Tittle : Hunhan Family

Author : Lynkim

Cast : HunHan+Lian

Rate : General

Length : Chap 2 of ~

Genre : Family, Romance

.

.

.

.

Luhan POV

Aku sungguh beruntung bertemu dengan Sehun,andaikan dia tidak ada. Aku tidak tau lagi bagaimana nasibku dan Lian. Dan entah kenapa saat menatapnya aku merasa terperosok jatuh kedalam pesonanya. Siapa yang tidak akan terpesona. Dia tampan.

"Mamm...Mamm..." ocehan Lian membangunkanku dari lamunanku. Segera aku menghampirinya di tempat tidur,kulihat dia sudah membuka matanya.

"Ahh... Kau sudah bangun sayang? Wae? Kenapa kau mencebikan wajahmu seperti itu?"

"Huks... Mma..." isaknya sambil memasukkan tangannya kemulutnya. Aku mengerti maksudnya,dia lapar. Aku hanya menggodanya. Aku tersenyum sambil mengangkatnya dalam gendonganku.

"Kau lapar?" tanyaku dan memposisikan Lian di depan dadaku.

"Huweee... Mma..." dia menangis. Aku segera memberikan apa yang dia inginkan.

"Dasar... Kau selalu membuat keributan saat kau kehausan atau kelaparan." ujarku sambil menoyor kening lian yang tegah menyusu padaku pelan. Dan Lian hanya mengerjapkan matanya lucu. "Ahhh... Kyopta..." bisikku dan mencium keningnya.

Aku melihat jam yang tergantung di dinding yang menunjukkan puku 6 pagi. Aku beranjak dari dudukku,sepertinya aku harus membuat sarapan. Tidak mungkin aku menumpaang tapi tidak melakukan apa-apa. Aku mengambil gendongan Lian,dan memakainya,kalau tidak begini aku tidak bisa beraktifitas. Lian masih tenang menyusu,dan sepertinya dia akan kembali memejamkan matanya.

Sepi.

Apakah Sehun belum bangun? Apakah dia tidak ke kantor? Molla.. Aku meneruskan langkahku menuju dapur untuk melihat apa yang bisa aku masak pagi ini.

"Wortel,kentang,selada... Hmmm..." gumamku saat melihat isi kulkas. "Kita akan memasak soup pagi ini Lian-ah." ujarku mengajak bicara Lian,tapi, "Kenapa kau tertidur lagi,sayang?" gumamku saat melihat mata Lian terpejam,tapi mulutnya masih terus menghisap asiku. "Dasar.."

"Kau bicara dengan siapa,Lu?"

"Akhh... Liann..." teriakku karena kaget dan sakit.

"Hueeeeeeee..."

"Appoo..." ringisku.

Sehun membuatku kanget,yang membuatku berteriak karena kaget dan sakit karena Lian menggigitku.

"Waegeurae?" tanya Sehun dengan wajah khawatir.

Aku meringis, "Gwenchana..."

"Huks... Huks..." Lian mengeluarkan aksi tangisnya lagi.

"Eomma tidak berteriak padamu sayang,kajja... Mianhae Lian-ah..." bujukku.

"Huweeeee..." Lian memberontak dalam gendonganku,dia juga tidak mau menyusu lagi. "Maafkan eomma sayang.. Tenanglah.."

"Huweeeeee..." Lian terus menangis dan berontak.

"Lian-ah..." Sehun memanggil Lian,dan ajaibnya Lian langsung berhenti menangis,Lian menatap Sehun.

"Ppa... Hiks..."

Aku dan Sehun langsung saling tatap,entah kenapa aku merasa wajahku memerah sekarang.

"Ppa..." jerit Lian,sekarang dia mengulurkan tangannya kearah Sehun dan bergerak-gerak kembali.

"Sayang,jangan seperti ini." bujukku.

"Hueeeeee... Ppa... Ppa..." Lian menangis lagi.

"Bolehkan aku menggendongnya?" tanya Sehun,aku menatapnya.

"Ppa... Hiks..." Lian kembali menggerakkan tubuhnya.

"Luhan-ah? Bolehkah?" Sehun kembali meminta ijin. Tanpa menunggu jawabanku lagi dia langsung mengambil Lian dari gendonganku. Dan Lian berhenti menangis.

"Kau ingin sekali kugendong,cantik. Kau bahagia?"Sehun berbicara pada Lian yang ditanggapi dengan tawa riang oleh Lian. Aku hanya bisa tersenyum tipis.

"Ekhem... Lu,bisa kau rapikan ... Bajumu..." ujar Sehun dengan canggung.

"Ne... Akh...Mianhae." ujarku. Luhan pabo,bagaimana kau bisa mengumbar dadamu di hadapan namja di pagi hari. Blushh... Wajahku sontak langsung memerah. Pabbo Luhan.

"Aku akan mengajak Lian bermain,hmmm... Kau akan memasakkan?" tanyanya dengan nada bicara yang aneh.

"Ah.. Ne..."

Sehun POV

Yeoja itu benar-benar membuatku gila,bagaimana dia bisa mengumbar dadanya dihadapanku. Ini masih pagi,dan apa yang sekarang terjadi. Oh tidak,aku sudah berfikir macam-macam.

Aku segera membawa Lian keluar dari dapur,dan sekarang kami berada diruang TV apartemen. Aku mendudukkan diriku disofa dan menyalakan televisinya.

"Kau tau,eommamu benar-benar membuatku senam jantung dipagi hari,Lian-ah."

"Ppa... Ppa..." celoteh bayi ini,kjenapa bayi ini begitu menggemaskan? Aku seorang pria single,tapi ada bayi cantik yang memanggilku appa.

"Kau tau,kalau kau tidak cantik dan menggemaskan aku tidak mau kau panggil appa." ujar sambil menciumi wajah Lian dan membuat tawa Lian semakin tergelak karena bahagia.

"Ppa.. Kyaaa..." jerit Lian. Entah kenapa aku bahagia mendengar tawa bahagia bayi ini.

Tapi,kemana ayahnya? Dan jika dilihat dari gaya berpakaian dan perawakan Luhan,dia tidak pantas tinggal di tempat kumuh seperti itu. Apartemen itu! Aku teringat sesuatu,aku segera berdiri dan berjalan menuju kamarku untuk mengambil ponselku. Tentu saja Lian masih setia tenang dalam gendonganku.

Setelah mengambilnya aku kembali keruang TV dan langsung mendial nomor seseorang.

"Pak Jung,aku ingin kau bernegosiasi untuk membeli tanah dan bangunan apartemen di hansal-do hari ini juga. Dan segera lakukan pembangunan ulang pada apartemen itu. Jika pemilik apartemen kumuh itu tidak mau menjualnya,gunakan cara seperti biasa. Dan aku mau perenovasian apartemen itu selesai dalam waktu kurang dari satu bulan." aku langsung menutup teleponnya setelah selesai mengatakan apa yang ingin aku katakan.

"Sehun-ah.. Kau serius ingin membeli gedung apartemen itu dan membangunnya kembali?" aku memutar kepalaku menghadap Luhan saat mendengar suaranya.

"Ya,seperti yang kau dengar." jawabku.

"Tapi..."

"Sudahlah jangan kau pikirkan itu." potongku,kurasa Luhan benar-benar yeoja yang baik. "Apakah urusan sapurmu sudah selesai?"

"Ah ne.. Aku ingin mengatakan itu,sarapannya sudah siap." ujarnya. "Kajja Lian-ah ikut eomma,biarkan Sehun ajushi sarapan?!" ujarnya berusaha mengambil Lian dari gendonganku.

"Sepertinya dia tidak mau berpisah dariku." kataku karena Lian mencengkeram kaos yang aku pakai dengan kuat dan menempelkan wajahnya pada dadaku. Aku benar-benar merasa menjadi ayah sekarang.

"Sayang,biarkan ajushi sarapan dulu. Eomma mohon jangan merepotkan Sehun ajushi lagi,kita sudah banyak merepotkannya." katanya. Kenapa aku merasa tidak nyaman saat Luhan mengajari Lian memanggilku ajushi?

"Anniyo,aku sama sekali tidak merasa direpotkan." ujarku. Dan sepertinya bayi cantik di gendonganku benar-benar tidak mau berpisah dariku. "Kajja kita makan,princess." ujarku pada Lian.

"Sehun-ah?"

"Gwenchana Lu."

Luhan menundukkan kepalanya, "Jeongmal gamsahamnida." ucapnya.

"Ne" hanya itu yang bisa aku jawab.

Author POV

Setelah menyelesaikan makan pagi mereka,kini Sehun dan Luhan berada duruang keluarga apartemen Sehun. Dengan Lian yang sudah hampir tertidur di pangkuan Luhan.

"Kita perlu pergi ke pusat perbelanjaan,Lu." ujar Sehun tiba-tiba.

Luhan menatap Sehun, "Wae?"

"Untuk membeli perlengkapanmu dan Lian."

"Tapi... Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu,dan aku rasa tid..."

"Tidak ada penolakan. Dan kusara Lian juga membutuhkan baby spa." Sehun memotong apa yang akan di katakan Luhan sambil tangannya membelai pipi Lian yang sudah memejamkan matanya. Mereka benar-benar terlihat seperti keluarga sekarang.

"Tapi..."

"Bersiaplah." putus Sehun,segera beranjak dari duduknya untuk berganti baju di kamar.

Luhan hanya bisa menatap pintu kamar Sehun yang tertutup dengan pandangan sendu. "Kau terlalu baik Sehun-ssi. Aku takut,aku terjatuh dalam pesona dan kebaikkanmu. Sementara,aku tidak pantas untukmu." gumam Luhan.

Akhirnya Luhan, Sehun dan Lian sudah berada di pusat perbelanjaan. Kini,Luhan sedang menggendong Lian di depan dadanya dan Sehun mendorong troli belanjaan mereka.

"Kau juga membutuhkan produk perawatan wajah,Lu." ujar Sehun saat melewati counter berbagai jenis make up. Luhan menatap Sehun sengan mengerutkan alisnya. "Perawatan wajah?!"

"Gomawo,tapi sepertinya itu tidak perlu." jawab Luhan.

"Pilihlah Lu. Aku tidak menerima penolakan." putus Sehun lagi.

Luhan merinding mendapat tatapan takam dari Sehun. Dan akhirnya hanya menganggukkan kepala dan mulai berjalan menuju salah satu counter produk make up dan peralatan wajah. Sehun tersenyum,dan mendorong trolinya untuk mengikuti Luhan.

'Itu adalah produk make up elit? Luhan menggunakan make up yang biasanya di beli oleh orang dari kalangan atas. Dan,sepertinya dia sudah menjadi langganan produk ini sejak lama atau dia sudah tidak asing. Memang dilihat sekilas Luhan memang tidak terlihat dari kalangan bawah. Jadi,siapa dia sebenarnya?' ujar Sehun dalam hati. Sehun tetap memperhatikan Luhan yang sedang berbicara pada spg sebuah produk make up.

"Bagaimana?"

"Ah... Apakah tidak apa-apa?" tanya Luhan pada Sehun yanh sudah berdiri di sampingnya.

"Tentu saja. Belilah sesuai dengan kebutuhanmu,Lu." jelas Sehun.

"Ppa... Ppa..." Lian yang sudah membuka matanya dan melihat Sehun,langsung memanggil Sehun dan menggerak-gerakan badannya di gendongan Luhan.

"Ppa... Ppa..." menjerit memanggil Sehun. Dan entah dorongan darimana Sehun langsung mengambil Lian dari gendongan Luhan. Dan tentu saja,disambut bahagia oleh Lian. Lian langsung bergerak-gerak aktif di gendongan Sehun.

"Jangan bergerak-gerak terlalu kencang sayang,nanti kau jatuh." ujar Sehun berusaha membuat Lian berhenti bergerak-gerak. Luhan hanya bisa menatap dengan senyum di bibirnya. Karena ada yang membuat putri kecilnya tertawa selain dirinya.

"Lu,aku akan membawa Lian ke baby spa di lantai 3. Kau teruskan belanja apa yang kita perlukan untuk satu bulan kedepan." ujar Sehun sambil membuka dompetnya dan memberikan credit card pada Luhan. "Gunakan ini,pin nya 775533. Kau bisa menyusulku kalau sudah selesai. Otthe?"

"Tapi..."

"Tidak ada tapi. Kajja Lian-ah kita pergi. Say bye bye to eomma..." ujar Sehun sambil menggerakkan tangan Lian seolah sedang melambai.

Luhan masih terdiam menatap punghung Sehun yang sudah menjauh.

"Nyonya... Keluarga anda terlihat sangat harmonis." ujar seorang pramuniaga. Mendengar itu Luhan hanya bisa terdiam.

Sebelum Luhan menyelesaikan belanjanya,Sehun sudah muncul di samping Luhan.

"Dimana Lian?" tanya Luhan.

"Di baby spa sedang menikmati massagenya." jawab Sehun santai.

"Kau meninggalkannya sendiri disana?" tanya Luhan dengan intonasi yang sedikit meninggi.

Melihat kekawatiran Luhan,Sehun tersenyum, "Tenanglah,pegawaiku tidak akan membuat anakku cela..." Sehun terdiam,dan baru menyadari kalau dia menyebut Lian sebagai anakya. Begitupun dengan Luhan yang membelalakan matanya setelah mendengar Sehun menyebut Lian sebagai anaknya.

"Ahh... Hmmm... Kajja... Kita harus kesuatu tempat" Sehun berusaha mengalihkan pembicaraan. Sehun menarik Luhan untuk memgikutinya.

Setelah mereka berjalan dalam diam karena atmosfer yang awrkkkkk.. Akhirnya mereka sampai di depam sebuah salon di lantai 3.

"Kenapa kita kemari?!" tanya Luhan, "Bukankah Lian ada disana." lanjut Luhan sambil menunjuk baby spa yang ada di depan salon tersebut.

"Kau juga membutuhkan relaxsasi. Aku ingin merapikan rambutku." ujar Sehun menarik Luhan masuk kedalam salon tersebut.

In Other Side

"Apakah kita juga perlu di sektor D nyonya?" tanya seorang yang berjalan di sampinh seorang wanita paruh baya yang terlihat sangat modis dan elegam.

"Kau bisa mengusulkan itu pada Sehunie." jawab wanita itu.

"Baik nyonya Oh." jawab sang pria.

Mereka terus berjalan mengelilingi lantai 3,dan banyak karyawan yang menundukkan memberi salam saat wanita yang di panggil nyonya Oh tersebut lewat. Tapi...

"Bukankah itu tuan muda,nyonya?" interupsi salah seorang dari mereka.

Nyonya Oh langsung mengikuti arah yang ditunjuk oleh orang itu. Dan benar saja ada Sehun disana. Dan apa yag dilakukan Sehun,membuat kedua bola mata nyonya Oh membelalak lebar.

Sehun sedang menggendong Lian keluar dari baby spa. Nyonya Oh melihat wajah Sehun sedang bahagia,seperti tidak ada beban. Dan bayi cantik di gendongannya juga terlihat bahagia.

"Kepalaku..." bisik nyonya Oh sambil memegang kepalanya.

"Nyonya..." secara serempak orang-orang di sekitar nyonya Oh berteriak. Dan membuat Sehun yang tadi sedang bercanda dengan Lian,menatap kearah sumber suara. Dan mata Sehun kali ini melebar dengan sempurna. Karena jarak antara dirinya dengan nyonya Oh,yang tidak lain tidak bukan adalah ibunya hanya terpaut 5meter saja.

"Oh Sehun."

.

.

TBC

.

.

.

GOMAWO READERDEUL… SETELAH SEMPAT DOWN KARENA 2 BIAS EXO MENGALAMI HAL YANG SAMA AKHIRNYA SAYA BISA MELANJUTKAN FF INI. SETELAH SAYA TONTON KENAPA LUHAN HARUS OUT? HAHHHHHHHH….. MOLLAAA,, POKOKNYA IMAGINASI TETAP JALAN.

SUPPORT ME WITH YOUR REVIEW… GOMAWOOO #BOW

.