baju sekalipun di dalam kamarnya sendiri.
Sekarang tinggal menunggu sang alpha membalas mindlinknya. Ya sebentar lagi Joonmyeon datang. Sebentar lagi.
Tanpa disadarinya omega manis itu terlelap dalam kondisi acak-acakan begitu.
.
.
.
"Akhir pekan ini rencana pack adalah memperluas wilayah, jadi appa harap besok kau harus bersiap. Apa kau mengerti Joonmyeon?" tanya sang ayah menatap Joonmyeon yang tampak gelisah. Calon alpha itu tampak serius memikirkan sesuatu. Joonmyeon sendiri yang ditanya begitu langsung memberikan anggukan patuh. Ucapan sang ayah memang terdengar di telinganya, namun tidak tertanam di otaknya.
Bagaimana bisa tertanam di otaknya jika sedari tadi mate cantiknya mengirim mindlink terus-terusan? Dan satu hal lagi yang mengganggunya, entah apa yang terjadi namun Joonmyeon merasa aroma Yixing bisa tercium hingga wilayah packnya. Hei, yang benar saja, aroma omega memang memabukkan, namun tak begitu kuat, kecuali jika memiliki hubungan darah atau hubungan mate, itupun Joonmyeon yakin tidak sampai di sini. Atau ketika sang omega sedang heat, maka aromanya akan menguat dan lebih memabukkan.
Apa? Heat?
Joonmyeon agak membulatkan matanya namun kemudian bersikap normal kembali. Sedari tadi ia berusaha untuk tidak menjawab mindlink dari Yixing tanpa sadar bahwa ada kemungkinan omega itu tengah mengalami heat pertamanya setelah digigit Joonmyeon.
"Joonmyeon? Apa yang kau pikirkan, nak?" Joonmyeon kembali terkejut mengetahui ayahnya kembali bertanya. sejenak helaan nafas ia keluarkan kemudian menatap lekat sang ayah. Agak tidak enak memutuskan rapat sepihak, apalagi ia bukanlah tetua di sini, namun apa daya, bahkan Suho memprovokasi dirinya untuk menemui matenya.
"Appa.. bisakah rapat kali ini kita bahas lain kali lagi?" Joonmyeon bertanya dengan nada tenang, namun hal itu tak langsung membuat sang ayah menganggukkan kepala. Alpha pack Red Moon itu mengangkat satu alisnya meminta penjelasan.
"Aku memohon kali ini Appa.. Yixing, mateku sepertinya dalam keadaan tidak baik. Mungkin dia, mungkin.. uhm, dia sedang heat. Serigalaku gelisah dan kurasa aku harus memastikan langsung, Appa" ucap Joonmyeon merendahkan diri. Tak seharusnya seorang alpha merendah seperti itu, tapi mindlink dari matenya disertai isakan membuatnya mau tak mau menurunkan harga dirinya yang tinggi untuk meminta sang ayah menunda rapatnya kali ini saja.
Ayah Joonmyeon mengulum senyum. Tak pernah Joonmyeon memohon seperti itu. Biasanya bila keinginannya tak langsung dikabulkan, calon alpha itu akan mengamuk. Dan untuk pertama kalinya Joonmyeon memohon demi seorang omega. Alpha yang sudah sembuh dari sakitnya beberapa waktu yang lalu itu mengangguk, mengizinkan Joonmyeon menunda rapat mereka kali ini.
"Appa titip salam ke pada matemu, Joon. Dan jangan lupa, umma mu sudah tak sabar berkenalan dengan omega itu." Iris mata Joonmyeon berbinar. Di dalam sana, Suho tengah mengaum senang lalu berterimakasih ke pada serigala sang ayah.
Biar bagaimanapun ayahnya mungkin juga pernah merasakan hal yang sama, bukan?
.
.
.
Selepas dari ruangan sang ayah, Joonmyeon membiarkan Suho mengambil alih tubuhnya dan berlari menuju ke sekolah dalam wujud serigala. Oh, Joonmyeon bahkan baru tahu hutan di dekat sekolah itu bisa tembus ke hutan lainnya.
Memang benar jika aroma Yixing mengudara, semakin Joonmyeon dekat dengan asrama dua -tempat asrama omega dan para gadis-, semakin pekat juga aroma matenya menguar. Suho makin mempercepat langkah larinya, serigala besar itu mulai berganti wujud ketika gedung asrama dua sudah terlihat. Beruntunglah jam waktu belajar masih berlangsung, membuat Joonmyeon dengan mudahnya menyelinap ke dalam asrama itu tanpa ketahuan tim keamanan. Bukannya Joonmyeon berniat cepat-cepat menghampiri omega itu, namun instingnya menyuruhnya untuk tidak bersantai.
Hingga akhirnya Joonmyeon bertemu dengan satu pintu yang amat dihafalnya. Kamar matenya. Joonmyeon menelan ludah kasar, 'Shit. Mengapa aroma Yixing kental sekali'. Dalam satu tarikan nafas, calon alpha itu mulai mengetuk pintu.
"Yixing.. sayang, buka pintunya" Joonmyeon menunggu dengan sabar, mencoba untuk tidak merusak pintu kamar hanya karena aroma matenya yang mengental. Joonmyeon bahkan mendengar rintihan dari dalam sana.
Shit Joon
Cklek..
MATE! MATE!
'Shit. Sabar Suho'
Iris mata Joonmyeon berubah-ubah tanda alpha itu mencoba melawan serigalanya agar tak mengambil alih tubuhnya. Matanya menelusuri tubuh matenya yang tampak kacau.
Tubuh hanya berbekal perlindungan selimut, rambut acak-acakan, peluh mengalir, mata sayu nyaris menangis sepertinya. Namun yang paling memabukkan adalah, aroma Yixing benar-benar mengudara di dalam kamar itu, membuat celana Joonmyeon menyempit.
"H-hyuuungie~ aku pikir hyung pergi lalu tidak mau menerimaku sebagai mate karena aku tidak mau diklaim. Hiks" satu pelukan terwujud disertai sang omega yang menumpahkan emosinya dengan tangisan. Hati Joonmyeon serasa diremas. Mana mungkin dia pergi meninggalkan matenya yang cantik ini? Di saat omega ini sedang heat?
Ah, Joonmyeon tahu. Yixing sedang heat, tentu saja bayang-bayang ditinggalkan matenya menghantui pikirannya.
Bodoh kau Joonmyeon, lihat mate kita menangis.
Joonmyeon memutar matanya mendengar omelan dari serigalanya itu. Yixing sendiri masih menangis tersedu-sedu sembari memeluk sang alpha. Joonmyeon menaikkan dua kaki Yixing agar melingkar di pinggangnya, kemudian menggendong Yixing yang masih menangis sesenggukan di bahunya. Jangan tanya bagaimana kabar selimut itu, tentu saja sudah Joonmyeon buang. Sejenak Joonmyeon menyempatkan untuk mengunci pintu.
Ia memangku omega itu, kini tangis Yixing sudah mereda. Ah, lihatlah Yixing sekarang, bahkan omega pembangkang itu tampak tak berdaya saat ini. Tangisnya membuat seluruh dunia sadar dia tetaplah seorang omega yang lemah dan cengeng.
Joonmyeon mendudukkan dirinya di ranjang entah milik Yixing atau milik roomatenya, Joonmyeon tak peduli. Agaknya calon alpha itu mencoba untuk mempersedikit nafasnya agar tak langsung menyerang Yixing. Hell ya, Yixing ada dipangkuannya. Tangan Joonmyeon terulur untuk mengusap air mata yang terus-menerus lolos dari kedua kelopak cantik omega itu. Namun yang didapat Joonmyeon bukanlah suara tenang khas Yixing, namun suara Lay. Serigala itu mengambil alih kesadaran Yixing, terbukti bahwa mata Yixing yang berubah menjadi keemasan.
"Alpha~" panggil Yixing. Atau mungkin dalam kasus ini adalah Lay. Suho di dalam pikirannya mengaum kencang mengetahui Lay mengambil alih tubuh Yixing. Tidak sampai itu, Lay tidak berhenti sampai itu. Omega itu menelusupkan kepalanya ke dalam bahu Joonmyeon dan mengusek pelan bahu itu kemudian memeluk leher sang alpha membuat Joonmyeon menggeram rendah.
"Jangan menggodaku omega" ucap Joonmyeon penuh peringatan.
"Mmhmm? Aku rindu alphaa~" ucapnya kembali merajuk. Joonmyeon kembali menggeram, kali ini menggetarkan sekitar, sedangkan Suho di dalam sana mengumpat-umpat sembari membujuk Joonmyeon untuk menindih omega di depannya.
Joonmyeon memegang dagu Yixing kemudian mengangkatnya. Maniknya bertemu dengan manik keemasan milik Yixing. Joonmyeon tersenyum lembut lalu mengecup bibir merah itu dan melumatnya pelan.
"Biarkan Yixing mating denganku sayang, bukankah kau sudah disentuh Suho saat pertama bertemu?" manik warna keemasan itu masih ada namun rona merah mulai memancar di pipi omega itu. Tidak butuh waktu lama untuk membujuk Lay bergantian dengan Yixing karena setelah itu, terdengar rengekan kecil dari omega di depannya.
Kini ganti Joonmyeon yang harus menggencarkan serangan.
"Hai sayang, mana yang sakit hm?" tanya Joonmyeon menggoda. Yixing mengerjabkan matanya berkali-kali namun kemudian matanya berkaca-kaca lagi dengan pandangan memohon.
"Hyuung klaim aku hyung, aku tidak tau caranya, hiks" tangis Yixing penuh keputusasaan. Ini heat paling tidak enak dalam hidupnya.
Joonmyeon kembali mencium bibir Yixing, melumat bibir ranum yang menjadi candunya itu dengan perlahan dan penuh perasaan. Walau nafsunya menuntunnya untuk bergerak cepat, namun ini kali pertama omega ini, Joonmyeon tidak akan membuatnya takut.
Lumatan awal Yixing memang tidak paham harus apa, namun melangkah ke lumatan selanjutnya, omega itu memiliki insting untuk membalasnya dan kembali memeluk leher Joonmyeon. Joonmyeon sendiri agak tersenyum di antara ciuman mereka, merasa Yixing sudah mulai berani melangkah, tangan Joonmyeon merayap menuju ke tengkuk omega itu memeganginya kemudian lidahnya mulai merayap ke dalam mulut Yixing, selagi omega itu mencoba mengambil nafas.
"Ummph!" Yixing agak melotot, namun aromanya mengental tanda dia menikmatinya. Tangannya meremas pelan rambut Joonmyeon. Yixing sibuk terbuai dengan kelihaian lidah Joonmyeon membuatnya tak sadar sang alpha mulai menyentuh bagian lain tubuhnya dengan tangan satunya. Dan bagian lain itu dimulai dengan tanda mate pada bahu Yixing.
"Mhh~"
Membuat omega itu sontak mendesah hanya karena begitu saja. kembali diusapnya tanda klaim itu. Tanda itu berdenyut panas dan semakin terasa timbul. Merasa nafas Yixing melemah, Joonmyeon menghentikan cumbuannya, bibirnya sibuk menyusuri tulang pipi omega itu kemudian perlahan namun pasti turun ke leher.
Merasa posisinya kurang nyaman, Yixing menggerakkan tubuhnya, memposisikan dirinya agar lebih nyaman. Itu tidak membantu sama sekali sebenarnya, karena itu justru akan membuat ereksi mereka berdua bergesekan, ditambah lubrikan miliknya makin mengalir deras. Joonmyeon menggeram kasar, diletakkan Yixing ke atas kasur lalu ditindihnya, Yixing sendiri terkikik tanpa sadar. Entah apa yang membuatnya terkikik, mungkin jawabannya adalah matanya yang menguning keemasan tanda Lay sempat mengambil alih.
"A-ahmh~ Joonmyeon hyuungh!" kembali desahan terukir keras ketika sang alpha memasukkan salah satu nipple miliknya ke dalam mulut hangatnya, Yixing melambung, dia mau lagi, dia mau lagi! Tangan Joonmyeon tak berhenti, diusapnya nipple lainnya, tangannya yang lain meremas pinggang omega itu, hampir tampak seperti meremukkannya, namun respon Yixing hanya mendesah saja, tak merengek kesakitan.
Tangan Yixing awalnya melampiaskan rasanya pada rambut Joonmyeon, namun entah apa yang merasukinya, kini jemari lentik itu mulai turun menelusuri satu-persatu kancing kemeja Joonmyeon, membukanya perlahan kemudian mengusap dada bidang sang alpha.
"Mh~ Yixing sayang~" Ucap Joonmyeon di sela-sela kulumannya pada nipple Yixing yang kini beralih menelusuri perut sang omega, tangannya pun bergerak turun membelai pantat mulus milik omega manis ini. Desahan Yixing masih terus berkumandang, kini makin tak terkontrol, dalam hatinya, Joonmyeon merasa melambung karena sudah bisa membuat omega ini mendesah karenanya. Aroma Yixing seakan memohon padanya untuk berbuat lebih, dan hari ini sebagai mate yang baik, akan Joonmyeon berikan rasa lebih itu.
"AAH! Umhh~ l-lagiih~" alpha itu menjilat dengan pelan penis kecil milik sang omega, membuat Yixing memohon lagi dan lagi. Cairan lubrikan milik Yixing kembali membanjiri hole miliknya, dapat Joonmyeon rasakan dari basahnya tangannya yang satunya, diusapnya pelan belahan pantat yang sudah mengkilap basah itu.
"Apanya yang lagi sayang?" ucap Joonmyeon dengan nada seraknya. Sejujurnya dia juga sudah tak kuat menahan hasratnya, penisnya di dalam celana sudah tegak dan keras ingin dipuaskan, namun ada sebagian dari dirinya yang masih kuat bertahan untuk menggoda omega manis ini. Ingin membuat omega yang biasanya tak mau menurut ini memohon padanya. Dielus-elusnya penis milik sang omega yang sudah basah akan precum.
"Lagi hyung, lakukan lagiih~ umhh kumohon alpha~" Joonmyeon menambah intensitas elusan pada penis Yixing, kini menjadi mengurut penis itu. Yixing kembali mendesah, namun ia ingin lebih, lebih dari ini, diangkatnya sedikit pinggulnya dan digosokkan dengan putus asa pantat miliknya dengan tangan milik sang alpha.
Sudah cukup Joon, cepat mating atau aku yang mating dengannya! Grr..
Joonmyeon mengangguki ucapan Suho yang sudah mengamuk di pikirannya. Geez, terkadang serigala itu tidak bisa sabar sedikit. Maka dari itu, daripada Suho mengambil alih tubuhnya dan memperkosa omega itu –yakinlah nafsu Joonmyeon lebih terkontrol dibanding serigalanya- dilebarkannya paha Yixing. sejenak diciumi paha putih di depannya membuat Yixing menggeliat tak karuan. Kembali naik cumbuannya hingga menyentuh penis Yixing, dikulumnya dan tangannya, atau lebih tepatnya jemarinya mulai memasuki hole milik sang omega.
"J-joonmyeonh hyungh~ apa ituuh?" Yixing mencoba menengok ke bawah, walaupun agak kesusahan karena Joonmyeon menahan pahanya, anusnya mengerat merasakan sesuatu asing memasukinya. Tidak sakit, hanya aneh rasanya. Kembali terasa sengatan listrik pada dirinya ketika Joonmyeon mulai menyapukan lidahnya pada ujung penisnya. Namun tak lama ia mulai meringis merasakan semakin banyak benda yang memasuki holenya. Rektumnya masih berkedut mengerat ketika kedua benda yang bergerak seirama gunting itu mulai masuk lebih dalam, namun tubuhnya langsung melengkung hebat ketika kedua benda itu menemukan sesuatu.
"AH! There!" teriaknya refleks.
Entah apa itu namun Yixing mau lagi! Ya Yixing ingin disentuh seperti itu lagi!
Joonmyeon sendiri di bawah sana menyeringai, kembali dijepitnya daging kenyal yang merupakan prostat omeganya itu. Kembali Yixing mendesah keras ketika prostatnya dibenturkan. Hingga tiga kali Joonmyeon menjepit prostat itu, Yixing menyemburkan laharnya.
"Ahhh~ a-apa itu hyung?" tanya Yixing terengah-engah. Dia tak pernah memasukkan apapun ke dalam holenya, meskipun terkadang Luhan –roomatenya- menyarankan Yixing untuk selfservice dengan cara memasukkan jarinya ke dalam hole.
"Surgamu sayang" jawab Joonmyeon singkat, tangannya yang sedari tadi sibuk memanjakan omega manis itu, kini beralih ke celananya yang sudah sangat sesak. Yixing melirk apa yang dilakukan Joonmyeon, sejenak badannya menggigil melihat gundukan besar itu. Takut, omega itu takut, Lay sendiri tak mau menyemangatinya karena serigala itu juga tahu It will be hurt.
Hingga ketika Joonmyeon melepas celana dalamnya, kain terakhir yang menutupi pusakanya. Yixing membulat. Naluri omeganya membuat lubrikan miliknya mengental, namun mentalnya sebagai omega muda membuatnya agak menciut takut. Milik Joonmyeon besar dan tebal.
"Suka dengan apa yang kamu lihat honey?" suara Joonmyeon membuyarkan lamunan Yixing. alpha itu sudah mendekatinya lagi, menaikkan kedua kakinya pada bahu Joonmyeon. Alpha itu tersenyum padanya, tersenyum amat manis sempat membuat Yixing terpana.
"Aku akan mengklaim dirimu, So Wu Yixing, would you be mine forever? Hingga maut memisahkan kita, hidup bersama dengan benang merah yang sudah ditakdirkan?"ucap Joonmyeon panjang lebar dengan suara dalam dan jantung yang berdebar. Yixing dapat merasakan itu, ia dapat mendengar debaran jantung itu.
"Yes, I would My Alpha, Kim Joonmyeon" tepat ketika omega itu selesai berbicara, Joonmyeon membungkam bibirnya dengan ciuman lembut. Yixing terbuai, siapa yang tidak terbuai jika kau diciu dengan penuh perasaan seperti ini? Oleh matemu sendiri pula. Namun itu tak lama, hingga pada akhirnya Yixing meronta dari ciuman itu ketika merasakan perih menjalari holenya.
Joonmyeon mulai masuk. Yixing dapat merasakan ujung benda keras nan tumpul itu mengoyak hole miliknya. Rasanya sakit, sakit sekali, hingga tanpa sadar omega itu mulai menitikkan air mata.
Joonmyeon yang sadar akan hal itu, menghentikan sejenak pergerakannya, walaupun di dala sana Suho terusan mengompori agar memasukkan sekali hentak. Kembali dicumbunya omega itu tangannya mulai bergerilya pada tanda klaim dan penis milik Yixing, mulai mengalihkan kesakitan Yixing. sembari menggerakkan tangannya, Joonmyeon melanjutkan pergerakannya. Hingga..
BLESH!
Yixing agak terkejut merasakan penuh pada bagian bawahnya, holenya berkedut-kedut liar seakan meremas milik Joonmyeon di sana. Cairan lubrikannya kembali mengalir. Joonmyeon benar-benar memenuhinya. Joonmyeon mulai bergerak, menarik penis miliknya keluar kemudian dalam hentakan kasar memasukkannya kembali tanpa sadar menyentuh kasar prostat milik Yixing, omega itu langsung melengkungkan punggungnya.
"AH! LAGIH H-HYUNGH!" Yixing mulai berteriak histeris, pinggulnya ikut ambil alih mulai bergerak berlawanan arah dengan Joonmyeon, membuat prostatnya kembali tertampar kasar.
"Mhh, Yixingh~" Joonmyeon tak menyangka Yixing akan ikut andil, gerakannya masih hati-hati, tak ingin melukai omega itu, namun yang didapati justru erangan sebal dari Yixing
"Fasterh hyung!" ketika Yixing berkata demikian, Suho langsung mengambil alih dirinya, menyodokkan keras penisnya ke arah Yixing membua omega itu kembali menjerit keras. Joonmyeon kembali berusaha mengambil alih, ia melakukan hal yang sama, hingga pada akhirnya hole milik Yixing berkedut makin kasar membuat alpha itu makin menggeram menggetarkan sekitar. Shit, Yixing akan selesai sebentar lagi.
"H-hyungh aku-
Hingga ketika Yixing benar-benar memuncratkan sarinya, bersamaan dengan Joonmyeon yang menyemburkannya di dalam tubuhnya, Joonmyeon merunduk menggigit lehernya, kembali menyesap darah Yixing, memberikan racun miliknya yang menandakan omega ini miliknya selamanya.
"Hah-hah.." Yixing terengah-engah. Ada rasa panas menjalar di lehernya menandakan racun Joonmyeon bekerja. Joonmyeon sendiri mengatur nafasnya, ia menatap matenya yang masih terengah-engah kemudian terlelap dengan sendirinya. Diciumnya bibir milik omega itu, kemudian dilepaskan kontak pada mereka. Joonmyeon memeluk tubuh kurus Yixing, ikut terlelap bersama omega yang kini resmi sebagai matenya.
Sekarang tak ada satupun orang yang berani mengganggunya karena Wu Yixing telah diklaim oleh Alpha Kim Joonmyeon.
Dan bisakah kita tidak mengganggu mereka? Mereka sedang sibuk bersama. Biarkan mereka tenang terlelap dalam tidurnya yang merupakan awal kebersamaan mereka.
.
.
.
"Kau benar-benar perhatian dengan adikmu itu" komentar seorang omega yang menjaga piket hari ini. Yifan tersenyum canggung, sesungguhnya dia tak ingin mengulas senyum, namun ia masih sadar jika omega di depannya ini merupakan gurunya sendiri. Setelah mendapat mindlink dari Yixing, buru-buru alpha itu keluar dari kelasnya mengizinkan Yixing ke pada guru piket. Setelah merasa selesai mengurus izin sang adik, Yifan undur diri dan berjalan di sekitar koridor kelas. Rasa-rasanya malas sekali untuk kembali ke kelasnya. Tidak mungkin juga ia mengecek keadaan Yixing, aroma adiknya terlalu menggiurkan, meskipun dirinya tak akan melakukan hal-hal aneh ke pada adiknya, mengingat serigalanya juga sadar bahwa Yixing adiknya, namun tetap saja, insting seorang alpha akan bertindak ketika omega memunculkan aromanya.
Minimal dirinya akan mengeras. Kembali digelengkan kepalanya mengusir pikiran aneh itu. Mata elang tajamnya menatap sekitar, tidak ada yang menyenangkan, justru ia melihat sekilas sebuah serigala besar terburu-buru berlari ke arah asrama omega, Yifan tak mencegah serigala itu, lagipula dari aromanya dapat Yifan kenali siapa serigala itu, Kim Joonmyeon, mate dari adiknya.
Kris, serigala di dalam tubuhnya mengaum, kemudian menunjukkan keluhannya lagi.
Jadi kapan kita bisa menggigit Tao, Wu? Geez, kapan dia menjalani perubahan pertamanya?!
Yifan merasakan serigalanya itu menyalak galak padanya. Matanya memutar malas, sudah ogah-ogahan dia membahas ini. Alpha dari klan yang sama dengan Yixing itu memang tak semujur adiknya, matenya masihlah kecil, dan tak mungkin dia mengklaim anak itu, mengingat mating bond lebih baik dilakukan ketika keduanya dewasa.
'Tentu sebentar lagi, ketika dia berulang tahun yang ke-enam belas'
'Tapi aku tak yakin dia langsung heat'
Serigalanya mengaum kasar, kembali Yifan tertawa, sebelum ia beranjak menuju hutan sekolahnya, ia menyempatkan diri mengirim mindlink ke pada adiknya
'Selamat atas matingmu adikku sayang, jangan terlalu bernafsu, atau perutmu akan membuncit sebentar lagi'
Yifan tak mendapat balasan dari Yixing, tapi dia mendengar serigala Yixing mendengking padanya.
.
.
.
End
27/12/2015
Xounicornxing
Yaampun itu apa di atas T.T rasa-rasanya gagal bikin ence :v aku sempet bingung gimana caranya ngelanjutin fanfic ini, masalahnya aku bingung mau bikin acara matingnya ngapain. Dan jujur ini chapter full of ence mueheehehehe.
Aku tahu chapter diatas bukanlah ending yang diinginkan, aku gatau ya bakal memperbaiki endingnya atau tidak karena rasa-rasanya aku kena writeblock huhu maafkan atas ketidakprofesionalanku.
Ah baiklah, sudah cukup untuk cuap-cuapnya,
Terima kasih ya buat kalian yang mereview, menyukai, mengikuti, membaca fanfic ini.
Kuharap kalian suka hehe
