JNJ's Love

Chapter 2

Cast :

Kim Jongin 'EXO'

Ahn Daniel 'Teen Top'

Park Jimin 'BTS'

Lee (Oh) Sehun 'EXO'

Lee (Bang) Minsoo 'Teen Top'

Lee (Jeon) Jungkook 'BTS'

Genre : Romance, School Life, Drama

Rated : T

Happy reading guys...

.

.

.

Minsoo tengah duduk diatas sebuah sound besar yang ada diruangan yang kedap suara itu, sambil memainkan ponsel berwarna hitam miliknya ditambah dengan headphone yang menggelantung indah dikepalanya. Dia terlalu fokus dengan gadget kesayangan miliknya itu tanpa memperdulikan kedua adiknya juga yang masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Seperti Jungkook yang sedang meliuk-liukkan tubuhnya didepan kedua hyung nya, dengan earphone yang menyantel cantik dikedua telinganya, yang tengah melantunkan sebuah lagu yang bisa membawa tubuhnya bergerak mengikuti irama dan ketukan dari lagu yang berputar itu.

Sedangkan Sehun, pria berkulit pucat yang duduk diatas lantai kayu yang juga sibuk dengan ponsel berwarna putih ditangannya. Matanya yang terfokus pada gambar yang ditampilkan dari ponselnya itu, tangannya pun juga sibuk menekan-nekan layar sentuh yang sensitif. Yupp, Sehun memang tengah sibuk memainkan sebuah game yang baru saja dia download beberapa waktu yang lalu. Sebuah permainan yang memerlukan kecepatan dan ketangkasan serta kepandaian dari sang pemain, jadi sudah pasti Sehun harus berkonsentrasi penuh untuk memenangkan setiap level pada game tersebut.

"Tempat ini bagus juga yahh, sepertinya cocok untuk dijadikan markas kita, hyung.." Ucap Jungkook pada kedua hyungnya yang sepertinya belum kembali dari dunia mereka masing-masing.

"Jangnanhae neo dodaeche naega mwoya.."

"Manmanhae uhh nalgatgo noneungeoya.."

"Neo jigeumwieomhae wae nareul siheomhae.."

"Wae nareul sihoemhae hetgallige hajima.."

Jungkook menyanyikan beberapa bait lagu yang masih mengalun indah ditelinganya sambil mempraktekkan dance dari lagu tersebut.

"Jungkook, berhentilah, itu menggangguku." Ucap Minsoo tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel berwarna hitam miliknya.

Jungkook langsung menghentikan gerakannya dan menatap hyung tertuanya itu, menatap dengan sinis. "Fokus saja pada film porno yang kau lihat itu, jangan perdulikan aku." Jawab Jungkook ketus.

"Bagaimana aku bisa fokus kalau kau berisik seperti itu." Balas Minsoo.

"Cihh!" Jungkook berdecih sebal. "Bilang saja, kalau kau tidak tertarik dengan film membosankan itu kan? Dasar maniak." Lanjutnya.

Jangan kaget kalau namja berwajah malaikat ini memiliki mulut yang begitu dipenuhi oleh iblis. Ini sudah bisa jika kalian melihat kehidupan ketiga bersaudara ini. Tak ada tata krama, sopan santun atau apapun itu namanya. Tenanglah, menurut mereka ini adalah sebuah pujian. Pujian yang hanya mereka bertiga yang tahu.

Minsoo hanya membalas perkataan 'setan' adiknya dengan sebuah cengiran tanpa dosa. Yang setelahnya dia kembali pada film atau video yang dia tonton. Dan Jungkook benar kalau film porno yang dia tonton itu memang 'sedikit' membosankan, gambar bergerak yang sedang menampilkan adegan panas antara seorang wanita dan pria dewasa didalam kamar mandi. Namun masih tetap saja dia tonton sebagai kegiatan yang bisa membuang waktunya.

"Hyung.." Jungkook yang sudah menghentikan kegiatannya kini sudah langsung bediri disamping Minsoo.

"Hmm.." Minsoo yang hanya membalasnya dengan sebuah dehem-an singkat.

"Ini.." Setelah itu Jungkook menunjukkan gambar yang ada dilayar ponselnya pada Minsoo.

Minsoo sedikit melirik pada ponsel Jungkook dan melihat gambar yang adiknya itu tunjukkan, "Ige mwoya?" Namun sepertinya sekarang bukan hanya lirikkan lagi, karena setelah melihat apa yang ditampilkan layar beberapa inchi itu Minsoo malah meraih ponsel Jungkook dan memperhatikan layarnya dengan seksama.

"Mereka adalah JNJ.." Jawab Jungkook.

"Nugu?"

"Apa kau ingat ketiga namja saat dilorong kemarin."

Minsoo terdiam sejenak dan memicingkan matanya, seolah sedang berpikir dan memutar memorinya. "Ahh.. Ketiga namja itu."

"Ne, ternyata mereka adalah anggota grup dance, hyung.." Jungkook mengangguk semangat.

"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Minsoo seraya menatap Jungkook dengan pandangan penasaran.

"Semalam saat aku sedang browsing di youtube, tanpa sengaja aku melihat sebuah video, dan waktu aku lihat ternyata itu adalah mereka."

"Owh.." Minsoo kembali fokus pada video yang diperlihatkan Jungkook padanya. Namun entah kenapa matanya malah hanya terfokus pada salah satu diantara mereka.

"Dia namanya Jongin, yang ditengah itu namanya Jimin, dan yang dipinggir sebelah kanan itu kalau tidak salah namanya Niel." Ucap Jungkook seraya menunjuk mereka sesuai nama-nama yang dia sebutkan.

"Niel?" Gumamnya.

"Kau tahu hyung? Mereka itu sudah terkenal didunia dance, mereka sangat ahli dalam bidang dance. Itu sihh yang aku baca tentang mereka di Google." Lanjut Jungkook.

Minsoo sendiri tidak terlalu fokus pada ucapan Jungkook, karena memang sejak tadi yang dia perhatikan hanyalah video yang sedang dia tonton, mungkin tepatnya salah satu dari ketiga namja yang tengah menari itu.

"Sedang apa kalian disini?"

Ketiga namja yang sejak tadi tengah sibuk dengan dunia mereka kini menolehkan kepalanya masing-masing pada suara yang baru saja terdengar menggema didalam ruangan ber-AC itu. Dan disaat itu juga mereka dapat melihat ketiga namja yang tengah berdiri tepat didepan pintu yang tertutup, yang juga sedang menatap mereka.

Minsoo, Sehun, dan Jungkook terdiam saat ketiga namja yang tadi baru saja mereka bicarakan berjalan mendekat kearah mereka. Minsoo bahkan sudah mengeluarkan video yang tadi dia tonton dan mengembalikan ponsel itu pada si pemilik, Jungkook.

"Kalian sedang apa disini?" Tanya seorang namja yang memiliki kulit sedikit Tan dibandingkan dengan yang lainnya.

"Memangnya kenapa?" Tanya Sehun yang masih setia duduk bersender di lantai kayu itu.

"Ini adalah ruangan kami, jadi sudah jelas kalau kalian tidak seharusnya ada disini." Kini yang bicara adalah seorang namja yang memiliki bibir tebal namun terlihat seksi itu.

"Memangnya dipintu itu ada tulisan kalau ini adalah ruangan kalian?" Minsoo menunjuk pintu yang ada dibelakang mereka, namun dengan mata yang masih menatap namja yang barusan bicara.

"Tapi ruangan ini memang dikhususkan untuk kami." Jawab Niel, si pemilik bibir seksi itu.

"Bukankan ruangan ini dibebaskan dan diperuntukkan oleh siapa saja, eoh?" Jungkook ikut berkomentar.

"Memang, tapi hanya untuk anggota dance saja yang boleh masuk ke-area ini, dan sepertinya kalian bukan dari anggota dance." Ujar namja bertubuh lebih pendek dari yang lainnya.

"Itu adalah peraturan yang kalian buat sendiri kan?" Sehun sudah mematikan game yang tadi sedang dia mainkan.

"Ck!"

Sehun, Minsoo dan Jungkook ikut berdiri didepan mereka, seolah tidak takut berhadapan pada anggota yang disegani disekolah ini, JNJ. Saling menatap satu sama lain, mungkin jika ini adalah sebuah komic atau anime pasti akan ada cahaya atau petir yang keluar dari mata mereka masing-masing.

"Lebih baik sekarang kalian keluar dari sini." Jongin, sipemilik kulit Tan seksi ini mencoba melembutkan ucapannya, mungkin dengan ini ketiga namja baru itu bisa mengerti dan megalah.

"Aniya.. Kami duluan yang ada disini jadi kenapa kami yang harus pergi?" Ucap Sehun.

"Mwoya?" Niel menatap mereka tidak percaya. "Apa kalian tidak tahu siapa kami?" Lanjutnya.

Jungkook memasukkan kedua tangannya pada saku celananya, masih dengan menatap mereka. "Aku tahu, kalian adalah kelompok dance yang kalian namai JNJ, benarkan?" Jawab Jungkook. Jungkook berjalan mendekati ketiga namja yang ada didepannya.

"Kau adalah Jongin, leader dari JNJ.."Ucapnya saat berhenti disebelah Jongin, dan setelahnya dia kembali melangkahkan kakinya, "Dan kau adalah Niel, visual dari JNJ, benarkan?" dan berhenti tepat di belakang Niel, tak lama, karena dia kembali berjalan beberapa langkah dari tempatnya yang tadi.

Setelahnya di berhenti tepat disebelah namja yang lebih pendek darinya, "Lalu kau, Park Jimin.." Kali ini Jungkook mengeluarkan suara yang agak lebih rendah, bahkan dia juga merendahkan sedikit tubuhnya agar setara dengan Jimin, namun diakhir kalimatnya dia sedikit meniupkan angin tepat ditelinga Jimin sehingga membuat namja yang jauh lebih pendek darinya itu sedikit bergidik.

"Achh.." Jimin sontak saja langsung mendorong tubuh Jungkook agar menjauh darinya. "Apa yang kau lakukan, eoh?!" Jimin menatap tajam pada Jungkook, tapi yang ditatapnya hanya menyeringai dengan ke-khas-an yang dia miliki.

"Lebih baik kalian bertiga keluar dari sini." Ucap Niel yang kini sudah menaikkan sedikit volume suaranya. Dia juga sedikit kesal dengan kelakuan ketiga namja baru itu.

"Wae? Apa kalian pikir karena kalian terkenal di sekolah ini makanya kalian ingin mengusir kami, Eoh?" ucap Sehun.

"Kalian hanya murid baru jadi kalian tidak tahu apa-apa..." Jawab Jongin.

Sehun menatap Jongin yang ternyata juga sedang menatapnya. Sehun sedikit menyunggingkan senyumannya saat dia memergoki Jongin yang juga sedang memandangnya. "Kami berhak berada diruangan ini, karena kami juga murid disekolah ini." Ucap Sehun.

"Tapi ruangan ini hanya diperuntukkan para anggota dance." Ujar Jongin.

"Apa kau pikir kami tidak bisa dance?"
Sehun berjalan mendekati Jongin yang masih setia menatapnya, hingga kini dia berada tepat didepan Jongin. Sehun kembali tersenyum saat melihat Jongin yang sedang mengeluarkan wajah gugupnya, beberapa kali Jongin mengedipkan matanya.

Dimenit berikutnya Sehun sudah menggenggam pergelangan tangan Jongin, lalu menarik kearahnya sehingga Jongin seakan-akan berada direngkuhannya. Tangan Sehun yang tadi menggenggam pergelangannya kini sudah beralih pada pinggang Jongin yang terasa sangat ramping ditangannya. Lalu membalikkan tubuh Jongin sehingga kini dia berhadapan dengan punggung sempit Jongin, tanganya dia lingkarkan pada pinggang ramping itu, memeluknya.

"Akan ku tunjukkan apa itu dance padamu.." Bisik Sehun pada Jongin seraya menjulurkan lidah pendeknya sehingga menyentuh daun telinga Jongin.

Jongin langsung melepaskan rengkuhan tangan Sehun, mendorong tubuh berkulit putih itu. "Apa yang kau lakukan, eoh!" Jongin menatap tajam pada namja yang tadi mengerjainya.

"Hyungg.." Niel menarik tangan Jongin.

"Lebih baik kita pergi saja dari sini. Kkaja!" Ujar Jimin.

Jimin menarik tangan kedua hyungnya, mengajak mereka keluar dari tempat yang entah kenapa terasa sedikit panas padahal ini adalah ruangan ber-AC. Mereka bertiga meninggalkan ketiga namja tampan yang masih berdiri ditempatnya masing-masing. Meninggalkan mereka dengan senyuman aneh yang mereka tidak pernah ingin tahu arti dari senyuman itu.

.

.

.

"Dasar menyebalkaaaann!" Sunggut Niel sebal mengingat apa yang baru saja terjadi.

Hingga disini lah mereka berada, dihalaman belakang sekolah, tempat kedua untuk mereka berkumpul selain diruang latihan tadi. Niel yang saat ini sedang menendang batu-batu kerikil untuk meluapkan kekesalan hatinya. Lalu Jimin yang sedang menyaksikan hyung keduanya yang terlihat lucu dimatanya, benar-benar out of character dari biasanya. Sedangkan Jongin yang terduduk di atas badan pohon besar yang sudah ditebang dan tergeletak begitu saja ditempat itu. Duduk terdiam dengan pandangan mata yang terus mengarah pada rumput hijau dibawahnya.

"Hyung, gwaenchanayo?" Tanya Niel seraya duduk disebelah Jongin.

Jongin mengalihkan pandangannya untuk menatap Niel, "Gwaenchana Niel-ah.." Jawabnya.

"Benarkah? Tapi kenapa wajahmu jadi merah begini hyung? Apa kau demam?" Tangan Niel menyentuh kening Jongin, dia sedikit khawatir dengan Leader-nya ini karena tiba-tiba saja wajah manis Jongin sedikit memerah.

"Ye?"

"Benar hyung, wajah hyung memerah, hyung sakit yahh?" Kini giliran Jimin yang ikut-ikut menyentuh kening Jongin.

"Ahh..! A-aku tidak apa-apa kok.." Jawab Jongin seraya menurunkan tangan Jimin yang masih berada dikeningnya.

"Kau yakin hyung? Apa perlu ku ambilkan obat penurun demam?" Tanya Niel.

"Tapi kenapa kening hyung tidak panas?" Tanya Jimin dengan polosnya.

"Ahh, ti-tidak perlu Niel, aku baik-baik saja." Jawab Jongin seraya menyentuh kedua pipinya.

"Eumm..arraseo hyung.."

Niel kembali pada tempatnya begitupun dengan Jimin yang kembali duduk pada kursi kayu yang sudah tidak dipakai dikelas itu.

"Lalu bagaimana kita akan latihan hyung?" Tanya Jimin.

"Ne, hyung.. Disana pasti masih ada mereka, mungkin dihari-hari berikutnya juga pasti ada mereka lagi." Timpal Jimin.

Jongin terdiam sebentar, "Yasudah untuk sementara waktu kita latihan disini saja, seperti biasanya.."

"Tapi hyung, dance kali ini kan untuk perlombaan minggu depan. Kalau kita latihan ditempat ini, bagaimana kalau nanti ada yang melihat dan mencurinya." Ujar Jimin .

"Benar hyung apa kata Jimin, dance untuk perlombaan tidak boleh sembarangan cari tempat untuk latihan." Timpal Niel.

"Lalu bagaimana? Apa disekolah ini ada tempat lain?" Tanya Jongin seraya menatap kedua adik kesayangannya itu. "Tak apa, aku yakin disini aman, lagi pula tak ada yang mondar-mandir disekitar sini. Dan ini juga hanya sementara kan? Sepulang sekolah kita bisa latihan dirumah ku atau di rumah Niel, kan?" lanjutnya.

"Benar juga sihh.."

"Yasudah hyung, ayo kita latihan sekarang, waktu perlombaannya sebentar lagi." Ucap Jimin.

"Ne, kkaja.." Seru Jongin.

Niel merogoh kantung celananya untuk mengambil ponsel miliknya. Kemudian membuka folder Music, lalu menyetel sebuah musik minusone yang akan mereka jadikan backsound untuk dance mereka kali ini.

Mereka bertiga sudah berada diposisinya masing-masing, dan ketika musik mulai terdengar mereka juga mulai menggerakkan tubuh mereka dengan perlahan. Karena musik yang kali ini akan mereka bawakan adalah musik dengan tempo yang sedikit lambat. (bayangin ada mereka dance lagu TeenTop yang Missing You yahh.. hehe).

Gerakan yang mereka keluarkan memang cenderung lambat, namun dengan dance yang mereka bawakan terasa sangat pas sehingga pesan dari music yang melantun terlihat begitu sangat selaras dengan gerakan dari tubuh mereka masing-masing.

Jongin, Niel dan Jimin sangat menghayati setiap ketukan dari music yang melantun itu. Meliuk-liukkan tubuh mereka seolah-olah menyatu dengan setiap alunan yang terdengar. Tangan, kaki dan seluruh tubuh mereka seakan bergerak dengan sendirinya.

Dan tenpa mereka sadari, tak jauh dari mereka ada beberapa pasang mata yang mengawasi setiap gerak-gerik mereka. Menatap tanpa ada yang mengedipkan mata sama sekali, seolah-olah mereka juga terbawa dalam alunan music yang melantun indah itu.

.

.

.

Jungkook duduk disofa diruang tengah rumahnya, memainkan laptop yang dia taruh diatas pangkuannya. Ditemani dengan sekantung keripik kentang yang dia letakkan disampingnya, tak jarang dia mengunyah keripik kentang itu.

Matanya masih terfokus pada layar laptop yang bersinar, seolah-olah tengah menelanjangi layar laptop itu. terkadang dia membulatkan matanya, lalu mengembangkan senyumnya, dan kadang juga bergumam sendiri.

"Selamat malam sayang.."

Suara seseorang yang terdengar lembut memasuki ruangan yang dapat dikatakan luas ini. Namun sayangnya suara itu belum mampu membuat Jungkook beralih pada laptop kesayangannya.

"Aigoo! Anak eomma sedang sibuk yahh?"

"E-eh? Eomma.."

Hingga akhirnya Jungkook kembali pada dunianya ketika seseorang itu mengusap kepalanya dari belakang.

"Anak eomma sedang apa, eoh? Bahkan eomma pulang saja tidak disambut." Seseorang yang menyebut dirinya 'eomma' itu duduk disamping Jungkook.

"Hehe.. Mianhae eomma, Kookie tidak dengar kalau eomma sudah pulang.." Jungkook lalu menutup laptopnya, dia tak ingin eomma nya yang cerewet ini melihat apa yang sedang dia tonton tadi. Lalu dia mengubah posisi duduknya untuk menghadap ibunya. Yeoja cantik yang ada didepannya ini adalah ibunya, Keybum.

"Memangnya Kookie sedang lihat apa? Kenapa serius sekali sampai tak mendengar suara eomma?" Tanya Keybum seraya mencoba meraih laptop yang ada disamping Jungkook, namun segera Jungkook jauhkan dari jangkauan ibunya.

"Eomma bawa apa?" Jungkook mencoba mengalihkan perhatian ibunya dari laptop miliknya.

"Ahh! Hampir saja eomma lupa.. Ini adalah hadiah untuk anak kesayangan eomma.." Keybum mengambil salah satu tas belanjaan yang dia taruh diatas meja, lalu memberikannya pada Jungkook.

Jungkook meraih tas yang ibunya berikan dengan mata yang berbinar, "Ige mwoya?" Tanya nya.

"Buka saja, sayang.."

Setelahnya Jungkook membuka tas belanjaannya lalu mengamabil isi yang ada didalamnya. "Wahhh!" Matanya semakin berbinar ketika dia melihat sebuah sweater yang terbuat dari wol asli yang memiliki serat yang begitu halus. Sudah pasti satu sweater itu memiliki harga yang tak bisa dikatakan murah itu.

"Apa Kookie suka?" Tanya Keybum yang ikut tersenyum melihat ekspresi dari anak kesayangnnya itu.

"Ne, eomma.. Ini bagus sekali! Gomawo eomma.." Jungkook lalu memeluk tubuh ibunya dengan manja, yang langsung dibalas oleh wanita cantik itu. Beginilah Jungkook jika bersama ibunya. Dia akan berubah menjadi seorang namja yang manja dan manis, hanya dihadapan ibu dan ayahnya. Sehingga membuat ibu dan ayahnya berpikir kalau dia adalah namja yang polos dan baik, tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

"Iya sayang.. Eomma sudah yakin pasti Kookie senang dengan hadiah yang eomma bawa." Keybum melepaskan pelukan pada putra-nya. "Dimana kakak-kakak mu, sayang?" Tanyanya.

"Sepertinya Sehun hyung dan Minsoo hyung ada dikamarnya, eomma.." Jawab Jungkook.

"Eumm.. Arraseo! Kalau begitu eomma kekamar hyungmu dulu yahh sayang.." Ujar Keybum.

"Ne, eomma.." Jawab Jungkook yang sibuk dengan sweater yang tadi diberikan ibunya.

"Ne.." Keybum bangkit dari duduknya, mengambil dua tas belanjaan yang ada diatas meja. Namun sebelum dia pergi, Keybum mengecup pucuk kepala dari anak bungsunya itu. Lalu pergi meninggalkan Jungkook.

Keybum, melangkah menjauhi Jungkook dan menuju kelantai dua, dimana kamar kedua anak sulung dan tengahnya berada. Hingga kini dia sudah berada di depan kamar sebelah kiri dari tangga, Keybum pun langsung masuk kedalam kamar itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.

"Sehunnie..."

Panggil Keybum pada seorang namja yang sedang duduk diatas ranjang King Size nya dengan headphone yang bertengger cantik dikepala dan menutupi kedua telinganya. Keybum tersenyum dan menggelengkan kepalanya menatap kebiasaan anak keduanya itu. Keybum mendekati Sehun yang masih belum menyadari kehadirannya.

Setelah dekat dengan cepat Keybum melepas headphone itu, sehingga berhasil melahirkan pekikkan dari sang empunya kamar.

"YAAKK!"

"OMOO!" Keybum kaget bukan main dengan teriakkan yang Sehun keluarkan, dia bahkan langsung memegang dadanya yang berdebar kencang karena kaget akibat teriakkan anaknya itu.

"Eommaa.." Sehun juga terlihat kaget dengan kehadiran ibunya.

Keybum lalu duduk diranjang Sehun, tepat didepannya. "Kau ini!" Dengan pelan Keybum menjitak kepala Sehun. "Kau membuat eomma kaget tahu.."

Sehun mengelus kepalanya tepat ditempat ibunya memberikan jitakkan sayang padanya, "Eomma juga mengaketkan aku." Jawab Sehun.

"Kau ini.." ujar Keybum sebal dengan anaknya ini. "Memangnya kau sedang apa, eoh? Sampai seserius itu?" Tanya Keybum yang melirik ponsel Sehun yang tergeletak diranjanga.

"Aniya, aku hanya bermain game." Jawab Sehun.

"Dasar! Kau sama saja seperti ayahmu."

"Karna aku adalah anaknya." Jawab Sehun, tepat sasaran.

"Tskk! Anak ini.." Keybum berdecih sebal mendengar jawaban yang terlontar dari bibir anaknya ini. Meskipun itu memang benar.

"Ada apa eomma?" Tanya Sehun.

Keybum kemudian mengambil satu tas belanjaan yang dia taruh diatas lantai, mengabil tas belanjaan yang berwarna hitam, yang lalu dia berikan pada Sehun. "Ini, eomma membawakan ini untuk mu."

Sehun langsung mengambil tas itu, kemudian membukanya. "Sepatu?" Tanyanya ketika dia melihat sebuah kotak besar.

"Ne, itu sepatu keluaran terbaru." Jawab Keybum.

"Benarkah?" dan setelah mendengar pernyataan ibunya Sehun langsung membuka tutup dari kotak tersebut. Dan disaat itu juga matanya membulat sempurna.

"Apa Sehunie suka sepatunya?" Tanya Keybum.

"Ini adalah sepatu yang baru diproduksi beberapa hari yang lalu, ini untukku eomma?" Tanya Sehun dengan mata yang bercahaya menatap sepatunya yang terlihat mengkilat dimatanya.

"Tentu saja sayang, ini hadiah dari eomma untuk anak eomma yang tampan.." Jawab Keybum.

"Gomawo eomma.." Sehun terlihat sangat senang dengan pemberian ibunya, sepatu dengan merk yang sudah jelas terkenalnya yang otomatis harganya bahkan bisa melebihi gaji bulanan seorang karyawan kantoran selama 5 bulan. Apalagi yang Sehun tahu adalah sepatu itu baru beberapa hari yang lalu diproduksi jadi sudah jelas kalau sepatu itu belum dijual bebas.

"Iya sayang, eomma senang kalau Sehunie senang.." Keybum ikut tersenyum melihat senyuman mengembang dari anaknya ini. "Yasudah, kalau begitu kau kembali bermain game saja, eomma ingin kekamar hyungmu dulu."

"Eumm.."

Keybum mengusap rambut Sehun sebelum dia pergi meninggalkannya. Dia menutup pintu kamar Sehun dengan perlahan, kemuadia kembali melangkahkan kakinya kekamar tepat diseberang kanan kamar Sehun.

'Tokk Tookk Tokk'

Berbeda dengan kamar Sehun tadi, untuk kamar anak tertuanya Keybum harus mengetuknya terlebih dahulu. Dia tahu kalau anak sulungnya itu paling tidak suka kalau privasinya diganggu.

"Minsoo-ah.."

'Tokk Tokk Tookk'

Namun sudah beberapa kali dia mengetuk kamar Minsoo tetap saja tak ada sahutan dari dalam sana.

"Chagi, apa kau didalam? Minsoo-ah?"

Keybum mencoba mengetuk kembali kamar bercat abu-abu itu. Namun tetap saja tak ada jawaban dari sang empunya kamar. Sehingga dengan terpaksa Keybum membuka kamar yang untungnya tidak terkunci itu.

Keybum memasukkan kepalanya terlebih dahulu, untuk mengintip situasi yang terjadi dikamar itu, dan ternyata kamar berukuran lebih kecil dari kamar yang lainnya (meskipun sebenarnya kamar itu jauh lebih besar dari kamar orang biasanya) terlihat gelap karena lampu yang sengaja dimatikan. Keybum menautkan alisnya, dan kemudian dia memutuskan untuk masuk kedalam kamar putra pertamanya itu. Keybum menekan tombol lampu yang berada ditembok tepat disamping pintu.

"Minsoo-ah?" Keybum berjalan ke arah ranjang yang sedikit menyembul.

"Apa kau tidur sayang?" ucapnya.

Keybum makin menautkan alisnya, dengan penasaran dia membuka selimut yang menutupi sesutau didalamnya.

"Mwoya?"

Dan seketika itu juga Keybum membulatkan matanya ketika yang dia temukan adalah sebuah bantal guling yang tadi ditutupi oleh selimut.

Dia sudah yakin ini pasti akan terjadi, anak pertamanya itu memang sulit sekali diatur. Keybum pun lalu segera keluar dari kamar Minsoo dan meninggalkan tas belanjanya disana.

"SEHUNIEE! JUNGKOOKIE! AYO KEMARI!" Keybum menutup kamar Minsoo, yang setelahnya dia berteriak memanggil nama kedua anaknya. Berdiri tepat didepan kamar Minsoo, anak sulungnya.

"JUNGKOOK! SEHUUNNN! CEPAT KEMARI!" Teriaknya lagi, sambil melipat kedua tangan didadanya.

Yang pertama datang adalah Sehun, karena kamarnya yang bersebrangan dengan kamar Minsoo. Kemudian Jungkook yang baru sampai sambil terengah-engah akibat dia harus berlari menaikki tangga.

"Waeyohh eommahh?" Tanya Jungkook.

"Dimana Minsoo?" Tanya Keybum.

"Mwo?"

"Minsoo tidak ada dikamarnya, dia kemana?"

Sehun dan Jungkook saling memandang satu sama lain.

"Molla.." Jawab Sehun.

"Kookie, tadi kau bilang hyung mu ada dikamar? Tapi dia tidak ada.." Keybum menatap anak bungsunya itu.

Jungkook yang ditatap seperti itu, menggaruk tengkuknya. "A-aku juga tidak tahu eomma.. A-aku pikir Minsoo hyung ada dikamarnya." Jawab Jungkook.

"Aishh! Anak itu selalu saja!" gumam Keybum kesal.

.

.

.

T

B

C

.

.

.

Akhirnya FF ini lanjut juga.. hehehe..

Btw buat info aja nihh untuk FF ini, ini FF sengaja dibuat dengan konflik yang gak terlalu menonjol.. Karena gue sendiri sengaja buat FF ini Cuma pingin ngegambarin keseharian mereka tanpa konflik yang bikin pusing.. Tolong dimaklumin yahh, dengan umur gue yang udah tua jadi gue udah gak bisa berpikir yang terlalu berat.. hehehe..

Jadi FF ini emang ceritanya gue buat simple, jadi mungkin sedikit membosankan.. I knew it! :p

So, buat kalian yang gak suka FF simple gue saranin untuk jauh2 dari FF gue ini.. gue hanya menerima review yang positif aja.. heheh –kalau udah tua emang agak sensitif- kkk~

Terus buat yang nanya, Minsoo itu adalah CAP.. Dan untuk Jimin disini dia adalah UKE, dan Jungkook adalah SEME-nya.

Sebelumnya gue ada pengumuman sebentar yahh, tolong disimak :D

Sekarang lagi dibuka pendaftaran untuk FanFiction Challenge yang kami beri judul 'HunKai In Luv'. Disini para author dan HunKai Ship akan ditantang untuk membuat fanfiction dengan HunKai sebagai peran utamanya.

Bagi kalian yang mau ikut serta atau yang mau tanya-tanya boleh nih hubungin para panitianya untuk mendaftarkan diri, bisa kirim PM di FFn atau di FB juga gak apa-apa. Silahkan hubungi;

Facebook :

Lullu Pamungkas

Vieta Ramadhani

Atau di FFn :

LulluBee

Ling-ling Panda Bear

Kalau kalian berminat untuk ikut, kami akan berikan PERATURAN yang harus dipatuhi dalam event ini.

Ayo kita sebar luaskan cinta HunKai!

Terimakasih