Sabtu, Biologi
Yellow's POV
Kak Red punya ide bagus kemarin, dan aku suka untuk mendengarkannya. Idenya disampaikan kemarin.
Flashback on
"Teman-teman, bagaimana kalau besok kita belajar di rumahku?" tanya Kak Red.
"Wah, ide yang bagus!" seru Kak Blue.
"Hmmm... tak ada salahnya juga," kata Kak Green. Lalu semuanya melihat ke arahku. Mereka menatapku dengan penuh harap aku juga bisa, dan yang paling jelas adalah, Kak Blue.
"Aku bisa sih... kapan?" semuanya terdiam, lalu semuanya tertawa., termasuk Kak Red.
"Ken-kenapa? Ada yang salah?" tanyaku. Kak Red langsung mengingatkanku.
"Yellow, aku sudah bilang besok. Kau kurang air ya? Ini, kau boleh minum airku," langsung dia menyodorkanku butol minumnya yang masih tersisia setengah. Lalu tiba-tiba Blue berbisik dari belakang.
"Cie Yellow... dapat ciuman tak langsung dari Kak Reeeee...ddd... Tee-hee..." lalu setelah dia pergi, aku baru sadar.
'Menerima itu atau mati kahausan?'
Aku memilih menerima ciuman tak langsung dari Kak Red, kuminum airnya.
Flashback off
Dan akhirnya aku berjalan ke rumahnya Kak Red, sendirian dengan Dodrio-ku. Tentunya dengan buku biologi dan alat tulisnya. Aku masih ingat kalau yang akan kita pelajari hari ini tentang genetika.
Beberapa saat kemudian, akhirnya aku sampai ke rumahnya Kak Red.
"Kak Red, ini aku, Yellow," panggilku sambil mengetuk pintu. Lalu pintunya terbuka dan memunculkan seorang pangeran yang telah kutunggu-tunggu keluar dari istananya.
"Eh, Yellow? Selamat datang! Ayo masuk," katanya sambil menggiringku masuk ke dalam.
Kami langsung berjalan ke ruangannya Kak Red. Aku sudah terbiasa ke sana karena kamarnya Kak Red biasa-biasa saja, seperti bisa didatangi siapa saja. Namun saat kami di sana, kamarnya ternyata kosong. Itu membuatku heran.
"Eh, Kak Green dan Kak Blue kemana?" tanyaku
"Sayangnya, Green punya penantang jadi dia harus melawannya di Gym. Blue baru saja menelepon kalau dia pergi ke Kepulauan Sevii untuk bertemu orang tuanya lagi. Orang tuanya yang mengajakanya jadi dia tak bisa menolak. Jadi... ya, hanya kita berdua..."
Red's POV
Kenapa tiba-tiba pipiku jadi memerah?
"Kak Red, bagaimana kalau kita bermain sesuatu yang berhubungan dengan genetika?" tanya Yellow.
"Eh? Permainan apa?" tanyaku. Yellow tersenyum.
"Tebak Goldar!" seruku.
Waduh, mati aku... aku kan payah di permainan itu...
"Hmm... Yellow, bisakah kita ganti..." aku lihat Yellow dengan wajah penuh harap. Lalu aku tersenyum dan menepuk kepala kecilnya.
"Oke, oke. Kau menang kali ini, Yellow. Da aku akan bersiap-siap kalah kali ini," kataku.
"Hihihihi... oke. Aku yang pertama. Ayah bergolongan darah O, ibu juga O. Seberapa mungkin anaknya bergolongan darah A heterozigot?" tanya Yellow.
Waktunya memakai kekuatan otakku.
Pikir... pikir Red! Jangan kalah dengan Yellow!
"Hmm... 0%?" tanyaku. Yellow tersenyum cerah.
"Kau benar, Kak Red!" seru Yellow. Aku benar?
"Wah... padahal aku hanya mengira-ngira. Tapi bagaimana bisa?" tanyaku. Lalu Yellow menyiapkan kertas dan pensilnya, membuat kotak dan dituliskan sesuatu yang bernama gen golongan darah.
"Oke, jadi golongan darah O hanya punya gen O. Jika 2 orang dengan gen O bertemu, hasilnya hanya O. Begitu, Kak Red," kata Yellow meyakinkan.
"Hmmm... akan kucoba. Jika ada ayah dengan golongan darah B homozigot dengan ibu O, apa golongan darah anaknya?" tanyaku. Yellow langsung menggambarkan kotak itu lagi dan menunjukkan hasilnya.
"100% B heterozigot," kata Yellow.
"Wah, kau cepat sekali," kataku.
"Ya, ketika kau rajin berlatih, aku rajin mengulang pelajaran, jadi aku bisa ingat pelajarannya," kata Yellow.
"Rasanya seharusnya aku belajar denganmu lebih lama saja, hehehe..." kataku.
Yellow's POV
Kak Red... benarkah yang kau katakan itu tadi... kalau benar... bisa jadi belajar sambil kencan...
"Yellow, kau baik-baik saja?" tanya Kak Red, yang tiba-tiba mengembalikanku dari dunia khayalanku.
"Ehhh... Kak Red... ya-iya. Aku baik-baik saja. Bagaimana kalau kita lanjutkan belajarnya?" tanyaku. Kak Red mengangguk.
Neutral POV
Akhirnya Red dan Yellow melanjutkan proses belajar mereka dengan melanjutkan permainan tebak golongan darah itu.
"Ayah bergolongan darah AB, dan ibu bergolongan B heterozigot, seberapa mungkin anaknya adalah AB?" tanya Yellow.
"25%" kata Red.
"Kau benar, Kak Red!" seru Yellow.
"Ayah bergolongan darah B homozigot dan ibu bergolongan A heterozigot. Seberapa mungkin anaknya bergolongan B homozigot?" tanya Red.
"50%" kata Yellow.
"Benar, Yellow," kata Red.
"Ayah bergolongan darah AB dan ibu bergolongan A homozigot. Apa saja golongan darah anaknya yang mungkin dan berapa persenkah?" tanya Yellow.
"A homozigot 50%, dan AB 50%," kata Red.
"Kau benar, Kak Red!" seru Yellow.
Sementara itu, di luar kamar Red, di rumahnya Blue, semua Dexholder berkumpul untuk menenton acara nonton bareng paling luar biasa di hidup mereka, melebihi Piala Dunia atau Olimpiade. Ini adalah siaran langsung dari...
BELAJAR KELOMPOKNYA RED DAN YELLOW
"Blue, apa menurutmu ini tidak berlebihan?" tanya Green.
"Ho, kau tak tahu? Saat mereka mencapai pertanyaan terakhir dan itu berhubungan dengan golongan darah mereka, pasti mereka berdua akan langsung sadar. Tee-hee," kata Blue.
"Gadis si**an..." kata Green.
"Lihat, Ruby! Mereka saja sadar kalau besok anak kita pasti O!" seru Sapphire.
"Kau tak perlu ingatkan itu, Sapph..." kata Ruby, langsung tutup muka kalau membayangkan dia menjadi ayah dari anak-anaknya Sapphire.
Gold sedang memperhatikan video itu, dan Silver. Dia terlihat lebih diam dari sebelumnya. Bahkan saat Green berkata "Gadis si**an", dia tidak merespon, padahal biasanya dia akan langsung memelototi Green.
"Sil, ada apa?" tanya Gold. Silver masih saja diam. Lalu Gold berputar-putar mengelilingi Silver, mencoba mendapatkan wangsit dari apa yang dipikirkan Silver.
"Coba kutebak, perempuan dari kelas sebelah kan?" tanya Gold. Silver hanya berkedip. Lalu...
"Aku ingin ke toilet," kata Silver, dan karena dia bisa dibilang "saudara"nya Blue, dia tahu dimana toiletnya.
"Aku heran dengan Silver. Dia lebih pendiam dari biasanya," kata Gold.
"Gadis dari kelas sebelah, maksudnya siapa, Gold?" anya Crystal.
"Eh, ternyata si gadis seriusnya kebablasan ini juga ingin tahu ya?" goda Gold sebelum kaki Crystal siap dalam posisi menyerang.
"Katakan saja," ketus Crystal.
"Iya, iya. Tak perlu pakai marah. Ya, katanya, Silver sedang dekat sama orang dari kelas sebelah. Namanya kalau tidak salah itu si L—"
DAN GOLD MENDAPATKAN LEMPARAN SEPATU DARI SILVER!
"L, siapa?" tanya Crystal.
"Pindah saja, nanti Silver melempar sepatu yang satunya..." lalu Gold dan Crystal pergi dari tempat itu.
Sementara itu, Diamond sedang berpikir.
'Golongan darahnya Nona dan Pearl apa ya?' tanya Diamond dalam pikirannya. Dari dexholder Sinnoh, hanya golongan darahnya yang diketahui, yaitu A.
'Kalau dari sikapnya, mungkin Pearl itu O, dan Nona itu AB. Tapi kalau tak ada tes, sama saja itu hanya spekulasi...' pikir Diamond.
Kembali ke Red dan Yellow. Mereka hampir menyelesaikan permainannya. Pertanyaannya ditanyakan oleh Red sekarang.
Red's POV
"Ada ayah bergolongan darah O, dan ibu bergolongan darah A homozigot. Golongan darah apakah yang mungkin untuk anak-anaknya?" tanyaku.
"Hmmm..." Yellow terlihat sedikit memerah sambil menulis kotak itu, dan akhirnya...
"A heterozigot 100%," kata Yellow. Aku hanya bisa tersenyum.
"Sayangnya, kita tak tahu kau ini A homozigot atau A heterozigot. Kalau kau homozigot, itu hasilnya. Kalau heterozigot, bisa jadi golongan darah O muncul," kataku. Yellow hanya mengangguk.
"Kau benar sih, aku tak tahu apakah aku homozigot atau heterozigot. Aku tak punya saudara dan orang tua, pamanku tak tahu juga apa golongan darahnya. Jadi..."
Tiba-tiba ada pesan masuk di Pokegear-nya Yellow.
Yellow's POV
"Sebentar, Kak Red," kataku. Lalu aku melihat pesannya.
Dari: Blue
Kalau kau ingin tahu kau homozigot atau heterozigot, kenapa kau tidak menikahi Red saja? :v Good luck, Yellow. Go get Red!
Keringat dingin langsung mengucur dari dahiku. Jantungku seperti seismograf saat gempa 10 skala Richter, napasku seperti tak terkontrol, dan rasanya aku ingin menyemburkan Semburan Beautifly dari perutku.
"Yellow, kau tidak apa-apa?" tiba-tiba ada yang memanggiku sambil memegang dahiku. Wajahnya terlihat khawatir. Dan justru dengan melihat wajahnya, membuatku makin panas.
"Wah, kau panas! Akan kuambilkan kompres!" seru Kak Red, dan aku seperti tak bisa melakukan apa-apa. Tapi untunglah sebelum Kak Red keluar dari kamarnya,
"Kak Red, tak usah!" seruku. Membuat Kak Red hanya terdiam di sana. Aku hanya langsung menutup mulutku. Kak Red terlihat mendekat, dan hanya memasang senyumannya saja.
"Kau hanya gugup ya?" tanya Kak Red. Aku tak bisa melakukan apa-apa selain mengangguk.
Red's POV
Aku melihat Pokegear-nya yang masih menyala. Aku penasaran dengan isinya karena itulah yang membuatnya gugup.
"Yellow, boleh kulihat?" sambil menunjuk Pokegear-nya. Yellow langsung sadar dan menutup Pokegear-nya.
"Maaf..." katanya sambil menutup wajahnya lagi.
"Hehehe... maaf, kalau aku ingin lihat Pokegear-mu. Kau tahu? Aku dapat pesan dari Blue," kataku. Lalu aku membuka pesannya, dan membiarkan Yellow melihatnya.
Dari: Blue
Kalau kau ingin tahu Yellow itu A homozigot atau heterozigot, kenapa kau tidak menikahinya saja? :v
Yellow terlihat syok. Lalu kami saling pandang dan dalam pikiran kami, memikirkan hal yang sama.
It must be Blue's plan...
"Ya, sepertinya Blue menjebak kita kali ini. Dan saat kita tahu, itu sudah terlambat," kataku.
"Kau benar, Kak Red. Kita harus melakukan sesuatu padanya," kata Yellow.
"Tak usah," kataku. Yellow bertambah heran lagi.
"Eh? Mengapa?" tanya Yellow.
"Kau ingat kemarin?" tanyaku. Yellow terlihat berusaha mengingat hal yang terjadi kemarin.
"Saat itu, aku sengaja melakukannya, memberikan botolnya padamu yang mana beberapa menit yang lalu kupakai minum. Lalu saat Blue berbisik padamu,..." kataku, lalu aku hanya tersenyum saja. Menunggu Yellow sadar.
Yellow's POV
APAAAAAAA...?! Kak Red sengaja? Berarti Kak Red... Kak Reeeeedddd...
Wajahku tambah memerah, jantungku tambah tidak terkendali, begitu pula napasku. Dan aku tak yakin bisa menahan ledakan pada perutku darena Beautifly yang menumpuk. Dan karena aku tak bisa lagi menutupi rahasiaku di depannya, kulepaskan semuanya dalam satu ledakan.
"KAAAKKK RREEEEEEEDDDDD!"
Neutral POV
Sebuah pelukan yang erat dipakai Yellow untuk menenangkan dirinya. Dan hanya ada satu target pelukan saat itu, yaitu Red. Red yang dari tadi tersenyum awalnya sedikit syok, namun akhirnya membalas pelukan itu, dan juga mempereratnya.
"Maaf, dari dulu aku tak tahu perasaanmu, Yellow..." kata Red
Dan keduanya kembali dalam pelukan itu, membiarkan mereka berdua melebur jadi satu.
Sementara itu, dexholder yang lain langsung bersorak karena mengetahui misinya berhasil. Dan yang paling senang adalah Blue.
"Fiuh, akhirnya, misiku selesai juga. Red dan Yellow, duduk di kamarnya Red. P-E-L-U-K-A-N," kata Blue.
"Gadis si**an," kata Green, dan dibalas pelototan Silver, seperti biasa. Dan Blue sudah menulis bagian terakhir dari misinya.
LAST MISSION: MAKE IT OFFICIAL
A, B, AB, O. Yellow itu A, Red itu O. Digabung jadi AOAOAOAOAOAOAOAOAOAOAOAOAO :v
Bercanda
Intinya, Red sudah sadar perasaannya Yellow sekarang. Sekarang tinggal misi penyatuan saja.
Bocoran, besok hari Minggu :v
RWD, keluar.
