I dont know
Summary:
Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?
Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu
Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..
Aku mencintaimu..
Park Chanyeol.
Rated: T
Cast:
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
And all member EXO
Disclaimer :
Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?
SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^
EXO GS
Genre: family, drama, complicated, romance inside
Check this out
.
.
"iya merawatnya, eomma tidak ingin baekhyun di serahkan ke panti asuhan, ia tidak memiliki siapa siapa sekarang, lagi pula eomma merasa bersalah dengan semua yang menimpa baekhyun, makanya eomma bilang akan membawa baekhyun ke rumah"
Chanyeol mengerutkan alis nya saat mendengar hai itu
"lalu bagaimana dengan mu? Kau setuju?"
Dio mengangguk, "nee aku setuju, benar kata eomma, baekhyun tidak punya siapa siapa, dan kurasa panti asuhan itu ide yang buruk, lagi pula kurasa akan menyenangkan jika aku memiliki adik perempuan" ucapnya sembari tersenyum hingga mata bulatnya tak terlihat.
Chanyeol ikut tersenyum mendengar hal itu, ia mengusak rambut dio pelan, "kau anak baik, semoga saja semuanya akan baik baik saja"
-I dont know-
"eomma kenapa baekkie tidak datang? Apa ia lupa ulangtahun jongie? Padahal kemarin baekkie janji akan datang..."
Chap 3 start!
Sudah terhitung 4 bulan semenjak insiden kecelakaan beruntun yang menimpa eomma dio dan juga eomma baekhyun terjadi dan semenjak itu pula baekhyun belum juga sadarkan diri, benar, dokter itu bilang kemungkinan besar baekhyun koma, dan doker bilang ia tidak mengetahui kemungkinan apa yang akan terjadi pada baekhyun, kita hanya prelu bersabar dan berdoa semoga saja baekhyun cepat tersadar dari komanya. Eomma dio sudah berangsur sembuh, ia sudah tidak menggunakan kursi roda lagi untuk membantunya berjalan, ia juga sudah diperboleh kan pulang sejak 3 bulan yang lalu.
Hari ini seperti biasa dio datang mengunjungi rumah sakit sepulang sekolah nya, ia kembali menjenguk baekhyun. Sesampai nya ia didalam ruangan baekhyun ia segera mengambil kursi, meletakan tas sekolah nya, kemudian mendudukinya. Ia memperhatikan baekhyun yang tengah terlelap, ia menghembuskan nafas beratnya, kemudian ia meraih tangan baekhyun yang selama ini masih terpasang selang infus, ia menggenggam tangan baekhyun, mengelus punggung tangan nya pelan, sejauh ini baekhyun memang tidak menunjukan reaksi yang banyak, namun beberapa minggu yang lalu eomma nya bilang baekhyun menunjukan pergerakan, eomma dio bilang ia melihat bola mata baekhyun bergerak gerak di bawah alam sadarnya, bukan hanya eomma dio, chanyeol juga mengalami hal yang sama, terakhir kali chanyeol kesini saat menjenguk baekhyun, chanyeol bilang ia melihat jemari baekhyun bergerak, meski hanya beberapa saat, dokter bilang itu semua merupakan respon yang baik, menandakan baekhyun kemungkinan akan tersadar setelahnya.
Namun sampai saat ini baekhyun belum memberikan kemjuan lebih, ia tidak lagi menunjukan tanda tanda bahwa ia akan sadarkan diri, terlebih hanya dio yang sampai ini belum melihat kemajuan beakhyun selama koma.
Dio kembali menghembuskan nafas beratnya, dengan setia ia terus mengelus tangan baekhyun, berharap bakhyun dapat merasakannya dan segera membuka matanya.
"hey apa kau akan terus tertidur seperti itu? Kau tidak merasa pegal? Cepatlah bangun, banyak yang ingin ku obrolkan dengan mu, kita pasti akan menjadi saudara yang menyenangkan, kau juga pasti belum mengenalku kan? Selama ini aku eomma dan chanyeol oppa selalu kemari untuk menemani mu, tapi kapan kau akan bangun dan melihat kita eoh?"
Tidak ada respon, baekhyun masih tetap tertidur, tak sadarkan diri, dan hanya mesin pendeteksi jantung lah yang dapat dio dengar disini.
"apa itu sakit? Maafkan aku, aku tidak bisa membantumu selain ini, kau pasti merasa kesepian sekarang, bangunlah, semua orang menghawatirkan mu, kau tau? Kau beruntung bisa ditemani oleh ku, aku itu orang sibuk tau, dan aku tidak ingin datang kesini dengan hasil yang sia sia, kau harus bangun kali ini"
Masih tetap sama, tidak ada hal lain yang menunjukan baekhyun akan membuka matanya. Helaan nafas berat kembali keluar dari mulut dio, sampai kapan ini akan berlanjut? Kapan baekhyun akan tersadar dari komanya? Hal ini membuat dio melamun, pikirannya melayang memikirkan sesuatu beberapa bulan yang lalu, saat eommanya yang sudah diperbolehkan pulang, dan baekhyun masih seperti saat ini, belum sadarkan diri. Eomma nya bilang bahwa ia akan merawat baekhyun jika ia sudah sadar nanti. Jujur saja awalnya dio merasa keberatan dengan hal itu, dan ia pun sempat tidak setuju dengan keinginan eommanya, kenapa harus seperti itu? Eomma nya kan bukan pelaku utama dalam kecelakaan itu, mengapa eomma harus mengambil resiko dengan merawat baekhyun dan mengajak baekhyun untuk tinggal di rumah nya? Dan dio yakin itu bukan untuk waktu yang singkat.
Dio semapat mengatakan hal itu pada eommanya, namun dengan lembut eomma dio mengatakan, ia merasa bersalah, ia juga tidak tega saat ia melihat keadaan baekhyun setelah kecelakaan itu terjadi, eomma nya bilang ia teringat pada dio, bagaimana jika hal itu terjadi pada anaknya? Ditambah lagi kecelakaan itu sungguh mengerikan, ia masih bersyukur bisa hidup sampai saat ini, dan melihat keadaan baekhyun yang sekarang, ia turut merasakannya, eomma dio juga sempat kaget saat mengetahui bahwa eomma baekhyun tidak terselamatkan saat itu. Ditambah lagi sampai sekarang belum ada keluarga baekhyun yang bisa dihubungi, ayah baekhyun masih belum di temukan karna ia berada di luar negeri, polisi tidak bisa berbuat apa apa karena tidak ada keterangan keluarga yang bisa dimintai, satu satunya jalan agar bisa menghubungi keluarga baekhyun adalah dengan cara menanyakannya pada baekhyun, tapi kurasa itu hal yang sulit. Mengingat sampai saat ini baekhyun belum sadar dari koma nya. Selain itu eomma dio mengatakan jika bukan keluarga dio yang bertanggung jawab atas baekhyun siapa yang akan mengurusnya? Apa setelah eomma dio diperbolehkan pulang ia akan meninggalkan baekhyun sendirian dengan keadaan koma seperti ini? Lalu bagaaimana saat baekhyun sadar nanti? Ia harus menanggung semua nya? Mengetahui ibunya telah meninggal dan setelah itu ia akan dititipkan ke panti asuhan kemudian hidup sebatang kara? Sejak saat itulah dio mulai mengerti yang dimaksud eomma nya, ia sadar bagaimana jika semua itu terjadi pada dirinya? Lagipula baekhyun hanya seorang anak kecil yang tidak tau apa apa, ia tidak bersalah disini.
Sejak saat itu pula dio sering mengunjungi rumah sakit sepulang sekolahnya, ia ingin mendekatkan diri nya dengan baekhyun dari sekarang, karena mau tidak mau ia akan tinggal serumah dengan baekhyun kelak. Bukan hanya dio, chanyeol, sepupunya juga sering mengunjungi rumah sakit untuk melihat baekhhyun atau setidaknya menemani dio saat menjenguk baekhyun.
Dio kembali pada dirinya, ia melihat baekhyun yang sampai sekarang masih sama seperti waktu sebelumnya, dio tersenyum lembut, menggenggam tanga baekhyun.
"aku ingin segera mengobrol dengan mu baekhyun-ah, bangunlah"
Beberapa saat kemudian dio mengerutkan alisnya, ia merasakan sesuatu di tangannya, ia menundukan kepalanya melihat tangannya yang tengah menggenggam tangan baekhyun, matanya membulat seketika, ia tidak percaya ini, pergerakan itu, tangan itu, itu bukan tangannya yang bergerak, ia melihat jari jari baekhyun bergerak di genggaman tangannya, ia kembali menolehkan kepalanya melihat wajah baekhyun dan dengan perlahan dio berdiri dari duduknya
"b baek.. baekhyun.."
Dio tidak percaya ini, apa tuhan tengah mendengarnya dan mengabulkan doanya? Atau ini hanya imajinasinya? Tidak, tidak mungkin, ia sadar ia tidak tengah melamun saat ini, ia bisa dengan jelas melihat baekhyun perlahan lahan membuka matanya, ia bisa melihatnya, baekhun membuka matanya dan ia terlihat mengedipkan matanya lemah membiasakan cahaya kembali masuk ke penglihatannya setelah tidur lamanya.
Tunggu.. bakehyun membuka matanya? Dio membuka mulutnya lebar, ia sungguh tidak menyangka dengan yang ia lihat saat ini, dengan pergerakan yang kaku, ia segara mendorong kursi nya mundur dan ia segara berlari kearah pintu ruangan, membuka pintu dan meneriakan sesuatu.
"dokter! Dokter! Baekhyun... baekhyun sudah sadarkan diri!"
-I dont now-
Seoul , 12 january 2015
Sudah 8 tahun berlalu semenjak baekhyun tersadar dari komanya, saat itu dio segera memberitahu ibu dan chanyeol bahwa baekhyun sudah tersadar dan tidak memakan waktu yang lama mereka tiba di rumah sakit. Seorang dokter memeriksa keadaan baekhyun saat itu, dokter itu bilang ini sebuah keajaiban karna baekhyun bisa sadar dari komanya. Namun sesuatu hal terjadi...
Baekhyun tidak bisa mengingat dirinya sendiri..
Beberapa minggu setelahnya baekhyun di perbolehkan pulang, dan ia ikut bersama ku, tinggal di rumah ku, baekhyun harus memakai kursi roda karena kakinya lemah tidak dipergunakan beberapa bulan karena komanya, baekhyun juga harus memakai kacamata karena akibat insiden itu penglihatan baekhyun menjadi buram, namun dokter bilang semua itu hanya berlangsung untuk sementara, selebihnya baekhyun harus menjalani terapi untuk memaksimalkan kepulihannya. Mengenai ingatan baekhyun, semenjak ia sadar ia tidak dapat mengingat apapun, dokter bilang wajar jika baekhyun mengalami amnesia karna kecelakaan itu menghasilkan benturan keras di kepalanya.
Namun bukan itu hal yang mengerikannya.. setelah baekhyun tersadar dari komanya ia menunjukan perilaku yang aneh, ia tidak tahu caranya makan, minum, bahkan cara memegang sendok, ini sungguh aneh apa orang yang mengalami amnesia mengalami hal hal seperti ini juga?
Namun setelah dokter memeriksanya dan melihat dari hasil terapinya selama setahun terakhir ini, dokter menyimpulkan baekhyun bukan hanya mengalami amnesia biasa..
Baekhyun positif mengalami Demensia yang disertai Alzheimer.
Dokter bilang demensia yang dialami oleh baekhyun terjadi setelah kecelakaan pada kepala dan otak, hai itu dikenal sebagai trauma kepala/otak Traumatic brain Injury. Penyakit Creutzfeldt-Jacob menyebabkan demensia yag terjadi memburuk dengan cepat dalam hitungan minggu atau bulan, dan ini disebabkan oleh adanya prion. Dokter memberi tahu beberapa jenis demensia dapat dipulihkan dan jenis lainnya tidak dapat dipulihkan. Hal ini berarti kerusakan yang sudah terjadi tidak dapat diperbaiki. Demensia yang tidak dapat dipulihkan biasanya disebabkan oleh penyakit yang tidak dapat disembuhkan, seperti Alzheimer.
Dokter tidak menyangka alzheimer bisa terjadi pada baehyun akibat kecelaakan itu, biasanya penyakit alzheimer dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua. Namun dengan melihat kondisi baekhyun yang saat ini, membuktikan bahwa baekhun memang mengalami demensia yang disertai alzheimer, selain berusaha untuk mengingat dirinya baekhyun juga harus belajar kembali cara memegang sendok, cara makan, mandi dan hal hal lainnya. Alzheimer ini menyebabkan baekhyun tidak akan mengingat kejadian yang ia alami di masa lalu, awalnya dio maupun eomma dan chanyeol tidak mempercayainya, namun sempat suatu hari baekhyun terpeleset dari tangga dan kepalanya terbentur cukup keras sampai ia tak sadarkan diri, dan saat ia di larikan ke rumah sakit dan tersadar dari pingsannya, hasilnya tatap sama, ia tidak bisa mengingat masa lalu nya, setahu dio biasanya yang mengalami amnesia akan mengingat kembali masa lalunya jika kepalanya terbentur, namun tidak dengan baekhyun.
Kembali pada saat ini, dimana dio tersadar dari lamunannya dan melanjutkan kegiatan membaca bukunya sebelum akhirnya..
"YAKK BYUN BACON KECILKAN SUARA MU AKU TIDAK BISA MEMBACA DENGAN BENAR JIKA KAU BERTERIAK TERIAK SEPERTI ITU!"
Tidak mempan, ia masih dapat mendengar suara baekhyun yang sedang menyanyi dengan suara kencang dan cemprengnya, ahh ia lupa ia harus menggunakan kalimat yang spesifik agar baekhyun mengerti dan menghentikan kegiatan bernyanyinya.
"BAEKHYUN DIAMLAH AKU SEDANG BELAJAR"
Sunyi.. akhirnya.., dio kembali dengan aktivitas belajarnya, mengenai baekhyun, ia sudah mengetahui semuanya, mengenai kecelakaan yang dialami nya di masa lalu, mengenai ibunya, keluarganya, dan penyakit yang menimpanya sampai sekarang. Baekhyun sempat kaget dengan semua yang dialaminya, namun lama kelamaan ia dapat mengerti dan keluarga dio tidak mau menyembunyikan kenyataan ini dari baekhyun, oh ayolah ini bukan sinetron yang jika keluarga dio menyembunyikan kenyataan ini dari baekhyun dan memberitahunya saat ia dewasa nanti, dan pada saat baekhyun mengetahui yang sebenarnya ia akan kabur dari rumah karena merasa dibohongi selama bertahun tahun, ayolah itu tidak lucu sama sekali. Dan beginilah akhirnya, ia tinggal bersama bekhyun setelah 8 tahun semenjak insiden itu, dan hal yang membuat dio tidak habis pikir adalah sosok baekhyun yang merupakan pribadi yang menyenangkan, menyebalkan dan sesekali membuatnya harus bertengkar hanya karna hal sepele, apalagi jika chanyeol sudah main kerumah dio, sudah dapat dipastikan baekhyun dan chanyeol akan menghasilkan keributan dua kali lipat dari biasanya yang biasa baekhyun lakukan untuk menghancurkan hari tanang dio.
"dio panggilkan baekyun, sarapan sudah siap, suruh baekhyun kemari sayang" ucap eommanya.
"baiklah eomma, aku akan ke kamar" belum sempat dio melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamar ia melihat baekhyun berjalan memasuki dapur dan mengecup pipi eomma nya
Cup
"selamat pagi eomma, aku sudah disini" ucapnya dengan senyum manisnya memperlihatkan mata bulan sabitnya yang terlihat sangat imut.
Baekhyun kemudian duduk di meja makan, ia melihat dio yang tengah berdiri dari tempat duduknya, "eo, selamat pagi eonni ku yang cantik, kenapa kau berdiri? Kau tidak ingin sarapan dirumah? Duduklah eomma sudah menyiapkan sarapan untuk kita" ucapnya dan diakhiri dengan wink yang ditunjukan untuk dio, dio hanya memutar bola matanya malas, dan ia kembali duduk di kursinya.
"dari tadi juga aku duduk tau, eomma menyuruhku untuk menyusulmu agar segera kemari dan sarapan bersama, tapi kurasa kau jelmaan hantu yang bisa tiba tiba muncul" ucap dio datar.
"eyy pengertian sekali, tentu saja tanpa disuruh pun aku akan sarapan bersama kalian, tidak usah terlalu memperhatikan ku, aku kan jadi malu" lagi lagi dio memutar bola matanya malas.
"sudahlah, ini masih pagi, kajja kita sarapan bersama" eomma dio datang kemeja makan dan menyajikan makanan yang akan menjadi menu sarapan mereka pagi ini.
"uwaaaa souppp, ini pasti sangat enak, eomma memang yang terbaik, mari makaannn" itu baekhyun, lagi lagi ekspresi yang berlebihan, namun itu berhasil membuat eommanya tersenyum dan semuanya pun hening saat mereka menikmati sarapan masing masing.
"hari ini hari terakhir sekolah kan? Mulai senin kalian sudah libur semester kan?" eomma dio membuka pembicaraan setelah acara sarapan bersama selesai.
Baekhyun meminum susu nya pelan kemudian mengusap bibir nya dengan telapak tangannya, jorok sekali, lirih dio dalam hati.
"eunn hari ini aku kesekolah hanya untuk mengurus pendaftaran untuk sekolah baru" ucap baekhyun menjawab pertanyaan eommanya.
"benarkah? Kalau begitu baekhyun akan masuk kesekolah yang sama dengan dio nanti bukan begitu?" tanya eomma dio sembari berdiri dari duduknya da membereskan piring piring yang dipergunakan untuk sarapan tadi. Baekhyun melirik sebentar kearah dio, dio sedang membaca bukunya sekarang. "tidak mau eomma, aku tidak mau satu sekolah dengan dio, aku ingin satu sekolah dengan chanyeol saja" ucapnya memandang punggung eommanya yang tengah mencuci piring di westafel.
"selamanya kau tidak akan bisa satu sekolah dengan chanyeol bodoh"
"ahh waee? Kenapa aku tidak bisa satu sekolah dengan chanyeol? Aku kan pintar, aku pasti bisa masuk ke sekolahnya nya, itu urusan gampangg" baekhyun mengerutkan bibirnya, dio pun mengangkat kepalanya dan menatap baekhyun,
"itu tidak cukup, sudah kubilang selamanya kau tidak akan bisa satu sekolah dengan chanyeol, itu mustahil" ucap dio masih dalam pendiriannya.
"kenapa seperti itu? Itu tidak adil, apa sekolah chanyeol pilih pilih dalam memilih siswa baru?" ucap baekhyun tak mau kalah.
"tetap saja tidak bisa, karna chanyeol bersekolah di sekolah khusus laki laki dan kau ini perempuan, masih memaksa ingin masuk kesana?"
...
"ahhh iyaa chanyeol kan bersekolah di sekolah khusus laki laki, kenapa aku bisa melupakannya" baekhyun menggaruk kepalanya, dan dio hanya memutar matanya dan kembali membaca bukunya
"kalau begitu aku akan satu sekolah dengan dio tapi dengan syarat aku tidak ingin satu kelas dengannya" tambah baekhyun pada eommnya
"akan kupastikan kita tidak akan sekelas untuk selamanya" ucap dio malas
"benarkah? Kau bisa menjaminnya? Bagaimana jika saat aku menjadi murid baru disana dan salah satu guru mu memperkenal kan ku dan aku di tempatkan di kelas mu, apa yang akan kau lakukan?"
"itu tidak akan tejadi" ucapnya singkat
"kenapa kau bisa berkata seperti itu? Kau tidak bisa mengatakan hal seperti itu, itu bahkan belum terjadi, kenapa kau begitu yakin?"
Cukup sudah baekhyun benar benar cerewet dan ia sudah kesal mendengar baekhyun yang terus mengoceh
"KARENA KITA BERBEDA SATU TAHUN, KAU ITU MURID BARU DISANA DAN AKU AKAN NAIK KE KELAS SELANJUTNYA DAN SELAMANYA KITA TIDAK AKAN SEKELAS"
Ctakk "bingooo" baekhyun menjentikan jarinya "kau benar aku melupakannya lagi" baekhyun nyengir dan dio hanya bisa memasang ekspresi
"-_-"
"aigooo kalian berisik sekali, sudah jam berapa sekarang? Cepatlah bersiap siap dan berangkat sekolah, kalian bisa terlambat nanti" eomma dio berjalan melewatii baekhyun dan dio yang masih duduk di meja makan, ia mengelus kepala dio pelan sebelum pergi dari dapur.
"baiklah eomma kita akan berangkat sekarang, kajja baekhyun ambil tasmu" ucap dio sambil beranjak dari duduknya.
"eunn itu.. anuu" baekhyun terlihat sedang mencari cari alasan ia melirik dio dan kembali berucap "sebenarnya hari ini aku akan dijemput chanyeol, dan aku akan berangkat bersamanya" baekhyun menggigit bibirnya menunggu jawaban dio.
"benarkah? Jadi kalian akan membiarkan ku berangkat sekolah seorang diri?"
Baekhyun mengangguk pelan dan mengangkat tangannya membentuk simbol peace dengan kedua jarinya
"ish menyebalkan sekali, baiklah aku mengijinkannya, bilang pada chanyeol aku mengampuninya hanya untuk hari ini, untuk selanjutnya jangan harap kalian dapat meninggalkan ku sendirian"
Baekhyun menanggukan kepalanya cepat, ia berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri dio dan memeluknya kemudian mengecup pipinya singkat. "aku janji, ayok ku antar sampai depan rumah" dan akhirnya baekhyun mengantar dio hingga depan rumah, sebelum dio pamit pada eommanya dan segera berjalan menuju halte bis.
"hati hati dijalan neee, cepatlah pulang, jangan nakal atau aku akan mengadukannya pada eomma" baekhyun berteriak sambil melambaikan tangannya, dio dengan ekspresi -_- nya ikut melambaikan tangannya dan perlahan dio sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan baekhyun dan ia pun kembali keadalam rumah.
"apa dio sudah pergi?" eommanya datang menghampiri baekhyun
"ne eomma, sesuai rencana" baekhyun tersenyum lebar memamerkan senyum liciknya.
"aigoo kau nakal sekali" balas eomma dio seraya mencubit pipi bakhyun pelan.
"aku tidak nakal eomma, lagian tidak akan seru jika tidak mengerjai seseorang di ulang tahunnya" baekhyun menaik turunkan alisnya mengingat apa yang sudah ia lakukan pada dio sebelumnya.
Ya, ini rencana baekhyu untuk mengerjai dio di hari ulangtahunnya, ia sengaja membuat dio kesal di pagi hari dan sengaja membiarkan dio pergi keseoklah sendirian tanpanya, dan ia juga sudah merencanakan akan membeli kado dan akan membuat kue ulang tahun untuk dio dengan eommanya nanti.
"eomma nanti jangan lupa nee, kita akan membuat kue bersama untuk dioo" baekhyun memeluk eommanya dari belakang
"tentu saja sayang, kita akan membuatnya bersama sama" eomma dio tersenyum dan mengelus rambut baekhyun pelan," jadi kapan chanyeol akan kesini dan mengantarmu hmm?"
"aku tidak tau eomma sepertinya chanyeol datang ter..."
Ting nongg ting nongg
"ahh itu dia" baekhyun melepaskan pelukannya, ia segera berlari kearah pintu dan mempersilahkan seseorang untuk masuk, itu chanyeol seperti yang sudah ia duga sebelumnya
"selamat pagi bibi"
Cup
Chanyeol pun mengecup pipi bibinya itu sayang,
"selamat pagi sayang, kau sudah makan? Bagaimana keadaan ayahmu? Apa dia baik baik saja?"
"sudah bi, ayah baik baik saja dokter bilang ia hanya kelelahan dan sekarang ia sedang libur kerja dan beristirahat di rumah dengan eomma"
"begitukah? Suho oppa memang keras kapala, ia bahkan tidak memikirkan kesehatannya sendiri" balas eomma dio
"ya begitulah orang tua" ucap chanyeol sambil mengangkat bahunya santai
"jadi.. apa aku mengganggu kalian?" baekhyun menghampiri keduanya setelah ia bersiap dengan seragam sekolahnya dan juga tasnya
"sangat mengganggu, kau menghancurkan susana pagi romantisku dengan bibi" eomma baekhyun hanya atertawa pelan, dan baekhyun mempoutkan bibirnya, menyebalkan ucapnya pelan
"kalian segeraralah berangkat, kau bisa terlambat baekhyun" ucap eomma baekhyun mengahampiri baekhuyn dan membenarkan letak dasi yang di kenakan baekhyun.
"arraso eomma aku akan berangkat sekarang, aku hanya akan memberikan formulir pendaftaran ku ke sekolah dan setelahnya aku akan membeli bahan bahan untuk membuat kue nanti dan setelahnya aku akan membeli kado untuk dio"
"dan aku hanya akan menjadi tukang ojeg hari ini"
"benar sekali wleee" baekhyun menjulurkan lidahnya mengejek chanyeol.
"sudah sudah kalau begitu hati hati dijalan oke, jangan pulang terlalu sore, dan ingat pesanan eomma untuk kuenya"
"nee eomma, poppo" baekhyun memejamkan matanya dan eomma baekhyun yang tau apa yang dimaksud baekhyun kemudian mengecup bibirnya singkat, bakhyun tersenyum setelahnya.
"aku mencintai mu eomma, kami berangkat" baekhyun memeluk eommanya sebelum akhirnya pergi keluar rumah
"kami berangkat sekarang bi" ucap chanyeol mengikuti baekhyun.
"hati hati dijalan, chanyeol aku menitipkan baekhyun padamu, jangan mengebut" eomma dio mengikuti baekhyun sampai keluar pagar rumah.
"arra kami mengerti dah eommaa" baekhyun menaiki motor chanyeol dan kemudian mereka pergi dari sana.
-I dont know-
Dio telah sampai di sekolahnya, wajahnya cemberut mengingat kejadian dirumahnya beberapa waktu lalu, ia yakin baekhyun pasti akan bersenang senang dengan chanyeol dan ia tidak diajak! Sungguh menyebalkan, gerutunya dalam hati.
"kyungsoo yaa" seseorang mamanggil dio dari belakang, dio yang tidak asing dengan suara itu, ia memabalikan badannya dan mendapati seseorang tengah berlari ke arahnya.
"selamat pagi" orang itu memberikan senyumannya dan kembali melanjutkan langkahnya bersama dio untuk memasuki kelas
"pagi kai" jawab dio seadanya.
Orang itu kai, dia teman sekelas dio sejak masuk SMA lebih tepatnya dua tahun yang lalu. Kai menyadari ada hal aneh dengan dio, tidak seperti biasanya ia menjawab saapaan kai sesingkat itu, di tambah lagi raut mukanya yang terlihat kesal, ada apa sebenarnya?
"hei kenapa denganmu? Sesuatu terjadi? Kanapa mukamu muram seperti itu?" tanya kai pada akhirnya
"tidak apa apa, seseorang membuatku kesal di pagi hari, dan itu sudah biasa" ucap dio malas. Ya memang baekhyun selalu membuatnya kesal setiap hari, tapi kali ini berbeda, ia ingin ikut bersenang senang dengan baekhyun dan juga chanyeol.
"orang yang berulang tahun seharusnya tidak cemberut" ucap kai menggoda.
Dio segera menghentikan langkahnya, ia bingung untuk sementara waktu kemudian ia mengingat satu hal
Hari ini... ulang tahunnya?
Kai hanya tersenyum melihat ekspresi dio, "hey apa kau lupa dengan ulang tahunmu sendiri?"
"selamat ulang tahun do kyungsoo" satu ucapan selamat dan senyuman manis diterima dio di pagi hari ulang tahunnya.
Tunggu.. bukanya hari ini dia ulang tahun? Tapi kenapa orang orang dirumah tidak ada yang memberinya ucapan selamat ataupun memberinya kado? Bahkan eomma nya pun tidak mengatakan sesuatu saat ia berangkat sekolah, baekhyun? Jangan tanya, ia malah membuatnya kesal di pagi hari. Oh ayolah mengapa hanya temannya yang mengingat hari ulang tahunnya? Apa orang yang dirumah tidak ingat sama sekali tentang hari ulang tahunnya? Ini semua membuatnya semakin kesal,
Menyebalakan sekali lirihnya dalam hati
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Yahaaaa chap3 beressss:3 eotte? Panjang kah/? Bagaimana apa memuaskan/? Ini chap terpanjang yang biku ketik kebanding chap chap sebelumnya, pegel tau:v *gananya*
Disini baekhyun udah sadar dari komanya dan udah menjalani hidupnya dengan keluarga dio, mengenai demensia alzheimer yang dialami baekhyun, sebenarnya biku juga kurang tau awokowkwwko tapi biku pernah baca di artikel klao alzheimer itu suatu penyakit dimana ia tidak akan mengingat masa lalu nya secara permanen dan ini diakibatakan dengan pengecilan otak, tapi biasanya sesorang yang terkena penyakit ini itu pada orang yang sudah tua (lansia) jadi biku juga kurang yakin kalo ini bisa terjadi pada seseorang yang mengalam kecelakaan, tapi intinya begitu aja yaa:v maapkan kalo biku salah persepsi/? Jadi ambil aja itu untuk kepentingan jalan cerita oke:v
Nahhh utuk chap depan semuanya akan menjadi baekhyun POV/?:v atau sudut pandang baekhyun sebagai pemeran utama, karena kan selama ini dio dulu yang jadi main cast nya karna baekyun koma/? Namun untuk chap depan akan dimulai sesuai main cast ff ini yaitu chanbaek *yeeee*:v makasih buat dio sebelumnya /salim/kasih amplop/?:v
Disini juga udah ada pemeran baru/? Kai udah mulai muncul di chap ini, dan kemungkinan akan terus muncul di chap seterusnya/? Lalu apa hubungannya kai di ff ini/? Itu rahasia:vv
Yaudah segitu dulu dari bikuu, maaf atas segala ke typoan dan ketidak mengertian yang biku ciptakan/? Jika ada yang ingin ditanyakan, ayok ngobrol di review/? *modus*
Huehehehe okelah biku pamit dulu nee, jangan lupa review untuk chap selanjutnya, anyeonggg:*
-Biku-
