I dont know

Summary:

Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?

Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu

Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..

Aku mencintaimu..

Park Chanyeol.

Rated: T

Cast:

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

And all member EXO

Disclaimer :

Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?

SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^

EXO GS

Genre: family, drama, complicated, romance inside

Check this out

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"chanyeol memang sudah dijodohkan dari beberapa bulan yang lalu, apa kalian benar benar tidak mengetahui nya?"

DEG

Jantung baekhyun berdenyut sakit, beberapa bulan yang lalu? Jadi selama ini chanyeol menyembunyikannya?

Jadi semua ini bukan lelucon?

"d dengan siapa?" baekhyun akhir nya mengluarkan suara nya, kenapa ini tiba tiba sekali?

Kenapa chanyeol menyembunyikan hal ini darinya?

Lalu.. apa tatapan itu?

Ciuman.. itu..

"hmm eomma sedikit lupa nama nya, siapa ya.. han.. xi..."

Eomma dio terlihat sedang mengingat ngingat sebuah nama

"ahh iya.. namanya Xi Luhan"

Chap 10 start!

"A APAA!? XI LUHAN?" dio terkejut setelah mendengar nama itu dari mulut eomma nya

Baekhyun merasa badannya lemas seketika

Lucu sekali

Baekhyun tersenyum miris saat mendengar nya, apa mereka sedang mempermainkannya? Apa apaan ini? Xi Luhan? Luhan senior di sekolah nya maksud mu?

Baekhyun menatap kosong meja makan tempat dimana ia baru saja mengetahui kenyataan yang sampai sekarang baekhyun masih menganggap nya sebagai lelucon. Apa harus baekhyun mempercayai hal ini?

Jebal..

Lagi lagi baekhyun hanya bisa menatap kosong meja yang ada di depannya, ia bahkan tidak bisa mendengar apa apa sekarang, pikirannya melayang entah kemana, semuanya seperti berjalan diluar kendali otakya

Chanyeol, luhan, skripsi, perjodohan..

"lalu siapa yang kau punya selama ini eo?"

"kau"

"jadilah kekasihku untuk hari ini"

"a apa? Kau bilang apa? Pftt yaa jangan becanda, kau ini gila?"

"aku tidak becanda, jadilah kekasihku hanya untuk hari ini"

"jangan konyol, kau kira aku ini apa? Shireo-3-"

"kalau begituberpura pura lah menjadi kekasihku untuk hari ini"

"jadi kau ingin menjadi kekasih ku untuk seterusnya? Ide bagus"

Hah benar benar lucu..

Senyuman menyakitkan itu terukir di wajah baekhyun, apa ini benar benar nyata?

"melakukan apa? Bukan kah hal itu wajar? Kau ini kan kekasih ku baek"

"jangan berteriak baek, lagipula itu sudah terjadi, kau ingin aku mengembalikannya?"

Baekhyun kembali teringat kejadian dua minggu yang lalu, saat dimana chanyeol menciumnya, mencium tepat di bibir nya, ciuman pertamanya, saat jantungnya berdebar..

Ia bisa merasakan kembali jantungnya berdebar kencang sekarang..

Appo..

"waaa apa kalian sedang berkencan?"

"kkk kalian seperti sepasang kekasih, kalian terlihat cocok^^"

Kau bilang cocok..

"kalian saling mengenal?'-'a "

"aku cukup dekat dengan chanyeol"

Jantungnya berdenyut sakit, senyuman itu kembali terukir di wajah cantik baekhyun, senyuman yang menggambarkan betapa bodohnya dia, ia menggigit bibir bawah nya, kenapa semuanya begitu jelas?

Baekhyun bisa merasakan bahunya yang mulai bergetar, baekhyun mengepalkan tangannya sendiri berusaha membuat dirinya kuat, berusaha agar air matanya tidak mengalir keluar, ia tidak bisa menahannya..

kenyataan ini, semuanya..

"b baek?" dio tau keadaan baekhyun sekarang, dio bahkan bisa melihat betapa terpukul nya baekhyun saat mengetahui hal ini,

Kumohon baek.. jangan seperti itu..

Baekhyun bahkan tidak mendengar saat dio terus memanggil nya, dan dio tidak tahu harus berbuat apa sekarang, terlebih eomma nya ada diantara mereka

"baekhyun!"

Baekhyun masih dengan keadaan yang sama hanya menatap kosong meja yang ada di depannya, apa yang harus dio lakukan?

Eomma dio menyadari ada sesuatu yang aneh pada baekhyun, mengapa baekhyun melamun seperti itu? Bahkan baekhyun menghiraukan dio yang sedari tadi memanggilnya, apa sesuatu terjadi pada baekhyun? Bahkan eomma dio bisa melihat bahu baekhyun yang bergetar

"sayang?" tangan eomma dio terjulur untuk mengusap tangan baekhyun yang mengepal di atas meja, ia bisa merasakan tubuh baekhyun yang tersentak kaget atas perlakuan yang ia lakukan, sontak baekhyun mengangkat kepalanya, ia melihat ke arah dio dan eomma nya secara bergantian, ia bisa melihat dengan jelas ekspresi dio dan eomma nya yang menatapanya aneh dan juga tatapan menyedihkan dari dio untuk dirinya

"a ah n, ne eomma? Ahh mataku perih sekali hehe" baekhyun dengan gugup mengusap matanya yang memerah dan sedikit basah akibat air matanya yang ditahan agar tidak keluar dengan tangannya yang gemetar, baekhyun bahkan tidak bisa mengontrol nada bicaranya, ia kembali mengusap matanya dan saat ia melakukan itu air matanya malah semakin memaksa untuk keluar

Baekhyun menggigit bibir nya yang mulai bergetar, ia kemudian berdiri dari duduk nya

"e ehm, kurasa.. kurasa aku sangat ngantuk sekarang, aku.. aku.. aku akan tidur duluan" baekhyun berusaha terlihat seperti biasa meski kenyataanya terlihat jelas sekali baekhyun tengah menahan dirinya agar tidak menangis di depan eomma nya

"kau tidak apa apa sayang? Ini bahkan belum terlalu malam, apa kau tidak enak badan?" eomma baekhyun khawatir dengan apa yang terjadi pada baekhyun, tidak biasa nya baekhyun akan tidur pada jam sekarang

"a.. aniyo eomma.." baekhyun memaksakan dirinya untuk tersenyum

"aku hanya... hanya.. ahh aku lelah sekali hari ini, aku akan tidur sekarang"

Baekhyun menatap eomma nya meyakinkan agar ia tidak menghawatirkannya, baekhyun akhirnya melihat eomma nya tersenyum dan mengaggukan kepalanya, ia kemudian menatap dio, jelas sekali dio terlihat khawatir padanya

"aku duluan" baekhyun tersenyum meski bibirnya bergetar, ia menatap dio seolah meminta tolong karna hatinya benar benar sakit sekarang,

Dio bisa melihat dengan jelas mata baekhyun kembali memerah dan berair, ia juga bisa melihat baekhyun menggigit bibirnya saat berlalu dari dapur menuju kamarnya, dan dio tahu apa yang akan terjadi selanjutnya

"eoh, kau akan tidur juga?" eomma dio tidak mengerti saat melihat anaknya yang tiba tiba bediri dari duduk nya

"ne eomma, hari ini sangat melelahkan, aku ingin tidur sekarang"

"kau tidak akan mengabiskan makan malam mu hmm?" eomma dio yang tidak mengetahui apapun hanya menatap anak nya yang terlihat sedikit panik, ia bingung, ada apa dengan bekhyun dan dio? Kenapa mereka tiba tiba menjadi aneh?

"aniyo eomma, aku sudah kenyang, aku keatas sekarang ne, selamat malam"

Cup..

Dio mengecup pipi eomma nya dan segera berlalu dari dapur

"bersihkan dulu dirimu sebelum tidur"

"arrasoo.."

Eomma dio berteriak mengingatkan anak nya supaya membersihkan dirinya sebelum tidur dan dio segera pergi menuju kamar baekhyun

Baekhyun menaiki tangga menuju kamarnya dengan jantung nya yang terus berdebar kencang,

Kenapa rasa nya sakit?

Ia merasakan jantungnya yang berdenyut sakit

Tes..

Akhirnya air mata itu keluar, baekhyun tidak bisa menahannya lagi, ia memasuki kamarnya dan segera menutup pintunya, baekhyun bersandar pada pintu kamar yang berada di belakangnya,

Baekhyun menghembuskan nafas berat nya, dan air mata itu terus mangalir ia mengigit tangannya berusaha menahan air matanya agar tidak mengalir, namun air mata itu terus mengalir tanpa perintah otaknya

Hkk

Hkk

Hkk

Baekhyun tersedu ditengah tengah tangisannya yang kian menjadi, ia berkali kali menghembuskan nafas nya dan jantungnya kembali berdenyut sakit

"baek"

"baekhyun?"

Dio mengetuk pintu kamar baekhyun, namun tidak ada tanda tanda baekhyun akan membukakan pintu untuknya

Hkk hkk

Hkk

Hkk

Baekhyun semakin tesedu sedu, kaki nya lemas, seluruh badannya lemas..

"baek kumohon, buka pintu nya"

Dio masih dengan kegiatannya mengetuk pintu baekhyun, dio dapat mendengar baekhyun yang terisak di dalam sana

"baek, kumohon.."

"tidak.. hkk, tidak apa apa dio ya, hkk, biarkan dulu.. hkk, aku tidak apa apa"

Badannya merosot, baekhyun teduduk di lantai, ia memeluk lututnya, membenamkan kepalanya disana

Gwenchana..

"tapi.. baek.. biarkan aku masuk" kini tangan dio beralih ke knop pintu kamar baekhyun, ia menggerak gerakan knop pintu itu berharap pintu itu terbuka

Terkunci..

"tidak apa apa, tidurlah.." baekhyun menggigit bibir nya kuat, ia tidak peduli jika bibir nya berdarah akibat perlakuannya

"aku tidak apa apa dio, tidurlah" air mata baekhyun tidak berhenti mengalir, baekhyun berusaha menormalkan suaranya agar dio tidak menunggu nya di luar kamar nya

Hening..

Baekhyun tidak mendengar lagi suara dio, atau dio yang mengetuk pintu nya

Hiks..

Hiks..

Eomma..

Baekhyun kembali terisak dalam diam, sungguh, hatinya sakit sekarang, kenapa ini semua terjadi? Kenapa ia harus mengetahui kenyataan ini?

"eomma.. hkk apa yang harus aku lakukan? Hkk" baekhyun membenamkan kepalanya, celana nya mungkin sudah basah karena air matanya namun baekhyun tidak peduli akan hal itu, baekhyun diam terisak memeluk lutut nya,

Eomma.. kenapa sakit sekali?

-I dont know-

"selamat pagi sayang, duduklah eomma buatkan sarapan yang enak untuk kalian"

"hmm, gumawo eomma"

Baekhyun dengan lemas duduk di meja makan, ia sungguh tidak mempunyai selera apapun bahkan untunk sarapan

"aigoo, kau tidak apa apa hmm? Kenapa kau menggunakan kaca mata?"

Eomma dio sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya, ia berhenti sejenak dan menghampiri baekhyun

"sayang kau sakit?" eomma dio meletakan telapak tangannya pada kening baekhyun

Baekhyun hanya diam

"tubuh mu hangat sayang, kau yakin ingin sekolah?" eomma dio mulai khawatir karna suhu tubuh baekhyun yang hangat

"mm tidak apa apa eomma, aku hanya sedikit pusing, aku akan sekolah, aku tidak ingin tertinggal pelajaran eomma" baekhyun membenarkan letak kacamatanya, kepalanya terasa berputar, ia pusing sekali sekarang, ditambah matanya yang bengkak akibat menangis semalaman

"kau yakin tidak apa apa hm? ingin eomma antar?"

"aniyoo.. eomma tidak usah mengantarku, aku yakin dio akan menjagaku" baekhyun mengangkat kepalanya, ia tersenyum kepada eomma nya dan mengusap lengan eomma nya pelan

"aigoo kenapa matamu bengkak sekali? Kau menangis?" eomma dio kaget melihat mata anak nya bengkak seperti habis menangis, ia kemudian mengambil kaca mata baekhyun dan melepaskan nya perlahan

"astaga baekhyun, apa yang terjadi padamu sayang? Ya Tuhan, lihat lah matamu" eomma dio kaget bukan main saat melihat dengan jelas mata baekhyun yang benar benar bengkak, ia mengelus kelopak mata baekhyun pelan dan sontak baekhyun memejamkan matanya

"tidak apa apa eomma, semalam mataku terus berair aku juga tidak tau kenapa, dan kurasa aku menggosok mataku terlalu keras" baekhyun beralasan, alasan yang tidak masuk akal

"tapi kenapa sampai seperti ini?" dan eomma dio mempercayai nya

Eomma dio kemudian melangkakhkan kaki nya menuju lemari pendingin, ia membuka nya dan mengambil beberapa es batu kemudian membungkus nya dengan plastik

"ini, kompres matamu sayang, kau yakin akan kesekolah dengan mata seperti itu?"

"mmm" baekhyun hanya bergumam dan mengambil es batu yang telah di buatkan eomma nya, baekhyun memejamkan matanya dan menempelkan es batu itu pada matanya yang membengkak

Dingin..

Baekhyun dapat merasakan matanya yang dingin terkena es batu

Jika eomma dio perhatikan baekhyun sedikit berubah pagi ini, tidak ada baekhyun yang berisik, tidak ada baekhyun yang berdebat dengan dio dan tidak ada baekhyun yang memberi kecupan selamat pagi pada eomma nya

Namun eomma dio tidak terlalu memperhatikan itu semua, ia hanya berpikir baekhyun sedikit tidak enak badan, namun kenyataan nya lebih buruk dari itu

"selamat pagi"

Dio duduk di meja makan, dan perhatiannya langsung tertuju pada baekhyun yang sedang mendongakkan kepalanya, dan baekhyun terlihat sedang mengompres matanya

"pagi sayang, tunggu lah sebentar lagi sarapannya akan segera siap"

"hmm, nee eomma.." dio melirik ke arah eomma nya, kemudian ia kembali menatap baekhyun, dio memperhatikan baekhyun dan..

Dio merasa ada yang aneh saat ini

Baekhyun tidak mengganggu nya?

"baek.."

"mmm" baekhyun hanya bergumam dan tetap mengompres matanya

"baekhyun sedikit tidak enak badan hari ini, kau harus menjaga nya baik baik arra?" eomma dio menghampiri meja makan dan menyajikan sarapan yang baru saja ia masak

"kau sakit?"

"sedikit"

"sebaiknya kau tidak sekolah dulu baek"

Baekhyun menegakkan kepalanya dan menatap dio

"aku akan sekolah"

"astaga baekhyun, kenapa dengan matamu?" tidak jauh dengan eomma nya, dio kaget saat melihat mata baekhyun yang bengkak, dan baekhyun kembali memakai kaca mata nya

"tidak apa apa" baekhyun mengambil nasi kemudian memakan sarapannya

"yakk jawab pertanyaan ku"

Baekhyun hanya diam dan menikmati sarapannya

"baekhyun!"

"apa?"

Dan sekarang dio lah yang terdiam

Baekhyun menatap dio untuk beberapa saat kemudian ia menundukan kepalanya dan kembali memakan sarapannya

Kenapa baekhyun menjadi seperti ini?

Kini dio dan baekhyun berada di dalam bus menuju ke sekolah mereka, sejak sarapan tadi dio dan baekhyun tidak saling berbicara, baekhyun seperti menghindari dio, bahkan sekarang dio merasa canggung duduk bersama baekhyun jika baekhyun diam terus seperti ini

"baek.."

Tidak bisa seperti ini terus, dio tidak pernah melihat baekhyun seperti ini sebelumnya, baekhyun bukan tipe orang yang akan bisa diam berlama lama, meskipun baekhyun marah pada dio baekhyun tidak akan diam seperti ini, terlebih lagi, dio tidak pernah melihat baekhyun menangis hingga matanya bengkak seperti sekarang

"baek jawab aku.."

Dio menatap baekhyun yang duduk di sebelahnya, sikap baekhyun yang seperti ini membuat dio sedikit tidak nyaman, dio mengakui baekhyun yang diam lebih menyebalkan daripada baekhyun yang cerewet yang selalu mengganggu nya dan mencari gara gara padanya

Baekhyun tetap terdiam, ia lebih memilih melihat jendela bus dan memperhatikan jalanan

"baek kumohon, kau bisa cerita padaku, kau membuatku khawatir baek, jangan seperti ini" dio memegang pundak baekhyun berharap baekhyun akan menatapnya dan menceritakan semua yang ia rasakan padanya

Namun baekhyun tetap terdiam pada duduknya dan tanpa dio ketahui baekhyun kembali menggigit bibirnya dan air matanya kembali menetes

Dio menghembuskan nafas beratnya, dio tidak menyangka baekhyun akan menjadi seperti ini, dio tau pasti apa penyebab nya, namun dio tidak ingin membicarakannya sebelum baekhyun yang memulai nya, mungkin baekhyun memang belum menerima tentang berita perjodohan chanyeol, dio juga kaget saat mengetahui yang dijodohkan dengan chanyeol adalah luhan ia tahu luhan cukup dekat degan baekhyun dan dio hanya ingin memberi baekhyun waktu, sebelum baekhyun sendiri yang membahasnya dio tidak akan membicarakannya.

"dengar, jangan seperti ini baek, jangan menyiksa dirimu, kau masih mempunyai aku, eomma, kai, kau bisa menceritakannya pada ku, tidak usah menahannya baek, aku mengerti.. dan aku akan selalu bersama mu, kau tau itu kan?"

Tangan dio berlalih pada punggung baekhyun dan mengusap nya pelan, dio tahu pasti baekhyun sangat membutuhkan seseorang sekarang namun baekhyun hanya belum siap untuk menceritakannya dan dio berusaha mengerti tentang hal itu

Bus yang mereka tumpangi kini telah berhenti tepat di depan sekolah mereka, baekhyun dan dio pun turun dari bus dan segera memasuki sekolah, dio menghentikan langkahnya saat mereka sampai di depan kelas baekhyun, ya, dio mengantar baekhyun sampai ke kelas nya, dio benar benar khawatir pada baekhyun jadi ia akan memastikan jika baekhyun benar benar sampai ke kelas nya.

"kau benar benar tidak apa apa? Kau yakin akan mengikuti pelajaran? Kita bisa pulang lagi jika kau ingin baek"

Baekhyun mengangguk kan kepalanya

"aku tidak apa apa, pergilah, kau harus ke kelasmu"

"jika terjadi apa apa kau harus menelponku"

"mmm"

"ingat baek, telpon aku"

"arraso.."

Dio tersenyum dan mengusap lengan baekhyun,

"aku akan kesini lagi saat istirahat nanti"

"aku mengerti"

Baekhyun berusaha tersenyum dan dio akhirnya melangkahkan kaki nya menuju kelas nya

Pelajaran pun dimulai dan baekhyun tidak memiliki selera untuk belajar bahkan sekedar mendengarkan penjelasan guru pun baekhyun benar benar tidak semangat

Baekhyun larut dalam lamunan nya, pikirannya melayang entah kemana, entahlah baekhyun tidak memiliki sesuatu yang lain selain berita perjodohan itu yang terus berputar di kepala baekhyun

"baekk"

"baekhyunn" seseorang mengibaskan tangannya di depan wajah baekhyun dan baekhyun tersadar dari lamunan nya

"eo ada apa xiumin?" baekhyun membenarkan badannya dan mentap xiumin yang duduk di depan meja nya

"kau yang pegang tugas selama liburan waktu itu kan? Kau yang akan melakukannya kan?"

Baekhyun memiringkan kepalanya bingung dengan yang dikatakan xiumin

"melakukan apa?"

"aish apa kau tidak mendengarkan yang dikatakan park saem? Hari jumat kita harus mengumpulkannya, tugas itu ada pada dirimu kan baek? Jadi.. kau bisa mengumpulkannya kan?"

"ahh tugas itu, mm baiklah"

"tapi masih ada yang harus di perbaiki, sekalian kau perbaiki nee, aku akan mengirimkan jawaban yang benar nya pada mu nanti" xiumin nyengir setelah mengatakan hal itu

"mm aku mengerti"

Xiumin mengerutkan alis nya saat mendengar jawaban baekhyun, apa dia tidak salah dengar?

"hanya itu? Kau tidak menolaknya saat aku meminta mu yang mengumpulkan dan memperbaiki nya? Kau tidak akan mengomel? Kau tidak akan protes padaku? Atau meneriaki ku? Atau apapun itu?"

"hmm" baekhyun hanya menganggukan kepalanya

"aigooo apa yang terjadi pada mu baek? Kenapa kau aneh sekali? Tidak biasanya kau akan mlakukannya jika aku menyuruh mu mengumpulkan tugas"

"aku hanya ingin melakukannya"

Baekhyun kembali terdiam, kalimat itu.. ahh baekhyun kembali teringat pada seseorang..

Seseorang yang membuatnya seperti ini

"baekk!"

"mm wae?"

"kau melamun lagi!"

-I dont know-

Chanyeol kembali menjauhakan ponsel dari telinganya, ia menatap ponsel nya kesal

"apa ponsel nya mati lagi? Arghh sialan apa aku harus membelikannya power bank?" dengan kesal chanyeol mendial sebuah nomor di ponsel nya dan kembali meletakan ponsel itu di telinganya

"dio? Mana baekhyun?

...

"sudah setengah jam aku disini, baekhyun belum juga keluar, bisakah kau melihat ke kelas nya?"

...

"arghh sudahlah lupakan"

Chanyeol memutus panggilan telponnya dengan dio, sudah setengah jam chanyeol menunggu baekhyun di depan sekolah nya, dan sudah setengah jam pula chanyeol tidak melihat baekhyun yang keluar dari sekolah nya

Chanyeol melihat jam yang melingkar di tangannya

"aku tidak terlambat kan? Perasaan aku sampai disini sebelum bel pulang"

Chanyeol kembali mengedarkan pandangannya ke dalam sekolah, sekolah nya mulai sepi dan chanyeol benar benar tidak melihat kedatangan baekhyun

"kemana anak itu"

.

.

.

.

"tumben sekali kau ikut kami baek" chen menyedot milkshake yang ada di tangannya

"kau tidak ingin aku menganggu kencan mu?" baekhyun melipatkan kedua tangannya dimeja dan menidurkan kepalanya pada kedua tangannya

"tidak usah menganggapku, anggap saja aku tidak ada" dan baekhyun pun memejamkan matanya

Baekhyun, chen dan xiumin kini berada di sebuah cafe tidak jauh dari sekolah nya, baekhyun memaksa ingin ikut saat mereka berjalan keluar gerbang sekolah nya tadi

"aku memang tidak akan menganggapmu ada-_-"

Xiumin memukul pelan lengan chen kemudian ia menatap baekhyun yang sedang memejamkan matanya

Baekhyun benar benar aneh hari ini

"mm baek? Kau tidak apa apa?"

Baekhyun hanya mengangguk kan kepalanya dan teatap memejamkan matanya

"jika kau hanya akan tidur disini, lebih baik kau pulang saja sana-_-"

Xiumin kembali memukul lengan chen

"diamlah chen-_-" xiumin kembali memperhatikan baekhyun, benar, ada sesuatu yang terjadi pada baekhyun, baekhyun benar benar aneh hari ini

"baek, kau benar benar tidak apa apa?"

Baekhyun kini menegak kan badan nya dan menyandarkan punggung nya pada senderan kursi yang diduduki nya, baekhyun melirik jam yang ada di dinding cafe

"aku akan pulang sekarang" baekhyun berdiri dari duduk nya dan segera melangkahkan kaki nya keluar dari cafe menghiraukan xiumin yang terus memanggil nya

"baekk, yakk byun baekhyunnnn"

"ada apa dengan anak itu, kenapa dia aneh sekali" xiumin terlihat frustasi saat melihat baekhyun yang berlalu begitu saja keluar dari cafe, tidak biasa nya baekhyun seperti itu, baekhyun benar benar diam hari ini

"chen kau tau? Baekhyun bahkan bersedia mengumpulkan tugas dan memperbaiki jawaban yang salah, bukankah itu aneh?"

Chen nampak tak percaya dengan apa yang dikatakan xiumin

"woah, apa anak itu sudah mendapatkan hidayah?":v

"-_-"

Xiumin menjitak kepala chen pelan,

"apapun itu, kurasa baekhyun terlihat menyeramkan jika seperti itu, baekhyun benar benar tidak membuat onar hari ini, bukan kah itu sangat aneh?"

Chen hanya mengangkat bahu nya tidak peduli dan kembali menyedot milkshake nya

"mungkin baekhyun benar benar mendapat sebuah hidayah":v

.

.

.

.

"aku pulang"

Baekhyun memasuki rumah nya yang langsung di sambut oleh dio

"yakk, kau ini dari mana saja? Kenapa kau pulang malam? Dan yakkk, kau tidak membawa ponsel mu? Aku menelpon mu berkali kali"

"aku kerja kelompok tadi"

Baekhyun berjalan melewati dio, ia berjalan manaiki tangga menuju kamar nya

"yakkk!"

"apa itu baekhyun?"

"hmm nee eomma, itu baekhyun"

"aigoo apa dia baik baik saja? Suruh dia turun dan makan malam arra?" eomma dio kembali kedapur dan menyiapkan makan malam

"arraso eomma, aku akan memberi tahu baekhyun sekarang" dio menghembuskan nafas berat nya kemudian ia menaiki tangga menuju kamar baekhyun

Dio mengetuk pintu kamar baekhyun dan memasuki kamar nya

"baek?"

Dio melihat baekhyun yang melepas jas sekolah nya, dio rasa baekhyun akan mandi

"baek kau tidak apa apa?"

Dio duduk di pingir kasur baekhyun, dio memperhatikan baekhyun yang sedang mengeluarkan buku buku pelajaran dari dalam tasnya

"mmm"

Lagi lagi baekhyun hanya meresponnya seperti itu

"chanyeol tadi kesini, dia menunggu mu"

Baekhyun sibuk dengan merapihkan buku nya dan memindahkan nya ke meja belajar nya

"chanyeol bilang dia menunggu mu di sekolah tadi, kau kemana saja? Kenapa tidak memberitahuku?"

"aku kerja kelompok, aku lupa membawa ponsel ku"

"jangan beralasan seperti itu, itu tidak masuk akal baek, setahuku kau bukan orang yang akan melupakan ponsel mu"

Baekhyun terdiam

"baek kumohon.. sampai kapan kau akan seperti ini? Bukan kah aku sudah bilang padamu, kau bisa.."

"aku akan mandi, turunlah duluan, aku akan menyusulmu" baekhyun memotong pembicaraan dio, ia membelakangi dio karena sibuk dengan membereskan buku pelajaran di meja belajarnya

Dio menghela nafas nya kemudian ia berdiri dari duduknya

"baikalh, segera turun saat kau selesai mandi, aku dan eomma menunggu mu di meja makan" dio akhir nya keluar dari kamar baekhyun dan berjalan menuju dapur menunggu baekhyun yang akan makan malam bersama nya

Sementara baekhyun..

Ia meremas rok seragamnya, matanya kembali memanas, kenapa chanyeol harus kesekolah nya dan menunggu nya?

Baekhyun menghembuskan nafas beratnya, bahkan bernafas pun terasa sulit untuk nya. Kenapa ia sering merasa sesak di dada nya?

Kenapa kau melakukan ini padaku chanyeol?

-I dont know-

Sudah lewat dari dua hari baekhyun bersikap seperti ini, lebih tepatnya seperti mayat hidup, baekhyun tidak pernah menghabiskan makanannya, baekhyun menjadi jarang berbicara, suasana rumah pun menjadi lebih tenang karna tidak ada baekhyun yang membuat gara gara atau tidak ada baekhyun yang selalu berteriak saat bertengkar dengan dio, dan dio benar benar tidak menyukai keadaan sepert ini! Dio memang menyukai keadaan rumah yang tenang, namun keadaan tenang ini sungguh membuat dio tidak nyaman terlebih ini dikarenakan baekhyun yang tidak mau berbicara padanya, merespon setiap pertayaan nya hanya dengan sebuah gumaman dan yang paling dio benci adalah chanyeol yang selalu mengganggu nya! Dia terus menanyakan baekhyun setiap saat chanyeol bahkan kerumah nya setiap hari agar bisa melihat baekhyun, menunggu baekhyun namun baekhyun selalu pulang malam dengan alasan ada tugas kelompok yang harus dikerjakannya di rumah temannya

Baekhyun secara sengaja tidak membawa ponsel nya kemana mana selama dua hari ini, ia juga sengaja membiarkna ponselnya mati, setidaknya jika ponselnya mati baekhyun tidak akan tahu jika chanyeol menghubungi nya kan? Baekhyun juga sengaja mneghindari chanyeol, setiap ia pulang sekolah ia pasti melihat chanyeol yang selalu menunggu nya dan baekhyun selalu mencari cara agar chanyeol tidak melihat nya saat sekolah nya bubar, baekhyun selalu ikut dengan xiumin dan chen entah itu ke cafe, ke rumah chen atau ikut bersama mereka saat chen dan xiumin pergi kencan, kemanapun itu asal tidak diantar pulang oleh chanyeol atau pun yang bisa memnbuatnya bertemu dengan chanyeol

"baek boleh aku masuk?"

Dio memasukkan kepalanya saat ia membuka pintu kamar baekhyun, ia melihat baekhyun yang sedang berselonjor di kasurnya dengan laptop yang berada di atas pahanya

"mm masuklah" baekhyun sibuk dengan laptop nya, apa baekhyun sedang mengerjakan sesuatu?

Dio melangkahkan kaki nya memasuki kamar baekhyun, ia pun menaiki kasur baekhyun dan ikut berselonjor disampingnya

"kau sedang mengerjakan sesuatu?"

"hmm begitulah"

"ingin ku bantu?"

"tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri" baekhyun menjawab dio tanpa menatap dio dan ia tetap fokus pada laptop nya

"mm baiklah" dio akhir nya diam, ia memperhaikan layar laptop baekhyun, baekhyun benar benar terlihat serius mengerjakan tugas nya

Hening untuk beberapa saat karena baekhyun terus mengerjakan tugas nya dan dio yang tidak tahu harus memulai dari mana, hanya suara ketikan yang di timbulkan baekhyun lah yang menghiasi kamar baekhyun yang sunyi

"mm baek?"

Dio akhirnya mengeluarkan suara nya, bagaimana pun dio harus mengakhiri ini, sampai kapan baekhyun akan terus bersikap seperti ni? Dan sampai kapan baekhyun akan menghindari chanyeol? Dio tahu baekhyun belum siap jika harus bertemu dengan chanyeol, tapi sungguh, menghindari chanyeol tidak akan menyelesaikan masalah, ditambah dio juga merasa kasihan pada chanyeol karena setiap hari chanyeol terus menjemput baekhyun dan juga menunggu baekhyun di rumah namun semua itu berakhir dengan baekhyun yang pulang malam dan chanyeol yang tidak bertemu dengan baekhyun

"mm ada apa?" baekhyun masih fokus dengan pekerjaan nya, dengan tugas nya

"baek aku serius, dengarkan aku"

Baekhyun pun menghentikan ketikan tangannya dan mengalihkan pandangannya menatap dio yang tengah menatap nya serius

"baiklah aku akan mendengarkan mu"

Dio menghembuskan nafasnya..

"begini, kau pasti sudah tahu kan apa yang akan aku bicarakan padamu?"

Baekhyun sedikit memiringkan kepalnya terlihat berfikir

"apa itu?"

"ini tentang mu baek, dan juga.."

Dio sedikit memberi jeda pada kalimatnya dan baekhyun terlihat penasaran dengan apa yang akan dio katakan

"dan juga chanyeol.."

Baekhyun tediam saat mendengar nama itu, namun setelah nya baekhyun menghembuskan nafas berat nya kemudian kembali menatap dio yang ada di sampingnya

"baiklah, katakan saja"

"baek aku tau.. sangat tau, aku juga sama seperti mu, aku juga kaget saat mengetahui tentang ini semua, tentang perjodohan chanyeol dan juga luhan, dan yang lebih penting adalah chanyeol yang merahasiakan ini dari kita, aku tahu perasaan mu baek, tapi jujur saja, aku khawatir jika kau terus seperti ini baek, dan juga aku tidak nyaman dengan sikap mu yang seperti ini, jika kau membutuhkan seseorang, kau bisa menceritakannya pada ku baek, jangan seperti ini, kau bahkan sudah seperti zombie, dan itu sangat menakutkan"

Baekhyun mengalihkan pandangannya, ia tidak tahu harus berkata apa saat dio mengatakan hal ini padanya, sebenarnya baekhyun juga tidak tahu kenpa ia menjadi seperti ini, entahlah saat baekhyun mengetahui semua ini ia seperti di bohongi.. bahkan ia seperti dipermainkan, entah lah, setiap hari baekhyun selalu memikirkan ini sebenarnya kenapa chanyeol merahasiakan hal ini darinya? Dan kenapa chanyeol harus dijodohkan dengan luhan senior di sekolah nya?

"selain itu, aku juga sudah memberitahu mu kan? Chanyeol.. ia selalu menunggu mu baek, ia selalu menjemputmu, menunggu mu bahkan saat ia tahu bahwa ia tidak melihatmu keluar dari gerbang sekolah, chanyeol menunggu mu di rumah hingga malam, chanyeol bahkan tidak tahu kau sengaja mematikan ponsel mu dan sengaja tidak membawanya, aku mengerti jika kau tidak ingin bertemu dengan chanyeol, tapi apa kau tidak kasihan padanya? Aku tidak tahu harus menjawab apa saat chanyeol terus menanyakanmu setiap saat, haruskah aku mengatakan bahwa kau sedang menghindarinya karena kau tahu tentang perjodohan itu? Dan kau sengaja mematikan ponsel mu dan sengaja tidak membawanya?"

Baekhyun menundukan kepalanya, pernyataan dio benar benar membuatnya tidak bisa berbuat apa apa, ia bingung harus menjawab apa, dan tiba tiba perasaan bersalah itu mulai mendatangi dirinya

"aku mengerti jika kau tidak ingin bertemu dengan chanyeol, tapi apa kau tidak kasihan padanya?"

Perkataan itu kini mengganggu pikirannya

"kau tahu baek? Menghindari chanyeol bukan lah jalan yang benar, itu tidak akan menyelesaikan masalahmu dan juga chanyeol, dan sampai kapan kau akan menghindari chanyeol hm? suatu saat chanyeol juga akan tahu kenapa kau menjadi seperti ini baek, dan apa sampai saat itu kau akan tetap menghindari nya? Kau hanya menyiksa dirimu sendiri baek, bukan hanya kau, chanyeol juga tersiksa karena sikap mu yang seperti ini"

Skak

Baekhyun benar benar bungkam, semuanya benar, semua yang dio katakan benar, baekhyun tersiksa, ia teriksa jika harus terus menghindari chanyeol seperti ini, dan juga.. sampai kapan ia akan seperti ini?

Dio menggenggam lengan baekhyun dan meremas nya pelan

"semua akan lebih baik jika kau membicarakan ini dengan chanyeol baekhyun, jangan hanya diam seperti ini, kau mengerti maksud ku kan?"

Baekhyun akhir nya mengangkat wajah nya, matanya kini berair

Dio tersenyum, ia menepuk pipi baekhyun pelan

"kau tau baek? Kurasa aku mulai merindukan baekhun yang selalu mengganggu ku"

Baekhyun tersenyum dan air matanya menetes, ia segera mengusap air matanya

"kau benar benar seperti nenek nenek yang terus mengomeli cucu nya"

"aigoo apa baekhyun yang menyebalkan telah kembali?"

"ishh diam kau" baehyun memukul pelan lengan dio dan kembali mengusap pipi nya yang basah akibat air matanya yang kembali menetes

"temuilah chanyeol, kau bisa membicarakan ini dengannya, kau tau kan? Aku benar benar tidak tahan jika chanyeol terus menelponku hanya untuk menanyakan dirimu"

"arrasoo, aku akan bicara padanya, aku janji, tapi selama aku belum berbicara padanya, aku ingin kau tidak mengatakan apapun jika chanyeol menanyakan ku, biar aku yang menjelaskan semuanya pada chanyeol, kau bisa melakukannya kan?"

"hmm tergantung, kau akan membayarku dengan ice cream atau ramen?"

"ishh, bagaimana dengan sebuah pelukan?" baekhyun mempoutkan bibirnya dan merentangkan tangannya

"kkk bisa ku perhitungkan" dio tersenyum dan dengan segera dio memeluk baekhyun

"senang kau kembali baek"

Baekhyun mengeratkan pelukannya, ia rasa sesak dalam dadanya sedikit berkurang sekarang

"gumawo.." mata baekhyun kembali berair, apa ini yang dinamakan keluarga? Saat kau sedang mengalami suatu masalah, keluarga lah yang menjadi orang pertama yang akan mengulurkan tangannya untuk membantu mu dan juga memelukmu

"tidak masalah baek, mulai sekarang ceritakan padaku, jangan menjadi seperti ini, kau benar benar menyebalkan jika terus bersikap seperti tadi" dio mengelus ngelus pelan punggung baekhyun, sepertinya baekhyun yang dulu akan kembali sekarang

.

.

.

"selamat pagiiii" baekhyun memasuki kelas nya dan duduk di meja nya, senyum cerah mengembang di wajah imut nya

Chen dan juga xiumin yang sedang duduk di kursi nya melihat aneh ka arah baekhyun yang duduk tepat di belakang meja nya

"wahh sepertinya langit cerah kembali pada diri baekhyun"

"hiiii" baekhyun nyengir chen dan xiumin hanya bergidik ngeri saat melihat itu

"kurasa masa hidayah nya sudah habis, dia kembali jadi seseorang yang aneh lagi sekarang"

"tapi bukankah baekhyun sudah aneh dari dulu?"

"kau benar":vv

"selamat pagi sehun ahh~" baekhyun kembali memamerkan senyum cerah nya dan menyapa sehun yang baru tiba di kelasnya

"pagi"

"aigoo kau membutuhkan teman cerita? Aku siap mendengar ceritamu" baekhyun mencondongkan mukanya dan mengedip ngedipkan matanya lucu, ia hanya teringat kejadian kemarin saat dio berbicara padanya, sebelumnya baekhyun telah bersikap dingin karna suatu hal dan saat dio berbicara padanya pagi ini ia sudah mengetahui jawabannya

Ia membutuhkan seorang pendengar yang akan mendengarkan semua ceritanya

Dan saat baekhyun melihat sehun yang bersikap seperti itu, mungkin sehun memang memiliki sesuatu yang mengganjal di hatinya jadi baekhyun berinisiatif untuk menawarkan dirinya jika ia membutuhkan teman untuk bercerita baekhyun akan menjadi sukarela, ditambah.. apa sehun sudah tahu jika luhan sudah dijodohkan, dengan chanyeol? Dengan sepupu nya?

Sebaliknya sehun hanya mengangkat sebelah halis nya heran dengan perlakuan baekhyun yang tidak masuk akal menurutnya, apa apaan ini? Sehun kemudian meletakkan telunjuk nya pada kening baekhyun dan mendorong kening baekhyun pelan menjauhkan kepala baekhyun dari nya

"menjauh dari ku, dan jangan mengganggu ku" sehun pun menidurkan kepala nya pada meja dan memejamkan matanya

"-3- ishh orang ini benar benar harus melakukan konsultasi u,u"

.

.

.

Pukul 4 sore baekhyun keluar dari kelas nya, ia segera melangkahkan kaki nya menuju gerbang sekolah, langkah nya terhenti saat ia melihat sebuah motor yang sangat dikenal nya terparkir disana,

Baekhyun menghembuskan nafasnya,

Untuk pertama kalinya baekhyun kembali melihat orang itu setelah tiga hari ia menghindari nya

"huftt.. tenanglah, semuanya akan baik baik saja, bersikaplah biasa, kau bisa melakukannya byun baekhyun, hufff"

Baekhyun mengatur nafas nya, ia merapihkan seragam sekolah nya, menyisir rambut dengan tangannya, setelah ia rasa penampilan nya kembali rapih, ia kemudian melangkahkan kaki nya mendekati orang itu

Deg

Deg

Deg

Jantung nya berdebar seiring langkah nya yang semakin dekat dengan orang itu, entahlah, baekhyun juga tidak tahu, kenapa jantung nya berdebar seperti ini.

"chanyeol.."

Dan untuk pertama kali pula nama itu keluar dari mulut baekhyun

Chanyeol mendongak kan kepalanya, melihat siapa orang yang telah memanggil nama nya

Dan untuk pertama kali nya, chanyeol kembali melihat sosok ini, sosok yang selama ini ia rindukan, sosok byun baekhyun yang entah kenapa chanyeol khawatirkan setelah tiga hari lamanya ia tidak bertemu dengan baekhyun

Chanyeol terdiam dan terus menatap baekhyun yang kini tengah berdiri di depannya

"yak, kenapa kau menatapku seperti itu?" baekhyun sedikit salah tingkah saat chanyeol yang hanya menatap nya seperti saat ini, apa ada sesuatu yang aneh pada dirinya?

Pletak

Dengan cepat chanyeol menjitak baekhyun dengan cukup keras, dan sontak baekhyun memegang kepalanya yang terasa sakit

"ahhh appooo"

"yakk kenapa kau melakukan itu? TT " baekhyun memanyunkan bibir nya dan mengelus ngelus kepalanya

"yak kemana saja kau selama ini ha? Itu adalah hukuman untukmu, kau sudah membiarkan ku menunggu mu disini dan selama tiga hari aku juga menunggu mu di rumah mu, kau ini membuatku khawatir baek, ponsel mu mati berhari hari dan aku tidak bisa menemui mu di sekolah bahkan di rumah, kau ini kemana saja?"

Baekhyun hanya terdiam dan menatap chanyeol, ia bisa melihat dengan jelas ada sorot khwatir dari mata chanyeol

Apa dia benar benar melakukan itu semua? Chanyeol menunggu ku? Tapi untuk apa?

"bukan kah aku sudah bilang kalau aku kerja kelompok? Apa dio tidak memberi tahu mu?" baekhyun semakin memanyunkan bibir nya, kenapa chanyeol begitu marah padanya?

"dio memang memberitahuku, tapi aku tidak mempercayai nya"

"jadi kau pikir aku berbohong?"

"hm"

Baekhyun kembali terdiam

Apa ini?

Baekhyun menatap chanyeol, dan juga chanyeol yang serius menatap matanya, terkadang baekhyun bingung dengan arti tatapan chanyeol, tatapan matanya seolah olah memberitahu nya segala sesuatu entah itu khawatir, marah, semuanya..

Tapi..

Ada satu tatapan chanyeol yang sampai sekarang baekhyun tidak bisa mengartikan apa arti dari tatapan matanya

Sesuatu itu..

"baek?"

"a huh? A apa?"

"kau melamun?"

"a aniyo.." baekhyun mengalihkan pandangannya, ia melihat ke sekitarnya, baekhyun meremas rok seragam nya

Jangan berpikiran bodoh baekhyun, ingat, dia ini sepupu mu

Dan dia akan segera menikah..

"aku lapar" baekhyun kini memalingkan kembali wajah nya menatap chanyeol

"apa itu artinya kau minta agar aku membelikan makan untuk mu?"

"mmm'^' "baekhyun mengangguk anggukan kepalanya

"tidak ada makan gratis untuk mu baek, aku masih marah padamu dan aku tidak akan membelikan mu makan untuk saat ini"

"m mwoo? Ahh mwoyaa, bagaimana kau bisa berkata seperti itu? Yakk lagi pula aku tidak pernah menyuruh mu untuk menjemputku juga menunggu ku pulang, itu kan kemuan mu sendiri, bagaimana bisa kau menyambungkannya dengan hal ini?-3-"

Baekhyun melayangkan protes nya, ia tidak terima jika chanyeol tidak akan membelikannya makan gratis akibat kejadian tiga hari yang lalu

"kau benar, ini kemauan ku sendiri, jadi jangan salahkan aku jika aku tidak akan menjemputmu lagi atau mentlaktir mu lagi -_-" chanyeol kemudian mengenakan helm nya dan menutup kaca helm nya, chanyeol terlihat seperti akan pulang dan meninggalkan baekhyun sekarang

Baekhyun yang melihat itu sedikit panik dan dengan cepat ia menahan tangan chanyeol,

"aku tau, aku tauu, ini salah ku, maafkan aku:((" baekhyun memajukan bibir bawah nya, ia menatap chanyeol dan mengeluarkan puppy eyes nya

"maafkan aku chanyeol:(("

Shit!

"cepat naik sebelum aku berubah pikiran"

Dan baekhyun hanya mengembangkan senyumannya kemudian manaiki motor chanyeol

Mungkin setelah ini aku tidak akan bisa menghabiskan waktu ku bersama mu chanyeol, apa ini akan segera berakhir?

.

.

.

Baekhyun kini sudah sampai di depan rumah nya, chanyeol mengantar baekhyun setelah chanyeol membelikan makanan gratis untuk baekhyun karena puppy eyes nya tadi

"uhm, chanyeol?"

"kenapa baek?" chanyeol membenarkan rambut baekhyun yang terlihat sedikit acak acakan karena helm yang digunakannya

Baekhyun terdiam sejenak memikirkan apa yang harus ia katakan terlebih dulu,

"hmm begini.." baekhyun menatap chanyeol, ia bisa melihat raut wajah chanyeol yang kini berubah menjadi sedikit kebingungan

"ada apa baek?"

"aku.. aku.. ekhm, aku sudah mengetahui tentang kau yang sedang mengerjakan skripsi mu"

Chanyeol sedikit kaget saat mendengar hal itu, dari mana baekhyun mengetahui tentang ia yang sedang mengerjakan skripsi nya?

"kau tahu dari siapa baek?"

"uhm, eomma ku yang memberitahu nya"

Chanyeol hanya mengangguk nganggukan kepalanya, ia bernafas lega karena bukan perjodohan itu yang baekhyun ketahui

"dan juga.."

Chanyeol mengerutkan halis nya, kenapa tiba tiba perasaanya tidak enak?

"aku sudah mengetahui tentang mu, dan juga luhan.."

Deg

Chanyeol kaget mendengar yang baekhyun ucapkan, bagaimana baekhyun mengetahui tentang ini? Apa luhan yang memberitahukannya?

"b baek.." chanyeol gugup, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang

"eomma juga yang mengatakan itu padaku"

"b baek, a aku"

Chanyeol benar benar tidak tahu harus menjawab apa, apa yang harus ia lakukan?

"kenapa kau menyembunyikannya dariku chanyeol?"

Baekhyun sedikit menggigit bibirya, ia bisa merasakan bibir nya sedikit bergetar sekarang

Chanyeol melihatnya,

"baek aku.."

"maafkan aku.."

Baekhyun tersenyum, namun bukan senyuman bahagia yang menghiasi wajah cantiknya

"kenapa kau harus meminta maaf? Bukan kah itu kabar gembira?" lagi lagi baekhyun menyinggungkan senyum nya

Kenapa chanyeol merasa sakit saat melihat nya?

"baek maafkan aku.." hanya kata itu yang terus keluar dari mulut chanyeol

Ia benar benar tidak tahu harus merespon seperti apa, kenapa baekhyun mengetahui hal ini?

Baekhyun tidak bisa menahannya lebih lama lagi, matanya mulai memanas dan jantungnya kini berdenyut sakit saat melihat sosok yang ada di depannya

"tidak usah meminta maaf chanyeol, apa yang harus disesali? Aku ini bukan kekasihmu, dan kau bukan kekasihku yang akan meninggalkan ku karna sebuah perjodohan"

Baekhyun tersenyum miris

"b baek.."

"bukankah luhan eonni sangat cantik?"

Dada baekhyun berdenyut sakit saat mengatakan hal itu

"wahh kalian pasti terlihat sempurna jika bersama sama"

"jangan membuatku berpikiran yang macam macam chanyeol, lagi pula aku akan menganggap semua yang terjadi selama ini hanya sebuah kejadian yang tidak di sengaja,dan saat di lotte world.. tenang saja aku tidak akan memikirkannya" baekhyun menggigit bibir nya kuat, jantungnya terus berdenyut sakit, ini jauh lebih sakit jika berbicara langsung dihadapan chanyeol

Chanyeol benar benar bingung sekarang, semuanya tidak seperti yang baekhyun pikirkan, chanyeol tidak pernah menginginkan perjodohan ini, tapi bagaimana ia mengatakan ini pada baekhyun? Bagaimana ia mengatakan bahwa ia tidak ingin melakukan perjodohan itu dan yang paling ia inginkan adalah baekhyun yang akan terus berada di sampingnya, bagaimana chanyeol mengatakan itu semua?

"baek aku bisa.."

"aku akan mengatakan iya"

Baekhyun memotong kalimat chanyeol, entahlah baekhyun tidak ingin mendengar suara chanyeol, mendengarnya hanya akan membuat baekhyun menangis

"aku akan mengatakan iya, saat kau memintaku untuk menjadi kekasih mu di lotte pada waku itu"

Deg

Jantung chanyeol terasa berhenti berdetak sesaat, matanya membulat saat mendengar perkataan baekhyun

Apa.. apa baekhyun menerima perasaannya?

"ahh apa aku terlambat menjawab nya? Apa itu tidak berlaku untuk sekarang?" baekhyun mengusap tengkuknya, tangannya bergetar sekarang, sungguh ini sangat menyakitkan

Chanyeol menggelengkan kepalnya pelan, dadanya bergerumuh sekarang, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada baekhyun, dan satu lagi, chanyeol benar benar tidak tahan melihat baekhyun yang berbicara seperti ini? Kenapa dadanya terasa sakit?

"baek.. kumohon, aku.."

"pulanglah.."

Chanyeol seketika terdiam

Baekhyun menghembuskan nafs beratnya, dadanya sungguh terasa sesak saat ini

"aku tidak ingin paman suho memarahi ku karna kau terus bermain dengan ku dan tidak mengerjakan skripsi mu"

Baekhyun memaksakan senyumnya, hati chanyeol serasa diremas saat melihat ini semua,

Kenapa baekhyun harus mengetahui hal ini

Baek kenapa kau harus mengetahui nya?

"kau tidak usah menjemputku, cepatlah selesaikan skripsi mu dan pada saat itu kau bisa kembali menjemputku"

"baek.."

Cchanyeol benar benar prustasi sekarang, kenapa semua menjadi seperti ini? Ingin sekali chanyeol memeluk baekhyun dan menjelaskan semuanya, menjelaskan bahwa ia tidak pernah menginginkan perjodohan itu, tapi bagaimana ia menjelaskannya?

Baekhyun menundukan kepalnya, sungguh ia tidak bisa menahannya lagi, air matanya menetes dan dalam diam ia mengusapnya kemudian ia kembali mendongak kan kepalanya

"pulang lah.. ini sudah malam chanyeol, tenang saja aku tidak akan memikirkan sesuatu yang aneh, lagipula kau masih bisa bermain kerumah ku jika kau merasa bosan"

Dan air mata itu kembali mengalir tanpa baekhyun bisa menahannya, dengan segera baekhyun megusap pipi nya, memalukan sekali, apa ia baru saja menangis dihadapan chanyeol?

Chanyeol terdiam saat melihat itu

Deg

Dadanya benar benar sakit saat melihat baekhyun yang menangis di depannya

Baekhyun.. menangis?

"ekhmm kalau begitu trimakasih kau sudah menjemputku dan juga membelikan ku makan, dan uhm, maafkan aku jika aku sudah membuatmu menunggu ku tiga hari yang lalu, kau ingat kan? Kau tidak usah menjemputku besok, fokuslah pada skripsi mu arra?"

Chanyeol benar benar diam sekarang

Jangan seperti ini baek, kumohon..

"dan uhm, lupakan saja semua yang aku katakan beberapa menit yang lalu, aku benar benar tidak akan memikirkan hal yang aneh, sungguh"

Baekhyun tersenyum, namun chanyeol merasa sakit saat melihatnya

"aku akan kedalam sekarang, hati hatilah di jalan, selamat malam"

Tidak.. baek..

Dan untuk yang kesekian kalinya baekhyun tersenyum dan tanpa menunggu chanyeol mengucapkan sebuah kata, baekhyun pergi memasuki rumah nya

ARGHHH

Chanyeol membanting helm nya ke aspal,

Jantungnya bedenyut sakit sekarang, ia masih bisa melihat dengan jelas wajah baekhyun tadi, wajah itu, chanyeol bisa merasakannya, rasa sakit itu

ARGHHH SIALAN

Kenapa ini semua harus terjadi?

Baekhyun memasuki kamar dio, setelah membersihlan dirinya ia segera pergi ke kamar dio, ia bisa melihat dio yang sedang bebaring membelakanginya, baekhyun menaiki kasur dan memeluk dio dari belakang, ia memeluk dio erat dan seketika baekhyun terisak dipunggung dio

Hkk

Hkk

Dio sedikit terusik dengan kehadiran seseorang di tempat tidur nya, dan saat ia menyadari ada seseorang yang memeluknya sontak dio akan membalikan badannya namun baekhyun menahannya dengan mengeratkan pelukannya di perut dio

"baekhyun?"

Hikss

Hkkk

Sebuah isakan tedengar oleh dio, baekhyun menangis?

Dengan lembut dio mengelus punggung tangan baekhyun yang sedang memeluk perut nya dan isakan itu semakin terdengar jelas oleh dio

Hikss

Hikss

"tidak apa apa baek, keluarkan saja"

Hkkk

Hkkk

"gwenchana.."

Dan baekhyun terus terisak dalam tangisnya, dio rasa ia tahu apa yang terjadi sebelumnya, baekhyun telah mengatakannya pada chanyeol...

-I dont know-

Satu hal yang masih mengganjal pada diri baekhyun adalah.. sosok yang menjadi teman sebangku nya sekarang..

Sehun..

"sehun ah"

"hmm?"

"mmm tidak apa apa"

Baekhyun sungguh penasaran, apa sehun juga mengetahui tentang perjodohan luhan dan chanyeol? Bukankah sehun sangat dekat dengan luhan? Baekhyun bahkan mengira jika sehun dan luhan berpacaran

"sehun"

"ada apa?"

"nn begini, aku tau ini kurang sopan tapi.. bagaimana hubunganmu dengan luhan sekarang?"

"apanya yang bagaimana?"

"mm itu, maksud ku, apa kalian berpacaran?"

"bukan kah aku sudah bilang? Aku dan luhan tidak berpacaran, kami hanya dekat"

"hmm begitu, lalu.."

Apa baekhyun boleh menanyakan hal ini? Apa dia akan mencampuri masalah orang? Tapi sungguh baekhyun sangat penasaran

"lalu?"

"mm apa kau tau jika luhan mm.."

"aku tau"

Baekhyun membulatkan matanya tidak percaya

"b benarkah? K kau mengetahui nya?"

"hmm"

"y yakk bagaimana bisa kau mengetahui nya? Lalu apa yang akan kau lakukan?"

"luhan sendiri yang menceritakan nya padaku, apa yang kau harapkan? Aku tidak melakukan apa apa"

Luhan yang menceritakannya? Pada sehun?

"t tapi, kurasa kau menyukai luhan, kau hanya akan berdiam begitu saja saat mengetahui hal itu?"

Sehun kemudian berdiri dari duduknya, dan lee saem yang melihat sehun yang tiba tiba berdiri dari duduknya bertanya

"ada apa oh sehun?"

"saem aku ingin ijin ke toilet"

Lee saem hanya menganggukan kepalanya dan sehun pun segera berjalan keluar kelas. Sebenarnya baekhyun sedang ada pelajaran sekarang namun pikirannya mengenai sehun dan luhan terus memenuhi otak nya dan kenapa sehun tiba tiba ijin keluar saat baekhyun menanyakan hal tadi? Baekhyun tidak bisa membiarkannya, ia harus tahu, karna baekhyun

Tidak ingin perjodohan ini terjadi..

"saem.." baekhyun mengangkat tangannya

"aku juga ingin ijin ke toilet"

Setelah baekhyun mendapat ijin, ia segera berlari mengajar sehun sebelum anak itu memasuki toilet dan akhirnya baekhyun bisa mencegah sehun memasuki toilet, mereka berada di koridor toilet yang jauh dari kelas, koridor dan toilet pun sangat sepi, mungkin yang lain sedang belajar jadi tidak akan ada yang mendengarkan percakapan mereka

"ada apa lagi?"

"kau belum menjawab pertanyaan ku"

"pertanyaan apa?"

"kau.. menyukai luhan eonni kan?"

"kau tau apa? Aku tidak menyukai nya"

"yak jangan berbohong padaku"

"lalu apa masalah mu?"

"kau hanya akan berdiam diri saja saat mengetahui luhan akan dijodohkan dengan orang lain?"

"lalu aku harus bagaimana? Kau ingin aku membatalkan perjodohan itu?"

"b bukan seperti itu maksud ku.."

"kau ingin aku bilang pada luhan bahwa aku mencintai nya?"

"sehun!"

"bagaimana jika luhan tidak mencintai ku? Bagaimana kau tahu jika luhan sama sama mencintaiku?"

Baekhyun terdiam

"apa kau tau jika luhan mencintaiku juga?"

Baekhyun tetap terdiam

"lalu bagaimana dengan mu?"

Baekhyun kini menatap sehun tajam

"kau menyukai chanyeol kan?"

"apa kau bilang padanya jika kau mencintai nya?"

"atau apa kau pernah mendengar chanyeol menyatakan perasaan nya padamu?"

"apa yang akan kau lakukan untuk membatalkan perjodohan itu? Bukan kah kau juga hanya diam tidak melakukan apa apa sama seperti ku?"

"cukup sehun!"

"katakan padaku baek! Apa yang akan kau lakukan?"

Baekhyun mengepalkan tangannya, baekhyun memang tidak tahu tentang perasaan chanyeol padanya, tapi ia bisa merasakannya, chanyeol berbeda.. dan setiap perlakuan yang chanyeol berikan padanya, semua perhatiannya.. dan setiap baekhyun menatap mata itu

Baekhyun tau, ada sesuatu yang berbeda disana..

"kau tidak tahu apa apa"

"lalu apa bedanya dengan ku? Kau juga tidak tahu apa apa tentang ku dan juga luhan"

"setidaknya aku tahu dengan perasaan ku sendiri"

"lalu bagaimana dengan perasaan chanyeol padamu? Kau mengetahui nya? Kau akan menyatakan perasaan mu padanya?"

"aku.."

"kau tidak tahu kan?"

Baekhyun kembali terdiam

Apa chanyeol mencintai nya?

"terimalah baek, ini sudah berakhir"

"ini belum berakhir"

"bahkan kurasa nasib ku tidak akan jauh berbeda dengan luhan, mungkin ayahku juga sudah merencanakan sebuah perjodohan untuk ku kelak, semuanya sudah diatur baekhyun"

"menyerah saja baekhyun, semuanya sudah terlambat"

"tidak kau salah.." baekhyun meremas rok nya

"kau tidak mengerti apa apa baek"

Dan dengan itu sehun berlalu melewati baekhyun yang masih membatu di tempatnya, baekhyun menundukan kepalanya, ia meremas rok seragam nya

"tidak sehun.. ini belum terlambat, ini belum berakhir"

Dan tanpa baekhyun dan sehun sadari seseorang sedang berada di dalam toilet sedari tadi dan mendengar semua percakapan antara baekhyun dan sehun, orang itu segera mengeluarkan ponsel nya dan menelpon seseorang

"yaa, apa baekhyun bertengkar dengan pacarnya?"

...

"aku mendengar baekhyun berdebat dengan seseorang tadi kyungsoo"

...

"aku tidak tahu siapa namanya, tapi kurasa baekhyun membutuhkan kita, bagaimana jika kita temui baekhyun saat istirahat nanti?"

...

"baiklah, ah dan iya, chanyeol itu apa?":v

Flashback..

"wah jadi itu yang bernama chanyeol?"

Luhan tekekeh saat mendengar nya

"hmm bagaimana menurutmu sehunna? Dia tampan kan?"

"tsk, tampan dari mana, lumayan"

"aigoo kau cemburu eoh?"

"untuk apa aku cemburu?"

"eyy aku bisa melihatnya, sungguh jelas:p"

Sehun memutar bola matanya malas

"tapi lu.. apa kau benar benar akan menikah dengannya?"

"hmm aku tidak tahu, mungkin.."

"tapi bukan kah kau bilang bahwa chanyeol dekat dengan baekhyun? Apa kau pikir chanyeol menyukai baekhyun?"

"hmm begitulah, kurasa itu hanya dugaan ku, lagipula jika aku perhatikan chanyeol selalu menolak jika ayah ku mengajak nya makan malam bersama, dan kurasa kau juga bisa melihatnya sendiri, chanyeol terlihat nyaman bersama baekhyun, ia juga terlihat tidak suka saat ku melihatnya"

"lu, apa kau menyukai chanyeol?"

"menurutmu?"

Sehun terdiam untuk beberapa saat

"entahlah, aku tidak tahu"

"mm aku pun tidak tahu"

"lalu apa yang akan kau lakukan?"

"lalukan apa?"

"perjodohan itu, kau benar benar akan menerimanya?"

"aku tidak tahu, lagipula aku tidak begitu peduli dengan cinta, jadi aku tidak terlalu peduli dengan siapa yanga kan di jodohkan denganku, lagipula aku tidak memiliki perasaan cinta yang khusus"

'lalu baegaimana dengan perasaan ku lu?' sehun bergumam di hatinya

'apa kau akan mengabaikan perasaan cinta ku?'

-I dont know-

Jam istirahat

Baekhyun kini duduk di sebuah meja kantin bersama kai dan juga dio, benar, selama di toilet tadi kai dengan tidak sengaja mendengar percakapan antara baekhyun dan sehun, sebenar nya kai tidak terlalu mengerti dengan topik yang mereka bicarakan, dan saat kai menelpon dio dan memberitahu nya, dio menyebutkan sebuah nama dan nama itu juga ada dalam pembicaraan antara baekhyun dan sehun selama di toilet tadi

Siapa chanyeol itu?

Baekhyun terlihat melamun dengan sedotan milkshake yang ada di dalam mulutnya, pembicaraan nya dengan sehun tadi benar benar menyita pikirannya

"kau menyukai chanyeol kan?"

"apa kau bilang padanya jika kau mencintai nya?"

"atau apa kau pernah mendengar chanyeol menyatakan perasaan nya padamu?"

"apa yang akan kau lakukan untuk membatalkan perjodohan itu? Bukan kah kau juga hanya diam tidak melakukan apa apa sama seperti ku?"

"katakan padaku baek! Apa yang akan kau lakukan?"

"kau tidak tahu apa apa"

Baekhyun meremas botol plastik ditangannya, milkshake nya telah ia habiskan dan kata kata sehun terus berputar di kepalanya

"terimalah baek, ini sudah berakhir"

"menyerah saja baekhyun, semuanya sudah terlambat"

Baekhyun semakin meremas botol plastik yang ada di tangannya, bagaimana ia membuktikan ini? Bagaimana baekhyun membatalkan perjodohan ini?

"bahkan kurasa nasib ku tidak akan jauh berbeda dengan luhan, mungkin ayahku juga sudah merencanakan sebuah perjodohan untuk ku kelak, semuanya sudah diatur baekhyun"

Ayah..

Kai dan dio memperhatikan tingkah baekhyun, ada apa lagi dengan anak ini pikir dio

PRAK

Baekhyun tiba tiba menghentakkan botol plastik itu pada meja dan sontak kai dan dio kaget atas perlakuan baekhyun

"yakk! Kau ini kenapa, jangan mengagetkan ku-_-" dio akhirnya mengomeli baekhyun ia benar benar kaget

"kai! Aku membutuhkan bantuan mu"

Baekhyun mengabaikan omelan dio dan malah mengajak kai mengobrol

"ada apa baek? Apa yang bisa ku bantu?" kai nampak bingung dengan yang diucapkan baekhyun, bantuan? Apa yang dibutuhkan baekhyun dengan meminta batuan padanya?

"kau bilang eomma ku dan eomma mu itu teman dekat kan? Eomma ku pasti sering bercerita pada eomma mu kan?"

Baekhyun bertanya dengan raut wajah yang serius

"hmm, mereka dekat sekali, bahkan kurasa eomma ku sudah menganggap eomma mu sebagai adiknya, tapi kenapa kau menanyakan hal ini baek?" kai rasa ini akan menjadi sesuatu yang sedikit serius jika sudah menyangkut eomma nya

"benarkah?" mata baekhyun terlihat berbinar saat mendengar jawaban kai

"bagus sekali, aku benar benar membutuhkan baentuan eomma mu"

"untuk apa?"

"aku ingin mencari ayah ku"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Howahhhh otteee? Huhhh beres juga:v gimana gimana nihhh, nahloo baek nya pundung/? Jujur biku ampe susah ngetik kalo baekhyun nya kaya gitu awokokok ga pantes ya/? Maaf nih biku rasa chap ini kurang memuaskan dan agak sedikit garing cerita nya:v mian nee:3 /bows/

Anywayyy, ada yang tau kenapa baek pengen cari ayah nya? Hayooo baek mau ngapain nohh/?:v

Maaf juga di chap ini moment chanbaek dan otp yang lain dikit banget maaf ya:v

Oiyaa buat chapter selanjutnya minggu depan biku bakalan rada ngaret nee update nya soalnya mau berjuang dulu minta tanda tangan kaka tingkat:") doain biku nee:"

Okelah tangan biku udah pegel:v makasih yang udah mau baca udah reviews pula:* yokk reviews lagi, karena kalian biku semangat buat ngetik lagiii, mwa3 *pada jauhin* wwkwkwkwkw

Balasan review:*

Littlesoo

Daebak daebak we *rotfl*rotfl* nggs panjang hihh, ek sepanjang naon deui:vv wkkwkwkwk

ChanHunBaek

Yeeee gregetttt chan udah bilang cinta ko, di dalem hati tapi:vv hunhan dibikin jadian ga yaaa:vv penasaran? Pantengin terus/apaan:v udah update yaa3

Septianaditya1997

Sini nyesek bareng:") wkwk untung nemu ya/?:v hehe gumawo, udah di lanjut ko ay3

Chanshin08

Hehehehe sama sama mian ya kalo kurang memuaskan:( biku juga bingung, biku bikin mereka mati semua aja kek nya/? Wkwkwkwkw boong deng:v aduh biku ditungguin makasih ya udah mantengin dari awal, udah mau baca juga, pasti end koo, tenang aja B)

Oohsehun12

Tbc adalah penyakit yang tak terduga yang datang secara tiba tiba/apaan wkwkw, makasih udah mau mampir wkwkw, unyu kek biku ya?:3 /digorok baekhyun/:v udah lanjut yapssss

Baekkiechuu

Iya baekhyun jauhin chan, dia kan kitati/?:v karena holkay ama bule kanada ada samting, makanya ngebet pen jodohin/?:v biku gatau nih luhannya masih labil sama perasaan nya sama sehun nya yang gamau maju jadinya susah/? Wkwkwkw udah apdet ya say, gumawo udah baca3

Baeks06

Oh iya yaa:v dohh jadi maluu:vv makasih loh udah ngasih tau wkkwkwkwkw, good job lah/?'3')/

Yeollo

Udah lanjut ko ayy3

Yousee

Hehe makasih udah suka iya nohh baekhyun terkejut ampe pundung:v untung baek ga berantem ama luhan ne/no:vv kkk udah di next yaa, makasih udah baca3

Mind to reviews?

-Biku-