I dont know
Summary:
Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?
Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu
Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..
Aku mencintaimu..
Park Chanyeol.
Rated: T
Cast:
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
And all member EXO
Disclaimer :
Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?
SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^
EXO GS
Genre: family, drama, complicated, romance inside
Check this out
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"lagipula kurasa kau tidak akan terlalu kesepian dirumah, ada satu lagi yang pasti kau sangat mengenalnya, dia satu sekolah dengan mu, anak dari istri baru ku, kau pasti mengenal nya"
"benarkah? Dia satu sekolah dengan ku? Memang nya dia siapa?"
"namanya Xi Luhan"
Chap14 start!
"welcome home da.. ddy..."
Luhan terhenti di tengah kalimatnya saat ia menyadari daddy nya yang pulang tidak seorang diri melainkan bersama seseorang yang tidak asing baginya
"baekhyun?"
"thanks honey, mana mommy?"
Kris tersenyum dan segera memasuki rumah nya seraya merangkul baekhyun untuk masuk, dan baekhyun hanya melayangkan senyum canggung saat luhan menyapa nya dengan tatapan kaget dan juga bingung
"aku disini, kau sudah pulang sayang?"
Tao akhirnya menghampiri kris setelah mencuci beberapa gelas di dapur, dan tak jauh beda dengan ekspresi luhan, tao terlihat heran saat melihat sosok seorang gadis yang baru di lihat nya dirangkul oleh suami nya ini
"kemarilah ada yang ingin aku beritahukan pada kalian semua"
Kris yang mengerti arti dari ekspresi istri dan anaknya segera mengajak mereka untuk berkumpul di ruang tengah, dan disinilah mereka, kris yang duduk bersebelahan dengan baekhyun dan tao juga luhan yang duduk berhadapan dengan nya
"aku ingin memberitahukan suatu hal yang sangat penting, ini berita yang sangat membahagiakan bagiku"
Kris melirik baekhyun yang duduk di sebelah nya, ia melontarkan senyumannya agar baekhyun tidak terlihat gugup seperti sekarang
"ini.."
Kris kembali merangkul pundak baekhyun dan mendekapnya ke pundaknya
"ini baekhyun, wu baekkie putri ku"
"M.. MWOO?!"
Tao dan luhan berucap hampir bersamaan saat mendengar pernyataan yang sungguh mengejutkan dari kris, kedua nya terlihat membuka mulutnya tidak percaya dengan berita yang sungguh mendadak ini
"m.. maksudmu, i.. ini baekkie yang selama ini kau cari?"
Tao tetap membulatkan matanya tidak percaya, ia tidak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya sekarang, ia memang tahu sudah bertahun tahun ini kris mencari anak nya baekkie dan sekarang suaminya tengah duduk merangkul seorang gadis dan gadis ini ternyata putri yang selama ini dicari cari oleh nya
"hmm kau benar sayang, ini adalah baekkie, bukankah ini suatu keajaiban?"
"d.. dan.. dan baekkie.. baekkie adalah baekhyun adik kelas di sekolah ku?"
Luhan tidak kalah terkejutnya saat mengetahui ternyata putri yang di cari oleh daddy nya selama ini adalah baekhyun adik kelas nya, ia bahkan cukup dekat dengan baekhyun selama di sekolah, wahhh apa dunia se sempit ini?
"yap kau benar sayang, daddy bahkan masih ingat tempo hari saat aku menanyakan baekhyun padamu, wahh apa itu adalah pertanda bahwa aku akan bertemu dengan baekhyun?"
"woahh jinjja, aku benar benar tidak bisa percaya ini, baek.. kau benar benar.."
Mulut luhan kini membentuk O saat ia terus menerus memandang baekhyun dan daddy nya bergantian, sungguh luhan masih belum bisa percaya dengan semua ini
"hehe kurasa mulai sekarang kita akan sering bertemu luhan eonni"
"tentu saja, mulai sekarang baekkie akan tinggal disini untuk seterus nya"
"m mwoo? Disini? S seterusnya?"
Kini giliran baekhyun yang membulatkan matanya tidak percaya, ia segera menjauhkan badannya dari dekapan kris
"tentu saja, inilah rumah mu yang sebenarnya sayang, kau tidak ingin tinggal disini?"
Kris kini menatap baekhyun dengan tatapan sedikit kecewa, kenapa baekhyun terlihat seperti tidak senang saat kris mengatakan ia akan tinggal disini?
"b.. bukan begitu.. a.. aku, maksud ku.. aku perlu berbicara dulu pada eomma ku, maksud ku, aku belum berpamitan pada eomma ku, dan juga.. dan juga dio.. aku belum sempat berpamitan padanya"
Baekhyun segera mengelak dan mencari cari alasan agar seseorang yang di hadapannya tidak salah paham, namun pada dasarnya baekhyun memang belum siap jika ia harus pindah kemari, meskipun seperti yang di bilang oleh kris bahwa ini adalah rumah yang sebenarnya, baekhyun tetap tidak bisa meninggalkan rumah nya disana, rumah nya bersama eomma nya dan juga dio nya..
"ahh kalau mengenai itu, kau bisa menentukan kapan kau akan pindah kemari, lagipula aku mengerti maksud mu sayang, aku juga akan pergi bersama mu kesana, bagaimana pun aku harus berterimakasih pada adik suho karena selama ini telah mengurusmu, tapi bukankah tidak salah jika mulai sekarang kau tinggal disini? Kau juga harus beradaptasi disini mulai sekarang bukan? Tenang saja tao dan luhan orang baik, mereka tidak akan menyusahkan mu seperti dalam kisah cinderella hahahahaha"
Kris kini tertawa gaje saat mengatakan itu semua, membuat semua orang yang ada disana melongo tidak percaya dengan apa yang terjadi pada lelaki satu satu nya diantara mereka:v
"tentu saja, haha aku senang akhirnya suami ku dapat menemukan mu, berbetahlah disini, kris benar ku pikir kau perlu waktu untuk beradaptasi disini, dan kurasa akan sangat aneh bagimu jika harus memanggil ku dengan sebutan eomma bukan begitu? Kkk"
"hmm mommy benar, tapi kurasa kita memang sudah dekat sebelumnya kan baek? Tidak usah canggung dengan ku, di sekolah aku memang kaka kelas mu, jadi tidak ada bedanya dengan disini, hahaha, kurasa mulai besok kita akan pergi kesekolah bersama sama"
Luhan terkekeh dan menyenggol lengan baekhyun pelan, baekhyun hanya tersenyum ternyata semuanya tidak semenyeramkan yang ia bayangkan, tao yang baekhyun tau sebagai istri ayah nya ternyata seseorang yang ramah meski terlihat memiliki mata yang sedikit menyeramkan:v dan juga luhan, baekhyun memang sudah cukup dekat dengan luhan disekolah jadi sepertinya tidak ada masalah dengan itu, mungkin dari sekarang baekhyun akan lebih dekat degan luhan dan semua itu bukan hal yang buruk bukan?
"ahh senang nya melihat keluarga ku yang baru, kuharap kalian semua dapat menjaga baekkie dengan baik ne? Dan untuk baekkie, tidak usah canggung pada kami semua, disini kita semua keluarga jadi kuharap kau akan betah tinggal disini"
Kris tersenyum dan mengacak poni baekhyun gemas
"jjaaa.. bukankah sekarang waktu nya untuk makan malam?"
-I dont know-
"jinjja luhan benar benar ada disana?"
"tentu saja luhan kan anak nya ayah ku, tentu saja luhan ada disana-3-"
"lalu bagaimana dengan mereka baek? Apa mereka memperlakukan mu dengan baik? Bagaimana dengan istri ayahmu?"
"hmm semuanya berjalan lancar, mereka baik padaku, tao eomma juga baik padaku, dan luhan.. sebelum nya aku memang kenal dengan nya di sekolah tapi tetap saja aku masih canggung disana aku tidak tahu harus berbuat apa u,u"
"itu wajar baek, kau kan belum terbiasa berada di sana, lalu apa yang akan ayah mu lakukan selanjutnya?"
"daddy bilang ia akan mengunjungi rumah mu untuk mengambil barang barangku dan juga berpamitan pada eomma sekaligus berterima kasih karna telah mengurusku selama ini"
"jadi ini artinya kau akan pindah?"
Dio menyeruput habis minumannya, kali ini mereka berdua tengah berada di kantin saat jam istirahat sekolah. Pagi ini baekhyun tidak lagi berangkat bersama dio, melainkan ia berangkat diantar daddy nya dan juga luhan
Baekhyun terdiam sesaat sebelum akhir nya ia menganggukan kepala nya pelan
"sebenarnya aku tidak tahu aku harus pindah atau tetap di rumah mu, aku.. aku belum siap dengan semua ini, entahlah dulu aku sangat mengaharapkan sekali bertemu dengan ayah ku, tapi saat ini, semua ini membuatku malah semakin bingung"
"apa ini karena chanyeol dan juga luhan?"
Baekhyun menatap dio dan pupil matanya seketika membesar, dan untuk beberapa detik bekhyun akhirnya menundukan kepalanya
"hmm kurasa memang karena itu, aku.. aku tidak tahu harus berbuat apa, apa aku harus berbicara pada daddy agar perjodohan itu digantikan oleh ku? Lalu bagaimana dengan chanyeol? Apa chanyeol akan terima jika ternyata perjodohan itu digantikan oleh ku? Bagaimana dengan luhan? Aku juga tidak tahu perasaan luhan pada chanyeol seperti apa, bagaimana jika ternyata mereka menyukai satu sama lain? Apa itu artinya aku menghancurkan hubungan mereka berdua?"
Dio menghembuskan nafas berat nya saat mendengar pernyataan baekhyun, ia segera meraih tangan baekhyun dan menggenggam nya
"kau terlalu berlebihan baek, lalu apa gunanya kau membuat reseach itu hn? Bukankah kau juga tau sendiri bagaimana hasilnya? Kau bahkan selalu bilang padaku tentang bagaimana reaksi yang chanyeol berikan padamu, harusnya kau sudah mengetahui jawabannya baek, dan mengenai luhan, bukankah kau juga sudah mengetahui semuanya? Bukannya sehun sudah mengatakan semua nya padamu? Sama yang seperti kau lakukan, kurasa sehun juga sudah mengetahui bagaimana perasaan luhan padanya, jadi lebih baik kau membicarakan semua ini pada ayah mu, dengan begitu ayah mu bisa memastikannya secara langsung dan tentu saja dari sana ayah mu dapat mengetahui perasaan luhan yang sebenarnya"
Dan senyuman cerah tercetak di wajah cantik baekhyun, dio benar, tidak seharus nya baekhyun memiliki pemikiran seperti itu, bukannya baekhyun yakin pada perasaan nya? Pada chanyeol nya? Yang perlu ia lakukan hanyalah berbicara pada daddy nya dan semua nya akan beres
"kau benar.. tapi.. aku juga belum siap jika aku harus berpisah dengan eomma.."
"heyy ini bukan perpisahan oke? Rumah ku akan selalu terbuka untuk mu, kau bisa kesana jika kau merindukan eomma, lagipula bukan kah setiap hari kita bertemu di sekolah? Pikirkan ayah mu, ia juga ingin bersama dengan mu baek, ia ayah kandung mu"
"huweeee kau membuatku ingin menangis TT lalu bagaimana dengan mu? Aku juga akan merindukan mu, merindukan kamar ku, kamar mu, mengganggu mu, sarapan pagi bersama eomma, ahhh aku akan merindukan semua nyaa T^T"
"kau berlebihan baek-_- tenanglah semuanya akan baik baik saja, kau tidak akan mengetahui nya sebelum kau mencobanya, lagipula disana ada luhan bukan? Kau tidak akan sepenuh nya kesepian"
"jadi benar luhan adalah kakak mu?"
Baekhyun dan dio sontak memalingkan wajahnya saat mendengar sebuah suara mengintrupsi kedua nya
Itu sehun. Baekhyun tebak sehun sudah tau mengenai ini dari luhan, mengingat tadi pagi sehun melihat baekhyun dan juga luhan turun dari mobil yang sama dan itu sangat aneh dimata sehun, dan setelahnya mungkin sehun menanyakannya pada luhan saat sehun dan juga luhan berjalan bersama menuju kelas tadi pagi
"kakak tiri ok? Dia tidak sepenuh nya kakak ku"
Dan tanpa seizin baekhyun dan juga dio, sehun duduk di meja tempat mereka duduk sebelumnya
"sama saja, jadi apa artinya kau tinggal bersama luhan?"
"hmm aku akan pindah kerumahnya nanti"
"woahh bukankah ini berita bagus untukku? Kurasa kau bisa mengajakku kerja kelompok ke rumah baru mu nanti"
"ishh dasar-3- tidak mau! aku tidak mau menerima tamu seperti mu di rumah ku"
"-_-"
Sorenya..
Sebuah pamandangan aneh memenuhi penglihatan baekhyun, ia sedikit bingung saat melihat sebuah mobil yang terparkir di depan gerbang sekolah nya, sepertinya baekhyun tidak terlalu asing dengan mobil ini, ahhh bukankah mobil ini mobil yang mengantarnya kesekolah tadi pagi?
Tak lama setelah baekhyun berjalan menghampiri mobil itu, baekhyun dapat melihat seseorang keluar dari dalam mobil, seseorang yang baekhyun yakini akan ia temui setiap harinya mulai saat ini
"kau sudah pulang?"
"heum.. daddy menjemputku?"
"tentu saja sayang, hari ini aku berencana untuk pergi kerumah adik suho, kerumah eomma mu, kau ingin ikut?"
Dan tanpa baekhyun perintahkan dirinya tengah menganggukan kepalanya semangat, ahh kenapa baekhyun sungguh merindukan eomma nya? Rumah nya? Padahal baru semalam baekhyun tidak berada disana tapi kenapa rasanya lama sekali?
"haha, baiklah, ayo masuk"
Kris membukakan pintu mobil nya disusul dengan baekhyun yang masuk kedalam nya dan juga kris yang menjalankan mobilnya. Satu fakta yang baekhyun dapat sekarang adalah, apa mulai dari sekarang ia akan terus di jemput oleh daddy nya? Tidak ada lagi chanyeol yang akan menjemputnya?
Chanyeol..
Baekhyun segera menggelangkan kepalanya, ia harus mengatakan tentang hal itu pada daddy nya nanti
"luhan tidak ikut?"
"hm?"
kris menengokkan kepalanya saat ia mendengar baekhyun yang bersuara
"ahh tidak, ia bilang ia harus kerja kelompok di rumah temannya"
"ahh begitukah?"
Baekhyun mengangguk anggukan kepalanya mengerti dan ia kembali terdiam, ini aneh, ini canggung, baekhyun bukan tipe orang yang bisa berdiam diri seperti ini, ia akan mencari topik pembicaraan apapun itu, namun kali ini ia tidak bisa melakukan apa apa selain diam dan menatap jalanan
"jadi.. apa kau ingin sekalian mengemasi barang barang mu? Ahh aku aku terlalu terburu buru?"
Baekhyun melirikkan kepalanya dan menatap sosok daddy yang duduk di sampingnya
"hmm malam ini? Entahlah.. jika daddy mau, aku bisa mengemasi barang barang ku nanti"
"apa tidak apa apa? Apa kau merasa terburu buru? Maafkan aku baekkie aku hanya ingin segera tinggal bersama mu"
"kkk tidak apa apa aku mengerti, baiklah aku akan mengemasi barang barang ku nanti"
Baekhyun tersenyum dan kembali mengalihkan pandangannya menuju jalan yang mereka lewati, sebenarnya baekhyun masih bingung apa ia harus pindah sekarang atau nanti, baekhyun mengerti bagaimana perasaan daddy nya, ia tau ia sangat ingin tinggal bersama dengannya, namun baekhyun juga belum siap jika ia harus berpisah dengan eomma nya, dan juga dengan dio, baekhyun hanya masih belum tahu apa yang harus ia putuskan sekarang, bahkan ia masih merasa aneh saat ia harus memanggil kris dengan sebutan daddy
"eomma aku pulangg..."
Baekhyun melangkahkan kaki nya memasuki rumah yang sangat dikenali olehnya, rumah yang ia tinggali beberapa tahun ini, ahh mungkin baekhyun akan sangat merindukan rumah ini kelak
"baekhyun?"
Sebuah suara yang tak asing terdengar oleh baekhyun disusul dengan sosok yang sangat di rindukan oleh nya berjalan menghampirinya yang sontak baekhyun peluk dengan erat
"eommaa.. aku merindukanmu.."
"aigoo sayang, ku kira kau tidak akan pulang kemari, eomma juga sangat merindukanmu"
Sosok itu kini membalas pelukan baekhyun dan mengelus lembut surai baekhyun
"eomma.."
"hmm ada apa sayang?"
"hnn aniyo, dio sudah pulang?"
Dengan berat baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap nya dengan tatapan sendu, entahlah baekhyun seperti ingin menangis sekarang
"dio ada diatas, kau ingin menemuinya?"
Dan baekhyun hanya menganggukan kepalanya
"eomma aku membawa daddy kemari, daddy bilang ada yang ingin ia sampaikan, eomma berbicaralah dengannya, aku akan ke kamar dio"
Dan saat itu pun baekhyun melangkahkan kaki nya menuju tangga dimana tempat kamar dio dan juga kamar nya, menyisakan eomma nya dan juga daddy nya di ruang tengah yang sepertinya akan terjadi percakapan yang lumayan serius
Brak
"dioooooo"
Baekhyun menggebrak pintu kamar dio dan mendapati dio yang sedang berbaring diranjangnya dengan sebuah buku di kedua tangannya
"astaga baek? Kapan kau pulang?"
"huweeee, aku kemari bersama daddy ku, dan.. dan aku kemari akan mengemasi barang barang ku, eotokhaeeee TT"
Baekhyun segera berhambur keranjang dio dan memeluk dio erat
"hey heyy tenanglah baek, jadi kau kemari bersama daddy mu?"
"heungg TT"
Baekhyun memanyunkan bibirnya dan menganggukan kepalanya lemah
"tidak kusangka daddy mu akan menjemputmu secepat ini, kurasa ia mamang ingin segera tinggal bersama sama dengan mu baek"
"huweeee apa yang harus aku lakukan?"
Baekhyun berteriak seraya mamajukan bibirnya hingga menyentuh hidungnya
"yakk pelankan suaramu-_- apa maksud mu dengan apa yang harus kau lakukan eoh? bukankah itu artinya kau harus berkemas sekarang?"
"aku tidak mau melakukannyaaa! T^T"
Dan baekhyun pun akhirnya menumpahkan air matanya:v
"baek-_- sudah ku bilang ini bukan perpisahan, kau masih bisa mengunjungi rumah ini, kau juga bisa menginap disini jika kau mau, kau tidak perlu menangis baek"
"tapi.. tapi.. huwee apa yang harus aku lakukan TT"
"tentu saja kau harus segera mengemasi barang barang mu baek, daddy mu pasti menunggu mu"
"yakk kau mengusirku eoh?"
Air mata baekhyun terus mengalir dan dio dapat mendengar baekhyun yang senggukan di tengah protes nya/?:v
"bukan begitu-_- kau ini kenapa sensitif sekali eoh? bukankah kau kemari bersama dengan daddy mu memang untuk berkemas? Cepat atau lambat kau pasti akan meninggalkan rumah ini, jadi akan lebih baik jika kau mengalami nya sekarang karna jika di tunda lebih lama lagi kau malah akan makin bingung baek"
"HUWAAAAAA T^T"
"-_-"
.
.
.
Baekhyun kini berada di depan rumah nya dengan dua buah koper bersar yang berisi semua baju nya dan koper satunya berisi barang barang baekhyun yang berada di kamar. Baekhyun kini tengah menyumbat hidung nya dengan sebuah tissue karna sejak berkemas hingga sekarang ia tidak berhenti menangis membuat cairan bening dari dalam hidung nya ikut mengalir dan matanya sipit nya menjadi bengkak dan juga sembab tak lupa nafas baekhyun yang terdengar senggukan
"sudahlah sayang, sampai kapan kau akan menangis seperti itu hm? aku tidak akan kemana mana lagipula eomma kan masih hidup kkk kita tidak terpisah jauh sayang, berhentilah menangis"
Kini eomma dio memeluk baekhyun lembut dan mengusap pelan punggung baekhyun, berusaha menenangkannya dan membuat nya berthenti menangis, ia juga sedih tapi inilah kenyataan nya, ia tidak akan bisa selamanya merawat baekhyun, apalagi kini ayah baekhyun sudah menemukannya, ayah baekhyun berhak untuk mengurus baekhyun dan sebaliknya, baekhyun juga berhak untuk tinggal bersama ayah kandung nya, ia tidak ingin menjadi orang jahat yang memisahkan antara anak dan ayah nya, ia bukan orang seperti itu ok? Meski sekarang berat rasanya harus membiarkan baekhyun pergi meninggalkan rumah nya dan mulai hidup dengan keluarga barunya
"eommaa.. hikss.. aku.. aku akan merindukan mu.. ahh bagaimana ini? Aku akan terus merindukan mu hikkk"
"sstt.. kau bisa datang kemari jika merindukan ku sayang, ini tetaplah rumah mu, kemarilah jika kau merindukan eomma atau dio, rumah kami akan selalu terbuka untukmu sayang, berhentilah menangis heun?"
"huweeee eommaaaa, hkk hkkk.."
"sttt sudah sayang, kau tidak malu eoh? daddy mu melihat mu, kau ini bukan anak kecil sayang, sudahlah berhentilah menangis matamu bengkak sayang, kau akan berangkat sekolah dengan mata seperti itu eun?"
Baekhyun akhirnya melepaskan pelukannya dengan berat hati, ia mengusap matanya dengan seragam lengannya, ia menatap eomma nya dengan nafas yang sungguh terasa sesak, dan air mata itu kembali mengalir
"aku.. aku pasti akan sering mengunjungi eomma, eomma baik baik lah disini, eomma tidak boleh sakit saat aku tidak ada disini dan eomma juga tidak boleh melupakanku"
"kkk baiklah sayang, aku mengerti, kau juga baik baik lah disana, jangan menyusahkan eomma mu arra?"
Baekhyun hanya mengangguk anggukan kepalanya dengan nafas nya yang masih terdengar tersenggal senggal
"yakk, aku menitipkan eomma padmu, bantulah eomma membersihkan rumah, kau harus mendengarkan ucapannya dan aku aku akan mengawasi mu jika terjadi sesuatu pada eomma"
"bukankah selama ini aku lah yang selalu membersihkan rumah?-_- arraso arraso kau tidak usah khawatir, eomma akan baik baik saja denganku, berbaiklah dengan luhan, dia bukanlah diriku ok? Aku tidak yakin jika luhan akan tahan dengan gangguan mu kkk"
Baekhyun ikut terkekeh dan memukul pelan lengan dio, ia kembali bersedih apa mulai sekarang ia tidak akan bisa ke kamar dio lagi? Menanyakan pr nya pada dio, bercerita segala hal pada dio dan mungkin baekhyun akan merindukan saat saat ia mengganggu dio dan juga perdebatan kecil nya dengan dio, ahh semua itu malah membuat baekhyun ingin menangis lagi
"baiklah kurasa hari semakin malam, terimakasih sekali lagi boyoo –ssi rumah kami juga selalu terbuka untuk kalian, dan juga dio bisa main kerumah jika merasa bosan, bukankah kita akan menjadi sebuah keluarga? Haha"
Kris akhir nya mengakhiri perbincanagan mereka kris juga tidak mau melihat putri nya terus terusan menangis seperti itu, ia tau ini berat bagi baekhyun, namun mau bagaimana lagi? Ia juga ingin tinggal bersama denga putri nya, terlebih ia telah berjanji pada istri nya –arra bahwa ia akan menjaga baekhyun selama hidupnya dan ia akan menepati janji nya itu. Kris akhir nya segera membungkukkan badannya memberi hormat dan segera membawa dua koper besar milik baekhyun menuju ke bagasi mobil nya dan menunggu baekhyun di depan mobil nya. Baekhyun yang mengerti tentang semua itu akhir nya kembali memeluk eomma nya erat
"aku akan merindukan mu eomma, aku akan sering berkunjung kesini, saranghae eomma"
Dan pelukan baekhyun dibalas oleh eomma nya dengan memeluk erat dirinya dan juga mengusap surai coklat nya lembut
"aku tahu, baik baik lah disana, jaga kesehatan mu, nado saranghae sayang"
Baekhyun kemudian melepaskan pelukannya dan memeluk dio,
"kau harus menemui ku setiap hari saat istirahat, aku tidak mau pokonya kau tidak boleh pura pura tidak mengenalku saat di sekolah, aku akan sangat merindukan mu dioo"
"kau berlebihan baek-_- aku tidak sejahat itu-_-"
Dio membalas pelukan baekhyun dan menepuk nepuk punggung baekhyun pelan berusaha menenangkan nya
"sudah tidak apa apa, aku akan selalu bersama mu, kau ingat? Aku bisa menjadi tempat mu bercerita jika kau tidak mempunyai siapa siapa, kau akan baik baik saja disana jadi kau tidak usah khwatir arra?"
Baekhyun pun akhir nya melepaskan pelukannya dan menganggukan kepalnya,
"arraso, kau memang yang terbaik dio –ya"
Baekhyun tersnyum dan segera melangkahkan kaki nya mundur
"baiklah, aku akan pergi sekarang, aku akan merindukan kalian, jagalah kesehatan kalian, eommaa aku mencintai muu, dio aku juga mencintai muu!"
Baekhyun akhir nya masuk kedalam mobil dan kris segera melajukan mobilnya, ia membunyikan klaksonnya dan baekhyun melambaikan tangannya pada luar jendela mobil disambut dengan lambaian tangan dari dio dan juga eomma nya
-I dont know-
"baekkie? Boleh aku masuk?"
Kris membuka sebua pintu kamar yang kini terisi oleh seseorang yang sangat dicintai nya
Baekhyun yang merasa dirinya terpanggil segera membalikkan badannya dan melihat siapa yang memasuki kamar barunya
"eo daddy.. tentu saja, masuklah.."
Kris kemudian memasuki ruangan itu dan segera berjalan menghampiri baekhyun yang kini tengah duduk disebuah kursi diluar balkon kamarnya menatap langit malam seoul
"boleh aku duduk disini?"
Baekhyun hanya tersenyum dan kris pun segera mengambil tempat duduk tepat di sebelah baekhyun
"sudah merasa lebih baik?"
Kris kini mengulurkan tangannya, memberikan segelas susu coklat panas pada baekhyun, dengan senang hati baekhyun mengambil minuman kesukaan nya dan menangkupkan kedua tangannya pada sisi gelas itu
"hmm kurasa.."
"apa aku terlalu memaksa mu?"
Baekhyun sedikit memiringkan kepalanya saat mendengar daddy nya mengucapkan sesuatu yang tidak begitu di mengerti oleh nya
"maksud daddy?"
"hmm kau tau? Aku merasa bersalah saat melihatmu berpamitan dengan eomma mu tadi, apa aku tidak terlalu memaksamu agar segera pindah kemari? Kurasa kau sangat sedih sekali tadi"
"aniyoo, tidak apa apa, lagipula dio bilang pada ku cepat atau lambat aku memang akan pindah kemari dan jika aku terlalu lama menundanya itu malah akan membuatku semakin sulit untuk berpamitan dengan mereka dan kurasa dio benar tentang hal itu kkk"
Baekhyun tertawa setelah itu ia meminum susu nya yang sungguh terasa hangat saat cairan itu melewati tenggorokanya yang terasa dingin
"hmm begitukah? Haha baguslah jika kau baik baik saja, sungguh sampai saat ini aku masih belum percaya jika kau disini bersama ku, bertahun tahun aku mencari mu dan akhir nya aku bisa menemukan mu baekkie"
Tangan kris terulur mengusap kepala baekhyun dan menatap baekhyun yang kini menatap dirinya, hatinya terasa hangat saat kris melihat sosok yang duduk dihadapannya, kenapa baekhyun mirip sekali dengan istri nya?
"kau sangat mirip dengan eomma mu.."
Satu senyuman hangat terukir di wajah tampan kris dan entah kenapa ia bisa merasakan matanya yang sedikit berair dan juga panas, membuat baekhyun yang berada di depannya kaget dan tidak tau harus berbuat apa
"d.. daddy?"
"ahh maafkan aku"
Dengan cepat kris mengusap matanya sebelum lelehan bening itu mengalir dari matanya
"dulu aku sering pergi keluar kota untuk mengurus perusahaan, dan aku sering meninggalkan kalian berdua di rumah"
Baekhyun membenarkan duduk nya, seperti nya pembicaraan ini akan sedikit serius, baekhyun juga penasaran mengenai apa yang terjadi pada daddy dan juga eomma nya di masa lalu, apa yang menyebabkan mereka bercerai dan apa yang membuat eomma nya pindah tanpa sepengetahuan daddy nya
"awalnya aku berpikir itu memang sudah menjadi tugasku mengurusi cabang perusahaan yang ada di luar kota, dan aku juga tidak mungkin mengajak arra karna kau masih bayi pada saat itu"
Kris terhenti sejenak, ia menatap langit yang kebetulan pada saat itu dihiasi oleh banyak bintang, seperti kembali ke masa lalu, kris akan selalu mengingat dengan detail apa yang telah di lewati oleh nya bersama istri yang sangat dicintai nya
"namun semakin hari semakin sering aku pergi keluar kota karna memang pada saat itu banyak sekali hal yang harus aku urus disana, aku bahkan pernah ditugaskan di jepang selama lebih dari satu bulan, dan pada saat itu aku mulai menyadari.. bahwa itu semua memang sengaja direncanakan oleh keluargaku dan juga keluarga eomma mu"
Baekhyun mengerutkan halis nya, ia tidak mengerti dengan kisah yang di ceritakan oleh daddy nya, apa yang di maksud daddy nya direncanakan?
"pernikahan ku dan juga eomma mu memang tidak direstui oleh kedua orang tua kami, ayahku sudah menjodohkan ku jauh sebelum aku mengenal eomma mu, yaitu dengan suho, ayah chanyeol"
"m mwoo? D.. daddy di jodohkan dengan paman suho?"
Baekhyun membelalakan matanya tidak percaya
"ayahku dan ayah chanyeol adalah teman dekat sejak mereka kecil, dan saat mereka lulus kuliah dulu, kedua nya sepakat membuat perusahaan milik bersama, tentu dengan modal dan juga usaha mereka bersama, mereka memulai semuanya dari nol, dan bertahun tahun perusahaan mereka telah menjadi perusahaan besar, perusahaan yang sukses dengan banyak investor dari berbagai negara dan saat itu mereka berjanji, mereka sepakat agar menjodohkan kedua anak mereka kelak agar tidak ada yang menguasai perusahaan itu secara sepihak, dan kau bisa menebak kan kelanjutan ceritanya?"
Kris menatap baekhyun, ia menyinggungkan senyumannya kemudian menundukkan kepalanya
"anak dari teman ayah ku adalah suho, ia laki laki, dan saat itu memang mustahil bukan jika aku harus menikah dengan suho? Dan jauh pada saat itu aku bertemu dengan arra, eomma mu, aku jatuh cinta padanya, dan aku pun melamarnya"
Sebuah senyuman terukir di wajah kris, ia ingat betul bagaimana dulu saat ia melamar arra untuk menjadi pasangan hidupnya
"namun pada saat itu ayahku menolak pernikahan kami, ia bilang padaku bahwa aku sudah dijodohkan dengan orang lain, tapi aku bukanlah orang bodoh yang akan menuruti keinginan ayahku tentang perjodohan itu, aku dan arra terus meyakinkan mereka, karna hanya arra lah yang aku cintai, mereka tidak bisa memaksaku menikahi seseorang yang tidak kucintai hanya untuk kesuksesan sebuah perusahaan bukan? Maka dari itu akhir nya ayahku merestui pernikahan ku dengan arra, dan setelah nya pesta pernikahan pun dilaksanakan, kau bisa membayangkan bukan betapa bahagia nya aku pada saat itu?"
"daddy.. sangat bahagia?"
"tentu saja sayang, kau menikahi orang yang sangat kau cintai, bukankah itu sangat membahagiakan?"
Baekhyun tersenyum saat mendengarnya, entah kenapa hatinya terasa sangat damai saat mendengar hal itu, bukankah itu berarti daddy nya sangat mencintai eomma nya? Lalu bagaimana mereka bisa bercerai?
"lalu.. apa yang terjadi selanjutnya?"
Baekhyun tidak bisa menahan rasa penasarannya, baekhyun kira dulu daddy dan juga eomma nya saling mencintai satu sama lain, lalu kenapa semua nya berakhir seperti ini?
"hmm, aku juga sedikit ragu tentang ini, semua nya berawal saat aku di perintahkan oleh ayahku ke jepang untuk beberapa minggu, namun teryata waktu ku di jepang lebih lama dari yang di perkirakan, pada saat itu aku di jepang selama satu bulan lamanya, dan pada waktu itu juga aku tidak menghubungi arra disini, karna pada saat itu aku memang akan memberi nya kejutan saat aku kembali lagi ke korea.."
Baekhyun dapat melihat kris yang menghembuskan nafas beratnya, kris memejamkan erat matanya dan pada saat itu juga baekhyun dapat melihat air mata kris meleleh keluar dari matanya
"dan pada saat itulah.. saat itulah.. aku mendapat kabar arra meninggal dalam sebuah kecelakaan"
DEG
Baekhyun merasa dadanya di remas pada saat itu juga, ia melihat dengan jelas bagaimana daddy nya menangis di hadapannya, menangis dengan nafas yang tersenggal senggal, baekhyun pun merasakannya, ia mengetahui bagaimana rasanya, karna itulah baekhyun segera bangkit dari duduknya, menghampiri daddy nya, dan memeluknya erat
"gwenchana.."
Baekhyun dapat merasakan sebuah tangan yang melingkar di punggung nya, kris membalas pelukannya, memeluk baekhyun dengan erat, sangat erat, seakan ia takut jika pelukan itu terlepas baekhyun akan hilang dari hadapannya, menghilang dari hidupnya seperti istri yang sangat dicintainya
"aku.. baekkie tahukah kau betapa tersiksanya aku hm? aku kehilangan arra untuk selama lama nya, dan aku pun kehilangan mu, bagaimana aku bisa menjalani hidupku seperti ini?"
Kris terisak dalam tangis nya dan mendekap baekhyun erat dalam pelukannya, ia mengusap surai baekhyun, ia bahkan masih belum percaya jika yang berada dalam pelukannya ini adalah baekkie nya, baekkie yang selama ini hilang
"gwenchana daddy.. aku disini.."
Tangan baekhyun terulur ke atas untuk mengelus punggung sang daddy yang sedikit bergetar, baekhyun tidak ingin melihat ini semua, ia tidak ingin melihat daddy nya yang menangis seperti ini
Kris pun melonggarkan pelukannya, ia pun melepaskan pelukannya dan menatap baekhyun yang berada di hadapannya
"berjanjilah padaku kau tidak akan meninggalkanku hmm?"
Baekhyun tersenyum lalu mengusap pipi sang daddy lembut,
"aku berjanji, daddy tidak boleh menangis seperti itu lagi karna baekkie sedih melihatnya"
Baekhyun kembali tersenyum membuat matanya melengkung seperti bulan sabit, mengingatkan kris pada pemilik senyum itu sebelum nya, Ya Tuhan bukankah baekkie nya sangat mirip dengan arra nya?
Kris terkekeh pelan kemudian mengacak rambut baekhyun,
"kau benar benar mirip dengan eomma mu, baekkie kita sangat menggemaskan sekali"
"aku tahuuu, kkk lalu.. apa yang terjadi setelah itu? Bagaimana daddy bisa menikah dengan tao eomma?"
Kris terdiam sejenak, kemudian ia kembali duduk dengan merangkul baekhyun yang duduk di sebelah nya
"hm pada saat itu dengan berat hati aku kembali ke jepang, disana ayahku tetap berusaha menjodohkanku dengan seseorang yang dulu menjadi pilihannya, padahal saat itu aku baru saja kehilangan arra dan juga kau, dan pada saat itulah aku bertemu tao, kau tau? Kurasa tao dan aku mengalami nasib yang sama, pada saat itu aku bertemu tao yang tengah menggendong luhan, luhan berumur tiga tahun pada saat itu, ternyata tao memang sudah menikah sebelumnya, sama seperti ku, namun ia bilang orang tua tao tidak merestui pernikahan mereka karna suami tao pada saat itu hanyalah lelaki biasa, ditambah sebelumnya tao memang sudah di jodohkan dengan ku, orang tua tao semakin memperkuat keputusan mereka agar tao bercerai kemudian menikah denganku"
"heoll apa semua itu benar benar terjadi? Mengapa mengerikan sekali"
"hahaha itulah dunia bisnis, semuanya karna uang, kekuasaan, sehingga cinta tidak begitu berarti untuk kasus seperti itu"
"lalu daddy terima saja dengan di jodohkan dengan tao eomma?"
"tentu saja tidak sayang, aku bahkan tidak mengenal nya, aku baru saja melihatnya pada saat itu juga, namun tao yang tau mengenai apa yang menimpaku, tao juga merasakan sendiri bagaimana rasanya di jodohkan karna persoalan ini akhirnya kami berdua membuat kesepakatan"
"kesepakatan?"
"iya kesepakatan, aku bersedia menikahi tao dengan syarat aku kembali ditugaskan ke korea, pada saat itu aku ingin mencari mu, dan tao ingin tinggal jauh dari orang tua nya, dan karna tao yang berbicara pada ayahku, akhirnya ayahku mengijinkan kami untuk pindah ke korea dan pada saat itu lah aku mulai mencari mu kemana mana, dan eomma mu ternyata benar benar pintar, aku tidak berpikiran jauh sampai kenapa ia pindah ke busan, tentu saja itu karna tempat tinggal nenek mu, dan juga kenapa ia mengganti marga mu menjadi byun, itu juga karna arra mengikuti marga eomma nya, hahh eomma mu benar benar pintar bukan? Kurasa ia melakukan semua itu agar ayahnya tidak bisa mencari keberadaan kalian berdua, dan sebelum kejadian itu terjadi aku benar benar tidak mengetahui kejadian yang menimpa eomma dan juga kau pada saat itu"
"ahhh jadi seperti itu? Heungg, mianhae daddy, aku tidak bisa menjaga eomma dengan baik, aku bahkan tidak bisa mengingat apapun tentang masa lalu ku, aku bahkan tidak mengenali mu saat di kantor polisi dan saat di rumah paman chanyeol, jeongmal mianhae"
Bibir baekhyun melengkung ke bawah, ia merasa tidak bisa berbuat apa apa sekarang, ia bahkan tidak bisa mengingat sedikit pun tentang apa yang terjadi pada masa itu, ia tidak bisa mengingat wajah eomma nya, tidak mengenali daddy nya, dan semua ini membuat baekhyun semakin sedih
"heyy tidak apa paa sayang, tidak usah cemberut seperti itu, aku mengerti keadaanmu, harusnya kau berterimakasih pada tuhan karna kau bisa selamat dari kecelakaan itu dan bisa bertemu dengan ku, arra pasti senang bisa melihat kita bersama"
"apa daddy merindukan eomma?"
Kris merapatkan mulutnya, haruskah ia menjawabnya? Kris bahkan merindukan arra setiap harinya selama hidupnya!
Kris kemudian mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah foto berukuran kecil di dalam nya
"jjaa, baekkie lihat lah ini.."
Baekhyun pun mendekatkan wajahnya menatap sebuah foto lama yang di pegang oleh daddy nya, baekhyun dapat melihat disana daddy nya yang tengah menempelkan keningnya bersama seorang wanita, kedua nya memejamkan mata dan tersenyum bahagia, dan ditengah keduanya terdapat seorang bayi yang sedang tersenyum senang
"ini adalah eomma, ini aku dan ini kau, bukankah kau menggemaskan sekali? Kkk ini saat kau berusia 13bulan"
Mata baekhyun membulat, apa benar yang ada di dalam foto itu adalah dirinya? Tangannya terulur untuk mengambil foto itu dan melihatnya dengan jelas
"woahh apa ini benar benar aku? Jinjjaa kenapa pipi ku bulat sekali? "
"hahaha, lucu bukan? Kini baekkie sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik"
Kris tersenyum dan mengelus rambut baekhyun lembut
"eomma juga cantik, daddy benar, eomma benar benar cantik sekali"
"dan kau tak kalah cantik dari eomma mu sayang"
"aku berharap eomma bisa melihat kita bersama sama lagi, aku ingin eomma ada disini.."
Seketika pergerakan tangan kris terhenti, ia menatap baekhyun yang masih memandang foto yang berada di tangannya, dengan lembut kris memeluk baekhyun dan kembali mengelus surai baekhyun pelan
"maafkan aku.. karna aku semuanya menjadi seperti ini, maaf aku tidak bisa menjaga kalian berdua, maafkan daddy baekkie.."
Baekhyun tidak menjawab, ia terdiam dan hatinya kembali bersedih
Eomma.. aku benar benar ingin bertemu dengan mu..
"apa.. daddy mencintai eomma?"
"aku mencintai nya.. sangat.."
Kris semakin mengeratkan pelukannya dan mendekap baekhyun di dada nya
"maafkan aku.. aku tahu, seharusnya aku tidak mengambil jalan ini, tidak seharusnya aku menerima perjodohan ini, maafkan aku.."
"hmm tidak apa apa daddy, lagipula dengan begitu daddy bisa kembali ke korea dan mencariku bukan? Daddy juga tidak boleh terus menerus seperti ini, daddy juga harus ingat bahwa sekarang sudah ada tao eomma, baekkie tau daddy sangat mencintai eomma, tapi bukankah tao eomma dan juga luhan eonni membutuhkan daddy? Lagipula sudah ada aku disini, baekkie juga yakin eomma aka senang jika daddy bisa hidup bahagia bersama tao eomma, karna eomma memberikan tao eomma agar bisa menjaga daddy.."
Kris terhanyut dalam ucapan baekhyun, bagaimana bisa baekhyun mengatakan ini? Kris memang masih mencintai arra, apakah itu berpengaruh pada rumah tangga nya? Jujur kris memang kurang memperhatikan hubungan nya bersama tao, ia hanya menjalani hari hari nya seperti biasa namun tanpa cinta, kris memang menyayangi tao dan juga luhan, tapi rasa sayang itu tidak lebih seperti sayang kris kepada seorang adik, apa mulai dari sekarang kris harus memperbaiki itu semua?
"kenapa kau mengatakan itu hm?"
Kris kini melepaskan pelukannya pada baekhyun dan menatap putri nya itu dengan serius
"hmm karna daddy terus menerus mengatakan daddy masih mencintai eomma, baekkie tau, tapi daddy juga harus ingat, eomma sudah tidak ada, dan daddy sudah mempunyai tao eomma disamping daddy, baekkie yakin eomma juga akan senang, daddy tidak usah memikirkan aku ataupun eomma, bukankah eomma selalu ada disini?"
Baekhyun mengulurkan tangannya dan meletakkan telapak tangannya pada dada bagian kiri kris, baekhyun tersenyum dan kris merasakan ketenangan saat melihatnya
"lihatlah, kau bahkan berperilaku seperti arra.."
Kris ikut tersenyum kemudian ia mengusak poni baekhyun gemas
"aku tahu, karna itu aku tidak akan membiarkan mu terlibat dalam perjodohan ini, aku tidak mau kau menikah karna perjodohan ini, aku tidak akan membiarkan putri ku menikah dengan seseorang yang tidak ia cintai, jadi biarkan luhan yang menggantikan mu, kau tidak usah memikirkan hal ini arrachi?"
Dan saat itu juga senyuman hilang di wajah cantik baekhyun
Apa yang barusaja di katakan daddy nya?
Apa ini saat nya baekhyun mengatakan bahwa sebenarnya ia sangat menginginkan perjodohan ini? Tapi kenapa baekhyun rasa ini bukan moment yang tepat bagi baekhyun untuk mengatkaannya?
"jjaaa.. kurasa ini sudah terlalu malam, bukankah kita menjadi lebih dekat dengan cara seperti hm? hahaha tidurlah sayang, bukankah besok kau masih sekolah? Selamat malam sayang, semoga kau mimpi indah"
Cup
Kris mengecup pucuk kepala baekhyun kemudian ia segera membalikan badannya hendak keluar dari kamar baekhyun
Bagaimana jika aku menginginkan perjodohan ini daddy?
Kris keluar dari kamar baekhyun dan menutup kembali pintu kamar nya, dan saat ia membalik badannya, ia terlonjak kaget membuat ia memundurkan kaki nya dan punggung nya menabrak pintu kamar baekhyun, ia kaget dan juga bingung saat melihat sosok pria yang tengah berdiri tepat di hadapannya
"astaga.. chanyeol?"
-I dont know-
Sudah seminggu semenjak kepindahan baekhyun ke rumah ini dan baekhyun mulai terbiasa dengan keadaan rumah barunya, semua nya berjalan lancar, tao eomma yang ternyata adalah sosok yang menyenangkan dan juga sangat mempedulikan baekhyun, luhan yang ternyata adalah sosok yang diluar perkiraan baekhyun, baekhyun kira awalnya luhan adalah orang sopan yang tidak menyenangkan, namun lama kelamaan baekhyun menyadari bahwa luhan adalah orang yang terbuka dan orang yang menyenangkan saat diajak bercanda
Sudah seminggu ini juga baekhyun belum bertemu dengan chanyeol, ngomong ngomong tentang cahnyeol, baekhyun belum sempat berpamitan padanya saat ia pindah kemari, baekhyun juga belum memberi tahu chanyeol bahwa kris adalah ayahnya, namun mungkin dio sudah memberitahu semuanya, tapi baekhyun belum lagi bertemu dengan chanyeol hingga sekarang, bukankah chanyeol mengetahui rumah ayah nya? Lalu kenapa chanyeol tidak datang berkunjung kemari? Apa karna disini ada luhan? Tapi bukankah chanyeol memang sudah tau jika ia di jodohkan dengan luhan? Lalu kenapa baekhyun tidak pernah melihat chanyeol kemari? Biasanya chanyeol akan sering mengunjungi nya saat ia masih tinggal bersama dio, tapi kenapa saat baekhyun pindah kemari chanyeol menjadi tidak pernah mengunjungi nya?
"baekkie bisakah kau memanggilkan luhan agar segera masuk rumah? Makan malam sudah siap, kita makan bersama"
"arraseo mom, memangnya luhan eonni dimana?"
"dia ada diluar sayang, kurasa dia sedang menemui seseorang, suruh dia masuk rumah sayang, kita makan malam dulu"
"siapp boss"
Baekhyun akhir nya segera beranjak dari sofa dan meninggalkan televisi yang sedang ditonton nya saat dirinya disuruh oleh mommy nya untuk memanggil luhan yang sedang berada di luar rumah, lagipula siapa yang ditemui luhan malam malam begini? Dan kenapa pula luhan tidak mengajaknya masuk kedalam rumah?
Baekhyun segera membuka pintu depan rumah hendak memanggil luhan saat ia bisa melihat punggung luhan dibalik pintu rumah nya
Tapi tunggu
Luhan sedang bersama siapa?
"luhan eonni.. mommy bilang segera masuk, kita ma..."
DEG
Chanyeol?
DEG
DEG
DEG
Bukankah itu chanyeol?
DEG
Baekhyun tidak salah lihat bukan?
DEG
DEG
Chanyeol.. memeluk luhan?
Baekhyun menggigit bibir bawahnya, dua orang yang sedang berpelukan itu..
Itu..
Chanyeol dan juga luhan
Baekhyun menggigit bibir bawahnya dan menggenggam erat knop pintu, baekhyun yakin dengan apa yang ia lihat sekarang, chanyeol yang kini tengah memeluk luhan, dan juga luhan yang membalas pelukan chanyeol dengan mengusap pelan punggung chanyeol
Baekhyun menundukan kepalanya
Ia merasa pusing
Matanya memanas
Bibirnya bergetar
Tidak..
Ia tidak boleh menangis..
Baekhyun melipat kedua bibirnya dan segera menengadahkan kepalanya keatas, berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh, jantungnya berdenyut sakit dan ia bisa merasakan pandangan nya mulai tertutupi oleh genangan air, dengan cepat baekhyun mengusap matanya dengan lengannya, ia segera kembali kedalam dan segera mengambil duduk di meja makan
"sayang.. mana luhan?"
"h.. heung? A ahh luhan akan kemari sebentar lagi, kurasa luhan eonni sedang membicarakan hal serius di luar"
Dengan susah payah baekhyun berusaha menyembunyikan suara nya yang bergetar dan juga memaksakan sebuah senyuman terukir di wajahnya
Membicarakan hal serius..
Ya.. mungkin chanyeol dan juga luhan memang sedang membicarakan hal yang serius di luar sana, bukankah itu wajar? Dan baekhyun tidak perlu mengetahui nya bukan?
"woahh apa makan malam nya sudah siap?"
Dengan cepat baekhyun memalingkan pandangannya saat ia melihat luhan yang kini sudah berada di dalam rumah dan mengambil tempat duduk tepat disamping baekhyun, luhan sudah kembali kedalam rumah, ahh apa mungkin chanyeol sudah pulang?
"tentu saja sayang, kita semua akan makan malam bersama, jjaaa ayo kita makan dulu"
"kelihatannya enak sekaliii"
Baekhyun kini memperhatikan wajah luhan yang berada di sebelahnya, kenapa luhan terlihat begitu bahagia sekali?
Ahh apa karna tadi ia sudah bertemu dengan chanyeol?
Baekhyun kembali menundukan kepalanya saat ia mengingat apa yang ia lihat beberapa saat yang lalu, tentu saja, kenapa ia bodoh sekali?
"baek kau tidak makan eoh? kenapa diam saja? Kau tidak apa apa?"
Luhan yang merasa baekhyun yang terus terdiam dan tidak berbicara terlihat sedikit aneh, tidak biasanya baekhyun akan terdiam dan tidak berbicara, ditambah lagi kenapa baekhyun seperti murung? Apa baekhyun sakit?
"h hn? A ahh nee, tentu saja, a.. aku akan makan, woahh kurasa semua ini enak, haruskah aku menghabiskan ini semua? Hahaha"
Baekhyun tertawa canggung setelahnya, bahkan itu semua hanya membuat hatinya semakin perih
Dan saat makan malam selesai, baekhyun hanya segera melangkahkan kaki nya menuju kamar nya dan beralasan ia harus menghapal karna besok ia ada test hapalan, namun sesampainya ia dikamar, baekhyun hanya mengunci kamar nya dan ia menengkurapkan badannya di atas kasur nya
"bodoh, hikss.."
"kenapa aku bodoh sekali hkkk"
"bukankah semuanya sudah jelas? Mereka akan menikah hkk harus nya aku mengerti itu semua hkk"
Baekhyun kini menenggelamkan wajahnya pada bantalnya, ia benar benar tidak percaya dengan semua in, kenapa ia bodoh sekali? Kenapa ia berharap terlalu banyak?
"apa ini alasan aku tidak pernah melihatmu mengunjungi rumah ini? Apa karna ada aku disini? Kau merasa tidak enak padaku eoh? hikss"
Air mata baekhyun kini semakin banyak berdesakan keluar dari mata indahnya, kenapa ini semua tidak pernah terpikirkan oleh nya? Harusnya baekhyun bisa mengetahui ini semua dari awal, tentu saja baekhyun belum pernah melihat chanyeol pergi kencan dengan luhan karna chanyeol memang selalu mengunjungi luhan kerumahnya, sama halnya seperti yang sering chanyeol lakukan saat ia masih tinggal bersama dio
"bodoh.. bodoh hikss"
Jadi semua itu benar? Jadi selama ini chanyeol memang tidak pernah menganggap baekhyun seperti yang baekhyun harapkan darinya? Apa semuanya murni chanyeol hanya menganggapnya sebagai sepupunya dan tidak lebih?
"kasihan sekali, hkk, hkk kau sungguh bodoh byun baekhyun"
Baekhyun bahkan masih bisa mengingat bagaimana raut wajah luhan saat dimeja makan tadi, bukankah luhan terlihat sangat bahagia? Lalu apa yang baekhyun harapkan? Hah jadi begini rasanya jika kau terlalu banyak berharap? Baekhyun baru menyadari nya, kenapa rasanya sakit sekali?
Baekhyun menyampingkan kepalanya, membuatnya dapat melihat meja belajarnya dan disana tertempel selembaran kertas berwarna merah muda,
"kau benar.."
"semuanya sudah berakhir.."
Eomma.. kenapa ini sakit sakali?
May, 6 07:00 AM
Satu bulan berlalu, kini baekhyun semakin terbiasa tinggal di rumah ini, baekhyun juga sering berkunjung kerumah dio untuk melihat keadaan eomma nya atau untuk bermain bersama dio, dan akhir akhir ini juga eomma dio terkadang datang berkunjung kerumah nya karna ia merindukan baekhyun
Sejak insiden saat itu, dimana baekhyun melihat chanyeol yang memeluk luhan, baekhyun menjadi sadar, mungkin mereka memang saling mencintai dan baekhyun tidak berhak untukmenghancurkan kebahagiaan mereka, lagipula baekhyun tahu pernikahan mereka akan segera dilaksanakan mengingat chanyeol yang telah menyelesaikan sidang nya, chanyeol hanya tinggal menunggu tanggal wisudanya, dan juga luhan yang telah menyelesaikan ujian negaranya beberapa minggu yang lalu, jadi bukan kah sebentar lagi akan ada kabar gembira? Baekhyun bisa dengan mudah menebaknya karna malam ini tengah ada paman suho, bibi lay dan juga eomma dio yang berada di rumah nya, untuk apa lagi? Bukankah mereka sedang merencanakan pesta pernikahan chanyeol dan juga luhan?
Baekhyun juga menebak dio dan juga chanyeol mungkin sedang dalam perjalanan kemari, namun sayang, baekhyun meraskan hati nya sakit hanya untuk mendengarkan perencanaan mereka semua, jadi baekhyun memilih untuk berdiam diri di taman belakang rumahnya, di sebuah kursi kayu yang berhadapan langsung dnegan kolam ikan kecil.
Sejak insiden itu baekhyun benar benar tidak bertemu dengan chanyeol, itu karna baekhyun yang selalu berada di kamar saat chanyeol mengunjungi rumah nya. Ya chanyeol memang sering mengunjungi rumah nya beberapa minggu ini, namun baekhyun sendiri tahu siapa yang ingin chanyeol temui disini, jadi baekhyun hanya tidak ingin membuat hatinya semakin sakit, jadi ia memilih berdiam diri di kamar saat tahu chanyeol datang ke rumah nya.
Mengenai sehun, baekhyun tidak memberitahukan tentang apa yang sudah ia lihat sebelumnya, karna baekhyun yakin biarkan luhan sendiri yang memberithau nya kelak, baekhyun hanya tidak ingin mengganggu hubungan orang, jadi lebih baik ia berdiam diri seperti ini bukan?
"woahh aku tidak menyangka ternyata rumah ini luas juga ya?"
Baekhyun segera membulatkan matanya saat indera pendengerannya mendengar suara yang sangat tidak asing bagi dirinya
Bukankah suara itu..
"kupikir kau ini hantu, kenapa kau duduk sendirian disini baek?"
DEG
DEG
DEG
Jantung baekhyun berdegup kencang saat ia menolehkan kepalanya kesamping ia bisa melihat sosok yang sangat familiar baginya,
Orang ini
Chanyeol..
"kau tidak bergabung bersama dengan yang lain di dalam baek?"
Baekhyun bungkam, ia tidak tahu harus berkata apa, ini pertama kali baginya kembali melihat chanyeol setelah satu bulan lebih lamanya ia menghindari chanyeol, apa yang harus baekhyun lakukan?
"uhh itu.. di dalam panas sekali, makanya aku mencari udara segar disini"
"kau benar, di dalam juga terlalu berisik, kurasa akan lebih baik jika aku disini"
Jantung baekhyun kembali berdegup kencang, baekhyun bahkan tidak berani jka harus menatap chanyeol, ia terlalu takut.. ia takut kembali jatuh pada orang ini
"kenapa sangat sulit sekali untuk menemui mu akhir akhir ini baek? Kau kemana saja?"
Chanyeol kini terus menatap baekhyun yang sepertinya enggan untuk menolehkan kepalanya dan berbalik menatapnya, sudah sebulan lebih chanyeol tidak menemui baekhyun, bahkan setiap chanyeol datang kemari, ia tidak pernah bertemu baekhyun, apa baekhyun sedang menghindari nya?
"hmm aku sibuk dengan sekolah ku akhir akhir ini"
Chanyeol dapat melihat baekhyun yang kini malah menundukan kepalanya, heyy kenapa baekhyun menjadi seperti ini? Obrolan macam apa ini? Kenapa suram sekali?
"benarkah? Ngomong ngomong aku sudah menyelesaikan sidangku"
Chanyeol berusaha membuat keadaan menjadi lebih berwarna, biasanya baekhyun akan antusias jika ia mendengar kabar mengenai dirinya, dan mungkin obrolan suram ini akan segera berakhir
"aku tahu, kudengar sidangmu berjalan lancar, daddy sudah memberitahukannya padaku"
Mwoya?
Apa apaan ini?
Heyy apa yang sebenarnya terjadi pada baekhyun? Kenapa baekhyun menjadi seperti ini? Apa chanyeol melewatkan sesuatu selama ini?
"hmm begitulah ahh kenapa sangat membosankan sekali disini"
Chanyeol menyenderkan punggung nya pada sandaran kursi di belakangnya sedangkan baekhyun hanya menatap kolam ikan dengan diam dan tidak bersuara
Apakah memang terjadi sesuatu pada baekhyun?
"hh ekhmm, kau ingin menyanyi? Bernyanyilah untuk ku baek"
Chanyeol sungguh tidak tahan dengan keadaan canggung dan juga ganjal seperti ini, karna itu ia mengambil sebuah gitar yang memang sebelum nya dibawa oleh nya dan diletakkan di sebelah kursi yang sedang diduduki oleh mereka
"menyanyi?"
Baekhyun akhirnya menolehkan kepalanya dan menatap chanyeol yang sudah siap dengan gitar yang bertumpu pada pahanya
Dan saat itu pula kedua manik mereka bertemu
Diam..
Kedua nya terdiam untuk sesaat, seperti masuk dalam pandangan itu, baik chanyeol maupun baekhyun keduanya hanyut dalam pandangan masing masing,
Dapat baekhyun lihat dengan jelas sorot mata itu, sorot mata yang menggambarkan sebuah kerinduan yang sangat besar, yang sama seperti dirinya
Ia merindukan chanyeol..
Tapi tidak seharusnya seperti ini bukan?
Dan baekhyun lah yang pertama kali memalingkan wajahnya membuat kontak mata itu terputus dari pihaknya
"ekhmm kurasa lebih baik kau saja yang menyanyi"
Baekhyun kembali memilih memandangi kolam ikan dibanding chanyeol
"baiklah, lagipula aku mempunyai sebuah lagu untuk mu baek"
Dan beberapa detik kemudian baekhyun dapat mendengar petikan senar yang di hasilkan oleh gitar chanyeol
What would i do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out
Got my head spinning, no kidding, i cant pin you down
Whats going on in that beautiful mind
Im on your magical mystery ride
And im so dizzy, dont know what hit me, but i'll be alright
My heads under water, but im breathing fine
Youre crazy and im out of my mind
Baekhyun terdiam mendengarkan chanyeol yang bernyanyi untuknya, hatinya merasa hangat, kenapa baekhyun selalu merasa hangat saat ia bersama dengan chanyeol? Kenapa baekhyun tidak bisa menghindari chanyeol?
Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imprefections
Give your all to me
Ill give my all to you
Your my end and my beginning
Even when im lose im winning
Cause i give you all, all of me
And you give me all, all of you
Dan baekhyun tidak bisa menahannya lagi, ia memalingkan kepalanya dan menatap chanyeol yang sedang memainkan gitarnya,, bukankah ini manis sekali? Kenapa chanyeol melkaukan hal ini padanya
How many times do i have to tell you
Even when youre crying youre beautiful too
The world is beating you down, im around through every move
Youre my downfall, your my muse
My worst distraction, my rythm and blues
I cant stop singing, its ringing, i my head for you
My heads under water, but im breathing fine
Youre crazy and im out of my mind
Cause all of me
"Cause all of me"
Loves all of you
"Loves all of you"
Love your curves and all your edges
"Love your curves and all your edges"
All your perfect imprefections
"All your perfect imprefections"
Give your all to me
"Give your all to me"
Ill give my all to you
"Ill give my all to you"
Your my end and my beginning
"Your my end and my beginning"
Even when im lose im winning
"Even when im lose im winning"
Cause i give you all, all of me
"Cause i give you all, all of me"
And you give me all, all of you
"And you give me all, all of you"
Selamanya baekhyun mungkin memang tidak bisa jika harus menghindari dan mengacuhkan chanyeol, karna itu baekhyun ikut menyanyikan lagu kesukaannya dan baekhyun dapat melihat chanyeol memejamkan matanya dan tersenyum seraya menyanyikan lagu itu bersama sama, dan baekhyun dapat merasakan kembali jantungnya yang tiba tiba berdebar kencang
Cards on the table, were both showing hearts
Risking it all, though its hard
Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imprefections
Give your all to me
Ill give my all to you
Your my end and my beginning
Even when im lose im winning
Cause i give you all, all of me
And you give me all, all of you
I give you all, all of me
And you give me all, all of you
Dan tepat setelahnya baekhyun sudah tidak mendengar lagi petikan senar dari gitar chanyeol, hatinya menghangat, baekhyun menatap chanyeol di hadapannya dan tersenyum lembut, chanyeol rasa suasana hati baekhyun telah kembali membaik sekarang
"selamat ulang tahun baek"
Chanyeol merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak hitam berukuran kecil
Baekhyun membulatkan matanya, ia bahkan tidak ingat jika hari ini adalah ulangtahun nya
"hari ini ulangtahun ku?"
Baekhyun menunjuk dirinya dengan tampang polosnya, membuat chanyeol gemas saat melihatnya
"aigooo apa uri baekhyun tumbuh menjadi semakin tua? Kau bahkan melupakan ulang tahunmu, sesibuk itukah kau mengurus sekolah mu?"
Baekhyun mempoutkan bibirnya dan memukul pundak chanyeol pelan"
"ishhh aku hanya melupakannya, bukan berarti aku bertambah tua kan?"
"hahaaha terserah kau saja baek"
Chanyeol kemudian membuka kotak itu dan baekhyun dapat melihat di dalam nya terdapat sebuah cincin
Cincin yang sangat indah dengan plat berwarna hitam dan diatas cincin itu di kelilingi berlian kecil di sekeliling nya (bayangin cincin kapel chanbaek:v)
"woahhh indah sekali*-*"
Baekhyun membuka mulutnya saat chanyeol mengambil cincin itu dan segera memasangkannya di jari manis baekhyun
"kau suka baek?"
"eungg, ini sangat indah chanyeol, bagaimana kau bisa membeli cincin seperti ini?"
Mata baekhyun berbinar saat ia memperhatikan jari manis nya yang kini dihiasi oleh sebuah cincin yang sangat indah, terlihat kontras dan cocok sekali dengan jemari nya yang putih dan juga lentik
Dan saat chanyeol meraih kedua lengan baekhyun dan menggenggam nya, baekhyun menyadari chanyeol yang sedang berjongkok dihadapannya
Heyy sejak kapan chanyeol berjongkok di hadapannya?
Chanyeol menekukkan sebelah kaki kanan nya, membuat lutut kanan nya menyentuh tanah dan sebelah kaki kirinya yang ia tekuk dengan posisi berjongkok seperti ini chanyeol menggenggam kedua tangan baekhyun yang tengah duduk di sebuah kursi taman
"ch.. chanyeol.. apa yang kau lakukan?"
Baekhyun dapat melihat chanyeol yang tengah mentapnya dengan serius dan baekhyun tidak tau dengan apa yang akan chanyeol lakukan
Apa akan ada kejutan ulang tahun baginya?
"baek.."
Tunggu, baekhyun dapat merasakan jantungnya yang tiba tiba berdegup kencang entah karena apa, baekhyun juga merasa dirinya menjadi gugup, ada apa sebenarnya ini?
"wu baekhyun.."
Chanyeol tersenyum dan itu malah membuat hati baekhyun semakin berdegup tak beraturan
"n.. ne?"
Dan jantung baekhyun kembali berdebar dua kali lipat sekarang, kenapa baekhyun merasa was was? Apa yang akan dilakukan chanyeol? Kenapa ia merasa pipi nya memanas?
"wu baekhyun.. menikahlah denganku"
DEG
Apa telinganya mengalami gangguan? Apa yang chanyeol katakan barusan? Menikah? Baekhyun salah dengar kan?
"m.. mwo?"
Baekhyun mengedip ngedipkan matanya tidak yakin dengan apa yang di dengar oleh nya barusan
"menikahlah dengan ku baek"
Dan pada saat itu juga pupil mata baekhyun membesar, ia menarik sebelah tangannya dan menutup bibirnya tidak percaya
Apa ini nyata?
Baekhyn tidak sedang melamun ataupun bermimpi kan?
Baekhyun benar benar tidak bisa berkata apa apa sekarang, bibirnya terus melengkungkan sebuah senyuman dan pipinya memanas, jantung nya berdetak lebih kencang dari sebelum nya
Ya Tuhan..
Ya Tuhan
Apa ini nyata?
"jadi bagaimana baek? Lagipula kau sudah memakai cincin nya, jadi kau tidak bisa menolakku"
Chanyeol kini berdiri dari posisi nya yang sebelum nya, ia tau baegaimana perasaan baekhyun sekarang karna ia juga sama gugup nya dengan baekhyun, namun chanyeol juga membutuhkan sebuah jawaban sekarang
"jadi apa jawaban mu baek?"
Chanyeol meraih pinggang baekhyun dan menariknya perlahan, membuat dirinya dekat dengan baekhyun
"chanyeol.. aku.. akuu.."
Baekhyun malah terbata dalam ucapannya, darah nya seperti berdesir dengan kerasnya, dan baekhyun tidak bisa mengontrol detak jantung nya yang terus berdetak tak karuan
"kau hanya perlu mengatakan iya baek"
Chanyeol kini menundukan kepalanya, ia segera mendekatkan wajah nya pada wajah baekhyun, membuat baekhyun secara refleks meremas lengan baju chanyeol
"cha.. chan.. chanyeol"
"apa jawaban mu baek?"
Dan kini chanyeol menempelkan hidung nya pada hidung baekhyun, membuat baekhyun dapat dengan jelas merasakan hembusan nafas chanyeol yang hangat menerpa bibir nya
Baekhyun tidak bisa menerima semua ini, jadi ia memilih untuk memejamkan matanya erat dan mengucapkan sebuah kata sebelum dirinya jatuh pingsan karena lemas
"i.. iya"
Dan setelahnya baekhyun merasakan sesuatu yang lembut dan juga hangat menerpa bibir nya
Apa itu bibir chanyeol?
Chanyeol akhirnya mencium baekhyun, mencium bibir yang selama ini diinginkan oleh nya, bibir tipis baekhyun yang selalu terasa manis oleh chanyeol
Dengan amatir baekhyun menggerakan bibirnya dan mendapat sapuan lidah chanyeol di bibirnya
Lutut nya lemas dan baekhyun rasa ia tidak bisa berdiri sekarang, tidak jika chanyeol tidak segera menekan punggung nya dan menaikan pinggul nya agar baekhyun berjinjit dari berdirinya, memperdalam ciuman yang belum pernah baekhyun dapatkan sebelum nya
"eumhhh chanyeolhh"
Satu hisapan di bibir bawah nya membuat kepala baekhyun terasa seperti berkunang kunang dan baekhyun sungguh menikmatinya, dan tanpa di suruh baekhyun mengalungkan kedua tangannya pada leher chanyeol, memiringkan kepalanya ke kanan, dan menerima kembali hisapan hisapan dari chanyeol pada bibirnya
"yakkk! Apa kami harus terus melihat kalian bercumbu eoh?"
"kapan kalian akan menghentikan itu semua?"
"AHHH TIDAKK! BAEKKIE KU! AKU TIDAK BISA MELIHATNYA LEBIH LAMA LAGI"
Dan saat baekhyun membuka matanya semua kesadarannya kembali pada dirinya dan dengan cepat baekhyun melepaskan tautan itu dan segera menutup bibirnya kemudian ia membalikkan badannya dan betapa malunya ia saat melihat disana tengah berkumpul semua keluarga nya, daddy nya, mommy nya, paman suho, eomma dio, bibi lay, dio, dan ohh kai juga ada disana, dan helll apa yang baekhyun lihat? Ia melihat sehun yang terkekeh menertwainya dan tangannya dengan bebas merangkul pundak luhan
"I IGE.. IGE MWOYAAAAA?/.\"
Baekhyun segera menutup wajahnya dan berjalan mundur bersembunyi di punggung chanyeol
"HAHAHAHAHA HAPPY BRITHDAYY!"
Teett teet teetttt
Splashhh
Tuinggg
Duarrrr
Dan setelahnya terdengar suara terompet dan juga sebuah kembang api yang menyala indah di langit
"hahaha selamat ulang tahun sayang"
Chanyeol kini menarik lengan baekhyun, membuatnya berdiri disampingnya dan merangkul pundaknya, sementara baekhyun mengenggelamkan kepalanya pada dada chanyeol, oh ayolahh ia malu setengah mati!
"YAAKK KALIAN APA APAAN EOH? KALIAN MELIHAT SEMUA NYA? SEJAK KAPAN KALIAN ADA DISINIIII /"
Baekhyun bertanya sambil tetap menyembunyikan wajahnya yang merah padam pada dada chanyeol
"hahaahaha kau kira enak di kerjai saat ulang tahun eoh? bukankah sekarang kita impas?"
Baekhyun kini memberanikan diri untuk memunculkan mukanya dan baekhyun dapat melihat dengan jelas semua nya terkekeh menertawainya
"yakk kau menyimpan dendam padaku dio? Kenapa kau tega melakukan ini padaku eo?"
"hahahahaha, mukamu merah sekali baek, kau tidak kepanasan?"
"DIAMMMMM! /.\"
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA"
Dan malam itu pun di lewati dengan penuh kegembiraan, barbeque party dilaksanakan di halaman belakang, merayakan ulangtahun baekhyun dan pesta selamat karna baekhyun telah dilamar, semuanya berpesta, makan bersama, membuat hotdog, steak, dan juga beberapa soju, dan malam itu tidak akan baekhyun lupakan selama masa hidupnya
Flashback..
Kris keluar dari kamar baekhyun dan menutup kembali pintu kamar nya, dan saat ia membalik badannya, ia terlonjak kaget membuat ia memundurkan kaki nya dan punggung nya menabrak pintu kamar baekhyun, ia kaget dan juga bingung saat melihat sosok pria yang tengah berdiri tepat di hadapannya
"astaga.. chanyeol?"
"chanyeol apa yang kau lakukan disini?"
Kris menatap chanyeol dengan heran, tidak biasa nya chanyeol datang kemari, bahkan mungkin tidak pernah chanyeol datang kemari, namun kenapa saat ini chanyeol tiba tiba datang ke rumah nya pada malam hari?
"ada yang ingin aku bicarakan dengan mu paman"
"ahh benarkah? Apa itu? Kurasa kita harus membicarakannya di ruang kerjaku"
Dan saat ini chanyeol dan juga kris tengah duduk di sebuah sofa di ruang kerja kris
"jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan ku chanyeol?"
"aku sudah mendengar semuanya"
Kris mengerutkan halis nya tidak mengerti
"aku mencintai baekhyun"
Mata kris membulat seketika
"a apa kau bilang?"
"aku mencintai baekhyun, wu baekhyun, putri mu, aku mencintai nya, bukan luhan"
"wahhh kau pintar sekali membuat lelucon chanyeol"
"aku serius paman, aku sudah mendengar semuanya, dari ayah, dan juga percakapan mu tadi bersama baekhyun, aku tidak sengaja mendengarnya karna pintu kamar nya terbuka"
"aku tidak akan membiarkan baekkie ku terlibat dalam perjodohan ini"
"tapi aku mencintai nya paman, bukankah baekhyun adalah anak mu? Jadi bukankah yang seharusnya menjalani perjodohan ini adalah baekhyun?"
"tapi aku tidak akan membiarkan baekkie ku menikah dengan orang yang tidak dicintai nya"
"tapi baekhyun mencintai ku"
"darimana kau tau itu?"
"karna aku sudah tinggal lama bersamanya"
"lalu kau pikir aku akan percaya?"
"kau ingin aku membuktikannya?"
"tidak usah"
"aku akan melamar baekhyun"
Kris terdiam untuk sesaat, ia menatap lelaki yang kini duduk di hadapannya dengan serius, kris dapat melihat sorot mata nya yang mengatakan bahwa ia serius dengan kata katanya
"jika baekhyun mengatakan iya, aku akan mengijinkan mu"
Dan sebuah senyum kelegaan terukir di wajah chanyeol
"tentu saja paman, akan ku tunjukan padamu, aku memang bersungguh sungguh pada baekhyun"
"jika kau berani melukai baekkie aku, aku tidak akan segan segan padamu, meski kau anak suho sekalipun"
"tidak akan, kau bisa mengawasiku"
"kapan kau akan melamar baekkie ku?"
"saat ulang tahunnya"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC/END?
WOEEEEEEE HAI HAIIII:V
Ahhh capeknyaaa:") aduhh lama ya man teman? Biku sibuk banget nih semester ini:") maaf ya lama, mian mian mian /dance ikon-apology/:v
Ahh gimana tuhh? Memuaskan tidak? Aduhh maaf ya kalo gaje:") biku soalnya cuman punya waktu bentar buat ngetik itu pun pasti malem, soalnya biku pulang nya magrib terus sekarang:") itu mau end sampe disana atau mau ada satu lagi terakhir? Rencana nya kan satu chap lagi ya terakhirnya? Nahh palingan di chap itu bahas nikahan nya chanbaek sama nasib otp lain yang gantung:v tapinya kalo mau satu chap lagi lama nunggu nya soalnya biku nya sibuk, gapapa?:") tapi kalo mau ampe situ juga gapapa sih soalnya kan ga gantung ini kan ya?:V tapi itu semua gimana kalian deh yang baca
Anyway disana udah biku jelasin semua yaaa, dan biku sengaja itu chanyeol di bikin ketemu kris, karna selama ini kan menurut biku Cuma baekhyun doang yang merjuangin cinta mereka/? Nah sekarang gilirannya chanyeol yang berjuang nya, dan tadaaaa, baek udah dilamar chanyeol
Maafya kalo ga sosweet dan malah geje, udah lama jelek lagi huhuhu:((
Oiyaaa biku H-2 dongssss disini ada yang liat TEL ga? Ayok meetup kalo sempet:3 sekalian aja kan kali aja jadi ada temen buat nonton soalnya temen biku beda section nonton nya sama biku u,u biku liat di yellow a, ada yang sama? Ayok barengan:v wkwkwkw gak dengg, tapi kalo emang mau bareng juga ayokk atau mau meetup juga /gaada yang mau:v
Hmm:v pm aja deh yaa yang mauu, tar biku kasih id line:3
Okeedee segitu dulu, sekali lagi maaf yaa lama:(( maaf kalo kurang memuaskan juga TT kalian pilih tuhh mau end atau tbc, kalo tebc masih ada satu chap lagi, komen di review aja neehh:*
Akhir kata thanksss dont forgt to reviewww:* and sorry for typos'3')/
Balesan review:*
Light-B
Asekk asekkk dilamar juga wwkww, hmm reaksi luhan sam tao mah damai damai aja tuh:3 wkwwk ini udah dilanjut, maafin lama yaa TT review lagi yaaa:*
Pss: udah biku bilangin katanya tungguin aja baek nya mau datang kerumah bawa golok/?:v
L S622
Aww makasihhhh udah apdet nihh, maaf lama yahh TT review lagi yaaa:*
ChanHunBaek
YEEEE CHANBAEK BERSATUUUUU:vv wkwwwk udah biku lanjut tuhh, tapi bororaah fast apdet:v maaf ya lamaa TT chanbaek moment nya juga cuman dikit disini:") review lagi yaa:*
Baekkiechuu
Aduhh ternyata ada juga yang nangis karna ff biku:") hmm iya nihh mereka udah tau satu sama lain/?:v hmm mian yaa disini gaada adegan otp lain, biku juga ini hamdallah bisa lanjutin ff ini lagi:") jeongmal mianhae TT update bakal ko, cuman ya ituu, palingan lamaa TT anw review lagi yaaa:*
Chansin08
Asik asikkk:vv hmm mereka nikah atau gagal nikah yaa:v huehehe aduhh makasihh ya udah di pantengin ff nya setia review lagi biku terhura:") wkwkw:3 tar enaena nya yg plusplus mah/no:v review lagi nee:*
Baeks06
Udah next nih deq:v ga vakal ada konflik koo udah kelar niehh:v maaf laa yaaTT review lagi nee:*
Septianaditya1997
Di chap ini mereka gaada tuhh wkwkw, keluarga tao nerima ko, biar gabanyak masalah sih sebenernya tar oanjang lagi dong kalo tao ganerima:" udah di next niihh, maaf lama TT review lagi yaa:*
Yousee
Sekarang bahagia ga/?:v udah di lanjut nih, maaf lama TT review lagi yaa:*
Phatom.d'espirit
Udah next nih ayy, maaf lama TT review lagi yaa:*
