Chapter 2 sudah hadir untuk menunggu dibaca oleh minna-san^^... sebelumnya, aku harus minta maaf atas lamanya aku untuk mengupdate cerita ini... sorry...
Title: Jangan Menyerah di Fate
Disclaimer: Inspiration of Fate-series
Pairing: Arturia Pendragon, Uther Pendragon, Igraine Pendragon, Knights Of Round Table, dan lainnya.
Genre: Drama, Romance, Tragedi
Bab 2: A Good Mother
-21 Tahun yang lalu-
Sang ratu melahirkan seorang anak yang kelak akan menjadi penerus Raja Uther Pendragon. Meski tubuhnya sekarang sudah amat lelah, Ratu Igraine tetap berusaha untuk bisa melihat puterinya yang sekarang ada dipangkuan Raja Uther. Dia tidak dapat mengekspresikan kebahagiannya selain dengan senyum dan air mata kebahagiaan. Kemudian Raja Uther membawa puteri kecilnya itu kepada istri tercintanya.
"Ratuku, lihat puteri kecil kita. Dia sangat cantik, dia sangat mirip denganmu. Bahkan dia memiliki warna mata yang sama denganmu" kata Raja Uther dengan senyum kebahagiaan yang sangat jelas tergambar di wajahnya.
"tidak hanya itu, dia juga akan mewarisi keberanianmu kelak, Yang Mulia" jawab Ratu Igraine dengan suara lemah.
"jadi, kita namai siapa dia? Sebenarnya aku sudah mempersiapkan nama Arthur, namun karena dia seorang puteri, aku harus memikirkannya lagi"
"Lalu, kita namai dia Arturia"
"benar, nama yang sangat indah, ratuku"
satu tahun telah berlalu, Ratu Igraine sangat bahagia atas kelahiran Arturia, Ratu sangat menyayanginya hingga dia tidak mau melepas pandangannya dari puterinya. Disamping itu, Raja dalam kecemasan yang sangat besar. Karena dia takut bahwa kelahiran puterinya ini sampai di telinga musuh dan menyebabkan nyawa puterinya dalam bahaya.
Pada saat ini Britania dalam keadaan berperang. Meskipun Raja Uther selalu menang dalam berbagai pertempuran, namun ia sangat khawatir bilamana ada musuh yang berhasil masuk istana dan menyerang puterinya . Hingga pada suatu hari, Raja Uther membuat rencana untuk menyerahkan Arturia kepada Merlin dan menyuruhnya agar selalu melindungi puterinya hingga keadaan Britania kembali aman. Namun, Ratu Igraine tidak menyetujuinya. Dia tidak mau lepas dari puterinya.
"Yang Mulia tidak dapat melakukannya, Arturia masih kecil, bagaimana mungkin Arturia bisa jauh dariku" kata Ratu Igraine dengan menggendong Arturia di tangannya.
"Tapi Ratuku, itu akan lebih baik daripada Arturia disini, karena disini dia akan berada dalam bahaya besar"
"lantas, biarkan aku ikut dengannya, aku bisa melindunginya sendiri, dia adalah putriku!" kata Ratu dengan jatuhnya air mata di pipinya.
"tentu saja itu tidak bisa ! kau adalah Ratu Britania, bagaimana mungkin kau meninggalkan Britania" Raja Uther mulai tidak bisa menahan amarahnya.
"dan dia adalah puteri dari Britania, bagaimana mungkin kau tega melepaskannya pergi" jawab Ratu Igraine lembut.
"aku tidak punya pilihan lain, lagipula Arturia akan bersama Merlin, aku yakin dia akan menjaganya dengan baik. Aku mohon mengertilah ratuku, aku juga sangat mencintai Arturia."
"meski begitu ..." Ratu Igraine tidak melanjutkan perkataannya, dia terlihat memikirkan sesuatu untuk sementara. Lalu, dia tanpa sepatah katapun pergi meninggalkan kamar Raja dengan menggendong Arturia.
Ratu Igraine akhirnya memutuskan untuk mencari Dewi Danau, dia pergi dengan menaiki kuda dengan menggendong Arturia. Namun, saat ratu sampai di gerbang istana, penjaga gerbang menghentikannya.
"mengapa kalian menghentikanku?"
"Maaf yang mulia, raja memerintahkan kami untuk tidak memperbolehkan siapapun orang di istana keluar, karena diluar masih berbahaya." jawab salah satu penjaga gerbang.
"baiklah" kata Ratu Igraine dan memutar balik kudanya. Namun, pada saat penjagaan para penjaga gerbang lengah, Ratu Igraine dengan cepat memutar balik kudanaya dan menerobos melewati dua penjaga gerbang tersebut.
Ratu Igraine memacu kudanya untuk berlari kencang ke arah utara menuju dalam hutan. Namun, terlihat dibelakang ratu bahwa empat prajurit sedang mengikutinya. Setelah Ratu sampai di hutan, keempat prajurit tersebut terlihat semakin jauh dan akhirnya tak terlihat. Sepertinya, mereka kembali keluar hutan untuk menunggu Ratu keluar hutan. Ratu Igraine tetap memacu kudanya, hingga pada akhirnya ia sampai di tepi sebuah danau.
Ratu Igraine kemudian turun dari kuda sambil menggendong Arturia dan berteriak.
"Dewi ... aku minta pertolongan darimu"
Setelah Ratu Igraine berteriak, Arturia menangis. Jadi Ratu Igraine menenangkannya. "ah… maaf Arturia, apa ibu membangunkanmu?" kata Ratu Igraine dengan senyumannya yang membuat Arturia kembali tenang.
Tiba-tiba, air danau yang semula diam menjadi bergelombang. Pusat dari gelombang itu berada di tengah danau yang akhirnya muncul seorang wanita yang sangat anggun berdiri diatas danau.
"apakah anda Dewi penjaga danau ini?" kata Ratu Igraine setelah menyadari kemunculan sesosok anggun di tengah danau.
" benar, ada perlu apa seorang Ratu Britania datang kesini tanpa ditemani penjaga?" Dewi berjalan di atas danau mendekati tempat berdirinya ratu.
"aku ingin mengajukan permohonan kepadamu"
"permohonan? Kenapa anda ingin mengajukan permohonan? Apakah ada hubungannya dengan puteri itu? Sebelumnya, anda harus menceritakan tentang masalah apa yang sudah terjadi!"
Setelah itu, Ratu Igraine terdiam sebentar sambil memandangi Arturia yang kini telah tertidur lelap. Lalu dia mulai bercerita.
"kelahiran Arturia menyebabkan musuh kami menyerang Britania. Mereka ingin membunuh pewaris tahta Britania, karena mereka sudah mendengar ramalan Merlin tentang masa depan Arturia. Mereka takut jika ramalan tersebut terwujud. Jadi, untuk membuat Arturia aman, Raja memerintahkan untuk menyerahkan Arturia kepada Merlin. Dan aku tidak ingin jauh dari puteriku."
"jadi, karena itu anda kabur meninggalkan istana?"
Ratu kemudian terdiam. Dewi menganggap itu sebagai jawaban 'ya'.
"jadi, apa permohonanmu adalah untuk tinggal disini, bersembunyi bersama Arturia? Jika begitu, maaf Ratu Igraine, aku tidak dapat menerima permohonanmu"
"tidak, bukan seperti itu. Memang benar, jika aku tidak bisa jauh dari putriku. Namun, itu semua adalah perintah raja, dan aku tidak bisa menghianatinya. Jadi aku mohon padamu, bahwa jika Arturia mendapat kesulitan dalam hidupnya, tolong bantulah dia dan lindungilah dia. "
Dewi terdiam untuk sementara untuk berfikir.
"apakah itu berarti aku harus melindunginya dari kematiannya?"
"ya, salah satunya"
"kematian adalah sebuah takdir yang tidak dapat dielakkan, untuk yang satu ini aku tidak dapat membantunya. Namun, aku dapat membantu Arturia untuk mengatasi masalahnya, dan selanjutnya adalah takdir yang menentukannya"
"baiklah, tidak apa-apa!" kata ratu dengan tegas.
"namun, ada satu syarat yang harus anda penuhi, anda harus memberikan setengah dari sisa hidup anda untuk Arturia. Bagaimana, apakah anda sanggup Ratu Igraine? "
Ratu Igraine meneteskan air mata sambil menatap Arturia lekat-lekat. Dia terlalu sayang kepada Arturia. Baginya, hidupnya tidak terlalu berarti jika dibandingkan hidup Arturia. Jadi dia menyetujuinya.
"iya, tidak masalah"
"baiklah, aku akan mengabulkan permohonanmu Ratu Igraine. Anda adalah seorang ibu yang luar biasa. Namun, aku harus mengatakan ini, jika kelak Arturia tahu pengorbanan Anda kepadanya, bukankah dia akan merasa sakit? Anda juga harus segera kembali Ratu Igraine, Raja Uther sedang mencarimu. Anda bisa kembali kesini ketika Anda ingin menceritakan segala masalah yang terjadi kepada Anda "
"iya, terimakasih"
Ratu Igraine pun menaiki kudanya dan kembali menuju istana dengan hati yang lebih tenang dari sebelumnya.
bersambung...
Saya harus mengatakan terima kasih untuk aniki saya, yang membantu saya untuk menyelesaikan bab ini!
Jadi, apa pendapat Anda tentang bab ini? silahkan review!
-Untuk Kurara Anko-
hai Anko-san... terimakasih banyak sudah mau membaca ceritaku, terimakasih juga atas motivasinya... itu sangat berarti buatku. watashi ureshii desu^^ Hiro-hiro Arigatou Gozaimasu!
-Untuk Skurdandiri-
Hi Skurdandiri ... terima kasih banyak untuk membaca cerita saya ^^ ... di sini bab ini diperbarui ... aku minta maaf untuk waktu yang lama untuk memperbarui ... PR membuat saya lelah! jadi, apa pendapat Anda tentang bab ini?
