I dont know

Summary:

Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?

Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu

Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..

Aku mencintaimu..

Park Chanyeol.

Rated: T

Cast:

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

And all member EXO

Disclaimer :

Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?

SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^

EXO GS

Genre: family, drama, complicated, romance inside

Check this out

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"sebelumnya kau bilang padaku kan? Apa perasaan luhan eonni padamu? Dan apa chanyeol mempunyai perasaan yang sama denganku? Aku membuat itu untuk membuktikan hal itu, aku ingin mencari bukti dengan melakukan ini"

Sehun terdiam dan hanya menatap baekhyun

"sudah kubilang ini belum berakhir bukan? Lakukan saja, arrachi?"

Baekhyun menepuk pelan bahu sehun, ia kemudian menggendong tas nya dan berjalan meninggalkan kelas

"kau akan mengetahui kenyataan nya sehun-ah, ini belum berakhir, belum.."

Chap12 start!

Minggu pagi yang cerah, pemuda tampan yang berada di kamar nya kini tengah menatap pantulan dirinya di sebuah cermin di hadapannya

"lihatlah dirimu, kau sangat tampan chanyeol"

Senyum bangga terukir di wajah tampan nya, ia membenarkan tataan rambut nya dan ia membenarkan baju yang dikenakannya

"hari ini adalah hari yang spesial untukmu"

Chanyeol kembali merapihkan baju yang kini di kenakannya, kaos hitam dan jaket kulit kemudian celana jeans dan sepatu vans nya membuat chanyeol semakin tampan di pagi ini

"aku tidak sabar.."

Senyuman itu tiba tiba tercetak di wajah tampan nya, hari ini ia akan mengajak baekhyun keluar untuk menemani nya dan chanyeol semakin tidak sabar ingin segera menemui baekhyun nya

"baekhyun.."

Lagi lagi sebuah senyuman terukir di wajah nya, chanyeol menundukan wajah nya dan tersenyum malu saat bayangan baekhyun terlintas di pikirannya

"huhh, kau bisa chanyeol, perbaiki hubungan mu dengan baekhyun, jangan menyia nyiakan kesempatan ini"

Chanyeol kembali menegakkan wajah nya, ia menatap dirinya di cermin, menyemangati dirinya sendiri semoga hari ini kencan nya bersama baekhyun berjalan lancar

Kencan?

Begitulah menurut pemikiran chanyeol:v

"baiklah, satu langkah lagi"

Tangan chanyeol terulur ke meja samping tempat nya berdiri, ia mengambil sebuah botol kecil berwarna hitam, membuka tutup nya dan menyemprotkan isi dari botol itu pada pakaian nya

"good"

Ia mengihirup wangi yang mulai bereaksi dengan pakaian nya dan setelah itu, ia segera berjalan keluar dari kamar nya dan berjalan menuju tangga. Senyumannya terus mengembang di wajah nya, entah lah hatinya terus berdegup kencang dan chanyeol menikmati debaran pada hatinya/?:v

Dan tepat saat kaki chanyeol menuruni tangga, senyum nya tiba tiba menghilang, ia mendengar seseorang tengah berbicara di ruang makan, dan cahanyeol merasa tidak asing dengan suara yang di dengar nya

"oh chanyeol kau mau kemana?"

Dengan malas akhirnya chanyeol membalikkan badannya menghadap ayah nya yang sedang duduk dengan seseorang yang sering chanyeol lihat akhir akhir ini

"aku akan kerumah dio ayah"

Chanyeol menjawab nya dengan malas

"sepagi ini?"

Akhir nya orang yang duduk berhadapan dengan ayah nya itu bersuara juga

"bukannya paman juga sudah berada di rumah ku sepagi ini?"

Suho mengusap keningnya pelan, kenapa anak nya bersikap seperti ini

"ahaha kau benar, mainlah kerumah ku kapan kapan, aku yakin luhan akan senang jika ia melihatmu"

Chanyeol hanya menatap seseorang itu –kirs dengan tatapan malas, tanpa menjawab pertanyaan nya, chanyeol segera membalikkan badannya dan segera melangkahkan kaki nya keluar rumah

"chanyeol kau tidak akan sarapan dulu?"

Suho akhirnya berteriak karena chanyeol yang tidak menggubris keberadaan mereka, dapat suho lihat dari jendela di dalam rumah nya, chanyeol yang menaiki motornya dan mengenakan helm nya

"aku akan makan di rumah dio"

Dan dengan kalimat terakhir yang chanyeol ucapkan, ia segara menjalankan motor nya menuju rumah dio –untuk menemui baekhyun lebih tepatnya:v

"maafkan kelakuan anak itu, chanyeol memang seperti itu jika ia tidak menyukai sesuatu"

"tak apa, aku bisa memakluminya"

"lagipula kris, apa kau yakin mengenai perjodohan ini? Kau tidak lihat? Chanyeol tetap dengan pendiriannya, aku bahkan sudah meminta nya dan menjelaskannya berkali kali tapi ia tetap tidak mau melakukannya, aku tahu dia seperti itu karna terpaksa, lalu bagaimana dengan luhan? Bukan kah dia juga bertindak seperti chanyeol?"

"entahlah, aku juga tidak tahu, tapi kurasa luhan lebih bisa di atur, luhan akan menurut saja jika aku yang memberitahu nya, tapi jika melihat sikap chnayeol yang seperti itu mungkin luhan juga akan mengikuti nya, mengingat yang akan di jodohkan dengannya bersikap seperti itu, ada kemungkinan luhan juga akan meolak nya kelak"

"lalu bagaimana jika kita batalkan saja perjodohan ini?"

"kau ini gila? Jika ingin membatalkan perjodohan ini harus nya dulu aku tidak usah menikah dengan tao, dan kau tidak usah menikah dengan lay"

"ahh kau benar"

"salah mu sendiri kenapa terlahir sebagai pria"

"-_-"

"jadi kau menyalahkan ku? Lagipula aku tetap tidak akan mau jika harus di jodohkan denganmu"

"lalu kau pikir aku mau dijodohkan dengan tao?"

"tapi kau sudah menikah dengan tao kan? Kau juga sudah mempunyai luhan"

"luhan bukanlah anak ku"

"tetap saja dia anak mu"

"-_-"

"aku tidak mau jika chanyeol harus menikah dengan perempuan yang tidak di cintainya"

"itu adalah karma karna dulu kau menikah dengan orang yang kau cintai dan sekarang chanyeol harus menanggung akibatnya"

"yakk, kau masih dendam padaku ha? Aku kan tidak tau ini akan terus berlangsung seperti ini, lagipula, dulu kan ayah mu yang maenyuruh mu untuk menikah dengan tao dan itu tidak ada hubungannya dengan ku"

"ini bukan sepenuh ya salah ayahku! Ayah ku dan ayah mu itu sama saja, salah mereka kenapa mereka berteman"

"-_-"

"mereka membangun perusahaan itu bersama sama dan mereka memulai nya dari nol"

"aku tahu, lalu kemudian mereka berjanji akan menikahkan anak mereka agar tidak ada salah satu dari mereka yang menguasai perusahaan itu secara seorang diri"

"dan kau lahir sebagai pria"

"lalu kau mau menikahi ku begitu?"

"tentu saja, ayo menikah"

"kau membuatku mual kris -_-"

"kau tahu, kau beruntung bisa menikah dengan lay, ayah mu menyutujui nya, lalu bagaimana dengan ku? Ayahku tidak menyutujui pernikahan ku dengan arra padahal mereka merayakan pernikhan kami, ayahku tetap ingin menjodohkan ku dengan tao karna perusahaan kita dengan perusahaan arra bukanlah klien yang baik, mereka takut jika suatu saat perusahaan arra akan mengambil alih saham perusahaan kita, bukan kah itu alasan bodoh?"

Suho dapat melihat raut wajah kris yang berubah menjadi muram, ia tahu pasti baegaimana perasaan kris saat ini, suho memang mengetahui kris telah menikah dengan seseorang sebelum dirinya dijodohkan dengan tao, tapi ia tdak pernah mengetahui siapa arra yang sebenarnya

"jadi karna itu anak kita yang harus melanjutkan perusahaan ini bukan? Dan semua nya akan berhenti, tidak ada lagi perjodohan dan perusahaan akan tetap menjadi milik kita berdua, seperti yang diinginkan ayah mu dan ayah ku, tidak ada yang mengusai perusahaan itu salah satu dari kita, kita akan menjalankannya bersama sama"

"dan chanyeol?"

"kau benar, chanyeol.. bagaimana aku menjelaskan ini semua padanya?"

"jangan biarkan chanyeol mengalami hal seperti yang kualami di masa lalu"

"bagaimana jika kau membantuku untuk meyakin kannya?"

"kau kira chanyeol akan mendengarkan ku? Menjawab pertanyaan ku saja dia tidak mau-_-"

"kau harus mencoba nya, kita akan membuat chanyeol yakin dengan perjodohan ini"

"baiklah kalau begitu, kau yang atur semuanya"

"tunggu, chanyeol pasti akan tahu jika itu akan menyangkut tentang perjodohan ini"

"lalu?"

"ahh iya kau tidak usah khawatir, aku akan meminta adikku untuk datang kemari dengan begitu chanyeol tidak akan curiga"

"terserah kau saja, jadi kapan aku harus kemari lagi?"

"bagaimana jika minggu depan?"

"baiklah"

Kris melihat arloji nya dan ia segera berdiri dari duduk nya dan mengambil sebuah amplop berwarna coklat yang ada di atas meja

"kau akan kemana?"

"aku akan ke kantor polisi, ada sesuatu yang harus aku urus"

"apa mengenai itu?"

Suho menunjuk amplop yang dipegang oleh kris

Kris menundukan kepalanya, menatap amplop di tangannya kemudian beralih menatap suho yang masih terududuk di kursi nya

"wahh uri myunnie penasaran dengan ini hm? kau ingin mengetahui nya?"

Kris menatap suho dengan tatapan yang menggoda/? Dan seketika suho merasakan mual pada perutnya:v

"kau tinggal berjalan lurus dari sini dan kau akan menemukan pintu keluar nya":vv

-I dont know-

Baekhyun tengah menyisir rambutnya sembari melihat bayangannya di cermin, ia kemuadian melirik selembar kertas berwarna merah muda yang tertempel di sisi cerminnya

'Does he loves you or no'

lihatllah pupil matanya

berpenampilanlah tidak seperti biasanya

beri dia perhatian mu

buat dia nyaman berada disampingmu

mintalah dia untuk mengantarmu

berjalanlah berdampingan dengannya

chat dengannya

buat dia cemburu

selca

katakan padanya!

Baekhyun mengentikan kegiatan menyisir rambutnya, ia memperhatikan sejenak tulisan yang ada di selmbar kertas itu

"heun, aku bahkan sudah menjalankan setengah nya dari daftar itu, tapi apa kesimpulannya?"

Baekhyun menghembuskan nafas beratnya

"tidak apa apa, kali ini aku akan melakukannya lagi dari awal, dan akan melihat reaksi chanyeol saat aku melakukan itu semua"

Teng nong.. teng nong..

Dengan segera baekhyun membalikan badannya, kenapa cepat sekali? Gumam nya dalam hati, baekhyun melirik jam yang tergantung di kamarnya,

08:00

"mwoyaa bukannya dia akan menjemputku jam sembilan? Kenapa cepat sekali"

Teng nong.. teng nong.. teng nong..

"ahh eotokhaee "

Baekhyun menggigit bibirnya, ia segera keluar dari kamarnya dan menuruni tangga dengan terburu buru

"aku datang aku datanggg"

Cklek

"b.."

Bibir chanyeol yang terbuka hendak menceramahi baekhyun tiba tiba tidak mengeluarkan suara saat ia melihat penampilan baekhyun yang ada di depannya

"wae?'^' "

Baekhyun hanya menatap chanyeol dengan tatapan innocent nya

"kenapa lama sekali"

Chanyeol memasuki rumah baekhyun dan tubuh baekhyun sedikit terdorong kebelakang karna chanyeol menyeruduk masuk sebelum diberi ijin/?

"lama apanya eo? Kau tidak menunggu di depan pintu selama barhari hari kan? Lagipula kenapa kau datang jam segini? Bukannya kau bilang akan menjemputku jam9? Ini masih satu jam lagi"

"aku bosan di rumah, eomma ku tidak ada dan aku memutuskan untuk sarapan disini"

Tanpa menatap baekhyun chanyeol terus berjalan menuju ruang makan dan membiarkan baekhyun yang mengekori nya dari belakang

"tapi eomma ku juga belum pulang dan disini tidak ada makanan:3"

"kalau begitu kau yang buatkan aku makanan baek"

Chanyeol kemudian duduk di meja makan, ia akhir nya menatap baekhyun yang berdiri di depannya

"aku tidak bisa memasak"

"masak yang kau bisa"

"tidak ada yang bisa kumasak:3"

"-_-"

"lalu kau akan membiarkan ku kelaparan disini?"

"kau ingin kubuatkan roti panggang?"

"kau bilang tidak ada makanan disini"

"tapikan roti panggang tidak perlu di masak'^' "

"-_-"

"asalkan roti nya tidak gosong"

"siap tuan pesanan mu akan segera datang~"

Baekhyun membalikan badannya, ia segera membuatkan roti panggang untuk chanyeol

"kau ingin ku buatkan susu juga?"

"ide bagus"

Dan akhir nya tidak ada suara yang terdengar lagi disana, baekhyun yang sibuk dengan roti panggang nya dan chanyeol yang sibuk memperhatikan baekhyun dari belakang

Memperhatikan baekhyun?

Pandangan chanyeol tidak lepas dari baekhyun yang tengah membelakangi nya saat ini, bukankah baekhyun nya hari ini terlihat menggemaskan?

Baekhyun mengenakan sweater berwarna biru muda dengan gambar kelinci di sweater nya, chanyeol juga dapat melihat kerah berwarna pink yang terlihat di bagian atas sweater nya. Kemudian baekhyun mengenakan tennis skirt berwarna hitam diatas lutut, bagian depan sweater nya baekhyun masukkan kedalam rok dan bagian belakang sweater nya ia biarkan sehingga menutupi bagian belakang rok yang dikenakan oleh baekhyun. Taklupa rambut coklat baekhyun yang bergelombang ia biarkan tergerai.

Cantik..

Baru kali ini chanyeol melihat penampilan baekhyun yang seperti ini, tidak biasa nya baekhyun memakai rok saat keluar dengannya

"tadaaa, sarapan mu sudah jadi~"

Baekhyun menghampiri chanyeol dan menyimpan roti yang berwarna kecoklatan di hadapan cahanyeol

"kau tidak makan baek?"

Chanyeol kemudian mengambil roti yang berada di depannya dan mengolesi nya dengan selai kacang

"mm aku tidak lapar"

"kau bisa sakit baek"

Chanyeol kini memakan roti yang telah diolesi selai dan menatap baekhyun yang kini duduk di depannya

"itu tidak akan terjadi, aku tidak mau makan"

"lalu mana dio?"

"dio sedang kencan'^' "

Uhukk hukk

Chanyeol tersedak roti yang sedang di makannya, ia tidak percaya dengan yang baekhyun katakan barusan

"k kencan?"

Chanyeol segera meminum susu yang baekhyun berikan saat dirinya tesedak

"eunn kencan'^' "

Baekhyun mengangguk anggukan kepalanya dan menjawab pertanyaan chanyeol dengan santai, dan chanyeol mengerutkan halis nya tidak percaya

"tapi dengan siapa?"

"tentu saja dengan manusia u,u"

"maksud ku siapa laki laki itu baek-_-"

"hmm dia temanku, kau ingat waktu itu? Saat kita lari pagi, beberapa bulan yang lalu, dio pulang buru buru kerumah karna laki laki itu datang kemari"

Baekhyun mencondongkan badannya dan menceritakannya pada chanyeol dengan suara yang pelan nyaris seperti berbisik

"benarkah?-_-"

Chanyeol merasa dia sedang bergosip dengan ibu ibu sekarang:v

"tentu saja, dan sejak saat itu dio mulai bekencan dengannya"

Pletak

"akhh yaakk, kenapa kau menjitak ku eo? Kau merusak rambut ku tauu"

Baekhyun menjauhkan kembali badannya, ia mempoutkan bibir nya dan mengusap usap kepalanya, membenarkan rambutnya yang sedikit berantkan akibat chanyeol

"berhentilah bergosip baek, aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan-_-"

"jadi kau pikir aku berbohong? Kau saja yang ketinggalan info u,u"

Ketinggalan info-_-

"terserah kau saja baek, jadi kau sudah siap? Kita berangkat sekarang"

Chanyeol memakan habis rotinya dan menghabiskan susu nya

"kita akan berangkat sekarang? Baiklah aku akan mengambil tasku dulu, tunggulah sebentar"

Baekhyun segera beranjak dari duduk nya hendak melangkahkan kaki nya menuju kamar nya

"jangan lama, aku menunggu mu diluar baek"

"arrasooo"

Baekhyun menaiki tangga menuju kamar nya dengan cepat dan segera mengambil tas nya kemudian kembali menuruni tangga dan segera menghampiri chanyeol yang menunggu nya di depan rumah

Chanyeol kini tengah menunggu baekhyun dengan duduk di atas motor nya, pikirannya melayang memikirkan kemana dulu akan pergi bersama baekhyun?

Taman? Namsan tower? Mall?

Chanyeol terdiam

Sungai han?

Chanyeol mengacak rambutnya prustasi, kenapa ia baru memikirkannya sekarang?

"chanyeol?"

Chanyeol segera mengalihkan pandangannya menuju baekhyun yang kini berdiri di hadapannya

"oh kau sudah siap?"

Chanyeol segera memasangkan helm pada baekhyun dan merapihkan poni baekhyun yang sedikit menghalangi mata baekhyun

"eun, jadi kita akan kemana?"

Chanyeol terdiam, ia bahkan tidak mempunyai tujuan kemana ia akan membawa baekhyun sekarang:v

"bagaimana dengan bibi? Kau sudah bilang padanya?"

Chanyeol mengalihkan pembicaraan, mungkin dengan itu ia akan mendapat ide kemana ia akan mengajak baekhyun

"aku sudah bilang aku akan mengantarmu, jadi tidak masalah"

"lalu emm, bagaimana dengan dio?"

Chanyeol lagi lagi mengulur waktu agar dia bisa memikirkan tempat yang tepat

"apa harus aku bilang pada dio?-3- dio sedang kencan lagipula aku kan tidak usah melaporkan hal seperti ini pada dio u,u"

Baekhyun mulai kesal karna chanyeol terlalu bertele tele/?

"baiklah kalau begitu naiklah"

Akhirnya chanyeol menyerah, ia benar benar tidak bisa memikirkan tempat apa yang akan ia kunjungi sekarang, lalu akan kemana mereka sekarang?:v

Baekhyun menaiki motor chanyeol dan tanpa disuruh tangan baekhyun memegang bagian pinggang jaket chanyeol yang ia kenakan

Deg

Entah kenapa tubuh chanyeol terasa tersengat listrik saat merasakan tangan baekhyun yang ada di pinggang nya, tapi bukanya ia sudah biasa dengan ini? Setiap chanyeol membonceng baekhyun, baekhyun pasti akan memegang pinggang nya, itu juga chanyeol sendiri lah yang menyuruh baekhyun untuk memegang pinggang chanyeol

Tenanglah chanyeol.. tidak usah gugup, bukan kah kau sudah terbiasa dengan semua ini

Kini chanyeol bergumam dengan hati nya, entahlah.. semenjak chanyeol menyadari ia mencintai baekhyun, setiap perbuatan yang baekhyun lakukan selalu membuat hatinya berdegup kencang, seperti saat ini

Mungkin karna akhir akhir ini aku tidak membonceng baekhyun.. ya benar, dua hari ini aku tidak membonceng baekhyun, pasti karna itu..

Dua hari:v

"yakk! Kau ini kenapa chanyeol? Kau akan berdiam seperti ini seharian? Kenapa kau belum menyalakan motor nya?"

Baekhyun yang kesal akhir nya mencubit pinggang chanyeol yang membuat chanyeol mengeliatan tubuh nya

"akh sakit baek, kenapa kau mencubitku!"

Chanyeol memalingkan kepalanya ke arah belakang sehingga ia dapat melihat baekhyun sang pelaku/?

"salahmu sendiri kenapa melamun! Kau tidak mendengarku eo? Aku bertanya padamu kemana kita akan pergi tapi kau hanya diam saja seperti orang bodoh-3-"

"itu karna aku sedang berpikir!"

"berpikir apa? Jangan bilang kau tidak tau kita akan kemana sekarang"

Dan jawaban yang baekhyun dapat adalah chanyeol yang terdiam

"astagaa, kau benar benar tidak tahu kita akan kemana sekarang?"

"aku.. aku hanya belum memikirkannya"

"sama sajaaaa-3-"

Baekhyun memukul mukul pelan punggung chanyeol karna baekhyun benar benar kesal sekarang

"kalau begitu.. kau ingin kemana baek? Biar aku yang mengantar mu"

"eyy jinjja-3- aku tidak tau! aku tidak mempunyai tempat yang ingin aku kunjungi sekarang"

Hening..

"yaak apa kita akan berdiam seperti ini? Kau membiarkan ku duduk di motor mu di depan rumah ku tanpa melakukan apapun?"

"tidak, aku tau tempat yang bagus"

Chanyeol segera menyalakan motornya dan dengan segera ia menjalankan motor nya menjauhi rumah baekhyun

"benarkah? Kita akan kemana? Apa aku tahu tempat nya?"

Baekhyun pun kembali meletakkan tangannya pada pinggag chanyeol

Sebuah smirk terukir di wajah tampan chanyeol

"kau akan mengetahui nya nanti"

Cheonggyecheon Stream, Seoul

Chanyeol memarkirkan motornya dan segera menghampiri baekhyun yang sedang menunggu nya di pinggir jalan

"woahhh *-* aku tidak ingat kapan terakhir kali aku kemari"

Mata baekhyun berbinar saat dirinya mengetahui chanyeol mengajak nya kemari, sudah lama sekali baekhyun tidak mengunjungi tempat ini

Sebuah sungai ditengah kota dengan kedua sampingnya dihiasai oleh bangunan mewah di kota seoul, tempat yang lama tidak di kunjungi oleh baekhyun. Tempat ini tidak banyak berubah, sebuah sungai yang mengalir di tengah dengan air nya yang jenih ditambah dengan jembatan sebai penghubung antar sisi sungai, sisi sisi sungai di tembok dan dihiasai dengan rerumputan dan pepohonan hijau yang membuat nya semakin indah, taman yang indah di tengah kota seoul

"kurasa tempat ini tidak banyak berubah"

Chanyeol kini berdiri disamping baekhyun dan melihat taman yang berada di bawah tempat mereka berdiri

"kau ingin ke bawah?"

Chanyeol menatap baekhyun yang berdiri di samping nya

"eung"

Baekhyun mengangguk anggukan kepala nya dengan semangat

'kalau begitu kajja, sudah lama juga aku tidak kemari, kurasa jalan jalan disini bukan ide yang buruk"

Dan chanyeol pun melangkah kan kaki nya menuju ke taman yang berada di bawah diikuti dengan baekhyun yang berjalan di sampingnya

"woahhh kenapa mereka memasang banyak sekali lentera? Apa akan ada acara spesial disini?"

Mata baekhyun sibuk memperhatikan keadaan di sekitarnya, karena ini baru pertama kalinya baekhyun ketempat ini lagi untuk sekian lama nya

"entahlah, mungkin karena ini musim semi"

"apa itu ada hubungannya?-3-"

Baekhyun kemudian mengeluarkan ponsel nya dan mulai memfoto pemandangan yang ada disana

"woahh ini benar benar indahh *-* chanyeol ayo kemari lagi nanti malam, aku ingin melihat lentera lentera itu menyala"

Baekhyun berjalan mendahului chanyeol dan sibuk dengan ponsel dan acara memotret nya, sedangkan chanyeol terlarut dengan memperhatikan gerak gerik baekhyun dan senyuman itu kembali mengembang di wajah nya

Kenapa chanyeol menjadi seperti ini?:v

"chanyeol photokan akuu"

Dengan tiba tiba baekhyun membalikan badannya dan menjulurkan tangannya memberikan ponsel nya pada chanyeol, dan chanyeol segera menggelengkan kepalanya dan mengembalikan kesadarannya agar baekhyun tidak mencurigai tingkah laku nya

"aku tidak mau"

"oh ayolahh, hanya sekali, photoka akuu"

Baekhyun semakin mendekatkan langkah nya mendekati chanyeol, dan chanyeol masih tetap dengan sikap nya yang sok jual mahal:v

"kau bisa melakuknnya sendiri baek, aku tidak mau"

"kumohonn, sekali saja"

Baekhyun memegang ponsel dengan kedua tangannya dan meletakan ponsel nya di bawah dagu nya, ia kemudian mentap chanyeol dan segera mengeluarka jurus andalan nya

"hanya satu kali, aku janji"

Puppy eyes..

Damn!

"kemarikan ponsel mu"

"yeee kau baik sekali"

Baekhyun memberikan wink nya dan segera memberikan ponsel nya pada chanyeol, sedangkan chanyeol hanya menahan keinginan nya agar tidak memakan baekhyun pada saat itu juga/?:v

"photokan aku disinii"

Baekhyun melangkahkan kaki nya dan ia berjalan menuju ke stepping block sebuah batu berbuntuk kubus yang terletak di tengah sungai seperti jembatan yang mengubungkan kedua sisi sungai

Chanyeol segera memposisikan ponsel baekhyun bermaksud akan memphoto baekhyun, baekhyun berpose dengan sebelah kaki kanan nya yang terangkat seperti akan melangkah ke batu yang ada di depannya, tangan kirinya ia rentangkan ke belakang dan tangan kanan nya seolah membenarkan rambutnya yang ia letakan di belakang telinganya

Cklek

Ya tuhan kenapa baekhyun mengemaskan sekali?

Chanyeol bergumam dalam hatinya saat melihat hasil jepretannya sendiri, sedangkan baekhyun kembali melangkahkan kaki nya mengahampiri chanyeol bermaksud ingin melihat hasil photonya

"apa itu bagus? Berikan padaku"

Baekhyun mengambil ponsel nya yang masih di pegang oleh tangan chanyeol dan menatap photo nya

"kyeootaa ini lucu sekali bukan?"

Baekhyun menatap chanyeol yang berada disampingnya dengan senyum bahagia nya, ia kembali menatap photo hasil jepretan chanyeol dan terus menggumamkan kata "kyeopta" dan tanpa disadari oleh nya chanyeol ikut tersenyum sembari memperhatikan baekhyun yang sedang menatap ponsel nya

Kau memang kyeopta baekhyun

Dan senyum manis itu terus mengembang di wajah tampan chanyeol

"ayok photokan aku sekali lagii*-*"

"-_-"

Dan dengan cepat pula senyuman itu luntur dari wajah tampannya, dengan malas chanyeol melangkahkan kaki nya berjalan meninggalkan baekhyun:v

"aah ayolah chanyeoll, sekali lagi kumohonnn"

Dan diikuti dengan baekyun yang merengek berjalan mengokori chanyeol dengan menarik narik baju belakang chanyeol:v

.

.

.

Hari sudah menjelang sore, chanyeol dan baekhyun kini berada di Hongdae Street pusat jajanan kaki lima di seoul, chanyeol benar benar mewujudkan keinginan nya ingin menghabiskan seharian bersama baekhyun, di tambah baekhyun yang terus merengek di sepanjang jalan agar sebelum pulang mereka akan kembali ke Cheonggyecheon Stream karna ingin memfoto lentera pada saat malam hari dan chanyeol menetujui nya dengan syarat tidak menjadikanya seorang photographer dan baekhyun menyetujui nya. Namun karna acaranya nya jalan jalan bersama baekhyun membuat perutnya lapar jadi ia sengaja mengajak baekhyun kemari karena tempat ini sudah lama tidak di datangi oleh chanyeol dan chanyeol merindukan jajanan yang ada disini yang selalu chanyeol beli selama dirinya masih di sekolah menengah atas

"chanyeol ayok kita beli semua nya*-*"

Baekhyun tidak henti henti nya berbicara selama mereka pergi berjalan jalan ditambah saat setiap hal yang mereka lewati baekhyun pasti mengadu pada chanyeol agar membeli nya, chanyeol tidak pernah pergi keluar bersama baekhyun selama ini, ia juga baru tahu ternyata sikap baekhyun seperti ini, menggemaskan seperti anak kecil dan baekhyun juga sangat cerewet, chanyeol dapat memaklumi nya mengingat umur baekhyun yang masih duduk di sekolah menengah atas, dan chanyeol dengan setia mendengar dan meladeni ocehan baekhyun yang terus terusan berbicara selama perjalan mereka, jujur saja chanyeol tidak merasa terganggu dengan itu, ia malah senang karna dengan begitu ia akan semakin dekat dengan baekhyun dan tidak terjadi keadaan canggung di antara mereka

"chanyeol belikan aku ituu*-*"

Baekhyun kini mengoceh saat mereka berjalan melewati sebuah toko souvenir yang menjual sebuah gantungan kunci berbentuk monyet

"untuk apa kau membeli itu baek-_-"

"tentu saja untuk tasku, bukankah itu lucu? Belikan satu untukkuu~"

"aku tidak punya uang, untuk apa kau membeli sesuatu seperti itu"

"heung pelit"

Dan satu hal yang membuat chanyeol semakin gemas pada baekhyun ialah, saat ia menolak keinginan baekhyun, baekhyun akan merajuk dengan memajukan bibir bawahnya seperti anak tk yang tidak di belikan permen oleh ibunya, karna itulah chanyeol selalu meolak keinginan baekhyun, karna menurut dirinya, melihat baekhyun yang merajuk seperti anak kecil membuatnya semakin gemas dan ingin memakan baekhyun/?:v

"aku lapar"

Baekhyun kembali berbicara

"kia akan mencari kedai untuk makan malam, kau ingin makan apa baek?"

"eumm.."

Baekhyun melihat kesekitarnya, banyak jajanan yang ingin ia coba, dan ia bingung harus memulai nya dari mana:v kemudian baekhyun mencium aroma makanan yang membuat perutnya berbunyi

"aku ingin odengg"

Baekhyun menarik pergelangan tangan chanyeol dan mengajak nya kesebuah stand kecil di pinggiran jalan itu. Baekhyun menatap odeng itu dan menjilat bibirnya sepertinya odeng itu akan sangat enak jika dimakan saat panas

"ahjumma tolong odengnya dua"

Dan ahjumma itu pun memberikan dua odeng pada chanyeol dan chanyeol membagi nya satu untuk baekhyun

"apa kalian sedang berkencan?"

Ahjumma itu tiba tiba bertanya yang membuat baekhyun membatalkan niatnya untuk segera memakan odeng yang ada di tangannya

Chanyeol melirik baekhyun yang ada disebelahnya pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat sebelum akhirnya chanyeol yang berdehem dan kembali menatap ahjumma yang ada di depannya

"a..aniyo ahjumma, kami hanya pergi berjalan jalan bersama"

Dan baekhyun hanya mengangguk nganggukan kepalanya dengan cepat

"ahh benarkah? Kenapa kalian tidak berkencan saja? Kalian sangat serasi jika bersama"

Dan pernyataan itu membuat chanyeol dan baekhyun terdiam satu sama lain

"ahahaha, kurasa itu tidak mungkin ahjumma, lelaki ini sepupu ku, kami ini sepupu"

Baekhyun memecahkan suasana canggung disana dan segera menyenggol lengan chanyeol karna lelaki itu masih terdiam di tempatnya

"a.. ahh itu benar, kami bersepupu, mana bisa kami berkencan"

Chanyeol tertawa canggung kemudian mambayar odeng yang telah dibelinya

"benarkah? Sayang sekali, kupikir kalian sepasang kekasih"

Ahjumma itu hanya tertawa menyisakan chanyeol dan baekhyun yang saling berpandangan

"ahahaha kau terlalu berlebihan ahjumma, kami pergi dulu, kamsahamnida"

Baekhyun dengan cepat memutuskan pandangan nya dengan chanyeol dan segera membungkuk memberi hormat pada ahjumma itu dan segera berlalu mendahului chanyeol. Entahlah baekhyun hanya tidak bisa jika harus bertatapan dengan cahanyeol dalam keadaan seperti tadi, maka dari itu baekhyun segera menghentikan pembicaraan agar tidak membuat suasana yang canggung dengan chanyeol nanti

"baek awas!"

Baekhyun terkejut saat tiba tiba tangannya ditarik oleh chanyeol membuat nya tertarik hingga tubuhnya berada dalam dekapan chanyeol

Deg

Jantung nya serasa berhenti berdetak, baekhyun hanya bisa membulatkan matanya, ia benar benar kaget dengan apa yang terjad sekarang, kenapa chanyeol menarik nya? Dan kenapa chanyeol memeluknya dengan erat? Apa sesuatu terjadi padanya tadi?

"yakk kau ingin tertabrak eo? Kau tidak melihat ada sepeda melintas di depanmu?"

Sepeda..

Baekhyun mengedipkan matanya berkali kali dan ia kemudian tersadar dari diam nya

"h.. hn?"

Baekhyun mendongak kan kepalanya dan menatap cahnyeol yang sedang menatapnya dengan raut wajah khawatir

"kau hampir tertabrak sepeda baek!"

"b.. benarkah?"

"yakk apa kau melamun? Bagaimana jika kau tertabrak sepeda tadi huh?"

Jujur baekhyun tidak bisa berpikir sekarang, ini terlalu cepat dan tiba tiba, baekhyun hanya diam dan menatap chanyeol yang kini berjarak sangat dekat dengan dirinya, baekhyun bahkan masih bisa merasakan tangan chanyeol yang melingkar di pundaknya dan mendekapnya kedalam pelukannya. Jantungnya berdebar kencang dan ia merasakan pipi nya yang mulai menghangat, apa chanyeol dapat merasakan debaran jantung nya?

Sama hal nya dengan baekhyun, kini chanyeol larut dalam pandangan baekhyun, entah kenapa ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah baekhyun yanng kini berada di dekapannya, debaran itu kini kembali ia rasakan, jantung nya berdegup kencang dan ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang, chanyeol hanya bisa terdiam dan menatap baekhyun

"h ekhm kau bilang kau lapar kan? Ayo kita cari kedai ramyun dan makan"

Chanyeol segera memalingkan pandangannya dan segera menagajak baekhyun untuk mencari kedai makan yang menjadi tujuan utamanya kemari, namun yang membuat jantung baekhyun tetap berdegup kencang ialah, tangan chanyeol yang masih melingkar di pundaknya saat mereka kembali berjalan untuk mencari kedai ramyun

"k.. kau tidak memakan odeng mu baek?"

Sebenarnya chanyeol bingung harus berbuat apa, tapi jujur ia tidak suka jika suasana diantara mereka menjadi canggung dan berakhir dengan mereka yang saling terdiam tanpa berbicara satu sama lain, maka dari itu chanyeol berusaha membuat keadaan menjadi normal kembali

"a.. ahh iya, aku hampir saja lupa hehe"

Baekhyun bergerak canggung di samping chanyeol, dan memakan odeng yang sedari tadi hanya dipegang oleh nya

Dingin..

Odeng nya sudah dingin, padahal baekhyun sudah membayangkan odeng yang lezat saat dimakan selagi panas:v

.

.

.

Kini chanyeol dan baekhyun tengah duduk di dalam sebuah kedai ramyun yag berada di pinggir jalanan Hongdae.

Chanyeol tengah pergi untuk memesan makanan dan baekhyun tengah duduk seorang diri menunggu chanyeol kembali kemeja mereka. Pikiran baekhyun melayang mengingat kejadian kejadian yang ia alami bersama chanyeol hari ini, mulai dari tadi pagi hingga sekarang, dan baekhyun ingat pada sesuatu

List nya!

Baekhyun mengingat misi nya selama bersama chanyeol dan sedetik kemudian ia merutuki otak nya karna baekhyun tidak bisa mengingat semua list yang ia tulis untuk melihat reaksi cahnyeol:v

"ahh ayolahhh, ingatt, aku harus mengingat nya, ingattt"

Baekhyun memejamkan matanya dan mengerutkan halisnya, ia harus mengingat apa saja yang ia tulis dalam list nya

Blank..

Baekhyun membuka matanya dan semua nya blank:v ia tidak bisa mengingat semua yang ia tulis dalam research nya:v

"ahhh bodoh, kenapa aku tidak bisa mengingat semua itu TT"

Baekhyun menundukan kepalanya, ia menempelkan kening nya pada pinggiran meja dan meremas remas rambutnya pelan

Lihatlah pupil matanya

Seketika baekhyun mengingat tulisan tangannya pada kertas yang ia letakkan di pinggiran cerminnya, dengan segera baekhyun menegak kan badannya

"hmm pupil matanya.."

Baekhyun terdiam sejenak saat ia mengingat salah satu list research nya

"tapi bagaimana aku melihat pupil mata chanyeol u,u"

"mereka bilang ramyun nya akan datang sebentar lagi"

Baekhyun terlonjak kaget saat tiba tiba chanyeol duduk di hadapannya

"a ahh benarkah? Baguslah karna aku sudah sangat lapar"

Baekhyun mulai mengamati wajah chanyeol, ia bisa melihat chanyeol yang mengangguk anggukan kepala nya kemudian chanyeol memalingkan pandangannya ke sekitar mereka

Bagaimana cara aku melihat pupil matanya-3-

Baekhyun bergumam dengan hatinya dan ia tetap mengamati wajah chanyeol, bagaimana ia bisa melihat pupil matanya?

"chanyeol.."

"hm apa?"

Chanyeol akhirnya menatap baekhyun dan baekhyun menatap tajam wajah chanyeol, namun nihil karena ia tidak bisa melihat dengan jelas pupil mata chanyeol:v

Sedangkan chanyeol bingung dengan baekhyun yang duduk didepannya, kenapa baekhyun menatap nya seperti itu?apa ada yang salah dengan wajahnya?:v

Baekhyun kemudian meletakkan kedua tangannya pada meja dan ia segera berdiri dari duduknya dan mencondongkan badannya pada chanyeol, ia mencondongkan badannya membuat wajahnya berjarak sangat dekat dengan wajah chanyeol dan pada saat itu baekhyun dapat dengan jelas melihat pupil mata chanyeol

Pupil mata chanyeol membesar

Cup

Baekhyun membulatkan matanya, dengan cepat ia menarik lagi tubuhnya dan kembali duduk pada kursinya

"y.. y.. yaa k.. kau.. kau menciumku?"

Baekhyun dapat merasakan bibirnya dikecup oleh bibir chanyeol, dan kini baekhyun masih memandang chanyeol dengan tatapan tidak percaya dan segera menutupi bibirnya dengan sebelah tangannya

"ku kira kau melakukan itu untuk menagih jatahmu"

"HAHH KAU INI, JATAH APAAA!"

Dengan cepat baekhyun kembali menutupi bibirnya, apa apaan orang ini jatah apa?

"aku kan tidak tau, lagipula kenapa kau melakukan hal seperti tadi? Itu kan membuat ku salah paham"

Dan chanyeol hanya menampilkan sebuah cengiran bodoh di wajah nya

Namun jauh di dalam hatinya, chanyeol merutuki perbuatannya, kenapa ia melakukan hal seperti itu? Chanyeol tidak mengerti namun itu semua terjadi tanpa kendali otak nya, seperti sebuah refleks, ia melakukannya begitu saja secara spontan. Lagi pula ini bukan sepenuh nya salah chanyeol, salahkan baekhyun yang tiba tiba mencodongkan badan ke arahnya, membuat jarak diantara wajah mereka hanya beberapa centi saja dan insting chanyeol pada saat itu adalah baekhyun yang meminta sebuah kecupan:v dan chanyeol tidak bisa menahan hasrat/? Nya sejak tadi pagi, dengan semua kelakuan baekhyun yang selalu membuat nya gemas membuat nya semakin tidak tahan terutama saat baekhyun mencondongkan badannya seperti tadi membuat chanyeol mau tidak mau mewujudkan hasrat nya yang tertunda/?:v

Lagipula itu kan hanya sebuah kecupan

Hanya sebuah kecupan

Dan chanyeol menginginkan sesuatu itu lebih dari sekedar kecupan..

"DASAR MESUM! KAU MESUM TELINGA LEBAR! JANGAN TERSENYUM SEPERTI ITU DASAR AJUSSI PEDOFILLL!"

"ajussi -_- siapa yang kau bilang ajussi disini? Sudah kubilang itu hanya sebuah salah paham dan apa maksud mu pedofil? Kau pikir aku telah melecehkan bocah sd? -_-"

"KAU YANG AJUSSI DAN KAU JUGA PEDOFIL! JANGAN DEKAT DEKAT DENGAN KU LAGI!"

Baekhyun meneriaki chanyeol dengan pipinya yang mulai bersemu merah, ia tidak bisa membohongi itu, jangan tanya bagaimana perasaan baekhyun sekarang

Ia merasa jantungnya akan melompat keluar dari dalam dirinya, karna jantungnya terus berdetak begitu cepat, perasaan aneh menjalar di seluruh tubuhnya dan perutnya serasa di kelitik oleh ratusan kupu kupu, apa di dalam perutnya benar benar ada kupu kupu? Kenapa baekhyun merasa bahagia sekali?:v

"yakk aku ini bukan aju.."

"baek?"

Ucapan chanyeol terpotong karna chayeol mendengar seseorang memanggil baekhyun dari arah belakang dan sontak baekhyun dan juga chanyeol memalingkan pandangannya ke sumber suara

"eo.. kai?"

Baekhyun membulatkan bibirnya saat mengetahui siapa yang memanggil nya dan yang lebih membuatnya membulatkan bibirnya adalah saat baekhyun melihat seseorang yang berdiri di sebelah kai

"dio?"

"woahh ada apa ini? Kalian berkencan?"

Kai hanya terkekeh dan segera menghampiri meja baekhyun dan juga chanyeol

"kkk lalu kenapa aku bisa bertemu disini dengan mu? Wahhh uri baekkie cantik sekali, apa kau sedang berkencan juga?"

Kai mengusak rambut baekhyun lalu duduk di sebelah baekhyun dengan tangannya yang merangkul pundak baekhyun

Dan tanpa mereka sadari seseorang di sebrang meja menatap mereka dengan tatapan cemburu dan juga panas/?:c

Chanyeol menatap tajam kai dan juga baekhyun yang duduk di hadapannya, siapa anak ini? Kenapa chanyeol tidak pernah melihat dia sebelum nya? Kenapa orang ini memperlakukan baekhyun nya seperti itu? Dan apa itu baekkie? Panggilan macam apa itu?:vv

"sudah kubilang kami hanya kesekolah untuk pelajaran tambahan dan pulangnya kami mampir kemari untuk mencari makan"

Dio akhirnya mengambil duduk di sebelah chanyeol. Chanyeol yang menyadari kehadiran dio segera memalingkan wajah nya, menatap dio kemudian kembali menatap seseorang dihadapannya yang tengah merangkul baekhyun nya:v setelah beberapa kali chanyeol menatap bergantian dio dan orang itu chanyeol akhir nya mengerti, apa orang ini yang baekhyun maksud dengan pacar dio? Baekhyun bilang tadi pagi dio pergi berkencan, apa dio pergi dengan orang ini?

Sebuah smirk tercetak di wajah chanyeol

Baiklah bocah, kau harus tau bagaimana cara menjauhi sepupu pacar mu

"woah dio sudah lama sekali aku tidak melihat mu, kebetulan sekali bukan kita bisa bertemu disini"

Chanyeol dengan santai merangkul pundak dio yang duduk di sampingnya, ia melirik pada lelaki yang tengah duduk di samping baekhyun dan chanyeol dapat melihat raut wajah orang itu berubah menjadi dingin dan juga kesal

"kau kemana saja huh? Apa kau hanya punya waktu untuk baekhyun? Tiap kau kerumah ku aku tidak pernah melihatmu, apa kau kerumah ku hanya untuk mencari baekhyun?"

Dio hanya melirik sinis chanyeol yang tengah merangkulnya dan sedetik kemudian dio dapat mendengar chanyeol yang tertawa kencang

"hahahaha, kau cemburu? Lagipula bukankah tiap aku kerumah mu kau selalu tidak ada karna sedang belajar bersama?"

Lagi lagi chanyeol melirik lelaki yang kini masih merangkul baekhyun dan smirik di wajah nya terlihat semakin jelas saat ia melihat wajah lelaki itu semakin mengerut kesal

"lagi pula jika kau ikut bersamaku tidak akan cukup, kau ingin dibonceng berdua dengan baekhyun di motorku hm?"

"dasar alasan"

Dio hanya memutar matanya malas, dan pandangannya berakhir pada kai dan baekhyun yang sedang duduk berdampingan dihadapannya

"oh iya, kai ini chanyeol sepupu ku, chanyeol dia kai teman sekelas ku dan juga teman kecil baekhyun"

Dio mengenalkan kai pada chanyeol begitupun sebaliknya dan kedua lelaki itu hanya saling berpandangan dengan tatapan dingin dan juga menyeramkan

Singkirkan tangan mu darinya bocah

Singkirkan dulu lenganmu dari pundaknya paman

Begitulah kira kira arti dari tatapan chanyeol dan kai yang terlihat sengit/?:vv

.

.

.

Keesokan harinya baekhyun meminta sehun dan dio agar mereka tidak pulang terlebih dahulu karena ada sesuatu hal penting yang harus disampaikan

Dan disinilah mereka sekarang, dikelas baekhyun, baekhyun dan dio duduk di meja baekhyun dan sehun mengambil kursi dan duduk di sebelah kiri meja baekhyun

"jadi apa yang ingin kau sampaikan baek? Aku ingin ingin cepat pulang"

Dio kemudian melirik jam yang melingkar di lengannya,

15:30

"baiklah baiklahh, ini suatu hal yang penting makanya aku menyuruh kalian berkumpul disini, kalian membawa ini?"

Baekhyun mengeluarkan selembar kertas berwarna merah muda yang tidak asing bagi mereka

"aku membawa nya, kenapa?"

Sehun akhir nya mengeluarkan suara nya

"bukankah aku menyuruh kalian untuk mencobanya? Apa kalian sudah melakukan sesuai yang aku tulis disana?"

Sehun dan dio terdiam,

"aku bahkan lupa dimana aku menyimpan kertas itu"

"mwooo? Yakk kau ini bagaimana, kenapa kau melupakannya?"

Baekhyun memukul lengan dio karna dio lupa dimana ia meletakkan kertas yang dibuatkan baekhyun

"lagipula aku tidak ingin melakukannya, kurasa itu ide bodoh baek, bagaimana aku melakukan semua hal itu"

"aku melakukannya, dan itu semua terjadi, sudah ku bilang kau harus mencoba nya duluuu"

Baekhyun kembali menggerutu karna dio tetap tidak mau melakukan sesuai yang baekhyun tulis pada kertas research mereka

Akhirnya baekhyun pun mengeluarkan pensil dan menyuruh sehun untuk mengeluarkan kertas merah muda miliknya

"sehun apa kau melakukan sesuai yang aku tulis disini?"

"hmm beberapa"

"baiklah, mari kita periksa hasil nya~"

Baekhyun kemudian menyalakan ponsel nya dan terlihat baekhyun mengutak atik ponsel nya

"nomor satu, lihatlah pupil matanya, apa kau sudah melakukannya?"

Baekhyun membaca list nya kemudian ia menatap sehun yang duduk disisi meja nya

"hm sudah"

"lalu bagaimana hasil nya? Apa yang kau lihat?"

Baekhyun melipat kedua tangannya di meja dan menanti jawaban sehun dengan antusias, sedangkan dio masih melihat kelakuan mereka dan tidak percaya apa lelaki ini benar benar melakukan apa yang baekhyun perintahkan?

"pupil matanya membesar"

Pakk

Baekhyun menepuk tangannya, dan segera menatap ponsel nya

"disini dikatakan, seseorang yang menyukai mu jika ia bertemu dengan mu pupil matanya akan membesar, dan kau melihat sendiri pupil mata luhan eonni kan? Dan kau tau sendiri hasil nya kan? Kyaaaa chanyeol juga seperti ituu /"

Baekhyun berteriak histeris saat memberi tahu hal ini pada sehun, sehun terlihat terdiam saat mengetahui penjelasan dari baekhyun, dan tanpa sepengetahun baekhyun, sehun tersenyum kecil saat melihat kertas merah muda yang berada di tangannya

"kau lihat? Sehun bahkan bisa melakukannya, kenapa kau tidak bisa melakukan nya eo?"

Baekhyun pun menyenggol lengan dio yang masih dengan ekspresi tidak percaya nya

"lalu bagaimana kau melakukan itu pada luhan eonni?"

"huh apa? Itu, aku.."

"lu, kau ingin membeli sesuatu dulu?"

Sore itu seperti biasa sehun menunggu luhan keluar dari kelas nya, mereka pulang bersama dengan berjalan kaki,

"hmm apa ya"

Luhan mengedarkan pandangannya dan matanya menangkap sesuatu yang mernarik

"aku ingin permen kapas itu"

Luhan kemudian menunjuk pedagang yang sedang membuat permen kapas yang dikerubuni oleh anak anak

"tapi itu makanan anak kecil lu"

"tapi aku mengingankannya sehun ah, aku sudah lama tidak makan itu"

Luhan sedikit merengek dan akhirnya sehun pun menuruti keinginan luhan dan mereka pergi menghampiri pedagang itu dan memesan permen kapas

"woah kelihatannya enak sekali"

Luhan kini memegang permen kapas di kedua tangannya karna sehun tidak ingin memakannya akhirnya luhan berencana akan menghabiskan permen kapas itu seorang diri

Lihatlah pupil matanya..

Seketika sehun teringat akan sesuatu, ia ingat dengan kertas yang diberikan padanya beberapa hari yang lalu, sehun sempat berpikiran ini merupakan hal yang bodoh, tapi tidak ada salahnya kan jika ia mencobanya bukan? Lagipula mumpung ada luhan disampingnya

"lu.."

"hmm, wae?"

Luhan menjilat bibirnya sembari memakan permen kapas yang berada di kedua tangannya,

Dengan perlahan sehun mendekatkan wajahnya, ia membungkukkan sedikit badannya dan memajukan wajahnya kearah luhan, membuat luhan bingung dan sedikit memundurkan kepalanya

"a.. ada apa sehun?"

Luhan gugup sekarang, apa yang akan sehun lakukan padanya?

Mencium nya?

Sehun tetap mendekatkan wajahnya hingga saat wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja sehun menghentikan pergerakannya

"ahh kupikir ada sesuatu di matamu, ternyata tidak ada hehe"

Dan akhirnya sehun kembali menjauhkan wajahnya saat ia berhasil melihat pupil mata luhan yang membesar, sedangkan luhan dengan mati matian menahan debaran jantungnya akibat perbuatan sehun beberapa detik yang lalu

"kajja, kita pulang"

Sehun pun merangkul pundak luhan kemudian mereka melanjutkan perjalanan pulang mereka karna hari semakin sore

Dan saat mengingat kejadian itulah sebuah senyuman terukir di wajah sehun

"wahh lihat lah wajah mu, kau senyum senyum seorang diri seperti orang bodoh:3 ceritakan padaku, bagaimana caramu melihat pupil mata luhan eonni"

Baekhyun mneunjuk nunjuk lengan sehun agar dia menceritakan bagaimana cara dia melakukan research yang mereka lakukan sekarang

"kau tidak usah mengetahuinya"

Dan seketika raut wajah sehun kembali seperti semula, dingin dan tidak niat/?

"ishh dasar pelit, lalu apa lagi yang sudah kau lakukan dari list yang aku berikan?"

"tidak banyak, kemarin aku hanya mengantar luhan, aku juga sudah terbiasa chat dengannya, lalu saat kami berjalan berdampingan aku selalu merangkul nya"

"b benarkah? Kalian.. kalian sedekat itu?"

Dan sehun hanya menganggukan kepalanya

Baekhyun lagi lagi melihat ponsel nya dan membacakan sesuatu disana

"disini dikatakan jika kalian berjalan berdampingan dengan orang yang kalian sukai lelaki itu kemungkinan akan memegang tanganmu atau merangkul pundak mu, itu bertujuan karna lelaki itu merasa nyaman saat berjalan berduaan dengan mu, lalu saat kau memintanya untuk pergi mengantar mu jika lelaki itu menyukai mu, lelaki itu akan dengan senang hati mengantarmu kemana saja dan ia rela mengorbankan waktunya agar bisa mengantarmu"

Dan setelah nya sehun tersenyum bangga

"aku melakukan semuanya dengan benar kan?"

"ishh dasar, lagipula kurasa ini curang, harus nya aku memberikan kertas itu pada luhan eonni saja bukan padamu, karna kau sudah jelas jelas melakukan respon yang sesuai saat seorang lelaki menyukai permepuan u,u"

"tapi bukan kah memang seperti itu? Aku kan memang menyukai nya, maka dari itu aku melakukan itu semua, dan itu semua seuai dengan respon yang diharapkan semua wanita bukan?"

"percaya diri sekali u,u jadi kau sedang menyukai seseorang hmm? Wahh uri sehunnie sudah besar nee?"

Baekhyun mengejek sehun dan mencubit pipi sehun dan menggerakan nya ke kiri dan ke kanan

"hentikan baek-_-"

"tapi.. darimana kau mendapatkan semua ini baek? Bagaimana kau mengetahui nya?"

Dio akhir nya mengeluarkan seuara nya setelah beberapa saat tadi ia terdiam dan terabaikan:v

"eungg dari google ajussi'^'"

Baekhyun menjawab nya dengan santai

"mwooo? Jadikau mendapatkan semua ini dari internet? Kupikir kau sengaja membuat semua ini sendirian-_-"

"lalu kenapa? Kau lihat sendiri bukan? Semua berjalan sesuai prediksi, bahkan kau bisa lihat sendiri sehun melakukan seusai respon yang di tulis disini, berarti secara tidak langsung hal yang dilakukan oleh sehun memang sesuai dengan perilaku seorang lelaki yang menyukai perempuan, makanya kau juga harus mencobanyaa"

"bagaimana jika lelaki itu tidak melakukan respon yang sesuai seperti yang ditulis disana?"

"yaa mana kutauu,berarti lelaki itu tidak menyukai mu atau lelaki itu tidak pekaa"

"-_-"

"kau tidak usah berpikir terlalu ajuh, lakukan saja, aku dan sehun sudah membuktikannya, dan sekarang giliran mu untuk membuktikannya, jjaaa rapat sudah selesai"

Baekhyun akhirnya mamasukkan kembali kertas berwarna merah muda itu kedalam tas nya

"kita akan melakukan ini lagi minggu depan, lanjutkan dengan yang kutulis disana dan aku akan memberi tahu respon sesuai yang ada disini"

Baekhyun kemudian memasukkan ponselnya pada saku rok nya

"kajja kita pulanggg"

Dan seperti itulah akhir dari pertemuan penting yang baekhyun adakan dan setelah itu baekhyun, dio dan sehun pulang kerumah nya masing masing

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Haiiiii:3 dohh biku talat datangnya nee? Harus nya sekarang biku apdet dua chap soalnya minggu kemarin biku ga apdet, mian nee:3

Sooo, gimana nih teman teman? Chap ini biku penuhin sama chanbaek dan otp lain yang nongol nya Cuma bentar:vv gimana chanbaek nya? Suka ga? Garing ga? Tenang aja chap depan masih berlangsung ko, sama kapel yg lain yang belom nongol bakalan nongol di chap depan/?:v

Nah terus disini udah semakin jelas yaa apa yang sebenarya terjadi dibalik kisah perjodohan chanyeol dan luhan masih belum terlalu jelas sih, tapi tenang aja ntar bakalan dijelasin sejelas jelas nya ko:3 biku juga seneng ada yang tau tentang teka teki ff ini/? Makasih udah mnatengin ff biku dari awal hingga sekarang yaa:*

Woiyaa biku mau bikin ini cepat end aja nee, soalnya jujur biku ko tiap ngetik nya kek gadapet feel nya loh, terus bawaan nya itu kek garing gitu, garing gasih? Atau udah pada males ga bacanya?:v makanya sama biku mau dibikin cepet end aja biar ga kebanyakan chap juga:v mungkin ini epek biku lama apdet nya ya jadi hilang feel nya:v

Udah sih gitu aja dan fyi, biku gajadi libur sebulan nya howee TT *curcol

Biku tunggu aja deh ya kritik dan saran buat chap ini, jangan lupa pada review nee biar biku juga tau pendapat kalian dan mungkin biku bisa memperbaiki kesalahan biku buat kedepannya/? Biku bener bener lagi butuh kritik dan saran dari kalian semua buat ff ini~

Yaudah ini balasan review nya:* and sorry for typo'3')/

Annabelle park

Ehehe mian:v abis biku kebiasaan sih:v tar biku kurangin deh emotnya buahaha:vv jangan lupa review lagi yaaa:*

L S622

Udah dilanjut huwaaa mian lama TT jangan lupa review lagi yaaa:*

Septianaditya1997

Iya nihh biar kelar masa lalu nya/?:v mhehe makasih udah suka xD udah dilanjut nee:3 jangan lupa review lagi yaaa:*

Baekkiechuu

Yeeee ada yang nungguin ff nya bikuu maaf ya apdet nya lama mulu u,u iya dongg kan kalo jodo mah gaakan kemana makanya mereka ketemu/?:v asikk pinter:3 iya liat aja ntar nyadar nya begimana /smik/? Biku gajadi libur sebulan nya masa howeee TT jangan lupa review lagi yaaa:*

Light-B

Kapan hayoo?:v secepatnya yeea liat di chapte depan aja'3')/ udah moment chanbaek nya tinggal yg lain menyusul:v jangan lupa review lagi yaaa:*

Chanshin08

Yahh gimana dongg udah terlanjur kris nya plesbek *rotfl* kkk chap ini udah full belom chanbaek moment nya?:3 tar mereka kris sama baekhyun bakalan ketemuan lagi ko/?:v miann ne apdet nya lamaa TT makasih udah review nee, biku banyakin lagi moment chanbaek nya di chap depan:* jangan lupa review lagi yaaa:*

Baeks06

Iya nihh panjangg sepanjang jidat ceye u,u chap ini lebih pendek koo:3 jangan lupa review lagi nee'3'

ChanHunBaek

Aduhhh jadi malu dehh / biku tau ko biku itu imut /digampar bh/:v asekkk untuk ringan nya ga ngambang nee wkwkwkw:v udah apdet yaa jangan lupa review lagii:*

Firdha arafah

Udah di nextttt'3')/ jangan lupa review lagi yaaa:*

Yousee

Iya nih sedikit sedikit kebenaran akan segera terungkap:v makasih ya udah mantengin ff nya:3 jangan lupa review lagi:*

Guest

Jinjjaaa? Asiikk gumawooo:3 yang sekarang greget gaa?:v wkwkw itu moment ayah anak yang telah lama terpisah:v nahh itu kamu pinter dehh sini biku cipok/g ternyata ada juga yang nyadar sama kasus ini:") itu udah di jawab sama kris tapi nanti dijelasin lebih jelas lagi ko sama kris nya jadi tungguin aja nee'3')/ jangan lupa review lagi:*

Guest

Udah lanjut nihhhh, aduhh makasih yeaa, jangan lupa review lagi:*

Dont forget to left a review guys, and dee you in next chapter~