I dont know

Summary:

Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?

Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu

Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..

Aku mencintaimu..

Park Chanyeol.

Rated: T

Cast:

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

And all member EXO

Disclaimer :

Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?

SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^

EXO GS

Genre: family, drama, complicated, romance inside

Check this out

.

.

"lalu bagaimana keadaan mereka? Apa mereka berhasil di selamatkan?" tanya nya panik dan khawatir, ia masih tidak bisa menerima kenyataan yang telah menimpa adiknya ini.

"kami belum tau pak, mereka di rawat disini namun belum sadarkan diri."

"begitukah? Boleh ku tau siapa nama korban itu? Aku akan kesana untuk melihat keadaan nya."

"Yoon Arra dan Byun Baekhyun"

Chapter 2 begin..

"baiklah kalau begitu pak, aku akan melihat korban saudari yoon ara sekarang, terimakasih telah mengabari ku sebelumnya" ucap suho, terlihat dari raut wajahnya ia sangat frustasi dengan semua ini, bagaimana mungkin adiknya bisa mengalami kecelakaan ini?

Tepat sebelum suho akan meninggalkan polisi yang ada disana, seorang perawat datang menghampiri mereka, ia membawa sebuah map ditangannya.

"pak polisi, nyonya yoon ara korban kecelakaan beruntun itu tidak terselamatkan, detak jantungnya terus melemah ditambah luka pada tubuhnya terlalu parah dan kepalanya mengalami benturan yang keras. Beliau meninggal 15 menit yang lalu"

" ya Tuhan" suho sekali lagi mengusap rambutnya kasar, ia tidak tau harus bagaimana sekarang, bahkan sesampainya dirumah sakit ia belum sempat melihat keadaan adiknya. Ia pun bergegas mengikuti polisi untuk keruangan korban yoon ara.

"ayah" suho menoleh, itu chanyeol keluar dari kamar dimana adiknya dirawat.

"ayah kau mau kemana?" tanya chanyeol menghampiri suho yang terlihat panik.

"ayah akan melihat korban lainnya, bagaimana keadaan bibimu? Dan dio, apa dia baik baik saja?"

"bibi masih belum sadarkan diri, dan dio sedang tidur sekarang makanya aku keluar dari sana" ucap chanyeol terlihat lebih tenang dari sebelumnya.

"syukurlah kalau begitu, ayah harus pergi dulu sayang, kau tunggulah disini" ucap suho terlihat tergesa, ia menepuk pundak anaknya itu sebelum ia pergi mengikuti polisi yang entah akan kemana.

"tapi ayah aku ingin ikut dengan mu" tanpa sepengetahuan ayahnya, chanyeol mengikuti kemana ayahnya pergi dan sampailah ia di ruangan tak jauh dari ruangan dimana bibinya di rawat.

Chanyeol mengintip dari luar, ia sempat heran, kenapa ruangan ini ramai sekali? Ia melihat ada beberapa polisi dan dokter yang tengah mengerubuni sebuah ranjang.

"ayah" ucapnya pelan, ia melihat ayahnya berada di dalam sana di belakang polisi, wajah ayahnya terlihat sangat panik, ia bisa melihat ayahnya berkali kali mengusap wajahnya dan menggigit tangannya ada apa sebenarnya? Dengan langkah yang perlahan chanyeol pun memasuki ruangan itu, saat ia memasuki ruangan itu, langkahnya tertahan, ia melihat ada salah satu ranjang yang diatasnya tengah ada seorang anak kecil terbaring tak sadarkan diri dengan perban di kepalanya, selang di hidung untuk membantu penafasannya, dan tentu saja selang infus dan beberapa kabel yang tidak diketahui chanyeol itu apa terpasang di tubuh anak itu, chanyeol bertanya tanya, siapa mereka? Siapa anak kecil ini? Mengapa ayahnya ada disini? Apa meraka ini korban lain yang dibicarakan ayahnya? Chanyeol kembali memperhatikan anak kecil yang tengah terbaring di sebuah ranjang, terdapat banyak luka di wajahnya, goresan yang berdarah serta beberapa lebam yang membiru terlihat jelas olehnya.

"apa itu sangat menyakitkan? " gumamnya sembari memperhatikan anak kecil yang tak sadarkan diri itu.

"chanyeol? Chanyeol apa yang kau lakukan disini?" chanyeol terkejut, ia segera menolehkan badannya, ayahnya kini tengah berdiri di depannya.

" aku mengikuti mu ayah, ada apa ini? Siapa mereka ayah? Kenapa ayah berada disini? Ayah tidak ingin melihat bibi?" ucap chanyeol masih belum mengerti dengan keadaan yang terjadi disini.

Suho segera memeluk chanyeol, chanyeol semakin bingung dengan semua ini, ditambah ia bisa merasakan badan suho yang tengah memeluknya itu bergetar.

"ayah ada apa ini? Ceritakan padaku" ucap chanyeol seraya membalas pelukan sang ayah, ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi namun ia tau satu hal, ini pasti bukan hal yang baik.

-I dont know-

Setelah tiga hari lamanya, eomma dio akhirnya tersadar dari pingsannya, dokter bilang tidak ada yang perlu di khawatirkan, ia hanya perlu istirahat total dan untuk sementara waktu ia harus menggunakan kursi roda karna tulang kakinya patah, ia pun belum di perbolehkan pulang untuk beberapa hari kedepan.

Setiap harinya chanyeol mengunjungi rumah sakit, ia menemani dio untuk bergantian berjaga, dan setiap harinya juga chanyeol pergi mengunjungi baekhyun.

Ya, chanyeol sudah mengetahui nya, ayahnya memberitahu semuanya, ibu baekhyun tidak terselamatkan dan sayang nya ia tidak punya keluarga lain yang bisa di hubungi, polisi hanya mengetahui bahwa ibu baekhyun telah bercerai dengan suami nya, dan kini suaminya tengah tinggal di luar negeri, dan selain itu, mereka tidak mendapat informasi yang lain.

Dokter bilang jika baekhyun tidak sadar dalam tiga hari, kemungkinan besar baekhyun menglami koma. Dan ini sudah lima hari semenjak kecelakaan itu terjadi.

"apa dia belum sadar juga?" chanyeol menoleh, itu dio.

"kurasa belum, bagaimana keadaan bibi? Apa bibi baik baik saja?"

"emm, eomma baik baik saja, eomma sedang tidur sekarang, kami selesai berjalan jalan di taman rumah sakit tadi" ucap dio seraya menarik sebuah kursi dan mendudukinya tepat disamping ranjang baekhyun. Chanyeol pun mengikutinya, ia duduk disamping dio dan kembali memperhatikan baekhyun, entahlah chanyeol hanya merasa kasihan pada anak ini, ibunya meninggal, ayahnya entah dimana, dan sekarang ia harus berjuang agar tersadar dari komanya.

"eomma ku selalu merasa bersalah jika ia mengunjungi baekhyun" ucap dio membuyarkan lamunan chanyeol.

" hey ini bukan salah eommamu.."

"aku tau" ucap dio sambil tersenyum

"aku juga merasa kasian padanya, apa yang akan ia lakukan jika ia sadar nanti? Apa ia akan mengetahui jika ibunya tidak terselamatkan saat kecelakaan itu?"

Chanyeol hanya tediam, benar juga, apa yang akan terjadi jika baekhyun sadar nanti? Kasihan sekali, ia masih terlalu kecil untuk mengalami semua ini.

"oppa?"

"huh? Ya?" chanyeol melamun lagi, ia menolehkan pandangannya ke arah dio, dio hanya tersenyum menyadari akhir akhir ini chanyeol sering terlihat melamun jika menjenguk baekhyun.

"eomma ku bilang, jika baekhyun sadar nanti, kita akan merawatnya"

"merawatnya?" ucap chanyeol heran

"iya merawatnya, eomma tidak ingin baekhyun di serahkan ke panti asuhan, ia tidak memiliki siapa siapa sekarang, lagi pula eomma merasa bersalah dengan semua yang menimpa baekhyun, makanya eomma bilang akan membawa baekhyun ke rumah"

Chanyeol mengerutkan alis nya saat mendengar hai itu

"lalu bagaimana dengan mu? Kau setuju?"

Dio mengangguk, "nee aku setuju, benar kata eomma, baekhyun tidak punya siapa siapa, dan kurasa panti asuhan itu ide yang buruk, lagi pula kurasa akan menyenangkan jika aku memiliki adik perempuan" ucapnya sembari tersenyum hingga mata bulatnya tak terlihat.

Chanyeol ikut tersenyum mendengar hal itu, ia mengusak rambut dio pelan, "kau anak baik, semoga saja semuanya akan baik baik saja"

-I don know-

"eomma kenapa baekkie tidak datang? Apa ia lupa ulangtahun jongie? Padahal kemarin baekkie janji akan datang..."

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Bhahahahaha xD gimana chap ke dua nya teman teman/? Adakah yang pusing atau tidak mengerti dengan alur cerita? Jika ada yang ingin ditanyakan atau ada yang tidak dimengerti, monggo tanyain di review*maunya* wkwkw okelah segitu dulu nee:3 jangan lupa pada review readers tersayang, biku pulang dulu, annyeonggg:*

-Biku-