Baekhyun dan Chanyeol sama-sama berbaring menatap langit-langit di kamar Villa milik Baekhyun, tangan yang tersemat cincin itu ia angkat tinggi-tinggi lalu ia kembali tersenyum bahagia. Masih belum bisa di percaya jika Chanyeol melamarnya. "Tolong jelaskan ini Chanyeol, bagaimana kita membicarakan ini pada keluarga Byun dan Rachel?" kini senyumnya terenggut dari bibir manisnya, dan hanya terdapat sebuah kepanikan di sana. Ia memandang Chanyeol dengan rasa takut tapi Chanyeol membalasnya dengan senyum menenangkan, ia menggeser tubuhnya agar bisa memeluk si mungil ini.
"Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu Baekhyun, di sebuah restaurant yang orang tuaku milikki. Ketika kita masih sama-sama duduk di bangku sekolah menengah pertama, kau dengan segala pesonamu mampu membuatku terpaku dan merasakan sebuah getar cinta untuk pertama kalinya. Awalnya aku berfikir bahwa ini salah, karena kau tahu aku dan dirimu sama sama seorang namja. Tapi aku memiliki teman yang bernama Jongdae dan Jongin dan mereka memiliki kekasih bernama Minseok dan juga Kyungsoo. Dari mereka aku semakin berani untuk memupuk pearasanku padamu dan dari mereka aku berfikir bahwa cinta itu bukan hanya sebuah perasaan yang tumbuh di antara seorang perempuan dan laki-laki, tapi cinta itu bisa juga tumbuh di antara seorang laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan, ya seperti pepatah yang mengatakan bahwa cinta itu buta. Setelah lulus sekolah menengah pertama, aku memberanikan diri untuk mengakui hal itu pada ibuku dan ibuku tidak keberatan karena dulu ia juga pernah jatuh hati pada seorang gadis sebelum ia menikah dengan ayahku. Lalu dengan bantuan dirinya kami mencari di mana kau akan melanjutkan sekolah menengah atasmu, dan setelah dapat tentang informasi itu aku sengaja mendaftar di sekolah yang sama denganmu."
"Aku tidak cukup puas karena aku hanya mampu memandangmu dari jauh Baekhyun, aku tidak berani mendekat padamu. Maka dari itu, pada suatu malam aku belajar menjadi seorang DJ dan terbuai dengan dunia malam, aku cukup senang memainkan hati para gadis di sana hanya sebagai pelampiasan perasaanku padamu karena dulu aku pikir kau adalah seorang straight. Hingga dua tahun belalu begitu saja tanpa ada selangkah lebih maju dariku karena aku masih terlalu takut untuk memulainya walaupun, Jongdae, Jongin, Minseok dan Kyungsoo sudah mendukungku tapi aku masih tidak berani karena kau terlalu silau untukku Baekhyun. Hingga pada suatu malam di bulan Juli, aku bertemu dengan Rachel, Luna dan teman-teman mereka yang lain. Mereka salah satu penggemarku rupanya dan aku tidak tahu mereka mengenalku dari mana, tapi ketika aku bertanya siapa nama mereka… Rachel dan Luna menyebutkan marga Byun. Aku sedikit ragu untuk bertanya apa mereka mengenal dengan Byun Baekhyun, dan sontak mereka terkejut karena aku mengenal suadara mereka yang pendiam itu. Aku mengaku pada mereka jika aku mencintaimu tapi terlalu takut untuk bisa dekat denganmu, hingga akhirnya Luna menyarankan jika aku dan Rachel bisa berpura-pura menjadi sepasang kekasih, karena ada tradisi keluargamu yang mana jika sedang ada acara keluarga para anak remajanya di perbolehkan membawa kekasih untuk di kenalkan pada keluarga. Aku menyetujui permainan mereka, tapi saat itu kau belum datang akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka suara dan mengatakan aku mencintai dirimu dan meminta izin mereka semua untuk mendekatimu, awalnya mereka sedikit skeptis dengan tingkahku yang tiba-tiba saja mengatakan bahwa aku mencintaimu tapi Rachel dan Luna datang membantu dan menjelaskan bahwa aku adalah Park Chanyeol yang benar-benar mencintai Byun Baekhyun. Dan mereka langsung menyetujuinya begitu saja, aku bahkan meminta izin pada kedua orang tuamu langsung jika suatu saat aku akan menikahi putranya."
Baekhyun benar-benar terkejut mendengar segala penjelasan Chanyeol yang sangat panjang itu. Ternyata seorang Park Chanyeol memiliki perjuangan yang bisa di bilang tidak mudah untuk mendapatkan dirinya, benar-benar bertaruh pada harga diri. Ia tidak mengetahui jika saat ia dulu berkunjung ke restaurant milik keluarga Park -yang tentu saja dulu Baekhyun belum tahu- ia bertemu dengan Chanyeol di sana, dulu saat masih duduk bangku sekolah menengah pertama yang ada di pikiran Baekhyun hanyalah bermain.
Baekhyun jatuh cinta pada Chanyeol ketika secara tidak sengaja Baekhyun menonton pertandingan basket Chanyeol, Chanyeol begitu sangat memukau dan beberapa kali mereka terlihat seperti eye contact karena Baekhyun berada di barisan paling depan saat itu, setiap kali tatapan mereka bertemu entah kenapa Baekhyun tersipu malu dan degup jantungnya berdetak lebih cepat dan juga lututnya yang melemas. Ketika ia bertanya pada para sahabatnya yakni Luhan dan Sehun -yang ternyata diam-diam menjalin hubungan itu- mereka langsung bersorak heboh jika Baekhyun sedang jatuh cinta. Ketika mereka bertanya siapa gadis beruntung itu Baekhyun tidak lantas menjawab.
Tapi inilah takdir, akhirnya menyatukan hati mereka yang ternyata diam-diam saling mencintai satu sama lain, saling memandang dari kejauhan jika salah satunya sedang tidak dalam posisi sadar, saling mendo'akan satu sama lain. Perasaan keduanya begitu membuncah bahagia hingga Chanyeol kini kembali mengecup dalam bibir plum milik Baekhyun.
"Jangan pernah pergi dariku Baekhyun." Bisik Chanyeol di tengah pergulatan bibir mereka.
"Aku tidak akan pernah." Balas Baekhyun.
"Aku mencintaimu Baekhyun."
"Aku lebih mencintaimu Chanyeol."
"Oh tidak! Aku lah yang lebih mencintaimu!" Chanyeol melepaskan tautan bibir mereka dan memandang Baekhyun dengan terengah.
"Aku Chanyeol!" Baekhyun tidak mau kalah.
"Apa? Tentu saja aku!"
"Aku!"
"Aku!"
Dan begitulah seterusnya hingga mereka terlelap seraya memeluk satu sama lain.
