Disclaimer : j.k rowling

Pairing : draco malfoy dan Hermione granger

Warning : ceritanya luar biasa gak rame dan biasa aja, belum lagi banyak typonya. Lagi pula karakternya banyak ooc nya. Maklum aku tak mengerti betul harpot he he he

By : countessCaroline

Sebelumnya trims banget udah mau R & R fic ku ini. Syaran-syarannya memang sangat membantu kok. Apalagi pengalamanku di fanfic kan masih sedikit, jadi jelas semua koment yang masuk berharga banget akan kelanjutan ceritaku ini. Trim ya…..so selamat membaca.

Chapter 2

Sebulan berlalu. Sayangnya Hermione belum juga menampakkan keadaan yang membaik. Ia masih dalam keadaan koma, dan itu semakin membuat draco terpukul. Disaat bersamaan, kalangan media inggris sibuk membicarakannya tampa henti dengan berbagai macam jenis tuduhan. Mulai dari gossip perceraian, ketidak harmonisan, bahkan sampai ke orang ketiga.

Jujur saja, bagi malfoy semua berita-berita itu sangat membuatnya merasa bagaikan seorang suami yang begitu buruk bagi Hermione. Perasaan bersalahnya semakin menjadi-jadi. Apalagi baru-baru ini seorang wanita bernama Astoria greengrass datang berkunjung ke rumah sakit. Jelas kedatangan artis baru itu yang secara terang-terangan datang, membuat orang-orang semakin percaya ada sesuatu antara dirinya dengan draco.

Astoria sungguh membuat malfoy hampir kehilangan kesabarannya. Belum usai permasalahan yang baru saja dia buat, kini wanita bermarga greengrass itu sudah malah membuat masalah baru dengan datang berkunjung ke rumah sakit. Tidakkah ia berpikir bahwa malfoy akan semakin marah padanya.

" kakak ! " ucap Astoria begitu riang dengan nada yang penuh manja. Wanita itu menerobos begitu saja kedalam ruang perawatan Hermione. Ia bahkan seolah tak peduli bahwa ada Hermione yang terbaring lemah di sana.

Draco yang kala itu tertidur dalam posisi duduk di samping ranjang Hermione, sontak terbangun. Tatapannya yang masih mengantuk itu segera terbelalak kaget melihat Astoria.

" Apa yang kau lakukan disini heh ? "

Astoria tersenyum. Ia lalu menunjukkan bawaannya, yaitu : rangakain bunga mawar berwarna ungu beserta beberapa kantong lainnya yang kemungkinan berisi makanan.

" Tentu aku datang untuk berkunjung kak ! " Astoria segera berjalan mendekat kearah draco.

" Tetap disitu ! " ucap draco secara tiba-tiba. " Jangan mendekat, oke? "

" kenapa ? " Tanya Astoria , sambil menunjukkan wajah sedihnya. Oh god ! ia memang ratu acting.

Tatapan menyindir segera terpancar dari pandangan malfoy saat itu juga. " Terakhir kali kau berdekatan denganku, kau membuat keadaan istriku seperti ini. Ingat? "

Kening Astoria mengerut, tanda tak mengerti. Melihat hal tersebut membuat draco segera menjelaskan maksudnya. Namun, sekali lagi. Ia sungguh bersikap dingin dan tak berperasaan secara bersamaan.

" Aku heran ! bagaimana bisa kau tak mengerti juga? Dengar greengrass yang ku maksud adalah…"

Astoria secara tiba-tiba segera menyela ucapan draco barusan. Ia sebenarnya tau maksud draco, namun Astoria berusaha tak peduli. Wanita itu justru malah tersenyum.

" Kakak…. Eu …sebenarnya aku sedang terburu-buru, jadi…."

" Aku belum selesai bicara! " sela draco. " Dengar greengrass ! sudah kukatakan dari awal padamu sejak pertama kali kita bertemu untuk untuk jangan sok dekat dengannku, tak kah kau mengerti akan hal tersebut ? "

" kakak ? " Astoria berusaha menyela kembali, namun ia tak berhasil. Draco mendahuluinya.

" Dan lihatlah apa yang telah kau perbuat ? " draco segera menatap Hermione yang terbaring tak sadarkan diri itu. " wanita yang ku cintai sekarang koma " bentak draco dengan penuh amarah.

Terkejut akan kemarahan draco barusan, membuat Astoria dengan reflek melangkah mundur. Wajahnya Nampak pucat. Kali ini ia tak sedang acting.

" kakak " ucapnya begitu lirih, karena memang saat ini ia sedang terkejut.

Tatapan marah draco malah Nampak semakin mengerikan. " Berhentilah memanggilku dengan kakak ! " lagi-lagi draco membentak. "kau tau istriku tak menyukai panggilan yang kau berikan padaku. Tapi kau terus menyebutnya ! apa yang kau mau sebenarnya greengrass? Kau mau merusak rumah tangga kami, heh ? "

Tiba-tiba kedua mata Astoria di penuhi dengan air mata. Ia memang tak terisak-isak menangis, tapi kedua matanya terus mengelurkan air mata.

" Kurasa sudah waktunya aku pergi saja. " sahutnya pelan. Ia segera meletakkan bawaanya di lantai. Ia bahkan tak menatap kearah draco. " Kutinggalkan disini oke? Aku bawakan makanan kesukakaan kakak, jadi makanlah. Aku tak mau kakak sakit, dan oh iya. Sutradara menyuruhmu untuk segra menghapalkan naskahmu. Jadi, sekalian ku bawakan naskahmu. Dan…"

" Greengras ! "

Astoria mendogak menoleh dengan terkejut.

" Berhenti peduli padaku. " ucap draco dengan nada yang mematikan. Sehingga membuat Astoria terisak-isak. Kini air matanya tak dapat ia tahan lagi.

" Apakah sebegitu tak berhakkah aku untuk peduli padamu ? "

Draco hanya mengangguk. Ia semakin merasa kesal melihat tangisan.

" Apakah hanya granger menyebalkan itu yang boleh peduli padamu ? "

" Iya tentu saja " jawab draco. Sekarang ia tak bisa menahan amarahnya lagi. " Pergilah greengrass sebelum aku benar-benar menyakitimu secara fisik "

Astoria pun segera mengelap air matanya dengan tangan. Lalu kemudian menatap draco dengan tatapan yang penuh ke angkuhan. " Dengar malfoy, bukan hanya granger yang mempunyai hak untuk peduli pdamu. Mau tak mau, aku tetap akan memiliki hak ku "

" Greengrass…kau… "

"Astoria segera menyela. " Jangan lupakan kita akan selalu memiliki ikatan. " saat itu juga ia berbalik kearah pintu keluar.

" Damn! " pekik draco.

Sebulan berlalu.

Dua bulan pun berlalu juga.

Kini sekarang adalah bulan ketiga semenjak Hermione tak sadarkan diri. Hermione memang belum sadarkan diri. Tapi setidaknya napasnya telah teratur, sehingga ia tak memerlukan alat pernapasan lagi. Luka-luka pun telah mengering,bahkan berkat cream yang di resepkan dokter, luka-luka tersebut seolah tak pernah ada. Tak ketinggalan, tulang-tulangnya yang patah waktu itu telah kembali pulih.

Dengan menghilangnya semua itu. Kini ia Nampak begitu cantik. Ia bagaikan seorang putri yang di kutuk untuk tertidur, bersama dengan kecantikannya yang ia miliki. Dan tentunya malfoy adalah sosok pangeran yang akan menyelamatkannya.

" Harus ku akui, walau dalam keadaan tak sadarkan diri seperti ini Hermione tetap Nampak cantik, bahkan terlihat amat cantik. Entah kenapa aku merasa ia akan cocok memerankan sosok snow white "

" hentikan ucapanmu itu, blaise ! " geram malfoy yang pada saat itu sedang duduk di samping Hermione.

" kenapa ? " Tanya blaise lagi. Perlu di ketahui blaise adalah manager draco, sekaligus sahabatnya. " kau tau ? istrimu sangat berpotensi besar untuk masuk dunia entertaining. Banyak orang yang memuji kecantikannya, baik pria maupun wanita."

Draco bangkit berdiri. Ia menghela napasnya pelan. " aku tak berniat membuatnya memiliki begitu banyak pengemar pria "

Blaise sontak terkekeh tertawa. " oh aku paham sekarang. Kau bakal luar biasa cemburu ya "

" tentu saja aku bakal cemburu " jawab draco begitu jujur. "susah payah ku mendapatkannya waktu sma dulu. Jadi tentunya sekarang aku tak mau berbagi dirinya dengan pria lain. Walaupun itu hanyalah sebatas acting "

" oh dude. Kau Nampak tergila-gila akan isrtimu sendiri "

" kurasa tak ada salahnya untuk tergila-gila akan istri sendiri. " sahut draco dengan tersenyum ketika membelai wajah Hermione. " oh god, aku begitu merindukannya "

" oh man ! " keluh blaise. " tahan gairahmu dude. Ini bukan waktunya untuk bermesraan. Kita harus segera pergi. Syutingmu menunggu. "

Draco mendengus tak suka. " aku benar-benar muak melakukan acting bersama greengrass "

" akupun muak padanya. Tapi bagaiman lagi, kau harus berperan dengannya. Ingat, kontrak telah ditanda tangani "

" iya aku tau " jawab draco kesal. " tapi bisakah kau berikan waktu sebentar untukku "

Blaise mengangguk. Ia lau melangkah kearah pintu keluar tampa banyak protes lagi. Sedangkan draco ia lau menoleh kembali kearah isrtinya. Dengan tersenyum sedih, draco membelai wajah dan rambut Hermione.

" cepat bangunlah granger ! kau bisa membuatku mati merindukannmu tau "

Namun tak ada sahutan sama sekali.

Draco sendiri pun hanya tersenyum dgn lebih ceria. Ia lalu menunduk. Sebuah kecupan penuh kasih sayang dia berikan pada Hermione. Mulai dari kening, hidung, dan bibir istrinya tersebut tentunya.

" aku mencintaimu, berang-berang "

Sebutan berang-berang yang baru saja keluar dari mulut draco barusan sungguh mengingatkan kita akan 11 tahun lalu. Hermione yang kesal pasti akan menyebut draco dengan sebutan ferret sialan, dan sebaliknya draco sendiri akan membalas dengan menyebut berang-berang. Siapa sangka kalau ejekan itu akan berubah menjadi panggilan sayang mereka untuk satu sama lain.

Sekian dulu utk chapter kali ini. maaf kalau masih ada typo dan ke-GJ-an. Tapi saya sangat berharap banyak yang suka. Jadi please R & R ya…..

Jika banyak yang R & R aku pasti akan usahain update kilat. Oh iya aku mau ngasih tau doing sih bahwa kalau chapter 3 di buat,aku akan menyelipkan beberapa memory clip masa-masa sekolah Hermione dan juga draco.

Jadi kita bisa tau awal permulaan mereka saling bertemu. Makanya saya berharap ada yang R & R

Trims.