I dont know
Summary:
Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?
Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu
Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..
Aku mencintaimu..
Park Chanyeol.
Rated: T
Cast:
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
And all member EXO
Disclaimer :
Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?
SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^
EXO GS
Genre: family, drama, complicated, romance inside
Check this out
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seoul, Sunday 13 January 2015 05:30 AM
"baek bangun"
"mmmm"
"baek bangunlah"
"..."
"byun baekhyun bangun"
"hmmmm!"
"yak bangun! Kau ingin chanyeol yang membangunkanmu eoh? Bangunlah chanyeol tiba sebentar lagi, cepatlah atau kita aka meninggalkan mu lagi"
"arraso arra.. ngg lima menit lagi" baekhyun menarik selimutnya, ia menggulung tubuhnya dengan selimut dan kembali terlelap
"lupakan saja! Cepatlah bangun baek, aku tidak ingin menyeretmu, cepatlah, turun dalam 30 menit jika tidak kami akan meninggalkan mu!" dio yang kesal akhirnya menarik paksa selimut yang membungkus tubuh mungil baekhyun, apa ia harus marah marah dulu agar baekhyun bangun? Bisa saja dio tidak ambil pusing dan melakukan apa yang sebelumnya ia katakan, meninggalkan baekhyun. Tapi itu ide buruk, ia ingat minggu lalu saat baekhyun terlambat bangun kemudian dio dan chanyeol yang akhirnya meninggalkan baekhyun karena anak itu susah sekali dibangunkan, dan pada saat dio dan chanyeol tiba di rumah setelah acara lari paginya baekhyun tidak henti henti nya mengoceh, ia terus mengoceh kenapa ia tidak dibangunkan dan kenapa dio dan chanyeol malah meninggalkannya, dan setelahnya baekhyun terus menggerutu agar minggu depan ia ingin ikut lari pagi dan tidak ingin ditinggalkan.
Namun apa yang dio lihat sekarang?
"BYUN BAEKHYUN!"
"hrngggg, arraso aku bangunn, aku sudah bangunn, hoammm" baekhyun akhirnya bangun, ia mendudukan tubuhnya, merenggang kan kedua tangannya dan menguap lebar, tak lupa baekhyun mengusap bibirnya yang terdapat cairan yang sudah mengering di sudut bibirnya. menjijikan dio menggerutu di dalam hatinya
"kenapa lama sekali?" chanyeol tengah menunggu di depan rumah dio, ia sudah siap dengan penampilan nya yang terlihat santai dengan sebuah jaket dan celana trainingnya, tak lupa sebuah kabel headset yang keluar dari dalam jaketnya
"putri tidur terlalu sibuk dengan mimpinya" jawab dio membenarkan rambutnya dan mengikatnya tinggi
"mana baekhyun?"
"di belakangmu" suara baekhyun membuat chanyeol membalikan tubuhnya, ia melihat baekhyun yang tengah tersenyum dengan rambutnya yang terikat tidak rapi namun terlihat sangat manis.
"kenapa kau lama sekali?"
"aku tidak lama, aku hanya lupa dimana menyimpan celana olah raga ku" dio memutar matanya mendengar alasan baekhyun, jelas jelas ia terlambat karena susah dibangunkan
"jadi bisakah kita berangkat sekarang?" dio berucap karena sedari tadi ia hanya melihat chanyeol yang terus memandang baekhyun dan baekhyun yang menahan malu dengan rona merah di pipinya, menggelikan ucapnya dalam hati
-I dont know-
Mereka kini tengah berada di sungai han, mereka beristirahat setelah lari paginya. Disini ada begitu banyak orang, pasangan kekasih, keluarga, bahkan seorang kakek dan nenek yang tengah berjalan santai bersama, hari minggu yang menyenangkan bukan?
XOXO.. XOXO.. XOXO
Dio mengambil ponsel di saku celananya, sebuah pesan masuk dan dio heran, siapa yang mengirim ia pesan pagi pagi seperti ini? Dio membaca isi pesannya dan seketika matanya membulat, baekhyun yang tengah duduk disamping dio terlihat bingung dengan ekspresi dio
"ada apa?" ucap baekhyun penasaran
"aku harus pulang sekarang" dio berucap dengan nada yang terdengar tergesa gesa dan ia pun segera berdiri dari duduknya
"heyy kau mau kemana? Kita baru saja tiba disini, kenapa kau mau pulang?" baekhyun mendongakkan kepalanya melihat wajah dio, ia mengahalangi sebagian wajah nya karena sinar matahari pagi menyialaukan penglihatannya
"sesuatu terjadi, teman ku menunggu ku di rumah, aku harus pulang sekarang, bilang pada chanyeol aku pulang duluan, aku pergi sekarang" dio segera berlari meninggalkan baekhyun dan segera pulang kerumah.
"teman? Tumben sekali teman dio datang kerumah" baekhyun sempat berfikir karna jarang sekali atau mungkin tidak pernah ada teman dio yang datang ke rumah, apalagi pagi pagi seperti ini
"teman siapa?" suara chanyeol mengintrupsi baekhyun, ia melihat chanyeol kini duduk di sampingnya, chanyeol kemudian memberi baekhyun hotteok yang chanyeol beli beberapa waktu lalu
Baekhyun mengambil hotteok yang diberikan chanyeol, "uhhh sepertinya enak, gumawoo" baekhyun tersenyum dan setelahnya ia memakan hotteok nya.
"dio pulang duluan tadi" baekhyun berucap sambil mengunyah makanannya
"huh? Pulang? Kenapa?" chanyeol pun memakan hotteok nya, ia mengedarkan pandangannya kesekitar, ramai sekali pikirnya
"dia bilang ada temannya yang menunggu di rumah, ia pulang buru buru tadi" baekhyun menelan habis hotteok nya, ia merasa tenggorokannya serat sekarang
"temannya? Tumben sekali" chanyeol memberikan susu coklat pada baekhyun, baekhyun mengambil nya dan segera meminumnya
"entahlah tapi kurasa itu penting karna dio terlihat buru buru sekali tadi" baekhyun mengusap bibirnya karena susu itu menetes melewati ujung bibirnya, dan chanyeol hanya mengalihkan pandangannya saat melihat itu.
"jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" chanyeol berusaha mencari topik baru, terkadang ia merasa canggung jika hanya berdua dengan baekhyun seperti saat ini, entahlah jika ada dio diantara mereka chanyeol bisa dengan leluasa mengerjai baekhyun, tapi jika berdua seperti sekarang chanyeol merasa seperti ada sesuatu yang membuatnya merasa canggung jika ingin melakukan sesuatu pada baekhyun.
"chanyeol... aku ingin naik itu.." baekhyun menunjukan tangannya kearah sungai han dimana disana banyak sekali perahu kayuh dengan berabagai macam bentuk/?
"aku tidak mau" jawab chanyeol singkat
"ahh waee? aku belum pernah menaikinya, aku ingin naik ituuu" baekhyun mulai merengek sekarang
"aku tidak mau menaikinya, itu untuk anak kecil" chanyeol meminum susu yang telah dibelinya dengan santai, baekhyun mempoutkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya kedepan, ia melihat perahu perahu kayuh itu, sungguh menyenangkan pikirnya jika ia bisa menaiki itu
"menyebalkan jelek pelit raksasa bodoh" baekhyun menggerutu dalam diamnya, ia berbicara dengan pelan namun chnayeol masih bisa mendengarnya, senyuman lebar mengembang di wajah chanyeol, lucu sekali pikirnya.
"berhentilah memaki ku, kita aka menaikinya, hanya sekali setelah itu pulang" baekhyun segera menolehkan kepalanya menatap chanyeol,
"benarkahh?" mata nya berbinar sekarang, ia sangat senang karena akhirnya keinginan nya untuk menaiki perahu kayuh itu tercapai
"kau baik sekali chanyeol, aku janji hanya sekali, kajjaaa" baekhyun berteriak senang, ia segera berdiri dari duduknya dan menarik tangan chanyeol untuk segera berdiri, baekhyun memeluk lengan chanyeol dan berjalan dengan penuh semangat dan chanyeol hanya mengulum senyumannya mendapati perlakuan manja baekhyun terhadap dirinya.
"kayuh lebih keras baek, kau tidak membuat perahu ini bergerak"
"aku.. mengayuh nyahh, akhh ini sungguh berathh"
"berat karna kau salah mengayuhnya bodoh, benarkan posisi tubuhmu" chanyeol geram karena sudah sedari tadi mereka menaiki perahu ini namun perahu yang mereka tumpangi tidak banyak bergerak, baekhyun tidak bisa mengayuhnya bersamaan dengan chnayeol mengakibatkan perahu yang mereka tumpangi hanya mengambang di tempat
"seperti apa? Kau ini cerewet sekali, aku sedang berusaha mengerakanh perahunyahh" baekhyun berusaha sekuat tenaga agar bisa menggerakan perahunya, namun kaki nya tidak kuat menggoes kayuhnya
"duduklah seperti ini" chanyeol yang sudah kesal akhirnya turun tangan. Ia menyandarkan tubuh baekhyun pada sandaran kursi yang tertempel pada perahu itu
"luruskan kaki mu" chanyeol meluruskan kaki baekhyun, menempatkan kaki baekhyun pada pedal untuk di kayuh
"tunggu jangan megayuhnya sendirian, kita lakukan bersama" chanyeol memposisikan tubuhnya seperti baekhyun, meluruskan kaki nya dan meletakannya pada pedal kayuh
"nah sekarang kayuh bersama, gerakan kaki mu mengayuh pedalnya baek" chanyeol menggerakan kaki nya perlahan, ia mengayuh pedal yang diinjak nya, begitu pun dengan baekhyun. Ia melakukan sesuai yang di perintahkan chnayeol.
Baekhyun dapat merasakan perahu yang ditumpanginya bersama chanyeol perlahan lahan bergerak, ia melihat kesekitarnya dan benar saja perahu yang mereka tumpangi melewati perahu perahu yang lain
"waaaaa perahu nya bergerak! Ommo ini menyenangkan, lebih cepat lagi chanyeol, kayuh lebih cepat lagi~~"
Baekhyun berteriak senang saat perahunya dapat menyusul perahu lain, meraka mengayuh perahu yang mereka tumpangi mengelilingi pinggir sungai han, tak jarang baekhyun meremas paha chanyeol saat dirinya terciprat air sungai karena perahu yang lain menyusul perahu mereka
"eyyy mereka membuat wajahku basah! Ini tidak adil aku ingin menyusul mereka, chanyeol ayo susul merekaa!" baekhyun kembali merengek ia tidak rela wajah nya terciprat air sungai gara gara perahu lain yang menyusul perahu milliknya menimbulkan cipratan air dan megenai wajahnya
"tapi wajah mu memang sudah basah sebelumnya baek"
"tidak mau tau pokonya aku ingin menyusul mereka, mereka harus di beri pelajaran"
Chnayeol memmutar bola matanya malas, oh ayolah ini bukan balapan perahu kayuh, kenapa chanyeol harus menyusul perahu itu?
Tingg..
Sebuah ide terlintas di pikiran chanyeol, ia menatap baekhyun yang kini tengah menatap nya juga,
"baiklah, ayo kita susul mereka" baekhyun sumringah, ia mengangguk semangat namun saat baekhyun akan kembali mengayuh pedalnya, chanyeol mendahuluinya dengan mengayuh pedal mereka dengan kencang membuat kaki baekhyun mengikuti gerakan kaki chanyeol karena pedal itu berhubungan, perahu yang mereka tumpagi bergerak dengan cepat dan hampir menabrak perahu perahu yang ada di samping mereka, baekhyun kaget dan reflex tangannya menggenggam tangan chanyeol erat
"chanyeol kubilang hanya menyusul mereka bukan menabrakan perahu kita pada perahu mereka, pelankan perahunya!" baekhyun berteriak panik, ia takut jika perahu yang ia tumpangi menabrak perahu lain atau mungkin bisa saja perahu mereka oleng dan terjatuh itu mungkin saja bukan?
Baekhyun dapat melihat perahu yang membuatnya terciprat air sungai, perahu mereka semakin mendekati perahu itu, tidak lupa dengan perahu baekhyun yang bergerak cepat akibat kayuhan yang chanyeol ciptakan
"chanyeol pelankan perahunya kau akan menabrak!" baekhyun memekik dalam perkataannya, tanagn nya makin mengerat memegang tangan chanyeol
"chanyeol kau gilaa! Pelankan perahunya, KYAAAAAAA"
SYUITSSS
Perahu yang ditumpangi chanyeol dan baekhyun berhasil menyalip perahu yang ada di depan mereka, terdengar suara teriakan dari perahu yang berhasil di salip chanyeol
"HAHAHAHA kau lihat itu baek? Perahu mereka oleng dan hampir terjatuh, HAHAHAHAHA menyenangkan sekali, ayo lakukan sekali lagi"
"SEKALI LAGI PANTAT MU! KAU MEMBUATKU TERKENA SERANGAN JANTUNG BODOH, BAGAIMANA JIKA KITA TERJATUH TADI? KAU INI SUDAH GILA? AKU INGIN PULANG SEKARANG!"
Baekhyun memukuli bahu chanyeol dengan tak sabaran, chanyeol benar benar sudah gila pikirnya, untung bukan perahu meraka yang oleng dan jatuh, lalu bagaimana jika perahu yang disalip chnaeyol tadi jatuh? Itu akan menjadi masalah yang besar!
Sementara itu sebuah smirk terukir di wajah chanyeol, ia berhasil mengerjai baekhyun untuk yang kedua kalinya dan jangan lupa tangan baekhyun yang masih dengan setia menggenggam erat tangan chanyeol
Got you baek...
-I dont know-
"baek antar aku" dio menghampiri baekhyun yang baru selesai dari mandi sorenya
"kemana?" tanya baekhyun, ia memakai baju tidur pikachu nya
"membeli kado"
Baekhyun mengerutkan alisnya "kado? Untuk siapa?"
"temanku"
"teman yang mana?"
"kau ini banyak bertanya sekali, antar aku sekarang"
"yakk aku kan cuma bertanya apa itu salah" baekhyun menyisir rambutnya kemudian mendudukan dirinya di kasur, dio mengikuti baekhyun dan berdiri di depannya
"temanku ulang tahun besok, aku ingin memberinya hadiah"
"yasudah kalo begitu belikan saja ia kado"
"MEMANG ITU YANG AKAN AKU LAKUKAN! CEPATLAH GANTI BAJU MU!"
Dio dan baekhyun kini tengah berada di supermarket, mereka akan membeli kado untuk teman dio, tunggu teman? Baekhyun jadi teringat sesuatu bukanya tadi pagi temannya datang ke rumah? Baekhyun belum sempat menanyakan itu pada dio
"dio ya, tadi pagi kau bilang teman mu datang ke rumah, siapa dia? Apa sekarang kau membeli kado untuk teman mu yang tadi pagi ke rumah?"
"dia teman sekelasku, hmm dia kerumah ku dan memberiku kado ulangtahun"
Baekhyun mengerutkan alisnya, "bukanya ulang tahun mu kemarin? Kenapa teman mu memberimu kado hari ini bukan kemarin?"
"entahlah dia hanya bilang dia bingung ingin memberiku apa"
"lalu dia memberi mu apa? Apa dia pacarmu?"
Dio segera memberi baekhyun deathglare "jangan bodoh, itu tidak mungkin, kami hanya berteman"
"eyyy mengerikan sekali, aku tau, aku hanya bertanya, kenapa kau serius sekali" baekhyun akhirnya memilih sebuah baju yang ada di depan mereka
"jadi kau akan membeli apa? Belikan saja dia baju"
"entah lah aku bingung"
"kalau begitu belikan saja apapun itu asal kau telah memberinya kado"
Tapi aku ingin memberinya sesuatu yang spesial dio berucap dalam hati
-I dont know-
Seoul, Monday 14 january 2015
"wahhhhh jadi ini sekolah baru ku? Sekolah nya bagus sekalii" baekhyun dan dio memasuki gerbang sekolah, hari ini hari pertama baekhyun pindah ke sekolah dio, meskipun hari ini bukan tahun ajaran baru, dio bilang setiap tahunnya sekolah nya selalu mengadakan kegitan untuk liburan makanya baekhyun datang ke sekolah
"aku kan mengantar mu sampai ruang guru, bilang saja kau murid baru pindahan dari sekolah..."
"aku tau aku tau" dio memutarkan bola matanya malas, mereka memasuki sekolah dan berjalan di koridor
"waaaa sekolah ini benar benar bagus, kenapa tidak dari dulu saja aku sekolah disini"
"karna kau keras kepala dan selalu ingin sama dengan chanyeol"
"sudah kubilang itu bukan karena chanyeol" baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal
Saat mereka berjalan melewati lapang sekolah, baekhyun melihat disana ada seorang perempuan yang dikerubuni beberapa lelaki
"yakk dio, itu siapa? Kenapa dia kerubuni seperti itu?"
Dio mengikuti arah pandang baekhyun dan mendapati kegiatan yang sudah biasa di sekolah ini
"itu xi luhan, kaka kelas paling cantik disekolah ini, setiap pagi memang seperti itu, banyak adik kelas yang selalu memberinya hadiah"
"ahh begitukah?" baekhyun terus memperhatikan perempuan itu dari kejauhan, wajah nya tidak terlalu terlihat jelas namun baekhyun bisa melihatnya, "kurasa setelah aku datang disini posisi luhan akan digantikna olehku" ucap baekhyun dengan bangga
"percaya diri sekali" dio hanya menjawabnya dengan malas
"oo apa itu pacarnya?" baekhyun lagilagi berbicara soal luhan yang tengah di perhatikannya dari tadi, baekhyun melihat seorang lelaki datang menghampiri luhan, dan luhan memeluk tangan si lelaki itu dan lelaki itu membawa luhan berjalan melewati gerombolan orang yang memberi luhan hadiah. Dio ikut melihat apa yang baekhyun perhatikan
"dia bukan pacarnya, lelaki itu anak kelas 11 sama seperti mu, tidak ada yang bilang mereka berpacaran tapi mereka selalu terlihat bersama, entah lah mungkin mereka hanya dekat"
"oo begitu, tapi kurasa mereka terlihat serasi jika bersama"
"ya terserah kau saja, dengarkan aku, sepulang sekolah aku akan menunggu mu di gerang depan, baik baiklah di hari pertama mu dan jangan membuat masalah dan jangan menyusahkan ku"
"eyy aku itu bukan anak kecil, aku tau kau tenang saja"
"baiklah aku akan ke kelas ku sekarang, sampai jumpa nanti"
"arraso dadah eonnii" baekhyun berteriak dan dio hanya melewati bakhyun dan berjalan malas ke kelas nya
"kkkk" baekhyun hanya terkikik melihat nya
"baiklah, mari kita mulai ini" baekhyun membenarkan seragamnya, ia mengambil nafas dalam dalam kemudian baekhyun membuka pintu ruang guru dan memasukinya.
-I dont know-
"hari ini kita kedatangan murid baru, kuharap kalian akan bersikap baik padanya, dan jangan lupakan kegiatan yang aku tugaskan untuk masa libur kalian"
"neeee" ucap murid di kelas itu serempak
"masuklah" guru itu mempersilahkan baekhyun untuk memasuki kelas, baekhyun pun memasuki kelas, ia menatap kelas barunya, lumayan menurut nya
"perkenalkan dirimu"
"ahh ne"
"annyeonghaseyo, namaku byun baekhyun, aku murid pindahan dari sma sam myeon, mohon bantuannya" baekhyun membungkuk diakhir perkenalannya
"hai baekkhyun"
"hallo"
Beberapa orang di kelas itu menyapa baekhyun dan bakehyun hanya tersenyum
"baiklah baekhyun, kau bisa duduk di samping sehun" guru itu menunjuk meja kosong ketiga disebelah kiri ruangan. Baekhyun mengikuti arah sang guru dan ia bisa melihat orang yang akan menjadi teman sebangkunya itu.
"eo bukanya orang itu.." orang itu lelaki yang baekhyun lihat bersama luhan tadi pagi di lapang, jadi namanya sehun dan sehun sekelas bersama nya
"baiklah kalian bisa mendiskusikan tugas kalian, lakukan bersama teman mu maksimal 4orang, baekhyun kau bisa duduk sekarang" dan setelah nya guru itu keluar dari kelas dan baekhyun pun menghampiri mejanya kemudian ia duduk di mejanya
"hai aku baekhyun"
"oh sehun, kau bisa memanggilku sehun" orang itu hanya tersenyum dan kembali menundukan kepalanya membaca komik yang berada di tangannya
"senang mengenalmu sehun kuharap kita bisa menjadi teman yang baik" ucap baekhyun namun diabaikan oleh sehun, orang itu hanya sibuk dengan komik yang sedang di bacanya
"apa apaan dia ini" ucap baekhyun pelan karena merasa diabaikan
"hai, kau baekhyun kan? Namaku kim jongdae, aku bisa memanggilku chen" seseorang di depan mejanya membalikan badannya ke belakang, ke meja baekhyun, ia mengajak baekhyun bersalaman dan baekhyun membalasnya dengan senyum manis nya,
"hai chen aku baekhyun senang bisa mengenalmu" baekhyun pun melirik seseorang yang menjadi teman sebangku chen, meliahat apa yang dilirik baekhyun chen pun berucap
"dia pacarku, namanya xiumin" orang yang di bicarakan pun menengokan kepalanya kebelakang menatap baekhyun kemudian menjitak chen/?
"dia bohong, aku bukan pacarnya, jangan di dengarkan, namaku xiumin ku harap kita bisa menjadi teman yang baik"
Baekhyun tersenyum melihatnya, ia senang dapat memiliki teman baru di hari pertamanya sekolah
"jadi bagaimana jika kita membentuk kelompok untuk tugas liburan kita? Kim seosangnim bilang 4 orang bukan? Kurasa kita sudah memiliki kelompok dengan jumlah yang pas" ucap chen
"kurasa itu ide yang bagus, aku belum mengenal siapa siapa lagi selain kalian di kelas ini" baekhyun nyengir polos
"yak sehun kau mendengarkan ku tidak? Kau masuk kelompok ku untuk tugas liburan kita"
"hmm lakukan sesuka mu saja aku akan mengikut"
"eyy anak itu benar benar, maafkan sehun baekhyun ah sehun memang seperti itu" ucap xiumin pada baekyun
"tidak apa apa" baekhyun hanya tersenyum dan kemudian mereka pun mengobrol untuk bisa mnegenal satu sama lain
-I dont know-
Pukul 4 sore akhirnya dio keluar dari kelasnya, ia berjalan ke gerbang bersama kai untuk menunggu baekhyun, bersama kai?
"kau tidak langsung pulang kyung?"
"tidak aku sedang menunggu seseorang"
"benarkah? Siapa?"
"adik ku"
"kau memiliki adik? Kenapa aku baru mengetahuinya sekarang? Dan kenapa aku belum melihat kalian bersama sama selama dua tahun ini?"
"emm bisa dibilang dia itu adiku, maksud ku, dia pindah dari sekolah nya tadi pagi makanya kau tidak pernah melihat kami bersama sama sebelumnya"
"ahh aku mengerti sekarang, baiklah aku akan menemani mu sampai adikmu tiba"
"emm baiklah... emm kai"
"ya?"
Dio menggigit bibirnya sebelum mengeluarkan sesuatu dalam tasnya
"aku membelikan ini untukmu, terimalah, selamat ulang tahun" dio tersenyum dan memberikan kado yang di belinya kemarin kepada kai, kai terlihat kaget namun akhirnya mengambil kado itu
"wahh kau mengingat ulang tahunku? Terimakasih kyungsoo, kau tidak usah repot repot membeli ini untuku" kai mengusak pelan rambut dio dan dio hanya menahan nafasnya
"tidak apa apa, kuharap kau menyukai nya kai" dio berusaha terlihat biasa saja namun ia tidak bisa membohongi jantungnya yang terus berdetak cepat saat di dekat kai
"hufft kenapa baekhyun lama sekali" dio mengembungkan pipinya
Tunggu siapa? Baekhyun? Kai mendengar dio menggumamkan nama yang tak asing baginya
"kau bilang apa tadi kyungsoo?" tanya kai berharap ia salah dengar dengan apa yang diucapkan dio
"baekhyun, adik ku, kenapa dia lama sekali"
Kai semakin bertanya tanya, baekhyun? Baekhyun yang mana? Apa itu baekhyun yang selama ini ia cari? Ah itu tidak mungkin, baekhyun yang ia kenal tidak mempunyai kakak, benar itu tidak mungkin baekhyun yang selama ini ia cari
"yakk byun baekhyun cepatlahh kanapa kau lama sekali"
Teriakan dio menyadarkan kai dari lamunan nya ia melihat dio sedang melambaikan tangannya pada seseorang, kai mengikuti arah pandang dio
DEG
Ia sedang salah lihat saat ini kan?
DEG
DEG
DEG
Kai melihat orang itu semakin mendekat dan akhirnya orang itu telah ada di depannya dan orang itu berbicara pada dio
"maafkan aku, aku lupa jalan ke gerbang sebelah mana"
Senyum itu.. kai masih mengingat nya dengan sangat jelas, orang itu
Tidak mungkin... matanya membulat tubuhnya terasa kaku dan bergetar
Ini tidak mungkin...
Baekhyun melihat kai, ia merasa canggung karna sedari tadi kai memperhatikannya, baekhyun pun menyenggol lengan dio, dio yang lupa disana ada kai akhirnya dio mengenalkan baekhyun
"ahh iya aku lupa, kai ini adik yang kuceritakan pada mu tadi, baekhyun perkenalkan dirimu"
"annyeonghaseyo, namaku byun baekhyun, senang mengenalmu" baekhyun tersenyum, kai melihatnya lagi, senyuman nya, wajah itu
Tidak mungkin..
Orang ini..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Yahaaaaa hayoloooo:v bagaimana man teman/? Ini chap terpanjang kedua yang biku bikin buat ff ini *peduli amat*oke lupakan:v biku ko gabisa edit disini ya? jelek iih itu enternya ada yang kurang:(
Ada yang bingung? Biku udah memasukan beberapa cast/? Yang penting untuk jalannya cerita ini/? Ada yang udah bisa nebak dengan apa yang terjadi disini? Hayo biku tunggu review na neee, review yang banyak tar biku lanjutin:p annyeong:*
-Biku-
