Rabu, matematika

Blue's POV

Oke, tadi pelajarannya menarik sekali. Silogisme semuanya. Sampai-sampai aku telah membuat contoh-contoh silogisme yang sangat banyak. Dan semuanya...

"Hehehehe..." tawaku sambil melihat banyak tulisan hasil buatanku sendiri.

"Hei, gadis si**an, jangan tertawa sendiri, nanti kau dikira orang gila atau sebagainya," kata Green.

"Hohoho, kau tak tahu? Aku baru saja membuat karya besar!" seruku. Green jadi heran.

"Apa yang kaubuat?" tanya Green.

"KUMPULAN SILOGISME RED DAN YELLOW!" seruku, namun tidak terlalu keras agar dua orang itu tidak mendengar.

"Apa?" tanya Green dengan wajah heran.

"Kalau kau penasaran, kau lihat sendiri," kataku. Lalu aku memberikan catatanku padanya.

Green's POV

Aku tak ada niat untuk membaca buku yang dibawa Blue itu, namun karena dia memberikannya padaku, tak ada salahnya aku melihatnya. Pandangan singkat dan aku mendapatkan hal menarik.

'Blue membuat 40 contoh. 10 contoh biasa, 10 dengan modus ponens, 10 dengan modus tollens, dan 10 entimem,'

Setelah itu, aku lihat satu-satu.

KUMPULAN SILOGISME RED DAN YELLOW

Made by Blue

Premis 1: Jika Red membopong Yellow, maka Yellow pipinya merah. Premis 2: Jika Yellow pipinya merah, maka Yellow tersipu malu. Konklusi: Jika Red membopong Yellow, maka Yellow tersipu malu.

Premis 1: Jika Yellow menggunakan kekuatannya, maka Yellow lelah. Premis 2: Jika Yellow lelah, maka Red akan khawatir. Konklusi: Jika Yellow menggunakan kekuatannya, maka Red akan khawatir.

Premis 1: Jika Blue memotret Red dan Yellow, maka Yellow malu. Premis 2: Jika Yellow malu, maka Red marah. Konklusi: Jika Blue memotret Red dan Yellow, maka Red marah.

Premis 1: Jika Red menang bertarung Pokemon, maka Red senang. Premis 2: Jika Red senang maka Yellow senang. Konklusi: Jika Red menang bertarung Pokemon, maka Yellow senang.

Premis 1: Jika Yellow lengah, maka Yellow dalam bahaya. Premis 2: Jika Yellow dalam bahaya, Red siap menolong. Konklusi: Jika Yellow lengah, maka Red siap menolong.

Premis 1: Jika Red menggenggam tangan Yellow, maka jantungnya Yellow berdetak semakin keras. Premis 2: Jika jantungnya Yellow berdetak semakin keras, maka wajah Yellow memerah. Konklusi: Jika Red menggenggam tangan Yellow, maka wajah Yellow memerah.

Premis 1: Jika Red pergi ke rumahnya Yellow, maka Red tidak ada di Gunung Silver. Premis 2: Jika Red tidak ada di Gunung Silver, maka para penantangnya kecewa. Konklusi: Jika Red pergi ke rumahnya Yellow, maka para penantangnya kecewa.

Aku sedikit tersenyum saat melihat bagian ini.

"Blue," panggilku.

"Ya?" tanya Blue.

"Kaupikir Red akan kembali dari Gunung Silver dan langsung ke rumahnya Yellow?" tanyaku.

"Ya memang kenyataannya begitu kan? Kau lupa?" tanya Blue. Lalu aku mengingat apa yang terjadi.

'Hmmm... Aku dan Blue ada di depan rumahnya Yellow, tepatnya di semak-semak. Red datang masih dengan banyak peralatan kemahnya. Mungkin benar apa yang dikatakan Blue...' pikirku.

"Mungkin kau benar," kata Blue. Lalu aku melihat Blue tersenyum. Lalu aku lanjut membaca.

Premis 1: Jika Red menang pertarungan Pokemon, maka Red kencan dengan Yellow. Premis 2: Jika Red kencan dengan Yellow, maka Yellow pergi ke rumah Blue untuk membantunya memilihkan pakaian yang cocok untuk kencannya dengan Red. Konklusi: Jika Red menang pertarungan Pokemon, maka Yellow pergi ke rumah Blue untuk membantunya memilihkan pakaian yang cocok untuk kencannya dengan Red.

'Panjang sekali,' pikirku. Lalu kulanjutkan.

Premis 1: Jika Yellow dan Red menonton film horor, maka Yellow ketakutan. Premis 2: Jika Yellow ketakutan, maka Yellow memeluk Red. Konklusi: Jika Yellow dan Red menonton film horor, maka Yellow memeluk Red.

Premis 1: Jika Yellow berkata 'ya' saat Red melamarnya, maka dunia gembira. Premis 2: Jika dunia gembira, maka peperangan berakhir. Premis 3: Jika peperangan berakhir, maka perdamaian tercipta. Premis 4: Jika perdamaian tercipta, maka Red dan Yellow hidup bahagia selamanya. Konklusi: Jika Yellow berkata 'ya' saat Red melamarnya, maka Red dan Yellow hidup bahagia selamanya.

"Silogisme bertingkat? Bagaimana..." tanyaku.

"Tee-hee, sebenarnya masih ada banyak yang akan terjadi, tapi aku tak tahu harus kuberikan di mana. Jadi, 4 premis saja sudah cukup," kata Blue. Aku hanya menggeleng melihat silogisme yang satu ini.

Lalu, aku memutuskan untuk melihat yang kedua.

Premis 1: Jika Red menyukai Yellow, maka Yellow senang. Premis 2: Red menyukai Yellow. Konklusi: Yellow senang.

Premis 1: Jika cuacanya cerah, maka Red pergi ke rumahnya Yellow. Premis 2: Cuacanya cerah. Konklusi: Red pergi ke rumahnya Yellow.

Premis 1: Jika Yellow dalam bahaya, maka Red menolong Yellow. Premis 2: Yellow dalam bahaya. Konklusi: Red menolong Yellow.

Premis 1: Jika Red menang bertarung Pokemon, maka Yellow memeluk Red. Premis 2: Red menang pertarungan Pokemon. Konklusi: Yellow memeluk Red.

Premis 1: Jika seseorang melukai Yellow, maka Red siap menyerang balik. Premis 2: Seseorang melukai Yellow. Konklusi: Red siap menyerang balik.

Premis 1: Jika Red mencium Yellow maka Yellow pingsan. Premis 2: Red mencium Yellow. Konklusi: Yellow pingsan.

Premis 1: Jika Red dan Yellow kehujanan, maka Red membuat minuman hangat untuk mereka berdua. Premis 2: Red dan Yellow kehujanan. Konklusi: Red membuat minuman hangat untuk mereka berdua.

Premis 1: Jika Red berusia 20 tahun, maka Yellow berusia 18 tahun. Premis 2: Red berusia 20 tahun. Konklusi: Yellow berusia 18 tahun.

Premis 1: Jika Red mencintai perempuan lain, maka Yellow sedih tiada tara. Premis 2: Red mencintai perempuan lain. Konklusi: Yellow sedih tiada tara.

Premis 1: Jika Red menikah dengan Yellow, maka Yellow bahagia seumur hidup. Premis 2: Red menikah dengan Yellow. Konklusi: Yellow bahagia seumur hidup.

Premis 1: Jika Red pergi entah ke mana, maka Yellow senang. Premis 2: Yellow tidak senang. Konklusi: Red tidak pergi entah ke mana.

Premis 1: Jika Yellow mabuk, maka Red khawatir. Premis 2: Red tidak khawatir. Konklusi: Yellow tidak mabuk.

Premis 1: Jika Giovanni menyerang Red, maka Yellow membantu Red. Premis 2: Yellow tidak membantu Red. Konklusi: Giovanni tidak menyerang Red.

Premis 1: Jika Red dan Yellow membatu, maka Yellow tidak punya kesempatan untuk menyatakan perasaannya pada Red. Premis 2: Yellow punya kesempatan untuk menyatakan perasaannya pada Red. Konklusi: Red dan Yellow tidak membatu.

Premis 1: Jika Red dan Yellw berpisah, maka Red dan Yellow tidak cocok. Premis 2: Red dan Yellow cocok. Konklusi: Red dan Yellow tidak berpisah.

Premis 1: Jika Red tidak memuaskan Yellow, maka Yellow kabur dari rumah. Premis 2: Yellow tidak kabur dari rumah. Konklusi: Red memuaskan Yellow.

Eh? Apa maksudnya ini?

"Hey, Blue. Apa kau sengaja buat yang satu ini?" tanyaku. Lalu Blue melihat contoh yang kumaksud dan kemudian...

"Kau mau ya..." tanya Blue dengan memasang wajah usil plus manis itu. Tapi langsung kuhilangkan dari pikiranku sebelum otakku gagal bekerja.

"Gadis si**an, menurutmu aku laki-laki macam apa?" tanyaku. Blue hanya terkekeh mendengar kata-kataku. Lalu daripada aku terjebak dengan hal gila tadi, lebih baik aku lanjut membacanya.

Premis 1: Jika Pika tidak bertemu Chuchu, maka Pichu tidak ada. Premis 2: Pichu ada. Konklusi: Pika bertemu Chuchu.

Premis 1: Jika Red tidak membawa Pika bersamanya, maka Chuchu sedih. Premis 2: Chuchu tidak sedih. Konklusi: Red membawa Pika bersamanya.

Premis 1: Jika Red meninggalkan Yellow, maka bumi tidak berputar. Premis 2: Bumi berputar. Konklusi: Red tidak meninggalkan Yellow.

Premis 1: Jika Yellow laki-laki, maka Red menyukainya sebagai teman biasa. Premis 2: Red tidak menyukainya sebagai teman biasa. Konklusi: Yellow bukan laki-laki.

Premis 1: Jika Yellow kelelahan, maka Red membopong Yellow. Premis 2: Yellow kelelahan. Konklusi: Red membopong Yellow. Entimem: Red membopongYellow karena Yellow kelelahan.

Premis 1: Jika Red bertemu Yellow, maka Yellow sangat gembira. Premis 2: Red bertemu Yellow. Konklusi: Yellow sangat gembira. Entimem: Yellow sangat gembira karena Red bertemu Yellow.

Premis 1: Jika Red mencintai perempuan lain, maka dunia seperti berakhir bagi Yellow. Premis 2: Red mencintai perempuan lain. Konklusi: Dunia seperti berakhir bagi Yellow. Entimem: Dunia seperti berakhir bagi Yellow karena Red mencintai perempuan lain.

Premis 1: Jika Red melamar Yellow, maka Yellow sangat terkejut. Premis 2: Red melamar Yellow. Konklusi: Yellow sangat terkejut. Entimem: Yellow sangat terkejut karena Red melamar Yellow.

Premis 1: Jika seseorang melukai Yellow, maka Red marah besar. Premis 2: Seseorang melukai Yellow. Konklusi: Red marah besar. Entimem: Rad marah besar karena seseorang melukai Yellow.

Premis 1: Jika waktu kelahiran Yellow datang, maka Red mendampingi Yellow. Premis 2: Waktu kelahiran Yellow datang. Konklusi: Red mendampingi Yellow. Entimem: Red mendampingi Yellow karena waktu kelahiran Yellow datang.

Premis 1: Jika Red mencintai Yellow, maka Red berusaha sekuat tenaga untuk melindungi Yellow. Premis 2: Red mencintai Yellow. Konklusi: Red berusaha sekuat tenaga untuk melindungi Yellow. Entimem: Red berusaha sekuat tenaga untuk melindungi Yellow karena Red mencintai Yellow.

Premis 1: Jika Red dan Yellow tidur bersama di satu kamar, maka Blue senang. Premis 2: Red dan Yellow tidur bersama di satu kamar. Konklusi: Blue senang. Entimem: Blue senang karena Red dan Yellow tidur bersama di satu kamar.

Lagi-lagi, dasar gadis si**an...

"Blue, apa pantas kau membuat ini jadi contoh?" tanyaku. Dan langsung saja, dengan wajah panasnya, Blue menuntaskan pertanyannku.

"Hohoho, Greeny mau ya..." aku hanya bisa facepalm karena tingkah manusia yang satu ini... lanjutkan sajalah, sudah mau selesai juga...

Premis 1: Jika Red dan Yellow bertarung bersama, maka musuh-musuh takut. Premis 2: Red dan Yellow bertarung bersama. Konklusi: Musuh-musuh takut. Entimem: Musuh-musuh takut karena Red dan Yellow bertarung bersama.

"Nah, kalau yang ini lebih sesuai. Kenapa hanya ada ini yang sesuai? Yang lain, ya ampun..." kataku.

"Coba kau baca yang terakhir," kata si gadis si**an ini. Lalu aku melihat contoh terakhir, dan...

YA AMPUN, BLUE! KAU MEMANG GADIS SI**AN!

Dan Green langsung menutup bukunya dan mengembalikannya pada Blue.

"Sudah. Aku ingin istirahat. Semoga saja aku tak bermimpi buruk kali ini," kataku. Dan sebelum kesadaranku hilang, kata terakhir yang kudengar adalah...

"Good night, Greeny..."

"Gadis si**an..."

Oke, aku lihat cukup banyak titik api untuk OldRival. Tapi tetap saja... Blue memang gadis si**an, terutama kalau bicara tentang 2 manusia polos ini.

Pelajaran keempat, seni.

Bocoran, aliran dan warna dasar.

RWD ke—

"HEI! CONTOH KE-40-NYA MANA?" teriak Emerald.

"Kau tak perlu tahu, Rald..." kataku.

"Katakan saja!" serunya.

"Oke, oke, semoga kau tidak menyesal dengan keputusanmu," kataku.

Premis 1: Jika Red dan Yellow mencapai puncak kenikmatan bersama, maka Red dan Yellow berteriak keras bersama. Premis 2: dan Yellow mencapai puncak kenikmatan bersama. Konklusi: Red dan Yellow berteriak keras bersama. Entimem: Red dan Yellow berteriak keras bersama karena Red dan Yellow mencapai puncak kenikmatan bersama.

"Puas?" Emerald hanya mengangguk.

RWD keluar.