JNJ's Love

Chapter 3

Cast :

Kim Jongin 'EXO'

Ahn Daniel 'Teen Top'

Park Jimin 'BTS'

Lee (Oh) Sehun 'EXO'

Lee (Bang) Minsoo 'Teen Top'

Lee (Jeon) Jungkook 'BTS'

Genre : Romance, School Life, Drama

Rated : T

WARNING : ALUR CEPAT, MAINSTREAN, TYPO, dll.

Happy reading guys...

.

.

.

'TIINNN TIIINN TIIIIIINNNN'

Sehun membunyikan klakson mobil dengan ketidak sabarannya, seolah menjadikan klakson itu sebagai alarm. Duduk dikursi pengemudi, dengan tampang yang tak perlu dijelaskan lagi. Sepertinya tidak cocok dengan suasana pagi hari ini yang begitu cerah.

'TIIINNN TIIINNNN'

"MINSOO HYUUUNNG! JUNGKOOOOK-AHH! PPALLIIIII!"

Dan jangan lupakan suara teriakkan yang ikut menggema, menambah kesan ricuh dipagi ini.

Sehun memang sangat kesal pagi ini, itu semua karena dia harus mendengarkan ceramahan ibunya dengan rentan waktu yang tak bisa dikatakan sebentar itu. Hanya karena kesalahan saudaranya dia pun harus kena imbas nya juga, dan itu bahkan membuat nafsu makannya menjadi turun ke-level yang paling bawa rendah.

Dan tak lama setelah peneriakkan nya itu, Sehun sudah melihat Minsoo dan Jungkook yang berlari dari dalam rumah. Mereka langsung masuk kedalam mobil yang dia naikki.

"Jalan hyung.." Ucap Jungkook yang duduk disebelahnya seraya memakai sabuk pengamannya.

Dan Sehun pun langsung menyalakan mesin mobil, dan segera meninggalkan rumah megahnya. Mengendarai mobilnya dengan tempo yang sedang, tidak terlalu lambat namun juga tidak terlalu cepat, ini masih pagi untuk balapan liar, pikirnya.

"Ahhh! Kupingku jadi panas.." Ucap Jungkook seraya menggosok-gosok kedua telinganya.

"Rasakan itu.." Celetuk Minsoo yang duduk dikursi belakang.

Mendengar jawaban dari Minsoo, Jungkook jelas saja langsung menoleh kearah hyung tertuanya itu. "Mwoya? Ini kan semua karena mu." Ujar Jungkook.

"Ini juga salah mu, salah kalian." Jawab Minsoo.

"Bagaimana bisa salah kami? Kau yang tidak pulang." Kini Sehun membela diri, setelah dirinya ikut disalahkan oleh Minsoo. Yang membuat mood seorang Sehun menjadi down adalah ibu-nya yang ceramah panjang lebar hanya karena Minsoo yang semalam tidak pulang, dan baru pulang ketika sudah larut malam.

"Kalau kalian semalam memberikan alasan yang benar pada eomma, pasti eomma juga tidak akan marah."

"Itu bukan urusanku." Jawab Sehun singkat.

"Cihh.." Minsoo melempar sebuah bantal leher pada Sehun, dan sayangnya itu tepat mengenai kepala namja berkulit putih itu.

"Sialan kau!" Sehun kembali melempar bantal itu kearah Minsoo yang kali ini bisa langsung ditepis Minsoo. Sedangkan Jungkook hanya tertawa senang melihat peperangan antara kedua kakaknya.

Kurang lebih 15 menit mereka sudah sampai diarea parkir sekolah. Sehun pun segera memakirkan mobil yang terlihat mewah diantara mobil yang lain yang terparkir ditempat itu. Setelah menemukan tempat parkir yang sudah pas, Minsoo, Jungkook dan Sehun segera keluar dari dalam mobil mewahnya.

Mereka beriringan memasuki area sekolah, melewati lorong sekolah yang sudah ramai oleh siswa dan siswi yang mondar-mandir kesana dan kemari.

Namun diakhir lorong sebelum mereka menaikki tangga, mereka melihat segerombolan murid tengah berkumpul diujung lorong, tepat ditempat yang dijadikan mading sekolah.

"Ada apa itu?" Tanya Jungkook.

Jungkook yang memang paling mudah penasaran pun ikut masuk kedalam kerumunan itu. "Permisi.." Ujarnya saat mencoba melewati 'pagar-pagar' hidup itu.

"Ada apa?" Ucapnya.

Jungkook langsung melihat isi dari mading yang membuat pagi disekolah ini sedikit heboh. Dia membaca salah satu dari beberapa lembar poster yang tertempel dimading itu. Membacanya dengan seksama.

Sehun dan Minsoo kini sudah berdiri dibelakang Jungkook, ikut membaca apa yang Jungkook baca.

"Dance couple competition" gumam Minsoo.

Setelah dirasa cukup mengerti arti dari poster tersebut, Minsoo, Sehun dan Jungkook keluar dari kerumunan murid-murid itu.

"Ahh, jadi akan diadakan kompetisi dance couple.." Ucap Jungkook.

"Aku tidak tertarik sama sekali." Ujar Minsoo dengan kembali melangkahkan kakinya menaikki tangga untuk menuju kekelasnya.

Disusul oleh Jungkook yang ikut menaikki tangga. Namun Sehun masih terdiam ditempatnya, wajah datarnya tak berubah sama sekali. Dan didetik berikutnya sebuah seringaian muncul disudut bibirnya, seolah dia baru saja menemukan suatu ide dikepalanya. Dan setelahnya dia pun menyusul kedua saudaranya menuju kekelasnya.

Sehun memasuki kelasnya sendirian. Dia memang berpisah dengan Jungkook dan Minsoo yang juga berbeda kelas. Dia melangkahkan kakinya memasuki kelas yang sudah ramai oleh para siswa dan siswi yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

Lalu mata Sehun tertuju pada seorang namja yang tengah duduk dikursinya, Sehun memandang namja itu saat dia melewatinya. Senyum miringnya tercipta ketika sebuah ide yang tadi kembali muncul saat melihat namja yang sudah dia ketahui bernama Niel itu. Terus memandang namja berbibir tebal, yang sepertinya sedang mendengarkan sebuah lagu dari earphone yang dia gunakan. Sehun duduk beberapa bangku dibelakang Niel, karena Niel duduk dibagian tengah pas disebleah jendela sedangkan Sehun memilih duduk dibagian paling belakang.

Dan sepertinya Niel dapat merasakan kalau ada yang memperhatikannya sejak tadi, karena beberapa menit berikutnya Niel sudah menolehkan kepalanya dan menatap Sehun yang juga sedang menatapnya. Tapi Sehun malah memberikan senyuman khas dirinya pada Niel, dan jujur saja itu membuat Niel sedikit merasa takut dan ganjil saat melihat senyuman yang tercipta dari bibir tipis itu sehingga Niel langsung memutar kepalanya kembali.

'I got it!' bathin Sehun.

.

.

.

Niel segera berlari keluar saat suara bel tanda istirahat berbunyi terdengar, bahkan dia keluar sesaat setelah guru yang baru saja mengajar keluar ruangan. Niel berlari dengan sangat cepat , yang untungnya ditunjang dengan kaki jenjangnya yang memudahkannya mengambil langkah besar dan cepat. Disaat berlarinya, Niel mengeluarkan ponsel dari kantungnya, dan menekan tombol 2 untuk panggilan cepat.

"Hyung, kau dimana?" Tanyanya setelah dia mendengar suara seseorang diseberang sambungan sana.

"..."

"Ahh, arraseo, aku akan segera kesana.."

Lalu Niel mematikan snmbungan teleponnya, dan memasukkan ponselnya kedalam kantung seragamnya kembali.

Dia kembali berlari kesebuah arah yang sepertinya mengarah pada halaman belakang sekolah. Niel bahkan tidak peduli pada orang yang dia tabrak, dan hanya berucap "Maaf" sambil berlari.

Tak lama setelah itu, dia sudah berada dihalaman belakang sekolah, dan disana dia sudah melihat kedua sahabatnya yang duduk diatas sebuah badan pohon besar.

"Hyuuung.." Niel ikut bergabung duduk disebelah Jongin. "Haahh haahhh.. Apa kau sudah tahu kalau haahh hahh akan adahh kompetisi dance disekolahh kitahhh.." Ujar Niel dengan nafas yang tersenggal-senggal akibat kegiatan berlarinya tadi.

"Eumm.. Aku baru saja mengetahuinya." Jawab Jongin seraya menyerahkan poster yang sejak tadi dia pegang pada Niel.

Niel mengambil poster itu. "Bagaimana bisa mereka mengadakan kompetisi ini tanpa ada pemberitahuan pada kita?" Ucap Niel seraya melempar poster itu ketanah.

Terlihat sekali aura berbeda dari mereka, Niel yang biasanya memasang wajah aneh dan cerianya kini malah menampilkan raut wajah yang tak bersahabat. Sedangkan Jongin, dia masih menampilkan wajah tenangnya meskipun sebenarnya ada rasa marah dan kecewa yang tersimpan dihatinya.

"Lebih baik kita tanyakan langsung pada kepala sekolah dan para panitia." Ucap Jimin yang sejak tadi hanya teridam.

"Kau benar, Minnie.. Ayo hyung, kita harus ke ruangan kepala sekolah."

Niel menarik tangan Jongin dan Jimin, dan mengajak kedua sahabatnya itu ikut berlari. Bahkan Jimin harus susah payah menyemakan langkahnya pada langkah besar Niel.

Hingga akhirnya mereka sudah sampai didepan sebuah ruangan yang diatasnya tertulis ruangan kepala sekolah.

'Tokk Tokkk Tokk'

Jongin mengetuk pintu bercat cokelat itu, meskipun hatinya kesal namun dia masih mempunya rasa hormat pada kepala sekolahnya itu. Dia bahkan menahan tangan Niel yang tadi ingin langsung membuka knop pintu ruangan itu.

"Masuklahh.." Terdengar suara dari dalam ruangan yang mempersilahkan mereka masuk.

Dan Jongin dengan perlahan membuka pintu kayu itu, "Selamat siang saem.."sapa Jongin lembut ketika dia memasuki ruangan.

Dan dapat dia lihat ada beberapa orang yang ada didalam ruangan berukuran sedang itu. Orang-orang itu refleks mengalihkan kepala mereka untuk menghadapnya.

"Ahh, ternyata kalian, ayo masuk.." Ujar seseorang yang sedang duduk dikursi dibalik meja.

Karena sudah dipersilahkan masuk, Jongin pun memasuki ruangan itu dengan Niel dan Jimin yang mengikutinya dari belakang.

"Ada apa, eoh?" Tanya namja tua yang tadi mempersilahkan mereka masuk. Dia adalah kepala sekolah di SHS ini, namanya adalah Kim Youngwoon.

"Kami ingin minta penjelasan.." Ucap Jongin.

"Duduklah.."

Jongin lalu duduk disofa panjang yang ada diruangan itu, disamping seorang namja bertubuh tegap dan tinggi, disusul oleh Niel yang duduk disampingnya dan Jimin yang berdiri dibelakang sofa. Kim saem ikut duduk di single sofa yang ada didepan mereka.

"Kami ingin minta kejelasan tentang ini." Ujar Niel seraya menyerahkan poster yang tadi sudah dia buang dihalaman belakang sekolah, namun dia pungut kembali.

"Ahh.. Untuk kompetisi itu, itu untuk merayakan hari ulang tahun sekolah kita, Niel-ssi.." Jawab Kim saem.

"Tapi kenapa kami tak diberi tahu sama sekali, apa kalian lupa kalau kami adalah ketua tim dance?" Ucap Niel.

"Eumm.. Untuk itu, aku minta maaf. Aku memang sengaja tidak memberitahukan ini pada kalian, karena ku pikir kalian sedang sibuk untuk mengikuti kompetisi dance, jadi aku hanya tidak ingin mengganggu konsentrasi kalian." Jawab Kim saem.

"Tapi kan kalian setidaknya mengabari kami." Ujar Jimin.

"Sebenarnya aku berniat memberitahu kan ini pada kalian setelah kalian menyelesaikan kompetisi dance itu, tapi ternyata aku lupa.. Hehehe.." Namja berumur sekitar 50 tahunan lebih itu menggaruk tengkuknya asal.

"Ck.."

"Tapi kalian tidak perlu khawatir tentang acara ulang tahun sekolah kita nanti, karena semua itu sudah diurus oleh tim osis, jadi kalian tenang saja." Kini namja yang sejak tadi terdiam diruangan itu ikut bicara, dia adalah Choi Minho, seorang guru olahraga disekolah ini. Memiliki wajah tampan, tubuh tinggi, dan senyuman yang begitu indah. Menjadi guru favorite disini.

"Ahh.. Mungkin disini akan sedikit aku jelaskan! Untuk acara ulang tahun sekolah kita ditahun ini, akan dilakukan berbeda dengan pesta-pesta sebelumnya." Ujar Kim saem.

Jongin menatap kepala sekolah nya itu. "Maksudnya?"

"Ne, pesta ini akan dibagi dua. Pesta untuk para murid dan pesta untuk para guru."

"Aku tidak mengerti." Niel menggelengkan kepalanya.

"Begini, untuk pesta kali ini semuanya akan kami serahkan pada panitia yang bertugas, karena ini dikhususkan untuk para murid disini. Dan sedangkan para pengajar dan pengurus memiliki pesta tersendiri." Kim saem memberikan penjelasan.

"Kenapa begitu?" Tanya Jimin.

"Yahh karena para guru disini juga ingin punya pesta tersendiri."

"Itu sih terserah kalian." Ucap Niel.

"Kalau begitu lebih baik kita sekarang keaula sekolah." Ujar Choi saem.

"Untuk apa?" Tanya Jongin.

"Kau tidak baca posternya? Bukankan disitu tertulis bagi yang ingin mendaftarkan diri harus datang ke aula sekolah untuk mendaftar." Jawabnya.

"Owhh.."

"Yasudah kkaja.."

Jongin, Niel dan Jimin mengikuti Choi saem keluar dari ruangan kepala sekolah itu, tentu saja yang sebelumnya mereka berpamitan dengan kepala sekolah terlebih dahulu. Mereka berjalan dibelakang Choi saem, melewati beberapa siswa dan siswi yang masih terlihat dilorong sekolah, karena sisanya berarti sudah berada diaula sekolah.

Sampai akhirnya mereka mengikuti Choi saem memasuki sebuah ruangan yang cukup besar, bahkan lebih besar dari lapangan basket. Dan ketika pintu ruangan terbuka, dapat mereka lihat banyak orang yang sudah berdiri ditengah ruangan ber-AC itu. Mereka bertiga ikut bergabung dengan para murid, berdiri ditempat paling depan.

Choi saem menggambil sebuah mic yang ada disebuah meja kecil disamping sound besar.

"Tees check check.." Ucapnya untuk mencoba mic yang dia pengang, sambil mengetuk-ngetuk ujung mic itu.

Setelah dirasa sudah pas, dia kembali berdiri ditengah-tengah sebuah panggung besar yang ada disana. "Selamat siang semuanya~" Ucapnya menyapa semua anak didiknya.

"Selamat siang saeemm~~~"

"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada kalian semua karena sudah menunggu disini, itu artinya kalian sudah membaca dan ingin ikut serta pada acara ulang tahun sekolah kita yang ke 26 tahun." Ujarnya.

PROOKK PRROOOKK

PROKK PROOOKKKK

Suara tepuk tangan terdengar diseluruh penjuru aula ini.

Choi saem ikut bertepuk tangan, "Dan untuk merayakan ulang tahun sekolah kita kali ini, kalian akan dibebaskan berpartisipasi dalam acara yang akan diselenggarakan." Ujar Choi saem. "Karena acara kali ini, kalian akan merayakannya sendiri tanpa para guru dan pengawas." Lanjutnya.

"Eh?"

"Kenapa saem?" Tanya seorang murid perempuan yang berdiri dibarisan paling depan.

"Itu karena kami, sebagai para guru memberikan kalian kebebasan untuk mengatur acara nya sendiri, para guru tidak akan ikut campur untuk acara kalian."

"YYEEEE!"

PROKKK PROOKKK

Suara sorak-sorak gembira dan tepuk tangan antusias terdengar semakin heboh setelah Choi saem menjelaskan tentang acara ini.

"Tapi para panitia sudah memberikan beberapa kegiatan yang akan memeriahkan acara ulang tahun ini. Sesuai dengan apa yang kalian baca dibeberapa poster yang ada dimading sekolah, bahwa akan diadakan Drama, Music, dan acara yang lainnya. Dan juga Dance Couple Competition yang bisa kalian ikuti." Ujar Choi saem. "Dan untuk Dance Couple Competition-nya kalian boleh mendaftarkan diri terlebih dahulu. Dua orang dalam 1 group untuk mengikuti kompetisi ini. Silahkan tulis nama kalian dan juga pasangan kalian. Lalu masukkan kedalam aquarium kecil yang ada dimeja didepan kalian. Arraseo?"

"Arraseo saem~~"

Dan seperti perintah sebagian murid yang ingin mendaftar kompetisi dance ini sibuk mengambil selembar kertas yang ada disamping aquarium dan sibuk berargumen dengan beberapa teman yang lainnya.

Berbeda dengan Jimin, Jongin dan Niel yang tetap saja diam ditempatnya. Sepertinya mereka tidak begitu tertarik dengan kompetisi yang diadakan oleh sekolah ini. Ini karena keputusan Jongin yang memilih untuk tidak ikut bergabung. Karena jumlah mereka yang kurang untuk mengikuti kompetisi ini, mereka bertiga sedangkan kompetisi ini harus berpasangan. Jadi dari pada ada satu yang tidak ikut lebih baik sekalian saja tidak ikut semua. Dan Jimin juga Niel pun setuju untuk itu.

Kurang lebih 5 menit setelahnya, Choi saem kembali berdiri ditengah panggung setelah dirasa semua murid sudah memasukkan selembar kertas yang mereka masukkan kedalam aquarium.

"Baiklah, yang sudah mendaftarkan diri, nama kalian dan pasangan kalian akan dicatat dan kalian silahkan persiapkan diri untuk kompetisi nanti." Ucap Choi saem. "Aku akan membacakan nama-nama yang ada didalam aquarium itu." lanjutnya. Memang yang ikut kompetisi dance couple tidak semua murid karena sebagian lebih memilih pada Music dan Drama.

"Yang pertama adalah, Hayoung dan Chanyeol, lalu Nana dan Nicole, berikutnya Mark dan Yugyeom. Persiapkan diri kalian.." ujarnya. "Kemudian ada Joshua dan Junghan, Minsoo dan Niel, lalu ada Wendy dan Youngjae."

"Mwoya?!"

"Selanjutnya Sehun dan Jongin, Jia dan Suzy, Jiyeon dan Chunji, Hongbin dan Eunji, kemudian Jungkook dan Jimin, lalu ada Wonwoo dan Jun, kemudian bla~ bla~ bla~."

"Bagaimana bisa!"

Dan beberapa menitpun berlalu, sampai kertas yang ada di aquarium itu pun sudah habis tak tersisa. "Baiklah, saya sudah membacakan semuanya. Dan setelah ini tidak boleh ada yang mendaftar lagi karena hanya ada 1 kali pendaftaran. Dan bagi yang sudah terdaftar, kalian boleh mempersiapkan dance kalian, karena dance yang kalian bawakan nanti adalah pilihan kalian sendiri. Kalian mengerti?"

"Mengerti saemm~~..."

"Oke, kalau begitu kalian boleh bubur. Terima kasih.."

PROKKK PROOKKKK PROKKKK PROKKK

Suara tepuk tangan kembali terdengar saat Choi saem meninggalkan panggung dan keluar dari ruangan ini. Diikuti oleh semua murid-murid yang ikut keluar dari ruangan ini untuk kembali ke kantin atau ke kelas mereka masing-masing.

"Hyung, bagaimana mungkin nama kita ikut terdaftar disana?" Ujar Jimin.

Kecuali Jongin, Jimin dan Niel yang masih tetap berada diruangan itu, membiarkan teman-temannya yang lain melewati mereka. Mereka masih memandang papan tulis besar yang tadi digunakan untuk mencatat nama-nama yang akan ikut kompetisi. Yang membuat mereka heran adalah mereka dapat melihat nama mereka tercantum disana.

"Aku juga tidak tahu, Minnie. Siapa yang mendaftarkan kita." Ucap Jongin.

"Sebaiknya kita segera berlatih.."

Jimin, Niel dan Jongin langsung saja memutar badan mereka ketika mereka mendengar suara yang berasal dari arah belakang mereka.

"KALIAN!" Mereka bertika sukses membulatkan kedua mata mereka saat mereka melihat asal dari suara itu.

Mereka melihat tiga orang namja yang sedang tersenyum dengan tampang dingin kearah mereka.

"Apa kalian yang melakukan ini?"Tanya Jongin.

"Eumm.." Mereka serempak menganggukkan kepala.

"Apa maksudnya?" Jongin menatap mereka tidak percaya.

"Waeyo? Bukannya kalian suka dance? Jadi apa salahnya?" Ucap namja bertubuh tinggi dengan kaca mata yang selalu dia gunakan, Minsoo.

"Tapi kami tidak berminat ikut kompetisi ini." Ucap Niel.

"Kenapa? Apa kalian tidak terbiasa dance dengan namja tampan seperti kami?" Ujar salah satu namja tampan diantara mereka yang bernama Jungkook.

"Mwoya? Ck! Kau percaya diri sekali." Jimin berdecih sebal mendengar kepercayaan diri yang tinggi dari namja yang entah kenapa jadi menyebalkan dimatanya.

"Memang begitu kan?" Ujarnya lagi.

"Terserah kalian, yang jelas kami tidak ingin ikut. Dan kami akan mengundurkan diri dari kompetisi ini." Ucap Jongin.

"Apa kau takut?" Ujar namja berkulit putih pucat yang mereka tahu bernama Sehun itu.

Jongin membalas menatap Sehun dengan pandangan dinginnya. "Apa kau bilang?"

"Benarkan? Kalau kau takut beradu dance dengan kami." Celetuknya.

"Tsk!" Jongin berdecih sebal. "Terserah mu saja! Ayo Niel, Jiminie kita pergi saja."

Jongin menarik tangan Niel dan Jimin untuk meninggalkan ketiga namja yang menurut mereka sekarang ini benar-benar menyebalkan. Namun sebelum mereka berhasil keluar dari ruangan ini, langkah mereka terhenti ketika_

"Ternyata kalian itu pengecut."

Sontak saja itu langsung membuat Jongin, Niel dan Jimin kembali memutar balikkan tubuh mereka pada ketiga namja menyebalkan itu.

"Apa kau bilang!?" Niel melotot kan matanya.

"Sekarang kami tahu kalau kalian itu hanya sekumpulan orang pengecut." Ucap Minsoo.

"YAKK! Jaga ucapanmu!." Jimin sebal bukan main dengan ketiga namja itu.

Minsoo, Sehun dan Jungkook berjalan mendekati mereka, berdiri tepat didepan ketiga namja yang menurut mereka menarik itu.

"Aku tantang kalian, jika kalian menolak kompetisi ini kalian harus memberanikan diri untuk menyatakan bahwa kalian terlalu takut berhadapan dengan kami didepan seluruh murid sekolah nanti."

"Mwoya?" Jimin membulatkan kedua matanya.

"Bagaimana?"

Niel menatap Jongin dan Jimin secara bergantian, dia menggigit bibir bawahnya.

"Baiklah aku terima."

Sontak saja Niel langsung menatap Jongin yang baru saja berucap untuk menyetujui kompetisi ini. "Hyung.."

"Jongin hyung?" Jimin ikut menatap Jongin.

"Baiklah kalau begitu.." Minsoo tersenyum puas mendengar jawaban dari Jongin. Begitupun dengan Sehun dan Jungkook yang ikut tersenyum senang.

"Tapi untuk jenis dance yang akan ditampilkan, biarkan kami yang memilih." Ucap Jungkook.

"Mwoya?!"

"HEII! Itu curang.. Mana bisa begitu." Celetuk Jimin, tak setuju dengan apa yang baru saja diucapkan Jungkook.

"Keputusan sudah bulat.. Kalian bersiap-siaplah untuk berlatih.." Ujar Sehun.

"YAAKK! YAAKKK!"

Sehun, Minsoo dan Jungkook berjalan meninggalkan mereka, mengacuhkan teriakkan Niel yang berusaha memanggil mereka. Sehun menyunggingkan senyuman puasnya, begitupun dengan Minsoo dan Jungkook.

.

.

.

"YAAKKK! BAGAIMANA BISAAA!" Niel mengacak-acak rambut panjangnya (bayangain Niel pas MV going crazy yahh :D)

"Jongin hyung, bagaimana bisa kau menyetujui untuk mengikuti kompetisi ini?" Jimin menghadap pada Jongin yang duduk diatas batang pohon besar. Yupp, saat ini mereka memang tengah berada dihalaman belakang sekolah.

"Iya hyung, kenapa kau setuju, eoh?" Niel ikut menghadap Jongin.

"Aishh!" Jongin bangkit dari duduknya, melangkahkan kakinya pada sebuah pohon besar yang tak jauh dari tempatnya. "Lalu aku harus bagaimana? Apa kalian mau dibilang takut pada mereka?" Jongin menyenderkan tubuhnya pada pohon besar itu.

"Eumm.. Aniya.." Jawab Jimin.

"Karna itu, aku menyetujui ucapan ketiga namja sialan itu." Ucap Jongin.

"Hahh!" Niel membuang nafasnya yang entah kenapa sekarang sedikit terasa berat dari biasanya. "Tapi untuk dance yang mereka pilih bagaimana?"

Jongin terdiam sebentar, menggigit bibir bawahnya. "Tenang saja, aku yakin mereka tidak tahu menahu tentang dance. Jadi biarkan saja." Jawab Jongin, bermaksud untuk menghibur dirinya sendiri. Karena dia pun merasa sedikit ragu dengan apa yang dia ucapkan sendiri.

"Kau benar hyung, mereka itu kan sekumpulan namja-namja bodoh." Celetuk Jimin yang dapat menghasilkan sebuah kekehan dari kedua hyungnya itu.

.

.

.

T

B

C

.

.

.

Haiii~~

FF nya berlanjut lagi ini..

Sebelumnya gue mau ngucapin terima kasih yahh buat kalian yang udah baca n review ff gue yg ini.. Dan gue juga minta maaf soalnya di chap ini agak sedikit membosankan dan membingungkan.. hehhehe.. Sekali lagi maaf yahh buat ketidak sempurnaannya :p hehehe

Sebelumnya gue ada pengumuman sebentar yahh, tolong disimak :D

Sekarang lagi dibuka pendaftaran untuk FanFiction Challenge yang kami beri judul 'HunKai In Luv'. Disini para author dan HunKai Ship akan ditantang untuk membuat fanfiction dengan HunKai sebagai peran utamanya.

Bagi kalian yang mau ikut serta atau yang mau tanya-tanya boleh nih hubungin para panitianya untuk mendaftarkan diri, bisa kirim PM di FFn atau di FB juga gak apa-apa. Silahkan hubungi;

Facebook :

Lullu Pamungkas

Vieta Ramadhani

Atau di FFn :

LulluBee

Ling-ling Panda Bear

Kalau kalian berminat untuk ikut, kami akan berikan PERATURAN yang harus dipatuhi dalam event ini.

Ayo kita sebar luaskan cinta HunKai!

Terimakasih