I dont know

Summary:

Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?

Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu

Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..

Aku mencintaimu..

Park Chanyeol.

Rated: T

Cast:

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

And all member EXO

Disclaimer :

Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?

SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^

EXO GS

Genre: family, drama, complicated, romance inside

Check this out

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"kau tidak usah berpikir terlalu jauh, lakukan saja, aku dan sehun sudah membuktikannya, dan sekarang giliran mu untuk membuktikannya, jjaaa rapat sudah selesai"

Baekhyun akhirnya mamasukkan kembali kertas berwarna merah muda itu kedalam tas nya

"kita akan melakukan ini lagi minggu depan, lanjutkan dengan yang kutulis disana dan aku akan memberi tahu respon sesuai yang ada disini"

Baekhyun kemudian memasukkan ponselnya pada saku rok nya

"kajja kita pulanggg"

Dan seperti itulah akhir dari pertemuan penting yang baekhyun adakan dan setelah itu baekhyun, dio dan sehun pulang kerumah nya masing masing

Chap13 start!

"good morning daddy"

Cup

Satu kecupan pagi hari di pipi sang ayah sudah menjadi kebiasaan yang selalu xi luhan lakukan setiap hari nya

"selamat pagi sayang, tidur mu nyenyak?"

Sang daddy –kris kini tengah duduk di meja makan keluarga nya dengan koran yang berada di tangannya

"hmm lumayan"

Luhan kini ikut duduk di meja makan menunggu sarapan pagi mereka siap sebelum ia pergi ke sekolah diantar daddy nya

"jadi disini hanya aku yang tidak medapat morning kiss hm?"

Tao menyimpan hidangan sarapan untuk mereka di meja makan dan meletak kan segelas susu putih di depan luhan

"tentu saja tidak! Selamat pagi mommy ku sayang"

Luhan kini memeluk pinggang mommy nya –tao dan mengecup pipi sang mommy dengan manja

Kebiasaan di pagi hari keluarga wu memang menyenangkan dan juga terlihat rukun, mereka selalu menikmati sarapan pagi bersama, setelah itu kris yang mengantarkan luhan kesekolah dan ia berangkat kerja, kemudian luhan akan pulang pada sore hari dan disusul oleh kris yang pulang pada malam hari dan mereka pun makan malam bersama, itu semua sudah terjadi semenjak kepindahan mereka dari kanada 7tahun yang lalu

"hari ini kau akan pulang malam atau sore hm?"

Tao membuka pembicaraan ringan di meja makan pagi hari ini, sedikit berbeda dari hari hari biasanya karna akhir akhir ini luhan tengah di sibukkan oleh tugas sekolah nya dan juga ujian negara yang tinggal beberapa minggu lagi

"kurasa hari ini aku akan pulang malam mom, aku harus menghadiri kelas malam sebelum aku pulang"

Luhan menjawab nya dengan tenang dan masih menikmati sarapan pagi nya

"apa kau ingin daddy menjemputmu? Jika kau pulang malam mungkin daddy bisa mampir kesekolah mu dan kalian bisa pulang bersama, benar kan kris?"

Tao melirik suami nya yang duduk di sebelah nya, kris nampak sibuk dengan sarapannya tanpa ikut dalam pembicaraan nya dengan luhan anak nya.

"hm?"

Kris menatap tao dengan bingung, ia sedikit melamun tadi

"luhan akan pulang malam, apa tidak apa apa jika kau mampir ke sekolah nya dan menjemput luhan?"

"ahh begitukah? Tentu saja, kau pulang jam berapa sayang? biar aku menjemputmu nanti"

"tapi aku tidak mau mom, aku bisa pulang sendiri, lagi pula teman ku selalu menemaniku pulang, atau jika dia punya waktu dia suka mengantarku sampai rumah, daddy tidak usah menjemputku"

Ada sedikit nada merajuk saat luhan mengatakan hal itu, kenapa luhan tidak mau di jemput? Dan siapa teman luhan yang selalu menagantar nya? Kenapa kris maupun tao tidak pernah mengetahui jika luhan sering diantar temannya pulang?

"diantar teman mu yang mana? Kenapa mommy tidak pernah melihat nya?"

Luhan terdiam sekarang, harusnya ia tidak mengatakan hal itu rutuknya dalam hati

"eung.. itu.. teman ku, mommy tidak pernah melihatnya karna aku tidak pernah mengajak nya masuk rumah"

"kalau begitu ajak dia masuk nanti, tidak baik jika teman mu mengantar mu pulang tapi kau tidak mengajak nya masuk"

Bingo!

Apa yang harus luhan lakukan sekarang?

"m mwo?"

"ajak teman mu masuk sayang, ia mengantarmu mu pulang malam malam dan kau tidak mempersilahkan dia masuk, bukan kah itu tidak sopan? Setidak nya kita bisa mengajak dia makan malam bersama kan? Kau juga bisa mengenalkannya pada mommy"

Luhan melongo sekarang, ia lupa jika mommy nya selalu penasaran dengan setiap orang yang dekat dengannya, tapi apa ini tidak berlebihan? Apa ia harus mengajak sehun masuk kerumah nya dan mengajak nya makan malam bersama lalu mengenalkannya kepada orang tua nya?

Heyy ini bukan perjodohan!

"mom itu terlalu berlebihan, tidak usah seperti itu, lagipula jika aku mengajak nya masuk ia akan pulang terlalu malam dan itu malah tidak baik bukan? Lagi pula dia hanya adik kelas ku, tidak ada hal lainnya"

Hanya itu jawaban yang bisa luhan berikan untuk mommy nya, setidak nya untuk menutupi rasa penasaran mommy nya terhadap adik kelas nya –sehun

"oh aku melupakan sesuatu, sayang apa kau mengenal byun baekhyun?"

Kali ini kris yang berbicara, mendengar pembicaraan luhan mengenai teman nya membuat kris teringat akan sesuatu, seorang gadis yang di temui nya beberapa hari yang lalu di kantor polisi, yang ia ketahui bernama byun baekhyun

"ahh baekhyun? Aku mengenal nya, sebenarnya aku tidak terlalu dekat dengannya tapi aku mengetahui nya karna baekhyun adalah teman sekelas teman ku yang selalu mengantarku pulang.. tapi.. kenapa daddy menanyakan baekhyun? Daddy mengenal baekhyun?"

Luhan sadar karna bagaimana daddy nya mengetahui baekhyun? Ahh apa karna ia bertemu baekhyun di rumah chanyeol?

"hmm tidak apa apa, aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu di kantor polisi, kurasa dia kehilangan sesuatu, tapi saat kemarin aku kembali ke kantor polisi aku tidak lagi bertemu dengannya, kurasa dia sudah menemukan apa yang ia cari"

Kris kembali mengingat beberapa hari yang lalu saat ia kembali ke kantor polisi untuk mnyerahkan berkas mengenai data diri istri dan anak nya, kris menyadari saat itu ia tidak melihat baekhyun di ruang tunggu seperti saat mereka pertama bertemu, dan jujur saja sampai sekarang kris masih memikirkan sosok itu, sosok gadis yang seperti nya kris pernah melihat nya, tapi dimana?

"benarkah? Daddy bertemu baekhyun di kantor polisi? Aneh sekali, aku akan menanyakan nya kepada sehun nanti"

"jika kau menanyakannya, titip pesan daddy pada nya haha, kurasa dia seperti kebingungan saat pertama melihat ku"

"baiklah akan kusampaikan nanti pada baekhyun"

07.30 PM

"sehun ahh~"

Mata luhan melebar ketika ia melihat sehun yang tengah berdiri di depan gerbang sekolah nya, apa ia menunggu nya? Batinnya seraya berlari menghampiri sehun

"selamat pagi"

Senyum manis segera ia tunjukan untuk sehun yang kini sedang berdiri dihadapannya

"selamat pagi lu"

Tangan sehun terjulur untuk mengacak poni luhan yang sedikit berantakan karna ulah angin pagi ini

"apa kau menunggu lama?"

Luhan membereskan rambutnya seraya melangkahkan kaki nya memasuki sekolah bersama sehun, luhan dapat melihat beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka berdua, pemandangan pagi hari ini sudah biasa luhan lihat setiap hari nya, dan luhan sudah terbiasa dengan ini semua

"lumayan, apa yang membuat mu lama lu?'

"sebenarnya ini bukan salah ku, daddy ku meninggalkan berkas nya di rumah, makanya kami kembali kerumah untuk membawa berkas yang ketinggalan, untung aku tidak terlambat"

Luhan mempoutkan bibir nya saat ia mengingat kejadian beberapa menit yang lalu saat daddy nya meninggalkan berkas yang katanya penting untuk dibahas saat rapat membuatnya harus kembali lagi ke rumah dan membawanya, dan untung saja gerbang sekolah nya ditutup pukul 08.00 namun bukan itu yang membuat luhan khawatir, bukan masalah gerbang sekolah yang akan di tutup, tapi ia khwatir pada seseorang yang menuggu dirinya di depan gerbang

"hmm sudahlah bersyukurlah karna gerbangnya belum ditutup"

Sehun tidak bisa menahan tangannya untuk tidak mencubit bibir luhan yang megurcut lucu, ia tidak tahan melihat sikap luhan yang merajuk kesal saat menceritakan sesuatu

"tetap saja aku membuatmu lama menunggu"

"hahaha, kau mengkhawatirkan ku?"

"bu bukan seperti itu, maksud ku.. tetap saja, aku tau menunggu seseorang itu menyebalkan"

Luhan memalingkan wajah nya saat mengucapkan hal itu, ia tidak mau sehun melihat pipi nya yang sedikit memerah

"kau tidak usah memikirkan hal itu lu, aku lagipula aku tidak menunggu mu berjam jam"

Sehun melingkarkan tangannya pada pundak luhan dan mereka pun berjalan bersama menuju kelas masing masing

"ahh iya, daddy ku bilang ia melhat baekhyun di kantor polisi, apa sesuatu terjadi padanya?"

Sehun tidak langsung menjawab nya, kenapa luhan tiba tiba menanyakan baekhyun pada nya?

Buat dia cemburu

Seketika tulisan itu terkintas dalam pikirannya, mungkin untuk kali ini sehun benar benar tertarik pada research itu tidak ada salah nya jika ia menjalaninya bukan? Toh sudah terlanjur ini

"benarkah? Aku tidak tau, tumben baekhyun tidak bicara apa apa padaku, biasanya tanpa di minta juga dia suka bercerita padaku"

"baekhyun.. sering bercerita padamu?"

Sehun bersmirk dalam hati nya, kurasa ini memang benar benar menguntungkan untuk nya

"anak itu memang nempel padaku, ia selalu mengganggu ku, bercerita banyak hal padaku, kadang aku merasa terganggu tapi lama lama aku terbiasa dengannya"

"hmm begitukah?"

Sehun dapat mendengar suara luhan yang sedikit melemah, apa luhan cemburu? Sehun melonjak senang dalam hatinya, apa ini benar benar berhasil? Jika benar, sehun harus berterimakasih pada baekhyun untuk ini:v

"hmm seperti itu lah, aku tidak tahu duduk satu meja dengannya bisa menjadi seperti itu"

Dan sehun tidak dapat mendengar luhan yang berbica

Kkk apa ini berhasil?

Sehun bersorak dalam hatinya:v

"jadi.. kau bilang apa tadi? Kau ingin aku menanyakan pada baekhyun kenapa ia ke kantor polisi lu?"

Tidak ada jawaban..

"lu?"

"huh, apa?"

Luhan segera memandang sehun yang mengibaskan tangannya di depan mukanya

"kau ingin aku menanyakan pada baekhyun kenapa ia ke kantor polisi?"

"ahh iya.. itu.. aku ingin kau menanyakan pada baekhyun kenapa ia pergi ke kantor polisi"

Luhan tersenyum kikuk setelah nya

"baiklah akan ku tanyakan nanti padanya"

Dan sehun kembali bersorak dalam hatinya:v

Luhan.. cemburu

-I dont know-

Baekhyun berjalan menuju gerbang sekolah nya saat pelajaran sekolah telah usai, kepalanya sedikit pusing karna tadi kim saem mengadakan ulangan matematika dadakan, ayolah matematika itu tidak lucu, dan bakhyun bersyukur karna ia bisa menjawab soal ulangan tersebut meski berakhir dengan kepalanya yang pening.

Kaki baekhyun melambat saat ia melihat sosok yang begitu tidak asing di pengllihatannya, ia kembali melangkahkan kaki nya dan berhenti tepat di depan sosok itu

"chanyeol?"

Sosok itu segara membalik kan tubuh nya yang sedang bersandar pada motornya dan memandang orang yang memanggil namnya beberapa saat yang lalu

"oh, hai baek"

Baekhyun dapat melihat chanyeol dengan cengiran lebar di wajah nya menyapanya dengan nada suara yang bahagia

Aneh:v

"ada apa? Kau menjemptku?"

"tidak, sebenarnya aku sedang menunggu guru mu keluar, tentu saja aku menjemputmu baek, siapa lagi"

Cengiran itu tetap tecetak jelas di wajah tampan nya yang membuat baekhyun mengerutkan halis nya heran

"tapi kenapa? Yak bukankah aku menyuruh mu untuk tidak menjemputku lagi sebelum skripsi mu selesai?"

Chanyeol tidak menjawab nya, ia malah memakaikan helm pada baekhyun yang berada di hadapannya

"aku tahu, makanya aku menjemputmu"

Baekhyun semakin mengerutkan halis nya tidak mengerti,

"heung kau ini berbicara apa? Aku tidak mengerti"

"aigoo apa kau ini benar benar bodoh atau bagaimana? Bagaimana kau tidak mengerti dengan apa yang aku ucapkan baek?"

"yakk-3- aku sedang tidak bisa berpikir dengan baik sekarang, kepala ku pusing gara gara soal matematika"

"kalau begitu tebak apa yang sudah aku alami hari ini"

Chanyeol menyilangkan tangannya di dada dan menyandarkan punggung pada motor di belakangnya

"eumm hari ini kau libur kuliah?"

Baekhyun membenarkan helm di kepala nya dan menatap chanyeol yang berada di depannya dengan cengiran lebar di wajah nya

"kau salah baek, tebak lagi"

"nggg paman suho memberi mu uang jajan lebih?"

"-_- untuk apa ayah ku memberiku uang jajan lebih, kau salah lagi baek"

"lalu apaa? Kau pikir aku ini peramal eo? Katakan padaku ada apa?"

"yak kenapa kau marah padaku-_-"

"baiklah baiklah, aku minta maaf, sekarang katakan padaku ada apa? Sesuatu terjadi padamu? Dan berhentilah tersenyum seperti itu chanyeol kau seperti orang bodoh u,u"

"hari ini dosen ku bilang padaku katanya ini revisi terakhir untuk skripsi ku, minggu depan aku tinggal menyusun nya kembali dan semuanya beres"

Cengiran itu semakin melebar di wajah chanyeol dan baekhyun yang mendengarnya hanya bisa membulatkan matanya tidak percaya

"be.. benarkah?*-* maksudmu.. kau sudah menyelesaikan skripsi mu?"

"yapp! Aku hebat bukan?"

"woahh kau benar benar menyelesaikannya?"

Entah kenapa hati baekhyun menghangat saat mendengar nya, ada rasa bahagia, bersyukur dan juga lega saat ia mendengar berita ini dari chanyeol

"tentu saja! Kau lihat kan aku ini pintar, dan karna hari ini aku sedang bahagia, aku akan mentlaktirmu makan baek, kau ingin apa?"

"jinjjaa? ingin eskimm"

Baekhyun bersorak senang saat chanyeol mengatakan ia akan mentlaktir nya makan, dan itu berarti makan gratis sepuas nya:v

"baiklah tuan putri, ayo naik"

"woahh aku suka chanyeol yang baik seperti ini , kenapa tidak setiap hari kau seperti ini eo?"

Dengan cepat baekhyun menaiki motor chanyeol dan memeluk pinggang nya erat, yang sontak itu memberikan aliran listrik pada chanyeol:v

Kini chanyeol dan baekhyun tengah duduk di sebuah kafe dengan baekhyun yang nampak begitu menikmati waffle yang diatasnya terdapat icecream vanila yang dicampur dengan icecream strawberri kesukaanya

"uhmm ini enak sekali, kau mau?"

Baekhyun mengarahkan sesendok icecream ke arah chanyeol dan dengan hati yang berdebar chanyeol membuka mulutnya dan menerima suapan icecream dari baekhyun:v

"harusnya kita kesini bersama dio, kau itu tidak boleh pilih kasih tauu, kau ingin dio menangis dan mengurung dirinya di kamar eo?"

"kau berlebihan baek-_- dio yang ku kenal tidak berlebihan seperti itu, dan kurasa kau benar, aku merasa tidak enak juga tidak mengajak dio setiap kali kita keluar bersama"

"haruskah aku memintanya agar dia kemari?"

Baekhyun kini mengemut sendok nya dan segera mengeluarkan handphone nya bermaksud untuk menghubungi dio

"tidak usah, kurasa dio masih di sekolah, bukanya hari ini dia ada kelas malam? Aku bisa mentlaktirnya lain waktu"

"ahh iya kau benar, dio ada kelas malam hari ini'

Dan baekhyun pun kembali melanjutkan memakan ice cream nya, mengabaikan chanyeol yang mulai memperhatikan baekhyun

"aku tauu!"

Chanyeol terlonjak kaget saat mendengar baekhyun yang tiba tiba berteriak dan mengacungkan sendok nya di tengah acara makan ice cream nya

"astaga baek, kau membuatku kaget, ada apa?"

"bagaimana jika minggu ini kita mengajak dio untuk makan ice cream bersama disini?"

"hm tidak masalah, tapi bagaimana dio kemari? Aku tidak bisa memboncengmu dan dio secara bersamaan baek"

"kai bisa membonceng dio, kita makan ice cream bersamaa, ide bagus bukan?*-*"

Chanyeol terdiam sejenak saat ia mendengar sebuah nama yang sepertinya tidak begitu asing di telinganya

"kai?"

"eungg, kai~ kau tau kai kan? Kemarin kemarin kau bertemu dengan nya saat kita di kedai ramen"

"oh bocah itu"

Ada nada tidak suka saat chanyeol mengatakan kalimat itu, ia kesal mengingat kelakuan kai yang 'dekat' dengan baekhyun seperti yang ia ingat beberapa hari yang lalu saat di kedai ramen

"waee? Kau tidak suka? Kai itu teman ku tau, dia juga selalu membantuku"

"jadi selama ini aku tidak pernah membantu mu?"

"bukan begitu, maksud ku, selain kau kai juga selalu membantuku saat aku membutuhkan sesuatu"

"jadi selama ini saat kau membutuhkan sesuatu kau selalu meminta bantuan kai? Bagaimana denganku? Kau selalu meminta bantuan ku juga, kau bahkan memintaku mengantarkan buku mu ke sekolah"

"aku tau, maksud ku.. yakk kenapa kau berbicara seperti itu eo?"

Chanyeol tidak menjawab pertanyaan baekhyun, ia malah memalingkan wajahnya dan menyilangkan tangannya di dada

Ada apa dengan anak ini

Pikir baekhyun dalam hatinya

Ice cream waffle di piring baekhyun kini tengah habis, baekhyun meminum milkshake nya dan menatap chanyeol. chanyeol masih dalam keadaan yang sama seperti sebelumnya, chanyeol hanya terdiam menatap jendela dan baekhyun dapat mendengar helaan nafas beratnya

Hey sebenarnya apa yang terjadi pada chanyeol? Apa ia salah bicara? Chanyeol marah?

Srrppp

Baekhyun menyedot habis milkshake nya, kini gelas itu kosong dan baekhyun kembali meletakkannya di meja

"uhh makanan nya enak sekali~"

Baekhyun mengemut bibir bawah nya dan memperhatikan chanyeol, lelaki yang dudukdi hadapannya itu tetap tidak bergeming dan enggan untuk menatap nya

"eung.. chanyeol?"

"hm?"

Mwoya apa dia benar benar marah?

"chanyeoll"

"apa?"

Chanyeol akhirnya mengalihkan pandangannya dan menatap baekhyun yang duduk berhadapan dengannya

"kau marah padaku?"

"tidak"

"lalu? Yakk kenapa kau jadi seperti itu eo? Apa aku salah bicara?"

"tidak juga"

"yak berhenti bersikap seperti itu! Apa aku benar benar melakukan kesalahan eo? Katakan padaku chanyeol? Apa kau marah gara gara ka.."

Baekhyun terdiam

Dan chanyeol menatap tajam baekhyun

Sebuah smirik terukir di wajah cantik baekhyun

"kau marah gara gara kai nee? Ahh apa kau cemburu?"

Senyuman jahil tercetak di wajah cantik nya, jika baekhyun pikir pikir chanyeol berubah menjadi dingin seperti ini saat terakhir kali mereka membicarakan kai, jadi semua ini karena kai? Chanyeol cemburu pada kai?

"aku tidak cemburu"

Chanyeol lagi lagi memalingkan wajah nya

"eyyy kau berbohong, aku tau kau cemburu"

Baekhyun kini tersenyum bangga, jika chanyeol benar benar cemburu karna baekhyun dekat dengan kai bukankah itu berarti chanyeol..

"sudah kubilang aku tidak cemburu"

Chanyeol menjawab nya dengan ketus

"lalu kenapa kau mengabaikan ku eo? Lihatlah kau seperti anak kecil yang tidak diajak main rumah rumahan, lagipula aku tidak akan marah jika kau cemburu, ayolah jangan marah seperti itu"

Baekhyun kini makin senang menggoda chanyeol yang merajuk seperti anak kecil

"ohh ayolah, maafkan aku chanyeoll, sudah ku bilang kai itu hanya sahabat ku, kami hanya dekat dan itu tidak lebih, kau tidak usah cemburu seperti itu~"

Baekhyun kini menujuk nunjuk pipi chanyeol karna lelaki ini masih tidak ingin menatapnya dan kembali mengabaikannya

"chanyeoll~ maafkan akuu~ yakk sampai kapan kau akan mengabaikan ku eo? Berentilah cemburu pada kai, dia kan hanya sahabatku~"

Kini berbalik baekhyun lah yang merajuk pada chanyeol, ia tidak tahan jika ada seseorang yang tidak menanggapi nya seperti ini, lagipula baekhyun sudah meminta maaf bukan?

"chanyeoll~~"

Baekhyun kini mengembungkan pipi nya dan kembali menunjuk nujuk pipi chanyeol dengan telunjuknya

Grep

Baekhyun membulatkan matanya saat tiba tiba tangannya di genggam erat oleh chanyeol

"chan.. chanyeol.."

Chanyeol kini menatap mata baekhyun, menatapnya dengan tajam sehinga ia bisa melihat bola mata baekhyun yang bergerak gerak seperti mencari hal lain selain menatap balik matanya

"sudah ku bilang aku tidak cemburu dan aku tidak marah baek"

Baekhyun dapat mendengar nya dengan jelas, ucapan itu terdengar penuh dengan penekanan di telinga baekhyun, namun kenapa baekhyun menganggap ucapan chanyeol memliki makna yang berbeda? Kenapa baekhyun malah berpikiran bahwa chanyeol sebenarnya mengatakan

'aku cemburu dan aku marah baek'

Dengan cepat baekhyun menarik tanganya dari genggaman chanyeol dan menyenderkan punggung nya di senderan kursi yang diduduki nya

"a.. aku tau, k kau tidak perlu mengatakannya seperti itu, menyeramkan tau"

Baekhyun akhirnya memalingkan pandangannya karna chanyeol yang terus menerus menatapnya dengan tatapan yang menurut baekhyun sangat mengerikan

-I dont know-

Dio kini tengah memeriksa buku pelajarannya, saat sebuah kertas terjatuh dari dala buku yang sedang ia periksa sekarang. Dio menundukan tubuh nya dan mengambil kertas yang terjatuh itu, ahh ternyata itu kertas yang baekhyun berikan padanya beberapa pekan yang lalu, dio terdiam untuk sesaat dan memperhatikan kertas yang berada di tangannya, ia membaca tulisan yang tercetak di kertas itu dan ia tersenyum setelah nya

"apa aku akan mencoba hal ini juga? Ayolah ini benar benar konyol"

XOXO

Pandangan dio beralih pada handphone nya yang berdering di atas meja, ia kemudian mengambil handphone nya dan melihat ada sebuah pesan masuk disana

From: Kim Jong In

Hai kyung, buku biologi mu ada padaku, tenang saja aku tidak akan lupa, aku akan membawanya besok, kau tidak usah khawatir. Kkk

Tanpa dio sadari sebuah senyuman tecetak di wajah nya, entah kenapa ia selalu tersenyum jika semua itu menyangkut tentang teman sekelas nya –kai

To: Kim Jong In

Arraso pastikan kau memasukkan buku ku pada tasmu, karna aku tidak ingin di hukum lee saem karna buku ku ketinggalan di kamar mu kkk

Mata dio kini beralih kembali pada kertas yang berada di tangannya, ia terdiam untuk beberapa saat sebelum ia kembali mengetikan sesuatu di ponsel nya

To: Kim Jong In

Arraso pastikan kau memasukkan buku ku pada tasmu, karna aku tidak ingin di hukum lee saem karna buku ku ketinggalan di kamar mu kkk, ngomong ngomong kau sudah menyelesaikan tugas sejarah mu?

Send

"wahh lihatlah ini, apa aku telah menjilat ludah ku sendiri?"

Mata dio terpaku pada tulisan tangan yang tercetak pada kertas berwarna merah muda itu

Chat dengannya

XOXO

Kini pandangan dio kembali pada ponsel nya yang kembali bergetar, dengan segera ia menghidupkan ponsel nya dan ia dapat melihat sebuah pesan masuk di ponsel nya

From: Kim Jong In

Sudah dipastikan buku mu berada dengan aman di dalam tas ku, kkk wahh tumben sekali kau menanyakan tugas padaku, tinggal dua nomor lagi dan aku yakin aku dapat menyelesaikannya dengan bantuan dari mu kyung hahaha

Lagi lagi senyum itu tercetak dengan indah di wajah dio, mungkin memang benar jika dio telah menjilat ludah nya sendiri, tapi apa harus ia memperdulikan itu sekarang? Bukankah yang terjadi sekarang lebih penting dari itu semua? Dengan senyum yang masih mengembang di bibir nya dio segera membalas pesan dari kai

To: Kim Jong In

Apa itu sebuah permintaan pertolongan? Kkk aku bisa membantu mu saat makan siang disekolah nanti, bagaimana dengan bubble tea sebagai bayaran nya? Hahahaha

Send

Berbeda dengan pesan masuk beberapa menit yang lalu kali ini ponsel dio berbunyi lebih cepat dari sebelum nya, dengan cepat dio membuka pesan masuk di ponsel nya

From: Kim Jong In

Setuju! Pastikan jadwal istirahat makan siang mu hanya dengan ku kyung, haha

Dan dio tidak bisa menahannya lagi, ia menggigit bibir bawah nya kuat dan menjatuhkan dirinya pada tempat tidur nya

kyaaaaaaaaa

itulah yang terjadi seterusnya, dio yang mengguling gulingkan dirinya diatas kasur dengan ponsel yang ia tempelkan di dada nya:v

"diooooo"

brak

Dio segera menghentikan pergerakannya saat mendengar pintu kamar nya di gebrak oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan seseorang yang tidur di sebelah kamar nya –baekhyun

"ada apa? Sudah ku bilang jangan menggebrak pintu kamar ku seperti itu baek kau benar benar akan merusak pintu ku nanti"

"aku sedang terburu buru, bantu aku menjawab inii"

Baekhyun segera menaiki kasur dio dan menunjukan ponsel nya pada dio

"apa ini?"

"kim saem mengadakan ulangan bahasa inggris menggunakan ini, cepatlah aku tidak bisa menjawab nya, hanya lima menit persoal nya"

Baekhyun menggoyang goyangkan pundak dio yang mencoba membaca apa yang ada di ponsel baekhyun

"astaga diam baek, aku tidak bisa membacanya jika kau mengguncangku seperti ini"

"cepatlah, waktu nya tinggal sebentar lagii"

Baekhyun kini menggigit jemari tangannya saat ia melihat dio menekan salah satu opsi jawaban dan beberapa detik detelah nya laman web itu menunjukan baekhyun telah menyelesaikan ulangannya. Dengan cepat baekhyun merebut ponsel nya dan mendekatkan wajah nya pada ponsel nya, melihat score yang ia dapat untuk ulangan bahasa inggris nya

"yeyyy aku berhasill~"

Baekhyun meloncat girang saat mengetahui nilai ulangannya yang seperti nya bagus dan itu membuat badan dio ikut terloncat loncat karna ulah baekhyun

"baek astaga hetikan , YAKK KAU MERUSAK KASUR KUUUU!"

'kyungsoo?'

Dengan segera baekhyun menghentikan kegiatan nya 'loncat loncat dikasur dio' saat dirinya dan juga dio mendengar sebuah suara yang asing diantara mereka, bukan kah itu suara lelaki? Tapi siapa?

Mata dio kini beralih pada ponsel yang sedari di genggam di tangannya, matanya yang bulat kini semakin membulat lebar saat ia melihat ponsel nya yang sedang menelpon seseorang dengan nama Kim Jong In disana

"wae? Kenapa diam saja? Kurasa aku mendengar suara kai tadi"

Baekhyun dengan tatapan polosnya hanya diam melihat dio yang terdiam dan memandang ponsel nya dengan tatapan yang sulit diartikan/?

'kyung? Kyungsoo?'

"eo.. apa itu kai yang menelpon?"

Baekhyun dengan santai nya menunjuk ponsel dio dan dio masih dengan dirinya yang terdiam

"pa pasti tidak sengaja terpencet, ini semua karna mu baek, ahh aku harus bagaimana?"

"mwoya, kenapa kau menyalahkan ku eo? Kau tinggal bilang saja tidak sengaja apa susah nya u,u"

"tentu saja salahmu, ini semua karna kau loncat loncat di kasur kuu, ahh tidak itu semudah yang kau katakan baek!"

"yakk yang memegang ponsel mu itu kan kau, yang menekan tombol telpon nya juga kau, kenapa itu bisa menjadi salah ku?"

"ahhh tetep saja ini salahmu!"

Meanwhile, disebrang sana...

"pa pasti tidak sengaja terpencet, ini semua karna mu baek, ahh aku harus bagaimana?"

"mwoya, kenapa kau menyalahkan ku eo? Kau tinggal bilang saja tidak sengaja apa susah nya u,u"

"tentu saja salahmu, ini semua karna kau loncat loncat di kasur kuu, ahh tidak itu semudah yang kau katalkan baek!"

"yakk yang memegang ponsel mu itu kan kau, yang menekan tombol telpon nya juga kau, kenapa itu bisa menjadi salah ku?"

"ahhh tetep saja ini salahmu!"

"asdfghjkl":v

Kai segera menjauhkan ponsel dari telinganya, ia memandang ponsel nya yang masih tersambung antara panggilan nya dengan kyungsoo, kai terdiam karna ia tidak mengerti dengan apa yang ia dengar barusan, kyungsoo yang tiba tiba menelponnya dan saat ia mengangkat telponnya, ia tidak bisa mendengar dio yang berbicara padanya, kai malah mendengar percakapan antara dua orang yang kai tidak mengerti sedang membicarakan apa, dan jika kai teliti lagi bukankah itu suara baekhyun?

'yoboseyo? Kaii? Apa kau disana? Yaa ini aku baekhyun'

Kai kembali menempelkan ponsel pada telinganya saat samar samar ia mendengar seseorang memanggil namanya dari ponsel nya

"oh baekkie ada apa menelpon?"

'sebenarnya dio tidak sengaja memencet nomor mu, dan dia terus menyalahkan ku, dia bilang dia malu untuk mengatakan nya padamu'

'yakk siapa yang kau bilang malu eoh? aku tidak berbicara seperti itu'

'sudah kau diam saja cerewet sekali biar aku yang urus'

Kai kembali mendengar keributan di sebrang sana, sebenarnya ia tidak mengerti dengan semua ini, namun sepertinya di sebrang sana baekhyun dan dio sedang berdebat, dan kai dapat mendengar suara dio di sebrang sana, dan apa itu kata baekhyun? Dio malu menelpon diri nya? Tanpa kai sadari sebuah senyuman perlahan terukir di wajah nya

'halo kai, kau masih disana?'

Kini kai kembali mendengar suara baekhyun di ponsel nya

"hmm ada apa baekkie, kenapa disana ramai sekali? Kalian sedang apa?"

'hanya masalah perempuan, kau tidak usah mengertahui nya, oh iya ngomong ngomong, aku ingin mengajakmu makan ice cream bersama nanti, tenang saja aku yang tlaktir, kau hanya perlu membonceng dio dan aku tunjukan tempat nya nanti'

"benarkah? Kedengaran nya menyenangkan, aku setuju"

'deall, kalau begitu akan ku kabari lagi nanti, sudah yaa, ahh ya kau mendapat salam dari dioo'

'yakk apa yang kau bilang baek aku tidak hdnkshfhirsfjskrhjgfjss'

Piip

Dan telpon pun terputus, kai kembali menjauhkan ponsel nya dan senyuman itu semakin melebar tercetak di wajah tampan nya:v

.

.

.

"yakk apa yang kau bilang barusan eo? Kau berbicara apaa? Makan eskrim apaa?"

"yaa tenanglah duluu, sebenarnya tadi pas aku pulang sekolah chanyeol menjemputku, ia bilang padaku bahwa hari ini hari terakhir skripsi nya di revisi, minggu depan chanyeol tinggal menyusun nya dan semua nya beres, karna itu tadi chanyeol mentlaktirku makan ice cream"

"mwoo? Jadi chanyeol mentlaktirmu makan ice cream dan aku tidak? Ini tidak adil! Bagaimana kalian bisa melupakan ku?!"

"yakk sudah kubilang dengar duluu, kau ini cerewet sekali-3- aku bilang pada chanyeol akan lebih baik jika kita mengajak mu tadi, namun chnayeol bilang kau sibuk dengan kelas malam mu, dan bagaimana ia bisa mengangkut kita secara bersamaan? Makanya aku mengajak kai tadi, kau puas kan?-3-"

"hmm ternyata seperti itu, tapi.. kenapa harus kai? Apa tidak apa mengajak kai untuk merayakan keberhasilan skripsi chanyeol? Maksudku chanyeol kan tidak begitu mengenal kai"

"karna itu aku sudah merencanakan sesuatu"

Senyuman jahil kini terukir di wajah imut baekhyun

"aku tidak mau terlibat dalam rencana konyol mu baek-_-"

Dan seketika raut wajah dio berubah malas/?:v

3 Days later..

"kau yakin dio tau tempat ini baek? Bukankah kita belum pernah mengajak nya kemari?"

"aku sudah memberitahunya, tenang saja, dio akan sampai sebentar lagi"

"dengan siapa?"

"dengan siapa hayooo'^' "

"-_-"

"kkkk, ahh itu mereka~ dio yaaa sebelah siniii~~"

Baekhyun mengangkat sebelah tangannya dan melambaikan tangannya pada dua orang yang barusaja memasuki kafe tersebut, senyum baekhyun melebar dan saat chanyeol mengikuti pandangan baekhyun, seketika pandangannya berubah dingin saat ia tau dio datang bersama dengan siapa

"apa kalian menunggu lama?"

"tidak juga, duduklah"

"kai annyeongg~"

Baekhyun tersenyum lebar saat melihat kai dan dio yang menghampiri meja mereka dan kai yag duduk di sebelah baekhyun seperti yang sudah ia rencanakan sebelumnya

"hai baekkie"

Tanpa di suruh seperti sudah menjadi kebiasaan nya, kai mengacak poni baekhyun lalu segera duduk di samping baekhyun, yang tanpa kai sadari seseorang yang duduk di sebrang mereka tahu pasti posisi apa ini, ini percis sama seperti waktu itu, seperti saat pertama chanyeol melihat kai untuk pertama kali nya

"woahh, jadi kau mengundangku kemari untuk ice cream gratis huh?"

Dio kini duduk di sebelah chanyeol dan menyenggol lengan chanyeol pelan

"hm begitulah"

Chanyeol hanya menjawab nya singkat, entahlah seketika mood nya berubah, ia hanya ingin segera pulang dan menyelaskan skripsi nya sekarang juga

Kini pandangan kai dan chanyeol saling bertemu, kedua nya hanya saling menatap satu sama lain namun disamping itu baekhyun dan dio dapat merasakan aura yang berbeda diantara mereka/?:v

"uhmm jadi, chanyeol apa boleh aku memesan ice cream lagi sama seperti waktu itu?"

Baekhyun akhirnya memecah suasana karna ia tidak mau suasana kelam ini mengurung mereka semua/?

Chanyeol kini mengalihkan pandangannya pada baekhyun, ia menatap baekhyun untuk beberapa saat kemudian chanyeol kembali mengalihkan pandangannya pada seseorang yang duduk di sebelah baekhyun

"tentu saja baek, kau bisa memesan apapun yang kau mau"

Dan setelah itu satu smirik ia layangkan pada lelaki yang duduk di sebelah baekhyun, kau lihat bocah? Aku bisa membuat baekhyun senang daripada denganmu

"lalu bagaimana denganku? Kau sudah mulai melupakan ku huh?"

Kini dio pun mengeluarkan suara nya, sebenarnya ia tertarik juga dengan rencana yang sudah baekhyun rencanakan beberapa hari yang lalu, melihat reaksi kai dan chanyeol degan cara mengerjai nya toh dia sendiri sudah terlanjur melakukan seperti yang baekhyun tulis di kertas jadi lebih bak dilakukan sampai akhir bukan?

"tentu saja sepupu ku juga boleh memesan apapun, ini sebagai bayaran karna kemarin kau tidak ikut bersama ku dan juga baekhyun"

Dengan bebas tangan chanyeol merangkul pundak dio yang duduk di sebelah nya,

"lalu bagaimana dengan teman ku? Kau tidak akan mentlaktir nya juga?"

Dio melirik chanyeol yang merangkul pundak nya, dan chanyeol paham siapa yang dio maksud disini

"tentu saja, kalian semua bisa memesan apapun yang kalian inginkan sekarang, biar aku yang membayarnya"

Kai tersenyum miring saat melihatnya

"wahh kau baik sekali hyung, pantas saja baekkie senang bermain denganmu"

Seketika chanyeol mengerutkan halis nya

"kurasa mulai dari sekarang kita akan sering bertemu hyung, aku menitipkan baekkie padamu, aku tau baekkie sedikit menyebalkan tapi kuharap kau bisa menjaganya dengan baik, benar kan baek? Hahaha"

Kai kini kembali mengacak poni baekhyun yang duduk di sebelahnya, dan satu smirk kai layangkan untuk lelaki yang duduk di hadapannya yang masih merangkul dio nya

Satu sama

Kini keempat orang itu sedang menikmati ice cream yang ada di hadapannya, baekhyun dan dio nampak menikmati ice cream mereka masing masing, sebelum suara berat terdengar diantara mereka

"baekhyun belum pernah menceritakan tentang mu sebelumnya, apa benar kau teman kecil nya?"

"yaa bukannya aku pernah bilang pada mu eo? Kau nya saja yang lupa"

"kk tidak apa baek, tidak aneh jika hyung tidak mempercayainya, tapi aku memang teman baekhyun sejak kecil, aku sering menceritakannya pada kyungsoo dan baekhyun juga mempunyai bukti nya"

Baekhyun hanya mengangguk anggukan kepalanya tanpa ikut dalam percakapan kai dan chanyeol

"lalu bagaimana dengan mu hyung? Aku belum pernah melihatmu sebelum nya, padahal kan kau sepupu dio, tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu ke sekolah menjemput dio?"

Kai kini tidak mau kalah, ia tahu dirinya lebih baik saat bersama dio, karna selama ini dialah yang sering menemani dio, bukan chanyeol yang mempunyai posisi sebagai sepupu nya

Chanyeol terdiam sekarang, wahh apa anak ini ingin mengajak nya berdebat?

"karna chanyeol selalu pilih kasih padaku, lihat saja chanyeol lebih sayang baekhyun daripada aku"

"heh aku tidak pernah bilang begitu, kau itu selalu sibuk setiap hari nya, dihari libur kau belajar dengan teman mu hari biasa kau pulang malam, jadi aku hanya mengajak baekhyun, karna memang pada saat itu hanya baekhyun lah yang bisa menemani ku"

"hahaha, kau benar hyung, akhir akhir ini kami memang sibuk sekali aku dan kyungsoo memang sering belajar bersama dan kami juga sering pulang bersama, benar kan kyung?"

Kai kini melirik dio yang sedari tadi nampak menikmati ice cream nya, kai sungguh keberatan dengan tangan chanyeol yang masih dengan setia bertengger pada bahu dio, apa harus chanyeol berbuat seperti itu? Dio tidak akan kabur, jadi harusnya ia tidak berlebihan seperti itu bukan?

"benarkah? Senang sekali mendengar sepupu ku ditemani seseorang, akan ku pastikan bibi tidak usah khawatir lagi jika dio pulang malam karna kelas malamnya"

"tentu saja, kau bisa mengandalkan ku hyung, karna kita memang dekat satu sama lain"

Baekhyun dan dio kini mulai bingung kemana arah pembicaraan kedua lelaki ini, awalnya baekhyun hanya ingin melihat reaksi chanyeol jika ia dekat dnegan kai, karna seperti yang ia ketahui sebelumnya chanyeol terlihat cemburu jika baekhyun dekat dengan kai, dan dio setuju karna ia juga ingin melihat reaksi kai jika ia dekat dengan chanyeol, seperti yang ia ketahui kai belum pernah melihatnya dekat dengan lelaki lain meski itu teman sekelas nya, jadi tidak ada salah nya kan jika ia memanfaatkan chanyeol untuk melihat reaksi kai?

Namun apa yang mereka berdua lihat kali ini? Baekhyun dan dio hanya mendengar mereka berdua membangga kan dirinya satu sama lain saat keduanya bersama baekhyun maupun bersama dio, apa arti semua ini?

-I dont know-

"eommaa, paman suho menelponnn"

Baekhyun berteriak saat ia mengangkat telpon yang berdering di ruang tengah

"kenapa sayang? Ada apa?"

Eomma baekhyun akhir nya menghampiri baekhyun setelah mencuci piring sehabis makan malam mereka

"paman suho menelpon, ia mencari eomma"

"benarkah? Tumben sekali, biar eomma yang berbicara"

Eomma baekhyun akhir nya mengambil telpon genggam itu

"waeyo oppa? Ada apa?"

'bisakah hari sabtu nanti kau kemari? Ajak dio dan juga baekhyun kita makan malam di rumahku'

"sabtu nanti? Ada apa? Tumben sekali oppa memintaku makan malam disana"

'hmm oppa merindukan kalian, lagipula ada hal yang harus oppa urus, dan oppa membutuhkan bantuan mu, kau bisa kan?'

"tentu saja, kami akan datang"

'baiklah, sampai bertemu sabtu malam nanti, aku mencintaimu'

"aku mencintaimu oppa"

Piip

Dan sambungan telpon pun berakhir

"waeyo eomma? Paman suho bilang apa?"

Baekhyun yang sedari tadi berdiri di samping eomma nya hanya memperhatikan eomma nya yang sedang berbicara dengan seseorang tanpa mengetahui apa yang sebenarnya yang sedang mereka bicarakan

"paman suho bilang sabtu malam nanti kita akan malam di rumah nya"

"jinjjaa?"

Dan saat itu pula mata baekhyun membulat

"iya sayang, paman mu merindukan kita, eomma rasa memang sudah lama sekali eomma tidak kerumah oppa, bukan kah begitu? Kk beritahu dio nee, dan tidurlah jangan begadang oke?"

Eomma baekhyun kini berlalu pergi setelah ia mengelus pipi baekhyun dan mencium keningnya lembut

"eunn arraso eomma, akan aku beritahu, selamat malam eomma~ saranghaeee~"

Dan dengan begitu baekhyun segera melangkah kan kaki nya menuju kamar dio yang berdampingan dengan kamar nya

"dio yaaa"

"hmm apa?"

Dio kini tengah berbaring di tempat tidur nya dan asyik dengan ponsel di tangannya

"eomma bilang sabtu malam nanti kita akan makan malam di rumah paman suho"

"hmm benar kah?"

Baekhyun tau dio tidak terlalu menanggapi nya, dan heyy kenapa dio menjadi seperti ini?

"yakk kau mengabaikan ku? Kau sedang chat dengan siapa?"

Tangan baekhyun terulur hendak merebut ponsel dio namun dengan cepat dio mneyembuyikan ponsel nya ke belakang punggung nya

"aku tidak mnegabaikan mu, kau bilang sabtu malam nanti kita akan makan malam di rumah paman suho kan?"

"yakk kau mengalihkan pembicaraan ku, kau sedang chat dengan siapa eo? Apa itu dengan kai?"

"itu bukan urusan mu"

"jadi kau ingin merahasiakannya dari ku eo? Yaa ini juga karna research yang aku berikan bukan? Apa jangan jangan kau dan kai sudah menjadi pasangan kekasih? Woahh kau benar benar benar hebat dio"

"yakk enak saja-_- aku bukan orang seperti itu baek, lagipula aku tidak terlalu memikirkan hubungan ku dengan kai harus seserius itu"

"hubungan mu dengan kai, hmmm"

"m.. maksud ku.. i.. itu"

"hmmmm"

"yakk keluar sana dari kamarkuu!"

Dan dengan pipi yang merah merona dio memaksa baekhyun untuk keluar dari kamarnya dengan mendorong punggung nya secara paksa/?:v

.

.

.

2 Days later, Saturday Night..

Baekhyun berjalan dengan tempo yang agak cepat, ia lupa jika malam ini ia dan keluarga nya akan makan malam di rumah paman nya suho, atau lebih tepatnya di rumah chanyeol, dan baekhyun merutuki kesalahannya karna ia malah keasyikan makan bersama jongdae dan juga minseok di kafe dekat sekolah mereka

"ahh eotokhae, bukankah ini masih jauh? Hah kenapa tidak ada bus yang lewat kesini? Chanyeoll tolong akuu TT"

Baekhyun merengek dalam perjalanan nya karna ia masih harus berjalan setelah turun dari pemberhentian bus di perempatan jalan, karna tidak ada jalur bus yang melewati rumah chanyeol, terpaksa baekhyun harus berjalan beberapa meter untuk bisa sampai di rumah chanyeol, dan saat baekhyun meminta chanyeol menjemputnya chanyeol malah menjawab ia tidak bisa keluar kamar nya karna tanggung menyusun skripsi nya dan saat ia menelpon dio, dio malah sudah ada di rumah chanyeol karna pada saat itu ia pulang lebih awal jadi ia bisa berangkat bersama eomma nya, dan beginilah nasib baekhyun sekarang, hari sudah mulai gelap dan baekhyun masih dalam perjalanan kerumah chanyeol dengan berjalan kaki.

.

.

Kris kini tengah melajukan mobil mahalnya menuju rumah teman dekatnya sekaligus rumah calon menantunya, ia melirik jam yang melingkar di tangannya dan ia kembali fokus pada jalanan yang di depannya

"terlambat sedikit kurasa tidak masalah"

Ia bergumam pada dirinya sendiri karna ia tahu ia terlambat sekarang karna jadwal rapat yang ia perkirakan akan berakhir tepat waktu ternyata memakan waktu yang cukup lama. Saat ia melewati perempatan jalan mobilnya melewati seorang siswa yang terlihat berjalan dengan tergesa gesa dan tanpa sengaja saat kris melirik sosok itu di spion mobil nya, tanpa kendali dari otak nya kris mengerem mobilnya dan memarkirnya pada pinggiran jalan, dan saat kris melihat sosok itu mulai berjalan mendekati mobil nya, ia segera membuka kaca jendela nya dan menekan klakson mobil nya membuat sosok itu menghentikan langkah nya dan membalikan badannya menghadap dirinya

Dan untuk kedua kali nya kris kembali melihat wajah itu

Wajah yang begitu tidak asing bagi dirinya

"eo.. paman kan.."

Kris menyadari saat gadis itu menunjuk dirinya, mungkin gadis ini masih mengingat pertemuan mereka sebelum nya saat di kantor polisi

"oh kau masih mengingatku?"

"eum, bukankah kita bertemu di kantor polisi waktu itu"

"haha kau benar, em.. kau akan pergi ke suatu tempat?"

Heyy kenapa kris berbicara seperti itu? Bukankah itu hal yang aneh? Mereka tidak saling mengenal dan kenapa kris berkata seolah olah mereka telah kenal lumayan dekat, dan jika kris pikir pikir mungkin saja gadis ini beranggapan dia adalah om om mesum yang ingin menculiknya, bisa saja bukan?

"ah iya, aku akan pergi kerumah paman ku hehe"

Lihat? Gadis itu kini tersenyum canggung, bukan hal yang aneh karna kris bertanya seolah olah mereka telah dekat satu sama lain

"begitukah? Aku juga akan kerumah teman ku sekarang, kurasa tujuan kita searah, mau ku antar?"

"..."

Ahh bodoh bodoh bodoh, kris hanya bisa tersenyum kikuk setelah nya, ia bisa melihat wajah gadis itu menatap nya dengan pandangan yang sulit di artikan seperti...

'apa apaan paman ini'

"eungg kurasa itu ide bagus, lagipula aku sedikit terlambat sekarang hahaha"

He?:vvv

Kris menjatuhkan mulutnya saat mendengar jawaban dari gadis yang berada di hadapannya, apa ia tidak salah dengar? Dia pikir dia lah satu satu nya orang aneh yang menawarkan tumpangan pada orang yang tidak di kenal nya, tapi kenapa gadis ini menerima tawarannya? Apa ia tidak punya pikiran ia akan diculik oleh nya? Atau bahkan hal yang lebih buruk lainnya?

"oh ehm, baiklah, masuklah"

Lain dengan yang diucapkan di hatinya, lain juga dengan kata yang keluar dari mulutnya, semuanya terjadi begitu saja, tanpa proses dari otak nya, ia tidak tahu kenapa bisa bisa nya ia mengatakan hal seperti itu? Dan tanpa menunggu waktu yang lama baekhyun pun akhir nya memasuki mobil kris dan duduk di sebelahnya, ia kemudian kembali menyalakan mobil nya dan kembali melajukan mobil nya ketujuan semula nya, kerumah suho

"ngomong ngomong, dimana rumah paman mu?"

Kris kini membuka pembicaraan, mungkin saja dengan begini kris dapat lebih dekat dengan sosok ini, sosok yang entah kenapa selalu mencuri pikiran kris beberapa hari yang lalu, dan ia bahagia akhir nya ia bisa bertemu lagi dengan sosok ini sekarang

Bahagia?

Entahlah hatinya serasa tenang dan juga bahagia saat ia dapat melihat sosok ini lagi

"eumm rumah paman ku di blok B no.21 hanya beberapa blok lagi dari sini"

Kris mengerutkan halis nya beberapa saat,

"maksud mu paman mu itu suho?"

"eo, paman mengenal paman ku?"

Sontak baekhyun mengalihkan wajah nya dan menatap orang yang ia temui beberapa menit yang lalu

Deg

'eo, kau yang membelikan ku ini semua?'

Seketika jatung kris serasa berhenti berdetak, ekspresi itu.. kalimat itu..

Kenapa ia teringat pada arra nya?

"paman? Paman mengenal paman suho?"

Baekhyun kembali bertanya karna seperti nya paman ini melamun

"hah, apa? Eo.. ya, aku.. aku teman suho"

Kris tersenyum canggung sekarang, kenapa ia tiba tiba teringat pada arra? Kenapa baekhyun membuatnya teringat pada arra?

"woahh apa ini sebuah kebetulan? Dunia ini memang sempit ya? Kebetulan sekali kalau begitu kita mempunyai tujuan yang sama, kkkk"

Dengan perlahan kris kembali menengokkan kepalanya dan kembali menatap baekhyun yang sedang menatapnya dengan senyuman yang menampilkan puppy eyes yang sangat ia kenal

Tunggu.. bukan kah senyuman itu..

Arra...

Dan saat itu hati kris serasa di remas dan ia bisa merasakan sakit menjalar di hatinya, kenapa sosok ini begitu mirip dengan orang yang sangat di cintai nya? Kenapa sosok ini begitu mirip dengannya?

"baekhyun.."

Kris berucap lirih saat ia menyadari sosok ini benar benar mirip dengan orang yang sangat di cintai nya

"ya? Paman memanggil ku?"

Baekhyun hanya menatap bingung pada kris yang kini tengah menghentikan mobil nya tepat di depan rumah chanyeol

"ahh, bukan apa apa, ehmm kau sangat mirip dengan seseorang"

"benarkah? Siapa? Wahh kurasa paman suho tidak akan percaya jika aku bertemu paman di tengah jalan dan ternyata kita mempunyai tujuan yang sama kkk, terimakasih atas tumpangannya paman, mari masuk"

Dan tanpa menunggu jawaban dari kris, baekhyun segera keluar dari mobil disusul dengan kris yang seperti nya tengah memikirkan sesuatu karna terlihat dari sorot matanya bahwa ia sedang mimikirkan sesuatu sekarang

"annyeong, kami datang~~"

Kedatangan baekhyun di rumah itu sontak membuat seisi rumah mengalihkan pandangannya ke sumber suara

"astaga sayang, kenapa lama sekali heun? Eomma mengkhawatirkanmu"

Eomma..

"huu sudah kubilang langsung pulang kerumah jangan kelayapan dulu"

"yakk aku tidak kelayapan dulu, lagipula kakak macam apa yang tega meninggalkan adiknya sendiri"

"yakk aku tidak meninggalkan mu sendiri, ini semua salah mu"

Kakak..

Kris menepis jauh perkiraan nya mengenai baekhyun, sempat ia berfikir beberapa saat yang lalu apa mungkin baekhyun ini adalah baekkie yang selama ini ia cari cari? Tapi.. baekhyun memiliki eomma dan juga kakak, sedangkan baekkie nya tidak memiliki eomma dan juga kakak..

"kris? Kapan kau datang? Atau.. kalian datang bersama?"

Suho yang menyadari kehadiran kris disana merasa sedikit aneh karna ia melihat baekhyun dan kris yang memasuki rumah secara bersamaan

"nee paman, eungg tadi saat dijalan aku bertemu dengan paman kris dan saat paman kris menawarkan ku tumpangan ternyata kita mempunyai tujuan yang sama, bukankah itu suatu kebetulan yang menguntungkan? Ehehehe"

Kris lagi lagi menatap baekhyun yang tersenyum, ya tuhan.. kenapa mirip sekali.. kenapa senyuman itu sama?

"benarkah? Syukurlah jika seperti itu, terimakasih karna telah mengantarkan keponakan ku kemari, hahaha, kalian pasti lapar kan? Kalo begitu, mari kita makan sekarang"

Keponakan.. ternyata baekhyun ini keponakan suho, kenapa ia baru mengetahui nya sekarang? Pikirnya dalam hati

.

.

.

"mana chaneyol?"

"di kamar nya"

"kenapa dia tidak ikut makan malam tadi?"

"entahlah, tadi saat aku ke kamar nya, kamarnya penuh sekali dengan selembaran kertas disana sini, mungkin dia sedang mengurusi skripsi nya, ia menanyakan mu tadi"

"benarkah? Chanyeol mencari ku?"

Baekhyun mengigit bibir nya dan rona merah pun menghiasi pipi nya yang putih

"lihatlah muka mu itu, pfftt"

"yakk, kau tidak usah menertawai ku, muka mu juga seperti ku jika ada kai disini"

"kenapa jadi kai, disini tidak ada kai tau wlee:p"

"wleee:p"

Kini baekhyun dan dio tengah berada di ruang tengah dan melihat siaran telivisi yang sangat membosan kan

"sampai kapan kita akan disini?"

"sampai eomma ku mengajak kita pulang"

"kurasa ini akan memakan waktu semalaman"

"kau benar"

"hufftt apa yang sedang eomma bicarakan dengan bibi lay?"

"ntahlah, aku tidak tertarik sama sekali"

"ajak eomma pulang aku bosan disini"

"kau saja yang bilang, eomma tidak bisa diganggu jika sedang seperti itu, apalagi dengan bibi lay"

"lalu apa yang akan kita lakukan? Tidak ada chanyeol tidak seru u,u"

"kau bisa kekamar nya kalau begitu"

"yakk kau gila?-3-"

"kalau begitu tunggulah sebentar lagi"

"tapi aku bosan"

"berhentilah mengeluh baek"

XOXO

Dering ponsel dio akhir nya memecah percakapan diantara mereka berdua, dio dengan segera membuka ponsel nya, dan betapa senang nya ia saat tahu itu pesan dari siapa

From: Jongie

Selamat malam kyungie. Kkk

Dengan segera dio membalas pesan itu dengan senyum yang mengembang di wajah nya

To: Jongie

Malam jongie, kau sudah makan?

Send

"hahhh aku bosannnn~"

Dio segera melirik kan wajahnya kesamping tempat dimana baekhyun sedang bersandar pada sofa dan mengganti ganti channel televisi. Dengan diam diam dio kembali membalas pesan yang masuk ke ponsel nya, ia tidak mau jika baekhyun mengetahui nya, sebenarnya setelah beberapa hari yang lalu saat ia dan kai makan ice cream bersama, dio merasa dirinya semakin dekat dengan kai, terbukti dengan setiap hari mereka bertukar chat bersama dan lihat itu, mereka bahkan memiliki panggilan masing masing sekarang, dan dio tahu ini semua karna ia mengikuti apa yang baekhyun tulis pada selembaran kertas yang ada di kamarnya, namun dio belum siap jika harus memberitahu baekhyun mengenai hal ini, ia pasti akan di ejek habis habisan oleh nya, maka dari itu dio masih menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu baekhyun mengenai hal ini

From: Jongie

Kkk sudah tuan putri, bagaimana dengan makan malam mu? Makan banyak?

To: Jongie

Kkk anak pintar, hmm.. lumayan, bibiku memasak makanan yang enak malam ini

Send

"kkk anak pintar, hmm lumayan, bibiku memasak makanan yang enak malam ini"

DEG

Dio membulatkan matanya dan jantung nya serasa berhenti berdetak saat ia mendengar suara yang sangat jelas di telinganya, dengan perlahan ia memalingkan wajahnya dan mendapati baekhyun yang tengah bersender di sebelah pundak nya dengan senyum manis terukir di wajahnya

"jadi.. bagaimana dengan makan malam mu jongie?"

Baekhyun kini memiringkan kepalanya dan memamerkan senyuman manis nya, dan dio tahu ia telah terangkap basah sekarang, melihat senyum baekhyun yang seperti itu rasanya dio telah ditelanjangi bulat bulat sekarang dan diejek secara kasat mata/? dan yang bisa dio lakukan hanya merespon nya dengan senyuman yang sedikit canggung

"e.. ehehehe"

Dan setelah nya bekhyun mengambil ponsel dio dengan tiba tiba dan segera berjalan menjauhi sofa

"yakk baekk kembalikan ponsel kuu"

"wahhh lihat apa yang terjadi disini? Kalian bermain di belakang ku eo?"

Baekhyun kini melangkahkan kaki nya mengelilingi ruangan saat menyadari dio yang mulai mengejarnya

"baek kembalikan "

"eoo satu pesan masuk"

Dio dapat melihat baekhyun yang tengah mengotak ngatik ponsel nya dan berhenti sesaat saat ia membacakan sesuatu

"kuharap dengan begitu pipi mu menjadi chubby, kurasa kyungie akan terlihat lucu jika seperti itu"

"pfftttt, bhahahaahaha kalian benar benar pacaran eo? Lihatlah ini, kyungie, jongie, ya tuhann"

Baekhyun tidak bisa menahan tawanya saat ia membaca pesan masuk pada ponsel dio, dan baekhyun dapat melihat muka dio yang memerah bahkan sampai pada telinga nya

"hentikan baek, kembalikan ponsel kuu /"

Dio kini kembali mengajar baekhyun, dan baekhyun yang turut berlari untuk menghindari dio

"tidak mauu:p kalian sudah terlalu jauh dan kau tidak memberitahu ku mengenai ini dio, haruskah mulai sekarang kau memanggilku baekkie? Ahahaha"

Dio berusaha meraih tangan baekhyun dan hendak mengambil ponsel nya namun itu tidak semudah yang ia bayangkan karna baekhyun ternyata licah juga

"baek astaga kembalikan ponselkuu "

"muka mu merah kyungiee, ahahahahaha"

"byun baekhyunnn! /"

Dan dio tidak bisa menahannya, ia bisa merasakan seluruh wajah nya memanas sekarang dan ia yakin yang baekhyun ucapkan benar, ia yakin wajah nya pasti memerah sekarang

Cklek

"tidak tidak, tidak ada byun baekhyun lagi sekarang, mulai sekarang panggil aku baekkie"

"baekhyun?"

Baekhyun menghentikan pergerakannya dan segera menurunkan tangannya yang sedari mengangkat tinggi ponsel dio agar dio tidak bisa meraihnya, saat ia sadari paman nya suho, dan juga paman kris yang kini tengah duduk dan memperhatikannya, dengan cepat dio mengambil kembali ponsel nya dan membungkuk kan badannya

"ma.. maafkan aku paman, aku dan baekhyun sedang bermain main tadi, ku kira tidak ada paman disini, maafkan kami"

Dio dengan segera menyenggol pinggang baekhyun dan baekhyun yang mengerti segera ikut membungkuk kan badannya,

"a..ah nee maafkan aku paman, aku tidak sengaja membuka pintunya, aku kira tidak ada siapa siapa disini, maafkan aku"

Dan setelah nya baekhyun dan dio hendak melangkahka kembali kaki nya keluar ruangan, sebelum sebuah suara menghentikan langkah keduanya

"kau bilang.. baekkie?"

"ne?"

Suara yang tidak begitu jelas terdengar itu membuat baekhyun maupun dio menghentikan langkah nya dan saat ia kembali membalikkan badannya dan menatap pamannya suho dan teman nya kris, baekhyun dapat mendengar kembali kris mengucapkan sesuatu

"kau.. baekkie?"

"ne? Aahh itu.. itu namaku saat aku kecil"

"baekkie.. astaga.. kau.. benar benar baekkie?"

Baekhyun hanya terdiam dan bingung, ada apa dengan paman kris? Baekhyun semakin bingung saat ia melihat kris berdiri dari duduknya dan dengan perlahan menghampiri baekhyun dengan terus menggumamkan namanya

"baekkie.. baekkie ya tuhan.. kau baekkie.."

Baekhyun sedikit memundurkan kaki nya saat tiba tiba kris mengelus pipi nya dengan tangan yang bergetar

Apa apaan ini?

"astaga.. astaga ya tuhan.. ini benar benar kau.. ini benar benar kau"

Satu tetes air mata dapat baekhyun lihat keluar dari mata kris yang kini tengah menangkup kedua pipinya, baekhyun benar benar bingung dengan apa yang ia lihat sekarang, kenapa paman kris berprilaku seperti ini? Kenapa paman kris menangis?

"baekkie kau tidak mengingatku? Sayang kau tidak mengenal ku? Ya tuhan aku tau kau masih disini"

Air mata itu kini semakin deras dan baekhyun dapat melihat dengan jelas hidung kris yang berubah menjadi merah karena menangis

"baekkie katakan sesuatu sayang.. ya tuhan aku sudah mencari mu kemana mana"

Dan tanpa baekhyun kira, kris kini memeluk nya dengan erat, sangat erat hingga ia bisa merasakan jantung kris yang berdebar begitu kencang

"terimakasih tuhan, terimakasih ya tuhan aku bisa menemukan mu, baekkie ya tuhan bagaimana ini bisa terjadi? Kau tmbuh dengan sehat hm? bagaimana keadaan mu sayang? Ya tuhan terimakasih"

Baekhyun benar benar diam sekarang ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi, baekhyun bahkan dapat merasakan bahu nya yang basah, mugkin itu akibat air mata kris, namun sesuatu yang aneh kini menjalar di hatinya, ia merasa hatinya menghangat saat dirinya di peluk oleh kris, seperti sesuatu yang hilang kini kembali pada tempat nya dan tanpa baekhyun ketahui setetes air mata keluar dari mata indah nya,

Kenapa ia seperti ini?

Kris kini melonggarkan pelukannya dan memegang pundak baekhyun erat, menatap wajah baekhyun lamat lamat dengan wajah yang sudah basah dengan air mata

"baekkie.. sayang, katakan padaku, kau.. mengenalku?"

"paman.."

Entah kenapa suara baekhyun sedikit bergetar sekarang, ia mencoba menenangkan hatinya yang mulai berdegup kencang entah karena apa, ia mencoba mengingat kembali, terakhir kali ada seseorang yang memanggil nya dengan sebutan baekkie adalah kai, dan saat itu kai memberitahu dirinya ia adalah teman kecil baekhyun, dan saat ini, saat kris memanggil nya dengan sebutan baekkie, apa mungkin kris adalah orang yang mengenal nya di masa lalu?

"paman.. paman mengenalku?"

Dan jawaban yang baekhyun dapat adalah, air mata kris yang mengalir lebih banyak dari sebelumnya, apa baekhyun salah berbicara?

"astaga.. ya tuhan.. ya tuhan, kau.. kau tidak mengenalku? Lihat aku baik baik sayang, kau.. benar benar tidak mengenalku?"

Air mata itu terus mengalir dari mata kris yang kini mulai terlihat sendu, dan itu mambuat hati baekhyun teremas sakit, apa ini? Siapa sebenarnya kris ini?

Baekhyun mencoba menatap kembali wajah kris, ia menatapnya dalam dan tenang, mencoba memfokuskan pikiriannya, mencoba mengingat kembali masa lalu nya

Namun semua nya nihil.. kosong.. gelap.. baekhyun tidak dapat menemukan apa apa disana, ia tidak bisa melihat apa apa disana, semuanya gelap, ia tidak bisa mengingat apa apa

"maafkan aku.."

Ucapnya menyerah,

Kris hanya bisa memandangnya dengan tatapan tidak percaya dan dengan cepat ia kembali memeluk baekhyun dengan erat sama seperti sebelumnya

"astaga ya tuhan.. apa yang terjadi padamu hmm? Apa yang terjadi padamu selama ini hmm?"

Baekhyun dapat merasakan sakit yang luar biasa pada hatinya, hatinya serasa di remas terus menerus, ia dapat mendengar suara kris yang bergitu terdengar khawatir dan juga pilu, ia dapat merasakan kris mengelus ngelus surai coklat nya dan sesekali menciumi pucuk kepalanya

"kau anak ku sayang.. aku adalah ayah mu.. kau adalah wu baekkie.. anak ku.."

DEG

Matanya kini membulat, dan jantungnya serasa berhenti berdetak sekarang

"apa yang terjadi pada mu hmm? Kemana saja kau selama ini? Aku mencari mu kemana mana sayang"

Baekhyun masih merasakan kris yang terus mengelusi rambutnya dan mendekap nya erat

Ayah..

Kris

Adalah ayah nya?

Baekhyun melipat kedua bibirnya, tubuhnya bergetar dan tanpa ia bisa tahan lagi air matanya menerobos keluar dari mata cantiknya

"ayah.."

Ucapnya lirih nyaris tidak terdengar, tangan baekhyun terangkat secara perlahan dan menyentuh punggung kris yang bergetar, ia mencoba mengelus punggung itu pelan, pelan dan sangat lembut, mencoba menenangkannya dan pada akhir nya baekhyun membalas pelukan orang yang ternyata ayah nya yang selama ini di cari cari oleh nya

Semua orang yang berada di dalam ruangan itu hanya bisa diam tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, semuanya terdiam bahkan suho yang diam membatu melihat kedua orang yang sedang menangis tersedu sedu satu sama lain, dio tidak bisa menahan air matanya, ia menutup bibirnya melihat kedua orang yang akhirnya dapat bertemu, dio tahu pasti bagaimana rasanya, bagaimana rasanya bertemu dengan orangtua asli nya setelah bertahun tahun baekhyun tidak mengetahui sama sekali mengenai kebearadaan orang tua nya, kini baekhyun dapat merasakan nya, merasakan pelukan sang ayah yang selama ini baekhyun nantikan

Eomma dio dan juga bibi lay hanya bisa melihat kedua nya di ambang pintu, suara serak tangis membuat keduanya menghampiri ruangan suho karna penasaran dengan apa yang terjadi, dan eomma dio maupun bibi lay hanya bisa menyaksikan semua nya

.

.

.

Kini semua nya tengah berada di ruang tengah, terkecuali chanyeol yang mungkin saat ini tengah tertidur di meja belajarnya di depan laptop nya yang menyala. Beberapa penjelasan mengenai bagaimana kris mencari baekkie nya selama bertahun tahun dan bagaimana ia mencari nya ke berbagai kantor polisi kini semua terbayarkan, dan suho pun menjelaskan bagaimana baekhyun bisa berada bersama keluarga nya, bagaimana kecelakaan yang menimpa adiknya dan suho baru menyadari ternyata yang mengalami kecelakaan mengerikan saat itu ialah eomma baekhyun sekaligus istri kris, bagaimana baekhyun kehilangan memori masa lalu dan masa kecil nya yang menyebab kan ia tidak bisa mengenali kris semuanya terjawab kan sekarang, meskipun masih banyak pertanyaan yang menggunung di pikiran kris, namun kini keinginan nya adalah satu, ia ingin menghabiskan waktu nya mulai sekarang bersama baekhyun dan juga keluarga nya, dan karna itu lah kris meminta eomma dio untuk mengijinkannya membawa baekhyun pulang bersama nya malam ini

Ia tahu ini berat bagi eomma dio, karna mau bagaimana pun eomma dio yang telah mengurus baekhyun selama ini dan eomma dio sudah menganggap baekhyn sebagai anak nya selama ini, namun karna eomma dio juga adalah manusia, ia tahu percis bagaimana perasaan kris saat ini, jadi ia mengijinkan kris untuk membawa baekhyun pulang bersama nya walau pada akhir nya ia meminta kris untuk mengijinkan baekhyun bisa kembali ke rumah untuk berpamitan dengan nya beberapa hari kedepan dan kris menyetujui nya.

Hari kian menjelang malam dan kris memutuskan untuk segera pulang, baekhyun berpamitan pada eomma, dio, paman dan juga bibinya, tapi ia berjanji besok ia akan kembali lagi kerumah mereka, karna ini bukanlah salam perpisahan, dengan berat hati akhir nya baekhyun mengikuti kris keluar dari rumah itu dan segera memasuki mobil kris yang sempat ia tumpangi beberapa jam yang lalu

"aku tau ini berat untuk mu sayang, aku juga tahu kau harus membiasakan ini semua dari awal, tapi aku tidak akan melarangmu jika suatu saat kau ingin kemari, kau bisa mengunjungi nya, dan aku akan mengantarmu"

Kris kini bersama dengan baekhyun dalam perjalanan menuju rumah kris, dimana akan menjadi rumah baru bagi baekhyun

"aku juga tahu pasti sulit dalam keadaan seperti ini, tidak usah memaksakan dirimu baekkie, aku tidak akan memaksa, kau bisa memanggilku paman jika kau mau"

Baekhyun kini mengalihkan pandangannya pada lelaki yang duduk di sebelah nya, baekhyun masih tidak bisa mempercayai nya, orang yang berada disamping nya adalah ayah nya, orang dengan mata sembab di sampingnya adalah ayahnya yang sangat bersyukur saat bisa menemukannya

Sebuah senyuman terukir di wajah baekhyun, ia mulai bisa membuat dirinya lebih tenang dari sebelum nya

"aku.. akan berusaha"

"kk baguslah, kau sangat mirip dengan ibumu, senyum kalian benar benar sama"

"kkk benar kah? Apa aku benar benar mirip dengan eomma?"

"sangat mirip, kkk aku masih tidak percaya dengan semua ini, tapi mari kita hadapi ini dengan bersama sama, kau mau kan?"

Kris kini kembali memandang baekhyun dan disambut dengan anggukan dan senyum manis dari baekhyun

"lagipula kurasa kau tidak akan terlalu kesepian dirumah, ada satu lagi yang pasti kau sangat mengenalnya, dia satu sekolah dengan mu, anak dari istri baru ku, kau pasti mengenal nya"

"benarkah? Dia satu sekolah dengan ku? Memang nya dia siapa?"

"namanya Xi Luhan"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Woeeee hai haii:3 biku is backk, bhaqsss panjang ya teman? Hehe itu bayaran karna biku telat apdet mulu:') mian nee:3

Nahlooo gimana tuhh? Seneng ga sama chap ini? Mhehee biku pegel lhoo ngetik nyaa:3 *gananya

Oiyaaa just informasi, ff ini bakalan end dalam 2 chapter lagi yhaaa, 2 chap lagi lhooo, bentar lagii ada yang bisa nebak kelanjutan ceritanya bakalan gimana? Mau dibikin happy ending atau sad ending nih/?:v

Mhahaha liat aja deh kedepannya gimana:3 duhhh biku sedih:") kenapa yang review makin ngelelep aja nih? Padahal yang nge view ff ini makin banyak lhoo tapi ko yang ngreview pada gaada?:") bukan pengen banyak yg review, tapii.. biku beranggapan yng review itu respect sama ff nya biku, biku seneng ada yang mantengin baca terus meski makin sini ff nya makin garing udah gitu lama apdet, tapi jujur lhoo, review dari kalian itu nyemangatin biku banget bahkan jika itu satu kata seperti "next" itu udah bikin biku seneng karna biku tau oo ternyata ada yang pengen ngelanjutin ff ini, ada yang pengen baca kelanjutan ff ini, makanyaa... biku ngucapin makasih banget buat yang dari awal ampe sekarang masih review ff biku, udah dua chap lagi ff nya bakalan end, makasih teman temannn:") /bows/

Makasih buat semua yang udah mantengin ff biku dari awal hingga menjelang akhir ini/? Biku udah mulai sibuk kuliah lagi:") jadi mohon maaf jika ngaret apdet:")

Akhir kata, see you guys.. jangan lupa review:* and sorry for typo! Mwaaaa:*

Ini untuk balasan review3

Light-B

Mereka berdua mah rada rada, rada rada ada kesalahan otak maksudnya/no wkwkwk iya abis chanyeol nya nyeremin kaya abang abang pedo makanya baekhyun nya tereak tereak:(( wkwkwk biku bilangin lhoo ke baekhyun ada yang ngatain/apaan:vv hehhehe, janan lupa review yaaa:*

ABC-HS

Huuu gaib emang/?:v boong deh bhahaa, wkwkw ini udah seriusan belom? Biku susah kalo seriusan suka cengegesan mulu/? Wwkwk tar biku paksain suapin sama chanbaek moment nya biar muntah sekalian/no okee see you in next chapterr, jangan lupa review yaa:*

Chanshin08

Yeee sukaaa aduhh jimayuu beuhh ntar biku bikin kecupan nya mereka jadi plus plus/?:vv wkwkw iya nih aku lanjutin ampe tamat ko demi kalian semua:" ahh malu dehh di tagih sini poppo /no:vv gakeburu yang miann:(( tapi ini biku bikin panjang koo, semoga suka yaa:3 sama mian lama apdet TT hehehe jangan lupa review lagi yaaa:*

ChanHunBaek

Segini udah fast update belum?:" maaf lama ya yang:v chanbaek mah gaakan jadian, mereka bakalan langsung nikah katanya:vv aww makasih udah gregetssss, jangan lupa review lagi yaa:*

Baekkiechuu

Mantap dongg mhahahah xD itu yang mereka udah ketemuan ko, sedih ga? *gaahbiasaaja:v wkwkw luhan suka ko, kayaknya tapi:v ntar nee kai nembak bikuu ehh kyungso maksudnyaa:3 bhahahah liat aja nee mereka berdua gimana kedepannya/? Iya nih biku udah mulai ada kegiatan lagi, kan sedih:") aahhh tehura:" *lapingus makasih ya udah mantengin terus dari awal, udah review juga, peluk sini:" mhehehe jangan lupa review lagi yaa:*

Septianaditya1997

Yeee ada yang suka , mereka gaada nih di chap ini/? Udah di lanjut nihh, jangan lupa review lagi yaa:*

Yousee

Mereka udah ketemuan tuhh, udah tau diri mereka masing masing/?:") kalo batal perjodohan sihh, gimana yaaa:3 ehehehe, udah next yaa, jangan lupa review lagi:*

And that's all, see you in next chapter and dont forget to review:*