[M] – YAOI! MaleXMale! – Adult Content!
-Huang Zitao : 18 years old-
-Wu YIfan : 29 years old-
BOLD WARNING : Daddykink, mature language, agegap, slutty Tao, Slut shamming, bondage, public sex!
.:.
.:.
MY BOSS'S SON
(Chapter 1 : Invited)
.:.
ORIGINAL STORY © SUGA_HIGH
Remake Version by Yui Kitamura
Editing - Beta Reader by Harumi Shiba
.
.
.
.
Kris melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 12:07 malam. Oke, terlambat 7 menit tidak terlalu buruk. Dia mungkin belum mulai melakukan apa pun. Kris mengetuk-ngetukkan kakinya di lantai selagi menunggu lift untuk segera mencapai flatnya.
"Come on, come on." Kris mulai tidak sabar. Dia membuka kancing jasnya dan melepaskan dasi, bersiap-siap untuk mengambil pakaiannya segera setelah ia tiba di dalam apartemennya. Hanya tinggal satu lantai lagi.
Kris tadi bergegas pulang dari "outing kantor" bulanan tempatnya bekerja. Hal itu adalah dimana seluruh orang kantor pergi keluar untuk makan dan mengadakan acara minum bersama pada Jumat malam. Dia biasanya akan pergi setiap waktu hanya untuk sesuatu hal yang ingin dilakukan karena ia tidak bisa lagi keluar sebanyak dulu. Tapi kali ini ia berencana tinggal di rumah untuk menonton seseorang yang akan melakukan live show-nya malam ini. "Naughty Taozi" adalah kurang lebih sama seperti apa yang ia pikirkan, dan ia yakin sosoknya juga nakal.
Kris membayangkan dirinya mengetik kata "Taozi" dan bisa melihat beberapa video lain darinya yang nakal seperti biasa. Semua mainan seperti vibrator, dildo, borgol, butt plug. Seperti pada suatu ketika di salah satu video dia sedang bermain dengan vibrator, ia akan mengatakan kepada penonton bahwa dia memasang vibrator itu di dalam dirinya sepanjang hari. Damn! Dia sungguh pelacur kecil. And Kris fucking loves it.
Tapi sayangnya rekan-rekan kerjanya berhasil membujuknya untuk pergi malam ini. Dia makan dan menenggak satu kali minuman hanya untuk menyenangkan rekan kerjanya, tapi segera setelah menyelesaikan-nya, dia langsung keluar dari sana. Tidak ada apapun selain dia merindukan pertunjukan live Taozi malam ini. Ini akan menjadi 'live show' pertama sejak Kris menemukannya.
Ding
Suara lift yang terbuka membawa Kris kembali ke kenyataan. Dia berjalan kearah pintu dan membukanya. Begitu ia melangkah masuk dia sudah menarik pakaiannya sendiri dan sesegera mungkin menuju kamar tidurnya. Dia bertelanjang dan melompat di atas tempat tidur, kemudian membuat dirinya memiringkan kepala-nya untuk mencari posisi senyaman mungkin. Dirasa puas, Dia lalu meraih laptop dan meletakkannya di pangkuan untuk login. Dia mengklik page pertama pada daftar bookmark.
Sekarang dia bisa melihat halaman Taozi dan mengklik tombol 'play' disalah satu video. Dia menunggu beberapa saat sebelum video itu menampilkan pemuda yang telah membuat Kris hard on setiap kali dia berpikir tentangnya.
"NaughtyTaozi" tengah sendirian mengenakan tank top putih dengan kartun panda di atasnya dan celana cute pendek. Setengah wajahnya terputus layar seperti biasa.
Kamarnya gelap, satu-satunya cahaya di ruangan itu hanya dari layar komputer. Di sisi kanan layar ada daftar obrolan, dia bisa melihat semua komentar seksual atau beberapa permintaan orang lain untuk "NaughtyTaozi". Kris benar-benar tidak suka membaca obrolan itu, itu membuatnya cemburu saat pria lain mencoba berbagai usaha untuk merayu dan mendapatkan Taozi. Kris hanya menginginkannya untuk dirinya seorang,
"Selamat datang di live show saya, terima kasih sudah menonton~" kata anak itu dengan suara menggoda.
"Maaf, temanku Lulu tidak bisa bergabung denganku, hingga hanya akan ada aku untuk malam ini. Aku harap kalian semua tidak keberatan karena aku akan membuat acara tambahan yang baik untuk itu. Aku janji."
Lulu adalah teman Taozi yang tampil dalam beberapa video-nya. Dia lebih kecil dari Taozi dan memiliki rambut pirang.
Menurut Kris dia cute, tapi Kris lebih menyukai kurva pantat bulat milik Taozi daripada yang lain.
Obrolan semakin liar dengan ide-ide dari para penggemar Taozi untuk menebus ketidakhadiran teman kecilnya malam ini. Beberapa orang memiliki ide yang cukup baik seperti: tidak boleh klimaks tanpa izin, tetapi yang lainnya memiliki ide-ide gila dan membuat Kris menggeliat, Di sana Kris adalah salah satu bajingan-nya.
"Meminta izin untuk klimaks? Hmm~ Apakah itu yang kalian inginkan?" tanya Taozi bercanda.
'fucking Yes, itu yang kuinginkan.' pikir Kris. Kotak obrolan langsung dipenuhi dengan kata 'ya'. Tuhan, orang-orang horny itu menulis seperti mereka tengah putus asa (tutup mulutmu Kris, kau salah satu dari mereka).
"Hehehe…" Taozi terkikik. "Yes master~~"
Fuucck! Kris was in for it tonight.
.
.
.
.
Kris bukan satu-satunya orang yang menghabiskan malam dengan sangat gila. Karena 'NaughtyTaozi' juga menghabiskan malam dengan sama gilanya. Pagi itu, Tao bangun dengan sakit di pantat-nya ketika ponselnya berdering. Dia berguling kesisi tempat tidur dengan mengenakan selembar kain yang menutupi sebagian tubuh telanjangnya. Ia meraih ponsel diatas meja kemudian mendengus. Bagus, ada dua pesan dari Luhan.
Luhan: Hey TaoTao
Luhan: Maaf, aku tidak bisa live show denganmu semalam tapi aku punya alasan yang bagus ;) telpon aku saat kau bangun.
Dia kemudian mengklik kontak Luhan dan memanggilnya. Setelah tiga deringan, Luhan mengangkat panggilan itu.
["Panda! Aku punya banyak cerita untukmu. Kau ingat cowok yang pernah aku ceritakan dulu?"]
"Pria kuliahan itu?"
["Oh my god, Ya! Sehun. Mmm. Nah coba tebak apa?"] Dia bertanya penuh semangat.
["Kami akhirnya bercinta di mobil-nya!"] Luhan seketika berteriak dengan penuh kegirangan. Sedangkan Tao di sini hanya bisa memekik dan tertawa-tawa sendiri.
"Tadi malam?" Ini pasti alasan mengapa Luhan tidak bisa bergabung dengan Tao semalam seperti biasanya.
["Ya tadi malam !"] dia menegaskan.
"Kau pelacur beruntung."
["OMG Tao~ its sooooo good! Dia membuatku menaiki-nya di kursi depan. Dia bilang aku adalah teman bercinta terbaik yang pernah ada. Aku tahu dia tidak akan bisa menahanku untuk waktu yang lama."] mendengar itu, Tao hanya bisa memutar kedua bola matanya pelan. Tapi mendadak sesuatu melintas di benaknya.
"Tapi bagaimana denganku? Kita tidak akan bisa main-main lagi." Tao merengek dan mengerucutkan bibir-nya lucu.
["Jangan khawatir TaoTao, aku tidak berkencan dan hanya bercinta denganya. jadi untuk saat ini kita masih bisa bermain-main."] Tao tersenyum mendengarnya.
"Oke, baiklah... jadi seberapa besar dia?" Luhan tertawa mendengar pertanyaan itu.
["Big! Kukatakan dia lebih dari 8 inchi."] Seketika, Tao menelan ludah.
"Yah, sialan."
.
.
.
.
Setelah Tao selesai berbicara dengan Luhan, ia lalu mandi untuk membersihkan dirinya, berpakaian dengan baju yang lucu kemudian turun ke bawah. Berjalan kearah dapur, dan ia bisa melihat ibu dan ayahnya tengah duduk di depan meja sementara pembantu mereka sedang mempersiapkan sarapan. Seperti yang kalian lihat, orang tua Tao memiliki banyak uang. Ayahnya adalah seorang CEO dari perusahaan miliknya sendiri dan ibunya punya perusahaan majalah pribadi. Intinya, mereka tidak pernah kekurangan uang.
Tao sendiri, ia sudah pasti memiliki banyak brand dari merk Gucci di lemari-nya (dan beberapa hal lain). Orang tua Tao percaya bahwa anak mereka tidak akan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak baik dan akan menggunakannya dengan bijak. Orang tuanya melihat sosok Tao sebagai seorang anak muda yang polos dan pemalu. Tentu saja berlaku saat orang tuanya berada di sekitar Tao. Tetapi ketika mereka tidak ada, Tao yang polos akan keluar untuk bermain-main.
"Selamat pagi, sayang." Ibu Tao menyambutnya. Tao tersenyum lebar.
"Pagi~" jawab Tao. Dia duduk di seberang meja ayahnya yang sedang membaca koran. Makanan mereka kemudian dihidangkan di depan mereka dan mereka semua mulai menyantap sarapan dengan tenang.
"Bagaimana malam-mu Tao? kau tidak terlalu kesepian saat aku dan ibumu pergi ?" Ayah Tao bertanya. Orang tua Tao selalu pergi keluar setiap malam Jumat, mereka biasanya keluar dengan rekan-rekan kerja namun hal itu hanya terjadi kadang-kadang saja. Tapi, tentu saja Tao tidak akan keberatan. Karena itu adalah waktunya untuk bermain.
"Tidak, aku baik-baik saja." Tao berkata dengan polos-nya.
"Good." Ayahnya mengangguk. Tao tersenyum sendiri.
"Jadi, bagaimana proyek besar yang kau punya untuk sekolah? Ilmu yang kau pelajari itu?" tanya ayahnya. Ayah Tao memang selalu mengganggunya dengan bertanya tentang wushu atau sekolah-nya. Hal ini juga selalu membuat Tao bad mood setelahnya. Jujur saja, Dia benci omelan.
"Aku dapat 'B'."
"Hanya 'B', bukan A? Ayah pikir kau harus berusaha lebih keras lagi, kan?" Ayah Tao berkata dengan nada seolah-olah anaknya itu tidak mematuhi ucapannya.
"Iya." Tao sempat berpikiran, ia harus memberi gurunya blowjob istimewa untuk mendapatkan nilai A. Memikirkan hal gila itu, Tao diam-diam menyeringai pada dirinya sendiri.
"Oh, dan ingat, kau memiliki praktek wushu 2 hari ini."
Thanks untuk sang ayah, Tao kini meninggalkan sarapan dengan wajah tertekuk. Oh God… Dia benar-benar butuh beberapa penis sekarang.
.
.
.
.
Kris terengah-engah saat berjalan ke mejanya, senin pagi ini ia bangun terlambat dan sialnya antrian lift begitu panjang. So, dia berlari menggunakan tangga dan mencoba bekerja tepat waktu meski ia tidak bisa melakukannya. Kris berharap tidak ada orang lain yang tahu bahwa dia terlambat. Sebenarnya Kris tidak akan terlambat jika bukan karena seseorang yang sudah membuatnya terjaga semalam dengan kejutan live show-nya. God… Kris, get your priorities straight.
Bersandar di kursinya ia lalu meneguk kopi kedua di pagi ini. Itu jelas terlihat seperti dia benar-benar datang terlambat. Tapi biarkan saja, toh semua orang tampak sibuk untuk sekedar memperhatikan dirinya.
"Mr. Wu!"
Kris menengadahkan kepala untuk melihat siapa pemilik suara itu, dan dia melihat sekretarisnya sendiri yang menyeramkan tengah berjalan ke arahnya. Shit! Di posisinya, Kris bisa melihat beberapa kancing bajunya tengah terbuka dan bra-nya hampir terlihat. Wanita itu, dia sadar dia sedang bekerja di kantor-kan?
"Mr. Wu, Mr. Huang ingin bertemu dengan anda di kantornya." Dia berkata sembari memberikan senyum menyeramkan miliknya itu.
"Alright." Kris bangkit dan mulai berjalan menuju kantor Mr. Huang. Apa yang sang CEO inginkan darinya? Apakah dia akan dipecat? Hanya karena terlambat? Big No!
Kris berhenti di depan pintu bosnya, dia lalu mengambil napas dalam-dalam dan mengetuk pintu. Berdiri dengan sedikit gelisah, Dia sampai tidak sadar telah menahan napas selama beberapa saat untuk menunggu jawaban dari dalam.
"Silahkan masuk." Kris memutar kenop pintu dan perlahan-lahan membukanya. Dia bisa melihat Mr. Huang bekerja di meja pribadinya yang berhadapan dengan jendela besar kantor yang menyajikan pemandangan kota. Beliau menatap Kris lalu berdiri.
"Ah Mr. Wu, duduklah." Beliau menunjuk ke kursi di seberang mejanya kemudian duduk kembali. Kris berjalan ke kursi itu dan duduk.
"Aku harus mengatakan bahwa aku sangat terkesan dengan pekerjaanmu di perusahaanku." Tunggu! Apa?
"Penjualan semakin memuncak sejak kau bergabung. Aku sangat senang." Beliau tersenyum.
"Terima kasih, Tuan Huang." Kris berkata dengan nada bingung, tidak tahu harus merespon seperti apa.
"Aku ingin berbicara tentang promosi."
"Promosi? Jadi, aku tidak dipecat?" Dia bertanya tapi dengan nada terkejut kali ini. Sebentar, apa yang sebenarnya terjadi?
"Tidak, kau tidak dipecat. Mengapa kau berpikir seperti itu?" Mr. Huang memperlihatkan raut wajah bingung.
"Karena hal ini tidak pernah saya pikirkan sebelumnya, promosi?" Kris segera mengganti topik sebelum ia benar-benar membuat dirinya dipecat.
"Ya, promosi. Untuk bekerja lebih dekat denganku dan membantuku membuat beberapa keputusan besar untuk perusahaan ini."
"Uhh, saya tidak yakin dengan apa yang harus saya katakan." jelas sekali, itu terdengar seperti sebuah langkah besar dan Kris tidak ingin terdengar terlalu bersemangat. Tapi tentu saja dia menginginkan pekerjaan itu, karena bagaimanapun itu sama saja dengan memiliki lebih banyak uang dan kekuasaan lebih yang akan ia dapatkan nanti-kan? Damn! Kris datang kesini bukan untuk peduli dengan perusahaan. Tapi jika untuk uang, Ok maybe.
"Kau tidak harus langsung menjawabnya, tentu saja kita bisa membicarakannya nanti." Beliau, yang tampak sangat berwibawa itu segera mengingatkan Kris. Membagikan sebuah tawa kecil.
"Ah, i-itu benar."
"Bagaimana jika kau datang Jumat malam untuk makan malam dengan keluargaku? Kita bisa mengenal satu sama lain lebih dari yang kita bisa dan membahas tentang tawaran itu. Kau tertarik?" Mr. Huang menawarkan.
Jumat malam? Tapi Jumat malam, favorite little sex kitten-nya akan beraksi. Dia tidak ingin melewatkan 'NaughtyTaozi'-nya. Tapi, dia juga tidak mungkin dengan santainya mengatakan 'Tidak, terima kasih Bos. Saya sudah memiliki acara porno sendiri' – pada bos-nya kan? Itu terdengar sangat gila dan Kris tidak sudi mengatakannya. So, dia akhirnya setuju.
"Jumat terdengar hebat. Saya pasti akan sangat senang bertemu keluarga anda dan mempelajari lebih lanjut tentang posisi ini." Bosnya berdiri dan Kris mengikutinya, dia punya alamat bosnya dan mereka berjabat tangan sebelum ia mengucapkan 'Terima kasih Mr. Huang untuk segalanya'.
Kris meninggalkan ruangan sang CEO dengan perasaan lega karena ia tidak dipecat, malahan ditawari promosi. Tapi dia juga stres karena ia harus pergi makan malam tidak hanya dengan bosnya namun dengan keluarganya juga. Dia tidak ingin membuat dirinya terlihat idiot di depan mereka nanti. Ini jelas-jelas bukan cara yang Kris inginkan untuk menghabiskan Jumat malam.
.
.
.
.
Setelah Kris sampai di rumah dan sudah memiliki sesuatu untuk dimakan, ia segera mandi kemudian duduk di sofa. Menonton beberapa acara TV dengan bir di satu tangan dan tangan lain tengah menelepon seseorang. Dia sedang berbicara dengan sahabatnya sejak SMA, Park Chanyeol.
["Kris, itu promosi yang bagus!"] Chanyeol mengucapkan selamat untuk Kris. ["Kapan itu dimulai?"]
"Aku belum mengambilnya, dia mengundangku untuk makan malam dengan keluarganya dan kemudian kita akan membahasnya." Dia menghela napas.
["Oke, itu terdengar baik-baik saja. Lantas kenapa kau menghela nafas seperti itu?"]
"Karena aku benar-benar tidak mau menghabiskan Jumat malamku dengan bos-ku sendiri, apalagi keluarganya."
["Kenapa? sepertinya kau tidak memiliki – Ohhh, Oh my god Kris! Jangan bercanda!"]
"Apa?" Kris bertanya polos seolah dia tidak tahu apa yang sedang Chanyeol bicarakan.
["Jangan katakan 'apa'! Kau tidak ingin pergi makan malam dengan bos-mu karena kau ingin menonton sang pornstar 'NaughtyTaozi'-kan? Kau sudah kecanduan akhir-akhir ini!"]
"Diam!"
["Kris, aku menstalk dia setelah kau mengatakan tentangnya padaku. Dia terlihat seperti seorang siswa di senior high school atau semacamnya. Apakah kau tidak merasa aneh dengan itu?"]
Ia menjeda, menunggu jawaban Kris. Tapi Kris tidak berkomentar.
["Kris, aku memberitahumu tentang hal ini karena kau sahabatku. Well, kupikir kau perlu bercinta, bung."] Kris menghela napas panjang. Sepertinya dia memang perlu bercinta.
"Kurasa kau benar. Baiklah akhir pekan ini setelah makan malam dengan bos-ku, kita akan ke klub dan mendapatkan beberapa ass fucking disana!"
["Aku tahu, hahaha... "]
"Makan malam mungkin tidak akan seburuk itu. Bantu aku untuk lebih dekat dengan bos-ku karena aku akan bekerja lebih dekat dengannya sekarang. Right?"
["Right~"] Chanyeol mengkonfirmasi.
["Hei dan siapa tahu mungkin bos-mu punya beberapa anak perempuan yang seksi, di perguruan tinggi ?]" tambahnya sambil tertawa.
"Ya, mungkin." Kris bercanda kembali.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Note : Sedikit info, di sini Zitao dan Luhan (plis bukan Sehun lho ya?) melakukan semua hal-hal yang menggairahkan(?) -_- itu hanya untuk senang-senang saja, tidak lebih. Karena jelas sekali mereka ini adalah anak-anak orang kaya yang mungkin lagi boring dan butuh pelampiasan diri XDD
Sudah, itu saja titipan note dari si Yui. Sebenarnya kalau sy mah gak perlu dikasih tahu reader-nya, biar pada kepo sendiri. #menyeringai #ditabok
Responnya memuaskan, chapter 2 akan saya update secepatnya. So, REVIEW?
