I dont know
Summary:
Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?
Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu
Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..
Aku mencintaimu..
Park Chanyeol.
Rated: T
Cast:
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
And all member EXO
Disclaimer :
Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?
SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^
EXO GS
Genre: family, drama, complicated, romance inside
Check this out
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"annyeonghaseyo, namaku byun baekhyun, senang mengenalmu" baekhyun tersenyum, kai melihatnya lagi, senyuman nya, wajah itu
Tidak mungkin..
Orang ini..
Chap6 start!
"kai kau tidak apa apa?" dio khawatir karena kai sedari tadi hanya terdiam, lebih tepatnya kai hanya memandangi baekhyun dengan tatapan tidak percaya seolah olah kai melihat seseorang yang kembali hidup dari kematian
"kau yakin dia ini teman mu? Kenapa dia seperti itu?" baekhyun berbisik ia sendiri merasa risih karena sedari tadi kai hanya menatapnya dengan tatapan yang... aneh menurutnya.
"baek.. baekkie" kai berucap lirih, baekhyun yang merasa dirinya terpanggil mengalihkan pandangannya, ia menatap kai,
"apa kau memanggil ku?" baekhyun berucap bingung, kai kembali terdiam dan baekhyun semakin bingung, ada apa sebenarnya dengan teman dio ini?
"kai kau kenapa? Kau baik baik saja?" sekali lagi dio mengintrupsi kai karena dio sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada kai, sebelumnya kai bersikap seperti biasa, ia juga mengobrol dengan kai seperti biasa, semua berjalan sepert biasa sebelum baekhyun datang dan kai menjadi seperti ini, seperti orang yang sedang melihat hantu
Grep
"astaga baekkie! apa ini benar dirimu? Yatuhan baekhyun.. ini benar benar dirimu? Kemana saja kau selama ini? Aku bahkan tidak tau kabaramu setelah hari itu, yatuhan baekkie.. tidak kah kau memikirkan ku? Selama ini aku mencari mu kemana mana, yatuhan, yatuhan baekhyun.." tanpa diduga kai memeluk baekhyun erat, sangat erat, dia terus berkata hal yang tidak di mengerti oleh baekhyun ataupun dio, ucapannya terdengar penuh penekanan dan juga khawatir, lega ataupun marah, sesekali juga terdengar bahwa kai berucap dengan nada yang bergetar, apa kai menangis?
"h heyhh kau ini kenapa, le lepaskan akuu" baekhyun tidak mengerti dengan semua ini, apa yang orang ini bicarakan? Dan kenapa orang ini memeluk baekhyun dengan cara seperti ini?
"hey lepaskan aku" baekhyun meronta dalam pelukan kai berusaha melepaskan dirinya, sementara kai hanya terus mengucapkan suatu hal yang sama,
"dio tolong aku" baekhyun akhir nya menyerah, orang ini tidak mau melepaskan pelukannya, dio yang sedari tadi hanya diam melihat kejadian yang ada didepannya akhirnya tersadar dari keterpakuannya, ia pun akhirnya berusaha untuk melepaskan kai dari baekhyun
Seoul, Saturday 13 January 1997
"jongiee, baekkie juga ingin bermain bersama"
"tidak bisa karena baekkie tidak mempunyai robot seperti jongie, baekkie tidak bisa main bersama jongie"
"tapi baekkie punya inii" baekhyun memamerkan boneka barbienya
"itu bukan robot robotan, robot jongie tidak memiliki rambut panjang seperti punya baekkie,baekkiie tidak bisa main sama jongie"
"kalau begitu baekkkie akan memotong rambutnya agar bisa main bersama jongie!"
"tidak bisaa"
Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal, ia pun pergi berlari mengahmpiri eomma nya
"eommaa..." baekhyun kecil memeluk kaki eommnya yang tengah berbincang bersama seseorang
"ada apa sayang?" eomma baekhyun merendahkan tubuhnya kemudian membawa baekhyun pada pangkuannnya
"jongie tidak mau bermain sama baekkie eomma.. jongie bilang baekkie tidak boleh main sama jongie karena baekkie tidak punya robot yang sama seperti jongie" baekhyun merengek sambil menceritakan apa yang terjadi pada dirinya
"aigooo jadi putri emma tidak diajak bermain hmm?" eomma baekhyun gemas dengan tingkah anaknya yang sedang merengek padanya
"jonginn, sudah eomma bilang jangan mengerjai baekhyun bermain lah bersama" seseorang yang sebelumnya sedang berbincang dengan eomma baekhyun berteriak memberi tau anaknya agar tidak mengerjai baekhyun,
"sudahlah, tidak apa apa eonni" eomma bekhyun hanya tersenyum pada eonni nya, ia kemudian kembali memandangi putri satunya satunya yang tengah mengurcutkan bibirnya kesal, lucu sekali ucapnya dalam hati
"baekkie tidak usah khawatir, eomma sudah memberi tau jongie agar ia mau bermain bersama baekkie"
"banarkah eomma?" wajah baekhyun kini terlihat senang, tak lupa dengan senyuman yang mengembang di wajahnya
"tentu saja, jjaa bagaimana jika putri eomma bermain lagi bersama jongie hmm?"
"eungg, baekkie akan bermain bersama jongie lagi" baekhyun mengangguk anggukan kepalanya semangat, ia meronta dalam pangkuan eommnya berharap eommnya menurunkannya, setelah eomma baekhyun menurunkan baekhyun, dengan cepat baekhyun berlari mengahmpiri jongin dengan langkah lucunya, eomma bekhyun hanya tersenyum gemas melihat tingkah anak kesayangannya itu
Baekhyun kembali menghampiri jongin yang sedang bermain dengan robotnya, baekhyun mendudukan dirinya di depan jongin kemudian ia memainkan barbienya, jongin yang sadar dengan kehadiran baekhyun kemudian mentap baekhyun
"kenapa baekkie melapor ke eomma baekkie? Jongie jadi dimarahin sama eomma jongie, padahal kan jongie tidak membuat baekkie menangis"
Baekhyun yang sibuk bermain dengan boneka barbie nya melirik kearah jongin kemudian ia kembali memainkan barbienya
"karena jongie menyebalkan tidak mau bermain bersama baekkie"
"baekkie memang tidak boleh main bersama jongie"
Dengan segera baekhyun mendongakan kepalanya dan menatap jongin dengan tatapan kesal,
"kenapa?" baekhyun mempoutkan bibirnya, ia akan segera menangis jika jongin kembali mengatakan baekhyun tidak bisa bermain dengannya
"karena barbie tidak bisa bermain dengan robot, dan robot tidak bisa bermain bersama barbie"
"kenapa bisa seperti itu? Buktinya boneka baekkie bisa bermain bersama robot jongie"
"tidak bisa, robot jongie tidak bisa dimainkan bersamaan dengan boneka barbie karena robot akan bermain bersama robot, dan baerbie akan bermain bersama barbie"
Baekhyun terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya..
"baiklah kalau begitu baekkie akan membeli robot agar bisa bermain dengan robotnya jongiee" jongin memamerkan cengiran lebarnya
"nah kalau sudah begitu baru baekkie bisa bermain bersama jongie" jongin mengusak pelan rambut baekhyun dan baekhyun hanya memamerkan senyum manisnya, matanya yang seperti bulan sabit saat tesenyum tidak akan jongin lupakan sampai kapanpun..
"oh iya baekkie.. jongie ingin memberikan baekkie ini" jongin memberikan secarik kertas kepada baekhyun, baekhyun mengambilnya dan mengamati kertas itu, terlihat sampul kertas itu penuh dengan gambar balon, kado dan juga kue ulang tahun, apa ini kartu undangan?
"ini apa?" baekhyun bertanya dengan polos
"itu kartu undangan ulangtahu n jongie, jongie akan berulang tahun besok"
Mata baekhyun membulat seketika
"waaaa benarkah? Besok jongie ulang tahun?"
"ndee, baekkie harus datang ke ulang tahun jongie nee, nanti akan ada banyak balon dan juga ada kue ulang tahun yang besarr sekali" jongin membuat lingakaran besar diudara dengan tangannya, menceritakan apa yang eommanya bilang apa saja yang akan ada saat ulang tahun jongin nanti
"benarkahh? Baekkie ingin balonn" mata bekhyun berbinar senang saat mendengar kata balon dari jongin, baekhyun sangat menyukai balon.
"iyaa makanya baekkie harus datang, baekkie nanti bisa mengambil banyak balon karena di ulang tahun jongie akan ada banyak balon"
"eunn baekkie janji" baekhyun mengangukan kepalanya cepat, ia tidak sabar menunggu hari esok agar bisa datang ke ulang tahun jongin dan melihat banyak balon.
"jangan lupa untuk membeli kado buat jungie juga ndee" jongin lagi lagi memamerkan cengirannya. Inilah yang paling jongin harapkan saat ulang tahunnnya tiba. Ia akan mendapat banyak kado dari teman temannya dan juga orang tuanya.
"tentu saja baekkie akan memberikan jongie kado, apa yang jongie inginkan?'
"jongie ingin robot bar.., ahh bagamana jika baekkie juga membeli robot saat membeli kado buat jongie nanti? Dengan begitu kita bisa bermain robot bersama sama"
"ahh iyaa, jongie benar, baekkie akan minta dibelikan robot saat membeli kado buat jongin nanti, dengan begitu baekkie bisa bermain robot bersama jongiee" ucap baekhyun senang
"kalau begitu kenapa baekkie tidak memberi kadonya sekarang sajaa? Dengan begitu kita bisa menunggu malam dengan cepat dan besoknya kita akan bermain robot bersama"
"jongie benarr, baekkie akan pergi membeli robot sekarang lalu baekkie akan menunggu sampai malam dan besoknya kita akan bermain robot bersama di ulang tahun jongiee"
Baekhyun segera berdiri dari duduknya, bukankah pemikiran anak anak sungguh sederhana? Baekhyun segera berlari menghampiri eommanya
"eommaaaaa" baekhyun berteriak saat berlari menuju eomma nya yang terlihat kembali eomma baekhyun sedang berbincang dengan eomma jongin
"aigoo, kenapa berteriak hmm? Ada apa sayang?" eomma baekhyun memangku baekhyun dan mendudukan baekhyun di pangkuannya
"eomma ayo membeli kadoo"
"kado? Untuk siapa sayang?"
"untuk jongie eommaa, jongie berulangtahun besok" baekhyun memamerkan kartu undangan ulang tahun jongin pada eommanya,
"jongie bilang besok akan ada balon yang banyak eomma,dan kue yang besar, ayo membeli kado eommaa" baekhyun kembali merengek, ia tidak sabar menunggu hari esok setelah menceritakan ini pada eommanya, ia menggoyang goyangkan lengan eommanya berharap eommanya segara mengabulkan permintaanya
"baiklah kita akan membelinya setelah pulang dari sini oke?" eomma baekhyun mencubit pipi anaknya itu gemas
"tapi baekkie ingin membeli sekrang eomma, ayo beli kado sekarangg" baekhyun semakin merengek dan menggoyang goyang kan lengan eomma nya merajuk.
"aigoo kenapa buru buru sekali hmm? Ini masih sore sayang, kau masih bisa bermain bersama jongie" eomma baekhyun berusaha mengalihkan keinginan baekhyun, ia tau bahwa baekhyun sangat senang saat bermain bersama jongin
"tidak mau eomma, baekkie dan jongie sudah merencanakannya, kalo baekkie membelinya sekarang, baekkie tinggal menunggu malam dan saat paginya baekkie akan ke ulang tahun jongie dan bermain bersama, ayolah eomma baekkie ingin beli kado sekarangg"
Eomma baekhyun dan eomma jongin hanya tersenyum mendengar penuturan baekhyun, menggemaskan sekali pikirnya
"aigoo begitukah? Baiklah kalau begitu, kenapa putri eomma tidak pamitan dulu sebelum pulang hmm?"
Baekhyun dengan senyuman di wajahnya sgera turun dari pangkuan eommanya, ia menghampiri eomma jongin yang tengah duduk bersebelahan di sofa dimana eomma nya berbincang
"ahjumma, baekkie pulang dulu, beakkie akan membeli kado untuk ulang tahun jongie besok, terimakasih untuk hari ini, annyeonghasyo" baekhyun membungkukan tubuhnya, kemudian ia berlari mneghampiri jongin dan melakukan hal yang sama, ia pamit sebelum pulang
"aigoo arra-ya kenapa anak mu sungguh menggemaskan? Aku jadi berharap, seandainya mempunyai anak perempuan seperti baekhyun pasti akan sangat menyenangkan" eomma baekhyun tersenyum mendengarnya, benar itu sangat menyenangkan, ia bahagia karena memiliki baekhyun dalam hidupnya, ia memandangi baekhyun yang tenagh berpamitan pada jongin, lucu sekali.. sebuah senyuman terukir di wajah cantiknya, baekhyun sungguh berharga baginya..
"kalau begitu buatlah adik perempuan untuk jongin" dan kemudian mereka hanya tertawa ringan sampai akhirnya ia dan baekhyun pamit pulang untuk membeli kado karena jika itu tidak di laksanakan bisa dijamin baekhyun akan merengek seharian.
Seoul, Sunday 14 January 1997 08:00PM
"eomma kita akan menemui jongie kan? Iya kan?"
"iya sayangku, kita akan segera menemui jongie mu sekarang"
"asikkk ketemu jongieee~"
"kau senang hmm?"
"sangat senang senang sekaliiii~~"
"aigoo, anak eomma sungguh menggemaskan"
TEET TEET TEEETTT... CKITTTTT
ZUUAAARRRRRR
.
.
.
.
.
.
.
"eomma kenapa baekkie tidak datang? Apa ia lupa ulangtahun jongie? Padahal kemarin baekkie janji akan datang..."
Seoul Hospital, Sunday 14 January 1997 14:00AM
"b... baek... ba.. baekkie ah..."
-I dont know-
"jadi kau teman kecil baekhyun?" dio membulatkan matanya, mereka bertiga kini sedang berada di kursi taman sekolah mereka. Dio tidak percaya dengan semua kejadian mendadak ini, sedangkan baekhyun? Baekhyun hanya diam tidak percaya, ia tidak tahu harus memberi respon seperti apa, senang, marah atau mungkin terharu karena ia bisa bertemu dengan teman lamanya, namun sayangnya baekhyun tidak bisa meningat semua itu, ia tidak bisa mengingat jongin, jadi baekhyun hanya terdiam saat jongin mengatakan bahwa ia adalah teman masa kecilnya.
"kau tau baek, selama ini aku mencarimu kemana mana, kau menghilang seperti di telan bumi, saat itu kau berjanji akan datang ke ulang tahunku, namun sampai saat ini kau menghilang entah kemana, dan itu membuatku gila, rumah mu bahkan kosong bertahun tahun dan semua orang tidak tau apa yang terjadi pada keluarga mu. Kemana saja kau selama ini? Dan bagaimana keadaan bibi? Apa bibi baik baik saja? Kalian tinggal dimana sekarang? Eomma ku pasti tidak percaya jika aku mengatakan kalau aku sudah bertemu dengan mu sekarang"
Baekhyun mengernyitkan alisnya, ahh iya lupa, kai tidak tahu dengan apa yang terjadi pada baekhyun selama ini, dan itu pula yang menyebabkan baekhyun tidak bisa mengingat kai saat ini. Dio melirik baekhyun sesaat, ia tidak menyangka jika kai akan menanyakan hal seperti ini sekarang
"baek?" dio merasa khawatir karena baekhyun sedari tadi hanya terdiam, ia juga bingung harus mengatakan apa pada kai tentang keadaan baekhyun saat ini
"tidak apa apa dio" baekhyun tersenyum kemudian ia menatap kai yang kini tenagh menanti jawaban baekhyun, terlihat sekali bahwa kai bahagia karena ia bisa bertemu dengan teman masa kecilnya, teman yang ia cari selama ini.
"eung begini kai.. sebelumnya maafkan aku karena aku tidak bisa mengingat mu.."
"tidak apa apa itu hal yang wajar, kita tidak bertemu selama kurang lebih delapan tahun, tidak aneh jika kau tidak bisa mengingatku" kai memotong penjelasan baekhyun, senyuman itu tidak lepas dari wajah kai, ia benar benar senang bisa bertemu baekhyun setelah delapan tahun ia mencarinya kemana mana
"bukan seperti itu, aku.. benar benar tidak mengingat mu kai, aku tidak mengenalmu"
Kai mengernyitkan halisnya, tunggu apa yang baekhyun bicarakan ini? Tidak mengenal nya bagaimana?
"dulu aku mengalami kecelakaan, mobil yang ditumpangi oleh eomma dan aku jatuh kesungai, eomma ku tidak terselamatkan dan setelah kejadian itu aku mengalami koma selama empat bulan dan saat aku sadarkan diri aku tidak bisa mengingat apapun, dan dokter bilang aku mengalami demensia disertai alzheimer, aku tidak akan bisa mengingat masa lalu ku sampai kapanpun, dan itu berlaku padamu kai, aku tidak bisa mengingat mu.."
Seketika raut wajah kai berubah, apa yang barusan dikatakan baekhyun? Apa itu benar? Bukan ini jawaban yang kai harapkan, kenapa setelah delapan tahun lamanya disaat ia kembali bertemu dengan seseorang yang telah ia cari kemana mana kenapa malah ini jawaban yang kai dapatkan? Baekhyun mengalami kecelakaan? Ia mengalami alzheimer? Dan sampai kapanpun baekhyun tidak akan bisa mengingat masa lalu nya?
"kai?"
Kai tersadar dari lamunannya, ia menatap baekhyun untuk sesaat, ini tidak mungkin, kai yakin ia tidak salah orang, ia yakin orang yang berada di depannya ini adalah baekkie nya, teman masa lalu nya. Ini terlalu tidak masuk akal, maksudnya ia tidak bisa mempercayai semua ini, ahh atau.. apa mungkin baekhyun sedang mengerjai nya sekarang? Ahh benar baekhyun pasti sedang mengerjai nya sekarang
"eyy kau ini lucu sekali, tapi sungguh itu tidak lucu baek, jangan harap aku akan percaya dengan ucapan mu, jangan membuat lelucon seperti itu"
Baekhyun hanya menghela nafas berat nya, bagaimana ia akan menjelaskan semua ini?
"kurasa kalian harus membicarakan hal ini secara pribadi baek" dio akhirnya ikut bersuara, ia juga bingung harus berbuat apa, kai sepertinya tidak percaya dengan semua kejadian yang telah baekhyun alami, dan dio pikir ini akan menjadi hal yang sulit.
-I dont know-
Keesokann harinya seperti yang dio katakan, akhirnya baekhyun mengajak kai untuk bertemu, mereka kini sadang berada di sebuah kafe dekat dengan rumah baekhyun, baekhyun menjelaskan semua yang ia alami beberapa tahun yang lalu, kai masih terlihat tidak percaya dengan semua ini, jadi semua ini bukan lelucon? Astaga bagaimana mungkin ini semua bisa terjadi?
"jadi selama ini kau tinggal bersama dio?"
"hmm aku tinggal bersama dio selama ini, eomma dio sangat baik, ia memperlakukan ku dengan baik dan dio sudah seperti kakak kandung ku"
"baek aku sungguh tidak tau harus seperti apa, aku benar benar tidak bisa memepercayai semua ini, ini terlalu gila dan aku sungguh tidak bisa menerima kenyataan ini"
"aku tau, aku tau ini gila tapi inilah kenyataan nya kai, aku benar benar mengalami semua itu, maafkan aku, aku tau kau pasti marah karena aku tidak bisa mengingat mu"
"tidak, bukan seperti itu baek, ini bukan hal yang aku harapkan saat bisa kembali bertemu dengan mu. setelah bertahun tahun kau mneghilang di hari ulang tahun ku dan setelah delapan tahun berlalu kau kembali datang tepat di hari ulang tahunnku dengan keadaan seperti ini, dengan keadaan kau yang tidak mengenali ku dan aku seperti orang asing bagimu, ini sungguh membuat ku gila baek, apa kau benar benar tidak akan bisa mengingat masa lalu mu bahkan sampai kapanpun itu?"
Baekhyun mengangguk pelan,
"dulu aku sempat terpeleset di tangga dan aku tidak sadarkan diri karena kepalaku terbentur, setelah aku pingsan selama beberapa hari dan saat aku tersadar semuanya tidak ada yang berubah, aku tidak mengingat apapun, dan saat aku berusaha untuk mengingat masa lalu ku, itu tidak bekerja, aku tetap tidak bisa mengingatnya dan itu hanya membuat kepala ku sakit"
"baek aku sungguh menyesal, aku benar benar tidak tahu harus seperti apa, bahkan aku tidak tau kau mengalami kecelakaan mematikan itu, aku bahkan tidak ada dirumah sakit saat ku menegalami kecelakaan itu, dan maafkan aku soal eomma mu, aku benar benar tidak tahu baek, sungguh aku menyesal karena tidak berada disana saat kau mengalami hari sulit mu, maafkan aku"
Baekhyun tersenyum lembut, apa benar ia mempunyai teman seperti kai di masa lalu nya? Jika benar, baekhyun akan merasa sangat bahagia karena kai sangat menghawatirkan keadaanya,
"tidak apa apa kai, aku senang dapat bertemu lagi dengan mu meski aku tidak bisa mengingat mu, maafkan aku"
"tidak apa apa tidak usah memaksakannya baek, aku mengerti, tapi kenapa tidak ada yang memberi tahuku saat kau mengalami kecelakaan itu baek? Eomma ku bahkan tidak mnegetahuinya, kalian hanya menghilang begitu saja, kalian meninggalkan rumah kalian dan kalian menghilang bertahun tahun tanpa ada kabar sedikit pun"
"aku juga tidak tahu pasti, tapi.. dimana rumah ku?"
"kau tinggal di busan baek, sebenarnya kalian pindah kebusan 5bulan sebelum kau mengalami kecelakaan itu dan eomma ku bilang sebelumnya kalian tinggal di seoul dan karena sesuatu terjadi kalian akhirnya pindah ke busan"
"hm busan, busan cukup jauh dari seoul, dan dio bilang saat aku mangalami kecelakaan aku dan eomma ku dilarikan ke rumah sakit yang ada di seoul, dan mungkin itu salah satu alasan kenapa kau tidak mengetahui apa yang terjadi pdaku, karena eomma ku tidak terselamatkan dan saat aku sadarkan diri aku tidak bisa mengingat apapun dan kurasa polisi tidak mempunyai keterangan lebih tentang identitasku dan eomma ku"
"ahh kau benar, ya tuhan baek apa selama ini kau baik baik saja? Aku sungguh menghawatirkanmu"
Baekhyun terkekeh mendengarnya, entahlah meskipun ia tidak mengenal kai namun ia merasa ia tengah mengenal kai dengan waktu yang lama, seperti ia sedang bertemu dengan teman lama nya sekarang, tapi bukankah memang seperti itu kenyataanya? Baekhyun sedang bertemu dengan teman lamanya sekarang. Yeah memang begitulah, dengan kenyataan baekhyun yang tidak bisa mengingat kai.
"tidak apa apa kai, aku baik baik saja selama ini, kau tidak usah menghawatirkanku" baekhyun tersenyum tulus, ia memperlihatkan mata sabitnya yang terlihat sangat manis dimata kai, dan kai tidak bisa memungkirinya, ia sungguh merindukan senyuman itu, senyuman yang selamam ini ia nantikan, seseorang yang selama ini cari dan sekarang semuanya menjadi nyata, orang itu, senyum itu, ia bisa melihatnya sekarang, orang itu sudah ada di depannya sekarang
"baek, aku membawa ini untukmu, sebenarnya tidak banyak yang bisa aku ambil saat rumah mu akhirnya di lelang oleh pihak bank, aku hanya menyisakan ini untuk mu" kai mengeluarkan sesuatu di dalam tas nya, baerbie? Bukankan kah itu boneka berbie?
"itu milik mu, ambilah" kai menyerahkan sebuah boneka barbie dan baekhyun mengambilnya ragu
"ini.. milikku?" baekhyun menatap boneka barbie yang kini tengah berada di tangannya, boneka barbie dengan konstum peri dengan rambut blonde panjang yang terkepang disisi rambutnya, lucu sekali
"itu milikmu baek, kau selalu membawanya kemana mana bahkan saat bermain denganku, kau bahkan memaksa bermain robot robotan dengan ku padahal aku sudah bilang kalau boneka barbie tidak bisa bermain bersama robot, dan akhirnya kau merengek pada eomma mu untuk di dibelikan robot mainan agar bisa bermain dengan ku" kai terlihat terkekeh saat menceritakan kejadian masa lalu nya, ia teringat saat dimana ia bermain bersama baekhyun dulu
"benarkah? Apa aku seperti itu?" baekhyun ikut terkekeh ia merasa aneh mendengar semua itu, apa baekhyun benar benar seperti itu? Sangat lucu saat baekhyun mendengar itu semua dari kai karena baekhyun sama sekali tidak bisa mengingat apapun, bukan kah itu sungguh miris?
"ahh dan ini, kurasa ini penting bagimu, maafkan aku, aku ada di foto itu, kau bisa mengguntingnya jika tidak ingin melihat ku di foto itu" kai kembali tersenyum, ia memberikan selembar foto pada baekhyun, baekhyun melihat sekilas foto itu, dengan ragu baekhyun mengambil foto itu, ia memegang foto itu dan menagamati orang orang yang ada di foto itu, dalam foto itu ada tiga orang, seorang perempuan yang sedang menggendong anak kecil dan seorang anak lelaki yang berdiri disamping seorang yang tenagh menggendong anak kecil itu
"itu eomma mu, itu kau dan yang berdiri disamping eomma mu itu aku, bukankah kau terlihat lucu di foto itu baek?" kai memberi tahu baekhyun siapa saja yang ada di foto itu, lagi lagi kai tersenyum mengingat masa lalu nya saat baekhyun selalu bermain dengan nya.
"baek.. kau tidak apa apa?" kai hanya melihat baekhyun yang terus menatap foto itu dalam diam, baekhyun terus menatap foto itu dan sedetik kemudian
TESS
Sebuah air mata menetes dari mata baekhyun, kai panik melihatnya apa baekhyun menangis?
"b baek..?"
TESS
TESS
TESS
"Kau bilang.. ini eomma ku?" matanya memanas, air mata itu terus menetes membasahi foto yang baekhyun genggam
"kau bilang ini eomma ku?" suara baekhyun terdengar bergetar, ia menggigit bibirnya kuat, hatinya terasa diremas saat melihat foto yang ada di tangannya, kenapa ia merasakan sakit dihatinya? apa ini eomma nya yang selama ini baekhyun ingin lihat?
"eomma.." senyuman menyakitkan terukir diwajah cantik baekhyun, ia mengusap foto eomma nya, eomma nya sungguh cantik, ia sedang menggendong baekhyun dan tersenyum ceria menghadap kamera
"eomma hiks.. eommaa" tangisan baekhyun pecah, bekhyun tersedu sedu dan terus memanggil eommanya,
"eomma hiks, eomma..kembalikan eomma ku hiks, kembalikan eommaku!" baekhyun tidak bisa menahannya lagi, hatinya berdenyut sakit, ia ingin bertemu dengan eomma nya, ia ingin bertemu dengan eomma nya yang selama ini ia rindukan, eomma yang selalu ia inginkan, eomma yang selalu menemaninya disaat malam di penghujung harinya, disaat ia menceritakan hari hari yang sudah baekhyun lewatkan tanpa eommnya, ia ingin bertemu dengan eomma nya, dan saat baekhyun melihat foto eommanya, ia sadar, semuanya sia sia, ia tidak akan pernah bisa bertemu dengan eommanya, selamanya.
"eomma.. eomma.. kumohon.. kumohon kembalikan eommaku, kai kumohon kembalikan eomma ku,aku ingin bertemu dengan eomma ku, bawa aku ke eomma ku kai, kumohon, aku ingin melihatnya, hiks, aku ingin bertemu dengan eomma ku hiks, kumohon aku ingin bertemu dengan eomma ku"
Kai ikut manangis melihatnya, ia bisa merasakan itu semua, ia tahu ini sangat berat bagi baekhyun, dan kai tau baekhyun tidak bisa menghadapi ini seorang diri, dengan tenang kai membawa baekhyun kedalam pelukannya, hanya ini yang bisa kai berikan pada baekhyun, menenangkannnya dalam pelukannya,
"tenanglah baek, tenanglah.." kai mengusap punggung baekhyun lembut, ia menenangkan baekhyun walau dalam kenyataannya kai ikut menangis melihat baekhyunn yang seperti ini
"eomma.. hiks eomma" baekhyun membalas pelukan kai, ia memeluk kai dengan erat, hanya kai yang mengerti dengan keadaan baekhyun sekarang
"tidak apa apa baek, aku mengerti, keluarkanlah" kai mengeratkan pelukannya, ia mengusap lembut rambut baekhyun, kai bisa merasakan tubuh baekhyun bergetar dalam tangisannya, dan baekhyun menangis tersedu sedu dalam pelukan kai
-I dont know-
Siang itu kai mengantar kan baekhyun pulang kerumahnya, kai dapat melihat mata baekhyun sembab dan berair, baekhyun menundukan wajahnya, ia menggengam boneka barbie dan sebuah foto di tangannya
"terimakasih telah mengantarku kai" baekhyun akhirnya mengangkat kepalanya, ia berusaha tersenyum walau terlihat jelas kesedihan itu masih tercetak di wajahnya
"tentu saja baek, kau yakin kau tidak apa apa?" kai khawatir dengan baekhyun, meihat keaadaannya yang seperti ini, ini pasti sangat berat untuk baekhyun,
"aku tidak apa apa, kau tidak usah memikirkanku" baekhyun berusaha untuk tersenyum meskipun kai bisa melihat dengan jelas baekhyun sedang tidak baik baik saja sekarang
"tidak usah memikirkannya baek, istirahat lah, aku akan pulang sekarang" kai tersenyum kemudian ia mengelus rambut baekhyun pelan
"hmm aku mengerti, pulang lah, hati hati di jalan, terimakasih untuk hari ini" lagi lagi baekhyun memamerkan senyumannya meski terlihat aneh dengan mata sembab dan hidung merahnya
Kai pun akhirnya pulang dan baekhyun memasuki rumahnya, rumah dio lebih tepatnya
"aku pulang" baekhyun berucap lemah sembari melangkahkan kainya masuk kedalam rumah, dio yang mendengar suara baekhyun segera menghampirinya
"kau sudah pulang baek? Bagaimana pertemuanmu dengan.. astaga! Baek kau tidak apa apa?" dio kaget dengan apa yang ia lihat saat baekhyun tiba di rumah, ia bisa melihat dengan jelas mata baekhyun yang sembab, apa bekhyun menangis? Apa kai melakukan sesuatu pada baekhyun?
Grep
Tanpa mengucapkan apapun baekhyun langsung memeluk dio dengan erat, dio yang bingung dengan apa yang terjadi pada baekhyun hanya terdiam saat baekhyun memeluk dirinya
"ada apa baek? Kau kenapa? Kau menangis? Apa kai melakukan sesuatu padamu?"
Tidak ada jawaban dari baekhyun, baekhyun sungguh tidak ingin berbicara sekarang ia hanya membutuhkan pelukan untuk dirinya, dio merasakan baekhyun menggelengkan kepala di pundaknya, baekhyun mengeratkan pelukannya dan sesaat kemudian dio mendengar sebuah isakan dipundaknya. Dio yang sedikit mengerti dengan keadaan baekhyun, ia mengangkat tangannya dan mengelus pelan punggung baekhyun
"tenanglah" sebenarnya dio tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada baekhyun namun ia yakin baekhyun sedang tidak baik baik saja saat ini dan dio tidak ingin memaksa baekhyun untuk menceritakan apa yang terjadi padanya. Dan pada saat itu ia dapat merasakan baekhyun yang manangis tersedu sedu di dalam pelukannya.
-I dont know-
Sudah tiga bulan semenjak baekhyun dan kai bertemu, pada hari itu baekhyun menceritakan kejadian saat baekhyun dan kai bertemu di kafe dan dio menjadi pendengar setia yang terus mendengarkan cerita baekhyun tak lupa dio mengelus punggung baekhyun dan berusaha menenangkannya, dan sejak saaat itu pula kai dan baekhyun semakin dekat, disekolah kai dan baekhyun selalu makan siang bersama di kantin, dan dio juga selalu ikut bergabung, tapi entahlah dio sepertinya selalu dalam keadaan mood yang buruk jika melihat kai dan baekhyun yang selalu bersama, dio hanya seperti orang yang menunggu mereka yang sibuk berdua dan dio hanya sebagai hiasan disana. Sebenarnya itu hanya perkiraan dio saja karena selama ini baekhyun dan kai selalu mengajak dio untuk bergabung bersama mereka, namun entahlah dio hanya tidak suka jika mereka pergi makan siang bertiga sperti ini, dio juga tidak tau kenapa ia merasakan hal seperti ini
"mana baekhyun?" pagi ini chanyeol berkunjung kerumah dio, ia bilang ia bosan dirumah dan memilih untuk pergi main kerumahnya
"apa hanya baekhyun yang kau tanyakan?" dio memakan sarapannya dengan malas, ia menjawab pertanyaan chanyeol dengan ketus karna itu mengingatkan dio kalau baekhyun tengah diajak kai untuk menemui eommanya, kai bilang eomma kai ingin bertemu baekhyun, ia merindukan baekhyun, oh ayolah mengingat hal itu membuat dio semakin kesal
"kau ini kenapa? Aku hanya bertanya" chanyeol tidak mengerti mengapa akhir akhir ini dio sensitif sekali, dan kenapa akhir akhir ini chanyeol jarang melihat baekhyun di rumah?
"baekhyun pergi bersama kai"
"kai siapa? Pacarnya?
Cukup sudah, pacar darimana? Kai itu bukan pacar baekhyun ingat itu mereka hanya berteman!
"dia temannya, bisakah kau tidak membicarakan baekhyun? Aku sedang sarappan sekarang dan kau mengganggu konsentrasiku" dio kesal, sangat kesal membicarakan baekhyun mengingatkan nya pada kai, kenapa kai? Entahlah tapi itu sungguh membuat dio kesal
"apa makan membutuhkan konsentrasi yang banyak? Kau hanya perlu mengunyahnya dan berhentilah marah marah padaku, apa kau sedang bertengkar dengan baekhyum? Kenapa aku jarang bertemu dengan bakhyun akhir akhir ini?"
Berbeda dengan baekhyun yang jika diganggu oleh orang lain akan meledak, dio lebih memilih diam, benar benar diam dan dio hanya diam dan mengabaikan chanyeol.
"ada apa dengan anak ini" chanyeol hanya menggridik ngeri melihat dio yang hanya diam dan memakan sarapannya dengan raut wajah yang kesal, chanyeol kemudian melangkahkan kaki nya keruang tengah, ia menyalakan tv kemudian mendudukan dirinya di sofa, ia sudah menganggap ini rumah nya sendiri, toh hampir setiap hari chanyeol kesini dan jangan lupa chanyeol dan dio bersepupu jadi tidak masalah jika chanyeol berperilaku seenaknya di rumah dio, itulah pikiran sngkat chanyeol
-I dont know-
"aku pulanggg" pukul dua siang baekhyun pulang kerumahnya, ya dia telah menemui eomma kai, mereka berbincang bersama, eomma kai sempat menangis ketika mngetahui apa yang telah terjadi pada baekhyun dan eomma baekhyun, eomma baekhyun adalah tetangga kai watu itu, mereka sangat dekat dan eomma kai sudah menganggap eomma baekhyun seperti adiknya sendiri, baekhyun senang karena eomma kai memperilakukan baekhyun dengan sangat baik, seperti pada anak nya sendiri, taklupa ia menyuruh baekhyun agar sering sering main kerumah kai, dan baekhyun hanya tersenyum setelah itu ia pamit dan diantar pulang oleh kai.
Baekhyun melangkahkan kakinya kedalam rumah,
"sepi sekali kemana semua orang?" pikirnya. Tidak biasanya siang siang seperti ini rumah nya sepi, baekhyun melewati ruang tengah dan baekhyun menangkap sosok seseorang tertidur di sofa, baekhyun melangkahkan kakinya mendekati sofa, siapa itu?
Baekhyun semakin mendekatkan langkah kakinya sampai akhirnya ia menghela nafasnya lega karena itu bukan orang asing yang sedang tertidur di sofa rumahnya.
"chanyeol?" baekhyun menggoyangkan pelan tangan chanyeol berusaha membangunkan lelaki itu, namun chanyeol tidak bergeming
"chanyeol?" baekhyun menjongkok kan tubuhnya dan mensejajarkan tubuhnya dengan sofa itu, ia menatap wajah chanyeol yang sedang terlelap, cukup lama hingga akhirnya baekhyun terkekeh
"lihat lah, kau jelek sekali saat tertidur, kau bahkan meliur, menjijikan" baekhyun terkikik kemudian ia mengambil ponsel yang berada di tas kecilnya,
Cklik
Satu jepretan foto berhasil baekhyun dapatkan
"kau akan kalah dengan ini huehehe" baekhyun tersenyum menang saat melihat hasil jepretan ponselnya, ia melihat foto chanyeol yang sedang tertidur dengan mulut yang menganga dan liur yang keluar dari sudut bibirnya,
"bagaimana istrimu akan menciummu saat kau tidur jika kau meliur seperti ini, benar benar menjijikan" beaekhyun terkekeh kemudian ia menarik hidung chnayeol
"YAK CHANYEOL, BANGUNLAH"
Chanyeol kaget, ia segera terbangun dari tidur nya dan mendudukan dirinya
"huh? Ya? Ada apa?" chanyeol bertanya seperti orang bodoh lengkap dengan ekspresi bangun tidur nya
"hahahahaha kau jelek sekali" baekhyun tertawa terbahak bahak melihat ekspresi chanyeol yang kaget dari bangun tidurnya, chanyeol mengusap bibir dengan jaket yang dikenakannya, ia menjitak baekhyun karna anak itu telah mengagetkannya dan menggangu tidur siangnya
"yakk kenapa kau memukulku, sakit tauu" baekhyun mempoutkan bibirnya kesal ia juga mengusap kepalanya
"apa kau tidak bisa membedakan memukul dan menjitak? Aku hanya menjitak mu baek, itu bukan memukul" chanyeol menjawabnya malas, kepalanya terasa pusing karena ia langsung terbangun secara tiba tiba/?
"ish iya iya, kemana semua orang? Mana dio? Eomma?" baekhyun pun mendudukan dirinya disofa tepat disamping chanyeol
"dio mengantar bibi pergi berbelanja untuk makan malam, bibi menyuruhku menunggu rumah dan menyuruhku untuk ikut makan malam nanti" chanyeol menyenderkan kepalanya kesenderan sofa dan kembali memejamkan matanya
"waaa benarkah? Akan ada makan malam spesial berarti" mata baekhyun terlihat berbinar sekarang, ia tahu jika eommanya pergi berbelanja dan chanyeol yang ikut makan malam disini, eommanya akan memasak menu yang spesial, baekhyun menjilat bibirnya membanyangkan makan malam yang pasti akan sangat menggiurkan
"baek?"
"hnn? Apa?"
"aku haus"
"ish kau ini, kau ingin minum apa?"
"buatkan aku jus"
"baiklah tunggu sebentar" baekhyun beranjak dari duduknya, ia pergi ke dapur dan membuatkan jus untuk chanyeol dan juga dirinya.
-I dont know-
"baek kau mau kemana?" dio terlihat memperhatikan baekhyun yang pagi pagi sudah sibuk dengan menyisir rambutnya dengan rapih tak lupa baju yang dikenakannya menandakan ia akan pergi kesuatu tempat, tapi kemana? Kenapa pagi pagi sekali?
"aku akan mengantar kai kesuatu tempat, kau ingin ikut? Kita bisa pergi bersama, ayolah kenapa kau selalu menolak ajakan ku jika aku akan pergi bersama kai?" baekhyun bertanya sambil merapihkan rambutnya, ia melihat dio dari pantulan cermin di depannya
"tidak usah, aku akan menunggu saja dirumah" dio menjawabnya ketus, sebenarnya jika baekhyun teliti akhir akhir ini dio seperti dalam keadaan mood yang sangat buruk, dia juga terlihat sensitif jika bekhyun bilang ia akan pergi bersama kai, perasaannya saja atau dio memang sedang dalam keadaan mood yang buruk?
Baekhyun membalikan badannya kini ia sudah siap dengan rok sepaha dan juga sweater polosnya, taklupa tas gendong yang ia kenakan di punggungnya, rambutnya ia biarkan tergerai lurus dan ia menjepit poninya dengan pin pita agar tidak menghalangi matanya, hari ini baekhyun terlihat sangat lucu dan juga manis.
"kau ini kenapa? Apa perasaan ku saja atau memang akhir akhir ini kau sedang dalam keadaan mood yang buruk? Kenapa kau ketus sekali? Dan kenapa kau terlihat kesal jika aku bilang kalau aku akan pergi bersama..." baekhyun segera menghentikan bicaranya, kenapa ia bodoh sekali?
"astaga dio jangan bilang kalau kau..." baekhyun lagi lagi menggantungkan kalimatnya, dio bingung dengan apa yang baekhyun ucapkan,
"apa?" jawab dio singkat
"kau menyukai kaii!"
Seketika dio membulatkan matanya
"i tu.. itu tidak mungkin! Mana mungkin aku mneyukai kai, berhentilah mananyakan hal yang bodoh baek"
"pipimu memerah"
Dengan cepat dio memegang pipinya dengan sebelah tangannya
"hahahahaha lihatlah, aku hanya menggodamu tapi sekarang pipi mu benar benar merah, hahahaha kau tertangkap basah dio, kau menyukai kaiiiii!" baekhyun semakin gencar menggoda dio, dio tidak bisa menahannya hatinya kini berdegup cepat saat baekhyu mengatakan hal itu, ia menggigit bibirnya dan pipinya terasa panas semoga saja tidak merah ucapnya dalam hati.
"hahahaha kau menyukai kaii, kau menyukai kaiii~~" baekhyun menggoda dio dan dio hanya diam dengan pipinya yang semakin memanas
"hentikan baek, aku tidak menyukai kai, jangan konyol"
"kau menyukai kai dan kau tidak bisa menyangkal itu, akan ku bilang pada kai kalau selama ini kau cemburu karna aku selalu bermain dengan kai wleee" baekhyun menjulurkan lidahnya setelah itu ia berlari keluar kamar nya
"yakk baekhyun jangan lakukan itu, itu tidak benaar! Yak baekhyun kemari kauuu" dio takut bukan main, anak itu terkadang serius dengan yang diucapkannya, bagaimana jika bekhyun benar benar mengatakan hal itu pada kai? Tidak! Kai tidak boleh mnegetahuinya, dio bisa malu kalau hal itu terjadi
"masa bodo aku tetap akan memberi tahunya hahahaha" baekhyun berlalri menuruni tangga tempat tidur nya, ia berlari kedepan rumah dan saat ia membuka pintu rumah
"eo.."
"BYUN BAEKHYUN KEMARI KAUUUU!"
Dio belari menuruni tangga dengan terburu buru, baekhyun harus diberi pelajaran agar ia tidak memberi tahu kai kalau dio menyukai nya, namun tepat saat ia akan menangkap baekhyun yang tengah berdiri di depan pintu rumah..
"selamat pagi kyungsoo" pipi dio memerah lagi sekarang, kai tengah berada di depan rumahnya untuk menjemput baekhyun
"pa.. pagi kai" dio menundukan kepalanya, ia malu bertemu kai dalam keadaan seperti ini, belum mandi dan masih mengenakan baju tidur dengan rambut yang sedikit berantakan
"kau tidak akan ikut bersama kami?"
"a huh? Sepertinya tidak, aku bangun terlambat hari ini, kau pergi bersama baekhyun saja" dio tesenyum canggung dan memberikan death glare pada baekhyun seolah tatapan dio akan membuat baekhyun tersambar petir, sedangkan baekhyun? Ia hanya terkikik melihat dio, oh lihat lah dia.. pipinya merona lagi bagaimana bisa dio masih menyangkal kalau ia tidak menyukai kai?
"dio benar lagi pula akan sangat lama sekali jika kita harus menunggu dio untuk mandi dan bersiap siap, lebih baik kita berangkat sekarang saja bagaimana?" baekhyun melangkahkan kainya keluar rumah ia mendekati kai kemudian baekhyun memeluk lengan kai manja, baekhyun bisa dengan jelas melihat ekspresi dio saat bakhyun memeluk lengan kai, dio me melototi nya dan bibirnya terlihat menggerutu kesal,baekhyun tertawa senang melihat itu
"baiklah, kalau begitu kita akan berangkat sekarang, kuharap kau bisa bergabung dengan kita lain waktu kyungsoo ya" kai tersenyum kemudian berbalik keluar dari pagar rumah, baekhyun membalikan kepalnya kebelakang sebentar ia melirik dio kemudian ia seperti membisikan sesuatu
"kau akan mati sekarang, aku akan memberitahu kai yang sebenarnya" baekhyun menjulurkan lidahnya mengejek kemudian baekhyun dan kai pergi menjauhi rumah dio, meninggalkan dio yang masih mematung di tempatnya
"argghhhhh awas kau byun baekhyunnnnn" dio berteriak frustasi, ia meremas rambutnya kemudian ia melangkahkan kaki nya menaiki tangga dan kembali memasuki kamarnya:v
-i dont know-
Kai dan baekhyun kini sedang berada di sebuah kafe, baekhyun tengah menikmati ommlet dan susu coklat nya, sementara kai, ia tengah sibuk dengan moccachino nya, baekhyun menatap kai untuk beberapa waktu, ia benar benar penasaran, apa kai tau kalau dio menyukainya? Lalu bagaimana dengan perasaaan kai pada dio?
"apa?" kai yang merasa di perhatikan oleh baekhyun akhirnya bersuara, ia risih jika dipandangi seperti itu oleh seseorang, seperti sedang di introgasi, menurutnya
"yak, apa kau menyukai ku?" pertanyaan konyol itu keluar dari mulut baekhyun, kai mengerutkan halisnya namun sedetik kemudian ia mengerti dengan apa yang baekhyun maksud
"tentu saja aku menyukaimu" jawab kai enteng
"kau tidak bisa menyukai ku, kau tidak boleh menykaiku"
"kenapa tidak boleh? Kau lucu dan menggemaskan, kenapa aku tidak boleh menyukai mu"
"pokonya tidak boleh! Kau akan menyakiti seseorang jika kau menyukai ku, dan aku tidak ingin melukai orang itu" kai terkekeh mendengar itu semua, ia mengerti kemana arah pembicaraan ini, walaupun baekhyun tidak memberitahu nya secara jelas, kai bisa menebak siapa seseorang yang akan tersakiti hatinya jika ia menyukai baekhyun, dan kai mendapatkan jawabannya pagi tadi saat ia menjemput baekhyun, dan saat itu ia melihat orang itu sedang merona degan pipi merah di wajahnya
"hahaha, aku mengerti, aku hanya menunggu waktu yang tepat" kai dengan santai meminum moccahino nya, baekhyun membulat kan matanya
"jadi kau sudah menegtahuinya?"
"tentu saja aku mengetahuinya, jadi menurut mu bagaimana dengan respon yang ia berikan selama ini?"
Respon?
"tunggu, jadi kau memanfaatkan ku?!"
"tentu saja tidak, tapi secara tidak langsung iya, hahaha"
"heol, kau ini benar benar, tapi... kurasa rencana mu berhasil, dio terlihat kesal akhir akhir ini, dan tadi pagi aku baru saja mengetahuinya, kau harus melihatnya, aku yakin dio sekarang sedang menggerutu di rumah"
"benarkah? Aku yakin ia terlihat menggemaskan dengan pipinya yang memerah"
"bagaimana jika kita merahasiakan ini dari dio, dan berpura pura kau tidak tahu apa apa dan tidak memliki rasa apapun?"
"ide yang bagus"
"HAHAHAHAHAHAHAHA" keduanya pun tertawa bersama dengan rencana yang telah meraka buat. #poordio :v
Malamnya
Chanyeol merasa bosan di rumahnya, sedari tadi ia hanya berguling guling tidak jelas di tempat tidurnya
"membosankan sekali, haruskah aku kerumah dio sekarang?" gumamnya pada diri sendiri
Kakao
Ponselnya bergetar ada pesan masuk, dengan malas ia mengambil ponsel nya dan membuka pesannya
From: Byun B
chanyeol kau sedang apa? Bisakah kau mengantarku?'^' Ada buku yang harus aku beli sekarang:3
sebuah senyuman terukir di wajah chanyeol sekarang, akhirnya ada juga sesuatu yang bisa dikerjakannya, dan mengantar baekhyun? Itu bonus yang sangat menguntungkan bagi chanyeol. Chanyeol segera beranjak dari tempat tidurnya, ia menyambar jaket yang menggantung di lemari nya, ia mengambil kunci motornya dan segera keluar dari kamarnya, saat ia akan melangkahkan kakinya keluar rumah, langkahnya terhenti diruang tengah,
"chanyeol kau mau kemana?" itu suho. Ia sedang duduk di sofa ruang tengah bersama eommnya
"aku akan kerumah dio ayah"
"kau lupa dengan acara makan malam mu? Kau harus menghadirinya sekarang,tidak ada alasan seperti minggu kemarin atau ayah akan marah"
Chanyeol lupa dengan acara makan malamnya, makan malam sialan umpatnya dalam hati.
"baiklah" chanyeol menjawabnya singkat, ia kembali melangkahkan kakinya memasuki kamarnya dengan malas
Kakao
Baekhyun segara mebuka pesan yang masuk di ponselnya, ia yakin itu pasti dari chanyeol
From: Park C
Maafkan aku baek, sepertinya ku tidak bisa mengantarmu, sesuatu terjadi dirumahku, aku janji besok aku akan mengantarmu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Dah beresss huuft /senderan di pundak kai/?:v panjang banget kann:v itu udah biku panjangin, semoga memuaskan/?:v makasih buat kalian yang udah nyimak ff biku/?:v biku seneng lhoo baca review kalian biku seneng ternyata ada juga yang nungguin ff nya biku gumawo nee awowkwowk:3 woiyaa hari senin biku mau uts dulu, doain yaa:3 tapi tenang aja, abis uts biku kebut apdet deh:3 gajanji tapi:v itu pasti banyak typo, udah biku edit ko tapi gatau deng kalo masih ada typo mohon maafkan:3 udah deh segitu doang, jangan lupa review lagi neee annyeongg:*
Ini balesan review^^ caranya bls disini gimana dah biku gatau caranya:v
Baekkiechuu hhhuuwwaaa apa si kai suka gitu sama si baekhyun dari kecil, aduh bisa jadi konflik nih, bisa bisa kyungsoo jadi iri sama baek, trus baeksoo jadi jarang bercanda lagi, (oke, ini hanya imajinasi aku aja thorr)
FAST UPDATE THORR
gatau itu suka apa engga, biku juga bingung/? mhhaha, udh update yaa, gumawo, jnagan lupa review lagi mwa:*
asdf
greget bgt asdfghjkl jadi kai masih inget baekhyun heol keren nih ga sabar lanjutannya
inget doong kan sahabat sejati/?:v itu udah di lanjut huehehe:3
yousee
Next chapter y
udah y:3
Baby niz 137
Updet kilat,panjangin
sekilat chen/? segitu udah panjang belom/?:3
istiqomahpark01
Kenapa kai bisa kenal sama baekhyun?
kenapa ya:3 karena mereka udah kenal dari kecil/?:v
ChanHunBaekchapter 6 . Oct 17
chanbaek dibikin cepet jadiannn yaaa! WKWKWK biar si kai ga ngerusakkkk wkwkwk fast update xD
chanbaek gaakan jadian mereka mau langsung nikah katanya/? wkkwkw xD udah apdet yaa:3
soojungah chapter 6 . Oct 17
GUA BANGGA AMA LU HYUNG! erlelelele~
gua tunggu punya luu olololoolololo~ /rotfl/rotfl/?
ABC-HS chapter 6 . Oct 17
TBC penyakit akut sialaaan kampr*t sotoyy pantat panci gosong hitam!
Eh ? au ah.. gue kobam udah liat tulisan TBC nya elaaahh... Berasa di PHPin gue ngeeek
Kenapa ? Kebapa di ff ini gue sreg nya ama KaiBaek ya ? Haha padahal gue CBHS loh ya..
Btw, salam kenal chingg, gue baru nemu nih ff luh, so maklum aja kalo gue komennya disini doang.
dulu pernah liat emang, tapi gue ga mau buka ni ff karena belum completed ceritanya, ketauan kebiasaan gueee, tapi skarang karena gk ada kerjaan, gue iseng baca nih ff, eh, ternyata asik juga cielaah ga penting banget siih omongan gueee
Oke, gue penasaran sama klanjutannya, tau kan apa yg harus lo lakuin chinggu, FAST APDET! FAST APDET! FAST APDET! LALALA YEYEYE..
oke sekian dari saya, NEEEEEEEXT.. KIP WRITING BHAYY :* MUAHH
tbc mah penyakit yang susah di sembuhkan belum ada obatnya kecuali mati/? biku ga php ko tenang aja/?:v wwkwkwk biku juga CBHHS /? salam kenal jugaa /bow/:3UDAH APDETT YEYEE LALA YEYEYE *ikut kobam*:3
akaindhe chapter 6 . Oct 17
huwaaaaa... suka suka... fast update ya...
yee makasih:3 udah apdet yaa:3
neli amelia chapter 6 . Oct 17
Ditunggu chap selanjutnyaaaa
asikk, udah di lanjut dongg:3
dwiihae chapter 6 . Oct 17
Type your review here.
Lanjut lanjut
Ceritanya bagus author-ssi
udah di lanjut, gumawoo mwa:3
Eka Yoon chapter 2 . Oct 15
lanjut thor aku chanbaek shipper...
gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya...
ditunggu karyanya thor..?
biku juga cb shipperr udah biku lanjut yaa:3
yousee chapter 2 . Oct 15
Next chapter
donee:3
soojungah chapter 2 . Oct 15
dikit2 end gimana sih authornya -_-
itu belum end ay-3-
arisachan182 chapter 2 . Oct 15
lanjut ya thor jangan lama2. Oh iya alat yg pendeteksi detak jantung itu namanya elektrokardiograf
biku udah bls yg ini nee/?:3
