I dont know

Summary:

Apakah aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan jika aku mencobanya sampai mati?

Maafkan aku daddy aku tidak mengenalimu, dan maafkan aku eomma aku bahkan tidak bisa mengingat wajahmu

Tapi ini sungguh menyiksaku, apa tidak ada jalan lain? Aku mencintainya eomma, sangat..

Aku mencintaimu..

Park Chanyeol.

Rated: T+

Cast:

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

And all member EXO

Disclaimer :

Ini hanya sebuah fanfic yang diciptakan dari imajinasi author, selebihnya exo tetaplah exo/? Mereka makhluk tuhan yang ditipkan kepada orang tuanya masing masing, fanfic ini murni hasil karya dan imajinasi saya, jadi jika da kesamaan cerita itu mungkin ketidaksengajaan atau mungkin itu jodoh/?

SOO DONT COPAS, DONT READ IF YOU DONT LIKE IT ^^

EXO GS

Genre: family, drama, complicated, romance inside

Check this out

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"jika kau berani melukai baekkie aku, aku tidak akan segan segan padamu, meski kau anak suho sekalipun"

"tidak akan, kau bisa mengawasiku"

"kapan kau akan melamar baekkie ku?"

"saat ulang tahunnya"

.

ATTENTION! THIS IS THE LAST CHAPTER OF I DONT KNOW

PS: SETELAH SELESAI MEMBACA CHAPTER INI, MOHON BACA DULU NOTE YANG SAYA BUAT DI AKHIR CERITA KARENA ADA SESUATU YANG PENTING YANG INGIN SAYA TAWARKAN PADA KALIAN SEMUA

PSS: POKONYA BACA DULU NOTE DARI AUTHOR YAA^^

.

.

THE LAST CHAPTER, START!

Kris kini duduk di sebuah meja taman tempat mereka merayakan pesta ulangtahun baekhyun, suho dan boyoo –adiknya juga duduk bersama disana, taklupa baekhyun dan juga chanyeol duduk berdampingan dan berhadapan dengan kedua orang tua mereka masing masing, sedangkan yang lainnya masih sibuk dengan panggangan mereka yaitu beberapa sosis dan juga daging

"jadi ceritakan padaku, baekkie kenapa kau menerima lamaran chanyeol?"

Kris kini memulai pembicaraan, bagaimana pun hal ini harus segera di konfirmasi secepat mungkin, kris dapat melihat baekhyun yang menggigit bibirnya dan juga kris dapat melihat rona merah di pipi baekhyun, ahh kenapa baekhyun terlihat menggemaskan sekali?

"uhm.. itu.. aku.."

Baekhyun benar benar malu sekarang, entahlah ia sepertinya tidak bisa berpikir jernih, pikiranya selalu melayang entah kemana jika ia ingat kejadian beberapa saat yang lalu, ia akan menikah? Menikah dengan cahnyeol?

Dan setiap kali baekhyun teringat akan hal itu, pipi nya selalu menghangat dan jantungnya berdebar kencang. Chanyeol yang melihatnya hanya bisa mengulum senyumannya, ia juga tidak percaya jika ia sudah melamar baekhyun tadi, jujur chanyeol gugup sekali dan ia sempat merasa tidak percaya diri saat akan melamar baekhyun, tapi ia tidak ingin semuanya menjadi terlambat dan berakhir dengan penyesalan, ia juga tidak ingin terus menahan perasaan nya pada baekhyun, dan karna itulah chanyeol memberanikan dirinya setelah dua minggu sebelumnya chanyeol berlatih di kamar nya bagaimana ia akan melamar baekhyun saat ulangtahunnya

Dan..

Disinilah ia sekarang, duduk berdampingan dengan baekhyun, duduk berhadapan dengan orang tua baekhyun –calon mertua nya dan saat ini mungkin mereka akan ditanyai tentang keseriusan mereka mengenai pernikahan ini

Ahh jadi seperti ini rasanya? Jantung nya terus berdebar kencang dan ia tidak dapat menyembunyikan senyumannya saat ia melihat baekhyun yang berada di sampingnya dengan rona merah di pipi nya

Bisakah chanyeol menikahi baekhyun sekarang juga?

"akuu.. aku, itu.. aku.."

Baekhyun masih tetap mengucapkan kalimatnya dengan terbata bata, mungkin baekhyun malu jika harus mengatakan yang sebenarnya, dan itu malah membuat chanyeol semakin gemas pada baekhyun

"sudah kubilang baekhyun mencintaiku paman.."

Chanyeol akhirnya membuka mulutnya karna ia yakin baekhyun kehabisan kata kata nya sekarang, dan itu membuat baekhyun menolehkan kepalanya dan mereka pun saling bertatapan

"benar begitu kan baek?"

Chanyeol tersenyum, menampilkan senyum yang begitu tampan di hadapan baekhyun, dan itu malah membuat jantung baekhyun bergerumuh sehingga baekhyun hanya menganggukan kepalanya dan menutup wajahnya malu

"astaga sayang, jadi selama ini kau menyukai chanyeol?"

Kini eomma dio lah yang membuka suaranya, ia tidak percaya dengan semua pemandangan yang ada di hadapannya, jika benar baekhyun mencintai chanyeol.. tapi sejak kapan?

Baekhyun perlahan membuka tangannya yang sedari tadi menutupi wajahnya, baekhyun menggigit bibir nya kemudian baekhhyun segera membenarkan duduknya hendak menjawab pertanyaan dari eomma nya

"uhm.. sebenarnya.. aku juga tidak tahu kapan tepatnya aku mulai menyukai chanyeol, tapi pada saat eomma memberitahuku bahwa chanyeol akan ditunangkan dengan luhan pada saat itu hatiku benar benar sakit sekali dan kurasa mulai pada saat itu aku mulai menyadari bahwa aku memang menyukai chanyeol"

"astaga.. kenapa kau tidak memberi tahu eomma sejak awal sayang?"

"karna itu cinta terlarang"

Baekhyun yang telah membuka mulutnya hendak menjawab pertanyaan eomma nya terputus gara gara dio yang berjalan melewati meja yang ditempati mereka dengan memegang mayonnaise di tangannya

"yakkk-3-"

Baekhyun akhirnya memukul pantat dio karna ia telah memutus perkataannya dan terdengarlah dio yang terkikik sembari berjalan melewati mereka:v

"itu karna.. karna dulu aku pikir eomma mungkin akan marah padaku, dulu aku belum menemukan daddy dan kurasa eomma selalu mengaggapku dan chanyeol adalah sepupu jadi aku tidak berani mengatakannya"

Baekhyun menggembungkan pipinya dan menundukan kepalanya, aigoo baekhyun benar benar malu sekarang, apa ini akan terus berlanjut sampai pagi?

"lalu bagaimana dengan mu chanyeol? Aku memang tidak bisa jika harus langsung percaya padamu, baekkie sangat berharga bagiku, aku tidak akan dengan mudah memberikannya padamu"

"daddyyy.."

Sontak baekhyun mendongakkan kepalanya menatap daddy nya dan mempoutkan bibir nya saat ia mendengar yang daddy nya bicarakan barusan, oh ayolah apa yang dimaksud dengan ucapan daddy nya?

"hahaha, anda lihat sendiri kan paman? Kurasa baekhyun telah memberikan mu jawabannya, aku mencintai baekhyun paman, baekhyun juga, dan bukankah aku sudah mengatakan padamu sebelum nya, aku dan baekhyun sudah tinggal bersama cukup lama dan aku tahu bagaimana sikap baekhyun, bagaimana persaannya padaku, dan kurasa baekhyun juga sudah mengetahui semuanya mengenai diriku, kita benar benar sudah dekat satu sama lain paman"

Dengan bebas tangan chanyeol merangkul pundak baekhyun dan menarik badan baekhyun agar mereka duduk lebih dekat dan itu berhasil membuat kris melototkan matanya tidak suka apalagi saat ia melihat baekhyun nya yang memejamkan matanya dan tersipu malu saat dirinya duduk berdampingan dengan tangan chanyeol yang melingkar di pundaknya

"baiklah kau bisa melepaskan tanganmu sekarang anak muda"

Dengan cekatan kris segera menyingkirkan lengan chanyeol yang melingkar di pundak baekhyun membuat baekhyun lagi lagi memandangnya dan menggembungkan pipinya kesal lalu di balas dengan tatapan kris yang seolah mengatakan

'tidak usah berbuat macam macam sebelum kalian menikah!'

Dan baekhyun hanya menghembuskan nafas beratnya:v

"baiklah kalau begitu, biar aku buat keputusannya"

Baekhyun dan chanyeol kini menegakkan badannya menajamkan pendengarannya dan berharap semoga kris mengijinkan mereka menikah, chanyeol dapat merasakan jantungnya yang kembali berdegup kencang dan baekhyun sendiri berharap dalam hatinya semoga daddynya memberinya restu agar ia bisa menikah dengan chanyeol

Menikah dengan chanyeol..

Dan jantungnya kian berdegup kencang saat baekhyun dapat merasakan tangannya di genggam erat oleh seseorang yang duduk di sebelah nya, baekhyun menundukkan kepalanya melihat sebelah tangan kanan nya kini tengah digenggam oleh seseorang dan segera baekhyun mengangkat wajah nya baekhyun dapat melihat siapa orang yang tengah meggenggam tangannya

Orang itu memalingkan wajahnya, menatap baekhyun dan seolah olah mengatakan

'tenanglah semuanya akan berjalan lancar'

Ahh apa chanyeol berusaha menenangkan baekhyun sekarang? Baekhyun bisa merasakan hatinya merasa tenang sekarang meski sedikit setidaknya baekhyun masih memiliki chanyeol yang berada di sampingnya, dan jikalau daddynya tidak memberinya restu baekhyun masih bisa kabur bersama chanyeol bukan?

Oke itu ide buruk

"aku tidak akan membiarkan baekkie ku menikah sebelum ia menyelesaikan sekolahnya. Biarkan baekhyun menyelesaikan dulu sekolahnya, jadi masih ada satu tahun sebelum aku benar benar mengijinkan kalian untuk menikah, dan selama waktu itu aku berikan padamu chanyeol, pergunakan lah waktu itu dengan baik, selama itu pula aku akan terus mengawasi mu, jika kau memang bisa meyakinkan ku, kurasa tidak akan ada masalah, dan untuk mu baekkie, jangan dengan mudah di butakan oleh cinta! Meskipun kau mencintainya kau harus tetap berpikir jernih karna pernikahan itu bukan sesuatu untuk di main main kan jadi kuberi kalian berdua kesempatan untuk mengenal satu sama lain lebih dekat lagi, karna aku tidak ingin baekkie ku tersakiti karna pernikahan ini"

Baekhyun dan juga chanyeol menghembuskan nafas lega setelah nya, ahh bukan kah ini melegakan? Meskipun tidak sepenuhnya melegakan baekhyun bisa bernafas lega setelah ini, bisa dibilang daddy nya memberikan sebuah jaminan pada mereka bukan? Lagipula setahun itu bukan waktu yang benar benar lama, dan baekhyun dapat mendengar chanyeol menghembuskan nafas leganya setelah itu, apa chanyeol benar benar tegang tadi?

"kurasa itu ide bagus paman, baiklah aku akan menyetujui nya, dan..itu tidak masalah lagi pula menikah sambil kuliah tidak ada yang melarang kan? Hahahahaha"

Chanyeol tertawa dengan kencang dan tangannya dengan bebas kembali merangkul pundak baekhyun sementara baekhyun hanya diam bengong, apa ada yang lucu dengan yang chanyeol ucapkan tadi?

Sialan

Kris sepertinya tidak asing dengan ucapan yang chanyeol katakan padanya barusan, apa anak ini baru saja mengejeknya?

"h.. hahaha.. sepertinya aku juga setuju dengan yang diucapkan oleh mu hyung, jadi.. bukan kah sekarang kita akan menikmati pestanya?"

Suho tertawa canggung setelah nya, anak nya memang sedikit keterlaluan memang, jadi suho berusaha mencairkan suasana saat ia melihat kris yang menatap putra satu satunya itu dengan tatapan membunuh/?

Dan akhirnya mereka semua benar benar menikmati pesta malam ini dengan makanan enak dan juga suasana hati yang bahagia

-I dont know-

Sudah terhitung dua minggu setelah chanyeol melamar baekhyun pada malam ulangtahun nya

Baekhyun sempat menanyakan kenapa dulu ia melihat chanyeol yang tengah memeluk luhan di depan rumahnya, dan chanyeolh hanya menjawab

"saat itu aku berterimakasih sekaligus meminta maaf padanya sayang"

"eo berterimakasih untuk apa? Dan meminta maaf untuk apa?"

Chanyeol mengusak rambut baekhyun gemas

"saat itu aku mendengar percakapan ayah ku dan bibi"

Baekhyun menmiringkan kepalanya bingung

"saat itu aku dapat mendengar bibi mengatakan bahwa kau adalah anak dari paman kris dan saat itu kau sudah dijemout kris dan pindah dari rumah bibi, dari sana aku tidak bisa berpikir apapun, namun satu hal yang aku masih ingat sampai sekarang adalah, aku yang harus segera ke rumah mu dan mengatakannya"

"mengatakan apa?"

"melamar mu, aku berbicara pada paman kris malam itu, aku bilang padanya bahwa aku benar benar mencintai mu, dan kurasa kau tahu sendiri kan? Paman kris tidak percaya padaku, tapi aku bersungguh sungguh saat bilang padanya bahwa aku kan melamarmu dan yahh.. kurasa saat kau melihatku memeluk luhan saat itu aku berterimakasih padanya karna dia tidak keberatan sama sekali saat aku mengatakan padanya bahwa perjodohan ku dengannya tidak jadi dan dia mengijinkanku untuk melamarmu aku meminta maaf padanya karna selama ini aku malah bersikap kurang baik padanya mengingat aku tidak menginginkan perjodohan itu dan bagaimanapun selama ini luhan terbawa oleh masalah perjodohan ini dan aku juga yakin ia merasakan hal yang sama padaku saat harus menerima perjodohan itu, dan akhirnya masalah pun selesai"

Chanyeol menatap baekhyun tersenyum di balas oleh senyuman baekhyun yang sedikit menundukan kepalanya malu

Ahhh menggemaskan sekali

Chanyeol kini sering mengunjungi rumah baekhyun sekedar untuk mengajaknya keluar atau memang sengaja ingin bertemu dengan baekhyun, seperti saat ini, chanyeol kini berada dikamar baekhyun, ceritanya chanyeol sedang mengajarkan baekhyun pelajaran kimia karena kekasihnya ini selalu merengek karena luhan maupun dio tidak mau mengajarinya dengan alasan mereka juga sibuk belajar untuk masuk perguruan tinggi dan chanyeol lah satu satu nya jawaban tentang kesulitan mengerjakan pr nya saat ini tentu saja chanyeol menerimanya dengan senang hati senang sekali malah:v

"seperti itu.. kau mengerti?"

Chanyeol tengah menatap baekhyun yang duduk di sebelahnya menatap buku tebal yang tengah penuh dengan bulatan bulatan pensil di setiap huruf nya, chanyeol benar benar menjelaskan itu dengan rinci dan juga se simple mungkin berharap baekhyun dapat mengerti setelah mendengar penjelasan darinya

"eumm..."

Dan chanyeol dapat melihat baekhyun yang menggigit pensilnya mengangguk kan kepala nya ragu

"sekarang coba kerjakan nomor 4"

Baekhyun menatap chanyeol dengan tatapan ragu

"kau.. akan membantuku mengerjakan nya kan?"

"tidak tidak.. aku sudah menjelaskan itu padamu baek, dan kurasa kau juga telah mengerti, jadi kerjakan itu sendiri"

"heungg dasar pelit"

Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal kemudian menundukan kepalanya menatap soal yang ada di buku tebal nya, ahhh kenapa baekhyun tidak bisa mengingat apa yang telah chanyeol jelaskan padanya barusan? Baekhyun mendengarkan nya dengan serius tapi kenapa semua penjelasan chanyeol hanya keluar begitu saja dari telinganya?:v

Sementara itu chanyeol hanya terkekeh melihat baekhyun yang kini masih mempoutkan bibirnya dan berkutat dengan soal di hadapannya, ahh kenapa kekasihnya begitu menggemaskan sekali?

Baekhyun sedikit tersentak dari duduk nya saat merasakan sesuatu yang halus menyentuh pahanya dan saat baekhyun menundukan kepalanya, ia bisa melihat chanyeol yang membaringkan kepalanya di pahanya, chanyeol menatap baekhyun dan tersenyum seperti orang bodoh

"jangan mengganggu ku, aku hampir menyelesakan soal ini"

Baekhyun kembali berkutat dengan pensil nya sedikit kesal memang karna dari tadi chanyeol benar benar tidak berniat membantunya, padahal kepala baekhyun benar benar sakit sekarang, kenapa di dunia ini harus ada pelajaran kimia? Dan baekhyun memutuskan untuk membenci kimia setelahnya

Chanyeol yang membaringkan tubuhnya dan meletakan kepalanya di paha baekhyun hanya terkekeh melihat baekhyun yang memasang wajah seriusnya, sekali kali chanyeol dapat mendengar baekhyun yang mengerang frustasi kemudian mengambil penghapus dan menghapus goresan pensil di buku nya kemudian kembali lagi menuliskan sesuatu dengan mimik serius namun terkesan lucu bagi chanyeol

"kkk, kau marah padaku hm? butuh bantuan?"

Tangan chanyeol terulur ke rambut baekhyun yang tidak terikat dan menyampingkan rambutnya kebelakang telinga baekhyun, sedang baekhyun seperti tidak mendengarnya dan tetap berkutat dengan tugas nya, seulas senyum terukir di wajah chanyeol, memperhatikan baekhyun selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan baginya, melihat wajah baekhyun selalu membuat senyumannya muncul tanpa disuruh oleh otaknya, entahlah.. chanyeol hanya merasa bahagia saat bersama baekhyun

"chanyeoll.. bantu aku.. yang ini benar benar sulit, aku tidak bisa menyelesaikannya.."

Rengekan baekhyun membuat chanyeol tersadar dari lamunannya, baekhyun kini tengah menatap chanyeol yang tetap menidurkan kepalanya di pahanya lagi lagi baekhyun mendengar chanyeol yang terkekeh dan sedetik kemudian baekhyun dapat melihat chanyeol yang mengangkat telunjuknya dan menggerakannya ke kiri dan ke kanan

"tidak tidak.. kau harus mengerjakannya sendiri sayang, ini soal yang mudah, lagipula kau bisa mencari contoh lain di buku mu, aku tau kau bisa menyelesaikannya"

"tapi ini salah, aku tidak bisa.. contoh lain malah membuat kepalaku semakin pusing, ayolahh bantu akuuu, aku janji akan menyelesaikannya"

Baekhyun kini mengeluarkan jurus andalan nya, mata puppy nya memelas dan bibir nya mengkerut lucu, bukannya ingin membantu chanyeol malah ingin mencium dan memakan bibir itu sekarang juga, oh ayolah baekhyun benar benar membuatnya gila jika sudah seperti ini

"tidak.. tetap tidak baek, aku tidak akan membantu mu, selesaikan itu sendiri, bagaimana jika kau mengalami ini saat ujian nanti eoh? kau tidak bisa meminta bantuan pada siapa siapa, jadi kerjakan itu sendiri ok?"

Chanyeol berkata demikian dengan menutup matanya, berusaha tidak menatap wajah baekhyun dan berusaha menahan nafsu nya agar tidak mencium bibir itu rakus, dan seditik kemudian chanyeol menjerit sakit saat ia merasakan rambutya di tarik oleh seseorang

"a arhhh sakit baekk, sakitt..."

Chanyeol sontak membuka matanya dan berusaha melepaskan tangan baekhyun yang menjambak rambutnya

"DASAR MENYEBALKAN! INI KAN BUKAN UJIAN, LAGIPULA KENAPA KAU PELIT SEKALI EOH? RASAKAN INI!"

Dan chanyeol semakin mendesis kesakitan saat rambutnya kembali di jambak oleh sang kekasih dnegan kepala nya yang ikut tergoncang goncang/?:v

15 menit berlalu, dan selama itu chanyeol terdiam tidak bersuara dengan tangan kanannya yang terus mengusap rambutnya, tidak jauh berbeda dari baekhyun, gadis itu sepertinya tidak peduli sama sekali pada chanyeol terbukti dari sikapnya yang mengabaikan sang kekasih yang terus mengadu sakit di bagian kepalanya

"jjaa! Aku sudah menyelesaikannya"

Tanpa melihat chayeol baekhyun meurunkan bukunya dan memberikannya pada chanyeol yang masih membaringkan kepalanya di paha baekhyun, entahlah baekhyun sepertinya masih kesal pada chanyeol

Dan tanpa berbicara juga chanyeol segera mengambil buku catatan baekhyun dan memeriksa seretetan angka dan juga abjad yang tertulis disana

Hening..

Sejak 15 menit sebelumnya juga terasa hening dan butuh waktu 3 menit bagi chanyeol untuk memeriksa perkerjaan baekhyun dan saat itu chanyeol mengerutkan halis nya, baekhyun yang melihat dari ekor matanya merasa sedikit was was, apa yang ia kerjakan salah? Ahh apa ia harus mengulanginya lagi dari awal? Pemikiran baekhyun terhenti saat chanyeol membuka suaranya

"kemarilah baek, lihat lah ini"

Baekhyun yang akhirnya pasrah, sepertinya pekerjaan nya benar benar salah dan ia harus mengerjakan lagi semua nya dari awal akhirnya menundukan kepalanya mendekati wajah chanyeol seraya menatap catatannya, baekhyun dapat merasakan hembusan nafas chanyeol yang mengenai bibir nya sedangkan rambut baekhyun yang di biarkan tergerai beberapa helaian nya jatuh mengenai wajah chanyeol, membuat chanyeol dapat dengan bebas menghirup wangi rambut baekhyun yang begitu memabukkan baginya

Baekhyun menunggu chanyeol untuk memberitahu letak kesalahannya namun chanyeol yang sedari tadi terdiam membuat baekhyun menolehkan wajah nya menunduk kearah chanyeol yang membuat ujung hidung mereka bersentuhan

Manik mata baekhyun menatap chanyeol yang sedari tadi menatapanya, keduanya terdiam dan sedetik kemudian baekhyun melihat chanyeol yang tersenyum, begitu lembut dan setelah nya baekhyun dapat merasakan tangan chanyeol yang meraba tengkuknya membuat baekhyun semakin menundukan wajahnya dan sedetik kemudian baekhyun memejamkan matanya saat merasa bibir chanyeol menempel pada bibirnya

Chanyeol mencium nya dengan lembut, begitu lembut hingga entah kenapa rasa kesal baekhyun pada chanyeol menguap begitu saja, baekhyun hanya bisa memejamkan mata dan menerima setiap sapuan lembut lidah chanyeol pada bibirnya

Merasakan pegal pada tengkuk, baekhyun hendak melepaskan ciuman itu namun tangan chanyeol yang masih berada di tengkuk nya menahan pergerakan baekhyun dan ciuman lembut itu terus berlangsung dengan chanyeol yang perlahan bangun dari tidur nya mendorong pelan pundak baekhyun hingga punggung itu bersandar pada pinggiran ranjang dan berlangsung dengan chanyeol yang memperdalam ciumannya dan baekhyun yang mengalungkan tangannya pada leher chanyeol

"eummhh"

Satu leguhan keluar dari bibir baekhyun, gadis itu telah kehabisan nafasnya dan chanyeol malah menghisap bibir nya dan menjilatnya pelan begitu seterusnya hingga baekhyun merasakan dirinya melayang karna hisapan bibir chanyeol

Merasa dirinya benar benar kehabisan nafas, baekhyun akhirnya menarik rambut chanyeol agar lelaki itu memberikan kesempatan baginya untuk menghirup oksigen, beruntung chanyeol yang mengerti akan maksud baekhyun, ia segera melepaskan ciumannya dan beralih mencium dagu baekhyun, turun hingga hidung chanyeol menyentuh leher baekhyun membuat baekhyun dengan refleks menengadahkan kepalanya dan seketika baekhyun merinding saat merasakan sesuatu yang basah dan juga lembab menyentuh kulit lehernya, chanyeol mencium leher baekhyun, menyentuh perpotongan lehernya yang tidak mempunyai tonjolan seperti pada lehernya, menjilatnya pelan kemudian kembali mencium nya lembut dengan memberikan sedikit hisapan disana

"ahhn chanyeolhh"

Baekhyun tidak bisa menahan perasaan aneh yang menyelimuti dirinya, rasanya benar benar aneh dan baekhyun merasakan dirinya akan terbang dengan beribu ribu kupu kupu di dalam perut nya

Satu hisapan lagi di lehernya membuat baekhyun gila dan meremas rambut chanyeol pelan, sungguh baekhyun belum pernah merasakan ini sebelum nya, dan saat baekhyun merasakan chanyeol yang semakin menghimpit badannya, sebuah suara membuat baekhyun mengembalikan kesadarannya dan membuka matanya

"HE EKHMMM KURASA KALIAN MEMBUTUHKAN RUANG TAMU SEBAGAI TEMPAT BELAJAR BARU KALIAN"

Sial

Dengan terpaksa chanyeol mengehentikan kegiatannya dan dengan berat hati chanyeol menjauhkan badannya dari baekhyun, beralih menjadi duduk di sebelah baekhyun dan menatap malas seseorang diambang pintu yang tengah melipat tangannya di dada dan melotot ke arahnya, memberikan tatapan membunuh nya, sedangkan baekhyun menundukan kepalanya, menyembunyikan wajah nya yang merah padam

"d.. daddy.. /.\"

.

.

.

"tenanglah hyung, kurasa itu bukan hal yang aneh, oh ayolah mereka kan hanya anak muda yang telah di mabuk cinta, kurasa itu hal yang wajar"

Suho berusaha menenangkan seorang yang kini tengah duduk berhadapan di meja kantor nya, kris –pria itu dari tadi hanya mengomel dan menggeram kesal saat menceritakan tentang apa yang ia lihat beberapa jam yang lalu

"WAJAR? KAU BILANG WAJARR?! ANAKMU HAMPIR SAJA MEREBUT KEPERAWANAN BAEKKIE KU!"

Kris mengepalkan tangannya dan memukul meja cukup keras dnegan wajah nya yang penuh amarah, sedangkan suho hanya membuang nafas kasar nya pelan

"ayolah hyung, kau ini terlalu berlebihan, mana mungkin chanyeol berani melakukan hal itu, jika pun benar kurasa chanyeol bisa menahannya, lagipula bukankah sebentar lagi juga mereka akan menikah? Tidak usah berlebihan seperti itu"

Suho dengan tenang memberi kris segelas air putih agar lelaki itu meredakan emosi nya, namun setelah kris menelan air mineral itu, ia kembali melayangkan 'protes' nya

"BERLEBIHAN? KAU BILANG AKU BERLEBIHAN? BAGAIMANA ITU TIDAK BERLEBIHAN SAAT AKU PULANG ISTIRAHAT MAKAN SIANG DAN SAAT AKU INGIN MENGECEK BAEKKIE KU AKU MELIHAT CHANYEOL TENGAH MENCUMBUNYA DI KAMAR BAEKHYUN DAN DI PINGGIR RANJANG NYA, KAU MASIH BILANG AKU BERLEBIHAN?"

"MWOO?!"

Kini suho lah yang mengencangkan suara nya tak percaya dengan yang di ucapkan kris

Ya.

Beberapa jam yang lalu kris memang sengaja pulang ke rumah saat jam makan siang, sekalian mengambil berkas yang belum ia tanda tangani di ruang kerja nya, dan saat ia sampai di gerbang rumah nya, matanya menyipit saat melihat motor chanyeol yang terparkir di halaman rumah nya, kris tidak berpikir panjang toh chanyeol memang sudah biasa datang kerumah nya, namun hal yang membuatnya aneh adalah, saat ia memasuki ruang tamu kris mengerutkan halis nya karna tidak melihat siapa siapa disana, biasanya chanyeol dan juga baekhyun ada disana, sekedar untuk mengobrol atau chanyeol yang membantu baekhyun mengerjakan pr nya, tapi keadaan rumah nya benar benar sepi, kris juga tidak melihat tao di sini, apa mungkin tao sedang keluar rumah? Lalu dimana baekhyun dan juga chanyeol?

"baekkie?"

Kris kini melangkahkan kaki nya menuju tangga, mungkin saja baekhyun sedang ada di kamar nya bukan? Bersama chanyeol? Semoga saja tidak.

"ahhn chanyeolhh"

Kris mendengar nya, suara leguhan yang pasti sesuatu yang 'iyaiya' sedang terjadi di kamar baekhyun, dengan kaki panjang nya, ia segara berjalan menghampiri kamar baekhyun dan saat ia tiba di ambang pintu, mata tajam nya melotot dengan apa yang ia lihat sekarang

Baekkie nya yang tengah duduk berselonjor telah diapit oleh kedua tangan chanyeol yang berpegangan pada pinggiran ranjang, dengan chanyeol yang berada diatas tubuh baekhyun, sibuk mencumbui leher anak kesayangannya dan baekhyun hanya memejamkan matanya, melenguh nikmat atas perbuatan chanyeol, mata kris makin melotot saat ia melihat chanyeol yang terus menghimpit tubuh baekhyun dengan menurunkan badannya, dan yang kris ketahui melalui pengalamannya bersama tao, posisi itu adalah posisi awal saat sang pria hendak menggesekkan alat kelaminnya pada lawan jenis nya, pikiran kotor itu terus memenuhi kepala kris dan sebelum hal itu terjadi, kris akhirnya memaksa suara nya keluar menginterupsi kegiatan dua anak muda itu

"HE EKHMMM KURASA KALIAN MEMBUTUHKAN RUANG TAMU SEBAGAI TEMPAT BELAJAR BARU KALIAN"

Sedetik kemudian baekhyun dan chanyeol tengah duduk di sofa ruang tamu, tempat seharusnya mereka berada sebelumnya, kris berdiri dihadapan mereka dengan masih menyilangkan kedua tangannya menungu penjelasan dari chanyeol ataupun baekhyun yang kini tengah duduk dengan baekhyun menundukan kepalanya percis seperti sepasang kekasih yang tengah di grebek polisi karna ketahuan berbuat mesum di hotel

"jadi siapa yang akan menjelaskan padaku tentang kejadian yang aku lihat barusan hm?"

Kris angkat bicara dengan nada dingin nya, ia menatap chanyeol dan baekhyun bergantian, berbeda dengan baekhyun yang sepertinya enggan utuk menatap kris, chanyeol malah balas menatap kris dengan minat tak minat, ohh tidak mengakui kesalahan rupanya?

"apa yang harus di jelaskan paman? Kami tidak melakukan apapun"

Bela chanyeol yang angkat bicara, oh ayolah apa yang salah dengan yang di perbuatnya? Bukankah itu hal yang wajar? Lagipula apa kris akan memarahi nya jika saat ia telah menikahi baekhyun dan menyutubuhi nya? Bukankah itu akan terjadi? Lagipula mereka akan menikah bukan?

Kris terlihat seperti tengah menahan amarah nya, terlihat dari rahang kris yang mengeras, namun kris mencoba untuk bersabar

"tidak melakukan apapun katamu? Bukankah aku sudah bilang sebelumnya? Kamar bukanlah tempat untuk berpacaran, itu adalah tempat terlarang disini, dan satu satunya zona aman yang bisa kau gunakan untuk mengencani baekkie ku adalah disini, di sofa yang kalian duduki sekarang"

Kris kembali menekankan 'kesepakatan' yang sebelumnya sudah di sepakati oleh dua buah insan dihadapannya ini, mereka berdua setuju agar tidak berpacaran di dalam kamar karna itu hanya akan membawa mereka pada arus yang salah, begitulah kira kira yang kris ucapkan dulu:v

"lagipula paman, aku kan tidak melakukannya, aku juga tidak akan melakukan hal itu sebelum aku menikahi baekhyun, aku masih bisa menahan nafsu ku, jadi paman tenang saja"

"chan.. chanyeol benar daddy, a.. aku juga tidak akan mau melakukannya sebelum menikah, k.. kita tidak akan melakukan hal seperti itu, ja.. jadi daddy tenang saja"

Baekhyun akhirnya angkat bicara dan menatap daddy nya meski dengan perasaan takut

"wahh wahh, kau bilang kau bisa menahan nafsu mu ehh? Aku melihat dengan jelas pergerakan mu beberapa saat yang lalu anak muda! Kau pikir aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan seterusnya eoh?"

"wah wahh, ada apa ini? Kenapa ribut sekali? Suaramu sampai terdengar keluar sayang, ada apa?"

Kris mengalihkan pandangannya saat mendengar suara seseorang yang memasuki rumah mereka, ternyata itu tao dengan membawa dua buah kresek besar di masing masing tangannya, diikuti oleh luhan yang berjalan di belakangnya dengan sekantong kresek yang tak kalah besar dari yang tao bawa

"mommyyyy TT"

"eo apa sesuatu terjadi disini? Oo chanyeol.. kau juga ada disini?"

Luhan yang baru datang ikut bingung dengan yang dilihatnya, dari luar luhan dapat mendengar daddy nya yang berbicara entah pada siapa, namun setelah luhan masuk kedalam rumah kurasa teriakan daddy nya itu ditujukan kepada dua makhluk yang kini duduk dihadapannya

"huweee luhann T^T"

Dan begitulah kira kira cerita kris saat kembali ke kantor dan segera menceritakan semuanya pada suho:v

-I dont know-

"eo kau akan pergi?"

Baekhyun hendak memasuki kamar luhan saat ia melihat luhan yang berjalan hendak keluar dari kamar nya

"eo baekkie, nee.. aku akan mengantar sehun sebentar"

Baekhyun mengerutkan halis nya

"kemana?"

"hmm sehun bilang ia harus membeli buku sejarah karna gurunya memberi tugas dari buku itu"

"heoll lalu kau percaya? Jinjja, kau sudah ditipu oleh nya, aku bahkan tidak pernah tau choi saem memberikan tugas seperti itu, kau tidak lihat? Aku saja tidak membeli buku itu"

"a ahh benarkah? Lalu kenapa sehun mengatakan itu ya?"

Dapat baekhyun lihat semburat merah di pipi luhan, ahhh kenapa dia bodoh sekali?

"aigooo kenapa kau tidak bilang saja akan pergi kencan? Ckckck tenang saja aku tidak akan memberitahu daddy, rahasia mu aman denganku"

Baekhyun menyenggol lengan luhan sengaja dengan tatapan menggoda dan juga halis yang sengaja dinaik turunkan menggoda luhan

"ji.. jinjja? Kau tidak akan memberitahu daddy tentang ini kan?"

Baekhyun dapat melihat mata indah luhan berbinar bahagia, oh ayolah baekhyun juga tidak ingin repot repot melaporkan ini pada daddy nya, karna sudah dapat dipastikan daddy nya akan membicarakan pidato yang panjang, satu hal yang baekhyun ketahui mengenai daddy nya adalah, daddy nya itu merupakan tipikal daddy yang protective pada anak anak nya, sudah jelas terlihat dari perilaku nya pada baekhyun dan juga chanyeol, namun kurasa daddy nya belum tahu mengenai anak nya yang lain yang berkencan di belakangnya, kkkk

"tentu saja, kau tidak usah khawatir, jjaa.. pergilah, kurasa sehun sudah menunggu mu"

"aigooo gumawo baekkkiee, kau memang bisa diandalkan"

Luhan memeluk baekhyun senang dan baekhyun balas memeluk luhan tak kalah senang

Sejurus kemudian luhan pun pergi meninggalkan rumah dengan alasan akan mengantar teman, dan baekhyun sendirian di rumah sekarang

Bosan..

Baekhyun bosan sekarang, apa yang harus ia lakukan?

Baekhyun kemudian melangkahkan kaki rampingnya menuju ruang tamu, disana ia lihat daddy dan juga mommy nya sedang bersantai bersama di sebuah sofa dengan tangan daddy nya yang melingkar di pundak istrinya dan juga mommy nya yang menyenderkan kepalanya ke pundak suami, taklupa sang suami yang menyuapi istri nya dengan popcorn yang terletak di tengah tengah mereka, hari ini memang hari minggu jadi baekhyun pikir daddy nya mengambil cuti dari pekerjaan nya, mungkin daddy nya ingin menghabiskan waktu bersama mommy nya di akhir minggu ini, dan ohh bukankah ini pemandangan yang indah? Baekhyun rasa daddy nya benar benar mendengarkan keinginan nya, terbukti dengan kedekatan daddy dan mommy nya dari hari ke hari, mereka semakin dekat dan selalu terjalin suasana yang humoris diantara kedua nya sehingga menghasilkan suasana hangat di rumah ini. Seulas senyum terukir di wajah cantik baekhyun, hati nya senang saat melihat ini, dan mana mungkin ia tega merusak moment mereka berdua, akhir nya baekhyun memutuskan untuk menyeret kaki nya kembali menaiki tangga menuju kamar nya.

Baekhyun mengguling gulingkan badannya benar benar bosan, dan saat punggung nya menyentuh sebuah benda, tangannya terulur untuk mengambil benda tersebut, ternyata itu ponsel nya, jemari nya menekan tombol pada ponsel pintar itu dan seketika ia bisa melihat tampilan lock screen nya bersama sang kekasih, sebuah senyuman pun mengembang di bibir nya, ia segera memainkan ponsel nya dan mengetikkan sesuatu disana

To: 3

Chanyeol –ahh~~

Tak menunggu waktu lama, ponsel baekhyun berdering segera ia membuka pesan masuk disana

From: 3

Wae baby? Merindukan ku?

Baekhyun mengulum senyumannya dan semburat merah itu menghiasi pipi putih nya

.

.

.

Hari berganti hari

Minggu berganti minggu

Bulan berganti bulan,

Tak terasa sebulan yang lalu baekhyun telah menyelesaikan ujian negara nya, sudah terhitung setahun sekarang, dan baekhyun kini akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi

Baekhyun turun dari motor chanyeol dengan sedikit tergesa, dengan sigap chanyeol melepaskan helm di kepala baekhyun dan merapihkan rambut gadis itu tergesa

"kau ingat apa yang aku ucapkan kemarin kan?"

"arraso arraso, aku sudah menghapal semuanya"

Baekhyun menggerak gerakkan kaki nya seperti cacing kepanasan, 15 menit lagi ujian masuk perguruan tinggi akan segera dimulai dan baekhyun hampir terlambat karna bangun kesiangan

"ingatlah selesai ini kau harus segera menghubungi ku dan jangan kemana mana aku akan segera menjemputmu"

Pesan chanyeol lagi

"arrasooo, cepatlahh"

Baekhyun kian melihat jam yang melingkar di tangannya menunggu chanyeol menyelesaikan sepatah dua patah nasehat padanya

"ingat, kerjakan dengan tenang baek, semuanya sudah kau pelajari, aku tau kau bisa, jangan mengerjakan soal yang sulit terlebih dahulu karna itu akan memakan waktu, tidak usah memaksakan diri jika kau tidak bisa mengisi nya kau tidak usah mengisi nya karna itu hanya akan mengurangi skor mu, arrachi?"

10 menit lagi..

Bukannya menjawab, baekhyun malah mengangguk anggukan kepala nya cepat dan ia terus menggerakan kaki nya seperti jalan di tempat, oh ayolah dia bisa terlambat jika seperti ini

"kemarilah"

Chanyeol menangkup kedua pipi baekhyun, menarik kepalanya agar mendekat ke wajah nya dan..

Cup

Satu kecupan di berikan chanyeol pada bibir baekhyun, pemuda itu kemudian menarik kembali wajah nya dan menatap kekasih nya yang mengerjap lucu

"kecupan kebertuntungan, jja.. pergilah kau akan terlambat, fighting!"

Chanyeol tersenyum dan mengusak rambut baekhyun gemas, gadis yang berada di hadapannya segera tersadar dari keterdiamannya kemudian tersenyum simpul seraya menganggukan kepalanya pelan

"fighting!"

Setelah memberikan semangat pada dirinya sendiri gadis itu kemudian segera membalikkan badannya dan segera berlari menuju ruangan dimana ia akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi

Baekhyun rasa ia akan mengerjakan soal itu dengan mudah, karna chanyeol telah memberinya semangat dan tentu saja baekhyun tidak ingin mengecewakannya dan juga keluarga nya dirumah

5 jam kemudian..

Baekhyun menunggu tepat di tempat tadi pagi chanyeol mengantarnya, setelah lima menit baekhyun berdiri menunggu chanyeol, akhir nya kekasih nya itu tiba di hadapan baekhyun dengan motor hitam nya, ia membuka helm nya dan menatap baekhyun yang berdiri di hadapannya

"bagaimana ujian nya baek?"

Baekhyun tersenyum dan segera memeluk chanyeol erat, chanyeol yang kebingungan hanya membalas pelukan baekhyun dan mengusap surai kekasihnya pelan

"semuanya berjalan lancar"

Chanyeol tersenyum dan segera melepas pelukannya, menatap baekhyun yang juga tengah menatap nya dengan senyum nya yang begitu cantik

"anak pintar, jadi haruskah aku mentlaktir mu makan karna ini?"

Baekhyun terkekeh dan setelah nya ia kembali menatap chanyeol malu

"ehmm kurasa kita harus menemui dio dulu sekarang, dio menyuruhku menemui nya tadi"

Sebelah alis chanyeol terangkat, tumben dio menyuruh baekhyun menemui nya, apa ada hal penting?

"baiklah, tumben sekali dio menyuruh mu menemui nya, apa ada hal yang penting hn?"

Dan chanyeol dapat melihat semburat merah di pipi baekhyun semakin jelas, heyy ada apa ini?

"uhmm itu.. dio.. dio menyuruhku untuk mencoba gaun pengantinnya, dio bilang itu sudah selesai dan aku harus mencobanya"

Ahh ternyata mengenai gaun pengantin..

Tunggu.. apa?

Chanyeol menyunggingkan senyumannya, ia menatap baekhyun yang tengah mengulum bibir bawah nya sendiri

Ahh chanyeol jadi tidak sabar

"wahh uri baekhyunnie akan segera menikah nee?"

Goda chanyeol seraya mengusap pipi baekhyun lembut

"ishh jangan menggodakuuu "

Baekhyun mencubit lengan chanyeol dan chanyeol hanya terkekeh

"wahh tak kusangka waktu berjalan begitu cepat, kau akan segera menjadi milikku sayang"

Chanyeol mengusap dagu baekhyun pelan dan menampilkan senyum nya yang tampan, sangat tampan hingga baekhyun selalu merona setiap melihat senyum itu

"sudahlah chanyeol, aku malu, kita harus menemui dio sekarang sebelum dia mengomel"

Baekhyun benar benar malu jika chanyeol sudah membicarakan tentang pernikahan mereka, baekhyun hanya masih belum percaya, beberapa hari lagi ia akan menjadi istri chanyeol, tinggal bersama chanyeol, hidup berdua hanya dengan chanyeol, dan mungkin.. ahhh itu hanya membuat pipi baekhyun semakin memanas

Cahanyeol kembali terkekeh kemudian ia mencondongkan wajah nya dan mengecup kening baekhyun lembut membuat baekhyun memejamkan matanya dan senyum manis terukir di wajah cantiknya

"aku mencintai mu.."

"aku juga mencintai mu.."

Mereka pun kemudian segera menuju butik dio tak jauh dari tempat baekhyun mengikuti ujian nya

Pernikahan mereka seminggu lagi ngomong ngomong

Baekhyun turun dari motor chanyeol disusul oleh chanyeol yang berjalan di belakangnya, dan saat baekhyun hendak memasuki butik, ia melihat kai yang keluar dari arah dalam

"eo.. kai, kau ada disini?"

Kai yang baru saja keluar dari dalam sontak langsung menatap baekhyun dan juga chanyeol, sepertinya mereka baru sampai, tebak kai dalam hati

"baekkie! Senang bisa melihat mu lagi, kalian baru sampai? Kyungsoo sudah menunggu mu di dalam"

Kai mengusak rambut baekhyun dan tersenyum setelah nya, kemudian matanya beralih menatap seoarang lelaki yang dari tadi berdiri di belakang baekhyun, pantas saja perasaannya tidak enak, kai bisa melihat lelaki itu tengah menatapnya dengan tatapan seperti.. tidak suka

"ahh hyung, kau juga ada disini, hahaha, masuklah kalian sudah ditunggu oleh kyungsoo, dan ahh tidak usah menatapku seperti itu hyung, bukankah kita berdua sudah berdamai?"

Kai terkekeh kemudian menepuk lengan chanyeol pelan dengan gurauan nya, sementara chanyeol masih menatapnya dingin dan juga sinis/?:v

Baekhyun yang tidak mengerti apa apa hanya menatap kedua nya bergantian

"kau akan kemana kai?"

"ahh itu, aku akan membeli cappucino untuk kyungsoo, kau juga ingin aku belikan hmm?"

Baekhyun kemudian mengangguk senang

"neee, jika kau tidak keberatan kkk"

"tentu saja tidak"

Tangan kai terulur hendak mencubit pipi baekhyun gemas namun pergerakan nya terhenti saat melihat lelaki disebelah baekhyun yang masih menatapnya dengan tatapan yang mengerikan:v

"ahh aku juga akan membelikan satu untuk mu hyung, hahaha, masuklah, kyungsoo pasti mencari kalian"

Kai kembali tertawa canggung dan segera menyuruh chanyeol dan juga baekhyun agar segera masuk dan menemui dio, kai pun segera berjalan untuk membeli cappucino pesanan pujaan hatinya

"eyy apa setiap orang yang akan menikah akan menjadi seperti itu? Mengerikan sekali, aku kan tidak akan menculik baekhyun, protektif sekali:v"

Kai terus menggerutu selama perjalanan nya menuju kedai kopi di sebrang butik dio, ia benar benar tidak percaya jika channyeol benar benar protektif pada baekhyun, kalau begini kai tidak akan berani bercanda bersama baekhyun lagi:v

"dio –yaa kami datangg~"

Baekhyun memasuki butik dengan ukuran minimalis namun terlihat berkelas itu dan langsung di sambut oleh sosok wanita paruh baya dengan sebuah pengukur baju yang menggantung di leher nya

"aigoo, kau sudah sampai sayang? Bagaimana dengan ujian nya?"

"eommaa.. hmm semuanya berjalan lancar, tidak ada yang perlu di khawatirkan, kkk"

Baekhyun segera memeluk sosok itu, eomma dio yang sudah tidak asing lagi bagi baekhyun saat melihat nya di butik ini

"anak pintar eomma tau kau bisa melakukannya sayang"

Eomma dio balas memeluk baekhyun dan mengelus punggung anak nya sayang, pandangan eomma dio beralih pada chanyeol yang berdiri tepat di belakang baekhyun dan tersenyum saat chanyeol di tatap oleh dirinya

"aigoo, kau disini juga ternyata"

"hehe, iya bibi.. kurasa bibi sedari tadi mengabaikanku"

Dan dengan begitu baekhyun melepaskan pelukan pada eomma nya seraya berjalan berkeliling ruangan itu mencari keberadaan dio

"kkk maafkan aku sayang, ingin minum sesuatu hm?"

Eomma dio kini menghampiri chanyeol dan menepuk pelan pipi pemuda itu

"hmm tidak usah bi, kai sedang membelikan minum untuk ku"

Chanyeol dapat melihat bibi nya yang mengangguk anggukan kepalanya mengerti

"eomma, mana dio? Aku tidak dapat menemukannya di dalam"

"benarkah? Eomma baru saja dari dalam barusan, apa eomma mu juga tidak ada di dalam?"

Baekhyun mengerutkan halis nya bingung, eomma nya? Maksudnya mommy nya juga ada disini?

"mommy ada disini?"

Baekhyun bertanya ragu

"hmm, kami bertiga bersama sama di dalam tadi, ahh mungkin mereka sedang mengambil beberapa bahan ke atas"

"aahh"

Baekhyun hanya membuka mulutnya dan mengangguk mengerti

"baekhyun!"

Baekhyun tersentak sebelum membalikkan badannya menatap sosok gadis yang tengah menuruni tangga dengan tergesa dan juga rambutnya yang diikat tidak rapi

"yakk kau mengagetkan ku, kenapa kau berteriak seperti itu eo?"

Baekhyun mengelus dada nya karna baekhyun benar benar kaget saat mendengar suara dio yang tiba tiba memanggil nya dengan nada seperti tadi

"ishh kenapa kau lama sekali ehh? Dua jam lagi aku dan kai harus kembali ke kampus, kajja ikut dengan ku"

Tanpa menunggu jawaban baekhyun, dio segera manarik baekhyun ke sebuah ruangan yang hanya ditutupi oleh gorden berwana baby pink dan setelahnya hanya terdengar beberapa perbincangan di dalam sana yang tidak dapat chanyeol dengar dengan jelas

"yakk yakk, berhenti mengencangkan bagian belakang punggung ku, kau membuat dadaku terlihat dioo"

"kau ini bagaimana, apa kau pernah melihat baju pengantin longgar? Sudah diam saja!"

"ishh tapi kau membuat belahan dadaku terlihat tauu, aku tidak mau menggunakannya"

"yakkk! -_-"

Dio akhirnya menjitak kepala baekhyun karna calon pengantin ini terlalu banyak mengomel membuat kepalanya pusing, sedangkan tao hanya cekikikan melihat tingakh laku kedua gadis yang berada di depannya

Tao memang sengaja datang kemari saat tahu baekhyun akan mencoba gaun pengantinnya setelah ia ujian, mungkin tao bisa membantu dio sedikit sedikit bukan?

"akhh, ini sesak dioo, aku tidak bisa bernapashh, longgarkan sedikit, yakk yakkk"

Baekhyun kembali melayangkan protes nya dan memukuli lengan dio yang sedang bekerja di belakangnya, mengencangkan gaun pengantin yang membungkus bagian pinggang, punggung dan bagian atas tubuhnya

"astaga baek, berhentilah berlebihan, memang seperti harus seperti ini, sudahlah kau hanya perlu diam dan semuanya akan beres"

"akhh mommyy"

Baekhyun merengek menatap tao yang sedari tadi masih terkikik melihat baekhyun yang sepertinya tersiksa dengan gaun pengantinnya

Dengan pelan tao ikut membantu dio membenarkan bagian belakang gaun baekhyun dan memberikan tanda agar dio dapat menjahit bagian resletingnya agar dapat membalut tubuh baekhyun dengan baik

"tidak apa apa sayang, ini sangat cocok dengan mu, kau pasti akan terlihat cantik dengan gaun ini"

"jjaa, berbaliklah"

Dengan perlahan baekhyun membalikkan tubuhnya dengan mengangkat sedikit gaunnya keatas karna gaun yang mnegembang itu menutupi kaki jenjangnya

Baekhyun dapat melihat dengan jelas bagaimana tao dan juga dio menatap nya dengan tatapan..

"apa aku terlihat aneh?"

Baekhyun sedikit menciut dan menundukan kepalanya melihat penampilan dan juga gaun yang melekat pada tubuhnya

"kau.. terlihat cantik sekali baek.."

Baekhyun mendongakkan kepalanya dan menatap dio dan juga tao bergantian

"ehmm.. benarkah?"

Baekhyun mengulum senyumnya dan tersipu malu

Ahh cantik sekali

"cepatlah keluar baek, chanyeol ingin melihat mu"

"ahh aku tidak mau, aku tidak bisa memakai ini dio –ya"

"yakk cepat keluar kataku, kau tidak mau aku menggunting gaunnya kan?"

"t.. tapi aku malu, ini membuat dadaku terekspos"

"yatuhan berhentilah protes tentang dada baek, itu tidak membuat seluruh dada mu terlihat, cepat keluar bodoh"

"yakk kau bilang aku apaaa?!"

Chanyeol terdiam dan sesekali terkekeh begitu pula dengan eomma dio yang sedari tadi sengaja menunggu diluar ruang ganti menunggu baekhyun mencoba gaun pengantinnya

Ahh chanyeol dapat menebak, baekhyun pasti tidak mau keluar karna malu untuk melihatnya, dan itu malah membuat chanyeol semakin penasaran untuk melihat baekhyun, apa boleh jika chanyeol menerobos masuk kesana?

SRAAKK

Suara tirai yang terbuka itu membuat chanyeol tersadar dari lamunannya, ia dapat melihat dio yang keluar dari sana, ahh ia kira itu baekhyun, chanyeol sedikit menjinjitkan kaki nya hendak mengintip kedalam ruang ganti namun dio yang melihatnya segera menutup gorden itu rapat membuat chanyeol merenggut kesal seperti bocah sd

"ekhmm, dengarkan aku tuan park, baekhyun sudah memakai gaun pengantinnya dan itu benar benar pas dengan tubuh nya, dan baekhyun sangat terlihat cantik saat memakainya, jadi tidak ada alasan bagi kalian untuk protes dan meminta padaku untuk mengganti atau mengubah atau pun memperbaiki gaunnya karna itu akan sagat mustahil jika dikerjakan dalam beberapa hari, aku hanya tinggal memasang resletingnya dan semuanya beres, jadi dilarang protes arrchi?"

Chanyeol yang tidak sabar ingin melihat baekhyun hanya menganggukan kepalanya cepat

"ahh dan satu lagi.. kuharap kau bisa menutup mulut mu saat melihat baekhyun nanti, jangan biarkan liur mu menetes membasahi butik ku arra?"

Oh ayolah kenapa dio terlalu bertele tele? Chanyeol hanya ingin melihat baekhyun nya sekarang

"arraso arraso, biarkan aku melihat baekhyun sekarang"

Dan dio pun hanya tersenyum kemudian membuka gorden di belakangnya secara perlahan

SREETT

Dan chanyeol pun merasa rahang bawah nya akan jatuh saat melihat sosok yang berada di depannya

"wahh, kerja yang bagus sayang"

Dio tersentak saat merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya, siapa lagi kalau buakan kai sebagai pelakunya?

"aigoo kau mengagetkanku, kapan kau kembali hm?"

Dio mengusap lengan kai yang melingkar di perutnya lembut

"barusaja, baekhyun cantik sekali, dan lihat lah chanyeol, seperti orang bodoh dengan liur yang menetes dari mulutnya"

Kai dan dio kemudian terkekeh setelahnya, chanyeol benar benar meneteskan liur nya saat melihat baekhyun memakai gaun indah itu

"kau sudah bekerja keras sayang, selamat atas karya baru mu"

Kai mengecup pipi dio singkat kemudian mengeratkan tangannya memeluk perut dio

"hmm berkat semangat mu juga, aku bisa menyelesaikan ini, bagaiamana menurutmu? Apa gaunnya tidak terlihat aneh?"

Dio melirikan wajah nya kesamping, menatap kai yang menumpukan dagu pada bahu nya, kai dapat melihat raut wajah dio yang sedikit ragu, bagaimana pun gaun pengantin baekhyun adalah karya pertamanya di tahun pertama nya sebagai mahasiswi jurusan designer, selamat pada dio yang akhirnya bisa masuk ke perguruan tinggi impiannya, dan baekhyun lah orang yang memaksa dio untuk membuatkan gaun pernikahannya padahal dio belum berlajar mengenai itu, namun bukan dio pula yang tidak mau menerima tantangan, akhirnya dio setuju untuk membuatkan gaun pengantin baekhyun dan yahh dio rasa karyanya tidak terlalu buruk

Kai menggelengkan kepalanya pelan kemudian mengecup bibir tebal itu singkat

"itu sempurna sayang"

Senyuman manis pun terukir di wajah dio yang memerah, ia lega akhirnya ia bisa mewujudkan impiannya sebagai seorang designer dan menciptakan sebuah karya buatannya sendiri, begitupun butik yang didirikannya beberapa bulan setelah ia diterima di universitasnya, eomma nya juga turut membantu dalam bisnis kecil kecilannya, beruntung eomma nya mempunyai bakat dalam bidang ini, jadi secara tidak langsung eomma nya ikut berperan penting dalam perjalanan karirnya, dan dio berharap butik nya ini akan sukses di kemudian hari

-I dont know-

Chanyeol dan juga baekhun kini sedang berada di sebuah kursi taman belakang di kediaman baekhyun, sebelah tangan chanyeol melingkar pada pinggang baekhyun dan baekhyun yang menyenderkan kepalanya pada dada bidang chanyeol, mereka tengah menatap langit malam yang bertaburan bintang membuat malam ini terang dengan cahaya bulan ditambah cahaya bintang yang indah. Chanyeol tengah asik memainkan jemari calon istrinya, menatap jari itu yang tidak akan lama lagi akan dihiasi oleh cincin pernikahan mereka

"hmm chanyeol.."

Baekhyun membuka suaranya dari keheningan yang menemani mereka

"hmm, wae?"

Chanyeol masih asik dengan jemari baekhyun, ia memainkan jemari lentik itu dan baekhyun sama sekali tidak keberatan dengan perbuatan chanyeol, gadis cantik itu malah merasa nyaman dengan perlakuan chanyeol

"mm bagaimana perasaan mu?"

Chanyeol terdiam tidak langsung menjawab pertanyaan baekhyun

"hmm aku.. sangat bahagia, bagaimana dengan mu hn?"

Baekhyun kini mendongakkan kepalanya dan menatap langit malam seoul

"ngg aku.. gugup?"

Setelahnya baekhyun dapat mendengar chanyeol yang terkekeh di belakangnya

"gugup dengan pernikahan besok kita hmm?"

Chanyeol berhenti memainkan jemari baekhyun, tangannya kini memeluk erat perut baekhyun dan ia melesakkan hidungnya pada perpotongan leher baekhyun dan menghirup aroma itu pelan

"mmm, kau.. tidak gugup?"

Tangan baekhyun terulur untuk mengelus surai hitam chanyeol yang berada di lehernya, baekhyun tidak mendengar jawaban chanyeol selain merasakan hembusan lembut nafas chanyeol di lehernya

"aku juga gugup.. sangat.. tapi bukankah besok akan menjadi hari paling membahagiakan dalam hidup kita?"

Chanyeol kini beralih menggerakan bibirnya mengecupi leher baekhyun yang membuat baekhyun sedikit menggerakan pundaknya karna geli

"hmm tapi.. aku juga merasa.. takut?"

Chanyeol menghentikan pergerakannya sekarang, mungkin baekhyun merasa ragu? Ohh ini memang dialami setiap orang yang akan menikah bukan? Chanyeol sempat membaca beberapa artikel mengenai ini, bagaimana sepasang calon mempelai akan merasa ragu saat detik detik menuju pernikahan mereka, atau ada sebuah kasus dimana calon pengantin tidak jadi menikah karna perasaan ragu itu ataupun dengan datang nya beberapa tantangan seperti kisah cinta masa lalu yang kembali datang disaat saat pernikahan akan berlangsung, dan oh ayolah demi apapun chanyeol tidak akan membiarkan hal bodoh itu terjadi padanya dan juga baekhyun nya.

Chanyeol kemudian mengangkat tubuh ringan baekhyun dan membalikkannya, membuatnya duduk di pangkuan paha chanyeol dan menatap ke arah nya, kedua kaki baekhyun chanyeol lingkarkan di pinggang nya, chanyeol memberikan senyumannya yang membuat hati baekhyun merasa tenang entah karena apa

Ia meraih sebelah tangan baekhyun, mengaitkan jemari lentiknya dengan jemari tangannya, kemudian mencium nya lembut

Baekhyun hanya tersenyum memperhatikan tingkah manis chanyeol, membuatnya nyaman, dan juga.. yakin?

"tidak usah berpikiran yang macam macam baek, ini tidak akan semengerikan seperti yang kau bayangkan.. kita akan memulainya semuanya, dari awal, dan secara perlahan.."

Sebelah tangan chanyeol terulur untuk membenarkan helaian rambut baekhyun dan barakhir dengan mengelus pipi baekhyun lembut

"kita akan hidup bahagia bersama, kau.. dan juga aku.. dan mungkin dengan anak anak kita kelak"

Chanyeol terkekeh dan itu malah membuat baekhyun menundukan wajah nya malu, ahh benar, baekhyun akan mempunyai keluarga sekarang

"heii lihat aku sayang"

Chanyeol meraih dagu baekhyun membuat baekhyun menatap matanya dengan merah yang menghiasi pipi mulusnya, chanyeol tersenyum yang membuat baekhyun makin merona dalam diamnya

"kau tidak perlu takut hm? kau juga tidak perlu ragu akan pernikahan ini, bukankah kita akan menjalani nya bersama sama? Ingatlah, akan selalu ada aku di setiap hari mu baek, akan ada aku di setiap hari hari bahagia kita"

Mata baekhyun sedikit berkaca kaca mendengar ucapan chanyeol, ternyata chanyeol nya ini adalah sosok yang dewasa dan juga menenangkan, benar.. tidak seharusnya baekhyun ragu akan pernikahan ini, bukankah ia mempercayai chanyeolnya? Dan semua hal itu belum terjadi bukan? Tidak seharusnya baekhyun takut pada sesuatu yang belum jelas akan terjadi, namun.. satu rasa takut itu selalu menghantui pikirannya beberapa hari ini

"ehn.. chanyeol.. mm kita.. kita akan menikah besok, menikah artinya.. kau memilih seseorang untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama dengan mu, lalu.. lalu.. bagaimana jika kau merasa bosan padaku?"

Dan pada akhirnya baekhyun mengatakan sesuatu yang paling di takutinya selama ini, jujur saja, baekhyun benar benar takut akan hal ini, pernikahan memang bukanlah sesuatu untuk main main, dan baekhyun tidak mau kehidupan pernikahannya berjalan dengan tidak baik

"heyy apa yang kau bicarakan hn? Apa kau tidak menyadarinya?"

Baekhyun memiringkan kepalanya lucu saat mendengar pernyataan chanyeol yang tidak dimengerti olehnya

"ingatkah saat kita bertemu? Hmm kalau tidak salah sudah terhitung 10 tahun saat kita bertemu dan apa kau tahu apa artinya itu hn?"

Baekhyun menggelengkan kepalanya lucu membuat chanyeol gemas dan menarik hidung baekhyun pelan

"itu artinya selama 10 tahun ini aku sudah hidup besama mu sayang, dan apa salah nya dengan 10 tahun 10 tahun kedepannya? Aku akan tetap bersamamu, dan hilangkanlah kata bosan itu, karna selama kita masih bisa bersama, kau akan selalu bersama ku dan aku akan selalu bersama mu, itu artinya kita dekat satu sama lain dan semakin dekat sebuah hubungan semakin erat juga rasa cinta yang timbul"

Baekhyun mengeratkan kaitan jemarinya pada chanyeol, sungguh.. chanyeol benar benar bisa membuatnya menghilangkan rasa khawatir berlebihannya, dan lengan chanyeol sebelahnya mengelus ngelus pipi baekhyun lembut dan menatap mata indah itu dalam

"jadi.."

"kau tidak usah khwatir lagi ne?"

Chanyeol dapat melihat baekhyun yang menganggukan kepalanya capat dan sungguh setiap perlakuan baekhyun selalu membuat chanyeol gemas

Chanyeol terkekeh dan mendekatkan wajahnya pelan mendekati wajah baekhyun, baekhyun yang tahu hanya memejamkan matanya dengan senyum bahagia tercetak di wajah cantiknya

Baekhyun kembali merasakan sapuan bibir tebal itu di bibirnya, ciuman lembut yang mengartikan betapa chanyeol mencintai dirinya dan baekhyun dengan senang hati membalas ciuman chanyeol, menyesap bibir bawah lelaki itu lembut, menandakan betapa bahagia nya ia saat ini, dan juga hari yang pasti nya akan menjadi hari paling membahagiakan bagi kedua nya besok

Chanyeol melepas ciuman itu diakhiri dengan kecupan singkat di bibir baekhyun

"aku mencintai mu.."

"hmm.."

Baekhyun menjawab nya malu malu dengan pipi yang memanas

"aku tidak bisa mendengar mu sayang"

Cup

Satu kecupan kembali mendarat di bibir baekhyun yang membuat pipi baekhyun terasa lebih panas

"a.. aku juga.."

"aku apa hmm?"

Lagi lagi chanyeol mengecup bibir baekhyun singkat, baekhyun benar benar ingin menyembunyikan wajah nya, karna ia tahu wajah nya pasti sangat merah saat ini

"aku juga mencintaimu bodoh /.\"

Dan baekhyun pun menangkupkan kedua tangannya menutupi rona merah di pipinya panas dan chanyeol mengusak rambut kekasih nya gemas

"aigoo aigoo.. lihat lah uri baekhyunie.. wah aku bisa jamin baekhyun ku akan sangat cantik besok dengan gaun putihnya"

Baekhyun menjauhkan kedua tangan dari wajahnya dan mendorong bahu chanyeol pelan,

"ishhh jangan menggodakuu "

Dan rona merah itu belum juga menghilang dari wajah imutnya

"hahaha, kau menggemaskan sekali, kemarilah"

Chanyeol menarik pinggang baekhyun, merapatkan tubuh mereka, chanyeol memeluk tubuh baekhyun erat, menelusupkan wajah baekhyun pada bahu tegapnya, mengulas surai coklat itu lembut, dan baekhyun balas memeluk chanyeol erat, mengalungkan kedua tangan pada leher calon suaminya dan menghirup dalam aroma maskulin chanyeol

"tidurlah, besok kau harus bangun pagi pagi sekali dan menemuiku dengan dandanan cantik"

Chanyeol terekeh dan baekhyun meninju pelan punggung chanyeol, baekhyun selalu malu jika chanyeol menggodanya seperti itu, baekhyun malah masih belum percaya jika besok dirinya akan menikah

Menikah..

Dan itu bukan berarti menghabiskan seluruh hidupmu dengan seseorang yang kau pilih dengan waktu sebentar

Kau telah memilih seseorang untuk menghabiskan sisa hidup mu bersama nya

Ahh itu sukses membuat jantung baekhyun berdegup kencang

Sedangkan jauh di belakang mereka, seorang lelaki bertuguh tegap tengah memperhatikan kedua insan yang tengah berpelukan itu dari dalam rumah nya melalui jendela, pemandangan di depannya sukses membuatnya haru, ahh bukan kah putri nya sudah dewasa sekarang? Secepat inikah ia harus melepas putri nya? Bahkan ini terasa singkat sejak ia bisa kembali bersama putrinya dan kini ia harus merelakan putri nya hidup bersama orang lain yang di cintai nya

"sudah selesai mengintip kemesraan anak muda hmm?"

Sebuah tangan melingkar di perutnya, membuat nya tersentak kaget, dan segera membalikkan badannya kebelakang, dan ia bisa melihat dengan jelas siapa pelaku yang sudah memeluknya dari belakang

"ku kira kau sudah tidur baby"

Kris mengecup kening tao lembut dan wanita itu hanya terkekeh

"hmm aku berencana untuk tidur sekarang, berhentilah mengawasi putri mu seperti itu hm? ia juga butuh kebebasan sayang, percayalah tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi"

"hmm tidak setelah aku melihat mereka barciuman dengan mesra"

Tao terkekeh saat melihat kris merenggut kesal, ahh apa suami nya ini cemburu pada anak nya sendiri? Aigooo suaminya benar benar protektif ternyata

"mungkin setelah pernikahan mereka besok, kau akan mendapati kelakuan mesra lebih mereka"

Dan tao kembali terkekeh saat melihat kris membulatkan matanya, aigoo apa jangan jangan suaminya ini berniat untuk mengawasi malam pertama anak nya?:v

"hey heyy, singkirkan pemikiran mu itu sayang, sudah saat nya kau merelakan baekhyun, lagi pula baekhyun kan masih ada di sini, dan juga ada chanyeol yang selalau menjaganya, aku tahu itu karna setahun terakhir ini aku tahu bagaimana chanyeol menjaga dan merawat baekhyun dan aku percaya padanya, jadi jangan terlalu berlebihan ok? Ku rasa baekhyun juga akan sedih jika malam pertamanya diganggu oleh mu"

Tao memeletkan lidahnya kemudian kris tersenyum setelah nya

"hmm kau benar, tidak seharus nya ku terlalu mengekang baekhyun bahkan sampai ia telah menikah, haahh aku hanya takut jika aku akan kehilangannya untuk yang kedua kalinya"

"hey heyy, itulah yang salah dari mu sayang, jangan berpikiran buruk seperti itu karna itu hanya akan membuatmu khawatir tanpa alasan yang jelas, percayalah, baekhyun masih berada disini, dan chanyeol akan selalu menjaganya, arraso?"

Tao tersenyum dan mengelus rahang tegap sang suami, dan kris tersenyum lembut saat mendengarnya, istri nya memang benar benar bisa membuatnya hati dan pikirannya tenang akan hal seperti ini

"kau benar.. jadi? Bukan kah seharunya kita tidur sekarang?"

Dan dengan gerakan cepat kris menggendong tao ala bridal menuju ke kamar nya dengan tao yang mengalungkan kedua tangannya berpegangan pada leher kris dengan wajah yang memerah malu

-I dont know-

"lu apakah masih lama? Bukankah kita harus kesana sebelum pernikahannya di mulai? Kau bilang akan membantu dio dan keluarga mu disana?"

"arrasso.. arraso.. kenapa kau cerewet sekali eoh? kita masih punya waktu satu jam, dan tunggu lah hingga rambutku selesai ditata hunna"

Sehun kini tengah duduk di kursi salon, menemani luhan yang sedang dirias untuk pergi ke pernikahan baekhyun, luhan bilang dari beberapa hari sebelumnya bahwa ia ingin datang sebelum pernikahan nya di mulai karna ingin membantu keluarga nya menyiapkan pernikhan baekhyun bersama sama, dan tentu saja sehun dengan senang hati akan menemani luhan, tidak sebelum ia tahu ia harus terjebak di tempat sialan ini, oh ayolah sehun sudah tampan sejak pagi buta dan kenapa pula ia harus terdampar di tempat membosan kan ini dan terabaikan oleh luhan yang sibuk berbicara pada tukang salon yang akan mengurusi rambutnya?

Luhan tidak bilang sebelumnya jika ia akan pergi ke salon terlebih dahulu, dan ohh setengah jam di tempat ini membuat sehun benar benar mati kebosanan. Sehun menaikan lengannya, melihat jam yang melingkar pada kulit pucat nya

06:30

Sial

Ini bahkan masih terlalu pagi baginya untuk berada di tempat membosankan ini, sehun bahkan tidak pernah berangkat sepagi ini saat sekolah nya dulu, dan heyy dia melakukan ini karna tertipu ok?

Mata sipit sehun kini kembali terasa berat, jujur sehun masih mengantuk, dan duduk diam tanpa diajak ngobrol seperti ini membuat sehun semakin mengantuk dan ohh apakah luhan masih lama?

Sehun menyenderkan kepalanya pada senderan kursi yang tengah di duduki nya, matanya sempat memandang kesekitar nya dan mendapati tiga pelanggan telah berada di salon yang sama yang di kunjungi luhan sekarang, ahh ternyata orang lain jua ada yang mempir sepagi ini, batin sehun

Lama... lama.. dan lama hingga sehun tidak tahu dirinya terlelap karna bosan menunggu luhan yang tak kunjung selesai

"hunna.. sehun –ahh"

Sehun mengerutkan halis nya saat merasakan sebuah tangan yang menepuk nepuk pelan pipnya, dengan pelan ia membuka matanya dan menggosok pelan matanya

Apa ia tertidur?

"aigoo apa kau mimpi indah adik kecil? Aku sudah membangunkan mu beberapa kali tadi"

"tskk, itu salah mu sendiri lu, kenapa pula kau begitu lama?"

Setelah sehun yakin dengan pandangannya yang kembali normal, ia segera mendongakan kepalanya dan segera menatap luhan yang kini tengah berdiri dihadapannya

Oh

My

Godness

Sehun hampir saja menjatuhkan rahangnya saat melihat penampilan luhan yang berada di hadapannya

'kenapa luhan cantik sekali ya tuhan..'

Batinnya

Luhan kini memakai dress berwarna baby pink selutut dengan lengan pendek sebahu, rambutnya ikal bergelombang sepunggung dan jangan lupakan hiasan di rambutnya membuat luhan semakin cantik pagi hari ini

"waee? Kenapa kau meliharku seperti itu eoh?"

Luhan mengerutkan halis nya karna lelaki di depannya tidak mengucapkan sepatah kata pun malah menatapnya terus menerus

"yaak oh sehunn"

Luhan kini melambaikan tangannya di depan muka sehun dan sehun pun akhirnya mengerjapkan matanya tersadar dari kekagumannya terhadap luhan

"yakk kau ini melamun ya? Kita hampir terlambat sekarang, daddy dan mommy bilang mereka sudah berada disana, jja kita harus segera kesana sekarang"

Tanpa menunggu sehun, luhan keluar dari salon mendahului sehun, dan sehun hanya mengekori nya dari belakang, saat luhan akan membuka pintu mobil nya, ia sadar bahwa mobil itu terkunci

"hunna, bukakan mobilnya"

Sehun kini berjalan menghampiri luhan yang tengah berdiri di samping pintu mobil, sehun yang terus memperhatikan luhan dan luhan tidak menyadari itu, bukanya membuka pintu mobil, sehun malah meletakan sebelah tangannya bertopang pada jendela mobil nya membuat luhan mendongakkan kepalanya menatap sehun bingung

Sebelah tangan sehun kembali ia letakkan pada sisi jendela mobil lainnya dan itu berhasil membuat luhan berada di dalam penjara tangannya dan sehun yang terus mendekatkan badannya menghimpit tubuh luhan

"h.. hunna.. ap.. apa yang kau lakukan?"

Mata tajam sehun terus menatap wajah cantik luhan sedangkan luhan hanya menahan debaran di dada nya yang semakin menggila

"kau cantik sekali lu.."

Suara itu berhasil membuat pipi luhan tersipu malu, ia hendak mendorong pundak sehun menjauh namun anak itu, menahan tubuhnya hingga mereka masih dalam posisi yang sama

"yak lepaskan aku, kau ingin kita terlambat eoh? daddy akan memarahiku nanti"

"kita masih mempunyai waktu 15 menit lagi lu"

"dan bagaimana saat di perjalanan hmm? Bagaimana jika macet? Dan sopan lah sedikit adik manis aku ini lebih tua dari mu, panggi aku noona!"

Tangan luhan kembali merair kedua pundak sehun hendak mendorong anak itu agar segera menjauh dan mereka segera pergi ke pernikahan baekhyun, namun dasar sehun itu anak yang keras kepala, kenapa tenaganya besar sekali?

"hmm baiklah noona cantik, bagaimana jika mengobrol sebentar sebelum kita pergi?"

Halis luhan mengkerut tidak mengerti, sebenarnya apa yang terjadi pada sehun? Apa tertidur di salon membuatnya menjadi aneh seperti ini?

"kau ini kenapa eoh? kau aneh sekali, minggir aku ingin masuk mobil"

Sekali lagi luhan berusaha mendorong pundak sehun namun ternyata gagal, itu malah membuat sehun semakin menghimpit badannya hingga punggung nya benar benar bersandar pada jendela mobil

"aku serius noona.."

Suara sehun melembut dan entah kenapa luhan malah merinding saat mendengarnya

"y yaa.. berhenti bermain main sehun –ah menyingkir dari ku"

"aku ingin mengatakan sesuatu padamu noona"

Sehun kembali mendekatkan wajahnya dan ia mendekatkan bibirnya pada telinga luhan lalu ia mengatakan sesuatu disana

"kau cantik sekali noona, jadilah kekasihku"

DEG

Mata indah luhan membola seketika saat mendengar apa yang sehun katakan, apa mungkin ia salah dengar? Tapi mana mungkin ia salah dengar jika sehun mengatakannya tepat di telinga nya. Lalu apkah ini benar? Bagaimana jika sehun hanya bercanda dan mengerjainya?

Ahhh kenapa jantungnya berdegup kencang?

"bagaimana noona? Apa jawaban mu?"

Sehun kini menjauhkan bibirnya dari telinga luhan dan balik menatap noona nya itu tajam, ia bisa melihat manik indah luhan bergarak kesana kemari berusaha menghindari tatapannya

"hu.. hunna.. aku.. akuu.."

Sehun terkekeh dalam hati, ahh kenapa noona nya disaat gugup seperti ini terlihat menggemaskan sekali?

Dengan cepat sehun meraih dagu luhan dan mau tak mau kini luhan menatap wajah tampan sehun dengan dekat dan tentu saja dengan pipinya yang terasa panas

"ngomong ngomong aku tidak menerima penolakan noona"

CHU

Dan detik itu pula luhan membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang tengah menyentuh bibir nya sekarang, benda lembut itu kini tengah berada di bibirnya, luhan terdiam karna kaget atas perbuatan sehun yang menciumnya secara tiba tiba, namun ciuman lembut itu tidak bisa ia abaikan begitu saja dan saat ia mencerna apa yang sedang terjadi padanya, dengan pelan luhan mulai memejamkan matanya dan membalas setiap lumatan lembut di bibir tipisnya

Ahh bukankah ini akan menjadi awal baru baginya?

-I dont know-

Baekhyun belum pernah merasakan apa arti gugup yang sesungguh nya sekarang, oh ayolah bagaimana ia bisa melewati semua ini

"huffhhhh tenanglah baekhyun kau bisa melakukannya"

"tegang eoh?"

Baekhyun memalingkan wajahnya saat mendengar dio yang terkekeh saat ia menata rambutnya

"ahh jinjja dio –ya bagaimana aku melewati semua ini? Aku bahkan tidak bisa jika harus keluar mengenakan ini, semua orang akan menatapku dan aku akan malu, ahh eotokhaeee"

Baekhyun merengek dengan melengkungkan bibirnya kebawah membuat dio semakin terkekeh di belakangnya

"apa yang harus kau khawatirkan baek? Kau cantik, penampilan mu bagus, gaun mu juga bagus, dan tentu saja semua orang akan menatapmu, ini kan pernikahan mu"

Jepitan terakhir selesai dio jepitkan di rambut baekhyun, kini dio berjalan kedepan baekhyun dan memperhatikan baekhyun dari depan

"hmm, make up mu sudah cukup, rambutmu juga sudah selesai, ahh tinggal memkaikan bunga disini"

Dio kembali melangkahkan kaki nya mengambil sesuatu di dalam sebuah koper di meja rias, ia kembali berjalan kearah baekhyun dan memasngkan hiasan bunga itu pada pinggir rambut baekhyun yang di tata rapih terikat ke belakang

"jjaa kau sudah cantik"

Dio menatap berbinar satu lagi hasil karya nya dalam bidang make over, dio terlihat bangga pada hasil polesannya karna baekhyun benar benar cantik pagi ini. Berterimaksih lah sekali lagi karna dio dengan suka rela bersedia menjadi seorang tata rias untuk pernikahan baekhyun

"heyy, berhentilah gugup seperti itu baek, semuanya akan baik baik saja"

"ahhh jantung ku benar benar berdegup kencang sekarang apa yang harus aku lakukan diooo?"

Tangan baekhyun meraih tangan dio dan meletakkannya pada dada nya, dio sempat membulatkan matanya saat melihat perbuatan baekhyun sebelum tangannya merasakan debaran jantung baekhyun yang sungguh berdebar kencang sekarang

"yakk kau cabul apa yang kau lakukan?-_-"

"kau merasakannya kan? Jantungkuu.. ahhh bagaimana ini aku benar benar gugup T^T"

"yak yak yakk, jangan menangis bodoh, kau akan menghancurkan make up karya kuu"

Dio dengan cepat mengusap mata baekhyun pelan dengan tissue takut takut akan membuat make up nya luntur

"sayang kau sudah siap? 30 menit lagi semuanya akan di mulai.."

"ya tuhan.. baekhyun? Astaga sayang kenapa kau cantik sekali?"

Eomma dio dan mommy nya datang untuk memberitahu baekhyun bahwa 30 menit lagi semuanya akan siap, namun berita itu malah membuat baekhyun semakin gugup bukan main

"ahh eommaa bagaimana ini, aku.. aku sungguh gugup, bagaimana ini aku tidak sanggup keluar memakai ini, aku maluu"

Baekhyun memeluk eomma nya yang kini tengah berada disampingnya

"kenapa harus malu sayang? Kau terlihat sempurna dengan itu, dan ohh kurasa bukan hanya kau saja yang gugup disini, aku yakin chanyeol juga merasakan hal yang sama di ruang ganti disana, kau terlihat cantik baekhyun sayang, kau tidak usah khawatir karna semuanya akan berjalan lancar sayang.."

Mommy nya kini angkat bicara dan mengelus pelan rambut baekhyun, berusaha menenangkan anak kesayangannya itu, ia tahu pasti bagaimana perasaan nya saat ini, jadi yang bisa ia lakukan hanya meyakinkan baekhyun bahwa semuanya akan baik baik saja

"mom.. 10 menit lagi dan daddy akan segera kemari"

Dan kini luhan lah yang memasuki ruang ganti, ia melihat kearah baekhyun dan tersenyum manis

"kau terlihat cantik baek, aku yakin chanyeol akan mimisan saat melihatmu berjalan di altar nanti"

Dan itu sukses membuat semua yang ada disana terkekeh termasuk baekhyun, yeahh ia yakin semuanya akan baik baik saja

"eoo.. paman kris akan segera kemari, kurasa kita juga harus bersiap dan segera duduk dibangku kita"

Kini dio yang memberi tahu saat melihat kris sedang berjalan kearah ruang ganti mereka

"baiklah baekhyunnie.. semua nya akan baik baik saja, ingat kau terlihat sempurna sekarang, jangan gugup nee, fighting"

Eomma dio dan mommy nya memeluk baekhyun secara bergantian dan bergiliran keluar ruang ganti mereka, luhan menyemangati baekhyun dan terkahir dio yang berpesan

"jangan menangis atau kau akan menghancurkan hasil karya ku"

"ishh menyebalkan, aku tidak akan menangis cepat keluar sana!"

Baekhyun mengembungkan bibirnya dan segera medorong dorong kecil pungung dio agar segera meninggalkan ruang ganti dan dio hanya terkekeh, menyenangkan sekali bisa menggoda baekhyun di saat saat seperti ini,

"ngomong ngomong, kau benar benar terlihat cantik baek, fightingg!"

Dan setelahnya dio benar benar meninggalkan ruang ganti.

Baekhyun menghembuskan nafas nya, mencoba membuat dirinya setenang mungkin dan..

TOK.. TOK TOK..

Baekhyun mendengar ruang ganti nya di ketuk oleh seseorang

"masuk.."

"wahh lihatlah putri daddy yang cantik ini"

Kris memasuki ruang ganti dan baekhyun segera berdiri dari duduk nya

"kau benar benar terlihat cantik sayang"

"hmm begitukah? Apa.. aku tidak terlihat aneh daddy?"

"tentu saja tidak sayang, kau sempurna, kau begitu bercahaya"

"heungg, kurasa kau terlalu berlebihan daddy.."

Baekhyun menundukan kepalanya malu dan baekhyun dapat mendengar kekehan daddy nya seraya merasakan daddy nya yang berjalan mendekatinya

"lihatlah.. putri ku sudah besar sekarang"

Kris tersenyum menatap baekhyun yang kini tengah mendongakan kepalanya dan balas menatap daddy nya

"kau cantik baekkie.."

"hmm gumawo daddy.."

"kau sudah memberitahu eomma tentang kabar gembira ini hm?"

Baekhyun mengangguk anggukan kepalanya lucu

"eunn ne daddy, aku sudah memberitahu eomma tentang ini dan semalam aku bermimpi bertemu dengan eomma yang tengah tersenyum bahagia bermain bersama kita bertiga"

Hati kris terharu saat mendengar cerita anaknya, bukankah baekkie nya begitu terlihat polos?

"benarkah? Wahh apa aku ada dalam mimpi mu?"

"eungg, kita semua bermain bersama di sebuah pantai"

'pulau jeju'

Kris ingat dulu ia pernah bulan madu bersama arra kesana, dan senyum haru itu tercetak di wajah tampannya

"syukurlah, aku tahu eomma mu pasti merasa bahagia disana"

Mata baekhyun sedikit berkaca kaca karna ini, ia juga ingin eomma nya berada disini menyaksikan hari bahagia nya, hari pernikahannya

"berbahagialah sayang.. kau mungkin tidak akan tinggal lagi serumah dengan ku, tapi yakinlah.. aku akan selalu ada disampingmu, rumah juga selalu terbuka untuk mu sayang, bicaralah jika sesuatu terjadi padamu arrachi?"

Baekhyun menganggukan kepalanya mengerti

"arraseo daddy.."

"aku sudah bilang pada chanyeol sebelum kemari, aku bialng padanya bahwa kau berharga, kau sangat berharga bagiku baekkie kau adalah harta terindah yang pernah tuhan dan arra berikan padaku, jadi aku bilang pada chanyeol agar ia tidak menyakitimu karna aku telah berjanji tidak akan membiarkan siapapun melukai mu, jadi kumohon baekkie bicaralah jika sesuatu terjadi padamu hmm?"

"hmm aku mengerti daddy, kau tidak usah khawatir, aku akan menjaga diriku baik baik disana"

Baekhyun tersenyum, senyuman yang sangat cantik..

Senyuman yang mengingatkan kris pada sosok itu

Dengan lembut kris memeluk baekhyun, memeluk anak tercintanya kedalam pelukan hangat dan penuh kasih sayang, mengusap punggung itu perlahan

"aku percayakan chanyeol untuk menjagamu, berbahagialah karna dengan begitu aku pun bahagia dan aku yakin eomma juga akan bahagia melihat mu"

Kris segera melepas pelukannya dan mengusap rambut baekhyun pelan

"jjaa.. apa tuan putri sudah siap?"

Baekhyun kembali menghembuskan nafas nya sebelum menganggukkan kepalanya

"meskipun aku bilang tidak, semua ini akan tetap berlanjut bukan?"

Kris terkekeh mendengarnya

"kau benar sayang, kajja jangan membuat chanyeol mati berdiri disana"

Kini baekhyun lah yang terkekeh, ia segera mengalengkan tangannya pada lengan daddy nya, dan ia mengambil sebuket bunga yang memang sudah disiapkan sebelumnya disana, keduanya berjalan keluar ruang ganti dan baekhyun bersiap melangkahkan kaki nya baejalan diatas altar merah

"kau siap?"

"huffhh ne.."

"baiklah ayo kita lakukan ini princess"

Dan baekhyun pun melangkahkan kaki nya dan saat itulah suara alunan musik terdengar di telinga baekhyun dan juga seluruh tamu undangan disana yang sontak segera berdiri dari duduk nya

Baekhyun melangkahkan kaki nya di atas altar itu, memegang lengan daddy nya erat dan juga bunga yang berada di sebelah tangannya, ia bisa melihat dio luhan eomma dan mommy nya berdiri dan memberi semangat padanya, ohh baekhyun juga melihat kai dan juga sehun yang tengah tesenyum ke arah nya dan seperti mengatakan

'kau cantik'

Kini pandangan baekhyun beralih kedepan, keujung dimana altar ini berakhir, baekhyun dapat melihat sosok yang sangat ia cintai tengah berdiri disana, meski tidak jelas karna masih jauh namun baekhyun dapat merasakan jantungya yang kian bergerumuh

'huufhh hampir sampai'

'astaga apa itu baekhyun?'

'huffhh kau bisa baekhyun jangan gugup'

'ya tuhan apa itu benar benar baekhyun?'

Satu langkah..

Dua langkah..

'astaga baekhyun benar benar cantik'

'ya tuhan kenapa aku baru melihat chanyeol begitu tampan dengan tuxedo itu?'

Tiga langkah..

Chanyeol terpesona dnegan baekhyun yang kini berjalan semakin dekat kearah nya, dengan gaun pengantin putih yang mengembang hingga bagian belakangnya menyapu lantai ohh jangan lupakan bagian atas gaunnya off the shoulder memperlihatkan keseluruhan leher baekhyun dan juga pundaknya yang terkspose begitu putih dan juga mulus, ahhh dandanan baekhyun..

Apa baekhyun itu bidadari?

Rambut yang sengaja di tata rapi dan beberapa helaian yang sengaja di biarkan membuat wajah baekhyun semakin menawan, eyeliner yang menghiasi mata puppy itu sungguh indah dan juga waran merah muda di bibirnya membuat chanyeol ingin menyesap bibir itu

Ya tuhan ia hanya berharap jantungnya tidak meledak karna terus berdetak secara tidak beraturan

Beberapa langkah lagi dan baekhyun akan sampai di ujung altar, jantungnya kian berdetak kencang, ia dapat melihat chanyeol yang tersenyum padanya

Tampan..

Sangat tampan dengan setelan tuxedo hitam yang melekat pada tubuh nya yang tegap dan dasi kupu kupu berwaena hitam yang terpasang di lehernya, taklupa rambut hitam pekatnya yang ia sisir ke atas membuat postur wajahnya yang tampan terlihat semakin jelas

TAP..

Satu langkah terakhir dan baekhyun akhirnya telah sampai dan berdiri dihadapan chanyeol

Chanyeol mengulurkan tangannya dan kris selaku pendamping pengantin perempuan mempersilahan baekhyun agar meraih tangan chanyeol. Baekhyun melempar senyum nya dan dengan anggun ia meraih lengan chanyeol dan sepasang pengantin itu berdiri mengahadap pendeta hendak mengucap janji suci

"saudara Park Chanyeol, apakah anda.."

"kau benar benar cantik baek"

"hmm kau juga... sangat tampan"

Baekhyun menundukan wajah nya malu

"aku ingin mencium mu"

Bisik nya, membuat baekhyun meremas lengan cahanyeol pelan

"diamlah kau merusak konsentrasi ku"

Baekhyun balik berbisik dengan pipi yang memanas

"Ya, saya bersedia"

"dan saudari Wu Baekhyun, apakahh anda.."

"wahh apa aku bisa mencium mu sekarang sayang?"

Baekhyun menahan gejolak dalam dada nya dan kembali menegakkan wajah nya

"Ya, saya bersedia.."

"dan dengan begitu saya nyatakan kalian berdua sebagai sepasang suami istri"

Deruh tepuk tangan terdengar begitu ramai di ruangan ini, chanyeol segera memasangkan cincin yang pernah ia berikan sebelum nya pada jari manis baekhyun, dan begitu pula sebaliknya, baekhyun memasangkan cincin berplat hitam itu pada jari manis chanyeol dan tanpa menunggu perintah chanyeol segera menarik pinggang baekhyun dan mencium bibir baekhyun lembut membuat baekhyun kaget namun memejamkan matanya dan meremas bagian depan tuxedo chanyeol

Dan itu sukses membuat para tamu undangan bersorak dan bertepuk tangan atas kelancaran pernikahan mereka

Pesta pernikahan berlangsung ramai dan juga lancar, beberapa shabat baekhyun datang ke pernikahan dan memberikan selamat

"woahh baek, kupikir itu semua hanya lelucon, tapi lihatlah sekarang kau benar benar seperti seorang putri"

"kkk apa aku terlihat seperti lelucon disini eo? Haha tetapi, terimakasih karna telah datang kemari jongdae, semoga kau menikmati pesta nya"

Baekhyun terkejut saat seseorang tiba tiba memeluknya

"wahhh aku benar benar tidak percaya dengan semua ini baek, kau cantik sekali dan ahhh suami mu sangat tampan"

Saat itu chen hanya mehrong mendengar ucapan kekasih nya:v

"bukankah baekhyun terlihat sangat cantik?"

"tentu saja, kau juga tidak kalah cantik darinya sayang"

Kai dan dio kini tengah menikmati makanan mereka di meja mereka sebelum nya, dio ikut bahagia saat melihat baekhyun tertawa begitu lepas dengan chanyeol yang tak lepas memeluk pinggang nya kesana kemari

"aku juga ingin kau memakai gaun itu suatu saat nanti"

Ucapan kai membuat pandangan dio pada baekhyun beralih hingga menatap lelaki yang berada di depannya dan lelaki itu tersenyum padanya

"aku juga ingin kau berjalan di altar menghampiriku yang menunggu mu di ujung altar"

Dio tersenyum setelah mendengarnya

"well kurasa itu akan memakan waktu sedikit lama tuan kim, lagipula aku tidak menyukai pria yang belum mapan"

Kini kai terkekeh saat mendengar penuturan dio

"tentu saja sayang, bukankah kita akan memulai nya bersama sama dari awal?"

Kai tersenyum dan dibalas oleh senyuman dan juga anggukan dari dio, kai meraih tangan dio dan menggenggam nya, mengelus punggung lengan dio yang telah berhias cincin permata di jari manis nya

.

.

.

Malam yang melelahkan dan juga menyenangkan bagi chanyeol dan juga baekhyun, kedua nya kini tengah berada di sebuah rumah yang belum baekhyun ketahui sebelumnya

"tadaaa.. kau menyukai nya?"

Chanyeol melepaskan kedua tangannya yang sedari menutup mata baekhyun, baekhyun memfokuskan penglihatannya dan seketika matanya membola takjub

"woahhh apa ini rumah kita? Wah ini besar sekali, dan ini bagus sekali*-* "

Mata baekhyun berbinar takjub menatap seluruh interior rumah baru yang akan ia tinggali bersma chanyeol. Baekhyun segera melangkahkan kaki nya keatas bermaksud melihat kamar mereka

"woahhh apa ini kamar kita? Waaa aku mempunyai kasur yang besarrr*-* "

Chanyeol terkikik geli saat melihat tingkah istrinya yang sungguh menggemaskan

Hmm istrinya..

"baek.."

"hmm wae?"

Mata baekhyun masih berbinar saat mengetahui bahwa kamar barunya benar benar luas dan memiliki kasur yang besar

"aku ingin kau tidak melepaskan gaun itu sampai pagi"

"m mwoo? Ahh wae? Kau ingin aku tidur menggunakan gaun ini eoh? tapi ini sungguh panas"

Chanyeol berjalan mengahmpiri baekhyun dan baekhyun hanya terdiam di tempatnya

"hmm aku hanya ingin melihatmu lebih lama memakai ini, kau begitu cantik"

Chanyeol mengecup pundak baekhyun pelan, lalu melingkarkan tangannya pada pinggang baekhyun

"ish kau benar benar ingin aku tidur memakai ini eung?"

Baekhyun mempoutkan bibir nya dan chanyeol mengecupnya singkat

"hmm tidak juga, kau bisa memilihnya, tidur menggunakan gaun ini atau tidur telanjang tanpa menggunakan sehelai kain apapun"

"m mwooo?!"

Baekhyun membulatkan matanya namun chanyeol malah menjatuhkan dirinya dan berhasil membuat baekhyun jatuh diatas ranjang dengan chanyeol yang berada di atasnya

"kau bisa mengatakan yang mana pilihan mu sayang"

Sebuah smirik mengerikan terukir di wajah tampan chanyeol dan itu membuat bulu kuduk baekhyun merinding

"tu.. tunggu dulu.. a.. aku.. aku"

"tettt waktu habis, tawaran hangus dan keputusannya adalah kau tidur telanjang malam ini dengan ku"

"hyaaa tu.. tungguu, hmmphh"

Chanyeol membungkam mulut itu dengan bibirnya, ciuman yang mengandung birahi itu membuat baekhyun pusing, well setidaknya memang ini akan yang akan terjadi bukan? Tapi baekhyun bahkan tidak tau cara melakukannya bagaimana

"chanyeolhh, ahhh..."

Baekhyun meremas rambut chanyeol saat dengan tidak sabaran lelaki itu menjilati dan juga menghisap leher baekhyun dengan rakus, membuat baekhyun mendongakkan kepalanya dan mendesah nikmat

"anghhh chanyeoll sebentarhh.."

Baekhyun merasa melayang saat dirinya merasakan tangan chanyeol yang mengernyangi bagian atas tubuh nya, rasa nya aneh, terburu buru namun nikmat, baekhyun tidak bisa mengehentikan pergerakan chanyeol karna tubuh baekhyun juga menginginkan ini

SRETTT

Baekhyun tahu kini chanyeol berhasil membuka resleting gaunnya dan entah bagaimana chanyeol melakukannya, gaunnya sudah tertarik lepas dari tubuh nya, membiarkan gaun itu tergeletak di lantai menyisakan baekhyun yang hanya menggunakan bra dan juga celana dalam nya

"ughhh chanyeolhh, nghhh tungguhh"

Baekhyun memejamkan mata dan mengigit bibirnya saat tangan tak sabaran chanyeol meremas sebelah payudara nya dan tangan yang sebelah lagi mengeluarkan payudara nya dan memasukan tonjolan di dada nya pada mulut hangatnya

"ahhhhh"

Baekhyun hanya bisa mendesah lemas saat dirinya diberi serangan telak oleh chanyeol, kepalanya pusing, badannya lemas dan yang chanyeol lakukan itu nikmat

Baekhyun tidak ada niatan untuk menolak toh tidak ada yang salah dengan ini bukan? Namun yang membuat baekhyun kaget adalah

Kenapa chanyeol seliar ini?

"shhh hentikanhh"

Dengan sisa kekuatannya baekhyun berhasil meraih tangan chanyeol yang kini meraba paha mulus nya, baekhyun bahkan sudah berkeringat karna tiba tiba kamarnya terasa panas

Chanyeol yang sedikit tidak suka acaranya terganggu menatap baekhyun dengan tatapan sayu dan juga laparnya

Sedangkan baekhyun berusaha berbicara dengan menormalkan gemuruh di dada nya dengan pelipisnya yang basah akan keringat dan juga mata sayu dan bibir nya yang terbuka membuat chanyeol semakin terangsang dengan apa yang dilihatnya

"waeh?"

Suara berat dan seksi chanyeol membuat baekhyun merinding dan seketika area bawah nya terasa gatal

"kau nghh tidak ingin membuka baju mu dulu hnh? Kau tidak kepanasan memakai setelan itu?"

Baekhyun menatap nya sayu dan sedikit seringaian nakal, ohh ternyata istrinya bernafsu juga

Chanyeol menegakkan tubuh nya dari tubuh baekhyun dan menatapnya dengan penuh seringaian,

"bukakan untuk ku baby.."

Dan yahh sepertinya malam itu menjadi malam yang sangat menyenangkan bagi keduanya, pernikahan yang berjalan lancar dan juga malam pertama mereka yang tak kalah lancar:v

Siapa sangka akhir cerita cinta byun baekhyun seperti ini, ia bisa menikahi seseorang yang di cintai nya bahkan yang sempat ia anggap mustahil sebelumnya, tapi tuhan berkata lain bukan?

Dan itu menjadi jawaban bahwa tida ada yang tidak mungkin di dunia ini..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

8 bulan kemudian..

"sajangnim.. kita akan berangkat dalam 30 menit lagi"

Perempuan itu memasuki sebuah ruangan dimana ia dapat melihat seorang lelaki dengan tubuh tegepnya tengah berusaha memasang dasi di lehernya

"perlu bantuan?"

Lelaki itu kini menatap perempuan yang tengah berjalan kearah nya, kemeja putih tipis nya membuat ia bisa melihat dengan jelas perempuan itu mengenakan bra berwarna hitam oh dan jangan lupa perempuan itu mengenakan rok sebatas paha yang membungkus kaki jenjang dan mulus nya, membuat bokongnya tercetak dengan jelas disana

"wahh kau berpakaian seksi hari ini sekertaris park?"

Perempuan itu kini menatap lelaki yang tengah memperhatikan tubuh nya tanpa perasaan risih sedikitpun, perempuan itu malah fokus memakaikan dasi pada lelaki yang kini berjarak dekat dengannya

"hmm kau tidak menyukai nya sajangnim?"

"aku menyukainya tapi tidak jika orang lain ikut menikmati milikku"

Tangan nakal itu kini naik mengelus dua bongkahan seksi yang kenyal favoritnya, meremasnya pelan membuat perempuan itu mendesah pelan

"hmmhh apa yang kau lakukan sajangnim?"

"menikmati milikku tentu saja"

Tangan itu kini kian berani untuk meremas bongkahan itu dengan kuat membuat sang perempuan mau tak mau mendesah karena nya

"ahh chanyeolhh hentikan, kita harus beragkat sekarang"

"sebentar lagi sekertaris park"

Tangan itu kini mengelus belahan bokong itu dan kembali mangankupkan kedua tangannya pada benda kenyal itu dan meremasnya kencang

"eunghh kau membuat rok ku kusut sayanghh"

"kalau begitu lepaskan rok itu untukku sayang"

.

END

.

READ THIS FIRST!

Woee alhamdulillah tamat:"3 ahhh udah yashh udah beres, nahlooo gimana? Seneng ga? Puas ga? Wkwwk ahh biku seneng ini ff pertama biku lhooo:" dan akhirnya tamat /tumpengan/

Oke maaf lama apdet dan yang pengen biku tawarin disini

BIKU MAU KASIH KALIAN CHALLENGE, BIKU RENCANA NYA MAU BIKIN FF SEQUEL I DONT KNOW INI, GA BANYAK SIH CUMAN YAHH LUMAYAN DAN ITU KELANJUTAN DARI SINI FOKUS CHANBAEK TANPA KONFLIK YANG MEMBINGUNGKAN JADI FULL CHANBAEK YEA DAN ADA PENINGKATAN RATED MENJADI RATED M :3 OKE CHALLENGE NYA ADALAH JIKA REVIEW BISA MENCAPAI 120 BAKALAN BIKU BIKININ, JIKA TIDAK YAAA BIKU MAU HIATUS DULU NGURUSIN KULIAH:V

Nahh itu teman teman sebagai bentuk apresaisi juga, ayok dongg di review di revieeww, udah tamat nih ceritanya kasih pesan kesan kritik dan saran buat ff ini, biku kan butuh buat dijadikan refleksi buat kedepannya:3

Terimakasih seee banyak banyak nya buat yang udah mantengin dari awal sampe kelar yang setia review follow apalagi favorite, kalian bener bener penyemangat bikuu, makasih yaaa /cium satu2/

Yang belum ayok nohh biku kasih challenge sampe kapan mau ga berwujud nya/? Bhahaha becanda deng:3 okedehhh sekian penutupan dari biku buat ff ini, lagi lagi makasih sebanyak banyak nya buat kalian selama ini, makasih jeongmal/? Iloveyouuu

See you in my next ff, mwaaa:*

SORRY FOR TYPO GUYS!

Balasan review:*

Septianaditya1997

Hmm teraduk kaya gado gado dong/?:v kkk makasih yaa, review lagi?:*

Baeks06

Asikk gregett:v udah next nihh ayy, tamat malah:v udah nikahan juga diundang ga/?:vv makasih yaa, review lagi?:*

Light-B

Asek asekk chanbaek nya juga udah nikah*-* bhaha itu luhan baru jadian noh, udah tamat nih ay, makasih yaa, review lagi?:*

Gianty581

Aakkk gumawooo makasih kalo udah suka nee, udah di lanjut ko ini, dilanjut ampe tamat malah:" baper ga/? Bhahaha kasih review lagi?:*

Chenbanana

Wahh biku baru tau ada yang ampe nangis baca ff abal ini bhahaha:3 jan nangis ehh, malu di liatin:v hihi makasih yaa, udah tamat nihh ff nya kasih review lagi?:*

Sedarrosantitantri

Udah di tambah nih ayy, chanbaek udah nikah kaisoo mah lagi proses/?:v bhaha makasih yaa, review lagi?:*

ChanHunBaek

Udah nextttt / aakkk chanbaek akhir nya nikah omggg bhaha maaf lama yak, makasih juga, review lagi?:*

Baekkiechuu

Sosweet kah? Kkk jadi malu/?:3 hmm aku bikin satu post aja yg ini buat end nya yang beneran mhehe, udah bahagia ko semuanya ayy makasih yaa, review lagi?:*

Chanshin08

Ketjup panas nya itu lhooo, bhahaha:v ciee chanbaek halal cieee wkwkwk udah tamat nih ayy, makasih yaa, review lagi?:*

Yousee

Chukkae buat chanbaekkk:3 wkwkw iya tuh kris udah ngijinin mereka juga udah nikahan/? Hihi udah tamat nih makasih yaa, review lagi?:*

Ervyanaca

Berani dongg bhaha seneng juga akhirnya mereka sudah halal/? Kkk udah next ay, udah tamat juga, makasih yaa, review lagi?:*

Baekkie97

Aduhh baperrrr kkk udah next nih ayy, udah tamat jugaaa:3 hehehe aww nado saranghaeee:* kkk makasih yaa, review lagi?:*

Udah semuanya yaaa? Hahhh makasih semuanya, makasih reader nim, makasih sider nim juga?:v makasih buat yang udah review dan bagi yang belum ayo review, dan bagi yang mau tau naena chanbaek, ayok review nyampe 120

Makasih semuanya biku undur diri, papaiiii'3')/