I dont know

Summary:

Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?

Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu

Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..

Aku mencintaimu..

Park Chanyeol.

Rated: T

Cast:

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

And all member EXO

Disclaimer :

Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?

SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^

EXO GS

Genre: family, drama, complicated, romance inside

Check this out

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sehun tidak ingin teman teman sekelasnya mengetahui jika ia sering menunggu luhan dan pulang bersama, sehun hanya tidak ingin ada gosip yang menyebar tentang dirinya dan juga luhan, sehun tidak ingin membuat luhan tidak nyaman jika ada gosip menyebar mengenai dirinya dan juga luhan mengingat hubungan mereka yang bukan sepasang kekasih, dan mungkin luhan hanya menganggap sehun sebagai adiknya, namun sehun tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, selama sehun masih bisa bersama luhan, ia rasa itu tidak masalah

PS, READ THIS FIRST!

Di chap ini biku mau ngasih backsound buat moment chanbaek nya, dianjurkan kalian baca nya sambil dengerin lagu nya nee:3 biar nghh gitu/? Judul lagunya Beast Will You Be Allrighttar biku kasih tau dimana moment nya/? Oke, happy readingg:3

Chap9 start!

Flashback..

"chanyeol, kemarilah.." suho tengah duduk di sofa di ruang tengah, ia sengaja memanggil chanyeol, ada sesuatu yang harus di bicarakan dengan nya dan suho tau, chanyeol menyumbunyikan hal itu darinya

"ada apa ayah?" chanyeol duduk di sofa panjang tepat di sebelah ayahnya yang duduk di single sofa

"unversitas mu menelepon ke rumah tadi" dengan seketika suho dapat melihat raut wajah chanyeol yang berubah menjadi gugupsaat ia mengatakan tentang universitas

Chanyeol terdiam..

"kenapa kau tidak menandatanganinya hm? Kenapa kau menyembunyikan ini dari ayah?" suho tetap menatap anak nya yang kini tengah menundukan kepalanya

"kenapa kau tidak menandatangani surat untuk ujian sidang mu hm? Kenapa ayah barutahu kalau anak ayah ini pintar sekali?" suho berusaha mengajak chanyeol untuk berbicara, suho tahu chanyeol merahasiakan ini karena sesuatu dan suho ingin chanyeol menceritakan nya.

"kenapa kau tidak memberi tahu ayah tentang masa kuliah mu hm? bukankah kau mendapatkan program akselerasi dan kau dapat menyelesaikan program study mu lebih awal?"

Chanyeol masih terdiam dan tetap menundukan kepalanya

"universitasmu yang memberitahukan hal ini kepada ayah, mereka bilang agar kau segera menandatangan ni berkas yang mereka berikan padamu untuk persiapan sidang mu nanti"

Suho menghembuskan nafas beratnya, kenapa chanyeol menjadi seperti ini?

"apa terjadi sesuatu? Kau ingin menceritakannya pada ayah?"

"ayah.."

Satu kata keluar dari mulut chanyeol,tapi ia masih menundukan kepala nya, suho sepertinya mengerti dengan apa yang terjadi pada chanyeol

"apa ini mengenai pejodohan itu?"

Chanyeol akhirnya mengangkat kepala nya, kemudian ia menganggukan kepala nya pelan

"kenapa dengan hal itu hm?

"aku tidak bisa melakukannya ayah, aku tidak ingin perjodohan itu"

Chanyeol menatap wajah ayah nya serius, dan suho dapat melihat raut wajah anaknya yang terlihat begitu putus asa

"dengar, chanyeol bukankah ayah sudah menjelaskan ini padamu.."

"aku tidak mau ayah! Aku tidak bisa!" chanyeol memotong penjelasan suho dan ia sedikit meninggikan nada suaranya

"chanyeol dengarkan aku, aku tau ini berat bagimu, aku mengerti, tapi kau juga harus tahu chanyeol, sampai kapan kau akan seperti ini? Kau tidak akan selamanya menjadi anak muda chanyeol, kau pasti akan menikah dan selama ini aku belum melihat mu kemari bersama seorang perempuan sebagai kekasihmu, dan mungkin luhan adalah jawabannya, mungkin perjodohan ini adalah jalan keluarnya"

"tapi aku mencintai orang lain ayah, luhan bukanlah jawabannya" chanyeol mengatakan hal itu dengan serius, sorot matanya mengatakan bahwa gadis yang ia cintailah jawaban dari semua ini

"lalu siapa dia? Bukankah ayah sudah memberi tahu mu bahwa ayah memberikan kebebasan padamu dalam memlih seorang kekasih? Tapi kenapa kau tidak pernah membawanya kemari hm? kau bisa mengenalkannya pada ayah"

'bagaimana jika aku mengenalkannya sebagai sepupu kita ayah?' ucapnya dalam hati, suho dapat melihat chanyeol kembali terdiam dan menundukan kepalanya

"jadi itu satu semester lagi, bukan dua semester lagi kan? 7 minggu lagi?"

Suho tetap menatap anak satu satunya itu, sebeneranya suho tidak begitu yakin jika chanyeol benar benar memiliki seseorang yang ia cintai, jika memang benar kenapa chanyeol tidak pernah membawanya kerumah dan mengenalkan perempuan itu padanya? Jadi suho hanya beranggapan itu sebagai alasan chanyeol agar bisa membatalkan perjodohan ini seperti sebelumnya

"kau tidak perlu memikirkan tentang perjodohan ini, aku akan bilang pada kris agar pernikahan mu dilaksanakan sesuai yang kita rencanakan, lagi pula jika kau menyelesaikan kuliah mu lebih awal, luhan masih bersekolah pada saat itu dan pernikahan mu tidak akan dilaksanakan karna luhan belum lulus sekolah"

Chanyeol berdiri dari duduknya

"mulai lah kerjakan skripsi mu, kau tidak perlu memikirkan hal lain lagi"

Chanyeol bejalan meliwati suho yang masih duduk di sofa nya

"kau mau kemana chanyeol?"

"kerumah dio"

Chanyeol keluar dari rumah nya dan mengeluarkan motor nya, ia menjalankan motornya kerumah dio, apa yang harus ia lakukan sekarang? 7 minggu lagi..

"baek.. apa yang harus aku lakukan?" ucapnya lirih

Chanyeol tiba di rumah dio sekarang, ia memasukinya dan ia dapat melihat bibinya berjalan melewati dirinya hendak menaiki tangga

"bibi?"

"oh chanyeol, kapan kau datang?" eomma dio yang baru menyadari kehadiran chanyeol membalikan badannya, chanyeol melihat susu coklat yang berada di atas nampan yang tengah di pegang oleh bibi nya

"apa itu buat baekhyun?" chanyeol menujuk susu coklat yang berada di atas nampan, ia tau pasti jika susu itu pasti untuk baekhyun dan eomma dio hanya menganggukan kepalanya

"apa dio ada di rumah bi?" tanya chanyeol

"dio belum pulang sayang, dia masih ada pelajaran tambahan"

"ahh begitukah? Kalau begitu biar aku saja yang membawakannya" chanyeol nyengir dan mengambil nampan yang sedari tadi di pegang oleh eomma dio kemudian chanyeol segara menaiki tangga menuju ke kamar baekhyun

"baekhyun sedang belajar sayang, jagan mengganggu nya atau kau akan kena amukannya" eomma dio sedikit berteriak saat melihat chanyeol sudah berada di depan pintu kamar baekhyun

"aku tau bi, tenang saja" chanyeol memberikan wink kepada bibi nya dan segera mengeluarkan ponselnya

"amukannya.. pfftt, aku ingin tau bagaimana kau mengamuk baek" chanyeol menyinggung kan smirk nya dan kemudian ia mengetikan sesuatu di ponselnya

Kakao

Ponsel baekhyun berbunyi, ada pesan masuk, baekhyun segera mencari ponselnya dan membuka pesan masuk di ponselnya. Baekhyun membaca pesannya, itu dari chanyeol

From: Park C

Baek!

Flashback end..

-I dont know-

Chanyeol menuruni tangga kamar baekhyun dan segera menuju ke ruang tengah, ia terlihat terengah engah dan sesekali chanyeol memukuli dadanya perlahan

"kau kenapa chanyeol?" eomma dio datang dan menyimpan segelas jus jeruk di meja ruang tamu dan dengan cepat chanyeol meminumnya dengan terburu buru, eomma dio memperhatikan chanyeol dengan heran, kenapa chanyeol berkeringat? Apa terjadi sesuatu di kamar baekhyun tadi?

"sayang, kau berkeringat, ada apa?" eomma dio penasaran degan apa yan sebenarnya terjadi pada chanyeol

"tidak apa apa bi, kamar baekhyun panas sekali, makanya aku bereringat, huuuhhhh" chanyeol juga mengehembuskan nafas beratnya, kenapa chanyeol terlihat gugup? Eomma dio juga melihat chanyeol mengibas ngibaskan baju nya, apa kamar baekhyun sepanas itu? Pikirnya dalam hati

Sedangkan chanyeol mengusap ngusap dadanya, ia masih merasakan jantungnya yang berdegup kencang

'berhentilah berdegup kencang bodoh' umpatnya dalam hati:v

"e ekhmm" baekhyun kini sudah ada di ruang tengah, ia sudah mengganti pakaiannya dengan jacket berwarna biru tua dan celana jeans yang sedikit ketat membentuk kaki rampingnya, rambutnya ia biarkan tergerai dan ia mengikat poninya membuat baekhyun terlihat sangat lucu, tapi.. kenapa pipi baekhyun merona?

"ohh kalian akan keluar berasama?" tanya eomma dio, ia heran kenapa baekhyun mengganti pakaian nya

"u uhmm n ne eomma, aku akan mengantar chanyeol" baekhyun melirik sekilas kearah chanyeol dan dengan tidak sengaja mata mereka bertemu untuk beberapa detik sebelum akhirnya chanyeol yang mengalihkan pandangannya dan baekhyun yang kembali menatap eommanya

"kau sudah menyelesaikan pr mu sayang?"

"ngg, sudah eomma'-' " baekhyun mengangguk anggukan kepalanya

"kalau begitu jangan pulang terlalu malam arra? Chanyeol jaga baekhyun baik baik" eomma dio menepuk paha chanyeol, ia kemudian bediri dan menghapiri baekhyun

"aku hanya pergi sebentar eomma, cup" baekhyun kemudian memeluk eommanya dan mengecup pipi eommanya

"baiklah kalau begitu, hati hati ne"

"arraseo~" baekhyun kemudian berjalan keluar rumah mendahului chanyeol, sebenarnya ia juga tidak tahu chanyeol memintanya mengantar kemana namun yang lebih penting adalah, baekhyun rasa ia akan sedikit salah tingkah sekarang

Kini baekhyun turun dari motor chanyeol, mereka kini tengah sampai di toko baju, lebih tepatnya di sebuah distro, chanyeol memasuki distro itu dan baekhyun mengekori nya dari belakang

"kau akan membeli baju?" tanya baekhyun pada akhirnya, ia melihat chanyeol yang sedang memilih milih sebuah baju

"hmm" chanyeol bergumam saat menjawab pertanyaan baekhyun

"ish ish, jadi kau kerumah ku dan mengajak ku keluar hanya untuk mengantar mu membeli baju?-3-" gerutu baekhyun, ia pun ikut melihat lihat baju yang ada di sana

"wahhh kenapa banyak sekali kaos dengan gambar satu huruf? Apa ini sedang menjadi tren?" baekhyun mengambil salah satu baju, baju itu hanya tersablon sebuah huruf besar yang hampir menutupi bagian depan kaos itu

"B artinya baekhyun:3"

Baekhyun kembali meletakkan kaos itu, ia melihat chanyeol membawa salah satu kaos yang ada disebrang tempat baekhyun melihat lihat baju dan tanpa di coba terlebih dahulu chanyeol langsung membawanya ke kasir dan membayarnya

"y yaa, kau tidak mencobanya dulu?" baekhyun segera menghampiri chanyeol dan berdiri di sampingnya, ia bingung kenapa ia tidak mencobanya terlebih dahulu? Bagaimana jika baju itu tidak muat di tubuh nya?

"tidak usah, aku yakin itu sudah cocok dengan ukuranku" jawab chanyeol santai sembari mengeluarkan kartu atm nya dan membayar baju nya

"keras kepala sekali u,u" baekhyun menggerutu dan keluar dari toko baju itu meninggalkan chanyeol yang masih membayar baju nya.

Chanyeol melirik kearah baekhyun, setelah ia yakin baekhyun telah di luar toko..

"tunggu sebentar, aku akan membeli satu lagi"

Chanyeol berlari ke tempat dimana ia mengambil baju yang telah di bayar nya, chanyeol mengambil sebuah baju lagi dan kembali ke kasir

"tolong satukan dengan yang tadi" chanyeol memberikan baju yang ia ambil tadi, dan setelah ia membayar belanjaan nya ia segera keluar toko dan menghampiri baekhyun

"oyy" ucapnya dan berdiri di sebelah baekhyun

"kenapa lama sekali?"

Dan chanyeol hanya mengangkat kedua bahunya

"jadi kita akan pulang sekarang?" tanya baekhyun pada akhirnya

"hmm kurasa iya, kau ingin makan di luar?

Baekhyun menggelengkan kepalanya

"aku ingin pulang saja"

"baiklah kalo begitu"

Chanyeol kemudian menaiki motor nya dan memasangkan helm pada baekhyun

"baek, apa besok kau libur?" chanyeol menatap wajah baekhyun setelah memasangkan helm padanya, baekhyun terlihat berpikir sejenak

"aniyo, besok aku harus sekolah" jawab nya singkat

"mwo? Besok kau sekolah? Kenapa? Bukannya besok minggu? Kenapa kau sekolah?"

Pukk

Baekhyun memukul helm chanyeol pelan

"yakk! kenapa kau melakukan itu?" protes chanyeol sembari membenarkan helm nya

"jika kau tahu besok itu minggu dan libur kenapa kau masih menanyakannya? -_-"

"aku kan hanya bertanya, lagipula aku kan tidak tahu mungkin saja kau ada kegiatan lain besok" chanyeol kini menatap baekhyun dan baekhyun pun menatap chanyeol

Tik

Tik

Tik

Dan baekhyun pun memalingkan wajah nya

"a aku tidak punya kegiatan laiin besok, wae?" baekhyun menjawab dan masih memalingkan wajahnya

Sebuah cengiran terukir di wajah chanyeol, ia kemudian menangkupkan kedua tangannya pada helm yang di kenakan baekhyun kemudian chanyeol menghadapkan wajah baekhyun sehingga baekhyun kembali menatap wajah chanyeol

"hmm benarkah? Kalau begitu kau harus mengantarku lagi besok" chanyeol tersenyum,

Manis..

Baekhyun terdiam dan masih dengan setia menatap wajah chanyeol

"baek?" chanyeol berucap dan membuyarkan pandangan baekhyun, dengan segera baekhyun menepis tangan chanyeol yang menangkupkan tangannya pada helm yang ia kenakan

"m mwoo? Lagi? Yakk kau ini kenapa eo? Kenapa kau selalu memintaku untuk mengantarmu kesana kemari? Kenpa kau tidak meminta dio untuk mengantar mu? Kenapa harus selalu aku?"

Baekhyun akhirnya kesal, jika di pikir pikir memang benar, kenapa selalu dia yang diminta untuk mengantar chanyeol kesana kemari? Kenapa dio tidak pernah melakukan itu? Lagipula chanyeol selalu meminta antar ke tempat yang menurut baekhyun tidak penting, seperti sekarang, chanyeol hanya membeli baju, apa ia harus diantar hanya untuk membeli sebuah baju?

"karna dio pasti tidak mau jika ku ajak keluar untuk mengantar ku, lagi pula kau juga selalu memintaku untuk mengantarmu kesana kemari, memintaku untuk menjemputmu, mengatarmu, menemani mu membeli sesuatu, mengantarkan buku pelajaran saat kau lupa membawanya"

Baekhyun bungkam saat mendengarnya

"tapi.."

"jika kau bandingkan, kurasa kau lebih untung saat aku memintamu mengantarku ke suatu tempat, kau akan mendapatkan makanan gratis dariku, aku ini selalu mentlaktir mu tau"

"tapi kan.."

"kau bahkan memperlakukan ku seperti tukang antar dan juga ojeg gratis, dan kau tidak pernah membayarku, atau bahkan tidak pernah mentlaktirku"

"BAIKLAH BAIKLAH! AKU AKAN MENGANTAR MU, KAU PUAS?-3-"

Baekhyun akhirnya mengucapkan kalimat itu dan chanyeol kembali menyengirkan bibirnya lebar/?

"kau benar benar menyebalkan-3-"

"kau tidak akan menyesal baek" chanyeol masih menyengirkan bibir nya, kenapa ia terlihat senang sekali?

"kajja, naiklah"

Chanyeol menyalakan motor nya dan baekhyun pun menaiki motor chanyeol

"naik naik-3-"

Dan baekhyun pun terus menggerutu selama perjalanan pulang dan chanyeol hanya nyengir bahagia/?:v

Malamnya...

"dio yaaaa~~"

Baekhyun memasuki kamar dio, ia bisa melihat dio yang sedang mengenakan headset dan membaca sebuah buku di kasur nya

"hmmm" dio hanya bergumam saat mendengar suara baekhyun yang memasuki kamarnya

"kapan kau pulang? Kau pulang dengan siapa eo? Apa setiap malam kau pulang sendiri? Kau berani pulang sendiri?"

Baekhyun menaiki kasur dio dan duduk berselonjor di samping dio

"aku pulang bersama temanku" dio masih fokus dengan buku yang ada di tangannya

"eo teman? Teman yang mana?'^' " baekhyun kembali bertanya

"ya teman sekelas ku bodoh -_-"

"ahhhh, maksud mu kai?" baekhyun bersmirk dan menaik naikan halis nya

Dio menolehkan wajahnya, ia menatap baekhyun dengan tatapan sinis nya kemudian ia kembali mengalihakan pandangan nya pada buku yang sedang di bacanya

"waa kurasa kalian semakin dekat sekarang" baekhyun kini menyenggol bahu dio pelan

Sabar..

Dio tidak bergeming, beginilah kebiasaan baekhyun, ia selalu mencari gara gara padanya namun untuk kali ini dio sedang tidak ingin berdebat dengan baekhyun jadi ia hanya akan diam dan berusaha untuk tidak menanggapi baekhyun

"yakk aku berbicara padamuuu" baekhyun kini menutupi buku yang sedang dio baca dengan meletakan tangan baekhyun diatasnya

"yakkk! Berhentilah mengganggu ku! Kau tidak lihat? Aku ini sedang belajar, keluar sana!"

Dan akhirnya dio tidak bisa menahan rasa sabarnya:v

"galak sekali u,u oh ya besok aku akan mengantar chanyeol, kau ingin ikut?"

Baekyun menghiraukan bentakan dio dan malah mananyakan sesuatu yang tidak penting menurut dio

"tidak mau, aku ada kerja kelompok besok"

Dio kembali fokus pada bukunya

"ahh kenapa kau sibuk sekali? Apa tidak cukup dengan pelajaran tambhan mu itu? Kenapa kau juga harus kerja kelompok?"

"kau tidak mengerti, tugas ku banyak sekali akhir akhir ini, berhentilah mengajak ku bermain, aku tidak punya waktu untuk sesuatu yang tidak penting seperti itu"

"tidak penting-3- sekali kali kau juga harus bermain, kau tidak kasihan pada otakmu eo? Otakmu juga perlu istirahat, tidak baik jika menggunakan nya terus menerus/?"

"kau juga akan mengalami hal seperti ini saat kau naik kelas nanti, kau bahkan tidak akan punya waktu untuk bermain, pikirkan tentang ujian negara dan yang paling penting adalah, pikiran mengenai ujian masuk pergguruan tinggi, kau kira itu gampang? Sudahlah jangan mengganggu ku" dio masih tetap fokus pada buku yang ada di tangannya dan baekhyun mempoutkan bibirnya

"tapi aku tidak ingin pergi berdua dengan chanyeol.." ucap baekhyun pelan dan masih mempoutkan bibirnya

Dio menyerah, ia menutup buku yang sedari tadi di pegangnya dan mentap baekhyun

"wae?"

"aku ingin di temani olehmu, aku tidak ingin pergi berdua dengan chanyeol.." baekhyun semakin mempoutkan bibir nya

"memang apa yang salah dengan itu? Bukannya kau sudah biasa pergi berdua dengan chanyeol? Kenapa kau tiba tiba tidak ingin pergi berduaan denganya? Seharusnya kau senang, bukannya itu kemauan mu? Menghabiskan waktu berdua bersama chanyeol?"

Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya

"kau ini kenapa? Apa sesuatu terjadi?"

"hnn, sebenarnya.. akhir akhir ini aku ingin menjauhi chanyeol, maksud ku.. aku tidak terlalu ingin dekat dengan chanyeol"

"kenapa?"

"aku tidak tau.."

"-_-"

"aku hanya... tidak ingin jatuh terlalu dalam.."

-I dont know-

"chanyeol kau dari mana?" suho bertanya saat melihat chanyeol yang baru pulang entah darimana

"rumah dio ayah, bukanya aku sudah bilang padamu?"

"kenapa kau selalu pegi kerumah dio? Kau bermain dengan dio?"

"hmm begitulah" chanyeol melangkah kan kakiinya melewati suho dan hendak menaiki tangga menuju kamar nya

"berhentilah bermain main dan segera kerjakan skripsimu"

Chanyeol menghentikan langkah nya tepat di depan pintu kamarnya, chanyeol membalikkan badannya dan menatap suho yang berada di bawah tangga

"aku akan menyelesaikan nya ayah, tapi dengan satu syarat"

Suho menaikan sebelah halisnya, heran saat mendengar ucapan chanyeol

"tidak ada makan malam besama luhan selama 7 minggu ini"

Suho kini mengerutkan halisnya

"apa yang ayah dapatkan jika ayah menyetujui hal itu?"

"aku berjanji pada ayah akan mengerjakan skripsi ku dan menyelesaikan nya tepat waktu"

"baiklah, deal.."

Chanyeol menyunggingkan smirk nya kemudian memasuki kamarnya

Paginya...

Baekhyun menuruni tangga kamarnya, ia pergi ke dapur dan mendapati dio sedang menikmati sarapan paginya lengkap dengan baju nya yang rapih

Baekhyun kemudian duduk di depan dio, ia mengambil sebuah roti dan mengolesinya dengan selai strawberry kesukaannya

"kau akan berangkat sekarang?" baekhyun memakan roti nya

"hmm, teman ku akan menjemputku sbentar lagi"

"kenapa pagi sekali? Ini baru jam delapan" baekhyun melirik jam dan kembali menikmati sarapan paginya

"banyak yang harus kami kerjakan" dio selesai dengan rotinya, ia kemudian mengambil susu dan meminum nya

"ahh begitu.."

Teng nong.. teng nong.. /?

"biar aku saja!" dengan cepat dan tanpa dio sadari baekhyun segera bangkit dari kursinya dan segera berlari ke depan rumah bermaksud membukakan pintu

"yakk biar aku saja yang membukanyaaa!" dio ikut berlari mengejar baekhyun namun ia terlambat...

"selamat pagi kai~ dio sudah menunggu mu sedari tadi, masuklah~"dan dengan tidak tau malu baekhyun menarik lengan kai dan mempersilahkan kai untuk masuk kedalam rumah

Baekhyun mempersilahkan kai untuk duduk di sofa,

"kau sudah sarapan? Ingin ku buatkan sesuatu?" baekhyun bertanya sambil mengedip ngedipkan matanya

"wahh kau pengertian juga, jika itu boleh aku tidak keberatan" kai mencubit pipi baekhyun gemas

"baiklah tunggulah sebentar, aku akan membuatkan roti untukmu" baekhyun nyengir dan segera berdiri dari duduk nya, ia kemudian berjalan melewati dio yang sedari tadi berdiri di dekat sofa/?

"kurasa kau harus menemani kai selagi aku membuatkan roti untuknya, huehehe:3" baekhyun berbisik saat mengucapkan hal itu

"kenapa kau menyuruhnya masuk!?" dio bertanya geram dengan suara yang nyaris seperti berbisik

"apa itu salah? Tidak baik jika membiarkan tamu diluar rumah" baekhyun meberi dio wink dan segera berlalu ke dapur

"arghhh baekhyun sialan" dio menggeram dalam hatinya kemudian ia menghampiri kai dan duduk di sebelahnya

"kupikir kau belum siap" kai akhirnya memulai pembicaraan

"tentu saja aku sudah siap, aku bukan orang yang akan membuatmu menunggu ku mandi" kai pun terkekeh

"jadi.. kenapa rumah mu sepi sekali?''

"kami hanya tinggal bertiga disini, eomma ku pergi belanja tadi pagi dan baekhyun baru saja bangun"

"lalu appa mu?"

Dio menggelengkan kepalanya pelan

"appa dan eomma sudah berpisah sejak dulu" jawab dio sembari tersenyum

"ahh maaf, aku tidak bermaksud.."

"tidak apa apa" dio masih menyunggingkan senyum nya

"sarapan sudah siapp~~"

Baekhyun datang dengan sebuah nampan dengan roti dan susu diatasnya

"waw, kau benar benar membuatkan ku sarapan? Terimakasih baekkie" kai tersenyum kemudian mengambil roti yang berada di atas nampan

"eyy kenapa kau selalu memanggilku dengan sebutan itu? Kenapa kau memanggil ku dengan sebutan baekkie?" baekhyun ikut duduk besebrangan dengan sofa yang di duduki oleh kai dan dio

"karna itu namamu baek, eomma mu selalu memanggil mu dengan nama itu, bukankah itu manis?" kai menjawab nya sembari mengunyah roti ditangannya

"jinjja? Eomma memanggilku seperti itu?*-* baekkie? Ahh aku menyukai nya "

"tapi kurasa bacon lebih tepat untuk panggilan mu baek" dio menambahkan dan baekhyun hanya mendelik saat mendengar itu

"jadiii... hari ini kalian pergi berkencan?"

"yaaaak!" itu dio

"hahaha.. kurasa bisa dibilang seperti itu" itu kai

"waaaa aku tahu kalian berhubungan di belakang ku, kenapa kau menyembunyikan ini dari ku dio?"

"-_-"

"karna aku menyuruhnya untuk tidak memberi tahumu dulu"

"m mwo? I itu tidak benar, kau ini bicara apa kai?"dio membulatkan matanya saat mendengar pernyataan dari kai dan lagi lagi ia bisa merasakan pipi nya yang mulai memanas

"pfttttt" baekhyun menahan tawanya, kenapa dio gampang sekali blushing hanya dengan pernyataan seperti itu? Benar benar payah ucapnya dalam hati

"ekhm, jadi kalian akan berpacaran disini? Aku harus mandi sekarang"

"kkk kau benar, kau sudah siap dio? Kita berangkat sekarang?" tanya kai

"h hmm, ayo berangkat" dio pun memakai tas nya dan kai pun berdiri dari duduknya

"baiklahh, mari ku antar sampai depan" baekhyun nyengir dan mereka berjalan ke depan rumah

"bilang pada eomma aku berangkat sekarang"

"hmmmm"

"bilang juga pada eomma aku sudah membuat nasi seperti yang diperintahkan nya"

"arraso arrasoo, kenapa kau cerewet sekali-3- sudah sanaa kalian pergi saja"

"hati hati dirumah jangan lupa kunci pintu jika kau akan mandi"

"hmmmmmmm-3-"

"baiklah kami pergi sekarang" dio pun berjalan keluar gerbang menghampiri kai yang sudah menaiki motornya

"semoga kencan kalian menyenangkannnn" baekhyun mengangkat tangannya dan mendadahi dio dan kai/?

Dio memelototi baekhyun dan baekhyun hanya..

"weeeee:p" memeletkan lidahnya dan kembali memasuki rumah untuk mandi/?:v

2 hour letter..

"eomma aku akan mengantar chanyeol lagi sekarang"

"benarkah? Kalian akan pergi kemana hm?" eomma dio sudah pulang, dan sekarang ia sedang membereskan belanjaan yang ia beli dan memasukan nya kedalam kulkas

"mmm tidak tau'-' chanyeol tidak mengatakan akan pergi kemana" baekhyun mengunyah apel yang ada di tangannya dan memperhatikan eomma nya yang sedang membereskan belanjaan nya

"eomma rasa akhir akhir ini kalian sering pergi bersama, jangan pulang terlalu larut arra?" eomma dio memandang baekhyun sejenak kemudian kembali melanjutkan pekerjaan nya

"ngg karna chanyeol selalu menyuruhku mengantar nya eomma:3 arraso, aku akan pulang sebelum malam, ahh iya dio tadi sudah berangkat kerja kelompok, dio juga bilang dio sudah memasak nasi yang eomma minta"

"begitukah? Dio pergi sendiri?"

"aniyo eomma, teman dio kemari tadi"

Eomma dio hanya mengangguk anggukan kepalanya

Teng nong.. teng nong..

"ahh kurasa itu chanyeol:3" baekhyun segera beranjak dari duduk nya dan berjalan ke pintu depan dan membuka kan pintu

"kau sudah siap?"

"eyy-3- masuklah dulu kau tidak ingin menyapa eomma ku?"

"baiklah tapi jangan terlalu lama, dan ahh ganti baju mu dengan ini" chanyeol menyerahkan sebuah kantong kertas kepada baekhyun

"apa ini?" baekhyun membukanya dan melihat isi yang ada di dalam nya

"itu baju, ganti baju mu dengan itu baek"

"kenapa aku harus menggantinya?"

"aku salah beli, ukuran baju itu kekecilan, aku tidak bisa memakainya"

"apa ini baju yang kemarin kau beli?"

"hmm"

"sudah kubilang coba dulu bajunya, kau ini keras kepala sekali-3-"

"cepatlah ganti baju mu.." chanyeol pun berjalan memasuki rumah baekhyun dan pergi ke dapur untuk menemui bibi nya

"ishh cerewet sekali-3-"

Baekhyun pun pergi ke kamar nya dan mengganti baju nya..

"C" baekhyun menatap baju yang tengah dikenakan nya di depan cermin, baju kaos berwarna biru tua dengan panjang seperempat lengan, dan juga huruf C yang tersablon di bagian depan kaos itu

"woah.. bukan kah baju ini seperti baju yang ada di toko itu? Apa benar chanyeol salah membeli baju? Kenapa cocok sekali dengan ukuran ku-3-"

Baekhyun hanya mengangkat bahu nya tak peduli, kemudian ia pergi menuruni tangga dan menghampiri chanyeol dan eomma nya di dapur

"aku sudah siap" perkataan baekhyun membuat chanyeol menolehkan badannya dan menatap baekhyun

Baju yang dikenakannya terlihat pas dengan tubuh rampingnya, baekhyun juga mengepang rambutnya ke samping membuatnya terlihat semakin lucu ditambah dengan tulisan yang ada di baju nya "C"

Chanyeol tersenyum tipis

"bibi kami akan berangkat sekarang"

"hati hatilah dijalan, chanyeol jangan ajak baekhyun main sampai malam, pulang lah sebelum malam, arra?"

"baiklah bi aku mengerti" chanyeol pun berpamitan dan berjalan kedepan rumah mendahului baekhyun

"eomma aku berangkat sekarang, aku janji tidak akan pulang larut:3" seperti kebiasaan yang selalu ia lakukan, baekhyun mengecup pipi eomma nya kemudian menyusul chanyeol kedepan rumah

"jadi kita akan kemana sekarang?" tanya baekhyun

"kesuatu tempat" chanyeol dengan santai nya menjawab pertanyaan baekhyun dan seperti sudah menjadi kebiasaan nya chanyeol memakai kan helm kepada baekhyun

"ishh aku bosan mendengarnya, saat kau memintaku mengantar mu kau selalu bilang ke suatu tempat, dan saat aku tanya kemana itu, kau akan menjawab ke suatu tempat, apa semua tempat di seoul tidak memiliki nama?-3-" baekhyun membenarkan helm nya

"itu rahasia baek, kau akan mengetahui nya saat sampai di sana"

"tentu saja saat sampai disana aku akan mengetahui nya bodoh-3-"

Chanyeol terkekeh dan mencubit pipi baekhyun pelan

"baju mu bagus baek, kurasa itu sangat cocok dengan ukuran mu"

"benarkah? Apa kau benar benar salah membeli nya? Ini benar benar muat di tubuh ku dan kurasa ini memang ukuran baju ku, apa kau tidak memeriksa ukuran nya sebelum membeli nya?" baekhyun menundukan kepalanya menatap kaos yang dikenakannya

Chanyeol mengangkat bahunya "entahlah, kurasa aku membeli ukuran yang benar tapi saat aku sampai dirumah dan saat aku akan mencobanya, aku bahkan tidak bisa memasuk kan kepalaku"

"lalu kau tidak menukarkan dengan ukuran baju mu?"

"kemarin aku kembali ke toko itu, namun pelayan disana bilang baju yang sudah dibeli tidak bisa ditukar, lagi pula aku sudah membeli baju yang lain"

"jinjja? Kau membeli baju yang lain?"

"hmm, kau ingin melihatnya?" chanyeol menunjukan smirk nya

"mana? Mana? -3-"

Chanyeol pun menurunkan resleting jaket yang di kenakan nya

"eo.." baekhyun membulatkan matanya dan menunjuk kaos yang tengah di kenakan oleh chanyeol

'B'

Kaos dengan warna yang sama dengan yang di kenakan baekhyun namun dalam kaos yang chanyeol kenakan tersablon huruf 'B'

"keren kan?"

"yaakk, harusnya aku yang memakai itu... B itu baekhyun, dan C itu chanyeol"

"lalu kau ingin memakai yang ini dan aku memakai yang itu? Itu bahkan tidak muat di kepala ku baek-_- lagipula disana tidak ada lagi huruf C yang sesuai dengan ukuran baju ku, hanya ini yang tersisa"

Tentu saja itu bohong, semua yang chanyeol katakan itu bohong, mengenai ia yang salah membeli ukuran baju dan juga mengenai kaos dengan huruf C yang tidak sesuai dengan ukuran bajunya. Chanyeol sengaja melakukan nya, ia sengaja merencanakan ini semua, membeli baju couple untuk baekhyun, mengajak baekhyun ke suatu tempat yang akan menjadi kejutan untuk baekhyun, chanyeol sudah merencanakanya, semua nya.. tapi untuk apa? Untuk pertanyaan yang satu itu

Chanyeol juga tidak tahu jawabannya..

"lagipula siapa suruh kau tidak mencobanya terlebih dahulu u,u"

"kau ini cerewet sekali, harus nya kau berterimakasih padaku berkat kesalahan itu kau mendapatkan baju baru, gratis pula-_-"

"aku kan tidak memintanya, lagi pula ini kan salahmu weee:p"

"tapi bukan kah ini keren? Baekhyun, chanyeol" chanyeol menunjuk wajah baekhyun kemudian menunjuk wajah nya sendiri

"baekhyun, chanyeol" lalu chanyeol menunjuk huruf di baju nya dan menunjuk huruf di baju baekhyun

Baekhyun mengikuti arah jari chanyeol kemudian tersenyum dan menganggukan kepala nya

"nggg suatu kebetulan yang bagus sekali"

'bukan kebetulan baek, because B always beside C, and C is always for B'

Chanyeol tersenyum kemudian menghidupkan motornya

"jja.. naiklah" baekhyun pun menaiki motor chanyeol dan mereka pun pergi ketempat yang chanyeol rahasiakan

-I dont know-

Chanyeol kini memarkirkan motornya, mereka kini tengah sampai di suatu tempat. Baekhyun turun dari motor chanyeol dan melepaskan helm nya

"LOTTE WORLD *-* "

"kau senang?" chanyeol ikut turun dari motornya dan berdiri di samping baekhyun

"tentu sajaa*-* kenapa dari awal kau tidak memberitahu ku akan kemari eo?" baekhyun menjerit senang saat mengetahui ternyata chanyeol mengajak nya kamari, baekhyun sungguh ingin mengunjungi tempat ini

"sudah kubilang kau tidak akan menyesal baek" chanyeol tersenyum melihat baekhyun yang terus menggumamkan kata 'woah' saat mereka sampai disini

"jjaa, harus kah kita masuk sekrang?"

"nggg ayo kita masuk sekarang*-* " baekhyun menganggukan kepalanya semangat, ia memeluk tangan chanyeol kemudian mengajak lelaki itu memasuki tempat yang selama ini ingin di datanginya

"woahhhh ini benar benar luar biasa *-* aku ingin menaiki semuanya"

"kau yakin bisa menaiki itu semua?" chanyeol memasukkan tangannya kedalam saku celanya nya

"tentu saja aku bisa, jadi aku harus memulai nya dari mana?"

"entahlah, kau tidak ingin melihat lihat terlebih dahulu?" chanyeol menatap baekhyun dan baekhyun pun menatap chanyeol

"kurasa itu ide yang bagus, kita jalan jalan dulu, lalu kita menaiiki itu semua *-*"

"baiklah tuan putri, aku tau tempat yang bagus, kajja"

Tanpa baekhyun sadari chanyeol menggenggam tangan baekhyun dan mengajak nya ke sebuah toko yang ada di sana, senyuman teukir di wajah tampan chanyeol dan baekhyun hanya sibuk dengan semua yang ia lihat

"baek coba ini"

Chanyeol mengambil sebuah bando dengan bentuk telinga kelinci berwarna pink dan berbulu lembut, chanyeol memasangkan bando itu kemudian baekhyun membenarkan rambut nya

"eotte? Yeoppo?"

Baekhyun membenarkan poninya dan berdiri dihadapan chanyeol

"neomu yeoppo"

Damn!

Kenapa baekhyun terlihat seratus kali lebih cantik dengan hanya memakai bando itu? Ya Tuhan baekhyun sungguh manis, baekhyun terus mengaca membenarkan letak bando dan juga rambut nya

"fotokan aku" baekhyun kemudian memberikan ponsel nya pada chanyeol, chanyeol hanya bisa terpaku melihat baekhyun

"cheseeee " baekhyun menangakupkan kedua tangan pada pipi nya dan sedikit membuka bibir nya

Ceklek

"gumawoo" baekhyun nyengir dan mengambil ponsel nya dari tangan chanyeol

Chanyeol terus memperhatikan baekhyun, ia menatap wajah baekhyun yang sedang fokus melihat ponselnya

'kenapa kau manis sekali baek?'

"baek.."

Baekhyun yang sedang asik melihat hasil jepretan di ponsel nya hanya bergumam saat menjawab panggilan chanyeol

"baek.."

"mwoo? Waeyo?"

Baekhyun akhir nya mendongak kan kepala nya dan menatap chanyeol

"jadilah kekasihku untuk hari ini"

DEG

"a apa? Kau bilang apa? Pftt yaa jangan becanda, kau ini gila?"

"aku tidak becanda, jadilah kekasihku hanya untuk hari ini"

DEG

DEG

DEG

Baekhyun terdiam dan menatap chanyeol, ia kembali menatap mata itu, dan disana.. sesuatu itu.. ia masih bisa melihat nya.. apa itu?

Dengan segera baekhyun menggelengkan kepalanya

"jangan konyol, kau kira aku ini apa? Shireo-3-"

Sebenarnya baekhyun tengah gugup saat ini, ia juga tidak menyangka chanyeol akan mengatakan hal seperti itu, tapi apa maksudnya? Kenapa chanyeol mengatakan hal seperti itu? Menjadi kekasih nya? Untuk hari ini? Wahhh anak itu benar benar sudah gila ucapnya dalam hati kemudian berjalan meninggalkan chanyeol yang masih terpaku di tempat

Sadar bahwa baekhyun telah meninggalkan nya chanyeol kemuadian belari menghampiri baekhyun dan merangkul nya dari belakang

"kalau begituberpura pura lah menjadi kekasihku untuk hari ini"

Baekhyun tidak terlalu memperdulikan dengan apa yang chanyeol ucapkan, baekhyun malah memilih milih sebuah bando dan ia mengambil sebuah bando dengan bentuk sebuah telinga rilakuma berwarna coklat muda dengan bulu lembut seperti yang di kenakannya

"berhentilah membuat lelucon chnayeol, hanya untuk hari ini? Kau kira aku ini apa?-3- pakai ini untuk ku*-*" baekhyun kemudian menunjukan bando yang telah di pilih nya kepada chanyeol

Jujur jantung baekhyun berdegup kencang sekarang, ia bahkan tidak bisa bernafas dengan benar, namun baekhyun hanya ingin bersikap seperti biasa dan baekhyun tidak ingin membuat keadaan menjadi canggung seperti waktu itu

"jadi kau ingin menjadi kekasih ku untuk seterusnya? Ide bagus" chanyeol menghiraukan permintaan baekhyun, ia menatap baekhyun dengan serius menanti sebuah jawaban dari baekhyun

Pletak

Baekhyun menjitak kepala chanyeol pelan

"awww, sakit baek -_-"

"kalau begitu berhentilah berbicara tentang hal yang tidak masuk akal, kenapa kau memintaku melakukan hal seperti itu?-3-" baekhyun akhir nya memasangkan bando yang sedari tadi ia pegang ke kepala chanyeol

"kyeoptaa~ *-*belikan ini untuku dan pastikan kau juga memakai itu arra"

baekhyun kemudian mengusak poni chanyeol perlahan kemudian berjalan keluar toko meninggalkan chanyeol yang masih terdiam di tempatnya.

Baekhyun memegang dadanya saat ia telah keluar dari toko itu, jantungnya masih berdegup kencang

"bernafas.. bernafas... huffffff" baekhyun mnegatur nafasnya berusaha menstabilkan deru nafasnya

"dia hanya bercanda byun baekhyun, tidak usah memikirkan nya, kau tidak boleh melakukannya, ingat dia itu sepupu mu" baekhyun berbicara pada dirinya sendiri sembari mengibas ngibaskan tangan ke wajahnya yang terasa panas

"ahhh kenapa disini panas sekali / "

Meanwhile..

"arhhhh kau melakukannya lagi, kenapa kau mengatakan hal bodoh seperti itu?" chanyeol mengacak ngacak rambutnya prustasi

"kenapa kau bodoh sekali, kau harus bisa kendalikan perasaan mu chanyeol, tentu saja dia akan menolkamu jika memintanya seperti itu, arghhhh bodoh, kau benar benar sepupu yang aneh, aku yakin baekhyun pasti akan menjauhi ku sekarang, arhh bodoh, bodoh" kini chanyeol memukuli kepalanya dan kembali merutuki perbuatan yang telah ia lakukan beberapa saat yang lalu, kenapa bisa bisanya ia mengatakan sesuatu seperti itu?

Karna baekhyun terlihat manis sekali..

Chanyeol menggelengkan kepalanya kuat

"sadarlah! Hufff... hufff.." chanyeol membenarkan nafasnya, ia kembali membenarkan rambut nya dan mengenakan bando yang di pilihkan oleh baekhyun, setelah ia membayar bando itu ia pun berjalan keluar toko

"bersikaplah biasa.. bersikap biasa.. kendalikan perasaan mu.."

Chanyeol terus menasehati dirinya agar bersikap seperti biasa dan juga mengendalikan detak jantungnya agar tidak berdegup kencang terus menerus

Chungbunhi saenggakhaebwanni jigeum nega baeteun mareun

Swipge doedollil su eopdan geotdo algo inni

Dengan perasaan yang gugup, chanyeol akhir nya menghampiri baekhyun yang tengah menunggu nya diluar toko, chanyeol bisa melihat baekhyun sedangberdiri membelakanginya

"baek.." baekhyun pun memabalikan badannya mengahadap chanyeol

Mianhaehaneun ne pyojeong geureon seulpeun eolgul sirheo eojjeomyeon

Majimagiljido moreuneunde jom useojwo

"eo kau sudah membayar nya? Waaa itu benar benar cocok dipakai oleh mu*-*"

"aku tau" chanyeol tersenyum bangga

Baekhyun tersenyum manis melihat chanyeol yang memakai bando itu, dan chanyeol yang melihat nya hanya menahan dirinya agar tidak mengatakan sesuatu yang bodoh lagi

Neo eomneun naboda na eomneun nega honjaseon amugeotdo jal motaneun

Nega nan neomuna geokjeongdwae

"jadi sekarang kau ingin mencoba apa?" chanyeol berusaha membuat keadaan agar tidak canggung meski jantungnya terus berdegup kencang

"mmmm" baekhyun melihat ke sekitar nya, dan matanya menangkap salah satu permainan yang dianggap nya menarik

"aku ingin naik ituuu*-*" baekhyun menunjuk komedi putar dengan kuda kuda berwarna putih yang bergerak berputar

"baiklah, kajja" chanyeol kembali menggenggam tangan baekhyun dan baekhyun menyadari apa yang chanyeol lakukan pada tangannya

Jeongmal gwaenchankenni.. naega ne yeope eobseodo,

Oeroum manhi taneun nega honjaga dwae beoryeodo neon..

Kini mereka menaiki komedi putar sesuai yang diinginkan baekhyun, chanyeol dan baekhyun masing masing duduk di sebuah kuda yang bedampingan

"uwaaaa, bukankah ini meyenangkann? "

"ini membosankan baek-_-"

Baekhyun mengeluarkan ponsel nya dan menghidupkan kamera ponsel nya

"chanyeoll" baekhyun memanggil chanyeol agar lelaki itu menghadap kamera kemudian kedua nya mebuat V sign

Ceklek

"kyeoptaa*-*"

Baekhyun melihat hasil jepretan pada ponsel nya, foto pertama nya bersama chanyeol..

Chanyeol hanya tesenyum melihat baekhyun yang kini tengah menatap ponsel nya melihat fotonya dan juga dirinya

Jeongmal gwaenchankenni... gakkeumeun neowa datwo jul

Sil eomneun nongdameuro neowa useojul, saram eobseodo neoman gwaenchantamyeon..

'kenapa kau seperti ini baek? Kenapa kau membuat ku seperti ini?'

Komedi putarpun berhenti dan mereka turun dari sana

"sekarang giliranku, aku ingin menaiki itu"

Chanyeol menunjuk sebuah perahu besar yang berayun secara horizontal

Think of it twice dasi jal saenggakhae bwa

(If you leave me) naega eobseodo jeongmal gwaenchanheulkka nega

Neon na eobsin modeun ge neomu seotunikka

Naega algo inneun neon eorinae gateunikka

"MWOOO? Kau ingin membunuh ku? Aku tidak mau manaiki ituuu!" baekhyun membulatkan matanya saat chanyeol ingin menaiki wahana itu

"kau bilang ingin menaiki semuanya, kau juga harus menaiki itu baek" chanyeol mulai memegang pergelangan tangan baekhyun dan mulai mengajak nya mendekati wahana itu

"tapi tidak dengan itu, shireoo, aku tidak mau menaikinyaaa" baekhyun menahan kaki nya agar chanyeol tidak bisa mengajak nya kesana

Where are you going? Why you wanna go?

Eodil garyeogo oh, oh wae garyeogo

Geureoda kkeutnae ureumi teojin neo ireon neo bogo eotteoke neol

Bonael su itgesseo manhi heuteureojil tende neo

"tidak apa apa baek, lagi pula itu tidak semenakutkan yang kau pikirkan, ayolah"

Dengan perlahan chanyeol terus menarik lengan baekhyun agar mau menaiki wahana itu,chanyeol terus memberitahu baekhyun bahwa itu akan sangat menyenangkan dan akhirnya baekhyun mau menaiki permainan itu dan ia memegang lengan chanyeol dengan erat

Neo eomneun naboda na eomneun nega honjaseon amugeotdo jal motaneun

Nega nan neomuna geokjeongdwae...

Jeongmal gwaenchankenni naega ne yeope eobseodo

Oeroum manhi taneun nega honjaga dwae beoryeodo neon

Jeongmal gwaenchankenni gakkeumeun neowa datwo jul

Sil eomneun nongdameuro neowa useojul saram eobseodo neoman gwaenchantamyeon

"AAAAA EOMMAAAAA TT"

Baekhyun meremas baju chanyeol dan menyembunyikan wajah nya di pundak chanyeol

"WOOHHHH LEBIH TINGGI LAGI"

Sementara chanyeol terlihat menikmati permainan yang mereka tumpangi sekarang

"AHHH JANTUNGKUUU TT"

Saat perahu itu bergerak semakin tinggi baekhyun merasa dirinya melayang terbang dan saat perahu itu berayun ke bawah jantung baekhyun serasa naik keatas kerongkongan nya dan ia rasa jantung nya akan lepas

"WOOOO ANGKAT TANGAN MU BAEK, INI MENYENANGKAN SEKALI"

Berbeda dengan chanyeol, anak ini malah mengankat tangannya saat dirasa perahu yang mereka tumpangi beryun semakin tinggi dan semakin kencang

"EOMMAAA TT"

Pegangan baekhyun terlepas saat chanyeol mengangkat tangannya dan dengan reflex baekhyun memeluk pinggang chanyeol dan menyembunyikan kepalanya pada dada chanyeol

"SELAMATKAN AKUUU T^T"

Baekhyun mengeratkan pelukannya pada pinggang chanyeol dan memejamkan matanya erat dan berharap perahu sialan ini segera berhenti

Jogeum igijeogieodo dwae

Nega nareul tteonaseodo himdeulji anheul su isseul ttaekkaji

Deo meomulleodo dwae

Baekhyun tidak henti henti nya memukuli lengan chanyeol dan terus berucap bahwa sedikit lagi jantung nya akan lepas akibat ulah chanyeol, dan pukulan di lengan nya terhenti ketika baekhyun melihat sebuah kereta melintas diatasnya

Kini baekhyun dan chanyeol berada di dalam sebuah kereta yang bergerak mengelilingi lotte world, lintasan kereta ini berada diatas sehingga baekhyun bisa dengan jelas melihat wahana wahana yang ada di bawah sana

Stay with me baby. Stay with me baby

Don't go. Don't leave me baby. Take ma hand

Stay with me baby, stay with me baby

Don't go. Don't leave me baby

"woahhh ini indah sekali... *-* chanyeol setelah ini ayo naik ituu" baekhyun menempelkan tangannya pada jendela melihat seluruh wahana yang dilewati oleh kereta yang kini dinaiki nya

"wahh akujuga ingin naik ituu, dan juga ituu" baekhyun menunjuk nunjuk wahana yang ingin dinaikinya, sedangkan chanyeol.. pandangannya terfokus pada baekhyun, senyuman itu terus terukir di wajahnya

"kenapa kau menggemaskan sekali baek"

"mungkin luhan adalah jawabannya, mungkin perjodohan ini adalah jalan keluarnya"

Seketika senyuman itu hilang..

"jadi itu satu semester lagi, bukan dua semester lagi kan? 7 minggu lagi?"

Jeongmal gwaenchankenni naega ne yeope eobseodo

Oeroum manhi taneun nega honjaga dwae beoryeodo neon

Chanyeol terdiam sekarang, ia menatap baekhyun dan jantungnya kembali berdegup kencang, tanpa berpikir chanyeol menggenggam tangan baekhyun, baekhyun menundukan kepalanya nya dan melihat tangan chanyeol yang memegang tangannya,

Apa yang chanyeol lakukan?

baekhyun mengangkat wajah nya dan mentap chanyeol

"chanyeol?"

Tanpa kendali otak nya, chanyeol menelusupkan jemarinya ke tengkuk bekhyun, ia mendekatkan wajahnya dan

Cup..

Chanyeol memejamkan matanya, ia mencium baekhyun tepat di bibirnya.

Tidak ada lumatan disana, chanyeol hanya menempelkan bibir nya pada bibir baekhyun

Jeongmal gwaenchankenni gakkeumeun neowa datwo jul

Sil eomneun nongdameuro neowa useojul saram eobseodo neoman gwaenchantamyeon

Mata baekhyun membulat, ia meremas baju nya sendiri saat chanyeol melakukan hal ini pada nya

DEG

DEG

DEG

DEG

Jantungnya berdebar, ia merasakan bibir nya lembab oleh bibir seseorang, chanyeol mencium nya! Baekhyun terdiam seperti batu, chanyeol tetap menempelkan bibirnya dan memejamkan matanya, sedangkan baekhyun tidak tau harus berbuat apa, hanya bibir chanyeol lah yang dapat ia rasakan sekarang, hingga ia merasakan kereta yang titumpangi nya berhenti dan chanyeol menjauhkan wajah nya

'aku mencintai mu, byun baekhyun..'

"jjaa kita sudah sampai, ayo turun" chanyeol beranjak dari duduknya ia segera menarik lengan baekhyun agar segera berdiri dan turun dari kereta api

"sekarang kau ingin mencoba apa baek?" tidak ada jawaban dari baekhyun

"baek?" chanyeol yang heran akhirnya membalikkan badannya dan memandang baekhyun

"baek kau tidak apa apa?"

Baekhyun masih terdiam dan pandangannya kosong

"baek?" chanyeol takut sekarang, kenapa baekhyun tiba tiba menjadi seperti ini? Chanyeol meletak kan kedua tangannya pada bahu baekhyun dan menggoyangkan bahu baekhyun pelan

"kau... menciumku.." baekhyun berucap pelan hampir tidak terdengar oleh chanyeol

"apa? Kau bilang apa baek? Apa kau sakit?"

"kau menciumku..."

"yakk jangan menakutiku, ku kira kau sakit baek-_-"

"yakk kenapa kau mencium mppttt-3-" belum sempat baekhyun menyelesaikan perkataan nya, chanyeol dengan cepat membekap mulut baekhyun dengan tangannya dan dengan cepat pula baekhyun menepis tangan chanyeol

"pelankan suara mu baek" chanyeol melihat sekitar dan beberapa orang melihat ke arah mereka dengan tatapan aneh

"YAK KENAPA KAU MELAKUKAN ITU!"

"melakukan apa? Bukan kah hal itu wajar? Kau ini kan kekasih ku baek"

"KEKASIH JIDAT MU! AKU TIDAK PERNAH MENYETUJUI TENTANG HAL ITU!"

"kalau begitu kau kekasih palsu ku?"

"YAKKKK!"

"jangan berteriak baek, lagipula itu sudah terjadi, kau ingin aku mengembalikannya?" chanyeol kini berjalan mendekati baekhyun

"KAU GILA, MENJAUH DARIKU!"

"baekhyun?"

"chanyeol?"

TBC

BOONG DENG BOONG:V YOK LANJUT:3

Baekhyun dan chanyeol menolehkan wajah nya

"eo.. sehun?"baekhyun menunjuk sehun

"eo.. luhan eonni?" baekhyun melirik seseorang yang berdiri di samping sehun,

"waaa apa kalian sedang berkencan?"

"kkk aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu disini baek" luhan tersenyum pada baekhyun kemudian ia melirik ke arah chanyeol

"apa kalian sedang berkencan juga?" kekeh luhan

Baekhyun melirik sekilas ke arah chanyeol dan mengibas ngibas kan tangannya

"a.. aniyoo.. aku sedang tidak berkencan, c chanyeol.. dia sepupu ku" baekhyun menjawabnya gugup

Luhan kembali terkekeh

"kkk kalian seperti sepasang kekasih, kalian terlihat cocok^^"

"apa kau mengejek ku?" chanyeol akhirnya bersuara

"kalian juga terlihat serasi, kalian berkencan?" tanya chanyeol dingin

"kkk ani, kami hanya jalan jalan disini" luhan menjawabnya dengan tenang

Baekhyun memandang chanyeol dan luhan bergantian, ia bingung

"kalian saling mengenal?'-'a "

"aku cukup dekat dengan chanyeol" luhan kembali tersenyum saat mengatakan itu dan chanyeol menatap luhan dengan tatapan dingin

"kalau begitu kami akan pergi duluan, semoga kencan kalian menyenangkan, kajja sehunna"

Luhan tersenyum pada baekhyun dan sehun hanya berdiam sedari tadi tanpa ekspresi, mereka kemudian berjalan melewati baekhyun dan chanyeol hanya berdecih dan memalingkan wajahnya

"chanyeol, kau mengenal luhan? Darimana kau mengenal nya? Yakk kenapa kau tidak pernah memberitahu ku kalau kau mengenal luhan?" tanya baekhyun pada akhirnya, baekhyun penasaran bagaimana chanyeol dan luhan bisa saling mengenal dan kenapa chanyeol tidak pernah memberitahu nya?

"aku juga tidak tahu, lagi pula itu tidak penting baek" chanyeol mengangkat bahunya tak peduli dan ia melangkahkan kaki nya mendekati baekhyun, dan saat baekhyun melihat chanyeol yang berjalan mendekatinya, ia sadarkegiatannya meneriaki chanyeol terhenti karna kehadiran luhan tadi

"KAU GILA JANGAN MENDEKATI KUU!" :vv

-I dont know-

Sudah dua minggu semenjak insiden chanyeol yang mencium baekhyun di lotte world/? Dan sudah dua minggu juga semenjak kejadian itu baekhyun rasa ia semakin dekat dengan chanyeol, entahlah ia juga tidak mengerti. Setiap baekhyun pulang sekolah, chanyeol pasti sudah berada di depan gerbang sekolah nya maenunggu ia pulang padahal baekhyun tidak pernah menyuruh nya atau pun menelpon chanyeol supaya menjemputnya, dan saat baekhyun bertaya kenapa chanyeol melakukan hal itu, chanyeol hanya menjawab

"aku hanya ingin melakukannya"

Dan baekhyun tidak tau harus menanggapi nya seperti apa, menyuruhnya pulang dan jangan menjemputnya lagi? Tidak sopan jika mengusir nya seperti itu/? Lagi pula tidak ada salah nya kan menerima ojeg gratis/? Dan akhirnya baekhyun hanya menerima tumpangan chanyeol saat ia menjemputnya

"kenapa lama sekali baek? Tidak seperti biasanya, apa sesuatu terjadi?"

Sore itu seperti biasa chanyeol menjemput baekhyun ke sekolah nya, namun ia heran kenapa baekhyun terlambat keluar, tidak seperti biasanya, chanyeol menunggu sedikit agak lama pada saat itu

"hmm, choi saem memberi kami tugas tambahan karena kelas ku mendapat nilai yang paling buruk, dan aku harus menerjemahkan sebuah buku cerita anak anak u,u "

"salah mu sendiri karena tidak belajar baek"

"kenapa itu salahku? Aku sudah belajar, choi saem nya saja yeng memberikan soal yang susah u,u"

Chanyeol terkekeh melihat nya,

"sudahlah, ini sudah terlalu sore, kajja pulang"

Baekhyun menaiki motor chanyeol dan chanyeol pun mengantar baekhyun pulang

"aku pulang" dio memasuki rumah nya

"selamat datanggg~" dengan semangat baekhyun menyambut kepulangan dio dan membawakan tas nya/?

"ahh aku lapar sekali~"

"kau lapar? Eomma membuatkan makan malam yang sangat enak malam ini, kajja kau harus segera mencobanya" baekhyun menyampingkan tas dio di sebelah bahu nya dan memeluk lengan dio kemudian mengajak nya ke dapur

Dio berpikir sejenak, kenapa baekhyun baik sekali padanya?

"duduklah, aku akan mengambilkan nasi untuk mu" baekhyun mendudukan dio di kursi meja makan dan ia pun mengambilkan nasi untuk dio

Benar.. ada yang aneh disini batin dio

"oh sayang, kau sudah pulang hm?" eomma dio mengelus rambut dio dari belakang kemudian ia duduk di sebelah dio

"nee eomma, aku baru pulang tadi"

"jjannnn~ selamat makan~" baekhyun menghidangkan makanan yang sudah diambil nya ke meja makan

"waah uri baekhyun baik sekali" eomma dio tesenyum saat melihat baekhyun menyiapkan makan malam untuk dio, baekhyun menarik kursi dan mendudukinya bersebrangan dari tempat duduk dio

"apa yang kau inginkan?" dio akhir nya tau maksud dari sikap baekhyun yang baik padanya

"hiiii" baekhyun nyengir:v

"eung.. itu.. choi saem.. ia memberiku tugas untuk menterjemahkan cerita anak anak"

"lalu?"

"aku tidak mengerti pelajaran bahasa inggis" baekhyun mempout kan bibirya

"kalau begitu belajar lah bahasa inggris" dio mulai memakan makan malamnya

"ishh u,u bantu aku nee, aku janji akan mentlaktirmu" baekhyun mencondongkan badannya dan mengedip ngedipkan matanya lucu berusaha merayu dio

"tidak mau, minta bantuan chanyeol saja sana"

"apa hubungannya dengan chanyeol-3-"

"kau kan selalu bersama sama dengannya sekalian saja minta bantuan chanyeol mengerjakan pr mu, kudengar chanyeol pintar berbahasa inggris"

"shireo-3-"

"kkk kenapa tidak kau saja yang membantu baekhyun hm?" eomma dio tekekeh saat mendengar perdebatan kecil anak anak nya

"aku tidak mau eomma, biarkan dia meminta bantuan chanyeol saja, dia bahkan kencan setiap hari bersama chanyeol kenapa giliran ada pr dia malah meminta bantuanku?"

"yakk aku tidak kencan dengan chanyeol" baekhyun sedikit melirik eomma nya

Eomma dio kembali terkekeh dan mengelus rambut dio pelan

"kalian tidak boleh mengganggu chanyeol dulu, oppa suho bilang chanyeol sedang megerjakan skripsi nya"

"mwo skripsi?"

"skripsi?"

"hmm, kalian tidak mengetahuinya? Chanyeol mendapatkan program akselerasi, ia bisa menyelesaikan kuliah nya lebih awal"

"jinjjaa?" ucap baekhyun dan dio bersamaan

Ahh pantas saja chanyeol bisa menjemputku setiap hari, batin baekhyun

"lagipula chanyeol kan akan segera menikah"

"MWO? MENIKAH?" baekhyun dan dio terkejut saat mendengar ucapan eomma nya

"kalian tidak mengetahui nya?"

Baekyhun dan dio menggelengkan kepalanya bersamaan

"aneh sekali, eomma kira chanyeol memberi tahu kalian soal ini"

"eomma, apa chanyeol dijodohkan?" tanya dio penasaran

Sedangkan baekhyun..

Apa apaan ini? Apa maksudnya? Menikah? Di jodohkan? Chanyeol?

Baekhyun terlihat was was menunggu jawaban dari eomma nya, omong kosong apa ini? Apa eomma nya sedang membuat lelucon?

"chanyeol memang sudah dijodohkan dari beberapa bulan yang lalu, apa kalian benar benar tidak mengetahui nya?"

DEG

Jantung baekhyun berdenyut sakit, beberapa bulan yang lalu? Jadi selama ini chanyeol menyembunyikannya?

Jadi semua ini bukan lelucon?

"d dengan siapa?" baekhyun akhir nya mengluarkan suara nya, kenapa ini tiba tiba sekali?

Kenapa chanyeol menyembunyikan hal ini darinya?

Lalu.. apa tatapan itu?

Ciuman.. itu..

"hmm eomma sedikit lupa nama nya, siapa ya.. han.. xi..."

Eomma dio terlihat sedang mengingat ngingat sebuah nama

"ahh iya.. namanya Xi Luhan"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

YANG INI ASLIAN YAA:V /kabur/

Tadaaaaa~~ eottee?:3AAAAAK CEYE CIUM CIUM BAEKHYUN

Suka suka? Ini khusus buat kalian yang demen panjang/?:v biku udah panjangin ceritanya neee:3 gimana? Sesuai keinginan nda?:v mian kalo chanbaek moment nya tidak memuaskan

Jujur biku takut kalian bosen baca nya kalo kepanjangan, makanya biku sedang sedang aja bikinnya/?

Gimana konflik nyaaa? Ini belum inti nya oke, ini baru pembukaan /di gampar/:v

Nn apa ya:v woiyaaa untuk laguu, suka nda lagunya? Kenapa bukan lagu EXO? Karena menurut biku lagu ini menggambarkan banget perasaan chanyeol, baca gih translate nya, bikin baper:")

Terus pa lagi ya:v udah aja deh:v

Seperti biasa makasih buat kalian yang udah nge review, biku seneng pake banget, kalian itu penyemangat bikuu / biku seneng kalian udah mantengin terus nih ff, ngasih feedback baik ke biku, lope deh mwaa:*

Buat yang ghoib/? Gapapa biku juga seneng kalian udah mau tertarik baca ff ini, kalo bisa sih kalian juga nge review biar biku banyak temen/? *modus* ga deng boong:3

Sebenernya biku mau apdet kemaren cuman belom selese ceritanya, insyalloh jadwal apdet biku itu tiap hari rabu kalo gaada halangan itu juga/? Okelah cape ngomong mulu:v see you in the next chap, dont forget to leave a review pleaseee3 *love sign*

Balesan review:*

ChanHunBaek

Cute kaya biku neeee / udah di next nihh, cepet ga next nya/? Mau sebanyak apa dulu/?:v

Baekkiechuu

Hunhan gitu gimana hayoo/? Wwkw iyalah hatinya mah itu teh kek di gedor gedor/? Wkwwkkw mereka kan emang sodara, gaboleh pacaran/?:v mau biku bikin berat ah konfliknya biar ada yng mati /apaan:v huehehe udah di update ya, gumawo udah bacaaa:*

Littlesoo

Ucul nya degdegan na *rotfl*rotfl* enggeus panjang ayeuna mah yang:vv

ABC-HS

Iyatuh kemaren guest :vv gaada yang pacaran disini mah belom pada muhrim awowkwokwok xD aww makasih udah suka padahalkan bisa tindihan tindihan ye /no:v tar ada waktunya kok, dibelakang layar/?:vv wkwkwk see you in next time thoo, ofcourse, fighting'3')9

Chanshin08

Udah biku panjangin ko chanbaek moment nyaa'3')/ kalo difokusin ke mereka aja tar mereka khilaf/?:v wkwwk biku usahin nee'3')/ gumawo udah review:*

Yousee

Iya tuh udah anu anuan/?:v huehehe hilangkanlah rasa ragu itu/?:v udah di lanjut yaa, makasih udah review:*

Littlesoo

Ma aing B) eh astaghfirulloh

-Biku-