Six Month to Alive

Disclaimer: Naruto punya om Masashi

Story: Aki no Shimotsuki

Pairing: NaruHina slight SasuSaku

Genre: Hurt/Comfort, Romance

Warning: AU, gaje, OOC, typo, romance gagal dan death chara

Happy Reading


Aku baik-baik saja. Kata itulah yang bisa diucapkan Naruto saat ini, dia sendiri juga tidak mau membohongi orang tuanya namun melihat ayahnya yang akan pergi bekerja dan ibunya yang akan mengurus rumah, lebih baik dia tidak mengatakan tentang rasa sakitnya ini, ia optimis ini hanya sesaat hanya perlu minum antibiotik pasti langsung hilang, begitulah pikirnya.

"Kau yakin ? Wajahmu terlihat pucat Naru-chan, apa perlu kita ke dokter ?" Tanya Kushina dengan wajah yang menunjukkan kekhawatiran, itu pasti ibu mana yang tidak khawatir melihat anaknya berwajah pucat dan menunjukkan tampang kesakitan.

"Tidak perlu ke dokter, aku baik-baik saja kaa-chan." Naruto langsung menjawabnya secepat mungkin, ia tidak ingin dicurigai karena menjawab pertanyaan itu terbata-bata seperti orang yang menahan rasa sakit yang amat dalam.

"Aku ke toilet dulu"

Naruto segera berlari kearah toilet, sebenarnya tujuannya bukanlah toilet,namun kotak P3K yang nampak menonjol tepat disebelah kulkas, ia segera membuka kotak P3K dan segera mencari antibiotik yang sangat ia perlukan, setelah menemukan barang yang ia cari Naruto segera meminum antibiotiknya itu setelah beberapa saat akhirnya obat tersebut bereaksi dengan tubuhnya, ia merasakan rasa nyaman dibagian selangkangannya, namun tidak ada salahnya kalau ia membawa antibiotik itu sebagai jaga-jaga kalau rasa sakit itu datang lagi.

"Naruto-kun, cepatlah kalau tidak kau akan kutinggal!"

Mendengar teriakan ayahnya Naruto segera bergegas pergi kedepan dan mengambil tasnya kemudian memasukkan antibiotik kedalam tasnya, sementara melihat anaknya memasukkan antibiotik kedalam tas nampak Kushina sedikit khawatir, kemudian dia bermaksud menanyakannya.

"Naruto-kun kenapa bawa antibiotik ? Kamu sakit ?" Tanya Kushina cemas, setelah tadi dia melihat Naruto pucat dan terlihat seperti menahan rasa sakit sekarang ia melihat Naruto membawa antibiotik

"Aku cuma mau jaga-jaga kaa-chan belakangan ini banyak temanku yang alergi karena memakan-makanan sekolah." Jawab Naruto, mana mungkin dia bilang kalau ia merasakan nyeri dibagian selangkangannya itu sama saja seperti berjalan diatas ranjau buatan sendiri

.

.

Murid kelas X B nampak bersemangat pagi ini, tentu saja karena kebetulan pagi ini guru Biologi mereka, Orochimaru-sensei tidak masuk kelas dan hanya meninggalkan tugas untuk mereka, sementara Naruto dia memilih untuk diam, memilih untuk berpikir tentang sakit yang melandanya tadi pagi bahkan pikirannya sudah melayang bahwa rasa sakit tadi diakibatkan ia memiliki tumor atau kanker, namun ia memilih menepis pikirannya yang tadi dan menyangkal bahwa ia terkena alergi bukan penyakit berbahaya seperti kanker atau tumor, tapi sebanyak apapun Naruto menepis semua pemikiran soal kanker atau tumor pasti pikiran itu tetap datang menghampirinya.

Aku harus yakin itu bukan kanker atau tumor pasti ini hanya alergi, ya ini cuma alergi kok tenang aja ini cuma alergi.

Begitulah yang ia bisa lakukan meyakinkan dirinya sendiri dalam hati dan berharap bahwa sakitnya tadi pagi adalah alergi semata bukan karena ini gejala kanker ataupun tumor, bahkan ia sempat berpikir bahwa ini hanya efek karena ia kebanyakan menonton sinetron yang ditonton ibunya atau mungkin ini seperti novel-novel yang ia baca bahwa sang pemeran utamanya terkena kanker dan pada akhirnya ia meninggal walaupun sempat sembuh, pada akhirnya ia memilih untuk menghilangkan pikirannya yang terlalu banyak itu dan memutuskan berkonsentrasi pada soal biologi yang ada di buku paketnya.

.

.

Sasuke Uchiha, pemuda yang tepatnya duduk disebelah Naruto Namikaze menyadari bahwa gerak gerik sahabatnya ini cukup mencurigakan, tentu saja orang lain yang mengenal pemuda berambut blonde ini pasti akan mengatakan Naruto, kau sakit ya ? atau mungkin apa yang terjadi padamu Naruto ? Kau masih sehatkan ? Kau lagi nggak sakit atau nggak demamkan, karena pasalnya Naruto pagi ini tidak seperti biasanya, biasanya ia akan ribut ketika diberi tugas dan memilih bermain-main ataupun tidur tapi kali ini Naruto nampak kalem dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Orochimaru-sensei dengan penuh penghayatan bahkan kau dapat melihat ia seperti sedang berpikir dan Sasuke yakin sebentar lagi akan kiamat.

"Oy, dobe."

Yang dipanggil hanya diam dan sibuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Orochimaru-sensei, merasa panggilannya tadi dijawab Sasuke memutuskan untuk memanggil Naruto kembali.

"Oy, dobe."

Ini adalah panggilan kedua Sasuke dan Naruto belum juga membalasnya, Sasuke mulai berpikir apakah Naruto sedang mengalami gangguan pendengaran atau mungkin ini bukan Naruto melainkan kembarannya Menma atau Kyuubi yang sedang menyamar, tapi itu tidak mungkin buat apa mereka berdua menyamar menjadi Naruto ? Dan pemikiran soal menyamar ditepis jauh-jauh oleh Sasuke, yang ia yakini saat ini adalah sahabatnya sedang mengalami gangguan pendengaran dan ia memutuskan untuk menghiraukan Naruto yang sedang dalam fase normal, jarang sekali ia mendapat ketenangan seperti ini.

.

.

Sebenarnya Naruto bisa mendengar Sasuke memanggilnya namun ia memutuskan untuk tidak menjawabnya yang ada dia malah diberi pertanyaan oleh Sasuke tentang sikapnya ini, walaupun itu tidak mungkin mengingat Sasuke bukanlah orang yang gemar bertanya, jadi pada akhirnya ia memutuskan untuk terus mengerjakan tugas Biologinya dan menghiraukan panggilan dari sahabatnya itu.

.

.

Sejam kemudian, Sasuke yang sudah mengerjakan tugas itu nampak memejamkan matanya, namun sepertinya hal itu harus dia urungkan karena ia dapat mendengar rintihan halus Naruto serta bunyi geseran dari kursi dan meja milik Naruto

"Oy, dobe kau kenapa ?" Tanya Sasuke dengan wajah datarnya namun itu tidak sesuai dengan nada pertanyaanya ke Naruto yang terdengar seperti orang khawatir

Naruto diam, tentu saja dia lupa bahwa disebelahnya masih ada Sasuke yang memiliki pendengaran yang tajam walaupun dia sudah berusaha memelankan suaranya, pada akhirnya Naruto cuma bisa menjawab pertanyaan Sasuke lewat tulisan tangan, karena ia sudah tidak mampu lagi untuk berbicara.

Hanya alergi saja, jadi kau tidak perlu khawatir teme

Sasuke yang merasa bahwa Naruto itu adalah pembohong yang payah, mana mungkin orang alergi merintih kesakitan seperti itu seharusnya orang alergi itu mengeluh gatal pada bagian yang terkena alergi itu, namun ia yakin ada alasan kenapa sahabatnya ini berkata itu alergi dan berusaha untuk menerima jawaban yang diberikan Naruto

"Kau bawa antibiotik ?"

Naruto mengangguk mendengar pertanyaan sahabatnya itu dan menunjukkan dimana letak antibiotik itu agar Sasuke mudah menemukannya, Naruto merasa lega karena sesudah itu Sasuke tidak membalas jawabannya dengan teori-teori yang Sasuke punyadan kemudian dia meminta Sasuke untuk menaikkan dosis antibiotik itu karena rasa sakit yang menyerangnya kali ini tidak seperti yang tadi pagi dimana ia kesulitan untuk duduk, tapi sekarang rasa sakit itu seolah seperti membakar selakangannya dan membuatnya mau tak mua mencari posisi yang nyaman untuk duduk. Setelah meminum antibiotik yang sudah dinaikan dosisnya itu Naruto merasa nyaman sekarang kemudian dia dapat duduk dengan normal walau masih terasa sedikit nyeri.

"Teme, tentang hal ini tolong jangan beritahu orang tuaku"

TBC


Halo minna-san, sebelumnya terima kasih yang sudah review chapter pertamanya dan sudah kubalas di pm, pas baca lagi chapter pertama, hal yang pertama aku sadari adalah ini kependekan mana udah terlanjur dipublish, padahal rencana awalnya itu mau panjang-panjang tapi malah kependekan -_-. Tapi sepertinya chapter ini kependekan deh kayaknya, kalau ini kurang panjang mungkin chapter berikutnya aku usahakan dibuat panjang.

Aku mau balas review dulu buat yang nggak log in.

Yuichi: Ini udah update chapter selanjutnya

tos see baa: terima kasih udah review dan juga makasih atas sarannya, itu Boku no Ita Jikan itu kalo nggak salah dorama bukan ? Aku sih nggak terlalu tau yang jelas dengar-dengar doramanya bagus ya.

Karena aku juga udah selesai menunaikan tugasku membalas review dari kalian, akhir kata cuma bisa ngucapin terima kasih sudah membaca dan ditunggu reviewnya yang berisi kritik serta saran dari kalian, bye-bye minna-san #menghilang