Six Month to Alive
Disclaimer: Naruto punya om Masashi saya cuma minjam karakternya
Story: Aki no Shimotsuki
Genre: Hurt/Comfort, Romance
Pairing: NaruHina slight SasuSaku
Warning: AU, gaje, OOC, typo, romance gagal dan death chara
Happy Reading
Sasuke juga berharap bahwa semua ini hanya mimpi, namun ia tahu ini adalah kenyataan yang harus dihadapi sahabatnya walaupun ia yakin sahabatnya ini akan sulit menerimanya, disaat seperti ini seharusnya Naruto ditemani orang tuanya figur orang tua cocok untuk suasana seperti ini. Naruto nampak menunggu satu patah kata keluar dari mulut Sasuke untuk menenangkan dirinya dan mengatakan ini adalah mimpi, hanya Sasuke yang dapat menenangkannya saat ini.
"Sayangnya ini bukan mimpi!"
Naruto langsung tertegun mendengar kalimat yang meluncur dari mulut sang Uchiha itu, ia langsung saja merunduk kebawah nampak bahunya bergetar, kemudian bulir air mata nampak menetes dari kedua matanya membasahi kertas hasil biopsi yang ia pegang. Isakan demi isakan mulai memenuhi ruangan Kabuto, Sasuke maupun Kabuto cuma bisa diam mereka sekarang tidak mungkin menenangkan Naruto sekarang kalau sampai mereka salah bicara bisa-bisa Naruto makin tertekan dan bisa saja dia mengamuk sekarang dan menghancurkan ruangan Kabuto. Isakan Naruto mulai menghilang nampak ia smengelap airmatanya, kemudian dia nampak tersenyum kecut dan menatap Kabuto.
"Kalau begitu, berapa lama aku akan hidup ?"
Kabuto hanya diam, ia tidak tega memberi tahu hal ini kepada Naruto, tapi ini tugasnya sebagai dokter ia harus profesional apapun tanggapan pasien ia harus siap itulah resiko menjadi dokter.
"Sebenarnya untuk penderita limfoma umumnya mereka bisa bertahan sampai 5 tahun tapi untuk kondisimu, aku tidak menjamin untuk 5 tahun karena kanker juga sudah meluas kebagian perut dan hampir menuju ke daerah dada, jadi maaf Naruto harus mengatakan ini padamu harapanmu untuk hidup hanya tinggal 6 bulan saja."
Naruto yang mendengar kalimat Kabuto tadi cuma bisa tertawa hambar sambil tersenyum kecut, membayangkan hidupnya tinggal 6 bulan, apa mungkin ia sempat untuk naik ke kelas XI dan menikmati masa menjadi kakak kelas serta menikmati pelajaran-pelajaran yang ada dikelas XI, kenyataan memang sulit untuk diterima.
"Ne, Sasuke sepertinya aku nggak sempat untuk naik kelas kayaknya."
Sasuke yang mendengarnya hanya bisa tertawa hambar, entah mengapa ini seperti lelucon yang biasa digunakan Kiba walaupun Sasuke tahu Naruto memang biasa melawak tapi ini bukan lawakan yang bagus dan juga ini bukan lelucon yang bagus ini seperti kau berusaha membuat orang tertawa tapi yang kau lakukan malah membuat orang menangis, memikirkannya saja Sasuke bisa gila tapi sekarang ia benar-benar gila bukan ? Berusaha untuk membuat sahabatmu menerima kenyataan dan bangkit ini malah membuatnya menerima kenyataan dan hilang harapan.
.
.
Sementara itu berita tentang Naruto yang sakit sudah menyebar bagaikan virus, berita itu mulai mempunyai banyak versi entah darimana asal berita-berita itu tapi yang jelas itu sudah menyebar dan yang jelas berita itu tetap terdengar ke telinga Hyuuga Hinata, teman sekelas Naruto waktu SD yang sekarang bersekolah di Amerika, ia sendiri kaget mendengar kabar soal Naruto, pasalnya ia tidak pernah mendengar Naruto itu sampai absen karena sakit, bisa dibilang dia adalah orang yang tak perlu ditanya kabarnya walau kalian sudah lama tak bertemu, karena dilihat dari kondisi fisik Naruto termasuk anak sehat rohani dan jasmani sejak SD, jadi mustahil jika kalian mendengar bahwa Naruto sakit tapi namanya juga manusia bahkan seorang Naruto pun bisa sakit dan ia hanya berharap bahwa Naruto akan segera sembuh dan segera dapat beraktifitas seperti biasanya.
.
.
Kyuubi menatap datar kearah ibunya yang histeris ketika mendengar kabar Naruto dari Kabuto melalui telepon sementara ayahnya berusaha menenangkan ibunya padahal Kyuubi tahu kalau ayahnya itu sebenarnya juga ingin menangis tapi ia tidak mungkin melakukannya didepan ibunya saat ini. Ia sebenarnya juga ingin seperti ibunya dengan bebasnya mengeluarkan emosi lewat tangisan, namun ia lebih memilih untuk tidak menangisi Naruto yang terkena penyakit berbahaya karena menurutnya lebih baik mendukung adiknya untuk segera sembuh dan memberinya semangat agar ia berjuang untuk hidup lebih lama daripada menangisi adiknya yang belum tentu dengan menangis adiknya itu sembuh, kecuali kalau ia memiliki air mata ajaib. Di lain sisi nampak Menma tengah menelpon pelatihnya bahwa ia harus segera ke Konoha sekarang karena ada masalah keluarga dan ia meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelatihnya karena ia tidak bisa ikut bermain disaat final melawan Sunagakure nanti.
"Kita harus segera pulang ke Konoha dan Kyuubi kau yang menyetir."
Kyuubi hanya bisa mengangguk mendengar titah dari ayahnya, ia segera mengajak Menma untuk menemaninya mencari bensin untuk perjalanan pulang mereka karena ia tahu bensin di mobil mereka saat ini tidak cukup untuk perjalanan pulang mereka.
.
.
Sasuke sudah ratusan kali berteriak memanggil Naruto menyuruhnya untuk makan, mungkin terdengar aneh mendengar Sasuke berteriak seperti seorang ibu memanggil anaknya karena ini jauh dari image cool Sasuke yang lebih terbiasa berbicara ala kadarnya bahkan terkesan seperti orang yang pelit dengan kata. Sasuke bahkan menyadari bahwa ia sudah out of character, ini semua karena Naruto, pemuda berambut blonde itu membuat Sasuke naik darah karena sejak sejam yang lalu ia terus-terusan mengurung diri dalam kamarnya seolah-olah dunia ini berakhir hanya karena penyakitnya dan Sasuke terpaksa berteriak seperti itu karena ia tidak mau sahabatnya bertambah sakit karena tidak makan-makan, cukup satu penyakit saja yang ada ditubuh Naruto jangan ditambah dengan penyakit yang lain karena satu penyakit saja susah repot seperti ini apalagi penyakitnya bertambah mungkin Sasuke bakalan pakai cara singkat biar Naruto cepat sembuh misalnya ia bakalan maksa Naruto buat minum semua obat terus menerus atau mungkin ia akan mencoba pengobatan alternatif untuk Naruto yang sekarang marak berkeliaran iklannya di televisi. Dan pada akhirnya ia hanya menghela nafasnya membuang semua pikiran gilanya tentang kemungkinan yang ada diotaknya itu.
.
.
Jiraya cukup terkejut dengan pesan singkat dari Minato, ia tidak meyangka bahwa Naruto menderita sakit yang parah. Ia menghela nafasnya, melirik tumpukkan buku yang ada dimejanya. Semua buku itu adalah buku Naruto, Naruto cukup berbakat dalam dunia tulis menulis ia bahkan mengikuti salah satu ajang penghargaan bergengsi di kancah Internasional salah satu contohya adalah Asian Young Writer Award, Naruto tentu saja bangga sebagai orang yang terpilih mewakili Jepang dalam ajang Internasional itu, tapi pada awalnya Naruto sudah merasa bahwa ia tak mungkin menang karena banyak lawan-lawannya yang sudah pasti jauh lebih hebat darinya dan Jirayalah yang menyemangatinya dan memberi dukungan kepada Naruto bahwa ia mampu untuk bersaing dengan peserta dari negara yang lain dan kata-kata itu merupakan mantra yang ampuh buat Naruto, ia menunjukkan kepada peserta negara lain bahwa ia sama dengan mereka dan bahkan ia menganggap dirinya jauh lebih hebat dari peserta lainnya. Dan akhirnya ia terpilih menjadi juara. Jiraya lagi-lagi menghela nafas, kali ini ia harus menunda penerbitan buku Naruto yang baru tentu saja karena Naruto sama sekali belum memberikan naskahnya yang sudah melewati masa deadline itu., tapi Jiraya mengerti alasan keterlambatan Naruto itu karena ia terkena penyakit dan membuat Naruto harus fokus kepada pengobatannya.
"Kuharap kau segera sembuh,Naruto. Banyak orang yang ingin menikmati karya barumu itu."
.
.
Kyuubi menahan rasa jengkelnya saat ini bukan karena suara tangis ibunya melainkan macet yang tejadi di jalan tol Konoha, akibat pertengkaran dari seorang pengendara mobil dan seorang petugas pintu tol. Entahlah apa yang menyebabkan pertengkaran itu terjadi yang jelas Kyuubi sudah nampak ingin melayangkan pukulannya kearah kedua orang bodoh didepan sana.
"Kyuubi, kau harus sabar."
Kyuubi daritadi sudah sangat sabar bahkan sebelum ayahnya mengatakan hal itu, namun sepertinya kesabarannya sudah habis bahkan tanpa sadar umpatan demi umpatan keluar dari mulutnya itu.
"Kyuubi-nii, kapan kita harus menunggu seperti ini ?" Tanya Menma dengan wajah yang sudah setengah mengantuk.
"Tahun depan." Jawab Kyuubi asal-asalan
Menma langsung terkejut dan nampak membelalakan matanya kemudian ia nampak mengumpat karena harus menunggu dijalan tol ini sampai tahun depan, Kyuubi cuma bisa memutarkan bola matanya mendengar umpatan adiknya yang idiot itu karena percaya begitu saja jawaban Kyuubi yang asal sebut saja.
"Kakakmu hanya menjawab asal-asalan saja, Menma-kun jadi kau tak perlu khawatir karena harus menunggu sampai tahun depan."
Setelah itu Menma nampak memukul kursi Kyuubi dan ia mengumpat karena ia begitu idiot percaya perkataan Kyuubi dan membuat Minato sweatdrop melihat kelakuan anaknya itu, sementara Kushina ia sudah berhenti menangis sejak beberapa menit yang lalu ia memilih untuk merenungkan nasib Naruto tanpa sadar airmatanya menetes lagi ia kemudian cepat-cepat menghapusnya agar Minato serta Menma dan Kyuubi tak melihatnya menangis.
Kau harus kuat Kushina, jangan membuat beban untuk Minato,Kyuubi juga Menma.
.
.
Konyol!
Itu yang dipikirkan Sasuke saat ini, ia tidak tahu apakah ini termasuk perbuatan yang ia lakukan saat ini termasuk perbuatan konyol atau bukan. Dia disini menunggu Naruto turun kebawah dan menikmati makan siangnya yang bergizi tinggi dan tak tanggung-tanggung ia menunggu selama lebih dari tiga jam lamanya dan makanan ini bahkan hampir kehilangan nilai gizinya dalam waktu kurang dari beberapa menit lagi karena ia harus menghangatkan makanan ini yang artinya ia harus merebus segala macam jenis olahan sayur yang ada dimeja makan. Dan saat ini ia masih menanyai dirinya sendiri apakah semua kegiatannya tadi adalah perbuatan yang konyol ? Kalau iya, mungkin ia harus mengubur dalam-dalam reputasinya sebagai Ice Prince Konoha Internasional High School, bukan berarti ia bangga akan julukan serta reputasinya itu, tapi Naruto pernah berkata kepadanya bahwa tak ada salahnya memiliki julukan yang orang kepada kita walaupun kita tak suka kaena itu menunjukkan karakter khas yang orang kenal dari kita. Dan Sasuke merasa hal itu benar, ia paling tak suka bertingkah diluar batas normal seperti Naruto ataupun Kiba, ia lebih suka diam dan bertingkah normal daripada banyak bicara tapi tak bertingkah normal. Namun prinsipnya itu harus runtuh sekarang hanya karena seorang NARUTO dan sampai saat ini pun pertanyaan yang ada diotaknya masih sama.
"Ini termasuk perbuatan konyol nggak sih."
.
.
Apakah ini hari mengumpat sedunia ?
Itu adalah pertanyaan yang terus terngiang di otak Kyuubi, ia bahkan belum pernah mengumpat selama lebih dari tiga jam dan membuat ia sadar bahwa mungkin hari ini hari mengumpat sedunia. Ia melirik kearah ayahnya, ayahnya saat ini nampak menikmati suasana yang terjadi saat ini seolah-olah ayahnya sudah terbiasa dengan hal itu dan dibelakang sana adiknya serta ibunya sudah mendengkur dengan sempurna walaupun dengkuran mereka masih dalam batas yang wajarnya artinya tidak terlalu nyaring dan lagi-lagi ia mengumpat. Tangannya sudah gatal ingin menonjok dua orang bodoh didepan sana dan yang ia ketahui dari orang-orang yang ada disekitar mobilnya bahwa orang itu bernama Hidan dan Kakuzu. Kedua orang bodoh itu masih saja bertengakr lebih dari tiga jam dan mereka tidak merasa pegal sedikitpun ? Dan Kyuubi yakin bahwa dua orang itu bahkan bukan terkategori sebagai orang bodoh lagi tapi sebagai orang idiot yang melebihi kedua adik kembarnya dan lagi-lagi ia mengumpat. Dan membuatnya berpikiran hal yang sama.
"Apakah ini hari mengumpat sedunia ?"
.
.
Naruto diam didalam kamarnya setelah kejadian tadi pagi membuatnya shock ia bahkan belum makan selama lebih dari tiga jam dan ia merasa seperti hidup segan mati tak mau, ia merasa seluruh rohnya pergi berjalan kemana-mana dan yang tertinggal hanya tubuhnya yang merasa kosong tanpa roh sedikitpun didalamnya. Mungkin hal itu berlebihan namun ia sekarang merasa seperti itu kosong dan hampa, ia seperti tidak bergairah untuk hidup namun ia tidak mau mati.
"Jadi, begini rasanya hidup segan mati tak mau ? Jadi, begini rasanya kehilangan semangat hidup Jadi, begini rasanya galau ? Jadi, begini rasanya putus asa ?"
Pertanyaan itu terlontar dari mulut Naruto dalam satu kali tarikan nafas, ia kemudian menangis dan tak lama kemudian ia tertawa dengan nada yang sangat miris.
"Cih, selamat datang penyakit bodoh dan selamat menikmati tubuhku yang menurutmu sempurna untuk kau jadikan 'makanan'mu itu."
TBC
Gomen minna-san karena aku udah molor banget publishnya ini karena tugas yang menumpuk dan ffn yang kemarin tiba-tiba nggak bisa dibuka dan aku harus cari akal biar ffn bisa kebuka dan sekarang udah bisa dibuka dan sekali lagi aku mohon maaf atas kemolorannya ini *menundukkan kepala*
Dan terima kasih yang udah mau nyempatin review, aku mungkin bakalan lebih jarang publish karena disekolah udah mulai pelajaran tambahan buat persiapan UN. Aku tunggu kritik serta saran kalian di kotak review :D *menghilang*
