Title : Never Surrender in Fate
Disclaimer : Inspiration of Fate-Series, not my own
Author : Nafa
Character : Arturia Pendragon, Lancelot, Bedievere, and others
Genre : Drama, Adventure, Tragedy
^.^ ENJOY^.^
Chapter 3 : A Dream
Gelap.. gelap...dan kegelapan...
Itulah yang dapat aku lihat saat ini. Dibalik rasa takutku ini, tiba-tiba muncullah sebuah cahaya putih di tengah danau. Cahaya tersebut semakin mendekat kepadaku. Aku hanya bisa terus memandanginya dengan rasa penasaran. Tanganku terasa berat, hingga aku tersadar aku telah memegang sebuah pedang. Sebuah pedang yang sangat indah. Tiba-tiba, pedang itu memancarkan sebuah cahaya emas yang sangat terang. Aku menyipitkan kedua mataku untuk mengurangi cahaya. Tanpa kusadari, cahaya di atas danau yang sebelumnya kupandangi telah sampai di depanku, dan cahaya emas dari pedangkupun mati. Di depanku, adalah seorang wanita muda yang sangat cantik. Aku cukup kaget menyadari bahwa cahaya tadi adalah cahaya dari seorang wanita cantik ini. Wanita itu terus menatapku dengan tatapan tajam, tanpa ekspresi. Aku mundur beberapa langkah, karena aku merasa takut akan tatapan dari wanita itu.
Aku merasakan sesuatu hal yang aneh dari bawah kakiku. Aku melihatnya. Ternyata, aku tidak berpijak di atas tanah. Namun, aku sedang berdiri di atas air danau dengan kedua kakiku. Aku merasa seperti melayang, namun aku tetap mempunyai kontrol dalam kakiku, seperti saat aku berpijak pada tanah. Perasaan yang aneh memang, pikirku.
"Arturia" wanita itu memanggilku. Aku menatapnya, dan dia tersenyum.
"bagaimana menurutmu?" Wanita itu menatapku dengan senyuman hangat. Namun, aku tidak mengerti apa yang ia maksud dengan pertanyaannya.
"Maksudku, tentang berdiri di atas air" wanita itu menambahkan.
"Rasanya aneh, ini terasa tidak mungkin. Bagaimana bisa?" jawabku.
"Itu mungkin saja, jika aku yang melakukannya." Wanita itu menjawab dengan bangga, namun dengan suara yang halus.
"anda? tapi bagaimana? apakah anda penyihir?" aku menanyainya dengan tatapan serius.
"tentu saja tidak, aku bukanlah seorang penyihir" Wanita itu memberikan ekspresi wajah tersinggung. "aku adalah seseorang yang kamu kenal" Wanita itu mengatakannya dengan lembut, walaupun sebelumnya dia terlihat kaget akan ungkapkanku.
"orang yang aku kenal?" aku semakin merasa bingung. 'siapa dia?' tanyaku dalam hati.
"Kamu akan mengetahuinya nanti!" Wanita itu tersenyum lagi kepadaku. Lalu, dia mengeluarkan sebuah sarung pedang dari tangan kosong. "ini adalah sarung pedang dari pedang yang saat ini kamu pegang. Aku akan memberikannya kepadamu"
"Inikah yang anda maksud?" Aku mengangkat pedangku. "Tapi mengapa?" Aku mengangkat salah satu alisku karena heran.
"Aku ingin memberikannya sebagai pelindungmu. Sarung pedang ini bernama Avalon. Seperti nama danau ini." Wanita itu mendekatiku dan memberikan Avalon di tanganku.
"ya... Te-terima Kasih" jawabku bingung. "Sudah saatnya anda bangun Arturia. Hadapilah perang dengan berani!" Wanita itu tersenyum.
Tiba-tiba penglihatanku akan semuanya semakin samar. Seperti dunia yang tertiup angin. Dunia yang aku lihat, semakin lama semakin samar dan akhirnya menghilang.
Bulan berganti Matahari yang muncul dari ufuk timur. Udara yang sebelumnya dingin terasa lebih hangat. Seorang raja tidur di bawah Pohon Elm, yang terdapat di dekat danau. Raut wajahnya terlihat sangat damai.
"Yang Mulia Arthur...Arthur!" sebuah suara membangunkan Arturia dari tidurnya. Arturia membuka kedua kelopak matanya yang terasa berat.
Arturia menatap seseorang yang membangunkannya."eh... Lancelot!"
"apakah anda baik-baik saja Arthur?" Lancelot menatapnya dengan cemas.
"Ya, aku baik-baik saja. Ayo kita bergegas kembali ke camp!" Arturia berdiri dengan pedang barunya. Lancelot membantunya.
"pedang itu, darimana anda mendapatkannya Arthur?" Lancelot melihat pedang baru milik Arturia.
"dari danau. Dewi memberikannya kepadaku." Arturia mengatakannya tanpa ragu, karena Lancelot adalah salah satu ksatria terpercayanya. Arturia melihat hamparan luas danau yang saat ini terlihat lebih indah. "Ayo, kita kembali. Aku tidak ingin membuat yang lainnya menunggu." Arturia berjalan melewati Lancelot.
"Tunggu Arthur! Sarung pedang anda tertinggal." Lancelot mengambil sebuah sarung pedang di bawah pohon dan memberikannya kepada Arturia.
Arturia menatap cukup lama sarung pedang tersebut. Di dalam kepalanya, ia merenungkan kembali mimpinya, berusaha untuk mengingatnya sejelas-jelasnya. Arturia sadar, dewi telah memberikannya sebuah sarung pedang, lewat mimpinya. Dia mengambil sarung pedang tersebut, dan menyarungkan pedang Excaliburnya.
Arturia sampai di camp. Semua prajurit dan ksatrianya terlihat sudah siap untuk memulai sebuah perang. to be continue...
^.^
Jadi, bagaimana pendapat anda tentang bab ini? Silahkan review!
saya pikir, bab ini tidak terlalu baik. Maaf! saya menulis dalam keadaan kurang sehat dan dibalik fikiran Ujian saya.
tentang bab berikutnya, mungkin tentang perang. Saya mempunyai beberapa ide tentang itu,namun ide dari kalian juga sangat dihargai. Jadi jangan sungkan untuk mengungkapkannya.
Saya merasa senang untuk setiap orang yang telah bersedia mereview chapter dua. Wow! itu sangat memotivasiku. Terimakasih banyak!
-To Skurdandiri-
Sorry? ow... did you think my fanfic is bad? I'm sorry for that...T.T just give me suggestion for that, please! and I will try to be better.
-To Chun-
Oww...Thank you so much! ^.^ so, here new chapter. What do you think?
-To Nurul Amaliyah-
wah... terimakasih Nurul-san! ya... saya akan berusaha menyelesaikannya dan mencoba yang terbaik untuk anda dan semuanya!
-To Kurara Anko-
Terimakasih Anko-san, Anko-san memang terlalu baik! iya benar, saya memang sangat menyukai Fate dari semua seriesnya. Saya juga menyukai kisah Raja Arthur. Jika dibilang saya tau banyak tentang sejarahnya, saya hanya bisa mengatakan hanya tahu garis besarnya saja. Cerita Raja Arthur sudah terlalu banyak versinya, dan itu semakin membuat saya bingung. Saya sangat menyukai Raja Arthur versi Fate, dan akhirnya saya membuat fanfic ini. Mungkin ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan cerita aslinya, namun perlu digaris bawahi bahwa ini hanyalah fanfiction.^.^ yah, ini chapter baru. jadi bagaimana menurut anda?
-To JoyNSadness-
terimakasih banyak! Review anda membuatku senang. jadi, bagaimana pendapat anda tentang bab baru ini?
