Six Month to Alive

Disclaimer: Naruto punya om Masashi, saya cuma pinjem karakternya

Story: Aki no Shimotsuki

Genre: Hurt/Comfort, Romance

Pairing: NaruHina slight SasuSaku

Warning: AU, gaje, typo, OOC, romance gagal dan death chara

Happy reading


Naruto menghabiskan waktunya istirahat makan siangnya diatas atap sekolah dengan ditemani Sasuke, mungkin kata ditemani patut diralat karena disini Sasuke tidak berniat menemani Naruto tapi mengawasi pemuda berambut blonde itu alasannya tentu saja karena ini sudah kesekian kalinya untuk Naruto minum antibiotik dengan terus menerus menaikan dosisnya, ada apa dengan, Naruto ? Itulah yang dipikirkan Sasuke, sebenarnya kenapa Naruto beranggapan ini alergi ? Lagipula tempat Naruto merasakan sakitnya itu tempat cairan kelenjar getah bening diproduksi selain leher, ketiak dan area dada dan bisa saja diselangkanganya terjadi pembengkakan cairankelenjar getah bening, Sasuke masih belum bisa menyimpulkan semuanya sampai ada pemeriksaan lebih lanjut apalagi kalau pembengkakan terus terjadi dalam skala berlebihan bisa berakibat fatal, tapi lebih baik sekarang ia fokus kepada Naruto bisa saja Naruto nekat minum semua antibiotik yang tersisa dan bisa-bisa ia overdosis. Kalau begini terus bisa-bisa Naruto bukannya sembuh malah makin parah sakitnya.

"Oy, dobe! Kemarikan antibiotikmu biar aku yang pegang!"

Ini adalah satu-satunya cara agar Naruto berhenti meminum obat dengan terus-terusan menaikan dosisnya dan Naruto terpaksa menyerahkan semua antibiotik yang tersisa ditangannya ke Sasuke dan mempercayai Sasuke untuk beberapa alasan, sementara Sasuke yang sebenarnya dari awal sudah sadar dimana letak keluhan Naruto walaupun sahabatnya itu tidak memberitahunya ia cuma bisa memikirkan penyakit apa yang diderita Naruto apakah itu cuma pembengkakan biasa atau itu adalah limfoma[1], semoga saja itu cuma pembengkakan biasa dan bukan limfoma begitulah pikir Sasuke, tapi kalaupun itu limfoma seharusnya Naruto mengeluhkan timbulnya benjolan atau mungkin bercak-bercak merah yang ada disekitar selangkangannya, tapi ia tak pernah sekalipun menceritakan hal-hal seperti itu kepada Sasuke.

"Oh, ya sebenarnya aku ingin menceritakan tentang benjolan yang muncul diselangkanganku padamu, tapi ku pikir ini hanya benjolan biasa yang akan hilang namun sampai sekarang benjolan itu tidak hilang dan tumbuh makin banyak, jadi mungkin ini saat yanga tepat untuk bilang kepadamu"

Baru saja Sasuke ingin menanyakan perihal itu, tapi baguslah kalau Naruto mau menceritakannya sekarang daripada Naruto tidak menceritakannya, tapi inilah yang ditakutkan Sasuke ia takut Naruto terkena limfoma apalagi ia sudah tahu kalau Naruto sudah memberitahunya tentang masalah benjolan diselangkangannya, tapi ia harus berpikir positif untuk sahabatnya itu, ia yakin ini hanya peradangan biasa saja, tapi tidak ada salahnya kalau Naruto harus di CT Scan[2].

"Bagaimana kalau hari ini kita melakukan CT Scan ketika pulang sekolah, aku tidak terlalu tahu tentang benjolan itu jadi kurasa kita harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut"

Naruto cuma bisa menuruti Sasuke, cepat atau lambat ia tidak mungkin bisa berbohong kepada Sasuke, tapi Naruto sempat berpikir kalau Sasuke cocok jadi dokter ia ingin sekali melihta sahabatnya itu menggunakan jas putih khas dokter nampaknya hal itu cocok untuk Sasuke.

.

.

Naruto benci dengan rumah sakit, selain membosankan ia paling tidak suka baunya, bau obat-obatan yang bercampur dengan bau alkohol yang menghasilkan bau yang aneh membuat Naruto serasa ingin memuntahkan makan siangnya, namun sekarang ia harus menunda muntahnya karena ia harus menjalani CT Scan, untuk mengetahui apakah benjolan yang ada diselangkangannya ini berbahaya atau tidak. Setelah selesai melakukan CT Scan nampak Naruto menghampiri Sasuke yang tengah berbicara dengan seorang ahli radiologi yang kebetulan tetangga Naruto, Kabuto Yakushi ahli radiologi dan seorang ontolog[3] yang merupakan tetangga Naruto yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Naruto.

"Jadi, Naruto hasilnya akan keluar dua hari lagi dan kuberi kau obat penghilang rasa sakit dan jangan menaikkan dosisnya, karena itu cukup untuk dua hari kedepan sambil menunggu hasilnya keluar." Ujar Kabuto sambil mencari obat penghilang rasa sakit dilaci mejanya.

"Tenang saja Kabuto-san, aku akan mengawasi si idiot ini agar ia tidak menaikkan dosis obatnya."

Naruto yang mendengar perkataan Sasuke hanya bisa memelototi sahabatnya itu tentu saja ia bukan anak keci lagi yang harus diawasi saat minum obat dan ia meras tidak terima di panggil idiot oleh Sasuke, lagipula ia tidak idiot kok ia cuma merasa otaknya tidak berfungsi dengan benar, terus apa bedanya dengan idiot bukankah itu sama saja ? Tak lama berselang Naruto dan Sasuke sudah harus pergi karena pasien yang lain juga sudah menunggu untuk di CT Scan nampak keduanya mengucapkan terima kasih kepada Kabuto dan segera meninggalkan Kabuto, sementara Kabuto ia berniat menelpon Kushina untuk memberitahu hal ini.

.

.

Sedari tadi Kyuubi nampak menelpon sang adik Naruto, ini sudah ke-20 kalinya Kyuubi menelpon Naruto namun ia belum mengangkatnya, sekarang ia bersama dengan kedua orangtuanya serta Menma untuk mengantarnya pergi kuliah mungkin itu cuma kebetulan karena sebenarnya ayahnya sedang ada rapat di Sunagakure selama beberapa hari sedangkan Menma ia sedang ada pertandingan basket di Sunagakure dan ibunya berniat untuk mengantar Menma sekaligus mengantarnya, Kyuubi memang tidak kuliah di Konoha karena beberapa alasan salah satunya jurusan yang ia masuki lebih sedikit peminatnya di Suna daripada di Konoha. Kyuubi masih terus menelpon Naruto walaupun tidak diangkat berkali-kali sebenarnya ia kesal kenapa Naruto tidak mengangkat telponnya padahal ia ingin memberitahukan bahwa sampai seminggu kedepan ia akan tinggal sendiri karena mereka semua sekarang tengah menuju ke Suna, Kushina sendiri sibuk memperhatikan pemandangan atau mungkin ia nampak berpikir tentang keadaan Naruto,tapi kegiatannya harus terhenti karena ada panggilan masuk

"Moshi-moshi Kabuto-san." Sapa Kushina kepada Kabuto yang berada disebrang telpon.

"Kushina-san, kau sedang dimana ?" Tanya Kabuto bahkan ia tidak membalas sapaan Kushina tadi

"Sedang dalam perjalanan menuju ke Suna, aku harus mengantar Menma untuk bertanding basket sekaligus juga mengantar Kyuubi yang mau masuk kuliah." Jawab Kushina

Sementara Kabuto yang ada disebrang telpon sana jadi tidak tega ingin memberi tahu tentang apa yang terjadi pada Naruto, apalagi Kushina tengah mengantar Menma yang akan bertanding basket ia tidak ingin merusak acara Menma dengan kabar tak mengenakan dari Naruto, lagipula semua itu belum tentu benar, barangkali benjolan itu cuma pembengkakan biasa saja, jadi ia memutuskan untuk tidak menceritakan tentang Naruto.

"Oh, sampaikan salamku ke Menma ya dan tolong bilangkan padanya untuk memenangkan pertandingan basketnya itu." Ujar Kabuto

"Tentu saja, memangnya kenapa kamu menelponku Kabuto-san ?" Tanya Kushina

"Oh, itu tadi aku bertemu Naruto dijalan dia bilang padaku kalau ia pulang telat, karena ia tidak bisa menelponmu soalnya dia bilang handphonenya ngedrop." Jawab Kabuto tentu saja ia bohong soal itu, yang benar adalah ia ingin memberi tahu Kushina tentang benjolan yang didapat Naruto dan keluhannya tentang rasa sakit yang menyerang selangkangannyaserta tentang Naruto yang menjalani CT Scan.

"Oh begtu, tapi tolong bilangkan pada Naruto ya kalau kami semua ke Suna karena harus mengantar saudara kembarnya serta kakaknya yang sedang ada urusan di Suna." Ujar Kushina

"Baiklah, kalau begitu sudah dulu ya Kushina-san aku harus menyelesaikan tugasku dulu, sampai jumpa." Ujar Kabuto yang nampak menyudahi pembicaraan mereka

"Sampai jumpa juga Kabuto-san." Dan Kushina nampak menutup telponnya ia kemudian meletakkan handphonenya kedalam tasnya

.

.

Naruto mendapati rumahnya kosong dan dia melihat 20 kali panggilan tak terjawab Kyuubi dan satu pesan singkat dari Menma yang isinya ayahnya, Menma dan Kyuubi ada urusan di Suna sementara itu ibu mereka memaksa untuk ikut karena ingin melihat pertandingan Menma dan Naruto langsung bersyukur akan hal itu karena dengan ini ia tak perlu meminum obatnya diam-diam.

"Oy, dobe karena orang rumahmu tak ada dan untuk jaga-jaga juga siapa tahu ketika aku tidak ada kau minum semua obat itu jadi aku akan menginap di rumahmu."

Naruto memang punya pemikiran begitu, ia ingin Sasuke ada dirumahnya karena bisa saja ketika ia merasakan sakit di daerah selangkangannya sehingga ia lupa diri dan meminum semua obatnya dan ia akan berkahir dirumah sakit karena overdosis bukan karena rasa sakit yang dialaminya dan ia nampak mengangguk tanda ia menyetujui hal itu.

.

.

Selama dua hari sebelum pengambilan hasil CT Scan Naruto melewati itu dengan berkali-kali merasakan sakit yang menyerang selangkangannya, Sasuke bisa dibilang sampai kurang tidur karena ia harus mengurusi Naruto yang bahkan sampai menjerit karena rasa sakitnya yang teramat dalam, Naruto berusaha untuk tidak meminta Sasuke menaikkan dosis obatnya karena ia yakin ia akan baik-baik saja setelah hasil CT Scan, bahkan Naruto sempat mengeluhkan rasa sakit dibagian punggungnya juga belum lagi Naruto harus mengalami demam tinggi saat tengah malam yang membuat Sasuke panik karena biasanya demam ditengah malam merupakan gejala penyakit berbahaya, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan berusaha untuk tidak menelpon kedua orang tua Naruto.

.

.

Demam yang melanda Naruto membuatnya tidak bersekolah sehingga membuat beberapa teman dekatnya memutuskan untuk menjenguk Naruto, sekaligus untuk menghibur Naruto yang tengah gundah karena hari ini hasil CT Scan miliknya keluar hari ini. Seharusnya begitu namun mood Naruto betambah buruk siang itu karena lelucon Kiba yang membuatnya kepikiran tentang hasil CT Scannya.

"Naruto, maaf nak aku harus menyampaikan kabar buruk ini, kau terkena-

"kanker"

Ucapan Kiba yang seolah menyerupai dokter dan disusul dengan Shikamaru yang melanjutkan perkataan Kiba yang sengaja ia potong membuatnya menyuruh mereka semua keluar dan nampak Sasuke memelototi mereka yang tengah tertawa karena lelucon Kiba soal kanker itu.

.

.

Naruto nampak menunggu Kabuto yang belum datang dari kantin rumah sakit sementara Sasuke ia pergi menghilang entah kemana mungkin ia ke toilet dan sesaat setelahnya nampak Kabuto dan Sasuke masuk secara bersamaan, sungguh seperti sebuah keajaiban bagi Naruto karena ia ingin segera melihat hasil CT Scannya. Setelah mendapatkan amplop berisi hasil dari CT Scan dibagian perut yang dijalani Naruto dua hari yang lalu ia nampak membuka amplopnya dan mendapati hasilnya ia dapat melihat beberapa benjolan yang sama dibagian perut dan dadanya sepertinya benjolan itu mulai menyebar.

"Aku nggak tahu secara pasti tapi menurutku kau harus menjalani biopsi[4] karena aku takut ini berhubungan dengan limfoma, tapi ini tergantung padamu Naruto"

Naruto seolah-olah dihadapi kenyataan yang bahkan tidak ingin dia dengar, limfoma atau apapun itu yang jelas penyakit itu tidak baik untuknya dan dia punya firasat untuk itu jadi dia memutuskan untuk mengikuti saran Kabuto yaitu mengikuti biopsi.

"Kapan kira-kira kita akan melakukan biopsi ?" Tanya Naruto ia sudah membuat keputusan dan keputusan itu tidak bisa ia tarik kembali apapun hasilnya ia harus siap.

"Besok pagi jam 08.00, kuharap kau tidak menyesali keputusanmu itu." Jawab Kabuto dan ia nampak menuliskan jadwal biopsi untuk Naruto.

.

.

Menunggu adalah hal yang paling tidak disukai Naruto, ia harus menunggu selama 24 jam untuk melakukan biopsi dan itu pun tidak mungkin hasilnya langsung keluar, sebenarnya ia sedikit takut saat tahu bahwa di biopsi rasanya menyakitkan dari yang ia dengar kau akan merasakan puncak dari rasa sakit itu yang mungkin akan sulit dijelaskan dengan kata-kata, tapi Naruto berusaha menghiraukannya namun nampaknya hal itu sia-sia karena ia membayangkan hal yang kemungkinan terjadi saat ia di biopsi.

.

.

Jam 08.00 pagi, saatnya Naruto melakukan biopsi ia berkali-kali menanyakan kepada Kabuto apa yang akan terjadi didalam saat proses itu berlangsung dan Kabuto hanya menjawab aku akan berada disampingmu. Selama proses itu berlangsung ia menangis sejadi-jadinya ia nampak menggenggam tangan Kabuto bahkan mungkin mencakarnya untuk menghilangkan rasa sakit saat jarum masuk kedalam sumsum tulang belakang Naruto walaupun ia sudah dibius lokal, setelah biopsi itu selesai nampak mata Naruto bengkak akibat ia menangis selama biopsi berlangsung bahkan ketika selesai pun ia masih menangis sampai ia hampir kehabisan suara. Naruto memutuskan untuk tidak berbicara sama sekali dan nampak ia menyuruh Kabuto untuk berbicara dengan Sasuke dan Sasuke selama proses biopsi Naruto berlangsung entah kenapa ia hanya bisa melihat sahabatnya dari balik kaca dan tidak bisa berbuat banyak ia mengutuk dirinya sendiri kenapa disaat begini pentingnya ia hanya bisa melihat dari balik kaca dan tidak menemani Naruto, kenapa pemuda berambut blonde itu menyuruhnya menunggu diluar ?

"Merasa kesal itu wajar Sasuke-san, apalagi melihat orang yang penting untukmu sangat tersiksa, apalgi ini adalah masa sulit untuknya." Ujar Kabuto yang muncul tepat disampingnya sambil menawari minuman kaleng untuk Sasuke

"Aku merasa aku tidak berguna untuk orang yang selama ini sudah kuanggap sebagai saudara, apalagi dia telah banyak menyelamatkanku dari banyak hal." Ujar Sasuke, ia nampak menolak dengan halus minuman kaleng yang ditawari Kabuto

"Aku paham, karena aku pun pernah mengalami hal itu. Oh ya, Sasuke-san hasil biopsinya keluar seminggu lagi"

Kabuto segera beranjak pergi dan Sasuke nampak memperhatikan ahli radiologi itu dari kursi ruang tunggu, ia nampak memikirkan apa yang Kabuto bilang tadi, aku pun pernah mengalami hal itu. Sekarang kalimat itu terngiang-ngiang dipikirannya, jadi dia pernah mengalami hal yang pernah Sasuke alami, tapi kenapa ia mengatakan hal itu pada Sasuke ? Padahal cukup saja ia mengatakan aku paham tentang hal itu atau ya, aku mengerti. Mungkin itu tidak terlalu penting dan sekarang yang harus ia pikirkan adalah Naruto, pemuda itu nampak masih dapat merasakan rasa sakit akibat biopsi tadi.

.

.

Selama seminggu Naruto tidak masuk sekolah, tapi Sasuke ia mesti sekolah walaupun hanya sampai separuh waktu dan yang menjaga Naruto adalah Kabuto karena kebetulan pria itu bebas dinas selama seminggu, selama seminggu itu Naruto nampak berusaha melakukan semuanya sendiri seolah-olah ia tak perlu orang lain, saat sakit melandanya ia nampak berusaha meminum obat penghilang rasa sakit yang diberikan padanya setelah biopsi pada hari itu selesai dan dengan penambahan dosis tentunya, tanpa bantuan orang lain ia mencoba meminum obatnya sendirian menahan godaan untuk menaikan dosisnya lebih tinggi lagi. Sasuke tidak bisa mencegahnya tentu saja, karena semenjak biopsi dilakukan Naruto nampak jau lebih tempramental ia dapat memukul seseorang yang berusaha menghalanginya, jadi daripada ia mendapat pukulan atau lemparan gelas dari Naruto ia hanya dapat mengawasi pemuda itu

.

.

Hari ini tepatnya seminggu sesudah proses neraka yang dialami Naruto, saatnya ia menerima hasil dari biopsi yang ia lakukan, sayangnya saat mereka memasuki ruangan Kabuto, nampak Kabuto membaca hasil biopsi Naruto berulang-ulang, seolah-olah ketakutan yang ia perkirakan sebelumnya terjadi, menyadari gelagat Kabuto yang aneh itu Sasuke cuma bisa merasakan firasat yang tidak enak mengenai penyakit Naruto, sementara Naruto ia malah sangat cemas dengan hasil biopsi yang dipegang oleh Kabuto.

"Silahkan duduk Naruto dan Sasuke-san."

Naruto dan Sasuke duduk dengan wajah yang tegang, tentu saja siapa pun akan tegang tentang hasil yang menentukan hidupmu kedepan nantinya.

"Aku tidak tahu kau dapat menerimanya atau tidak tapi aku pun masih tidak percaya dengan hasil yang ada dikertas ini, kau dapat melihatnya sendiri."

Kabuto nampak menyerahkan kertas hasil biopsi itu kepada Naruto, dengan sigap Naruto mengambilnya,kemudian membacanya dan nampak Sasuke ikut membaca juga sayangnya hal itu nampaknya akan menjadi pukulan telak bagi Naruto karena ia menemukan sebuah kalimat yang bertuliskan

Namikaze Naruto (16), positif mengidap limfoma

Sasuke yang membacanya juga ikut tertegun, ia mendapati Naruto tengah menatap kertas itu, nampak tangannya bergetar karena sulit menerima kenyataan itu kemudian Naruto menggumamkan sesuatu yang Sasuke pahami sebagai bentuk ketidakyakinan atau mungkin ia mengalami shock karena mendapati dirinya menderita penyakit berbahaya.

"Aku mengidap limfoma, katakan ini hanya sebuah mimpi Sasuke"

TBC


Hai minna-san, makasih udah review chapter duanya, rasanya ending yang kubuat itu gantung banget, tapi kali ini nggak kubuat gantung kok, yang jelas aku nggak mau membuat kalian dihantui rasa penasaran, jadi aku nunggu saran serta kritik kalian di review.

[1] Limfoma: Kanker kelenjar getah bening yang agresif.

[2] CT Scan: Salah satu jenis pemeriksaan penunjang medis dengan menggunakan sinar X dengan bantuan Operator yang handal dapat memeriksa jaringan tubuh yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan pasien dan dokter.

[3] Onkolog: Dokter yang mengalami ontologi, ontologi adalah sub -bidang medis yang mempelajari dan merawat kanker.

[4] Biopsi: pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan jaringan tersebut bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit atau mencocokkan jaringan organ sebelum melakukan transplantasi organ.