I dont know

Summary:

Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?

Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu

Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..

Aku mencintaimu..

Park Chanyeol.

Rated: T

Cast:

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

And all member EXO

Disclaimer :

Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?

SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^

EXO GS

Genre: family, drama, complicated, romance inside

Check this out

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"kau bilang eomma ku dan eomma mu itu teman dekat kan? Eomma ku pasti sering bercerita pada eomma mu kan?"

"hmm, mereka dekat sekali, bahkan kurasa eomma ku sudah menganggap eomma mu sebagai adiknya, tapi kenapa kau menanyakan hal ini baek?"

"benarkah?"

"bagus sekali, aku benar benar membutuhkan bantuan eomma mu"

"untuk apa?"

"aku ingin mencari ayah ku"

Chap11 start!

Seoul, March, 21 1994

"yak berhenti mengganggu nya, kau tidak lihat? Dia sedang tidur"

Wanita itu menjauhkan lengan suami nya yang sedari tadi memainkan pipi anak kesayangannya

"ahh aku tidak bisa, kau tidak lihat? Aku gemas padanya, biarkan aku melakukannya sekali lagi"

Tangan itu kini memainkan kembali pipi sang anak yang sedang tertidur pulas dengan wajah damai nya

"kriss, jauhkan tanganmuu"

Sang istri geram karna sang suami –kris tetap mengganggu anak mereka yang sedang tertidur

"baiklah baiklah.. aku tidak akan melakukannya lagi"

Akhir nya sang suami menuruti sang istri dan memilih untuk memperhatikan anak nya,

"kau ingin aku menyusuinya lagi? Biarkan ia istirahat, setelah itu kau bisa bermain lagi dengannya"

Sang istri mencium kening sang anak dan menglelus pipi nya lembut, ia tersenyum menatap anak nya yang baru lahir beberapa bulan yang lalu, anak pertama mereka, hadiah terindah hidup mereka

Kris ikut tersenyum melihat nya, rasa bahagia menjalar dihatinya, ia menatap istrinya yang sedang mengelus pipi anak mereka, kemudian pandangan kris beralih pada anak mereka, anak perempuan mereka, malaikat mereka,

Tuhan.. bukankah dia sempurna? Terimakasih telah memberikan malaikatmu dalam hidupku

"arra –ya.."

Kris kini menggenggam tangan sang istri yang ada disamping nya, sontak sang istri menatap sang suami, ia tersenyum,

"hmm waeyo?"

Sang istri mengelus pipi sang suami dengan lembut,senyum bahagia mengembang di wajah tampan nya

"aku sangat bahagia.."

"kenapa hmm?"

Kris kembali tersenyum, ia mengusap punggung tangan sang istri dan menggenggam nya erat

"aku bahagia karna kau disini dan aku bahagia karna tuhan telah memberikan kita seorang malaikat yang sangat cantik"

Sang istri terkekeh mendengar perkataan suami nya, kenapa tiba tiba suami nya menjadi seperti ini?

"kkk aku juga bahagia, sangat.. jadilah ayah yang baik untuk anak kita arra?"

Senyum manis itu tidak lepas dari wajah sang istri, kris mengangguk dan mengecup singkat bibir sang istri, betapa bahagia nya ia saat ini..

"aku berjanji, aku mencintai mu wu arra.. dan juga anak kita.."

"baekkie.."

"mm?"

Kris mengerutkan halis nya saat mendengar istri nya mengucapkan sebuah nama

"anak kita.. baekkie, bukankah itu nama yang bagus?"

Kini kris tersenyum lebar, ia kemudian memeluk istri nya lembut

"wu baekkie.."

"kkk, wu baekkie.."

Sang istri membalas pelukan sang suami, ia menyandarkan kepala nya pada dada bidang sang suami, ia tersenyum.. dan jantungnya berdegup kencang

"aku mencintaimu.."

"aku lebih mencintaimu.."

Kris kemudian mengecup pucuk kepala sang istri dengan lembut dan mengeratkan pelukannya

-I dont know-

Uhuk uhukk

Dio tersedak minuman nya, dengan cepat ia menepuk nepuk dada nya pelan, kai yang duduk di sebelah nya ikut membantunya dengan mengelus pelan punggung dio

"kau tidak apa apa?"

Dan dio hanya menganggukan kepalanya

"y yaak, apa kau tidak salah bicara? Kau ingin mencari ayah mu?"

"eungg"

Baekhyun mengangguk saat menjawab pertanyaan dio

"tapi kan, baek.."

"aku tahu, tapi kan sekarang ada kai yang bisa membantuku, mungkin aku akan mendapatkan informasi lebih dari kai"

Dio kini menatap baekhyun,

Ini bukan yang pertama kali nya baekhyun ingin mencari ayah nya, tentu saja dulu baekhyun juga sempat mencari ayah nya, lebih tepat nya dua tahun yang lalu baekhyun mencari ayah nya, baekhyun dan dio juga sudah membuat laporan ke kantor polisi

Tapi semua nya sia sia..

Semua nya sia sia karna baekhyun tidak bisa mengingat sedikitpun mengenai ayah nya, dan itu semua membuat pencarian polisi tertunda karena baekhyun yang tidak bisa di tanyai mengenai ciri ciri ayah nya, bahkan baekhyun juga tidak tahu siapa nama ayah nya

Dan sampai sekarang tidak ada kabar dari polisi mengenai laporan baekhyun yang mencari ayah nya

"biarkan aku mencoba nya sekali lagi.."

Baekhyun kini menatap dio,

Hati dio sedih saat melihat nya, dio ingin membantu baekhyun, sangat.. tapi apa yang bisa ia lakukan? Ia juga tidak tahu mengenai ayah baekhyun

"aku akan mencoba mengingat nya.."

Dio kini memalingkan pandangannya, entahlah, ia rasa ia ingin menangis jika melihat baekhyun yang seperti ini

"baiklah, lakukan yang ingin kau lakukan, aku akan membantu mu sebisaku"

Kini baekhyun tersenyum, ia kemudian menatap kai

"besok temui aku di cafe dekat sekolah, kau bisa menanyakan tentang ayah ku pada eomma mu kan? Dan setelah itu kau akan memberitahukan nya pada ku dan aku akan mencoba mengingat nya"

Mata baekhyun berbinar sekarang, ia seperti mendapatkan sebuah harapan baru

Aku akan menemukan mu ayah.. aku janji..

Dan aku akan membuktikan padamu ini belum berakhir..

Baekhyun benar benar harus menemukan ayah nya sekarang, baekhyun juga tidak mengerti, tapi ia benar benar harus menemukan ayah nya, dengan begitu baekhyun bisa bersama chanyeol atau mungkin baekhyun bisa meminta pada ayah nya agar dijodohkan dengan chanyeol, itulah pemikiran singkat baekhyun

"aku mengerti baek, tapi aku tidak bisa berjanji padamu tentang hal ini, eomma ku mungkin tidak mengetahui apapun tentang ayah mu jika eomma mu tidak meceritakannya pada eomma ku"

"aku tau, tapi setidak nya kita harus mencoba nya bukan?"

"tentu saja"

"gumawo jongiee, aku tahu kau bisa diandalkan*-*"

"apapun untuk baekkie ku"

Kai pun tersenyum

"hihihihi"

Baekhyun pun nyengir, dan ia melirik sekilas ke arah dio

"eyyy, tidak usah cemburu seperti ituu"

Baekhyun memukul pelan legan dio karna sedari tadi dio hanya memperhatikan baekhyun dan kai yang saling tersenyum satu sama lain, dio yang melamun kaget karna perlakuan baekhyun, ia pun melirik kai kemudian melirik baekhyun

"M MWOO?"

"ahahahaha, kau ketauann:p"

Baekhyun teratawa puas karna ia melihat ekspresi dio yang kaget seperti seseorang yang tertangkap mencuri sesuatu lengkap dengan pipi nya yang memerah

"y yakk diam kau!"

Dio pun memalingkan wajah nya dan memukul lengan baekhyun pelan

"hahahahaha aku melihat nya~ aku melihatnyaa~"

"BYUN BAEKHYUN DIAMMM!"

.

.

.

Chanyeol melepaskan kacamatanya, ia memejamkan matanya dan memijit pelan matanya, ia menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi, ia pun merentangkan kedua tangannya dan melemaskan jari jari nya yang pegal

"dua bab lagi"

Chanyeol membuka matanya, ia menatap laptop yang berada di depannya, dan ia menghembuskan nafas berat nya,

"aku akan segera menyelesaikannya, dengan begitu aku bisa bertemu dengan mu baek"

Chanyeol kini menatap ponsel yang berada di sebelah laptop nya, jika ia ingat ingat ponsel nya tidak berdering sejak dua hari yang lalu, tidak ada pesan masuk ke ponsel nya. Chanyeol pun mengambil ponsel nya dan menghidupkannya, ia tersenyum saat melihat wallpaper ponsel nya,

Fotonya bersama seseorang yang sangat ia cintai..

Yang sangat ia cintai?

Ya, chanyeol sudah menyadari nya, ia mencintai baekhyun, entah sejak kapan, ia mencintai baekhyun sebagai seorang wanita, bukan sebagai sepupu

Chanyeol kembali menatap layar ponsel nya,foto baekhyun yang mengenakan bando kelinci dan dirinya yang memakai bando rilakuma,

"aku sudah mengetahui tentang mu, dan juga luhan.."

Chanyeol menghembuskan kembali nafas beratnya, bagaimana ia menyelesaikan masalah ini?

"aku akan mengatakan iya, saat kau memintaku untuk menjadi kekasih mu di lotte pada waku itu"

"arghh kenapa aku bodoh sekali"

Chanyeol meremas rambutnya,

"kenapa kau hanya diam saja seperti orang bodoh, harusnya kau melakukan sesuatu, arghh chanyeol kau benar benar bodoh"

Chanyeol terus menerus merutuki dirinya, jika saja waktu itu chanyeol mengatakan semua nya, jika saja saat itu chanyeol menahan baekhyun, jika saja saat itu chanyeol menjelaskan semuanya..

Ini semua tidak akan terjadi

Ini semua tidak akan menjadi serumit ini

"kau tidak usah menjemputku, cepatlah selesaikan skripsi mu dan pada saat itu kau bisa kembali menjemputku"

Perkataan baekhyun terus berputar di kepalanya, sejak saat itu baekhyun benar benar tidak menghubungi nya, biasa nya baekhyun akan menghubungi nya saat baekhyun merasa bosan dan mereka akan berbicara melalui chat

Namun kini chanyeol menatap ponsel nya,

Tidak ada pesan dari baekhyun..

Selama dua hari ini chanyeol mengerjakan skripsi nya, ia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan, tetap mengunjungi baekhyun dan mengabaikan skripsi nya atau menyelesaikan skripsi nya lalu mengunjungi baekhyun?

Bagaimana jika baekhyun berpikiran yang tidak tidak? Baekhyun bisa saja mengira chanyeol tidak mengunjungi nya lagi karena baekhyun menganggap dirinya menyukai luhan, tapi bagaimana jika chanyeol tetap mengunjungi baekhyun? Bagaimana ia menjelaskan ini semua dari awal? Lalu bagaimana dengan nasib skripsi nya?

"ARGHH SKRIPSI SIALAN"

Chanyeol mengacak rambutnya prustasi

"pulang lah.. ini sudah malam chanyeol, tenang saja aku tidak akan memikirkan sesuatu yang aneh, lagipula kau masih bisa bermain kerumah ku jika kau merasa bosan"

Chanyeol terdiam

"hmm aku bosan.."

Chanyeol kembali menghidupkan ponsel nya, ia mencari kontak baekhyun

'baek!'

Chanyeol mengetikan sesuatu di ponsel nya

"tidak tidak, bukan seperti ini"

Chanyeol kembali menghapus teks nya

'baek apa yang sedang kau lakukan?'

Chanyeol menatap layar ponsel nya

"hh ini terlalu aneh"

Lagi lagi chanyeol menghapus teks nya

"apa yang harus aku katakan?"

Chanyeol kembali terdiam, ia bingung apa yang harus di katakan nya pertama tama? Masalah nya mereka tidak saling menghubungi setelah kejadian dua hari yang lalu, kejadian yang membuatnya bingung harus berbuat apa,

"mungkin akan lebih mudah jika aku menelponnya"

Chanyeol kini menatap nomor baekhyun

"huuh, kau bisa chanyeol, kau ini laki laki, kau tidak boleh diam seperti ini, telpon dia!"

Chanyeol berdebat dengan hati nya, benar, chanyeol tidak boleh diam seperti ini, ia harus mengatakannya pada baekhyun, ia harus menjelaskan semuanya

Chanyeol menganggukan kepalanya, ia menekan tombol hijau pada layar ponsel nya dan menempelkan ponsel pada telinga nya

Tut..

Tuut..

Tuuut..

Chanyeol menahan nafas nya, jantung nya berdebar kencang, ia menunggu telponnya di angkat di sebrang sana, namun sepertinya telponnya tidak mendapat jawaban

Chanyeol menjauhkan ponsel dari telinganya dan menatap layar ponsel nya

"aneh sekali, kenapa tidak diangkat?"

Chanyeol kembali menempelkan ponsel pada telinganya

Tut..

Tuut..

Chanyeol akhirnya memutus panggilannya

"kemana anak itu"

.

.

.

"baiklah, eomma ku bilang bahwa terakhir kali kau bertemu dengan ayah mu saat kau berumur satu tahun"

"mmm satu tahun.."

Baekhyun mencatat nya pada buku kecil nya

Kini baekhyun, kai dan juga dio sedang berada di sebuah kafe seperti yang baekhyun bicarakan kemarin, kai telah menanyakan mengenai ayah baekhyun pada eomma nya dan baekhyun rasa ini akan membantu nya untuk menemukan ayah nya

"eomma ku bilang setelah itu ayah mu pindah ke kanada, dan itulah yang membuat eomma mu pidah ke sebelah rumah ku"

Baekhyun meletakkan pensil pada dagu nya

"hmm, kenapa ayah ku pindah ke kanada? Dan kenapa eomma ku juga pindah rumah?"

"apa kau mengingat sesatu?"

Kai bertanya pada baekhyun, dan baekhyun menggelengkan kepalanya

"aniyo.. tapi kurasa ada sesuatu yang aneh disini, jika ayah ku pindah ke kanada kenapa eomma ku tidak ikut dengannya? Kenapa eomma ku malah pindah ke busan?"

Kai dan dio kini ikut befikir, itu benar, kenapa eomma baekhyun tidak ikut ke kanada dan malah pindah ke busan?

"apa eomma mu mengatakan hal lain lagi?"

"eomma ku bilang, eomma mu bercerai dengan ayah mu karna suatu hal, tapi eomma mu tidak menceritakannya pada eomma ku waktu itu"

"ahh, mungkin karna ituu, mungkin jawabannya karna perceraian itu"

"apa maksud mu baek?"

Dio kini mengeluarkan suaranya, ia tertarik dengan ini, apa yang sebenarya terjadi antara ayah baekhyun dan eomma baekhyun?

"kau bilang ayah ku pindah ke kanada, dan terakhir aku bertemu dengannya saat usia ku satu tahun, dan setelah ayah ku pindah ke kanada, eomma ku pindah ke busan, dan disanalah eomma ku bertemu dengan eomma mu, lalu kau bilang aku menghilang delapan tahun karna kecelakaan itu, berarti itu sudah 10 tahun yang lalu?"

"lalu apa hubungannya? -_-"

"eung.. tidak tau'^' "

Baekhyun menjawab dengan wajah innocent nya

"astaga baek-_-"

Kai mengusap wajah nya dan dio hanya memutar bola matanya

"jika ini berhbungan dengan perceraian antara ayah mu dan eomma mu, kau harus mencari tahu penyebab ayah mu pindah ke kanada dan alasan eomma mu pindah ke busan, dan salah satu jalannya kau bisa saja mengunjungi rumah lamamu di seoul, kau bisa menanyakannya ke tetangga rumah mu yang dulu"

"ide bagus, kau pintar dio!"

Baekhyun menjentikan jari nya dan dio kembali memutar bola matanya malas

"lalu kau tau dimana rumah mu yang dulu?"

Kai kini kembali bertanya, dan baekhyun terdiam

"hhhh ini semakin sulit saja"

Dio menggaruk kepalanya, dan raut wajah baekhyun berubah suram

"maafkan aku.. aku... tidak mengingat nya"

Baekhyun terlihat murung sekarang, dio dan kai panik saat melihat nya

"ti.. tidak apa apa baek, t tenang saja kita akan mencari tahu jawabannya bersama sama"

Dio berusaha memberi semangat pada baekhyun, seharusnya ia tidak mengatakan hal seperti itu

Arghh kau menghancurkan semuanya

Dio merutuki perkataan nya, ia tahu ini berat bagi baekhyun dan ia tahu baekhyun sangat ingin bertemu dengan ayah nya, jadi dio akan berusaha demi baekhyun, setidaknya ini yang bisa ia lakukan untuk baekhyun

"mungkin kita bisa melaporkan ini pada polisi"

Kai akhirnya bersuara, ia juga tidak ingin melihat baekhyun yang murung seperti itu

"tapi bagaimana?"

Baekhyn bersuara, ia terlihat tidak semangat sekarang

"kita bisa mengatakan semua nya, mengenai informasi tentang ayahmu, polisi mungkin bisa mencari data ayah mu yang pindah ke kanada 10 tahun yang lalu"

"apa polisi bisa melakukannya? Bukankah itu sudah lama sekali?"

"mereka mungkin bisa melakukannya, lagipula bukankah warga yang pindah itu dokumen negara? Selama mereka memiliki datanya itu akan mudah baek"

"hmm kurasa begitu"

"kau tinggal menyebutkan siapa nama ayah mu dan mereka akan mencari nya"

Lalu dio dan baekhyun terdiam, kai kembali melihat wajah baekhyun yang kembali suram, bahkan lebih suram dari sebelumnya

"wae? Kenapa kalian diam seperti itu? Bukan kah ini ide yang bagus?"

"aku bahkan tidak tahu nama ayah ku"

Baekhyun berucap lirih, ia menundukan kepalanya dan entah kenapa baekhyun merasa sedih saat mengatakan hal itu, kenapa baekhyun tidak mengingat sama sekali mengenai masa lalu nya? Mengenai ayah nya? Bahkan eomma nya?

Ya Tuhan..

Kai menghembuskan nafas nya, kenapa kau mengalami waktu yang sangat berat baek? Ia menatap baekhyun yang tengah menundukan kepalanya, kenapa teman nya mengalami hal yang sulit? Kai lupa saat ia memberitahu baekhyun mengenai eomma nya, saat itu baekhyun tidak mengingat dirinya dan juga masa lalu nya, kenapa kai bisa melupakan tentang hal ini? Apa selamanya baekhyun tidak aka bisa mengingat masa lalu nya?

"hey tidak apa apa, kita bisa mencoba ide kai, kita bisa menanyakannya baek, kita tidak akan tahu jika kita tidak mencobanya, benar kan?"

Dio meraih tangan baekhyun dan mengusap nya pelan, baekhyun mengangkat kepalanya dan dio bisa melihat pipi baekhyun yang basah

Baekhyun menangis?

"tidak apa apa baek, kita akan menemukan ayah mu, aku janji"

Dan baekhyun hanya menganggukan kepalanya pelan, ia lalu mengusap pipi dan mata nya yang basah

"kau bisa mengandalkan ku"

Kini kai mengusap punggung baekhyun, ia tidak mau melihat baekhyun yang menangis seperti ini,

"gumawo.."

Baekhyun berucap dengan suara nya yang bergetar, apa ia tidak akan mengingat nya?

Apa aku tidak bisa mengingat nya eomma?

"baiklah besok kita akan ke kantor polisi, kita akan mencoba menanyakannya, kau tidak usah bersedih baek, kau ini bukan anak tk"

Kai mengacak rambut baekhyun, ia berusha menghibur baekhyun agar ia tidak bersedih

"ish aku tau, lagi pula siapa yang bersedih? Aku tidak sedih"

Kai dan dio kemudian terkekeh dan mereka pun memesan makanan di kafe itu

Malamnya..

Baekhyun membereskan buku pelajaran untuk besok, ia memasuk kan buku catatan nya pada tas sekolah nya

"tunggu.. dimana buku matematika ku?"

Baekhyun sadar bahwa buku catatan matematikanya tidak ada di dalam tas nya, baekhyun terdiam dan ia mencoba mengingat diamana buku catatan matematika nya

"ahhh jongdaeee"

Baekhyun ingat kemarin chen meminjam buku catatan nya,

"aku harus memberitahu nya besok ia harus membawa buku matematika ku"

Baekhyun mengambil ponsel nya, dan menyakakan ponsel nya

"eo.."

Baekhyun menatap layar ponsel nya

One missed call

"siapa yang menelpon ku?"

Baekhyun membuka nya dan matanya membulat saat ia tahu siapa yang menelpon nya tadi

"ch.. chanyeol?"

Baekhyun menggigit bibir nya, kenapa chanyeol menelponnya?

Baekhyun kembali melihat layar ponselnya

10:30

"ahh chanyeol menelpon ku tadi pagi, kenapa aku tidak menyadari nya?":v

Baekhyun terdiam

"apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menelponnya? Atau aku mengirim nya pesan? Aigoo kenapa anak ini menelponku?":v

Baekhyun kembali menggigit bibir nya, ia mengetik kan sesuatu di ponsel nya

'ada apa?'

Send

Baekhyun meletak kan ponsel nya, ia mengirim pesan pada chanyeol, dan tidak lama setelah nya ponsel baekhyun bergetar

Baekhyun mengambil ponsel nya

Park C incoming call

"m mwoyaa" baekhyun membulatkan matanya, apa chanyeol menelpon nya? Chanyeol benar benar menelpon nya? Mungkin ia tidak sengaja memencet nomor nya:v

Tapi ponsel nya masih bergetar

"ahh otokhaeee, apa aku harus mengangkat nya? Ahh bagaimana inii":v

Dan akhir nya ponsel baekhyun berhenti bergetar

"huffttt" baekhyun menghembuskan nafas nya,

Drrt drrt

Drrt drrt

Baekhyun kembali menatap ponsel nya yang bergetar,

Park C incoming call

"ahh mwoyaa, ada apa dengan anak inii /"

Baekhyun lagi lagi menggigit bibir nya

"huffff, apa dia gila, bagaimana ini? Apa aku matikan saja?":v

Baekhyun menarik nafasnya, menghembuskan nafas nya kemudian ia menempelkan ponsel pada telinga nya:v

"yeo.. yeoboseyo?"

'yak kau ini dari mana saja? Kenapa kau tidak menjawab panggilan ku? Aku menelponmu tadi pagi baek'

"ya yakk, tidak usah berteriak padakuu, aku tauu, a aku sedang bermain tadi, aku tidak mendengar panggilan mu.."

Suara baekhyun memelan saat megucapka kalimat terakhirnya

'bermain dengan siapa?'

"i itu bukan urusanmu, lagi pula ada apa? Kenapa kau menelponku?"

'aku bosan..'

"lalu?"

'apa nya yang lalu? Temani aku'

"temani apa? Aku sibuk, tidak mau, lagi pula apa kau lupa? Kau harus menyelesaikan skripsi mu chanyeol"

'kau pikir aku ini robot? Aku juga perlu istirahat baek, aku perlu hiburan'

"jadi kau pikir aku ini hiburan mu?"

'maksudku aku ingin mencari hiburan dengan mu'

"..."

'baek?'

'baekhyun?'

"h hnn, apa?"

'temani aku'

"yakk sudah kubilang aku ini sibuk, aku tidak mau!"

'sibuk apa? Katakan padaku'

"sibuk.. sibuk... pokonya aku sibuk, aku tidak mau menemanimu"

'kau bohong baek besok aku akan ke rumah mu dan kau harus menemaniku'

"ta tapi.. tapi besok aku tidak bisa"

'kenapa?'

"pokonya tidak bisaa, kenapa kau ini cerewet sekali u,u"

'kalau begitu besok nya lagi aku akan kerumah mu'

"tapikan.."

'tidak ada penolakan baek, atau aku akan menyeret mu'

Piip

"yaakk! ! yakkkkk!"

Baekhyun menjauhkan ponsel nya

"ahh jinjja, kenapa anak itu benar benar menyebalkannn-3-"

Baekhyun menatap ponselnya, pangilannya dengan chanyeol telah selesai dan itu diakhiri oleh chanyeol yang menutup telponnya secara sepihak/?

Sebuah senyuman lebar muncul di wajah cantik baekhyun

"..."

"aaaaa chanyeol menelponkuuu /"

"aaakkk chanyeol menelpon ku, chanyeol menelponkuuuu aaaaaaa /"

Baekyun menjatuhkan diri pada kasurnya dan mengguling gulingkan badannya:vvv

.

.

.

"hahahaha ayo sayang datang pada appa"

Kris tengah berjongkok dan merentangkan kedua tangannya dengan lebar, di depannya seorang balita sedang berusaha berjalan menghampiri appa nya

"ppaa pa paa.."

"benar sayang sedikit lagi, kemarilah"

Senyum bahagia tercetak di wajah tampan kris yang sedang melihat anak nya –baekkie yang sedang belajar berjalan tersebut

"ppa paa.. a.. ppaa"

Langkah mungil yang terlihat tidak seimbang itu terus bergerak menghampiri appa nya yang tengah menunggu nya beberapa langkah lagi di depannya, wajah nya imut dan sungguh menggemaskan

"baekkie kau pintar sayang, sedikit lagi ayo, appa ingin memelukmu"

Kris menepuk nepuk kan tangannya dan baekkie hanya tersenyum girang, sambil berusaha menggerakan kaki nya menghampiri appa nya

"ahhh anak apa~"

Baekie pun sampai di depan appa nya dan kris segera memeluk nya sayang

"ppa paa paaa"

Baekki menepuk nepuk pundak appa nya dan kris pun berdiri dan menggendong anak kesayangannya

"apa yang sedang kalian lakukan hm?"

Sebuah suara membuat kris berhenti menciumi pipi anak nya dan segera menolehkan kepala nya, itu adalah seseorang yang berharga dalam hidupnya, itu adalah istri nya

"sayang baekkie sudah bisa berjalan, ia bahkan sudah bisa memanggil ku appa"

Senyuman lembut terukir di wajah cantik istri nya, ia pun berjalan menghampiri kedua orang yang sangat di cintai nya

"benarkah? Wahh baekkie sekarang sudah bisa berjalan eum?"

Sang istri mengusap kepala sang anak dengan sayang dan sang anak tersenyum menampilkan mata bulan sabit nya yang sungguh sangat menggemaskan

"baekkie juga sudah bisa memanggilku appa"

Kris kini memamerkan senyum bangga nya dan istri nya –arra menatap nya malas

"ammaa.. ammmaaa.."

Kris mengerutkan halis nya saat mendengar suara mungil anak nya, ia seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya

"yaa.. baekkie.. kau bisa.."

"kau lihat? Baekkie sudah lebih dulu bisa memanggil ku amma, kurasa baekkie lebih menyangiku, wlee:P"

Baekkie kini menjulur kan kedua tangannya pada amma nya, dan sang amma yang mengerti segera mengambil alih anak nya dari pangkuan suami nya

"heyy itu tidak adil, kenapa bekkie bisa lebih dulu memanggilmu, baekkie kau tidak sayang pada appa eo?"

Kris memajukan bibir nya dan sang istri hanya tertawa saat melihat nya,

"kkk salah mu sendiri, kenapa kau baru pulang sekarang hn? Kau tidak merindukan baekkie? Kau tidak merindukan aku? Baekkie lebih banyak menghabiskan waktu dengan ku maka dari itu baekkie bisa memanggilku lebih dulu:p"

"tetap saja itu tidak adil -_- "

"arra-ya.."

Kris kini menggenggam tangan istri nya dan menatap nya serius

"hmm wae?"

Arra menatap suami nya, ia tidak tahu tapi sepertinya suaminya akan mengatakan hal yang serius

"ikutlah bersama ku ke kanada"

Arra mengerutkan halis nya

"kanada?"

"aku tidak bisa jika harus meninggalkan kalian terus menerus seperti sekarang, aku tidak bisa jauh dari kalian, kumohon, ikutlah dengan ku"

"tapi.. kenapa kanada? Bukankah kau tidak bertugas disana? Kau bilang saat kau ke jepang dua minggu yang lalu itu hanya untuk mengurus perusahaan ayah mu yang disana, kenapa sekarang kau akan ke kanada?"

Arra terlihat bingung sekarang, kenapa suami nya tiba tiba mengajak nya ke kanada?

"aku.. ayah ku.."

Arra mengerutkan halis nya, ada apa ini? Kenapa suami nya terlihat bingung?

"kris ada apa? Apa sesuatu terjadi? Katakan padaku"

Kris kini menatap istrinya serius, bagaimana ia mengatakan ini semua pada istri nya?

"arra.."

Kris menggenggam erat tangan istri nya, ia menatap serius manik mata istri nya

"ayahku memindahkan tugas ku ke kanada"

Arra terlihat membulatkan mata nya, ia tidak percaya dengan apa yang di ucapkan suami nya

"k kris, a apa maksudmu? Jangan bercanda, kenapa kau harus pindah ke kanada? Kenapa kau baru memberitahu hal ini sekarang?"

"aku.. kau tidak mengerti sayang, tapi aku harus melakukannya"

Arra semakin tidak mengerti dengan semua ini, kenapa suami nya tiba tiba mengatakan sesuatu seperti ini?

"tapi kenapa kau di pindahkan ke kanada? Apa sesuatu terjadi pada perusahaan mu? Aku tidak bisa ikut dengan mu ke kanada kris, bagaimana dengan ayah..."

Ucapan arra tiba tiba terhenti, ia terdiam, dan kris mulai terlihat gusar saat melihat reaksi istri nya

"ayah.. ayahku bukan?"

Arra kini menatap tajam kris, dan kris menghembuskan nafas beratnya dan menundukan kepalanya

"ini semua karna ayah ku bukan?"

Arra mengerti sekarang, semua ini, kenapa ia tidak menyadari nya

"kurasa bukan hanya ayah mu sayang"

Arra kini menhembuskan nafas berat nya dan memalingkan wajah nya

"kenapa mereka terus melakukan ini? Bukan kah mereka setuju untuk membiarkan kita hidup bersama? Kenapa mereka terus merencanakan rencana bodoh mereka?"

Kris berusaha menenagkan istri nya, ia mengelus lembut lengan istri nya

"sayang tenanglah.."

"sampai kapan mereka akan melakukan ini pada kita kris? Apa mereka tidak bisa melihat? Kita sudah menikah, kita bahkan sudah memiliki anak, kenapa mereka belum menyerah?"

"sttt, tenanglah sayang, baekkie mendengarkan kita.."

Kini kris mendekatkan dirinya dan mengelus lembut rambut istri nya, arra melirik baekkie yang berada di pangkuan nya, ia melengkungkan senyum manis nya dan baekkie pun ikut tersenyum menatap wajah eomma nya

"aku.. aku tidak mau seperti ini terus kris.. aku mencintaimu.."

Kris melihat istri nya yang tengah menundukan kepalanya menatap anak mereka, kris dapat mendengar suara istri nya yang sedikit bergetar

"aku tidak akan meninggalkan kalian berdua, percayalah.."

Kris tau.. arra akan selalu seperti ini jika menyangkut tentang dirinya,

"jangan menangis, kau ingin membuat baekkie kita sedih hm?"

Kris mengangkat wajah istri nya, dan benar saja, mata istrinya tengah memerah dengan sebuah genangan air yang siap meluncur kapan saja

"aku tidak akan meninggalkan kalian berdua, aku berjanji.."

Kris mengusap pelan mata istri tercintanya dan mencium lembut kening sang istri

"kita bisa membicarakan ini baik baik, bukankah mereka telah menyetujui pernikahan kita? Mereka tidak akan bisa memisahkan kita hanya karna sebuah perjodohan yang telah mereka rencanakan sejak dulu"

Kris kini menciumi mata istri nya, berusaha meyakinkan istri nya yang kini mulai terisak pelan

"kau.. hkk, kau janji?"

Arra kembali menundukan wajah nya, ia tidak berani jika harus menatap kris dalam keadaan seperti ini

"aku janji.."

Kris kini memeluk istri dan juga anak nya,

"kau tidak usah khwatir, jika memang aku harus ke kanada, aku berjanji tidak akan lama, aku akan segera pulang dan kita bisa bersama lagi, aku, kau, dan juga baekkie kita.."

Arra hanya mengangguk dalam pelukan suami nya, dan baekkie hanya melihat kedua orang tua nya kemudian memeluk leher sang eomma

1 bulan kemudian..

"ayah kenpa kris belum juga pulang? Kau bilang tidak akan sampai sebulan, apa ayah juga menyuruh kris untuk mengurus perusahaan kita di kanada?"

Arra kini berada di rumah orang tuanya, ia menanyakan kenapa suami nya belum juga pulang ke korea, padahal ayah nya sendiri mengatakan kris di kanada tidak akan sampai sebulan lamanya

"ayah jawab aku!"

Arra mulai kesal karna sedari tadi ayah nya hanya sibuk mengetik kan sesuatu di laptop nya

"ayah!"

Kini lelaki paruh baya itu mengangkat kepalanya, ia menatap anak satu satu nya dan melepaskan kacamata nya yang sedari tadi menggantung di hidung nya

"arra, dengar.."

"kris tidak akan kembali lagi ke korea, ia sudah di tugaskan agar mengurus perusahaan nya disana"

Arra mengerutkan halis nya saat mendengar perkataan ayah nya

"apa yang ayah maksud? Kris tidak akan kembali? Kenapa?"

"tinggalah disini mulai sekarang arra-ya aku tidak mau jika anak ku tinggal sendirian di rumah itu"

"rumah itu apa ayah? Itu rumah ku dan kris, dan apa maksudmu tinggal sendirian? Aku tinggal bersama kris dan juga baekkie ku disana, kenapa aku harus tinggal disini? Aku sudah mempunyai keluarga ku sendiri ayah"

Arra mengepalkan tangannya, sungguh ia tidak suka arah pembicaraan ini, setiap kali arra menanyakan kris pada ayah nya, ayah nya selalu menjawab dengan jawaban nya menurut nya tidak masuk di akal

"lalu sampai kapan kau akan menunggu kris? Dia tidak akan kembali ke korea, kau masih ingin tinggal disana? Kemasi barangmu dan tinggal lah disini, ayah ingin mengenalkan mu pada seseorang yang ayah kenal"

"hentikan semua ini ayah! Apa maksudmu? Aku ini sudah menikah ayah, dan aku sudah memiliki anak! Kenapa kau masih melakukan ini padaku!?"

Bahu arra kini mulai bergetar, ia mengeratkan kepalan tangannya dan matanya mulai memanas

"lalu kau kira kris disana tidak melakukan hal yang sama? Kau pikir orang tua kris disana tidak melakukan hal yang sama? Sadarlah arra ya, kris mungkin sudah di jodohkan dengan wanita lain disana"

Arra menyunggingkan senyum remeh nya, apa apaan ini? Apa yang ayah nya bicarakan?

"hah lucu sekali, jika memang seperti itu untuk apa kalian repot repot merestui pernikahan kami? Untuk apa kalian repot repot merayakan pernikahan kami jika akhir nya kalian tetap memisahkan kami dan tetap menjalankan perjodohan bodoh itu? Kenapa ayah? Katakan padaku kenapa?"

Arra kini meninggikan suara nya, sungguh ini semakin tidak masuk di akal, apa sebenarnya yang di inginkan ayah nya ini?

"setidak nya kalian bisa bersama, itukan yang kalian inginkan? Sekarang sudah saat nya kalian menjalani apa yang seharusnya kalian lakukan"

Arra membuka mulutnya, apa ia salah dengar?

'setidak nya kalian bisa bersama, itukan yang kalian inginkan?'

"kau paham kan sekarang? Kenapa kris dikirim ke kanada? Kenapa kris dikirim ke jepang? Ia tidak akan kembali lagi ke sini, perusahaan ku dan perusahaan wu bukanlah partner yang saling menguntungkan seperti yang kau kira"

"jadi semua ini hanya karna perusahaan? Hanya karna sebuah bangunan sialan itu? Hanya karna itu kau melakukan ini padaku?"

"jaga bicaramu, kau kira semuanya bisa berjalan lancar hanya karna cinta? Apa kau tidak pernah memikirkan bagaimana ayah mengurus semua ini? Ini semua untuk mu juga arra"

"cukup, sudah cukup ayah, ini gila, ini bahkan terdengar konyol untuk ku, bagaimanapun aku tidak akan meninggalkan kris demi perjodohan bodoh yang ayah inginkan"

Arra membalikkan tubuh nya dan segera berjalan hendak meninggalkan ruangan ayah nya

"lihatlah kenyataan nya arra! Kau kira orang tua kris tidak melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan? Kemasi barang barang mu dan segeralah pindah kemari"

"aku tidak akan pindah kemari ayah, bahkan jika kau memaksaku, aku tidak akan melakukannya, tidak akan pernah!"

"YOON ARRA!"

BLAM

Pintu itu tertutup dengan suara yang kencang, arra menggenggam erat knop pintu itu, hati nya sakit, dan air mata itu telah jatuh mengalir dari mata indah nya

"bodoh, perjodohan bodoh, perusahaan bodoh, kenapa kau melakukan ini padaku ayah? Hikss.. kris kumohon.. kembalilah.. aku.. aku membutuhkan mu"

.

.

.

Kanada, Monday 15 January 1997 08:00PM, 2 years later..

Lelaki tampan tengah duduk di meja kerjanya, wajah nya terlihat begitu bahagia setelah ia menandatangani beberapa kertas dan memasukkan nya kedalam map berwarna merah, pandagannya beralih pada sebuah bingkai photo berukuran sedang yang berada dia atas meja kerjanya, hati nya menghangat, dan senyum bahagia itu terus menghiasi wajah nya yang tampan, tangan nya terulur kearah bingkai photo itu, ia mengambil nya dan menatapnya dengan senyuman yang terus tecetak di wajah nya

"baekkie.."

Tangan besar nya mengelus photo yang sedang di pegang nya, photo drinya dan juga orang yang sangat berharga dalam hidupnya, keluarga kecil nya..

"bagaimana kabar kalian disana? Apa kalian menunggu ku? Kkk tunggulah sebentar lagi, dua hari lagi appa akan pulang dan kita akan pergi bermain bersama sama"

Senyumannya kian melebar saat ia mengetahui bahwa dua hari lagi ia akan kembali ke korea, bertemu lagi dengan keluarga yang sangat ia rindukan

"arra.."

Kris kini mengelus wajah seseorang disana, istri yang sangat di cintai nya

"aku akan kembali, seperti yang ku janji kan, aku tahu ini terlalu lama, tapi bukankah kita akan bersama lagi setelah ini?"

Lagi lagi hatinya menghangat, ia tidak sabar, ia tidak sabar untuk segera kembali ke korea dan menemui keluarga nya

"aku sangat merindukan mu.."

Kris mencium gambar yang ada di dalam bingkai photo itu, setelah ini semuanya akan berubah, dua hari lagi.. semua nya akan kembali seperti biasa,

Iya.. kembali seperti biasa

Tok.. tok.. tok..

Kris mengalihkan pandangan nya pada pintu ruang kerja nya, kris kemudian meletakan kembali bingkai photo itu pada tempatnya, ia marapihkan pakaian nya dan membenarkan posisi duduk nya

"masuk"

Dan terlihatlah sekertaris nya memasuki ruang kerja nya

"ada apa hyun?"

"sajangnim.. aku mendapat berita dari ayah anda di korea"

Kris mengerutkan halis nya, ayah nya? Tapi ada apa? Kenapa ia tidak langsung saja menelponnya?

"apa yang ia katakan?"

Akhirnya kris menanyakan nya, tidak biasa nya ayah nya menitipkan kabar pada sekertaris nya, apa ini hal yang penting?

"maafkan aku sebelumnya sajangnim, ayah anda bilang bahwa.. istri anda.. meninggal dalam kecelakaan di seoul"

DEG

Hosh.. hosh.. hoshh...

Kris segera tebangun dari tidurnya, badanya basah karna keringat, nafasnya memburu dan dada nya serasa diremas, ia mengusap keringat dingin yang mengalir di pelipisnya, mimpi itu.. selalu mimpi itu, mimpi yang sama setiap hari nya, mimpi yang selalu terasa sakit setiap hari nya

"hahhh.. hahhh.. hhhh"

Kris membenarkan nafas nya, ia meremas piama nya dan memejamkan mata nya berusaha menstabilkan nafas nya yang terengah engah

"arra.."

Ucapnya lirih, ia menundukan kepala nya dan sedetik kemudian lelehan bening itu mengalir dari pelupuk matanya

"bagaimana aku bisa seperti ini? Apa yang harus aku lakukan sayang?"

Kris kembali meremas dada nya, rasa sakit itu selalu sama, rasa sakit saat mengetahui istri nya telah meninggal dan saat mengetahui kenyataan anak nya tidak di temukan, bagaimana ia bisa menghadapi semua ini seorang diri?

"eunnn... hmmmmm"

Kris mengalihkan pandangannya ke sumber suara, itu istrinya yang tengah tertidur dengan pulasnya..

Tao

Setelah kejadian yang menimpa arra, kris kembali lagi ke kanada satu tahun setelah nya, ia tidak bisa menemukan baekkie nya, dan ayah nya semakin gencar menjodohkan nya dengan tao, pilihan ayah nya, rencana perjodohan yang telah ayah nya rencanakan sejak dulu

Dan dua tahun setelahnya kris menikahi tao, tidak lama setelahnya, kris memutuskan untuk kembali ke korea dan menetap disana, sudah 7tahun semenjak kembali nya kris dari kanada, dan sudah 7tahun juga kris mencari cari anak nya

Wu Baekkie

"aku akan menemukan anak kita arra, aku janji.. aku tahu baekkie kita ada seoul bersama kita, aku akan mencari nya, aku akan mencari anak kita.."

Besoknya..

"maaf pak, tidak ada nama korban yang anda cari pada saat kecelakaan itu"

Kris kini tengah berada di kantor polisi, sudah banyak kantor polisi yang ia datangi dan hasilnya selalu sama, ia tidak bisa menemukan baekkie nya..

"apa kau yakin? Bisakah kau mencari nya sekali lagi? Namanya Wu Baekkie, tahun 1997 terjadi kecelakaan dan anak ku berada dalam kecelakaan itu"

Kris kembali menanyakan mengenai identitas anak nya dan polisi itu kini mengetikan sesuatu pada komputernya

"maafkan aku pak, tetapi tidak ada yang bernama Wu Baekkie pada saat insiden itu"

Kris lagi lagi menghembuskan nafas berat nya, kemana lagi ia harus mencari anak nya?

"apa bapak tahu dimana alamat rumah yang anak bapak tinggali waktu itu?"

"gwanghamyun.. perumahan alaksi, blok K nomor10, seoul"

Kris dapat melihat polisi itu mengetikan kembali sesuatu pada komputernya

"kurasa anak anda pindah rumah, disini tertulis rumah di alamat yang anda maksud telah di lelang pada tahun 1995"

"a apa?"

Kris memajukan badannya, ia tidak percaya dengan yang diucapkan oleh polisi yang ada di depannya, ia mengerutkan halis nya saat polisi itu menunjukan sebuah data yang ada di layar komputer nya

"ta tapi.. bagaimana bisa, kenapa aku tidak tahu jika arra pindah"

Kris bergumam pada diri nya sendiri, dan ia tahu arra menyembunyikan sesuatu dari nya pada saat itu

"anda bisa membuat laporan tentang ini jika anda memang ingin mengetahui nya"

"laporan?"

"anak anda tidak tinggal sendirian kan pada saat itu?"

"t tidak, anak saya tinggal bersama istri saya pada saat itu"

"baiklah"

Polisi itu kini mengeluarkan selembar kertas dari laci meja kerjanya dan meletakannya di hadapan kris

"anda bisa menuliskan data diri istri anda dan juga anak anda disini, rumah yang di lelang dan seseorang yang pindah adalah dokumen negara, kami bisa mencari tahu berdasarkan data yang anda buat"

Kris menganggukan kepalanya, ia kemudian mengambil kertas yang ada di hadapannya

"baiklah kalau begitu aku akan mengisi laporannya dan kuharap aku bisa mendapat alamat rumah baru istriku"

"tentu saja pak, kami akan mengusahakannya"

"terimakasih pak polisi, saya akan kembali kemari secepatnya"

Kris pun berdiri dari duduk nya, ia membungkuk kan badannya dan melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan itu, ia mendudukan dirinya di sebuah kursi tepat di depan ruangan yang ia masuki beberapa waktu yang lalu, ia memandang selembar kertas yang ada di tangannya

"1995.."

Pikirannya melayang sekarang, bukan kah saat itu saat ia pergi ke kanada? Apa pada saat itu arra pindah rumah? Tapi kenapa ia tidak memberitahukannya sama sekali?

"apa yang kau sembunyikan dari ku arra?"

Ucapnya pelan pada diri nya sendiri

Duk..

Dengan segera kris memalingkan kepalanya kesamping tempat duduk nya, seseorang tengah duduk di sampingnya

Tunggu..

Bukankah ini seragam sekolah yang sama dengan yang dipakai oleh luhan anak nya?

Kris memperhatikan gadis yang sedang duduk di sampingnya saat ini, wajah nya sungguh sangat lucu, rambutnya panjang sebahu, dan ia mengikat poni nya dengan jepitan pita berwarna coklat muda, bukankah ia terlihat menggemaskan?

Tapi kenapa raut wajah nya seperti itu? Kenapa dia cemberut seperti itu?

Pandangan kris kemudian beralih pada nametag yang dikenakan oleh gadis lucu yang duduk di sampingnya

Byun Baekhyun..

'Ahh, jadi nama nya baekhyun'

Ucapnya dalam hati, entah kenapa pandangan kris tidak lepas dari sosok gadis yang berada di sampingnya, kris dapat mendengar dengan jelas baekhyun menghela nafas nya berkali kali, apa terjadi sesuatu dengan anak ini? Setelah ia perhatikan cukup lama, kris baru menyadari bahwa gadis bernama baekhyun ini keluar dari ruangan yang sama seperti dirinya,

Apa mugkin anak ini telah melakukan laporan kehilangan? Apa itu yang membuat nya cemberut dan menghela nafas berkali kali?

"kau kehilangan sesuatu?"

Entah kenapa ia tiba tiba bertanya seperti itu, ia bahkan tidak tahu jika mulut nya mengeluarkan pertanyaan itu tanpa diperintah oleh otak nya,

Sontak gadis itu memalingkan wajah nya dan menatap kris yang bertanya padanya

Deg..

Jantung kris terasa berhenti sejenak saat menatap gadis yang kini tengah menatapnya,

Wajah itu..

Apa kris pernah melihatnya sebelum nya? Jantung kris kini berdetak dengan kencang entah karena apa

Sedangkan baekhyun nampak bingung sekarang, ia memperhatikan seseorang yang tengah duduk disampingnya, kenapa orang ini menatapnya seperti itu? Baekhyun tidak bergeming, seakan badannya terpaku saat melihat wajah orang itu, baekhyun pun tidak mengerti kenapa orang yang ada di depannya menatapnya seperti itu? Tapi kenapa ia juga tidak berniat untuk mengalihkan pandangannya dari orang asing ini?

"baek?"

Dengan cepat baekhyun mengalihkan pandangannya saat mendengar ada yang memanggil nya

"eo , kaii.. bagaimana?"

Baekhyun segera bangkit dari duduk nya dan menghampiri kai yang baru saja keluar dari ruangan yang sempat ia masuki beberapa menit yang lalu

"polisi itu bilang, akan lebih baik jika kau bisa mengisi data mengenai orang yang sedang kau cari, karna itu akan memudahkan mereka untuk mencari nya"

"benarkah? Lalu bagaimana ini? Apa yang harus aku tulis? TT "

Baekhyun memajukan bibir bawahnya, wajahnya terlihat semakin muram, bagaimana bisa ia mengisi data mengenai identitas ayah nya? Nama nya saja baekhyun tidak mengetahui nya

"sudahlah tidak perlu di pikirkan, kita akan mencari jalan keluar nya bersama sama, jangan menangis baek"

Kai mengulurkan tangannya dan mengusap rambut baekhyun pelan, ia tidak mau jika baekhyun harus menangis di kantor polisi karna ini

"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? T^T "

Baekhyun semakin memajukan bibir bawah nya dan baekhyun semakin ingin menangis saat kai memperlakukan nya seperti tadi

"kurasa kita pulang saja, ini sudah sore bukan? Kita bisa melanjutkan ini besok lagi, aku tidak mau eomma mu mengkhawatirkan mu karna ini baek"

Baekhyun hanya mengangguk kan matanya dengan bibir nya yang melengkung cemberut

"eyy kau jelek sekali, sudahlah, kau sudah melalukan yang terbaik, kajja kita pulang, kau mau eskrim?"

Lagi lagi baekhyun hanya menganggukan kepalanya dengan bibir nya yang masih melengkung cemberut

"dua eskrim:(("

"baiklah-_-"

Kai pun segera merangkul pundak baekhyun, dan saat hendak ia melangkahkan kaki nya, ia baru menyadari jika seseorang tengah memperhatikan dirinya dan juga baekhyun sedari tadi, kai mengalihkan pandangannya dan ia menatap seseorang yang tengah duduk dengan baekhyun tadi, orang itu masih sama dengan ekspresi nya saat kai keluar dari ruangan polisi tadi, dan ia masih memperhatikan baekhyun hingga sekarang

"baek"

Kai menyenggol lengan baekhyun pelan, baekhyun yang tidak mengerti mengikuti arah pandangan kai, dan pandangan baekhyun berhenti pada seorang pria yang duduk di sebelah nya tadi,

Heyy, apa orang itu memperhatikan ku?

Kali ini baekhyun merasa takut karna orang itu terus menatapnya, baekhyun pun segera membungkukan badannya, memberi hormat pada lelaki itu kemudian dengan cepat ia menarik kai agar segera meninggalkan kantor polisi

"siapa orang itu baek? Apa kau mengenal nya?"

"eun? Aku tidak tahu"

Baekhyun mengangkat bahu nya acuh, ia benar benar tidak tahu siapa orang itu, seingatnya tadi orang itu mengatakan sesuatu dan saat baekhyun memastikan dan menatapnya, lelaki itu terus menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa baekhyun artikan

"dia tidak mengganggu mu kan baek? Kau tidak digoda oleh nya kan?"

"mwoyaaa-3- apa maksud mu di goda eo? Kau pikir aku ini apa?-3-"

"bisa saja ahjussi tadi akan menghipnotis mu dan menculik mu, bagaimana jika itu terjadi eoh? apa yang harus ku jelaskan pada dio nanti?"

"yakkk-3- berhenti berpikiran konyol seperti itu, dan apa hubungannya dengan dioooo?-3-"

Baekhyun menjitak kepala kai dan kai hanya meringis dan mengusap ngusap keapala nya

"itu bisa saja kan? Lagi pula jika aku ingat ingat lagi, bukan kah wajah ahjussi itu mesum? Ia bahkan terus memperhatikan mu tenpa berkedip baek"

"hentikan kai atau akan menendang bokongmuu!-_-"

-I dont know-

"dio yaaaaa~~~"

Baekhyun menggebrak pintu kamar dio dan segera memasuki kamar dio dan meloncat ke kasur dio/?

"yakk, kau tidak tahu cara mengetuk pintu? Ini bukan di hutan baek, kau tidak usah berteriak teriak, aku tidak tuli dan aku masih bisa mendengarmu dengan jelas-_-"

Dio memukuli lengan baekhyun dengan bantal karna acara membaca nya terganggu karna teriakan baekhyun yang membuat kamar nya menggema/?:v

"iya iyaa maafff, cerwet sekali u,u"

"lalu apa yang kau lakukan disini? Jika tidak ada sesuatu yang penting keluar dari kamarku sana"

"ishh-3- aku membuat sesuatu untuk mu dan juga untukku, tadaaaaaa "

Baekhyun mengagkat selembar kertas berwarna merah muda

"apa itu?"

"ini kertassss "

"-_-"

"maksudnya apa yang dimaksud dengan tulisan yang ada di ketas itu?"

"kau tidak bisa membaca nya eo? Ini sebuah karya ilmiah, judulnya 'does he love you or not'"

Baekhyun nyengir dan dio mengerutkan halisnya:v

"apa maksud mu karya ilmiah? Bagaimana bisa ini disebut karya ilmiah baek"

"ishhh kau ini, yasudah, ini namanya research bukan karya ilmiah u,u"

Dio meneliti kertas yang baekhyun pegang, dan membaca tulisan yang ada disana

"baek kau salah menulis judulnya 'does he love you or not' harusnya kau tambahkan s untuk akhiran love, kau ini lupa? Untuk he she it dan orang ke tiga yang singular, kau harus menambahkan s di belakang nya"

"-_-"

Baekhyun merebut pensil yang dipegang oleh dio dan dengan malas ia menambahkan huruf 's' di akhiran kata 'love' :v

"kau puas?-3-"

"dan bukan kah ini kalimat tanya? Kenapa kau tidak menambahkan question mark di akhir kalimatnya?"

Sabar..

"bagaimana jika kita melupakan judul itu dan kembali pada list yang aku tulis disana?^^"

"baiklah.."

Dio kini kembali membaca tulisan yang tertulis di kertas yang baekhyun maksudkan

"jadi.. apa maksud dari semua ini baek?"

"itu adalah bahan untuk reseach yanga akan kita kerjakannn "

"reseach apa? Dan apa maksud mu kita?"

"RESEARCH MENGENAI DOES HE LOVES YOU OR NOT-3-"

"kau tidak lihat? Aku sudah membuat list nya, itu adalah bahan untuk research kita, kau akan melakukan nya pada kai, dan aku akan melakukannya pada chanyeol, setelah itu kita lihat reaksi apa yang mereka lakukan ketika kita melakukan sesuatu sesuai dengan list yang aku tulis disana, dan setelah itu kau teliti, apa dia mencintai mu atau tidakkk-3-"

"..."

"kenapa aku harus melakukan nya?"

"karna ini adalah sebuah research"

"lalu kenapa aku harus melakukan nya pada kai? Kau ingin aku melakukan sesuai dengan yang kau tulis disini?"

"lalu kau ingin melakukannya pada siapa eo? Kau ingin melakukannya pada chanyeol? Atau kau ingin melakukannya pada paman suho?-3- sudah ku bilang itu research, kau akan melakukan penelitian dengan itu kau akan mengetahui kenyataan yang ada di dalam nya, kau tidak penasaran bagaimana perasaan kai padamu eo?"

Dan dio hanya bungkam:v

"hahhh kau sudah mengerti kann? Kalau begitu kau hanya perlu melakukan yang sesuai dengan yang tertulis disana dan jangan lupa untuk meneliti reaksi dia saat kau melakukan yang aku tulis disana, arrachi?;;))"

Baekhyun tersenyum manis dan segera beranjak dari tempat tidur dio

"a aku tidak mau melakukannya, ini bodoh dan aku hanya akan mempermalukan diri ku sendiri, aku tidak mauuu"

"yakkkk! Lakukan sajaa, kau ini kenapa eo? Aku juga akan melakukan nya pada chanyeol, dan aku juga akan memberikan ini pada sehun agar di praktekan dengan luhan, dengan begini kita bisa tahu sebenarnya perasaan mereka pada diri kita itu bagaimana"

"tetap saja aku tidak mauu-_-"

"kau harus mencoba nya duluuu!-3- pokonya kau harus mencobanyaaa, awas kalau kau tidak melakukannya-3-"

Baekhyun mengepalkan tangannya dan menunjukannya pada dio, dan setelahnya ia melangkahkan kaki nya keluar dari kamar dio:v

"heunggg / mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya "

Baekhyun pun melangkahkan kaki nya menuju tempat tidur nya dan membaringkan dirinya di atas kasur empuknya

"aku tidak sabar melihat reaksi chanyeol*-*"

Baekhyun mengerubuni badannya dengan selimut dan segera memejamkan matanya menuju alam mimpinya...

Besoknya..

"sehunn, tunggu dulu, aku punya sesuatu untuk mu:3"

Baekhyun memegang lengan sehun saat sehun hendak melangkahkan kaki nya keluar kelas untuk pulang

"ada apa?"

"iniii, aku membuatkan ini untukmu, aku juga mempunyai nya satu:3"

Baekhyun memberikan selembar kertas berwarna merah muda pada sehun, dan sehun mengambilnya dan menatapnya malas

"apa ini?"

"eunn, itu research, kau akan melakukannya pada luhan, dan aku akan melakukannya pada chanyeol"

"lalu?"

"lalu kau bisa menyimpulkan reaksi mereka seperti apa saat kau melakukan hal yang sesuai seperti yang tertulis disana"

"lalu?"

"lalu kau bisa menyimpulkan apa luhan mencintai mu atau tidak-3-"

"aku tidak mau melakukannya"

Sehun meletakkan kertas itu di meja nya, dan baekhyun kembali mengambil kertas itu

"kenapa tidak mau? kau tidak penasaran dengan perasaan luhan padamu eo?"

"tidak, lagi pula kau salah menulis judul 'does he loves you or not' kau kira luhan itu laki laki? Kenapa kau mneulisnya 'he'"

"ya tuhann-3- kenapa aku harus berteman dengan orang orang seperti mereka? Kemaren dio sekarang sehun hhhhh-3-"

Baekhyun membuang nafas beratnya dan mengeluarkan pensil dari dalam tas nya, ia menuliskan sesuatu di atas kertas merah muda itu

"s-h-e"

Baekhyun menambahkan kembali huruf 's' di depan kata 'he' dan dia sengaja mengeja nya:v

"'s' sialan-3-"

Baekhyun kembali memberikan selembar kertas itu pada sehun

"kau puas?-3-"

"lalu keuntungan apa yang akan aku dapat jika aku melakukan ini semua?"

"keuntungannya kau akan mendapat kemenangan u,u"

"sebelumnya kau bilang padaku kan? Apa perasaan luhan eonni padamu? Dan apa chanyeol mempunyai perasaan yang sama denganku? Aku membuat itu untuk membuktikan hal itu, aku ingin mencari bukti dengan melakukan ini"

Sehun terdiam dan hanya menatap baekhyun

"sudah kubilang ini belum berakhir bukan? Lakukan saja, arrachi?"

Baekhyun menepuk pelan bahu sehun, ia kemudian menggendong tas nya dan berjalan meninggalkan kelas

"kau akan mengetahui kenyataan nya sehun-ah, ini belum berakhir, belum.."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

He ekhmmmm:3 haiii:v inget ini siapa?:3 /ngumpet/

Mianhaeee, biku baru bisa nongol sekarang:(((( biku bisa jelasin kooo/? Jadi giniii:(( pas bulan desember tahun kemaren itu biku sibukkkkkk bangettt TT beneran sibuk lhoooo biku kan abis bikin proposal gitu kan yaa, ehh proposal nya malah di sidang TT biku capek bolak balik benerin proposal, terus pas sidangnya capek bangett udah gitu abis itu biku maen ampe lupa ff/? Nahhh senin kemaren tgl4 biku uas dan sekarang udah beres, jadi biku udah libur dongggg, libur sebulan dongggg:vvv

Curhat ya? Mian:v

Ya jadi gituuu, mian biku telantarin ff ini/? Tapi kan biku udah janji bakalan bikin ff ini end/?

Etapi masi ada yg mantengin ff ini ga sih/?:vv kan garame kalo udah gaada yang mantengin mah, capek ngetik doang/?:v

Yaudah sih yaa:vv happy new yearrrr~~ yeeee:v *telat* /lemparin mercon bareng chanbaek/:v

Selamat tahun baru ya semuanyaa:3

Di chap sekarang banyakin flashback, yang cetak miring itu tandanya flashback yaa:3 pusing ga bacanya? Kalo ada yg gangerti mah tanyain aja nee, tar biku jawab koo:3

Anywayyy, udah ketauan kan gimana jalan cerita ff ini, ayah nya baekhyun udah ketauan, jadi kalian bisa liat sendiri kedepannya bakalan gimana, tinggal nunggu aja kris sama baek menyadari satu sama lain kalau mereka itu anak dan ayah yang terpisah/?:v biku seneng lhooo ada yg bisa nebak kris itu siapa nya baek, pinter dehhh ehehehe:3

Jadii ya gituuu:3 makasih buat yang udah mantengin ff biku ampe sekarang yang udah review, yang ga berwujud:3 yang udah nungguin maafin ff nya dianggurin tapi ini update ko tenang aja:3 ff ini mau biku bikin cepet end aja yaa takutnya kebanyakan chap nya:vv

Udahlah cape curhat mulu/?:vv

Biku tunggu kesan pesan nya buat chap ini di kotak review:3 yang review biku ajakin nonton exo luxion inaa:p *boong deng:v wkwkwkwkwkw

Yaudah dehhh, dadahh see you in next chapter, sorry for typo

Dont forget to review:*

Balasan review:

Chanshin08

Aww makasih juga udah mantengin dari awal ampe sekarang mwaaa:3 review aja yang panjang gausah bingung bingung/?:v iiii kamu ko tauu:3 pinter dehh, biku kasih ceye deh buat hadiah nya:3 mhahaha, jan lupa review lagi neee3

Septianaditya1997

Iya yahh tenyata mereka ada hubungan di belakang baekhyun *apaan dah:v udah di lanjut neee, mian lama'3')/ jangan lupa review lagii3

Light-B

Chanyeol ya masih grogi takut sama baek/?:v luhan mah sukanya sama biku/nooo:v ga kok tar di demo sama sehun biaar gajadi di jodohin *boong deng:v mhehhehe, makasi udah review nee:* jangan lupa review lagi3

ChanHunBaek

Asikkk pada baper:3 bhahaha aku juga ngakak pas bikinnya *rotfl*rotfl* udah nextt yaaa, mian lama:3 hehehe makasih udah sukaa:* tapi biku pengennya kan kai dio gamau jongin kyungsooo:v gakdeng boong, abis udah terlanjur banyak ngetiknya gitu, biku males edit lagi:3 ehehehe maafkan u,u jangan lupa review lagii3

Baeks06

Bhahahaha:3 kan biar keliatan keceh jadi ceye banting helm, baeknya di biarin/?:v mhahaha, jangan lupa review lagii3

Yousee

Sedih biku juga TT harusnya kan ceye di jodohin nya sama biku T^T *dibunuh baekhyun:v udah ketemuan ko mereka cuman masih belom tau yang sebenarnya/?:v udah di next yaa, jangan lupa review lagiiii3

Baekkiechuu

Di chap ini baek udah ga murung lagi ko, udah akur sama dio nya:3 sehun mah gayakin sama dirinya sendiri makanya susah dibilangin /apaan dah:v mhehehe itu bener ko ayy, iamajinasi kamu bener bangett/?:v tar biku kasih tau kisah dibalik holkay sama bule kanada/? Wkwwkw makasih yaa udah nungguin ff nya, maaf lama TT janan lupa review lagiiii3

Guest

Mhahaha baperrr:v chap ieu baper teu? Urang mah curik siah/? Loll *rotfl*rotfl* baca deuih yeuh geus di apdet/? Wwkwkw:3 jangan lupa review lagiii3

Firdha arafah

Cieee yang baverrrr:" kkkk udah next yaaa, mian lama TT jangan lupa review lagii3

Udah beres nee?:3 yaudahhh jangan lupa review lagi, annyeeoonnggg:3