[M] – YAOI! MaleXMale! – Adult Content!
-Huang Zitao : 18 years old-
-Wu YIfan : 29 years old-
BOLD WARNING : Daddykink, mature language, agegap, slutty Tao, Slut shamming, bondage, public sex!
.:.
.:.
MY BOSS'S SON
(Chapter 3 : What do you want?)
.:.
ORIGINAL STORY © SUGA_HIGH
Remake Version by Yui Kitamura
Editing - Beta Reader by Harumi Shiba
.
.
.
.
"Bagaimana pestanya?" tanya Tao. Saat ini dia tengah menghubungi Luhan sambil bersantai dipinggir kolam renang bersama segelas es teh miliknya.
"Tidak menyenangkan tanpamu." Luhan merengek melalui telepon.
"Tapi kau dan Sehun melakukan seks-kan?"
"Duh, kami melakukannya semalaman"
"Good aku senang. Setidaknya salah satu dari kita bersenang-senang tadi malam." Dia menghela napas.
"Bagaimana makan malam dengan orang tuamu dan pria pebisnis hot itu?"
"It sucked, kecuali untuk Mr Sexy sih. Luhan, kau tidak tahu seberapa hot-nya dia. Pria itu sungguh benar-benar hot." Tao berkata antusias. "Dia terlihat seperti model Calvin Klein. Dan ukuran tangannya oh my fucking face!"
"Wow, terdengar sangat seksi. Beri tahu aku ciri-cirinya lagi!" Luhan menuntut.
"Yah~ dia sangat tinggi, lebih tinggi dariku. Dia punya rambut pirang gelap dan bertubuh kekar." Tao berkata dalam satu tarikan napas. "Aku juga yakin dia selalu melihatku setiap ada kesempatan. Ugh, aku mulai horny hanya karena memikirkannya."
"Aku ingin bertemu dengannya." Luhan merengek.
"Jangan khawatir, dia akan berada di pesta BBQ akhir pekan ini. Dan jika kita beruntung, kita akan bisa melihatnya berenang tanpa baju!" Tao menjerit.
"Yay! Jadi kau akan merayunya?" Luhan bertanya dengan nada menuntut lagi. Dan kali ini terdengar sangat ingin tahu.
"Oh you fucking know it! Aku sangat ingin menghisap penis-nya."
.
.
.
.
"Tolong ikuti saya, Mr. Wu."
Senin pagi dan Kris saat ini tengah mengikuti sekretaris menakutkan itu ke ruangan barunya. Mereka berjalan menyusuri lorong dan berhenti tepat di depan pintu ketiga di sebelah kanan.
"Di sinilah ruangan anda." wanita itu berbicara sambil membuka pintu. Dia melangkah ke samping agar Kris bisa masuk ke dalamnya. Setelah Kris masuk, dia bisa melihat sebuah meja kokoh yang terlihat bagus dengan kursi hitam yang nyaman. Terdapat beberapa buku disana juga dinding full jendela dengan pemandangan yang sangat menakjubkan.
WOW
"Saya harap itu sesuai dengan keinginan Anda Mr. Wu." katanya sambil berjalan 'menggoda' memasuki ruangannya. Dan Kris hanya bisa meringis saat sekretarisnya itu perlahan-lahan melangkah kearah meja barunya.
"Saya yakin anda akan menggunakan meja ini dengan baik. Bukankah begitu, Mr. Wu?" wanita itu lalu menyeringai. Oh my god, Kris ingin sekali menendang jalang ini keluar dari ruangan barunya sekarang. Atau paling tidak, Kris akan dengan senang hati menyeretnya keluar jika dia masih saja bertingkah tidak tahu diri di depannya.
"Ah, sudah berada disini rupanya. Terima kasih atas bantuanmu Nona Park, kau tidak lagi dibutuhkan disini." kata Mr. Huang mengintrupsi keduanya. Wanita itu mengerutkan kening tapi segera menuruti perintah Mr. Huang untuk keluar dari ruangan baru Kris dan meninggalkan mereka berdua.
"Jadi, bagaimana ruangan barumu ini, Kris?"
"It's great. I couldn't ask for better. Thank you."
"Aku tahu kau belum memiliki banyak hal di ruangan ini, jadi mungkin akan terlihat sedikit kosong pada awalnya. Tapi aku yakin kau bisa membuat ruangan ini seperti rumahmu sendiri dan oh lihat, kau juga bisa melihat pemandangan kota." Mr. Huang berkata sambil berjalan kearah jendela. Kemudian dia berbalik.
"Aku akan melihatmu di BBQ sabtu depan-kan?" lanjutnya.
Sabtu? Oh benar, Sabtu. Kris tertawa sendiri. Dia punya banyak rencana untuk hari Sabtu.
"Ya, saya akan bertemu dengan anda sabtu nanti." Kris melambaikan tangan saat Mr. Huang meninggalkan ruangannya. Well, Kris sudah tidak sabar menunggu akhir pekan tiba. Dia siap untuk menggoda si penggoda kecil anak bos-nya itu. Dan dia juga tidak sabar menunggu untuk segera menyentuh tubuh sexy-nya.
.
.
.
.
Hari Sabtu ini, Tao bangun pagi-pagi sekali sehingga dirinya bisa membersihkan diri sepanjang pagi. Dia harus terlihat menawan. Dia mandi lalu mengenakan lotion yang menjadikan kulitnya bersinar dan juga membuatnya terlihat lebih fuckabel. Dia akhirnya memilih untuk mengenakan pakaian renang berwarna biru yang sangat ketat, sangat cocok untuk memamerkan lekuk pantat bulat- nya. Zitao menarik tank top hitam dan diakhiri dengan bubuhan eyeliner di kedua matanya.
Perfect! Dia sudah terlihat sangat hot. Tidak ada orang yang bisa mengalahkan betapa seksi-nya dia.
knock knock
Tao membuka pintu kamar untuk melihat butler-nya.
"Tuan muda Huang, tamu anda telah tiba."
"Suruh dia masuk." Tao melihat butler-nya berjalan pergi lalu kembali ke kamarnya dengan membawa Luhan.
"TaoTao!" Tao bisa mendengar Luhan menyanyikan namanya saat dia berjalan ke arah kamarnya. Tao melihatnya masuk dan Luhan berlari untuk memeluk tubuhnya erat. Saat ia menarik diri, Tao merasakan tamparan di area pantatnya.
"Wow berbaliklah." Luhan meletakkan tangannya disekitar lingkar pinggang ramping Tao.
"Sialan, pakaian ini sangat ketat. Tidak-kah ayahmu akan marah?" Tao memutar matanya.
"Mungkin, tapi dia akan terlalu sibuk untuk sekedar melihatku. Bagaimana denganmu? Tidak-kah Sehun marah jika ia tahu apa yang kau pakai?" Tao bertanya. Saat ini Luhan mengenakan hot pink pendek yang memotong pertengahan paha dan crop top freakin!
"Mungkin." Luhan tertawa, kemudian melanjutkan. "Tapi seharusnya dia tahu jika itu tidak akan menyakitinya. Ditambah lagi aku dan Sehun tidak pacaran, dia tidak punya hak untuk marah." Luhan menyatakan. "Yang berarti aku bisa melakukan ini."
.
.
.
.
Luhan meraih tangan Tao dan menariknya ke tempat tidur, ia mendorongnya sehingga Tao terjatuh dengan lembut diatas kasur. Luhan merangkak di atas Tao dan mengangkangi pinggangnya. Dia membungkuk dan menangkap bibir Tao dengan bibirnya sendiri. Dimulai dengan ciuman yang lambat, hanya menikmati nuansa bibir basah masing-masing. Mereka mulai membuka mulut mereka dan Tao menjulurkan lidahnya ke dalam gua basah Luhan.
Saliva mereka perlahan-lahan keluar satu sama lain, mengambil waktu sejenak untuk menjelajahi mulut masing-masing dan menegaskan bahwa mereka berdua adalah teman yang sangat akrab. Kemudian mereka mendengar suara ketukan di pintu Tao. Luhan terkejut dan segera melompat dari tubuh Tao sehingga ia bisa duduk. Sementara Tao segera berlari kearah pintu sebelum orang lain yang membukanya dari luar. Pemuda itu sedikit membukanya sambil menyembunyikan tubuhnya di balik pintu, hanya kepalanya saja yang mencuat keluar. Dan tanpa disangka-sangka, ia langsung dihadapkan dengan ayahnya.
"Tao, kau sudah siap? Para tamu mulai berdatangan. Kau harus turun sekarang."
"Ya aku siap. Aku dan Luhan akan turun dalam satu menit." Tao berkata dan berharap ayahnya akan pergi tanpa mengajaknya. Karena jika ayahnya melihat pakaian yang ia kenakan sekarang, sudah pasti dia akan berada dalam masalah besar.
"Oke, jangan terlalu lama. Kita tidak ingin membuat orang-orang menunggu." kata ayah Tao sebelum ia menuruni tangga. Tao mendesah lega dan berbalik menghadap Luhan.
"Hampir saja." Luhan mengangguk sambil bangkit.
"Dia mungkin akan menendang pantatmu jika dia melihatmu dari dekat dan melihat apa yang kau pakai~" Luhan tertawa.
"Whatever, kita harus segera turun."
.
.
.
.
Sekitar pukul 04:15 adalah waktu ketika Kris sampai di kediaman keluarga Huang. Dia melangkah keluar dari BMW hitamnya dengan swim trunks, t-shirt yang menunjukkan beberapa otot milik-nya dan kacamata Ray Ban-nya. Ada banyak mobil sudah terparkir disana, membuat kediaman itu terlihat penuh sesak. Kris kemungkinan besar tidak mengenal siapapun di dalam sana. Ini akan menjadi sangat menyenangkan.
Ia melangkah kearah depan kemudian membunyikan bel pintu. Butuh beberapa menit sebelum seseorang membukakan pintu, tapi ketika pintu itu terbuka Kris melihat tubuh seksi tengah menyambutnya.
"Mr Wu. Senang kau datang. Orang tuaku akan sangat senang melihatmu. Ayo masuk." Kris berjalan disamping Zitao. "Semua orang sudah ada di belakang, ikuti aku."
Tao berbalik dan mulai berjalan mendahului Kris. Kris mengikuti persis di belakangnya dengan mata yang terpaku pada pantat bulat anak itu. Lihatlah cara pinggulnya bergoyang-goyang beriringan, itu adalah dosa besar. Kris menyukai bagaimana pakaian renang biru aqua tampak begitu menakjubkan disandingkan dengan kulit tan-nya. Sementara Tao menyeringai pada dirinya sendiri mengetahui pria di belakangnya mulai menatap pantatnya. So, dia harus memastikan pantatnya bergoyang dengan seksi.
Mereka berjalan ke halaman belakang untuk melihat sekelompok orang. Para pria dengan barbekyu, para wanita duduk-duduk di rumput furnitur, sementara beberapa anak-anak mereka tengah berenang di kolam renang besar.
"Ayahku ada di sana." Tao menunjuk kearah sekelompok orang. "Tapi jika kau bosan, kau selalu bisa datang bergabung denganku." Tao berkata sembari memberikan senyum genit sebelum meninggalkan kolam. Tuhan, tolong bantu Kris berpikir. Tapi akhirnya setelah meninmbang-nimbang ia memutuskan untuk berjalan kearah Mr. Huang terlebih dahulu.
"Kris! aku senang kau bisa datang. Kemarilah, izinkan aku mengenalkanmu pada beberapa temanku." Kris tersenyum dan menyapa semua orang. Dia mengambil bir dan mulai bergabung dalam obrolan kecil mereka. Kemungkinan hal ini tidak akan begitu canggung nantinya. Setelah cukup lama mengenal beberapa orang, ia melihat Mrs. Huang berjalan membawa teman wanitanya kearah suaminya.
"Bagaimana kabarmu?" Wanita itu memberi Mr. Huang sebuah ciuman pipi sebagai sambutan.
"Sangat bagus, bagaimana putri-putrimu?" Dia menyebut teman wanita istrinya itu.
"Mereka sudah besar, tetapi beberapa putriku tertarik untuk bertemu dengan Kris disini." Wanita itu berkata sambil menunjuk Kris. "Kris, bisakah bergabung dengan kami sebentar?" Dia bertanya. Kris tidak ingin terlihat kasar sehingga dia setuju dengan ajakan wanita itu untuk menemui mereka.
Dia akhirnya diseret kearah meja penuh dengan wanita, semuanya memberi tatapan menggoda padanya. Mereka bertanya berbagai pertanyaan padanya, seperti apakah Kris sedang menyukai seseorang sekarang ataukah ia sedang mencari seseorang untuk menjadi pendamping hidupnya. Beberapa dari wanita itu bahkan cukup berani menyentuh lengannya.
Setelah sekitar 20 menit berbincang dengan mereka, Kris tiba-tiba ditarik oleh salah satu wanita kearah dua kursi santai di tepi kolam renang. Dimana wanita itu mencoba peruntungan dengan menggodanya, tapi gagal total. Dia terus beringsut agar lebih dekat dengan Kris sampai-sampai mereka hampir berada diujung kursi. Dan Kris berusaha memikirkan berbagai cara untuk menyingkir dari hadapan wanita ini hingga akhirnya terdengar jeritan keras dari anak kecil yang berteriak begitu nyaring.
"mommy!"
Wanita itu melihat sekeliling sampai ia melihat dimana jeritan itu berasal, dia segera melompat dari samping Kris dan menuju kearah anak itu sembari berkata, "Ini Mommy, kau tidak apa-apa?"
Mata Kris terbelalak menyadari bahwa wanita itu ternyata memiliki seorang anak berusia enam tahun. Hal itu sudah pasti melegakan dirinya. Kris akhirnya bisa duduk bersantai di kursinya sekarang, sendirian.
.
.
.
.
Di kolam renang, Tao dan Luhan sedang duduk di tepian-nya dengan kedua kaki yang dimasukkan ke dalam air.
"Omg, Kris sekarang sendirian. Kita bisa mengobrol dengannya." Tao memekik gembira. Dia dengan semangat melompat dan menarik Luhan bersamanya lalu berjalan di sekitar kolam renang untuk menemui Kris.
"Hai, Mr Wu." Kris mendengar suara lembut mengalun ditelinganya. Dia mendongak untuk melihat Tao dan pemuda lain yang tampak berdiri sangat akrab disamping Tao. Dia melihat mereka mengambil tempat duduk di sebelah kursinya.
"Ini temanku Lulu." Lulu? Bukankah dia itu anak laki-laki yang bermain dengan Tao di beberapa video-nya?! Kris berdeham canggung.
"Hallo..." Kris menyapa pada Luhan.
"Kau bisa memanggilku Luhan jika kau ingin." Luhan tersenyum. Kris mengangguk tidak yakin dengan apa yang harus dia katakan pada mereka berdua.
"Jadi kau akan berenang?" Tao memiringkan kepalanya kesamping, cutely. "Aku yakin kau perenang hebat, Kau memiliki banyak otot." Tao mengulurkan tangan dan mengusap-ngusap bisep Kris. "Wow, begitu kuat." dia tertawa.
"Oh, aku juga ingin memegangnya." Luhan berkata dan menyambar lengan Kris lainnya. Kris melihat sekeliling dengan gugup, memastikan tidak ada orang yang melihat mereka. Dua remaja yang menggoda pria berusia 29 tahun. Tao dan Luhan melihat satu sama lain dan kemudian kembali menatap kearahnya. Kris tidak tahu apa yang dua remaja itu rencanakan.
"Mr Wu, kita ingin menunjukkan sesuatu padamu, ikuti kami." Tao berdiri dan meraih lengan Kris, menariknya agar mengikutinya. Sementara Luhan mengikuti langkah mereka berdua di belakang Kris.
Ternyata Kris ditarik Tao kedalam rumah dan mereka berjalan menyusuri lorong. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kris melihat ke belakang, ternyata Luhan sudah tidak mengikuti mereka lagi. Di lorong ini hanya ada dirinya bersama si sexy Tao. Oke Kris, ini adalah kesempatan untuk menjalankan rencanamu. Kau hanya perlu mengejutkannya sebelum Tao memiliki kesempatan untuk bertindak.
Mereka berdua akhirnya berhenti di sebuah kamar mandi dan Tao membuka pintunya. Pemuda itu hendak menarik Kris, namun dia tiba-tiba didorong oleh Kris terlebih dahulu. Kris segera menutup pintu kamar mandi dan menguncinya sebelum melempar tubuh Tao ke dinding, mengurungnya di bawah kuasa tubuhnya. Mereka berdua saling menatap dalam.
Tao yang memulainya, ia mengalungkan lengannya di leher Kris dan menyatukan bibir mereka berdua. Kris mencium bibir kucing Tao dengan beringas, mendorong lidahnya ke dalam mulut Tao. Dia menggigit bibir bawahnya, membuat Tao mengerang dalam ciumannya. Ciuman itu terlihat kasar, meleburkan semua rasa frustrasi seksual mereka. Tangan Kris mulai meraba dan menjelajah ke bawah tubuh Tao kemudian berhenti di sekitar pantat indahnya.
Dia meraba-raba setiap pipi bulatan itu, memisahkannya dan meremasnya hanya untuk memberikan tamparan main-main di dua bulatan kenyal itu. Tao menjerit kecil, tapi itu teredam oleh ciuman mereka. Kris mulai mencium rahang Tao sebelum menghisap lehernya, membuat Tao mendesis nikmat.
Kris kembali mencium telinga Tao, menjilatnya sensual diikuti oleh gigitan-gigitan kecil yang seketika membuat Tao tersentak.
"Kau menyukainya?" bisik Kris dengan suara serak. Tao mengangguk.
"Ya, kau pasti menyukainya, NaughtyTaozi."
Tiba-tiba seluruh tubuh Tao menegang kaget. Matanya membelalak terbuka untuk melihat mata gelap Kris yg tengah menyeringai kearahnya. Kris memperketat cengkramannya pada pipi pantat Tao, memastikan pemuda itu tidak mencoba untuk melarikan diri.
Tao sungguh terkejut. Kris ternyata tahu apa yang dia lakukan setiap malam Jumat, Kris juga tahu bahwa 'Naughtytaozi' adalah dirinya, apa Kris akan memberitahukan hal itu ke orang tuanya?
"Jangan khawatir sayang, aku tidak akan memberitahu orangtuamu." Kris menggigit leher Tao yang dibalas erangan dari si pemuda.
"Benarkah?" Tao terengah-engah sementara Kris beralih menghisap lehernya.
"Mungkin, selama kau menjadi anak baik dan menuruti apa yang kuperintahkan." Kris menyeringai. Tao pun membalasnya dengan seringai yang mematikan. Jadi Kris ingin bermain-main dengannya begitu? Baiklah~
"Aku akan melakukan apa saja. Aku akan menjadi anak yang baik, aku janji." Tao berkata dengan suara nakal sembari menatap Kris.
"Tunjukkan seberapa baik-nya dirimu." Dengan senang hati, Tao berlutut di depan Kris dan melihat tonjolan besar di celana pendeknya. Dia meremas gemas tonjolan di bawah celana itu dan mendengar Kris mendengus. Dia menjilat-jilat tonjolan panjang Kris hingga Tao merasakan tangan besar Kris mulai menjambak rambutnya. Tao menatap tepat dimata Kris.
"Jangan menggodaku." Kris berbicara dengan suara yang mendominasi. Kris melonggarkan cengkeramanya tapi masih memegang rambut Tao. Pemuda itu seketika menarik celana renang Kris ke bawah dan melihat batang penis Kris yang keras dan tebal tepat berada didepan wajahnya. Kris bisa melihat mata Tao melebar karena terkejut. Dia lalu tertawa kecil.
"Suka apa yang kau lihat?" Tao menjilat bibirnya dan mengangguk. Tentu saja Tao menyukai apa yang dilihatnya saat ini. Penis terbesar yang pernah ia lihat. Setidaknya, sekitar 9 inchi.
"Kau ingin mencicipinya?" bisik Kris menggoda. Tao mendongak dengan tatapan memohon.
"Memohonlah..." Kris kembali berujar dingin.
"Please, biarkan aku menghisap penis-mu. Aku sangat ingin mencicipinya dan aku ingin tersedak saat kau bercinta di mulutku lalu menelan habis semua cairan-mu. Please Daddy~" Tao memohon. Kris hampir klimaks hanya karena mendengar kata-kata kotor yang keluar dari mulut Tao.
Daddy? Sial, Kris tidak tahan.
"Oke, kau bisa memiliki penis Daddy." Begitu kata-kata itu keluar dari mulut Kris, Tao langsung mencium penis itu. Dia menjilat-jilat precum yang mengalir keluar dari celah batang Kris, setelah itu memposisikan ujung penis untuk dimasukkan ke dalam mulutnya dan memutar-mutar lidah basahnya di sekitar kepala penis Kris. Beberapa saat kemudian, perlahan-lahan Zitao menenggelamkan mulutnya hingga ke pangkal penis besar itu, sedikit demi sedikit.
Setelah ia mencapai dasar, Tao perlahan menaik turunkan kepalanya ringan, menggesek penis itu dengan lidah dan giginya.
"Fuucckkkk..." Kris mendengus. Sial! ini terlalu nikmat. Tao menghisap dan menaik turunkan kepalanya di penis Kris seperti seorang pro. Dan pemuda itu langsung mengeluarkan desahan seksinya saat melihat tepat dimata Kris.
Kris sudah kacau dan panas. Berkeringat seperti orang gila hanya karena melihat dan merasakan Tao tengah bekerja di bawah sana untuk memanjakan kejantanannya.
Terlihat pemuda itu tengah mengerang disela-sela kuluman-nya, menunjukkan behwa dia sangat menikmati perannya sebagai pelacur kecil. Sementara Kris melemparkan kepalanya ke belakang menahan ekstasi, membiarkan erangan yang mendalam keluar dari mulutnya. Kris kemudian menyambar kepala Tao dan mulai mendorong penisnya untuk masuk lebih jauh ke dalam mulutnya. Membuat Tao tersedak saking panjang-nya kejantanan Kris.
"Ya, kau suka penisku di dalam mulutmu-kan?" Tao merintih. Air mata mulai jatuh dari matanya saat ia tersedak penis besar itu di rongga mulutnya.
"Fuckin' shit! aku akan klimaks."
Tao mengempiskan pipinya di sekitar penis Kris.
"Benar, seperti itu." Dia terengah-engah. Kris semakin mempercepat gerakannya untuk menggagahi mulut Tao. Dia menyodokkan penisnya lebih dalam dan kemudian klimaks dengan keras di tenggorokan pemuda itu.
Tao menelan sebagian cairan milik Kris, sementara sebagian lagi meleleh keluar ke bawah dagunya. Sedangkan Kris menarik keluar kejantanan miliknya dan memasukkannya kembali ke dalam celana. Tao menggunakan jarinya untuk mengoles cairan Kris dari dagunya untuk ia hisap sebelum kemudian menjilati bibirnya dengan pose menggoda.
Kris menarik Tao dan menciumnya, membuka mulut Tao dengan lidahnya lalu mencicipi cairan miliknya sendiri yang masih menempel di lidah Tao.
"Kau suka penis Daddy?" tanya Kris.
"Ya, aku suka. Tolong masuki aku sekarang." Tao memohon. Kris tertawa.
"Kau ingin aku bercinta denganmu?" Dia meniup-niup telinga Tao.
"Iya Daddy~" Tao merengek.
"My son, kau telihat sangat kacau." Kris meraih gundukan di celana pendek Tao, membuat pemuda itu langsung mengeluarkan erangan nikmat.
"Kumohon daddy..."
"Mungkin lain kali." Kris menampar pantat gembil Tao, membuatnya seketika berjengit. Kemudian dengan santai pria itu meninggalkan kamar mandi. Meninggalkan Tao sendirian didalam sana untuk mengurus penisnya yang tegang karena Kris.
.
.
.
.
.
.
TBC
Note : sy mau curhat. Percaya atau tidak, waktu ngedit dan baca chapter ini, sy ngakak sambil gegulingan di lantai persis seperti orang sinting. Entah otak sy yang memang lg konslet atau karena efek aktifitas yang sy jalani belakangan ini. Yg pasti, itu sangat aneh, bisa-bisanya sy ngakak pas adegan lime begituan. -_-
Ah sudahlah, Tengkyuu buat Yui yang sudah mengirim file-nya bukan disaat-saat weekend. Jadi bisa diposting pas akhir minggu gini. XDD
At last~ REVIEWW OK!
Gak review, nanti si Yui bisa ngamuk... #evilsmirk
Pai pai~
