I dont know
Summary:
Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?
Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu
Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..
Aku mencintaimu..
Park Chanyeol.
Rated: T
Cast:
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
And all member EXO
Disclaimer :
Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?
SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^
EXO GS
Genre: family, drama, complicated, romance inside
Check this out
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tunggu.. bukanya hari ini dia ulang tahun? Tapi kenapa orang orang dirumah tidak ada yang memberinya ucapan selamat ataupun memberinya kado? Bahkan eomma nya pun tidak mengatakan sesuatu saat ia berangkat sekolah, baekhyun? Jangan tanya, ia malah membuatnya kesal di pagi hari. Oh ayolah mengapa hanya temannya yang mengingat hari ulang tahunnya? Apa orang yang dirumah tidak ingat sama sekali tentang hari ulang tahunnya? Ini semua membuatnya semakin kesal,
Menyebalakan sekali lirihnya dalam hati
Chapter4 start!
Baekhyun turun dari motor chanyeol, mereka kini tengah sampai di pusat pembelanjaan di seoul, baekhyun berjalan memasuki pusat pembelanjaan itu diikuti oleh chanyeol disampingnya.
"hmm jadi apa yang harus kita beli pertama?" ucapnya sambil melihat daftar belanjaan di handphone nya
"kau bertanya padaku atau pada ponsel mu?" baekhyun menolehkan kepalanya melihat kearah sampingnya disana ada chanyeol yang tengah mendampinginya.
"hmm kurasa bertanya pada ponsel lebih menjanjikan" ucap baekhyun sengaja mengerjai chanyeol.
Chanyeol segera menghentikan langkah nya dan menatap baekhyun, "kalau begitu kau pergi berbelanja dengan ponsel mu saja sana" ucapnya terlihat kesal
Baekhyun mengulum senyumannya "aigoo aku hanya bercanda, kenapa kau serius sekali eoh? Kau cemburu pada ponsel ku?"
"aku sibuk sekarang, banyak yang harus kukerjakan, jika kau mengabaikan ku dan lebih memilih ponsel itu, lebih baik aku pulang saja sekarang" ucap chanyeol menyilangkan tangannya di dada.
"eyy so sibuk sekali, arraso aku hanya bercanda, kajja kurasa kita harus membeli bahan untuk kue dulu dan setelah itu kita pergi mencari kado untuk dio" baekhyun memeluk tangan chanyeol dan menyeret lelaki itu untuk memasuki pembelanjaan dan mencari bahan bahan yang telah dituliskan eomma nya untuk kue ulang tahun dio.
-I dont know-
"telur, terigu, mmmm... gula..." baekhyun mengambil bahan bahan itu dan memasukan nya kedalam troli yang di bawa chanyeol, sedangkan chanyeol dengan setia mengikuti baekhyun dari belakang seperti anak sholeh yang menemani ibunya berbelanja di supermarket/?:v
"baek aku lapar" chanyeol akhirnya bersuara
"susu serbuk, coklat..."
"baek..."
"baking soda..." chanyeol menyerah, apa anak itu tidak bisa mendengarnya? Sudah satu jam ia berkeliling mencari bahan bahan yang di butuhkan untuk membuat kue ulang tahun dio. Salahkan baekhyun karena anak itu tidak tahu dimana tempat bahan bahan kue yang mereka butuhkan dan sedari tadi mereka hanya berkeliling seisi supermarket, dan setelah chanyeol bertanya kapada salah satu petugas yang ada disana akhirnya mereka dapat menemukan dimana bahan bahan kue berada. Dan sesampainya mereka di tempat yang mereka cari, baekhyun berulah lagi, anak ini terlalu lama dalam memilih milih dan selalu mengabaikan chanyeol dan menyuruhnya untuk tidak meninggalkannya terlalu jauh, dan hingga akhirnya chanyeol lelah dan hanya mengekori baekhyun dari belakang, hingga sesuatu di dalam perutnya menginginkan sesuatu, chanyeol lapar dan baekhyun sama sekali tidak menghiraukannya
Sempurna.
Chanyeol meninggalkan trolinya, ia menghampiri baekhyun yang tengah memilih apa lagi yang harus ia beli untuk pesanan eommanya, sampai akhirnya langkah baekhyun terhenti karena seseorang kini tengah berada di depannya menghalangi penglihatannya. Ia mendongakan kepalanya dan melihat sosok siapa yang tengah berdiri di depannya saat ini.
"o chanyeol, ada apa?" tanyanya polos seperti tidak ada sesuatu yang terjadi.
"aku lapar baek, kau tidak menghiraukan ku dari tadi" chanyeol berucap dengen wajah kesalnya
"benarkah? Kenapa kau tidak bilang padaku?"
"karena kau mengabaikan ku dan sibuk dengan terigumu itu" chanyeol benar benar kesal kali ini, ia sungguh lapar dan ia benci di abaikan seperti ini.
"ahh benarkah? Kalau begitu selesai ini kita pergi mencari makan oke?" baekhyun tersenyum manis dan berjalan melewati chanyeol yang berada di depannya, namun langkahnya kembali tertahan saat chanyeol memegang pundaknya dan membalikan badan baekhyun kembali menghadapnya
"aku sudah tidak kuat berjalan lagi baek, aku ingin makan sekarang, perutku sakit"
Baekhyun hanya menelan ludahnya melihat chanyeol yang kini tengah menatapnya lekat, apa harus ia mengatakan kalau ia lapar dengan cara seperti ini?
"b bbaiklah, k kita pergi mencari makan sekarang"
"anak pintar, kajja aku ingin makan daging sekarang" chanyeol memamerkan senyumannya, mengusak rambut baekhyun dan merangkul pundak gadis itu, membayar belanjaan mereka sebelum mereka pergi untuk mengisi perut mereka yang lapar, sedangkan baekhyun berusaha mati matian agar terlihat senormal mungkin dan mengabaikan jantung nya yang berdetak cepat akibat perbuatan chanyeol pada dirinya.
-I don know-
Chanyeol dan baekhyun kini tengah berada di foodcourt, sesuai yang chanyeol bilang tadi ia benar benar memesan steak untuk makan siangnya, chanyeol melirik ke arah baekhyun, lagi lagi anak itu sibuk dengan ponsel nya, oh ayolah bahkan saat makan pun baekhyun akan mengabaikan chanyeol?
"baek kau ingin pesan apa?"
"hm? Terserah oppa saja" jawabnya singkat, baekhyun kembali dengan ponselnya, sebenarnya apa yang sedang ia kerjakan?
"sudah kubilang jangan memanggil ku oppa, itu menggelikan, dan sampai kapan kau akan mengurusi ponsel mu? Kau tidak menganggap ku ada disini?"
"arraso arraaa, aku akan mematikan ponsel ku sekarang, kau puas?" baekhyun mempoutkan bibirnya dan segera meletakan ponsel nya di meja sebelum lelaki yang berada di depannya ini mengoceh lagi
Sebuah cengiran terukir di wajah chanyeol "gadis pintar, lagi pula tidak sopan jika kau mengabaikan seseorang yang sedang bersamamu dan kau malah memainkan ponsel mu, itu tidak baik byun baekhyun"
Baekhyun hanya memutar bola matanya kesal, "aku tau, aku tau, kau sering mengatakan itu beribu ribu kali park chanyeol dan aku hampir mati karena terus mendengarnya"
"lagi pula apa yang membuat mu seserius itu? Bukan kah belanjaan yang di pesan bibi sudah di beli semua? Kau sedang chat dengan seseorang?"
"tidak, sebenarnya aku bingung harus membeli apa unuk hadiah dio nanti"
"jadi hanya karena hal itu kau mengabaikan ku dan lebih sibuk dengan ponsel mu?"
"emm, mungkin jika aku mencarinya di internet aku bisa mendapatkan ide"
"kau tidak usah mencarinya di internet, bukanya kau tau apa saja yang disukai dio? Kau hanya perlu membelikannya boneka atau buku atau mungkin headset baru"
"aku sudah memberi itu semua di ulangtahun dio sebelumnya"
"kalau begitu bagaimana dengan sebuah baju?"
"aku tidak tau selera fashionnya, bagaimana jika ia tidak menyukai nya dan malah tidak memakainya?"
"jika ia tidak menyukainya kau kan bisa memakainya"
"mana bisa seperti itu bodoh"
Dan perdebatan itu terhenti ketika makanan yang mereka tunggu datang, meraka menikmati makan siangnya dengan tenang, hening beberapa saat sebelum akhirnya baekhyun kembali bersuara
"chanyeol, apa yang akan kau berikan untuk dio nanti?"
"aku? Mungkin boneka"
"boneka? Heyy itu terlalu mainstream, lagipula dio sudah punya banyak boneka di kamarnya, lagian dio itu sudah besar dia tidak lagi tidur dengan boneka"
"lalu aku harus membeli apa? Aku ini laki laki, aku tidak tau hal hal seperti itu"
"arghh ini membuatku gila"
Hening beberapa saat sebelum akhirnya...
"ahh aku tau!"
"apa? Kau akan membelikan dio apa?"
"sebuah bando" baekhyun menjawab nya dengan penuh semangat
"pffft, bhahahahaha, kau akan membelikan dio bando? Aku yakin setelah dio membuka bungkus kadonya dan mendapati sebuah bando di dalamnya, ia pasti akan segera membuangnya, dio tidak menyukai hal hal seperti itu baek" chanyeol tertawa membayangkan jika itu benar benar terjadi
"kau benar, terakhir kali ia mematahkan bando ku karna ku paksa memakainya untuk diajak berfoto bersama, hahhh lalu apa yang harus aku beli untuk hadiah ulang tahunnya?" baekhyun menghembusakn nafas beratnya dan memakan steaknya dengan raut wajah yang kesal
"kita bisa mengurusnya nanti, habisakan dulu makan siang mu setelah itu kita akan pergi mencari kado untuk dio" ucap chanyeol, ia menjulurkan tangannya da mengusap sudut bibir baekhyun
"ada saus di bibirmu" chayeol tesenyum menggoda setelah mengusap saus di sudut bibir baekhyun
Baekhyun kaget dengan apa yang chanyeol lakukan, ia membulatkan matanya "YAKKK KAU INI GILA? JANGAN BERBUAT SEPERTI ITU LAGI ATAU KU PATAHKAN JARIMU!"
"aigooo lucunyaa" chanyeol tertawa puas melihat ekspresi baekhyun yang kaget atas perbuatannya, ia pun mencubit pipi baekhyun gemas
"YAKK HENTIKANNN" baekhyun menepis tangan chanyeol yang berada di pipinya, dan ia bisa merasakan pipinya memanas
"pipimu merah baek, hahahahaha" chanyeol tertawa keras karenanya, menggoda baekhyun adalah salah satu favorit chanyeol dan ia tidak akan berhenti sebelum baekhyun melaporkannya pada dio, dan berakhir dengan dio yang akan memarahi chanyeol, tapi disini tiak ada dio bukan? Jadi chanyeol bisa mengerjai baekhyun selama yang ia mau
"HENTIKAN! PIPI KU TIDAK MERAH"
"wahhh bahkan telingamu ikut memerah baek, hahahahha"
"PARK CHANYEOL HENTIKANN!"
Begitulah seterusnya, chanyeol yang tertawa terbahak bahak dan baekhyun yang terus mengatakan tidak, hingga baekhyun berucap ia akan menangis jika chanyeol terus menggoda nya dan berakhir lah dengan chanyeol yang meminta maaf dan baekhyun yang merajuk, aneh bukan/?:v
-I dont know-
Pukul 4 sore dio pulang dari sekolah nya, ia benar benar akan marah jika orang orang yang ada di rumah nya tidak mengingat hari ulang tahunnya.
"awas saja jika kalian benar benar melupakannya"
Dio membuka pintu rumah nya dan segera memasuki rumahnya
"aku pulanggg... eh? Sepi sekali? Kemana semua orang?
"eommaaa?"
"baekhyunn?"
"apa eomma sedang keluar? Gelap sekali, apa eomma lupa menghidupkan lampu sebelum beragkat? Tapi eomma pergi kemana?"
Dio terus bergumam dengan dirinya sendiri, rumah nya sangat sepi sekarang, apa semua orang tidak ada di rumah? Apa baekhyun dan chanyeol belum pulang? Lalu dimana eomma nya?
"eomma kau dimanaa?" dio berjalan ke arah dapur seraya menghidupkan lampu ruangan itu, matanya menangkap sesuatu yang tertempel di kulkas, ia melangkahkan kakinya kesana, ia mendapati sebuah note tertempel dengan sebuah magnet berbentuk penguin yang membuat note itu tertempel di kulkas
"kyungsoo ya, eomma pergi kerumah paman suho sebentar, jika saat kau pulang eomma belum ada kemungkinan eomma akan pulang terlambat, ada sayur untuk makan malam, kau tinggal menghangatkannya, ahh dan juga bekhyun, jika kau sudah pulang dan baekhyun tidak ada di rumah segera telfon dia dan suruh dia pulang, eomma hanya pergi sebentar, baik baiklah dirumah bersama baekhyun, eomma meyangimu.."
Dio menghela nafasnya, ulang tahun yang sempurna pikirnya, eomma nya tidak ada, baekhyun dan chanyeol pergi bersenang senang dan dio sendirian, dio pun mengeluarkan ponselnya, ia segera menghubungi nomor baekhyun
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan coba beberapa...
"perfect"
Dengan malas dio mematikan ponselnya dan segera melangkahkan kakinya menaiki tangga, hari ini cukup melelahkan dan dio pikir lebih baik ia pergi mandi dan melewati detik detik hari terakhir ulangtahunnya dengan tidur. Dengan lemas dio membuka pintu kamarnya dan...
"SUPRISEEEE!"
"SAENGIL CHUKA HAMNIDA, SAENGIL CHUKA HAMNIDAA, SARANGHAE KYUNGSOO YA"
"SANGIL CHUKA HAMNIDAAA"
Dio membulatkan matanya, ia benar benar kaget dengan apa yang dilihatnya saat ini, dio menutup mulut dengan tangannya dan ia hanya mematung di ambang pintu kamarmya, dan saaat ia melirik keadaan kamarnya, ini benar benar berbeda! Sejak kapan ada balon di tiap sudut kamarnya? Dan sejak kapan ada pita warna warni menggantung di langit langit kamarnya? Dio kembali mengalihkan pandangannya ke orang orang yang ada di dalam kamarnya, disana ada baekhyun dengan kedua tangan nya yang sedang memegang kue ulang tahun, disana juga ada chanyeol dan eomma nya yang memegang kado di masing masing tangannya, oh dan jangan lupa mereka juga mamakai topi khas seseorang yang sedang merayakan ulang tahun dan chanyeol yang meniup terompet
"hey kenapa kau hanya mematung disana? Kemarilah" baekhyun menghampiri dio yang masih mematung di ambang pintu, ia menarik dio dengan sebelah tangannya, mengajak dio untuk memasuki kamarnya, kemudian cahnyeol datang mendekati dan memakaikan dio sebuah topi khas perayaan ulang tahun
"HAPPY BIRTHDAY DO KYUNGSOO" ucap baekhyun, chanyeol dan eomma dio bersamaan
"YEEEEEE"
TEET TEET TEEETT PUFFF
Dan seketika kamar itu dipenuhi sorak sorai/? Baekhyun dan chanyeol yang meniup terompet dan eomma dio yang menaburkan kertas pernak pernik/?:v
"kajja nyalakan lilin nya" chanyeol segera mengambil korek api dan menyalakan lilinya
Baekhyun pun segera mengarahkan kue itu pada dio
"make a wishh!" baekhyun tersenyum dengan sangat manis, dio yang masih bingung dan kaget dengan semua ini akhirnya memejamkan matanya dan membuat harapan, kemudian ia membuka lagi matanya dan meniup lilin nya
"HOREEEEE" semuanya tepuk tangan:v
"jja aku membelikan ini untukmu, terimalah" chanyeol memberikan bingkisan berupa kado kepada dio
"aku juga membelikan ini untukmu, semoga kau menyukai nya" kali ini baekhyun yang memberikan kadonya untuk dio
"dan ini untukmu sayang" eomma dio memberikan kue yang di pegang baekhyun kepada dio, "eomma menyangimu, selamat ulang tahun" eomma dio mengecup pipi anaknya itu lembut kemudian memeluknya sayang
Dio tidak bisa menahannya, ia terharu dengan apa yang keluarganya lakukan untuk ulang tahunnya, dio mengusap air mata yang mengalir di pipinya
"terimakasih eomma, baekhyun, chayeol, aku kira kalian melupakan ulang tahunku hiks"
"eyy mana mungkin kami melupakannya, tentu saja kami mengingatnya" ucap baekhyun memukul pelan lengan dio bermaksud menghiburnya
"ini semua pekerjaan baekhyun, baekhyun mengerjaimu, kau harus memarahinya" chanyeol berucap seadanya
"i itu tidak benar kau jangan mendengarkan chanyeol, a aku tidak seperti itu" baekhyun mengibaskan tangannya dan berusaha menghilangkan rasa gugupnya, ia takut jika dio marah setelahnya
"tidak apa apa, aku tidak akan marah, bersyukurlah karena hari ini aku ulang tahun jadi kalian dalam posisi aman"
"heyy apa maksud mu dengan kalian? Aku tidak berbuat apa apa, ini murni pekerjaan baekhyun, aku tidak melakukan apapun sungguh" chanyeol berucap karena ia rasa ini tidak adil jika ia ikut kena marah dio.
"yak yak yakk, sudahlah bagaimana kalau kita membuka kado saja? Dio bukalah kadonya ku harap kau menyukai kado pemberianku" baekhyun menyela chanyeol dan dio ia memamerkan cengirannya berusaha membuat keadaan menjadi lebih baik dan menghentikan perdebatan antara dio dan chanyeol
"baiklah, mari kita lihat, kau memberiku apa? Bukan sesuatu yang aneh kan?" dio terlihat menebak nebak sebuah kotak kecil yang terbungkus dengan kertas kado itu, mungil sekali pikirnya
"itu bom" ucap baekhyun malas
"tentu saja itu hadiah, tenang saja itu bukan sesuatu yang aneh, aku yakin kau pasti akan menyukainya, bukalah.." ucap baekhyun seraya mengigit bibirnya
Dio pun segera membuka kertas kado itu, di dalamnya kotak kecil sangat kecil, dio pun membuka kotak itu dan mengambil sesuatu di dalamnya
Klining.. kring kring
Itu sebuah gantungan ponsel, sebuah lonceng kecil berbentuk kepala pinguin,
"eotte? Kau menyukainya?" baekhyun menanti jawaban dio, ia harap kali ini dio akan menyukai hadiah yang di berikannya
Dio sempat diam dan mengamati hadiahnya itu, manis sekali, itulah yang terlintas pertama kali di kepalanya saat melihat hadiahnya
"ini.. sungguh manis.. aku menyukainya baek, dimana kau membeli ini?" dio mentap baekhyun dan tersenyum manis, baekhyun menghembuskan nafas nya
"huufhh syukurlah kau menyukainya, aku juga memiliki satu di ponsel ku"
Baekhyun mengangkat ponsel nya dan dio bisa melihat disana tergantung gantungan ponsel yang sama dengan milik dio namun punya baekhyun sebuah lonceng berbentuk kepala pikachu
"kau tidak boleh menghilangkannya aku mencarinya dengan susah payah"
"tidak sulit mencari itu kau nya saja yang terlalu banyak pilih pilih" chanyeol berucap, ia mengingat kejadain dimana saat ia menemani baekhyn membeli kado beberapa waktu lalu, setelah mondar mondar di sebuah toko souvenir dan dengan banyak pertimbangan baekhyun akhirnya memutuskan untuk membeli gantungan ponsel itu, ia bahkan menanyakan pendapat chanyeol tentang hadiah yang akan ia berikan kepada dio hingga ratusan kali, dan itu membuat chanyeol harus menahan rasa sabarnya.
"ish diam lah kau juga banyak pilih pilih jangan menyalahkanku"
Dio memasangkan gantungan pemberian baekhyun pada ponselnya, ia melihat ponselnya dan tersenyum, "lucu sekali"
Klining klining lonceng berbentuk kepala pinguin itu berbunyi saat dio menggerak gerakan ponselnya, dio pun membuka hadiahnya yang kedua, itu dari chanyeol,
"jam tangan?" dio mengambil sebuah jam tangan yang berada di dalam kotak kado itu, sebuah jam tangan berbentuk mungil berwarna hitam sederhana
Perdebatan baekhyun dan chanyeol terhenti ketika dio memakai jam tangan itu di lengan kirinya "kau menyukai nya?" tanya chanyeol penasaran
"ini bagus sekali oppa, bagaimana kau bisa tau jika aku membutuhkan jam tangan? dan tumben sekali kalian memberikan ku hadiah yang bermanfaat"
"jadi selama ini hadiah dari kami tidak bermanfaat?" baekhyun berujar setelah mendengar perkataan dio
"bukan begitu, maksud ku hadiah yang kalian berikan tahun ini lebih bermanfaat dari tahun sebelumnya dan ini bisa ku kenakan setiap hari tidak hanya aku pajang di kamar dan aku sangat menyukainya, gumawo baekhyun ah, chanyeol" dio pun memeluk bakhyun dan chanyeol bersamaan, ia senang karena mereka selalu menjadi bagian dari keluarganya dan menjadi bagian terpenting dalam hidupnya
"lalu bagaimana dengan eomma hm? Kau tidak akan memeluk eomma mu ini?"
"hehehe, eomma yang terbaik, aku mencintai mu" dio mengecup pipi eommanya dan memeluknya erat
"terimakasih untuk semuanya, aku benar benar senang, aku kira kalian benar benar melupakan hari ulang tahunku"
"itu tidak mungkin, tentu saja kita akan selalu mengingatnya, jjaaa.. mari berfotoo!" baekhyun beranjak mengambil sebuah kamera kemudian baekhyun menyuruh semuanya untuk menghadap kamera setelah ia mengatur waktunya, baekhyun kemudian menghampiri semuanya, baekhyun berdiri di sebelah kiri dio dan dio yang berada di tengah dengan memegang sebuah kue ditangannya di sebelah kanan nya adalah eomma nya dan dibelakang nya tengah berdiri chanyeol,
"siapp? Hanna, duull," baekhyun melirik dio yang tengah tersenyum menghadap kamera, ia melirik kue yang tengah di pegang oleh dio, sebuah ide jail terlintas di pikirannya, baekhyun mencolekan telunjuk nya pada krim kue itu dan mengoleskan nya ke pipi dio, dengan cepat baekhyun membentuk peace dengan kedua jarinya, sedangkan dio yang kaget ingin memarahi baekhyun sebelum akhirnya..
"cheseee"
Ceklek
Satu foto tecetak setelahnya, baekhyun mangambilnya dan mengibas ngibaskan foto itu agar segera terlihat gambarnya, baekhyun tersenyum melihatnya, disana semua nya tersenyum menghadap kamera
"yakk kemarikann!" dio merebut foto itu dari tangan baekhyun,
"yakk kau membuatku terlihat jelek! Aku ingin difoto ulang!" dio protes karena di dalam foto itu dio terlihat jelek karena ada krim kue di wajahnya
"ini bagus tauu! Kau terlihat lucu disana, aku tidak mau difoto ulang, aku menyukai yang ini"
"tapi aku ingin difoto ulangg!"
"tidak mau!"
Dan malam nya mereka lalui dengan tawa bahagia di hari ulang tahun dio, meraka memakan kue dan makan malam bersama. Malam ini sudah menunjukan pukul delapan malam, chanyeol pamit pada eomm dio karna ia akan pulang, namun sebelum pulang chanyeol mengingatkan baekhyun agar besok ia tidak bangun terlambat seperti minggu sebelumnya, ya mereka akan olah raga pagi seperti yang selalu mereka lakukan setiap minggunya, dan chanyeol pun pamit setelahnya
-I dont know-
"eomma kau tau? Hari ini ulang tahun dio dan kami merayakannya, aku senang dio menyukai kado pemberianku, hari ini sungguh menyenangkan eomma, dan... hari ini aku senang karena bisa pergi bersama orang itu"
Baekhyun mengusap wajah seseoarang dalam sebuah foto, ia menatap foto yang ia ambil saat ulangtahun dio tadi, di dalam foto itu terdapat dio, baekhyun, eomma dio, dan chanyeol yang tengah tersenyum bahagia menatap kamera. Sebuah senyuman terukir di wajah baekhyun, ia terus mengusap wajah seseorang di foto itu, satu satu nya lelaki yang berada di dalam foto itu.
"ku harap eomma berada disini bersamaku, aku ingin mengenalkan eomma pada dio, eomma dio dan juga chanyeol.. mereka sudah merawat ku dengan baik eomma, aku bahagia karena mereka mengijinkan ku untuk tinggal disini.. tapi aku sangat merindukanmu eomma, aku merindukanmu.."
Mata baekhyun memanas sekarang, bibir nya terasa bergetar, baekhyun menggigit bibirnya, dan seketika lelehan bening itu mengalir dari matanya, ini sungguh menyakitkan, setiap hari di penghujung harinya, sebelum baekhyun tertidur dan terbangun di pagi harinya, baekhyun selalu seperti ini.. ia selalu menangis seperti ini.. baekhyun sungguh merindukan eomma nya, eomma yang bahkan ia tidak ketahui namanya bahkan ia tidak ingat wajah eomma nya, ia lupa semuanya.. ia tidak ingat semuanya.. baekhyun mengusap air mata yang mengalir di pipinya, setiap malam ia selalu menceritakan hari hari yang sudah ia lewati pada eomma nya, ya pada eomma nya.. baekhyun berharap setidaknya ia bisa melihat wajah eommanya atau setidaknya bisa mengingat wajah eommanya.
"maafkan aku.. aku tidak bisa mengingat mu eomma.."
"aku mencintaimu eomma, jeongmal.."
Baekhyun pun memejamkan matanya dan terlelap dalam mimpinya...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Haihaiiii:v gimana/? Itu moment chanbaek pertama di ff ini, pasti kurang nghh/? Maapin:v biku bingung mesti ngadain moment yang kaya gimana/? Tar deh chap depan biku usahain dibikin lebih nghh moment nya/? Udah ketauan juga kan disini baekhyun ada samthing ke chanyeol/? Nahloo:v chap depan biku mau coba bikin momen chanbaek lagi, mudahan sesuai harapan kalian/? Biku pengen minta review nya dongg, biar semangat ngetiknya:3 huehehehe:3
Udah deh segitu doang wkwkwk jangan lupa review, annyeonggg:*
-Biku-
