[M] – YAOI! MaleXMale! – Adult Content!
-Huang Zitao : 18 years old-
-Wu YIfan : 29 years old-
BOLD WARNING : Daddykink, mature language, agegap, slutty Tao, Slut shamming, bondage, public sex!
.:.
.:.
MY BOSS'S SON
(Chapter 2 : I Know)
.:.
ORIGINAL STORY © SUGA_HIGH
Remake Version by Yui Kitamura
Editing - Beta Reader by Harumi Shiba
.
.
.
.
Ringggggg
Bel sekolah berdering menandakan jam sekolah telah berakhir. Tao berjalan dari loker dan menggendong tas di bahunya menuju gerbang depan untuk bertemu Luhan. Saat dirinya semakin dekat dengan gerbang sekolah, Tao bisa melihat sekelompok pemuda tim sepak bola sekolahnya. Menyeringai jahil, Tao memastikan untuk menggoyangkan pinggul-nya tepat saat dia berjalan didepan mereka, yang langsung membuatnya mendapatkan beberapa suitan seperti "hey sexy" dari beberapa pemain sepak bola. Yap, Tao memang senang menggoda.
Tao bisa melihat Luhan menunggu di gerbang depan, dan sepertinya ia tengah chatting dengan seseorang. Kemungkinan besar, anak kuliahan mainan barunya yang bernama Oh Sehun itu. Jujur, Tao sedikit iri karena Luhan bisa mendapatkan beberapa penis besar sementara Tao hanya memiliki jari-jarinya untuk bermain. Setidaknya dia ingin punya seorang teman bercinta atau pacar. Bukan hanya onestand seperti kebanyakan orang inginkan darinya.
Tao menyelinap di belakang Luhan, berjingkat hati-hati berusaha untuk tidak membuat Luhan menyadari kehadirannya. Setelah ia berada di belakang, dia melingkarkan lengannya di pinggang Luhan dan mengangkat kakinya dari tanah. Membuat Luhan seketika menjerit girly.
"Oh my god Tao! Kau menakutiku!" Dia berbalik untuk menghadap Tao yang tengah cemberut lucu.
"Jangan lakukan hal itu lagi." Dia memukul dada Tao main-main saat Tao mulai tertawa.
"Maaf Lulu, tapi kau sedari tadi tidak melihatku, kau sibuk sendiri dengan ponselmu." Tao cemberut lagi. Luhan memberi Tao pelukan kemudian mengambil tangannya dan menyatukan jemari mereka bersama-sama. "Apa kau chatting dengan Sehun?"
"Ya." Luhan seketika menatap kakinya. "Dia mengundangku ke pesta college malam ini." Dia melihat kembali kearah Tao.
"Kau ingin datang juga? Ini hari Jumat dan orangtua-mu tidak akan pulang malam ini, bukan?" Luhan bertanya penuh harap.
"Sungguh?" tanya Tao. Luhan mengangguk. "Ya, mungkin tidak apa-apa karena orang tua-ku tidak akan pulang sampai jam 1 pagi dan aku bisa pergi sebentar." Tao setuju.
"Yay! Oh TaoTao, kita akan bersenang-senang." Luhan mengoceh tentang party sementara ia menyeret Tao kedalam mobilnya.
"Plus akan ada banyak mahasiswa hot di sana." Luhan mengedipkan sebelah matanya dan Tao memutar kedua bola matanya jengah. Tetapi diam-diam, dia ikut merasa senang karena akan ada banyak mahasiswa hot berpengalaman disana dan Tao menginginkan seorang pria gagah yang tahu akan keinginannya. Memposisikan diri, Tao kemudian duduk di kursi penumpang dan Luhan duduk di kursi driver.
"Aku akan mengantarmu pulang dan menjemputmu lagi jam 8 malam, jadi kita bisa menikmati hidangan yang tersaji di pesta itu, oke?" Tao mengangguk.
"Pastikan nanti kau berdandan dan terlihat seksi. Kenakan jeans ketat robek yang membuat bokongmu terlihat besar."
"Pantat-ku selalu tampak hebat." Tao menyeringai. Luhan tertawa mendengar komentar itu.
"Ya, tapi celana itu membuatnya terlihat semakin menakjubkan~ kau tahu itu-kan?"
Menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama memakan waktu, Mereka akhirnya berhenti di depan rumah Tao. Pemuda panda itu kemudian melepas sabuk pengaman dan membungkuk ke arah Luhan, memberinya sebuah ciuman singkat di bibir. Dan Luhan hanya tersenyum pada teman manis-nya itu. Setelah Tao keluar dari mobil, Luhan memberikan komentar terakhir.
"Pastikan makeup-mu sempurna malam ini." Dia berkata dan kemudian pergi. Menggelengkan kepalanya pelan, Tao berjalan memasuki rumah orangtuanya dan langsung menuju ke kamarnya. Dia lalu mengambil buku tugas dalam tasnya yang tergeletak lantai. Tao berpikiran jika semakin cepat ia mengerjakan tugasnya, semakin cepat pula dirinya akan berdandan seksi untuk pesta malam ini.
.
.
.
.
Kris bekerja secepat yang dia bisa hari ini, hingga dia masih memiliki waktu agar pulang lebih awal hanya untuk mempersiapkan dirinya menghadiri undangan makan malam dengan bos-nya malam ini. Begitu ia melangkahkan kaki ke apartemennya, dia tanpa halangan langsung masuk ke kamar mandi. Setelah selesai mandi yang menghabiskan waktu bermenit-menit lamanya, ia akhirnya keluar dari sana dengan handuk di pinggang. Berdiri sunyi di depan lemari, berfikir apa yang harus ia kenakan. Sepertinya Kris membutuhkan sesuatu yang membuatnya tampak percaya diri tapi juga tidak terlalu sombong di waktu bersamaan
Setelah melihat-lihat kedalam lemari-nya, Kris memutuskan untuk memakai kemeja putih klasik dengan celana kulit hitam. Ia menanggalkan beberapa kancing di bagian atas kemeja dan memperlihatkan sedikit dada bidang-nya. Hanya karena ia akan makan malam dengan bosnya, bukan berarti ia tidak bisa terlihat keren-kan? Karena seperti yang Chanyeol katakan, mungkin saja bos-nya itu punya seorang putri yang seksi.
Setelah memeriksa tubuhnya berulang kali, dia kemudian menata rambut pirang gelapnya dengan sempurna. Secara keseluruhan, penampilannya kali ini sudah tampak keren.
Oke, sekarang jam 06:00 malam dan Kris punya waktu satu jam lagi untuk sampai di kediaman Huang. Dia berharap makan malam-nya nanti tidak akan lama karena dia sudah berjanji pada Chanyeol bahwa ia akan menjemputnya sekitar jam 09:00 malam dan pergi ke klub malam untuk bersenang-senang.
Kris mungkin akan kelelahan setelah makan malam, tetapi ia tidak bisa membatalkan janjinya begitu saja untuk pergi ke klub, sahabatnya itu akan membunuhnya nanti. Mungkin saja Chanyeol akan menuduhnya kecanduan video porno, dan bukannya pergi ke klub untuk melakukan kegiatan seks secara nyata. Sungguh, Kris hanya tidak mau berurusan dengan itu.
Kris melihat jam di tangannya dan menyadari ia hanya punya waktu 35 menit lagi untuk sampai di sana. Kris segera menyambar kunci mobil-nya sebelum keluar dan turun menggunakan lift. Dia masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikannya di jalan raya dengan kecepatan sedang. Dan tidak butuh waktu lama untuk menemukan kediaman Mr. Huang.
Kris menemukan dirinya mengemudi di sebuah kawasan elite. Semua rumah di area ini sangat besar dan memiliki kolam renang. Setelah mendekati akhir jalan, ia akhirnya berhenti di depan rumah terbesar dari semua rumah yang ada di sana. Rumah bosnya.
Rumah itu terlalu kecil untuk disebut mansion tetapi terlalu besar juga untuk disebut sebagai rumah berukuran normal. Mereka jelas sekali memiliki lebih banyak uang daripada keluarga Kris. Oh great, was Kris not dressed up enough for this? Dia berharap. Kris bisa melihat rumput yang dipotong dan dipangkas sempurna di setiap tanaman/semak. Dia memarkirkan mobilnya dan keluar. Saat ia semakin dekat ke pintu utama kediaman Huang, ia jadi semakin gugup. Kenapa dia bisa begitu gugup? Demi tuhan, kau seorang pria, Kris!
Ting Tong
Setelah menetralkan deru nafasnya, dia membunyikan bel pintu.
.
.
.
.
Tao akhirnya menyelesaikan tugas miliknya dan masuk kedalam kamar mandi. Dia ingin memastikan bahwa tubuhnya sangat bersih untuk malam ini. Dia mandi dengan memakai sabun strawberry favoritnya. Mmhh, baunya sangat harum~ dan Tao hanya bisa terkikik Lucu.
Setelah dia membersihkan dan mengeringkan diri, Tao berjalan keluar kamar mandi dengan keadaan telanjang lalu mengenakan tank top panda favoritnya dan mengenakan celana pendek yang manis. Dia tidak mengenakan underwear ngomong-ngomong, karena dia tidak akan mengenakan underwear apapun di malam hari.
Dia duduk di meja rias dan mulai mengambil makeup-nya. Dia merapikan BB cream secara merata yang menjadikan kulitnya terlihat sempurna. Tao memutuskan untuk membuat mata smokey malam ini dengan sedikit eyeliner untuk memberinya efek mata kucing. Dan berakhir dengan lip balm berwarna sebagai sentuhan terakhir. Setelah selesai, diamatinya lamat-lamat pantulan wajahnya sendiri di cermin, satu kata, dia terlihat begitu anggun. Tao kemudian bangkit dan berjalan menuju lemari untuk menemukan sepasang celana jeans ketat yang disarankan Luhan tepat saat ia mendengar dering bel pintu.
'Aneh sekali' pikir Tao, kebingungan. Siapa yang membunyikan bel rumahnya jam 7 malam begini? Tao memutuskan untuk meninggalkan kamarnya dan menuju kearah lorong. Setelah dia sampai diujung tangga dia bisa mendengar suara-suara orang tuanya.
'Kapan mereka pulang?' batinnya lagi sembari melangkah menuruni tangga. Berdiri diam, Tao bisa melihat kedua orang tuanya sendiri berada di depan pintu utama dengan seorang pria berdiri di sana.
"Mr. Wu, aku sangat senang bisa menyambutmu di rumah kami." Ibu Tao berbicara.
"Terima kasih."
Tao berusaha untuk berjalan mendekat dan melihat wajah pria itu, namun langkahnya tiba-tiba saja tergelincir dan hampir terjatuh. Seketika perhatian semua orang teralih padanya. Mr dan Mrs. Huang mengalihkan perhatian mereka kearah anaknya yang berada tidak jauh dari ujung anak tangga.
"Ahh Zitao, kami lupa memberitahumu bahwa kami punya tamu malam ini. Mr. Wu, ini anak saya, Zitao." kata Mr. Huang.
"Please call me Kris."
Sekarang Tao bisa memandang lebih jelas tamu mereka, pria itu tampak seperti dewa Yunani. Dia lebih tinggi dari Tao dan memiliki tubuh kekar. Jangan lupakan wajahnya yang nyaris sempurna disertai sepasang alis yang tebal. Jikalau tidak ada orang lain, Tao yakin jeritan akan mendominasi dirinya ketika menyambut kehadiran pria itu di rumahnya.
"Hello." kata Tao akhirnya, dengan suara lembut. Kris tidak bisa melepaskan pandangannya dari mata maupun wajah cantik Tao, itu mengingatkan dirinya pada panda lucu. Pemuda itu mengenakan make up yang benar-benar membawa keluar image-nya. Seperti putri seksi, eh? Namun entah kenapa lebih terlihat seperti sosok yang super hot.
Dan seketika, senyum ayah Tao luntur saat melihat apa yang dikenakan anaknya.
"Zitao, apa yang kamu kenakan?"
Kris mengalihkan pandanganya dari wajah indah Zitao untuk melihat apa yang pemuda itu kenakan. Dia memakai celana pendek, benar-benar pendek hingga nyaris tidak menutupi apapun dan memamerkan kaki jenjang-nya yang sexy. Matanya menjelajahi tubuh Zitao dan dia langsung membeku. Kris melakukannya karena dia merasa pernah melihat baju yang dikenakan Zitao sebelumnya. Zitao mengenakan tank top putih dengan kartun di atasnya. Itu adalah baju yang sama dengan apa yang ia lihat selama dua minggu ini.
Baju yang sama dengan yang dipakai 'NaughtyTaozi' di beberapa video-nya.
Detak jantung Kris mulai berdentum keras. Tidak mungkin 'NaughtyTaozi' itu Zitao-kan? Mungkin saja banyak orang lain yang juga memiliki baju yang sama-kan? Tapi semakin ia menatap Zitao, pemuda itu semakin terlihat mirip Taozi. Seperti celana pendek yang sama persis, kulit kecoklatan seksi dan bibir kecilnya yang terlihat lucu.
"Apa?" Tao bertanya sambil menatap celananya. "Oh, baiklah~ aku akan menggantinya."
"Good, cepat ganti dan segera turun untuk makan malam bersama." kata ibunya. Kris melihat Zitao berbalik, dan matanya langsung terpaku di area pantatnya. Kris menelan ludah. Dia tahu bahwa seseorang kelihatan bodoh bisa terjadi kapanpun dan dimana saja. Bagaimana bisa dia tidak bertingkah seperti itu ketika dia telah melihat pemandangan super menggoda yang sama persis selama dua minggu berturut-turut?
Dia menyaksikan pantat itu bergoyang-goyang saat Tao berjalan menaiki tangga. Itu terlihat seperti Zitao tidak mengenakan pakaian apapun.
Kris mentally facepalmed. Perhatian Kris teralih saat Mr. Huang berdeham keras. Tolong katakan pada Kris jika mereka tidak memergokinya tengah memperhatikan pantat anak mereka-kan? Dia memandang Mr. Huang dan tersenyum padanya. Oke syukurlah, Kris tidak ketahuan.
"Bagaimana kalau kita langsung ke ruang makan?" Kris mengangguk dan mengikuti mereka.
.
.
.
.
Tao bergegas naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamar, dia harus cepat-cepat mengganti celananya karena dia tidak ingin orang tuanya marah. Ia lalu melemparkan sepasang celana dan kemeja ketat itu sebelum meraih ponsel dan mengetik pesan untuk Luhan.
Tao: Lulu maaf, aku harus membatalkan pestanya karena orangtuaku makan malam di rumah malam ini dengan membawa tamu pria :/
p.s : dia super hot untuk seorang pria pebisnis
Luhan: aww :( ok, aku akan merindukanmu. Setidaknya dia hot ;) kabari aku saat makan malamnya sudah berakhir.
Tao meletakkan ponselnya dan segera menuruni tangga, ia mengintip di balik sudut ruang makan dan bisa melihat orang tuanya tengah berbicara dengan Mr. Sexy (Tao memanggilnya begitu).
Tapi Tao tahu dia tidak bisa menggoda pria itu di depan orang tuanya, jadi dia harus memastikan mereka tidak melihatnya. Hanya karena ia tidak mendapatkan penis di sebuah pesta malam ini, bukan berarti dia tidak bisa mendapatkan penis lainnya di rumah-kan?
Tao berjalan dan ia bisa merasakan mata Kris menatap dirinya, mencoba cuek ia kemudian memilih mengambil tempat duduk di seberang meja dengan ibunya. Tao mendengarkan Kris berbicara, suaranya yang dalam membuat tubuhnya menggigil hingga ke bawah tulang punggungnya. Kris berusaha untuk menjaga obrolan dengan Mr. Huang, tapi fokusnya terus teralihkan pada vixen kecil di depannya. Dia tidak percaya bahwa 'NaughtyTaozi' sedang duduk di depannya sekarang. God, ia akan gila!
Saat ada jeda dalam obrolan mereka, Mr. Huang mengambil kesempatan untuk berbicara dengan anaknya.
"Bagaimana sekolahmu hari ini, Tao?"
Oh Shit! Tao, seperti ZiTao, seperti Taozi, NaughtyTaozi. Kris tidak akan ragu lagi bahwa 'NaughtyTaozi' ada dihadapannya saat ini.
"Baik." Tao berhenti sejenak dan melihat kedalam mata Kris. "Sangat bagus." Kris berani bersumpah, ada kilatan nakal di mata Tao ketika ia mengatakan hal itu. Apa yang Tao lakukan sebenarnya?
"Kris." Mr. Huang berkata, "Anak-ku saat ini di tahun terakhir senior high school." Kris tersedak minumannya sendiri, untungnya orangtua Tao tidak melihat. Tapi Tao memperhatikan. Sialan, Chanyeol benar, dia masih SMA. "Dia juga mempelajari Wushu."
"Wushu?" Kris bertanya.
"Ya Wushu, itu adalah jenis seni bela diri." Tao menyela. "Aku sudah belajar itu seumur hidupku. Aku harus melakukan yoga juga untuk melatih fleksibilitas-ku. Semuanya terbayar, kini aku praktis dapat menekuk setengah tubuhku." Tao memberinya senyum ramah, tapi menurut Kris itu seperti sebuah seringaian.
'Dia meledekku.' batin Kris geram.
Makan malam berjalan cukup lancar selain fakta bahwa Tao terus memberinya tatapan seductive dan dengan 'sengaja' meraih tangannya setiap kali Kris akan membantu dirinya untuk mengambil lebih banyak makanan. Dia benar-benar meminta untuk hal itu, bukan?
Setelah makan malam selesai, Mr. Huang memintanya untuk berbicara berdua di ruangannya. Kris tahu itu tentang pekerjaan, tapi dia akan lebih bersemangat lagi jika keluar dari kamar yang sama dengan Tao-nya. Selesai berbincang-bincang tentang pekerjaan baru, dan bagaimana cara kerja Kris mengenai tawaran pekerjaan ini, akhirnya mereka sepakat untuk kembali ke ruang makan ketika ponsel Mr. Huang berdering.
"Permisi, aku harus mengangkat telpon ini beberapa menit."
Kris kembali duduk bersama Mrs. Huang dan anaknya di meja makan sementara bosnya kembali ke ruangannya sendiri. Mrs. Huang juga kembali ke dapur untuk membantu maid membersihkan piring, meninggalkan Kris sendirian bersama Tao. Kris menoleh pada Tao dan ia melihat bagaimana Tao menggigit bibir sambil menatapnya. Dan Pemuda itu-lah yang akhirnya memulai.
"Jadi, berapa umurmu?" Tao bertanya dengan sedikit candaan.
"29. Kau?"
"18." Ya tuhan, dia masih muda.
"Apakah kau sudah menikah?" tanya Tao lagi.
"Belum."
"Apa kau punya pacar?"
"Tidak." Jujur saja, Tao tidak peduli Kris sudah menikah atau memiliki pacar. Ia hanya ingin menjadi usil.
"Ohhh..." ia tertawa.
Sial, Kris berusaha mengendalikan diri. Ini akan sangat buruk jika bos-nya berjalan didepannya sementara anaknya membukuk di bawah meja ruang makan, menarik celananya turun dan menghisap penisnya.
"Maaf tentang hal itu." Mr. Huang datang dan menyela pikiran kotor Kris.
"Tidak masalah. Tapi saya harus pergi sekarang, sudah malam." Kris melirik arlojinya, 08:45 malam.
"Kupikir iya." Mr. Huang tertawa.
"Terima kasih telah bergabung dengan kami malam ini dan menerima tawaranku." Kris berdiri dan menyalami tangan Mr. Huang.
"The pleasure is mine. Thank you, I had a wonderful time." kata Kris. Saat itu Mrs. Huang berjalan kembali ke ruangan.
"Oh, kau akan pulang? Sangat bagus untuk bertemu denganmu Mr. Wu, bukan begitu Tao Sayang?" Tao mengangguk lucu. Dia memberinya pelukan cepat.
"Kami akan sangat senang untuk menjamu kembali." kata Mr. Huang.
"Oh honey, bagaimana kalau kita mengundangnya akhir pekan depan?"
"Oh, itu ide bagus. Kris, kami akan berkumpul Sabtu depan dengan beberapa teman dan beberapa kolega. Kau ingin datang? Ini akan menjadi BBQ di tepi kolam renang."
"Ya, kau harus datang." Mrs. Huang menambahkan. Kris tidak bisa mengatakan 'tidak' kepada atasannya ataupun istrinya.
"Tentu saja, saya akan senang untuk ikut bergabung." Dia tersenyum.
"Baiklah. Kita akan melihatmu di akhir pekan depan." Mereka semua berjalan ke pintu depan untuk mengantarkan Kris.
"Sampai jumpa di kantor hari Senin besok, Kris. Kita akan mendapatkan ruangan baru untukmu."
"Tao sayang, ucapkan selamat tinggal, jangan malu-malu."
'Pemalu, eh?' pikir Kris. Wow, anak ini telah menipu orang tuanya. Mereka tidak tahu jika Tao adalah seorang pelacur kecil. Tao melangkah maju dan mengulurkan tangannya pada Kris. Dia menunggu Kris untuk meraihnya.
Tao melihat Kris mengulurkan tangan dan meraih-nya. Sialan, tangannya sangat besar. Tangan terbesar yang pernah Tao lihat. Tao bisa membayangkan seberapa besar kemaluannya di bawah sana. Selagi tangan mereka berjabat tangan, Tao menatap Kris tepat di matanya.
"Selamat tinggal Mr. Wu." Kris melepaskan tangan anak itu dan memberikan satu senyum terakhir dan pergi. Begitu pintu tertutup, ia berjalan kearah mobilnya dan melompat. Sialan, mengapa semua itu terjadi begitu saja? Mendadak Kris ingat, ia masih memiliki janji setelah ini. Namun ia sudah tidak mood lagi, dan memilih untuk segera pulang. Maaf Chanyeol, tapi rencana malam ini dibatalkan.
Kris melesat ke flat-nya secepat yang dia bisa tanpa melebihi batas kecepatan. Dia berlari ke dalam lift dan menekan tombol. Dalam perjalanan menuju flat-nya, ia mengirim pesan singkat untuk Chanyeol.
Kris: Perubahan rencana. Sorry dude, tapi aku tidak bisa ke klub malam ini, nanti kau kuberitahu alasannya.
Chanyeol: Wtf? Lantas bagaimana aku bisa meghabiskan malam seks dengan beberapa pelacur? Sebaiknya kau punya alasan yang bagus.
Kris: jangan khawatir.
Pintu lift terbuka dan Kris bergegas menuju pintu flat-nya. Dia berlari ke kamar dan meraih laptop-nya. Membuka halaman favoritnya dan mengklik sebuah video. Dia menonton layar laptop-nya tanpa teralihkan sedikitpun dan duduk diam disana, melihat video itu dengan begitu khusuk.
Kris tahu ia tidak mungkin salah tapi ia juga ingin memastikan sesuatu. Dan dia ternyata benar. Disana, di tempat tidur ruangan yang remang-remang, ada anak laki-laki berusia sekitar 18 tahun dengan kulit kecoklatan, memakai tank top putih dengan kartun panda di atasnya juga celana super pendek yang sangat ketat.
NaughtyTaozi
Anak yang telah menyita perhatiannya tiga minggu terakhir ini. Pantat besar-nya yang selalu ia bayangkan saat di kantor, tubuh yang selalu ia khayalkan berada di atas meja miliknya. Tak lain dan tak bukan adalah siswa SMA berusia 18 tahun yang merupakan PUTRA BOS-NYA sendiri. Damn!
Kris tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia merasa marah karena pelacur kecil itu telah mampu membuatnya berkeringat sedemikian rupa. Tapi Kris juga akan bertemu lagi dengannya di akhir pekan depan. Kali ini Kris sudah tahu siapa Tao sebenarnya dan semua hal buruk yang telah dilakukannya diam-diam di belakang. Kris bersumpah akan membuat pemuda itu berkeringat nantinya. Well~ seorang Bad boy memang layak mendapatkan hukuman.
.
.
.
.
.
.
.
T.B.C
Note : gak ada P.S untuk chapter ini. Cuma mau ngucapin terima kasih buat kalian semua atas partisipasi dan dukungannya. Ternyata manjur juga ya? Sesekali memang perlu ancaman model begituan untuk mendapatkan respon yang memuaskan(?) :v :v #kicked
Mind to REVIEW again?
Semakin memuaskan semakin bergairah (hayoloh) eh semangatnya, Duhh itu maksudnya... -_- Jangan pada piktor oi XDDDD
SEE U
Salam hangat dari saya dan Yui (of course)
